Berdasarkan diagram pada tabel 4.50 diatas dapat dilihat bahwa
Berdasarkan diagram pada tabel 4.50 diatas dapat dilihat bahwa prosentase 0% dikatakan rendah, prosentase 0% dikatakan sedang, prosentase 55% dikatakan tinggi, prosentase 45% dikatakan sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keberagamaan santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang adalah tinggi. Seperti yang diperoleh dari analisis data yang menunjukkan 31 santri atau 55% yang memiliki keberagamaan tinggi. Hasil ini sama apabila dibandingkan dengan memabaca nilai rata-rata yaitu keberagamaan santri masuk kriteria tinggi.
Rendah 0% Sedang 0% Tinggi 55% Sangat Tinggi 45%
KEBERAGAMAN SANTRI
4. Deskriptif Perilaku Bullying
Variabel Perilaku Bullying mempunyai 29 item soal dengan 4 alternatif jawaban, dengan rincian sebagai berikut:
Nilai minimum = 29 Nilai maksimum = 116 Nilai rata-rata = 49,96
Adapun banyaknya interval kelas dapat ditentukan berdasarkan alternatif jawaban pada angket. Penelitian ini ada 4 alternatif jawaban pada setiap item pernyataan maka dapat diketahui bahwa interval kelasnya ada 4. Kemudian untuk mengetahui nilai maksimum maka 29 dikali 4 sehingga ditemukan hasil maksimum sebesar 116 adapun nilai minimum diambil dari jumlah butir soal yang berjumlah 29. Angka 29 ini diperoleh melalui jumlah sisa item soal setelah dianalisis validitasnya.
Selanjutnya untuk mencari jarak kelasnya (rentan kelas) dapat diketahui dengan rumus: nilai maximum - nilai minimum kemudian dibagi dengan jumlah kelas. Jarak kelas: 116 - 29 = 87/4 = 21. Jadi rentan kelasnya adalah 21. Dan dibahwah ini merupakan tabel deskriptif interval kelas variabel perilaku Bullying:
Tabel. 4.51 Deskripsi Interval Perilaku Bullying
No. Interval Keterangan Frekuensi Prosentase
1 29 – 50 Rendah 32 57%
2 51 – 72 Sedang 23 41%
No. Interval Keterangan Frekuensi Prosentase
4 95 – 116 Sangat tinggi 0 0%
Sum N= 56 100%
Berdasarkan tabel 4.51 diatas deskripsi variabel perilaku Bullying dapat dilihat bahwa terdapat 4 kelas dengan rentan kelas 21. Pada tabel 4.51 rentan interval 29-50 dengan kriteria rendah, rentan interval 51-72 dengan kriteria sedang, rentan interval 73-94 dengan kriteria tinggi, rentan interval 95-116 dengan kriteria sangat tinggi. selanjutnya apabila dilihat dari nilai rata-rata pada data perilaku Bullying yaitu nilai rata-rata sebesar 49,96 maka perilaku Bullying masuk kriteria rendah yaitu berada pada interval 29-50.
Pembahasan berikutnya tentang frekuensi dan prosentase yang dapat dilihat pada diagram dibawah ini, diagram merupakan salah satu representatif dari hasil olah data untuk melihat frekuensi dan prosentase yang mudah untuk dibaca dan dipahami.
Tabel. 4.52 Diagram Variabel Perilaku Bullying
Berdasarkan diagram pada tabel 4.52 diatas dapat dilihat bahwa prosentase 57% dikatakan rendah, prosentase 41% dikatakan sedang, prosentase 2% dikatakan tinggi dan prosentase 0% dikatakan sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku Bullying santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang adalah rendah. Seperti yang diperoleh dari analisis data yang menunjukkan 32 santri atau 57% yang memilki perilaku Bullying rendah. Hasil ini sama apabila dibandingkan dengan memabaca nilai rata-rata yaitu perilaku Bullying santri masuk kriteria rendah.
Sangat Tinggi 0% Tinggi2% Sedang 41% Rendah 57%
PERILAKU BULLYING
5. Analisis Hubungan Keberagamaan Santri dengan Perilaku Bullying Penelitian ini rumusan masalah terakhir adalah membuktikan adanya hubungan keberagamaan santri dengan perilaku Bullying oleh karena itu, untuk menjawab rumusan masalah terakhir yaitu menggunakan analisis data kolerasi bivariat /Product Moment Pearson. a. Uji Kolerasi Product Moment
Uji kolerasi digunakan untuk mendeteksi atau menguji apakah dua variabel berhubungan atau tidak. Uji kolerasi product Moment Pearson dalam penelitian ini untuk menguji atau mendeteksi apakah keberagamaan santri dengan perilaku Bullying berhubungan atau tidak berhubungan sama sama sekali.
Menurut Tuhuleley (2015: 68) uji kolerasi Product Moment dapat dinyatakan berhubungan apabila mengikuti aturan penyimpulan. Maksud dari aturan penyimpulan yaitu apabia nilai signifikansi ≤ 0.01 maka kolerasi dinyatakan sangat signifikan, apabila 0.01 < signifikansi < 0.05 maka kolerasi dinyatakan signifikan, dan apabila signifikansi ≥ 0.05 maka kolerasi dinyatakan tidak signifikan. Hasil uji kolerasi antara keberagamaan santri dengan perilau Bullying adalah sebagai berikut:
Tabel. 4.53 Hasil Uji Kolerasi Product Moment Correlations Keberagamaan Santri Perilaku Bullying Keberagamaan Santri Pearson Correlation 1 -.424** Sig. (2-tailed) .001 N 56 56
Perilaku Bullying Pearson Correlation -.424** 1
Sig. (2-tailed) .001
N 56 56
Sumber: data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengujian Product Moment pada tabel 4.53 diatas dapat diketahui bahwa signifikansi 0,001 yang artinya ≤ 0.01. hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel keberagamaan santri dengan perilaku Bullying dan memiliki kolerasi yang sangat signifikan atau hubungan yang sangat kuat atau erat. Kemudian Pearson Correlation menunjukkan -424** yang artinya terdapat hubungan negatif antara hubungan keberagamaan santri dengan perilaku Bullying, apabila keberagamaan santri tinggi maka perilaku Bullying rendah. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sarwono (2015: 223) yang menyatakan bahwa jika Pearson Correlation mempunyai tanda positif maka menujukkan arah hubungan yang searah yaitu apabila variabel yang satu naik maka variabel yang lain juga ikut naik. Sedangkan jika Pearson Correlation mempunyai tanda negatif maka menunjukkan arah hubungan yang berlawanan yaitu apabila variabel yang satu naik maka variabel yang laik turun.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Umasugi (2014) dengan tema Hubungan antara Regulasi Emosi dan Relegiusitas dengan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku Bullying memiliki koefisien korelasi - 0,300 dengan taraf signifikansi = 0,003 (< 0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku Bullying. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah kecenderungan perilaku Bullying, begitupula sebaliknya semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi kecenderungan perilaku Bullying.
Hasil korelasi antara religiusitas dengan kecenderungan perilaku Bullying menunjukkan koefisien korelasi -0,228 dengan taraf signifikansi 0,019 (< 0,05). Artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecenderungan perilaku Bullying. Semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecenderungan perilaku Bullying, begitupula sebaliknya semakin rendah religiusitas maka semakin tinggi kecenderunga perilaku Bullying. Adapun diantara variabel peneltian Umasugi yang paling mendukung/sesuai dengan penelitian ini adalah variabel relegiusitas dengan kecenderungan perilaku Bullying.