pribadi terhadap perbaikan, penyelarasan terhadap misi yang me- miliki makna, antusiasme, inovasi dan suatu gairah untuk men-
bawakan yang terbaik bagi konsumen mereka C. KESIMPULAN
Ada 3 variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan:
1) Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya yang mau bekerjasama dengan dia untuk memajukan perusahaan.
2) Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia. Selanjutnya segala macam informasi sebagai hasil dari pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dimonitor oleh pimpinan.
3) Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu karyawan untuk berperilaku dan bertindak untuk memajukan perusahaan.
Memimpin tidaklah sama dengan mengelola (manage). Walaupun beberapa wiraswastawan adalah seorang pemimpin dan beberapa pemimpin adalah wiraswastawan, memimpin dan mengelola bukanlah merupakan aktivitas yang identik. Kepemimpian adalah bagian dari manajemen. Pengelolaan ( manage) adalah bidang yang lebih luas dibandingkan memimpin dan dipusatkan pada masalah perilaku maupun non perilaku. Kepemimpinan terutama ditekabkan pada isu perilaku.
Pendekatan perilaku kepemimpinan menganggap bahwa pemimpin yang baik adalah dilahirkan dan buakannya diciptakan. Pemimpin yang berhasil cenderung memiliki karakteristik berikut :
1. Kecerdasan, termasuk kemampuan menilai dan verbal. 2. Prestasi dimasa lalu dalam bidang pendidikan dan olah raga. 3. Kematangan dan stabilitas emosional
4. Ketergantungan, ketekunan, dan dorongan untuk mencapai prestasi yang berkesinambungan. 5. Ketrampilan untuk berprestasi secara sosial dan beradaptasi dengan berbagai kelompok 6. Keinginan untuk menggapai status posisi sosial ekonomi.
D. CONTOH KASUS
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan siapapun yang memainkan peran kekuasaan saat ini, melainkan sebagai sarana mawas diri guna perbaikan perilaku kepemimpinan nasional agar mampu membawa bangsa Indonesia kejaman baru yang penuh persaingan. Di bawah ini fenomena yang dapat ditangkap, dirasakan, dilihat dan didengar :
1. Terjadi degradasi perilaku kepemimpinan nasional, yang ditandai dengan maraknya ; saling hujat, saling fitnah, provokasi, agitasi para pengikutnya, pengingkaran kebenaran, saling jegal, menjadi pengadu domba, menjadikan massa pengikutnya setia sampai mati tanpa peduli kebenaran, keadilan dan budaya, pokoknya membalas lawan tanpa etika, menjadi pemimpin kharismatik yang memiliki pengikut fanatik.
2. Para pemimpin sebagian besar tidak mencegah pengikutnya melakukan pelanggaran : konstitusi, norma agama, adat, sosial dan etika profesi. Bahkan norma dan tata pergaulan dunia/keprotokolan diterjang tanpa malu.
3. Tidak peka ( sensitive ) terhadap aspirasi masyarakat, bahwa rakyat memerlukan ketenteraman, kenyamanan dan keadilan bukan wacana politik yang terus meruncing.
4. Tidak melakukan pendidikan politik bagi para pengikutnya, dibuktikan dengan pemahaman yang sempit terhadap keputusan politik seperti ; memorandum, penyelesaian GAM, OPM dll.
5. Setelah duduk diberbagai jabatan negara ternyata masih memposisikan diri sebagai utusan golongan, parpol dan kelompoknya, sehingga kepekaan rasa nasionalisme-nya tipis. Bahkan cenderung primodial, etnosentris dan tidak berusaha menjadi politikus maupun negarawan multicultural atau kosmopolitan.
6. Paradigma dan mind-set yang kolusif, nepotis dan koruptif semakin menjadi. Konon melebihi tindak penyimpangan di jaman ORBA yang dikecam dan dijadikan agenda reformasi untuk diberantas, 7. Keteladanan berperilaku ; ucapan, pernyataan, diplomasi dan penyelesaian masalah mendasar yang
dihadapi bangsa kurang. Sense-of crisis hampir-hampir punah karena dominasi kepentingan ( interest ) pribadi, kelompok, partai dan golongan, bisnis dan rasis.
8. Tidak dapat membedakan tindakan tegas terhadap pelanggarankedaulatan negara dengan tindakan pelanggaran HAM, adanya pro dan kontra penindakan terhadap pemberontak dan kaum separatis. Para pemimpin yang bertanggung jawab seolah tak perduli, tapi justru mengomentari bidang tugas pemimpin lain yang tak ada sangkut paut dengan kepemimpinannya.
9. Para pemimpin partai-partai, orsospol, LSM dan OKP, membungkus aktifitas politik dengan nuansa keagamaan yang cenderung memicu pertikaian antar etnik, antar sesama warga masyarakat, bahkan sesama penganut agama namun berbeda aliran politik. Dengan demikian rakyat awam sulit membedakan dengan akal rasionya mana kegiatan agama atau politik.
10. Keberagaman tingkat pendidikan formal, jurusan / profesionalisme dan legalisasi kerancuan profesionalitas dalam kepemimpinan negara ditingkat atas / Kabinet dengan mendudukkan menteri yang tak sesuai dengan bidang keahlian dan keprofesionalan. Ingat konstitusi mengharuskan berdirinya Kabinet Ahli bukan koalisi, aliansi ataupun pelangi, indikator kualitas perilaku kepemimpinandiatas membawa bangsa dan negara dalam krisis kepercayaan dan perangkap dunia ( global trap ) yang sangat parah, konon mendudukkan Indonesia diperingkat 130-an kualitas SDM di dunia.
E. SOAL-SOAL
I. Pilihlah jawaban yang paling benar!
1.tipe kepemimpinan yang merupakan kekuatan energy, daya tarik luar biasa yang diikuti oleh para pengikutnya.adalah….
a.tipe kharismatik c.tipe maternalistis b.tipe Otokratis d.tipe militeristis
2. tipe pemimpin yang kurang memberikan pada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan. Adalah…
a.tipe kharismatik c.tipe maternalistis b.tipe Otokratis d.tipe militeristis
3. tipe pemimpin yang banyak menggunakan system pemerintah, system komando dari atasan kebawahan sifatnya keras, sangat otoriter, menghendaki bawahan agar selalu patuh, penuh acara formalitas.
a.tipe kharismatik c.tipe maternalistis b.tipe Otokratis d.tipe militeristis
4.tipe kepemimpinan berdasrkan kepada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipatuhi. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, dia menjadi raja.
a.tipe kharismatik c.tipe maternalistis b.tipe Otokratis d.tipe militeristis
5. tipe pemimpin yang membiarkan karyawan berbuat semaunya sendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh oleh bawahan
a.tipe Laissez Faire c.tipe maternalistis b.tipe Otokratis d.tipe militeristis II. Soal Benar atau Salah
1. B - S Kepemimpian adalah bagian dari manajemen
2. B - S Memimpin tidaklah sama dengan mengelola (manage).
3. B - S Tipe otokratif ini mampu menjadi pemimpin rakyat. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional.
4. B - S Tipe kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan pada pengikutnya.
5. B - S Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian suatu tujuan tertentu.
III. Jodohkanlah pernyataan di kolom sebelah kiri dengan kolom sebelah kanan!
1. Pemimpin kharismatik. a. merupakan kekuatan energy, daya tarik luar biasa yang diikuti oleh para pengikutnya.
2. Pemimpin tipe administrative.
b. ini membiarkan karyawan berbuat semaunya sendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh oleh bawahan. Pimpinan hanya merupakan symbol yang tidak memiliki keterampilan.
3. Tipe laissez faire. c.pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif sehingga diharapkan muncul perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan sosial.
4. Tipe militeristis. d. berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan pada pengikutnya. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan
5. Tipe kepemimpinan. demokratis
e. banyak menggunakan system pemerintah, system komando dari atasan kebawahan sifatnya keras, sangat otoriter, menghendaki bawahan
agar selalu patuh, penuh acara formalitas. IV. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini!
1.apa yang dimaksud dengan kepemimpinan? 2.jelaskan dua sifat kepemimpinan!
3.apa yang dimaksud dengan kepemimpinan berwirausaha?
4. sebutkan tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan 5. Tiga pendekatan utama kepemimpinan
KUNCI JAWABAN Soal pilihan ganda
1. A 2. B 3. C 4. D 5. A
Soal Benar – Salah
1. B 2. B 3. S 4. B 5. B Soal Menjodohkan 1. A 2. C 3. B 4. E 5. D Soal essay:
1. Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu.
2. Pendidikan umum yang luas,seseorang yang berpendidikan akan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan.
Kematangan mental, seorang pemimpin harus memiliki kematangan mental yang terlihat pada kestabilan emosional, tidak mudah tersinggung, tidak gampang marah dan sebagainya.
3. Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangakan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi merka dalam memajukan perusahaannya.
4. 1.Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut 2.Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan
3.Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan
5. 1.Pendekatan sifat-sifat (traits approach)
2. Pendekatan keperilakuan ( behavioral approach) 3. Sebab-sebab munculnya pemimpin
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Alma, B. (2005). Kewirausahaan untuk mahasiswa dan umum. Bandung: CV Alfabeta. Alma, B. (2001). Kewirausahaan untuk mahasiswa dan umum. Bandung: CV Alfabeta.
Widodo, N. (2009). Kepempinan dalam kewirausahaan. [Online]. Tersedia: http://one.indoskripsi.com/node/1291. [7 Agustus 2009]
________. (2009). Kepempinan. http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com /2009/04/ kepemimpinan-tugas-sifat-dan-syarat.html [7 Agustus 2009]
_______. (2009). Kepemimpinan dalam kewirausahaan. [Online]. Tersedia: elqorni.wordpress.com/.../prinsip-sejati-kepemimpinan-kewirausahaan/ - [8 Agustus 2009].