BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek/Subjek Penelitian
1. Sejarah didirikan Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura didirikan secara resmi oleh bapak H.A. Sutarjo pada hari senin, tanggal 11 Juli 1992 bertepatan dengan 12 Safar 1412 H. Pendirian Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura dilatar belakangi oleh agama, kultur, sosial pendidikan, psikologis dan historis.
a. Agama
Pendirian Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura dilatar belakangi oleh agama karena keagamaan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda dan dibutuhkan adanya metode penyampaian dakwah (Al-Qur'an dan As-Sunnah) yang bijak dan tepat yang sanggup menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa. b. Kultur
Memperhatikan kondisi masyarakat Madura yang notabene beragama Islam namun dalam kehidupan sehari-hari khususnya dibidang sosial budaya, keagamaan masih belum terlihat penerapan nilai-nilai Al Qur'an dan As-Sunnah yang murni.
c. Sosial- Pendidikan
Memperhatikan sistem pendidikan di Madura khususnya lembaga pendidikan pesantren belum tercipta suasana pendidikan interaktif antara pendidik dan peserta didik, ustadz atau guru memposisikan diri sebagai subyek, sementara peserta didik diperlakukan sebagai obyek. Dari sini perlu pengembangan dan reformasi sistem serta metode pendidikan
d. Psikologis
Kekhawatiran tidak sejalan dengan tradisi yang ada dan penerapan metode satu arah, tentu akan sangat menghambat peningkatan keilmuan dan pengembangan pemikiran serta kreatifitas santri untuk berekspresi.
e. Historis
Setelah sekian lama tidak terlihat peran yang sesuai dengan Al -Qur'an dan As-Sunnah dari generasi muda yang telah menuntut ilmu di Sampang Madura ini, maka pendiri berinisiatif untuk mendirikan pesantren yang sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah. 2. Visi dan Misi
Visi dan misi Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura sebagai berikut:
b. Misi:
1) Melaksanakan pembelajaran yang merujuk kepada Al-Qur'an dan As-sunnah.
2) Melakukan pembinaan Akhlak yang mulia
3) Membina kemampuan beristimbath dari nash dan berda'wah 4) Mandiri untuk sukses dengan menjadi teladan pendidikan 3. Tujuan
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan meningkatkan sumber daya manusia sehingga terwujud insan muslim/muslimah sejati yang istiqamah, berjiwa da'i, profesional dan berwawasan ilmiah. Dan ketika melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi alumni Ma’had Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura tetap menegakkan dan memperjuangkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
4. Karakteristik
a. Al-Qur'an dan As-Sunnah
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura senantiasa mendahulukan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah dari pada tradisi. b. Tegas
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura dalam menyampaikan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah berusaha untuk senantiasa tegas-lugas tidak terpengaruh oleh kondisi yang tidak menentu dan berubah-ubah. Islam sebagai idealita harus
dominan dalam proses untuk direalisasikan ke alam realita. Karena Islam tidak datang untuk mengakui dan pasrah kepada realita yang tidak benar, yang tidak menentu dan berubah-ubah.
c. Komprehensif
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura menyadari bahwa pendidikan hanya merupakan salah satu bagian dari tatanan Islam yang tidak boleh dipilih-pilih. Secara konsep, pendidikan MII memformulasikan ke arah komprehensifitas Islam: baik akidah (ideologi), ibadah, akhlaq, pemikiran, sosial budaya, politik, ekonomi, meliter dan lainnya, sehingga tidak terjadi dikotomi antara agama dan dunia.
d. Demokratis
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura senantiasa menampilkan karakter demokrasi dengan mendahulukan Syura dalam pengambilan keputusan, menjadikan santri sebagai peserta didik dalam proses belajar mengajar atau kegiatan lainnya untuk mencapai tujuannya.
5. Prinsip Dasar
a. Al-Qur'an dan As-sunnah
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura mengerahkan segala kemampuan untuk mempertahankan, melaksanakan dan mendakwahkan serta meluruskan (melakukan
koreksi) terhadap penyimpangan-penyimpangan terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah.
b. Dakwah
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura harus melakukan dakwah kepada jajaran keluarga besar Ma'had, masyarakat dan umat sesuai kemampuan yang dimiliki guna menegakkan kedua sumber Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. c. Sosial
Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura berusaha menjadi wadah dan memberikan layanan kepada masyarakat muslim/muslimah untuk mendapat kesempatan belajar di Ma'had ini.
B. Gambaran Umum Responden
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 56 santri putra dan putri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang Madura. Dan peneliti berhasil mengumpulkan sebanyak 56 kuesioner yang diperoleh dari responden. Profil responden dapat diketahui dari jenis kelamin dan kelas yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.1 Profil Responden
Dasar Klasifikasi Sub Klasifikasi Jumlah Prosentase
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 26 30 46% 54% Total 56 100% Kelas
VII (putra dan putri) 10 18%
VIII (putra dan putri) 9 16%
IX (putra dan putri) 10 18%
Tahasus (putra dan putri) 4 7%
X (putra dan putri) 8 14%
XI (putra dan putri) 9 16%
XII (putra dan putri) 6 11%
C. Hasil dan Pembahasan
1 Pengujian Instrumen (Koesioner) a. Uji Normalitas Data
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Cara yang digunakan untuk mendeteksi data (berdistribusi normal atau tidak) dalam penelitian ini adalah dengan uji statistik dari nilai Kolmogorov-Smirnov (Uji K-S). Uji statistik dapat dilakukan dengan melihat nilai hasil uji K-S dari data. Data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila nilai t hitung > 0,05. Dan sebaliknya apabila t hitung < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Dan tabel dibawah ini merupakan hasil uji normalitas dari data primer dalam penelitian ini:
Tabel. 4.45 Hasil Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Perilaku_Bullying .109 56 .094 .948 56 .018
Keberagamaan_Santri .080 56 .200* .983 56 .611
a. Lilliefors Significance Correction
*. This is a lower bound of the true significance.
Berdasarkan hasil pada tabel 4.45 dapat diketahui nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov Z pada perilaku Bullying sebesar 0.094 dan signifikansi Kolmogorov-Smirnov Z pada keberagamaan santri sebesar 0,200 maka data dapat disimpukan bahwa data
tersebut memiliki distribusi normal karena memiliki nilai signifikansi >0.05.
b. Uji Validitas
Menurut Ghozali (2013: 52) uji validitas digunakan untuk mengukur shahih atau valid tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dapat dikatakan valid apabila pernyataan yang ada dikuesioner mengungkapkan sesuatu yang hendak diukur. Uji validiats dilakukan dengan menggunakan Pearson (Trihendradi, 2013: 277). Perhitungan validitas kuesioner dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) menggunakan Pearson. Suatu instrument dikatakan shahih atau valid apabila mempunyai nilai Sig < 0.05. Dan penelitian ini ada 78 pernyataan yang mewakili setiap variabel untuk diuji kualitasnya.
Tabel. 4.46 Hasil UJi Validitas Kuesioner (Y)
Variabel Pernyataan Sig. (2-tailed) α < 0,05 Keterangan
Keberagamaan Santri KS1 0, 002 0, 05 Valid KS2 0,020 0,05 Valid KS3 0,001 0, 05 Valid KS4 0,000 0, 05 Valid KS5 0,000 0, 05 Valid KS6 0,000 0, 05 Valid KS7 0,004 0, 05 Valid KS8 0,000 0, 05 Valid KS9 0,000 0, 05 Valid KS10 0,009 0, 05 Valid KS11 0,001 0, 05 Valid KS12 0,000 0, 05 Valid KS13 0,001 0, 05 Valid
Sumber: data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas dalam tabel 4.46 diatas dapat diketahui bahwa instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel X (keberagaman santri) dalam penelitian ini mempunyai nilai lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat dikatakan semua instrumen pengukur (keeragamaan santri) adalah valid.
Tabel. 4.47 Hasil Uji Validitas Kuesioner (X)
Variabel Pernyataan Sig. (2-tailed) α < 0,05 Keterangan Perilaku Bullying PB14 0,001 0, 05 Valid
PB15 0,000 0,05 Valid PB16 0,000 0, 05 Valid PB17 0,008 0, 05 Valid PB18 0,000 0, 05 Valid PB19 0,026 0, 05 Valid PB20 0,000 0, 05 Valid PB21 0,041 0, 05 Valid PB22 0,008 0, 05 Valid
Perilaku Bullying PB23 0,000 0, 05 Valid
PB24 0,001 0, 05 Valid PB25 0,000 0, 05 Valid PB26 0,000 0, 05 Valid PB27 0,000 0, 05 Valid PB28 0,000 0, 05 Valid PB29 0,027 0, 05 Valid PB30 0,001 0, 05 Valid PB31 0,000 0, 05 Valid PB32 0,000 0, 05 Valid
Perilaku Bullying PB33 0,000 0, 05 Valid
PB34 0,000 0, 05 Valid PB35 0,001 0, 05 Valid PB36 0,000 0, 05 Valid PB37 0,000 0, 05 Valid PB38 0,009 0, 05 Valid PB39 0,021 0, 05 Valid
Variabel Pernyataan Sig. (2-tailed) α < 0,05 Keterangan
PB40 0,045 0, 05 Valid
PB41 0,000 0, 05 Valid
PB42 0,002 0, 05 Valid
Sumber: data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengujian validitas dalam tabel 4.47 diatas dapat diketahui bahwa instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel Y (perilaku Bullying) dalam penelitian ini mempunyai nilai lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat dikatakan semua instrumen pengukur (perilaku Bullying) adalah valid.
c. Uji Reliabilitas
Menurut Sarwono (2015: 248) Reliabilitas merupakan pengujian yang menunjukkan konsistensi dan stabilitas dari alat pengukur yang digunakan, sehingga memberikan hasil yang konsisten apabila alat pengukuran tersebut diulagi lagi. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha, yang kemudian diaplikasikan dengan komputer pada program SPSS. Apabila nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0.60 maka alat ukur dinyatakan reliabel (Trihendradi, 2013: 277).
Tabel. 4.48 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Variabel Cronbach Alpha Keterangan
Keberagamaan santri 0,638 Reliabel
Hasil pengujian reliabilitas dalam tabel 4.48 menunjukkan bahwa semua variabel (keberagaman santri dan perilaku Bullying) yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien alpha () yang lebih besar sama dengan 0.60 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukuran masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel. 2. Analisis Prosentase Item Kuesioner
a. Item Variabel Keberagamaan Santri
1) Saya senantiasa mengerjakan shalat fardhu tepat waktu
Tabel. 4.2
Diagram pie pada tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 52% santri setuju itu artinya dimensi praktik agama mereka bagus dan mereka memiliki pengetahuan keberagamaan yang sangat bagus. Mereka mengetahui bahwa shalat tepat waktu
SANGAT SETUJU 48% SETUJU 52% TIDAK SETUJU 0% SANGAT TIDAK SETUJU 0%
KEBERAGAMAAN SANTRI
lebih utama daripada mengakhirkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam:
ِﷲ ُلْﻮُﺳَر َﻞِﺌُﺳ ْﺖَﻟَﺎﻗ َةَوْﺮَـﻓ ِّمُأ ْﻦَﻋ
–
ﻢﻠﺳو ﻪﻴﻠﻋ ﷲ ﻰﻠﺻ
ﱡيَأ
ُﻞَﻀْﻓَأ ِلﺎَﻤْﻋَْﻷ
.
َلﺎَﻗ
:
ﺎَﻬِﺘْﻗَو ِلﱠوَأ ِﰱ ُةَﻼﱠﺼﻟا
(دود ﻮﺑا ﻩاور)
Dari ummu farwah, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau menjawab, “shalat di awal waktunya” (HR. Abu Daud)
2) Ketika bulan Ramadhan saya makan dan minum ketika tidak ada orang lain.
Tabe. 4.3
Diagram pie pada tabel. 4.3 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 91% santri tidak setuju itu artinya dimensi praktik agama mereka sangat bagus dan mereka juga mengetahui bahwa puasa di
SANGAT TIDAK SETUJU 9% TIDAK SETUJU 91%
KEBERAGAMAAN SANTRI
bulan ramadhan itu wajib bagi orang-orang yang menganut agama Islam oleh karena itu terlepas dilihat ataupun tidak lihat orang lain mereka tetap melakukan puasa di bulan ramadhan.
3) Saya mengerjakan shalat dzuhur ketika hampir memasuki waktu shalat Asyar
Tabel. 4.4
Diagram pie pada tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 71% santri sangat tidak setuju itu artinya dimensi praktik agama mereka sangat bagus dan mereka memiliki pengetahuan keberagamaan yang bagus. Mereka mengetahui bahwa Allah lebih mencintai orang-orang yang tidak melailaikan shalat adapun orang-orang yang melalaikan shalat akan celaka. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Al-Ma’un, ayat 4-5:
. َنْﻮُﻫﺎَﺳ ْﻢِِ َﻼَﺻ ْﻦَﻋ ْﻢُﻫ َﻦْﻳِﺬﱠﻟا , َْﲔِّﻠَﺼُﻤْﻠِّﻟ ُﻞْﻳَﻮَـﻓ
0%2% 27% 71%KEBERAGAMANA SANTRI
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU45% 53%
2%
keberagamaan santri
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU
Kecelakaanlah bagi orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.
4) Saya bertawakal kepada Allah swt atas apa yang telah diusahakan Tabel. 4.5
Diagram pie pada tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 53% santri setuju itu artinya dimensi pengalaman mereka bagus serta mengetahuan mereka juga bagus. mereka mengetahui bahwa manusia hanya bisa berusa sebaik mungkin namun yang dapat menentukan hanyalah Allah dan Allah telah menjanjikan akan mencukupkan segala hal bagi orang-orang yang bertawakal. Sebagaiman firman Allah swt dalam surat Ath-Thariq, ayat 3:
ُﻪُﺒْﺴَﺣ َﻮُﻬَـﻓ ِﷲ ﻰَﻠَﻋ ْﻞﱠﻛَﻮَـﺘﱠـﻳ ْﻦَﻣَو
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya.
5) Saya bersikap tak acuh terhadap orang yang memiliki kesalahan terhadap saya
Tabel. 4.6
Diagram pie pada tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 48% santri sangat setuju itu artinya dimensi pengamalan untuk indikator “memaafkan” mereka sangat tidak bagus. mereka mengetahui bahwa memaafkan kesalahan orang lain lebih Allah cintai dari pada tidak memaafkannya bahkan orang yang memberi maaf akan mendapatkan pahala dari Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Asy-Syura, ayat 40:
ِﷲ ﻰَﻠَﻋ ُﻩَﺮْﺟَﺄَﻓ َﺢَﻠْﺻَاَو ﺎَﻔَﻋ ْﻦَﻤَﻓ
Maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.
2%
32%
48% 18%
KEBERAGAMAAN SANTRI
6) Setiap hari saya selalu meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an
Tabel.4.7
Diagram pie pada tabel. 4.7 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 54% santri setuju itu artinya dimensi praktik agama mereka sangat bagus. Dan pengetahuan mereka juga bagus. mereka mengetahui bahwa orang yang meninggalkan Al-Qur’an merupakan orang-orang yang rugi karena Al-Qur’an memiliki keutamaan yang sangat banyak diantaranya adalah memberi petunjuk bagi orang-orang yang mebaca dan memepelajarinya. Sebagaimana firma Allah swt dalam surat Thaha, ayat 123:
ﻰَﻔْﺸَﻳ َﻻَو ﱡﻞِﻀَﻳ َﻼَﻓ َيَﺪُﻫ َﻊَﺒﱠـﺗا ِﻦَﻤَﻓ
Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka.
41%
54% 5%
KEBERAGAMAAN SANTRI
7) Saya senang berbicara dengan teman disamping saya ketika orang lain berpendapat
Tabel. 4.8
Diagram pie pada tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 41% santri setuju itu artinya dimensi pengamalan mereka untuk indikator “menghargai orang lain” tidak bagus. mereka mengetahui bahwa berbicara sendiri ketika orang lain mengutarakan pendapat merupakan sifat tercela namun mereka tetap melakukannya. Mereka hanya mengetahui sesuatu namun belum sampai kepada taraf mengamalkan. 16% 41% 34% 9%
KEBERAGAMAAN SANTRI
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU8) Saya lebih tentram ketika mendengarkan musik Tabel.4.9
Diagram pie pada tabel 4.9 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 50% santri setuju itu artinya dimensi pengalaman mereka untuk indikator “merasa tentram” tidak bagus. mereka mengetahui bahwa mendengarkan Al-Qur’an lebih menentramkan dari pada mendengarkan musik namun mereka lebih memilih untuk mendengarkan musik. Mereka juga mengetahui bahwa mendengarkan Al-Qur’an bukan hanya mendapatkan ketentraman namun juga mendapatkan pahala dan lain-lain. mereka mengetahui namun masih tergiur dengan keindahan musik.
SANGAT SETUJU 17% SETUJU 50% TIDAK SETUJU 33% SANGAT TIDAK SETUJU 0%
KEBERAGAMAAN SANTRI
9) Saya setiap hari memabca do’a/dzikir pagi dan petang Tabel. 4.10
Diagram pie pada tabel 4.10 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 59% santri setuju itu artinya praktik agama mereka bagus. dan pengetahuan mereka juga bagus. mereka mengetahui bahwa orang-orang yang senantiasa membaca dzikir pagi dan petang akan dilindungi oleh Allah dari gangguan jin dan sihir.
14%
59%
25% 2%
KEBERAGAMAAN SANTRI
10) Saya memahami hal-hal yang dilarang dalam Al-Qur’an Tabel. 4.11
Diagram pie pada tabel 4.11 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 57% santri sangat setuju itu artinya dimensi pengetahuan mereka bagus. mereka mengetahui apa-apa yang Allah perintahkan dan apa-apa yang Allah larang didalam Al-Qur’an .
SANGAT SETUJU 57% SETUJU 43% TIDAK SETUJU 0% SANGAT TIDAK SETUJU 0%
KEBERAGAMAAN SANTRI
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU11) Saya membiarkan teman yang kesulitan dalam belajar Tabel. 4.12
Diagram pie pada tabel 4.12 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 55% santri tidak setuju itu artinya dimensi pengamalan mereka bagus dan pengetahuan keberagamaan mereka juga bagus. mereka mengetahui bahwa orang yang menghilangkan kesulitan orang lain dengan ikhlas maka Allah swt akan memberikan balasan yang terbaik yaitu Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Mereka juga mengetahui tolong menolong dianjurkan oleh Allah swt. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 2:
َناَوْﺪُﻌْﻟاَو ِ ْﰒ ِْﻻا ﻰَﻠَﻋ اْﻮُـﻧَوﺎَﻌَـﺗ َﻻَو ,ىَﻮْﻘﱠـﺘﻟاَو ِِّﱪْﻟا ﻰَﻠَﻋ اْﻮُـﻧَوﺎَﻌَـﺗَو
Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelangggaran/ permusahan.
0% 11%
55% 34%
KEBERAGAMAAN SANTRI
12) Saya mencontek secara sembunyi-sembunyi ketika ujian Tabel. 4.13
Diagram pie pada tabel 4.13 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 52% santri tidak setuju itu artinya dimensi keyakinan mereka bagus dan pengetahuan mereka juga bagus. mereka mengetahui dan meyakini dalam hati meskipun guru atau pengawas tidak melihat mereka tetapi malaikat pencatat amal keburukan memantau mereka oleh karena itu mereka tidak melakukan perbuatan tersebut meskipun ada peluang untung mencontek.
SANGAT SETUJU 0% SETUJU 5% TIDAK SETUJU 52% SANGAT TIDAK SETUJU 43%
KEBERAGAMAAN SANTRI
13) Saya terkadang tidak sempat untuk membaca do’a/dzikir pagi dan petang karena kegiatan pesantren yang padat
Tabel. 4.14
Diagram pie pada tabel 4.14 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 54% santri tidak setuju itu artinya praktik agama mereka bagus dan pengetahuan keberagamaan mereka juga bagus. mereka mengetahui bahwa kegiatan di pesantren tidak boleh melalaikan dzikir pagi dan petang karena manfaatnya sangat banyak. salah satunya adalah orang yang berdzikir akan senantiasa merasa tentram hatinya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Ra’d, ayat 28 :
ُبْﻮُﻠُﻘْﻟا ﱠﻦِﺌَﻤْﻄَﺗ ِﷲ ِﺮْﻛِﺬِﺑ َﻻَا ,ِﷲ ِﺮْﻛِﺬِﺑ ْﻢُﻬُـﺑْﻮُﻠُـﻗ ﱡﻦِﺌَﻤْﻄَﺗَو اْﻮُـﻨَﻣَا َﻦْﻳِﺬﱠﻟا
(yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.
SANGAT SETUJU 2% SETUJU 32% TIDAK SETUJU 54% SANGAT TIDAK SETUJU 12%
KEBERAGAMAAN SANTRI
b. Item Variabel Perilaku Bullying
14) Saya selalu menyayangi teman-teman yang lemah Tabel. 4.15
Diagram pie pada tabel 4.15 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 62% santri sangat tidak setuju itu artinya mereka tidak menyukai teman-teman yang lemah. Seharusnya mereka dalam berteman-teman hendaknya menyayangi teman-teman yang lemah. Baik lemah secara fisik maupun lemah dalam bergaul. Karena Islam mengajarkan untuk saling menyayangi. 2% 9% 62% 27%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU15) Saya melempar barang-barang orang yang saya anggap lemah Tabel. 4.16
Diagram pie pada tabel 4.16 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 63% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “melempar dengan barang” pada item ini dapat dikatakan rendah. Mereka tidak menyukai teman-teman yang lemah namun tidak sampai membuang barang-barang teman-teman yang lemah. Mereka masih bisa dapat terkontrol karena mereka mengetahui dalam Islam barang yang dirusak harus diganti dengan barang yang utuh juga /barang yang semisal.
0% 0%
37%
63%
PERILAKU BULLYING
16) Saya menegjek orang yang berpenampilan culun/orang yang berpenampilan dari atas sampai bawah tidak nyambung /jemuran berjalan
Tabel. 4.17
Diagram pie pada tabel 4.17 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 43% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mengejek”. Dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui dalam islam tidak boleh mencela atau mengejek orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Humazah, ayat 1:
َو ْﻳ
ٌﻞ ِّﻟ
ُﻜ
ِّﻞ
َُﳘ َﺰ
ٍة
ﱡﻟ َﻤ َﺰ
ِة
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. 2%
14%
43% 41%
PERILAKU BULLYING
17) Saya berteman secara kelompok dengan orang-orang yang memiliki pengaruh di pondok pesantren atau di kelas.
Tabel. 4.18
Diagram pie pada tabel 4.18 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 53% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying untuk indikator “mengucilkan” pada item ini dapat dikatakan rendah. Mereka berteman tidak hanya dengan orang-orang yang memiliki pengaruh di pesantren saja namun mereka berteman dengan semua orang baik yang memiliki pengaruh maunpu yang tidak memiliki pengaruh. Mereka mengetahui bahwa Allah menyukai orang-orang yang melestarikan Ukhuwah.
4%
18%
53% 25%
PERILAKU BULLYING
18) Saya terkadang mendorong kursi teman yang mau di duduki sehingga dia terjatuh.
Tabel. 4.19
Diagram pie pada tabel. 4.19 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 54% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mendorong” dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui bahwa mendorong kursi teman yang akan di duduk merupakan perbuatan tercela dan membahayakan orang lain sehingga mereka tidak melakukannya meskipun ada kesempatan untuk melakukannya.
4% 5%
37% 54%
PERILAKU BULLYING
19) Saya selalu mencoba mendekati dan mengajak berbicara teman-teman yang memiliki kepribadian tertutup/ alim
Tabel. 4.20
Diagram pie pada tabel 4.20 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 57% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mengucilkan atau mengasingkan” pada item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka mengucilakan teman-teman yang memiliki kepribadian tertutup dan biasanya mereka lebih memilih dengan teman-teman yang tidak tertutup. Mereka tidak pernah berusaha untuk mendekati orang-orang yang memiliki kepribadian tertutup biasanya mereka lebih mengasingkannya sehingga orang-orang yang berkpribadian tertutup tidak banyak mempunyai teman.
2% 20% 57% 21%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU20) Saya mendorong kepala teman seangkatan/adik tingkat/ kakak tingkat untuk menunjukkan saya lebih berkuasa
Tabel. 4.21
Diagram pie pada tabel 4.21 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 80% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying meraka untuk indikator “ mendorong” dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui dalam Islam meskipun kita memiliki kekuasaan tidak di benarkan untuk bersikap seenaknya dan secara adab mendorong kepala itu merupakan perbuatan buruk. SANGAT SETUJU 0% SETUJU 0% TIDAK SETUJU 20% SANGAT TIDAK SETUJU 80%
PERILAKU BULLYING
21) Terkadang saya menertawakan orang yang berbicara dengan bahasa Indonesia namun logatnya sesuai dengan sukunya/daerahnya
Tabel. 4.22
Diagram pie pada tabel 4.22 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 47% santri setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mempermalukan” pada item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka tidak seharusnya menertawakan orang yang logatnya tidak sama denganya karena setiap suku itu memiliki logat masing-masing, justru di situ letak ke unikan setiap suku. Dan kadang mereka bukan hanya menertawakan tetapi juga mengejeknya dengan cara mengikuti nada bicaranya/ logat bicara orang tersebut. SANGAT SETUJU 4% SETUJU 47% TIDAK SETUJU 38% SANGAT TIDAK SETUJU 11%
PERILAKU BULLYING
22) Saya merahasiakan dengan baik kekurangan teman Tabel. 4.23
Diagram pie pada tabel 4.23 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 57% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mempermalukan” pada item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka tidak bisa menjaga kekurangan orang lain dengan baik. mereka kadang menceritakan kekurangan temannya kepada orang lain untuk lucu-lucuan agar orang lain tertawa. Padahal orang yang menjadi objek pembicaraan tersebut mungkin sakit hati bahkan merasa dipermalukan tetapi tidak menampakkannya. 2% 9% 57% 32%
PERILAKU BULLYING
23) Saya terkadang menjegal (menjatuhkan orang lain dengan mengkaitkan kaki) teman yang lewat didepan saya hanya untuk lucu-lucuan atau agar orang lain menertawakannnya.
Tabel. 4.24
Diagram pie pada tabel. 4.24 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 46% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “menjegal” pada item ini khusus pernyataan item ini dapat dikatakan rendah. Mereka memahami bahwa menjegal sesorang dapat membuat orang lain terluka secara fisik sehingga mereka tidak melakukannya meskipun terkadang ada kesempatan untuk melakukannya. Sudah seharusnya mereka tidak melakukan menjegal terhadap orang lain karena perilaku tersebut merupakan perilaku buruk.
SANAG SETUJU 2% SETUJU 16% TIDAK SETUJU 36% SANGAT TIDAK SETUJU 46%
PERILAU BULLYING
24) Secara tidak langsung terkadang saya mengeluarkan kata-kata kasar terhadap teman-teman yang lemah
Tabel. 4.25
Diagram pie pada tabel 4.25 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 50% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “memaki” pada item ini dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui dalam Islam memaki atau mengeluarkan kata-kata kasar merupakan perbuatan yang tidak layak untuk diucapkan karena Islam mengajarkan untuk berkata yang baik-baik. SANGAT SETUJU 2% SETUJU 18% TIDAK SETUJU 50% SANGAT TIDAK SETUJU 30%
PERILAKU BULLYING
25) Saya memanggil teman dengan memanggil kekurangannya seperti si kurus, si gendut dll
Tabel. 4.26
Diagram pie pada tabel 4.26 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 39% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “memanggil dengan nama yang tidak disukai” pada item ini dapat dikatakan rendah karena mereka biasanya memanggil teman yang lain dengan panggilan nama aslinya atau nama panggilan walaupun mereka tidak menyukai orang tersebut.
4% 20%
39% 37%
PERILAKU BULLYING
26) Saya terkadang mengancam teman yang tidak mau menuruti perintah saya
Tabel. 4.27
Diagram pie pada tabel 4.27 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 55% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mengintimidasi” pada item dapat dikatakan rendah. Mereka tidak pernah mengancam orang-orang yang diperintahnya meskipun mereka tidak menurutinya karena memerintah dengan ancaman merupakan sikap otoriter.
2% 9% 34% 55%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU27) Saya lebih dekat dengan teman yang memiliki kesamaan suku dan ras (daerah asal)
Tabel. 4.28
Diagram pie pada tabel 4.28 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 56% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mengasingkan” pada item ini dapat dikatakan rendah. Mereka tidak hanya dekat dengan teman yang satu daerah tetapi juga dekat dengan teman yang daerah lain. biasanya mereka lebih dekat dan akrab dengan teman yang sekelas meskipun berbeda daerah atau suku.
5%
20%
56% 19%
PERILAKU BULLYING
28) Saya suka mengadu domba orang lain Tabel. 4.29
Diagram pie pada tabel 4.29 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 76% santri tidak setuju itu artinya perilakun Bullying mereka untuk indikator “memfitnah” dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui bahwa memfitnah orang lain merupakan perkara yang sangat dilarang oleh agama Islam bahkan di dalam Al-Qu’an disebutkan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. SANGAT SETUJU 0% SETUJU 2% TIDAK SETUJU 22% SANGAT TIDAK SETUJU 76%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU29) Saya mampu menahan diri untuk tidak melempar barang-barang orang yang lemah
Tabel. 4.30
Diagram pie pada tabel 4.30 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 59% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “melempar” dapat dikatakan tinggi. Seharusnya mereka lebih menahan diri untuk tidak menggangu orang lain terutama orang-orang yang lemah. Islam mengajarkan untuk tidak menggagu orang lain, baik menggangu secara fisik atau verbal. SANGAT SETUJU 7% SETUJU 4% TIDAK SETUJU 59% SANGAT TIDAK SETUJU 30%
PERILAKU BULLYING
30) Saya menghargai teman yang berpenampilan culun/ orang yang berpakaian dari atas sampai bawahan tidak nyambung/jemuran berjalan
Tabel. 4.31
Diagram pie pada tabel 4.31 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 68% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “menghina” pada item ini dapat dikatakan sangat tinggi. Mereka menghina orang-orang yang berpenampilan culun ataupun orang-orang yang berpakaian tetapi jilbab, baju dan rok tidak nyambung atau tidak satu warna. Seharusnya mereka menghargai orang-orang yang berpenampilan seperti itu karena setiap orang memiliki cara berpakaian yang berbeda-beda.
3% 9%
68% 20%
PERILAKU BULLYING
31) Saya mengembalikan barang milik teman saya dengan cara melemppar sehingga terkadang barang teman saya rusak.
Tabel. 4.32
Diagram pie pada tabel 4.32 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 48% santri tidak setuju dan sangat tidak setuju 48% itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “merusak barang orang lain” dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui bahwa mengembalikan barang orang yang dipinjam harus dikembalikan secara sopan bukan dengn cara mlempar oleh karena itu mereka mengembalikan dengan memberikan lansung kepada pemiliknya. 0% 4% 48% 48%
PERILAKU BULLYING
32) Saya memanggil teman saya dengan nama yang diberikan orang tuanya/ nama aslinya meskipun saya membenci orang tersebut.
Tabel. 4.33
Diagram pie pada tabel 4.33 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 50% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “memanggil dengan nama yang tidak disukai” pada item ini dapat dikatakan tinggi. ketika mereka membenci orang lain mereka tidak memanggil nama asli namun nama panggilan yang tidak disukai orang tersebut. Dan kadang mereka memanggil orang lain/temannya dengan panggilan yang tidak disukainya meskipun mereka tidak membenci orang tersebut.
SANGAT SETUJU 7% SETUJU 5% TIDAK SETUJU 50% SANGAT TIDAK SETUJU 38%
PERILAKU BULLYING
33) Saya memanggil nama teman saya dengan nama aslinya (nama panggilan) karena nama adalah do’a
Tabel. 4.34
Diagram pie pada tabel 4.34 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 59% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “ dapa dikatakan tinggi. Mereka seharusnya memanggil temannya dengan nama aslinya (nama asli tetapi dipotong) karena nama adalah do’a.
3% 11%
27% 59%
PERILAKU BULLYING
34) Saya melempar teman yang saya anggap lemah dengan barang-barang yang ada didekat saya
Tabel. 4.36
Diagram pie pada tabel 4.36 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 61% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “melempar” pada item ini dapat dikatakan rendah. Mereka meskipun terkadang mengganggu orang lain tetapi tidak sampai pada taraf melempar barang-barang yang ada di sekitarnya karena mereka mengetahui bahwa perilaku tersebut dapat melukai orang dan lain dan jika pengurus pesantren tahu akan mendapat sangsi yaitu dipulangkan kerumahnya selama seminggu. 0%2% 37% 61%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU35) Saya tidak memilih-milih dalam berteman Tabel. 4.37
Diagram pie pada tabel 4.37 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 53% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mengasingkan” pada item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka sebenarnya sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan untuk berteman dengan siapapun namun mereka masih pilih-pilih dalam berteman. Biasanya mereka lebih memilih berteman akrab dengan teman sekelas. Kadang walaupun satu kelas, mereka memilih berteman dengan teman-teman yang memiliki kekuasaan dalam kelas tersebut.
SANGAT SETUJU 2% SETUJU 9% TIDAK SETUJU 36% SANGAT TIDAK SETUJU 53%
PERILAKU BULLYING
36) Saya tidak akan mengancam teman-teman yang tidak mengikuti keinginan saya
Tabel. 4.38
Diagram pie pada tabel 4.38 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 46% santri tidak setuju itu artinya perilau Bullying mereka untuk indikator “mengancam” pada item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka mengancam teman-teman yang tidak menuruti keinginannya padahal mereka mengetahui mengancam orang lain merupakan perbuatan buruk.
4% 7%
46% 43%
PERILAKU BULLYING
37) Saya mengeluarkan kata-kata yang baik terhadap teman-teman yang lemah
Tabel. 4.39
Diagram pie pada tabel 4.39 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 55% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “memaki” pada item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka mengeluarkan kata-kata yang baik-baik kepada teman yang memiliki kekuatan atau kuasaan sedangkan ketika berhadapan dengan teman yang lemah mereka mengeluarkan kata-kata kasar. Seharusnya mereka mengeluarkan kata-kata yang baik terhadap semua orang karena Islam mengajarkan kita untuk berkata yang baik-baik namun jika tidak bisa berkata yang baik-baik maka diam lebih utama. Sebagaimana dalam pribahasa, diam adalah emas.
SANGATSETUJU 2% SETUJU 13% TIDAK SETUJU 55% SANGAT TIDAK SETUJU 30%
PERILAKU BULLYING
38) Saya terkadang memfitnah teman yang saya benci agar orang lain menjauhinya
Tabel. 4.40
Diagram pie pada tabel 4.40 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 68% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “memfitnah” dapat dikatakan rendah. Mereka tidak memfitnah orang-orang yang mereka tidak sukai karena mereka mengetahui fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
3% 2% 27% 68%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU39) Saya merusak barang orang yang saya tidak sukai Tabel. 4.41
Diagram pie pada tabel 4.41 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 66% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “merusak barang” dapat dikatakan rendah. Mereka mengetahui bahwa merusak barang orang lain merupakan perilaku buruk dan jika pihak pesantren tahu maka akan dikenai sangsi, oleh karena itu meskipun mereka membenci seseorang mereka tidak pernah merusak barang-barangnya.
0% 5%
29%
66%
PERILAKU BULLYING
40) Saya bersabar tidak menjegal orang lain meskipun ada keinginan untuk melakukannya
Tabel. 4.42
Diagram pie pada tabel 4.42 diatas menunjukan bahwa sebanyak 56% santri tidak setuju itu artinya perilaku Bullying meraka untuk indikator “menjegal” khusus item ini dapat dikatakan tinggi. Mereka tidak menggangu orang lain meskipun ada kesempatan untuk menggangunya karena mereka mengetahui bahwa menggagu orang lain merupakan perbuatan buruk. SANGAT SETUJU 7% SETUJU 14% TIDAK SETUJU 56% SANGAT TIDAK SETUJU 23%
PERILAKU BULLYING
41) Saya menceritakan kekurangan teman didepan orang banyak sehingga mereka menertawakan
Tabel. 4.43
Diagram pie pada tabel 4.43 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 55% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “mempermalukan” dapat dikatakan rendah. Mereka merahasiakan kekurangan teman didepan orang lain, baik orang tersebut berskala banyak maupun sedikit. Mereka memahami bahwa menceritakan kekurangan teman didepan orang-orang akan membuat teman kita malu meskipun dengan tujuan agar orang lain tertawa.
2% 7%
36% 55%
PERILAKU BULLYING
42) Ketika saya dan kelompok saya (teman dekat) bersama dengan teman yang memiliki bau badan saya terkadang menghinanya dengan cara menyindir seperti mengatakan “kayaknya ada bau tidak sedap” atau mengatakan semacamnya
Tabel. 4.44
Diagram pie pada tabel 4.44 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 46% santri sangat tidak setuju itu artinya perilaku Bullying mereka untuk indikator “menghina” khusus item ini dapat dikatakan rendah. Mereka memahami teman yang memiliki bau badan sebaiknya dinasehati bukan dihina karena penghinaan tidak akan merubahnya. Biasanya mereka menasehati teman yang memiliki bau badan tersebut secara pribadi bukan didepan orang banyak karena menasehati didepan orang banyak bukanlah nasehat tetapi penghinaan.
4% 4% 46% 46%
PERILAKU BULLYING
SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU3. Deskriptif Keberagamaan Santri
Variabel keberagamaan santri mempunyai 13 item soal dengan 4 alternatif jawaban, dengan rincian sebagai berikut:
Nilai minimum = 13 Nilai maksimum = 52 Nilai rata-rata = 41,92
Adapun banyaknya interval kelas dapat ditentukan berdasarkan alternatif jawaban pada angket. Penelitian ini ada 4 alternatif jawaban pada setiap item pernyataan maka dapat diketahui bahwa interval kelasnya ada 4. Kemudian untuk mengetahui nilai maksimum maka 13 dikali 4 sehingga ditemukan hasil maksimum sebesar 52 adapun nilai minimum diambil dari jumlah butir soal yang berjumlah 13. Angka 13 ini diperoleh melalui jumlah sisa item soal setelah dianalisis validitasnya.
Selanjutnya untuk mencari jarak kelasnya (rentan kelas) dapat diketahui dengan rumus: nilai maksimum - nilai minimum kemudian dibagi dengan jumlah kelas. jarak kelas: 52 - 13 = 39/4 = 9,75 jadi rentan kelasnya 9 atau 10 tetapi pada penyusunan tabel digunakan panjang 9 supaya akhir nilai batas bawah tidak melebihi dari batas maksimum yaitu 52. Hal ini juga lebih komunikatif jika dibandingkan dengan menggunakan rentan kelas 10. Dan dibawah ini merupakan tabel deskriptif interval kelas variabel keberagamaan santri.
Tabel. 4.49 Deskripsi Interval Variabel Keberagamaan Santri No. Interval Keterangan Frekuensi Prosentase
1 13 - 22 Rendah 0 0%
2 23 – 32 Sedang 0 0%
3 33 – 42 Tinggi 31 54%
4 43 – 52 Sangat tinggi 25 46%
Sum N= 56 100%
Berdasarkan tabel 4.49 deskripsi variabel keberagamaan santri diatas maka dapat dilihat bahwa terdapat 4 kelas dengan rentan kelas 9. Pada tabel 4.49 rentan interval 13-22 dengan kriteria rendah, rentan interval 23-32 dengan kriteria sedang, rentan interval 33-42 dengan kriteria tinggi, rentan interval 43-52 dengan kriteria sangat tinggi. selanjutnya apabila dilihat dari nilai rata-rata pada data Keberagamaan santri yaitu nilai rata-rata sebesar 41,92 maka keberagamaan santri masuk kriteria tinggi yaitu berada pada interval 33-42.
Pembahasan berikutnya tentang tingkat frekuensi dan prosentase yang dapat dilihat pada diagram dibawah ini, diagram merupakan salah satu representatif dari hasil olah data untuk melihat frekuensi dan prosentase yang mudah untuk dibaca dan dipaham.
Tabel. 4.50 Diagram Keberagamaan Santri
Berdasarkan diagram pada tabel 4.50 diatas dapat dilihat bahwa
Berdasarkan diagram pada tabel 4.50 diatas dapat dilihat bahwa prosentase 0% dikatakan rendah, prosentase 0% dikatakan sedang, prosentase 55% dikatakan tinggi, prosentase 45% dikatakan sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keberagamaan santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang adalah tinggi. Seperti yang diperoleh dari analisis data yang menunjukkan 31 santri atau 55% yang memiliki keberagamaan tinggi. Hasil ini sama apabila dibandingkan dengan memabaca nilai rata-rata yaitu keberagamaan santri masuk kriteria tinggi.
Rendah 0% Sedang 0% Tinggi 55% Sangat Tinggi 45%
KEBERAGAMAN SANTRI
4. Deskriptif Perilaku Bullying
Variabel Perilaku Bullying mempunyai 29 item soal dengan 4 alternatif jawaban, dengan rincian sebagai berikut:
Nilai minimum = 29 Nilai maksimum = 116 Nilai rata-rata = 49,96
Adapun banyaknya interval kelas dapat ditentukan berdasarkan alternatif jawaban pada angket. Penelitian ini ada 4 alternatif jawaban pada setiap item pernyataan maka dapat diketahui bahwa interval kelasnya ada 4. Kemudian untuk mengetahui nilai maksimum maka 29 dikali 4 sehingga ditemukan hasil maksimum sebesar 116 adapun nilai minimum diambil dari jumlah butir soal yang berjumlah 29. Angka 29 ini diperoleh melalui jumlah sisa item soal setelah dianalisis validitasnya.
Selanjutnya untuk mencari jarak kelasnya (rentan kelas) dapat diketahui dengan rumus: nilai maximum - nilai minimum kemudian dibagi dengan jumlah kelas. Jarak kelas: 116 - 29 = 87/4 = 21. Jadi rentan kelasnya adalah 21. Dan dibahwah ini merupakan tabel deskriptif interval kelas variabel perilaku Bullying:
Tabel. 4.51 Deskripsi Interval Perilaku Bullying
No. Interval Keterangan Frekuensi Prosentase
1 29 – 50 Rendah 32 57%
2 51 – 72 Sedang 23 41%
No. Interval Keterangan Frekuensi Prosentase
4 95 – 116 Sangat tinggi 0 0%
Sum N= 56 100%
Berdasarkan tabel 4.51 diatas deskripsi variabel perilaku Bullying dapat dilihat bahwa terdapat 4 kelas dengan rentan kelas 21. Pada tabel 4.51 rentan interval 29-50 dengan kriteria rendah, rentan interval 51-72 dengan kriteria sedang, rentan interval 73-94 dengan kriteria tinggi, rentan interval 95-116 dengan kriteria sangat tinggi. selanjutnya apabila dilihat dari nilai rata-rata pada data perilaku Bullying yaitu nilai rata-rata sebesar 49,96 maka perilaku Bullying masuk kriteria rendah yaitu berada pada interval 29-50.
Pembahasan berikutnya tentang frekuensi dan prosentase yang dapat dilihat pada diagram dibawah ini, diagram merupakan salah satu representatif dari hasil olah data untuk melihat frekuensi dan prosentase yang mudah untuk dibaca dan dipahami.
Tabel. 4.52 Diagram Variabel Perilaku Bullying
Berdasarkan diagram pada tabel 4.52 diatas dapat dilihat bahwa prosentase 57% dikatakan rendah, prosentase 41% dikatakan sedang, prosentase 2% dikatakan tinggi dan prosentase 0% dikatakan sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku Bullying santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami Camplong Sampang adalah rendah. Seperti yang diperoleh dari analisis data yang menunjukkan 32 santri atau 57% yang memilki perilaku Bullying rendah. Hasil ini sama apabila dibandingkan dengan memabaca nilai rata-rata yaitu perilaku Bullying santri masuk kriteria rendah.
Sangat Tinggi 0% Tinggi2% Sedang 41% Rendah 57%
PERILAKU BULLYING
5. Analisis Hubungan Keberagamaan Santri dengan Perilaku Bullying Penelitian ini rumusan masalah terakhir adalah membuktikan adanya hubungan keberagamaan santri dengan perilaku Bullying oleh karena itu, untuk menjawab rumusan masalah terakhir yaitu menggunakan analisis data kolerasi bivariat /Product Moment Pearson. a. Uji Kolerasi Product Moment
Uji kolerasi digunakan untuk mendeteksi atau menguji apakah dua variabel berhubungan atau tidak. Uji kolerasi product Moment Pearson dalam penelitian ini untuk menguji atau mendeteksi apakah keberagamaan santri dengan perilaku Bullying berhubungan atau tidak berhubungan sama sama sekali.
Menurut Tuhuleley (2015: 68) uji kolerasi Product Moment dapat dinyatakan berhubungan apabila mengikuti aturan penyimpulan. Maksud dari aturan penyimpulan yaitu apabia nilai signifikansi ≤ 0.01 maka kolerasi dinyatakan sangat signifikan, apabila 0.01 < signifikansi < 0.05 maka kolerasi dinyatakan signifikan, dan apabila signifikansi ≥ 0.05 maka kolerasi dinyatakan tidak signifikan. Hasil uji kolerasi antara keberagamaan santri dengan perilau Bullying adalah sebagai berikut:
Tabel. 4.53 Hasil Uji Kolerasi Product Moment Correlations Keberagamaan Santri Perilaku Bullying Keberagamaan Santri Pearson Correlation 1 -.424** Sig. (2-tailed) .001 N 56 56
Perilaku Bullying Pearson Correlation -.424** 1
Sig. (2-tailed) .001
N 56 56
Sumber: data primer yang diolah
Berdasarkan hasil pengujian Product Moment pada tabel 4.53 diatas dapat diketahui bahwa signifikansi 0,001 yang artinya ≤ 0.01. hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel keberagamaan santri dengan perilaku Bullying dan memiliki kolerasi yang sangat signifikan atau hubungan yang sangat kuat atau erat. Kemudian Pearson Correlation menunjukkan -424** yang artinya
terdapat hubungan negatif antara hubungan keberagamaan santri dengan perilaku Bullying, apabila keberagamaan santri tinggi maka perilaku Bullying rendah. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sarwono (2015: 223) yang menyatakan bahwa jika Pearson Correlation mempunyai tanda positif maka menujukkan arah hubungan yang searah yaitu apabila variabel yang satu naik maka variabel yang lain juga ikut naik. Sedangkan jika Pearson Correlation mempunyai tanda negatif maka menunjukkan arah hubungan yang berlawanan yaitu apabila variabel yang satu naik maka variabel yang laik turun.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Umasugi (2014) dengan tema Hubungan antara Regulasi Emosi dan Relegiusitas dengan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku Bullying memiliki koefisien korelasi - 0,300 dengan taraf signifikansi = 0,003 (< 0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku Bullying. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah kecenderungan perilaku Bullying, begitupula sebaliknya semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi kecenderungan perilaku Bullying.
Hasil korelasi antara religiusitas dengan kecenderungan perilaku Bullying menunjukkan koefisien korelasi -0,228 dengan taraf signifikansi 0,019 (< 0,05). Artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan kecenderungan perilaku Bullying. Semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecenderungan perilaku Bullying, begitupula sebaliknya semakin rendah religiusitas maka semakin tinggi kecenderunga perilaku Bullying. Adapun diantara variabel peneltian Umasugi yang paling mendukung/sesuai dengan penelitian ini adalah variabel relegiusitas dengan kecenderungan perilaku Bullying.