BAB III ENDE TAROMBO SONAK MALELA PADA UPACARA ADAT
3.5. Keberadaan Ende Tarombo Sonak Malela Saat Ini
Pesta adat Batak Toba adalah satu-satunya wadah penyajian ende tarombo pada saat ini. Artinya, ende tarombo hanya digunakan dalam acara adat. Dalam penyajian ende tarombo pada lapo tuak sudah jarang didengar.
72Penulis menggunakan istilah Musik Adat untuk menyebutkan musik yang digunakan dalam mengiringi pesta adat.
Acara adat Batak Toba tidak hanya sebagai acara yang berhubungan dengan warisan yang menjujung nilai-nilai tradisi Batak Toba, akantetapi juga sebagai bagian terpenting dalam kesinambungan keberadaan ende tarombo. Ende tarombo disajikan di dalam acara adat sesudah masuk musik tiup dalam acara adat.
Dewasa ini, akibat dari ende tarombo yang berhubungan dengan adat yang didalamnya terdapat marga-marga tentu saja nyanyian ini hanya digunakan dalam konteks adat terutama adat perkawinan, kematian dan ulangtahun STM. Perkembangan dan perubahan pelaksanaan adat dalam Batak Toba juga berpengaruh terhadap penyajian ende tarombo. Contoh; Jika dalam suatu acara adat ensambel yang digunakan terdiri dari Sulkib74, maka penyajian ende tarombo juga dalam bentuk Sulkib. Selanjutnya jika dalam bentuk ensambel disajikan kemudian ditambah dengan vocal, maka ende tarombo disajikan dengan vocal yang diiringi dengan ensambel. Demikian juga dengan gaya penyajian yang lain. Perkembangan instrument Barat di Nusantara khususnya di wilayah kebudayaan Batak Toba berpengaruh terhadap perkembangan ende tarombo.
Sebelum instrument Barat berkembang dalam kebudayaan musik Batak Toba, ende tarombo tidak begitu berkembang. Tetapi sesudah instrument tersebut berkembang dan digunakan lagi dalam kegiatan adat Batak Toba, ende tarombo pun berkembang. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan seorang maestro musik Batak Toba yakni Marsius Sitohang, beliau mengatakan bahwa, tempat berkembang ende tarombo awalnya adalah pada Opera Batak.
Pada masa itu hanya beberapa ende tarombo yang ada untuk kemudian digunakan dalam pertunjukan Opera tersebut. Itu berarti bahwa ende tarombo belum berkembang pesat. Akan tetapi dengan masuknya unsure musik Barat yang berkembang pesat sangat berpengaruh terhadap eksistensi ende tarombo.
Dewasa ini, sesuai dengan industri musik kini ende tarombo dapat juga ditemukan dalam bentuk CD dan VCD. Kemudian CD dan VCD tersebut dijual sama seperti kaset pada umumnya.
Dalam sebuah kaset ada hanya memuat beberapa ende tarombo. Artinya, ende tarombo tersebut digabung dengan lagu Batak lainnya dan dimuat dalam satu kaset. Tetapi ada juga yang membuat satu kaset dan semua ende tarombo didalamnya. Namun itu dilakukan dalam memenuhi kebutuhan pasar yang tentunya juga memperhatikan selera musik masyarakat Batak Toba secara umum. 3.5.1 Bentuk Penyajian dan Musik Pengiring Ende tarombo Sonak Malela dalam Upacara Perkawinan
Penyajian ende tarombo Sonak Malela pada upacara perkawinan bersifat bebas. Artinya nyanyian tersebut dapat dinyanyikan seperti lagu-lagu lainnya yang bisa dinyanyikan dan bisa juga hanya disajikan dalam bentuk ensambel yang ada pada acara tersebut. Kemudian, penyajian nyanyian tersebut juga tidak hanya sekali saja akan tetapi dapat disajikan beberapa kali tergantung pada permintaan dari pihak berpesta dan juga pihak pemain musik. Selanjutnya, penyajian nyanyian tersebut bisa saja disajikan secara bergantian antara penyanyi dan komposisi ensambel. Ende tarombo Sonak Malela dapat dinyanyikan oleh siapa saja.
Artinya nyanyian ini tidak hanya dinyanyikan oleh turunan Sonak Malela, akantetapi juga oleh masyarakat luas yang ada hubungannya dengan nyanyian tersebut.
Sebagai sebuah nyanyian silsilah yang didalamnya terdapat wejangan tentang kehidupan kekeluargaan turunan Sonak Malela, dilihat dari fungsi nyanyian tersebut dalam penyajiannya kadang kala harus dinyanyikan supaya semua orang yang mendengar mengetahui apa yang disampaikan dan poin-poin penting yang terdapat dalam lagu.
Akantetapi dalam pelaksanaannya, hal tersebut tidak ditekankan oleh turunan Sonak Malela. Penyajian ende tarombo Sonak Malela dalam bentuk reportoar ensambel bagi mereka sudah dianggap sama dengan penyajian dengan dinyanyian atau dalam bentuk vokal. Sejalan dengan kebiasaan-kebiasaan Batak Toba dalam melaksanakan pesta adat yang mengkondusikan segala hal yang berhubungan dengan element yang menjadi pendukung acara tersebut. Akantetapi oleh pemusik yang menyajikan nyanyian silsilah tersebut beranggapan bahwa memang harus disajikan dalam bentuk vocal. Mengingat bahwa pemusik adat yang tidak berkemampuan dalam bidang vocal sehingga biasanya mereka memainkan instrument jika nyanyian tersebut hendak disajikan. Walaupun disajikan dalam bentuk reportoar ensambel biasanya dari pihak turunan Sonak Malela berinisiatif untuk bernyanyi mengikuti melodi instrument. Hal tersebut sesuai dengan pengamatan dan pengalaman penulis sebagai salah satu pemain musik adat di Medan dan terbukti dalam dokumen penelitian.
Dalam penelitian penulis, penyajian ende tarombo Sonak Malela disajikan dengan nyanyian dan diiringi dengan ensambel. Orang yang menyanyikan ende tarombo adalah pemusik sendiri, sesekali mereka memainkan instrumentnya masing-masing kemudian menyanyikan lagu tersebut. Beberapa bait dinyanyikan secara perseorangan dan bait lainnya dinyanyikan secara bersama biasanya dalam bentuk bagi suara (trio).
Ende tarombo Sonak Malela yang merupakan milik pomparan Sonak Malela dinyanyikan dengan iringan musik dan sudah dipegaruhi oleh unsur-unsur musik modern. Dengan masuknya unsur-unsur musik modern seperti halnya keyboard, drum, gitar listrik dan beberapa instrument tiup Barat75 menyebabkan munculnya suatu ensambel atau gaya musikal baru yang bisa disebut kolaborasi dimana musik etnis dipadukan dengan musik modern.
Sebagai akibat dari perubahan ini, unsur musik vocal juga dimasukkan tanpa meninggalkan seperangkat ensambel yang digunakan dalam aktivitas adat perkawinan turunan Raja Sonak Malela. Dalam acara adat tersebut, ende tarombo Sonak Malela merupakan sebuah nyanyian yang dianggap penting karena selain sebagai hiburan juga mengandung makna yang bermanfaat bagi seluruh yang mendengarkannya.
Berbeda dengan ende tarombo Sonak Malela dalam pertunjukan opera yang diiringi oleh Gondang hasapi. Gondang hasapi adalah salah satu ensambel instrumentalia Batak Toba. Menurut Marsius Sitohang76, Gondang hasapi lazim disebut dengan istilah uning-uningan yang terdiri dari dua buah hasapi masing-
75Lihat Skripsi Musa Siagian tentang Suatu Tinjauan Perkembangan Musik Tiup Pada Masyarakat Batak Toba di Kotamadya Medan.2000
masing disebut hasapi ende dan hasapi doal, sebuah garantung (xilofon), sebuah sulim (side blown flute), sebuah sarune etek (shawm), sebuah tulila (slide blown flute), sebuah sordam (end blown flute) sebuah tanggelap, sebuah gordap dan hesek.77 Setiap instrument musik di atas dimainkan oleh satu orang musisi. Ensambel tersebut dikategorikan kedalam jenis heterofoni, dimana beberapa instrument membawa melodi yang sama.