• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keanggotaan Komite

Dalam dokumen 2002 Laporan Tahunan Ringkas (Halaman 74-77)

Bank Mandiri telah membentuk beberapa komite di tingkat Direksi, yang terdiri atas Komite Teknologi Informasi, Komite Risk and Capital, dan Komite Kebijakan Personalia. Komisaris Utama dan Direktur Utama pada kondisi tertentu dapat saja diundang untuk menghadiri rapat dengan komite-komite tersebut. Tahun 2002, keanggotaan manajemen eksekutif dari setiap komite tersebut ditampilkan dalam tabel di bawah ini. Sebagai tambahan dari manajemen eksekutif, setiap komite dapat memanfaatkan segenap kemampuan dan sumber daya dari sejumlah Group Head atau yang lainnya sesuai dengan tanggung jawab dan pengalaman yang relevan atas masalah yang dibicarakan.

NAMA USIA JABATAN TAHUN DIANGKAT

K. Keat Lee 46 CFO, EVP Coordinator – Financial and Information Agustus 2001 I. Supomo 54 EVP Coordinator– Distribution Network Agustus 2001 M. Sholeh Tasripan 47 EVP Coordinator – Corporate and Governement Agustus 2001 Omar S. Anwar 42 EVP Coordinator – Retail Banking Agustus 2001

NAMA RAPAT SELAMA MASA JABATAN RAPAT YANG DIHADIRI % KEHADIRAN

E.C.W. Neloe 55 54 98,2%

I Wayan Pugeg 55 51 92,7% I Wayan Agus Mertayasa 55 48 87,3% Agus Martowardojo 28 19 67,9%

K. Keat Lee 55 46 83,6%

I. Supomo 55 52 94,5%

M. Sholeh Tasripan 55 50 90,9% Omar S. Anwar 55 48 87,3%

Komite Risk & Capital (RCC)

Dibentuk pada bulan Agustus 2001, Komite Risk & Capital menetapkan kebijakan pengelolaan risiko yang meliputi pasar, kredit, portofolio dan operasional dengan tujuan untuk mencapai keuntungan maksimal sejalan dengan strategi bank secara keseluruhan, praktek kehati-hatian sesuai dengan yang ditetapkan pada risk manual

dan risk appetitebank.

RCC menentukan batasan dan memberikan panduan untuk strategi pengelolaan aset-aset dan kewajiban. Hal ini meliputi kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar dan likuiditas, memonitor aktiva dan kewajiban untuk ketidaksesuaian (mismatch) yang signifikan, dan menetapkan kebijakan harga atas aktiva dan kewajiban. Komite ini juga menetapkan

fund transfer pricingsehingga dapat membuat penilaian atas kinerja unit usaha. Komite menetapkan kebijakan dan prosedur kredit atas risiko kredit dan risiko portofolio, termasuk penentuan harga atas dasar risiko kredit dan penetapan target portofolio yang spesifik, serta batas kredit per sektor. RCC secara berkala mengevaluasi pertumbuhan dan kualitas portofolio kredit, sebagaimana implementasi atas proses persetujuan dan restrukturisasi kredit. RCC juga memonitor kepatuhan atas peraturan Internal maupun dari BI.

Komite Teknologi Informasi (ITC)

Tugas utama komite ini adalah untuk memastikan bahwa Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) konsisten/sejalan dengan arah strategi bank secara keseluruhan dan bahwa setiap proyek TI diberi prioritas dan dilaksanakan secara sistematis serta konsisten dengan tujuan RSTI. ITC harus memonitor berbagai proyek TI yang tengah berjalan agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan Project Charter yang telah disetujui dan secepat mungkin mengatasi masalah yang muncul antara berbagai unit usaha yang berkaitan dengan masalah TI.

Komite ini diharapkan memberikan panduan strategis yang berkaitan dengan peningkatan dan pembinaan sumber daya TI dan merencanakan serta menganggarkan proyek-proyek penting untuk menjamin agar layanan TI berjalan tanpa gangguan dan untuk pemeliharaan seluruh aset TI.

RISK & PERSONNEL

DIREKTUR/ CAPITAL IT POLICY

EVP COORDINATOR JABATAN COMMITTEE COMMITTEE COMMITTEE

E.C.W. Neloe Direktur Utama

I. Wayan Pugeg Direktur *

I. Wayan Agus Mertayasa Direktur * * * Agus Martowardojo Direktur * * * K. Keat Lee CFO, EVP Coordinator –

Financial & Information * * I. Supomo EVP Coordinator –

Distribution Network * * M. Sholeh Tasripan EVP Coordinator –

Corporate & Government * * Omar S. Anwar EVP Coordinator –

Retail Banking * *

Laporan Tahunan Ringkas PT Bank Mandiri (Persero) Tahun 2002 75

Komite Kebijakan Personalia (PPC)

Komite Kebijakan Personalia memiliki tanggung jawab untuk membuat, menilai dan

memperbaiki rencana, kebijakan, dan sistem sumber daya manusia yang amat penting. Pada tingkat yang lebih luas, PPC membuat rencana Ketenagakerjaan dan Sumber Daya Manusia di Bank Mandiri, dan memiliki wewenang untuk meninjau dan memperbaiki struktur organisasi bank, untuk memastikan bahwa semua itu telah konsisten dengan strategi bisnis bank.

Komite juga bertanggung jawab atas Rencana Utama Pelatihan Bank, sebagaimana mekanisme rencana karir jangka panjang dan mekanisme suksesi. PPC menyusun panduan dan batas wewenang atas implementasi kebijakan bank untuk perekrutan, penilaian kinerja, kompensasi, job grading, rotasi dalam pekerjaan, promosi, dan pensiun. PPC juga mengawasi sistem kedisiplinan internal, serta kebijakan pemutusan hubungan kerja.

Komite Audit

Akta Komite Audit

Komite Audit (KA) dibentuk pada bulan Agustus 1999 dalam rangka memfasilitasi tanggung jawab audit yang ditugaskan pada Komisaris. Untuk itu, Komite Audit melapor langsung pada Komisaris. Komite tersebut terdiri atas tiga anggota yang ditunjuk oleh Komisaris, salah satunya harus pula menjabat sebagai Komisaris. Saat ini Komite diketuai oleh Komisaris Soedarjono - mantan Ketua Ikatan Akuntan Indonesia - dan beranggotakan dua profesional audit independen yakni Soejatna Soenoesoebrata dan Zulkifli Djaelani.

Bank Mandiri menaruh perhatian besar pada integritas dan independensi proses audit bank. Komite Audit bertanggung jawab untuk mencalonkan kantor akuntan publik, dan secara aktif membina hubungan baik dengan auditor eksternal Bank Mandiri saat ini yaitu Ernst & Young Prasetio, Sarwoko & Sandjaja. Komite Audit juga mengawasi proses audit internal secara seksama dan mengevaluasi efektivitas fungsi Audit Internal untuk menjamin agar tetap independen dan memenuhi standar yang tinggi.

Tanggung jawab lain dari Komite Audit antara lain meneliti kembali rencana audit dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan proses audit internal maupun eksternal, meneliti kembali laporan keuangan yang telah diaudit, dan melakukan monitor pengendalian internal.

NAMA RAPAT RCC RAPAT ITC RAPAT PPC

Diadakan Dihadiri % Diadakan Dihadiri % Diadakan Dihadiri % Binhadi 7 1

E.C.W. Neloe 1

I Wayan Pugeg 18 18 100,0

I Wayan Agus Mertayasa 6 1 16,7 4 2 50,0 7 5 71,4 Agus Martowardojo 12 8 66,7 5 2 40,0 7 5 71,4 K. Keat Lee 18 11 61,1 9 9 100,0

I Supomo 9 8 88,9 7 7 100,0 M. Sholeh Tasripan 18 18 100,0 7 342,9 Omar S. Anwar 18 15 83,3 9 7 77,8

Seandainya proses audit mengungkap adanya indikasi kecurangan, transaksi ilegal dan diluar dari biasanya, Komite Audit berwenang untuk menugaskan Audit Khusus.

Pada tahun 2002 Komite Audit terlibat dalam semua pertemuan yang diadakan oleh Komisaris, dan secara tersendiri mengadakan lima pertemuan tambahan. Sehingga secara keseluruhan jumlah pertemuan komite ini mencapai 59 kali.

Dalam dokumen 2002 Laporan Tahunan Ringkas (Halaman 74-77)

Dokumen terkait