DESKRIPSI KAWASAN
2.1. Risalah Wilayah KPH 1 Letak dan Luas
2.2.2 Keberadaan flora dan fauna langka
Flora dan fauna langka diartikan merupakan flora dan fauna yang dilindungi oleh Undang-undang indonesia yang diimplementasikan pada Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang perlidungan tumbuhan dan satwa. Selai itu flora fauna akan menjadi perhatian apa bila sudah termasuk pada red list IUCN yaitu lembaga international yang memberikan informasi dan analisis mengenai status, tren, dan ancaman terhadap spesies untuk memberitahukan, dan mempercepat tindakan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati. Lembaga international lain yang menjadi bahan pertimbanganan adalah CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam yang bertujuan untuk melindungi tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam. Berdasarkan hasil survey tidak terdata adanya flora dilindungi berdasarkan UU, sedangkan berdasarkan IUCN terdapat flora yang sudah masuk pada Red List IUCN antara lain Meranti (Shorea spp), Keruing (Dipterocapus spp), Kempas (Koompassia malaccensis), merawan (Hopea sp), rambutan hutan (Nephelium sp).
Selain flora tersebut, juga terdapat beberapa jenis fauna langka dan atau dilindungi antara lain : Beruang Madu (Helarctos malayanus), Harimau (Panthera tigris sumatrensis), Landak (Hystrix bracyura), Trenggiling (Manis javanicus), rusa (Rusa unicolor), siamang (Hylobates syndactylus).
Tabel 2.18 Daftar Keragaman dan status perlindungan satwa
No Nama lokal Nama ilmiah Status Perlindungan
UU IUCN CITES Reptil
1 Ular sanca Broghammerus reticulatus - - App II
2 Bunglon hutan Gonocephalus liogaster - VU -
Mamalia
1 Beruang madu Herctos malayanus √ VU App I
2 Harimau Panthera tigris sumatrensis √ VU App I
3 Landak Hystrix brachyura √ LC App II
4 Trenggiling Manis javanicus √ LC App II
5 Monyet Macaca fascicularis - LC App II
6 Siamang Hylobates syndactylus LC App II
7 Beruk Macaca nemestrina - VU App II
8 Kucing hutan Felis sp LC App II
10 Ayam hutan Galus sp LC App II
11 Rusa Cervus sp √ VU App I
Keterangan: TDL = Tidak Dilindungi, DL = Dilindungi, CR= Critically Endangared (kritis), LR=Low Risk (Resiko rendah), VU=Vulnerable (Rentan), LC=Least Concern ( kurang diperhatikan ), NT= Near Threatened (Hampir terancam)
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu 2.2.3 Potensi jasa lingkungan dan wisata alam
Pengertian hutan lindung sebagaimana yang tertuang dalam UU No 41 tahun 1999 Pasal 1 ayat 8 mendefinisikan bahwa, hutan lindung sebagai kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. KPHL Unit XV Bukit Nanti merupakan hutan lindung daerah pegunungan sehingga fungsi lindungnya lebih ditekankan pada perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir dan mengendalikan erosi.
Selain itu KPHL Unit XV Bukit Nanti memiliki potensi menjadi sumber energi alam dan penyedia jasa lingkungan. Potensi jasa lingkungan berupa sumber energi alam jasa lingkungan estetis yang tersedia antara lain:
1. sumber panas bumi yang digunakan sebagai sumber pembangkit listrik.
2. Sumber air panas Gemuhak
Objek wisata Air Panas Gemuhak terletak didesa Gunung Tiga Kecamatan Ulu Ogan, dengan jarak tempuh sekitar 6 KM dari desa Gunung Tiga. Objek wisata ini berada dalam kawasan hutang lindung dengan ketinggian 398 M diata permukaan air laut dengan koordinat 04O 08' 10" LS dan 103O 043' 23" BT dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Objek wisata Air Panas Gemuhak memiliki beberapa sumber air panas dengan pusat air panas terbesar dapat menyemburkan air panas (gleiser) setinggi tiga meter. Tiap kali penyemburan air panas memiliki interval waktu sekitar 15 detik. Air Panas tersebut memiliki suhu berkisar 96,5O C – 98O C dan mengandung mineral-mineral yang berasa asin dan dapat dikonsumsi secara langsung.
3. Air terjun Curug Putri
Berada di Desa Sundan berjarak ± 24 km dari Desa Sundan, ketingggian air terjun mencapai ± 25 meter.
4. Air terjun Curug Cucul
Berada di Desa Negeri Agung yang merupakan hulu sungai seliki
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu 5. Air terjun Kokoi
Berada di Desa Gunung Tiga 6. Air terjun Puah
7. Air terjun Kambas
Objek wisata air terjun kambas terletak didesa Ulak Lebar Kecamatan Ulu Ogan. Jarak tempuh dari desa Ulak Lebar menuju lokasi air terjun kambas berkisar 1 jam berjalan kaki +30 menit. Lokasi air terjun kambas berada pada ketinggian 425 m diatas permukaan laut dengan kordinat 040n06'34" LS dan 104007'33" BT. Perjalanan menuju lokasi yang melalui perbukitan masih alami, hutan dan perkebunan rakyat dengan menyusuri alur sungai Kambas yang hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. objek wisata air terjun kambas memiliki
ketinggian air yang jatuh berkisar 50 meter.
8. Mendingin
Objek wisata ini masih dapat dijumpai panorama alam yang masih asli, diantaranya beraneka ragam tumbuhan yang masih hijau, hamparan sawah dan perkebunan penduduk serta beberapa jenis satwa. Lokasi berada di Kecamatan Ulu Ogan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua dengan waktu 2,5 Jam perjalanan dari Kota Baturaja.
9. Mandi Hawa
Objek wisata ini terletak didesa Tualang Kecamatan Lengkiti dengan jarak dari Baturaja 43 KM untuk menuju lokasi Mandi Hawa harus melalui jalan setapak 2 KM mengitari tepian sungai Saka. Menurut Legenda objek
Gambar 2.8: Air terjun Kambas
Sumber RTRW Kabupaten OKU
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu wisata Mandi Hawa merupakan tempat pertempuran perebutan wilayah Puyang Deham dengan Puyang Lampung Abung. Disana akan ditemukan peninggalan dari pertempuran kedua puyang tersebut yaitu Batu Asahan, Kolam Darah dan Kuburan Puyang. Batu Asahan merupakan tempat mengasah senjata sebelum perperangan, kolam darah konon merupakan tempat mengubur mayat-mayat korban pertempuran sedangkan kuburan Panjang terletak dihulu sungai Saka 15 menit berjalan kaki.