ANALISIS DAN PROYEKSI
4) Kelola Perlindungan Hutan
Untuk menjaga kelestarian hutan dan optimalisasi fungsi hutan sebagai fungsi lindung, maka akan dilakukan pengelolaan terhadap perlindungan hutan dari gangguan perambahan, kebakaran hutan dan dari gangguan ilegal logging.
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu a) Perambahan Hutan
Dalam upaya menyelamatkan kawasan hutan dari kegiatan perambahan oleh masyarakat, dilakukan melalui:
1) Melakukan inventarisasi dan identifikasi penyebab perambahan 2) Memberikan pemahaman pada masyarakat
3) Menyediakan mata pencaharian alternatif
4) Melakukan pembinaan dan pemberdayaan serta pelibatan dalam pengelolaan hutan
5) Membangun berbagai inisiatif kolaborasi multi pihak diberbagai level 6) Melakukan pendampingan untuk mengikuti program pelibatan dalam
pengelolaan hutan melalui mekanisme perizinan b) Kebakaran Hutan
Berdasarkan peta rawan kebakaran hutan yang bersumber dari Dinas kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, pada wilayah KPHL Bukit Nanti terdapat areal potensi kebakaran 34.870 dengan skala rendah seluas ±30.415 ha dan skala sedang ±4.454 ha atau mencapai ±37% dari luas KPHL Bukit Nanti.
Sebagaimana yang tercantum dalam Intruksi Presiden No. 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, maka KPH sebagai unit manajemen dalam lingkup Kementrian lingkungan hidup dan Kehutanan menjadi semakin diperjelas akan kewajibannya dalam melakukan pengendalian kebakaran meliputi kegiatan:
(1) Pencegahan terjadinya kebakaran (2) Pemadaman kebakaran
(3) Penanganan pasca kebakaran/pemulihan hutan
(4) Melakukan kordinasi dengan pihak yang berkepentingan dan memiliki kapasitas dalam pegendalian kebakaran
(5) Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumberdaya dalam mendukung kegiatan pengendalian kebakaran
(6) Melengkapi sarana dan prasarana untuk melakukan kegiatan pengendalian kebakaran
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu (7) Meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan pengendalian
kebakaran
Gambar 4.3. Sebaran rawan kebakaran hutan
c) Penebangan Liar/ Ilegal logging
Illegal logging atau penebangan liar adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat. Di KPHL Bukit Nanti saat ini masih ada berlangsung kegiatan penebangan liar walaupun kapasitas tidak terlalu banyak. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan penanggulangan penebangan liar antara lain:
(1) Melakukan ground chek dan patroli di tempat-tempat yang diduga terjadi penebangan liar dan sepanjang jalur pengangkutan
(2) Menerima dan menindaklanjuti informasi yang datang dari masyarakat (3) Melakukan pembinaan, pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dalam
pengelolaan hutan
(4) Pembangunan kelembagaan dan memberikan reward and punisment terhadap masyarakat yang telah berpartisipasi positif
(5) Menyediakan mata pencaharian alternatif
(6) Melakukan peningkatan dukungan sarana prasarana
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu 4.2.2. Proyeksi Kelola Ekonomi
a. Kondisi Saat Ini
Hasil sumberdaya alam yang berasal dari wilayah KPHL Bukit Nanti dan memiliki nilai potensi ekonomi antara lain kopi, lada, karet, coklat, rotan, damar dan madu. Adapun hasil sumberdaya yang berasal dari sekitar wilayah KPHL adalah padi. Lahan sawah kebanyakan berada di luar kawasan hutan, dengan produktivitas padi adalah 7-8 kwintal/ha/th dengan harga Rp. 20.000/kg, namun berdasarkan informasi perhasilan padi jarang diperjualbelikan melainkan untuk dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi. Potensi damar berada di kawasan hutan dan lahan milik. Penghasilan damar saat ini sudah mulai berkurang karena pohon nya banyak ditebang dan tidak dilakukan peremajaan.
Masyarakat kurang berminat melakukan peremajaan damar karena daurnya yang sangat panjang. Selain getah damar, dari famili dipterocarpacecae terdapat juga getah lain yang dapat disadap yakni getah jelutung walaupun harganya masih lebih rendah dari damar. Potensi madu sangat banyak tapi keterampilan dalam memanen dan mengolahnya kurang baik. Hasil rotan didapat dari kawasan hutan dan langsung dijual oleh masyarakat tanpa melalui pengolahan. Harga jual untuk rotan manau adalah Rp. 10.000/ kg sedangkan rotan lainnya hanya Rp. 2.000/kg. Hasil rotan oleh masyarakat di jual langsung tidak melalui proses pengolahan. Sampai saat ini belum ada yang melakukan budidaya rotan.
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu Tabel 4.7. Nilai produktivitas HHBK di KPHL Bukit Nanti
No SDA. HHBK Produktivitas Perioditas
panen Informasi harga saat ini
1 Kopi 2000 btg/ha atau
1,5 ton/ ha 2 kali / tahun Rp. 20.000/kg (kopi kering)
2 Karet Rp. 4.000 – 4.500/kg
dan Rp 2.000/kg
3 Cokelat Biji Rp. 12.000/kg
4 Rotan jernang < 1 kg /rumpun 1kali /th Rp. 1.250.000 – 2.500.000/Kg 5 Rotan gambir,
manau
6 kg /rumpun 1 kali/th Rp. 4000/kg 6 Getah damar 2 kg/pohon 1 kali /bulan Rp. 80.000/kg 7 Kemiri 25 kg/pohon 1 kali/th Rp. 6000/Kg (sudah
proses pengupasan tempurung)
8 Bambu 20 btg/rumpun 10 btg
/rumpun/th Rp. 10.000/batang 9 Pinang 10-15 kg /pohon 1kali/bln Rp.25.000/kg 10 Aren 10 kg gula merah 2 kali/bulan Rp. 30.000/kg
11 Lada 1,5 kg/pohon 1kali/th Rp. 40.000/kg-
Rp.200.000/kg 12 Madu alam 25kg/ koloni
(6- 20 koloni/
pohon)
6 kali/bulan Rp.250.000/kg
13 Padi 700kwintal/ha/th Rp. 20.000/kg
Sumber: Hasil survey (informasi masyarakatat)
b. Proyeksi Kedepan
Sesuai peruntukannya, KPHL Unit XV Bukit Nanti berfungsi sebagai hutan lindung, sehingga proyeksi kelola ekonomi/ produksi lebih diutamakan dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang dikembangkan pada blok pemanfaatan. Pengembangan jasa lingkungan lebih diarahkan pada pemanfaatan ekowisata, pemanfaatan sumberdaya air dan penyediaan sumber energi listrik. Secara keseluruhan kegiatan pemanfaatan hutan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan wilayah KPHL Unit XV Bukit Nanti.
Tumbuhnya aktifitas ekonomi ini selanjutnya akan merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Provinsi Sumatera Selatan.
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu 1. Kelola HHBK
Beberapa jenis HHBK yang berpotensi dapat dikembangkan menjadi unit bisnis antara lain:
Tabel 4.8. Rencana pengembangan HHBK di KPHL Bukit Nanti No Jenis
HHBK Peluang
Pengembangan Tahapan Kegiatan yang harus
dilakukan Keterangan
5. Pencarian investor/bapak angkat melalui pola kemitraan
6. Pelibatan masyarakat melalui pemberdayaan, pelatihan dan pembinaan
3 Madu alam,kopi dan karet 2. Melakukan pelatihan
teknik pemanenan dan pemrosesan madu alam, kopi dan karet
3. Melakukan pendampingan dalam pemasaran hasil madu alam, kopi dan
1. Inventarisasi lahan untuk lokasi pengembangan
Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHL Unit XV Bukit Nanti Kabupaten Ogan Komering Ulu No Jenis
HHBK Peluang
Pengembangan Tahapan Kegiatan yang harus
dilakukan Keterangan
4. Pencarian investor/bapak angkat melalui pola kemitraan
5. Pelibatan masyarakat melalui pemberdayaan, pelatihan dan pembinaan 11 Benih dan
3. Pelibatan masyarakt melalui pemberdayaan dan pembinaan
4. Pembangunan
persemaian/pembibitan