• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keberhasilan Usaha

Dalam dokumen A. A. MIFTAH AMBOK PANGIUK, dkk (Halaman 107-120)

SERTIFIKASI HALAL PADA UMKM PRODUK MAKANAN KUE LAPIS LEGIT

B. STRATEGI DALAM MEMPRODUKSI

4. Keberhasilan Usaha

Suatu keadaan di mana usaha mengalami peningkatan dari hasil yang sebelumnya merupakan pengertian dari keberhasilan usaha. Tujuan utama dari sebuah perusahaan adalah mencapai

16Suparyanto dan Abdul Bari, Pengantar Bisnis. Tanggerang: PT Pustaka Mandiri, 2016 hlm108

17Ibid., hlm 156-157

18Daniel Destian S dan Abdussamad Arthan Aid, Manajemen Usaha Penggilingan Padi Skala Kecil Kec. Kurau Kab. Tanah Laut. Jurnal Agribisnis, 2017, hlm 56-57.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

keberhasilan dari usaha itu sendiri, yaitu semua aktivitasnya ditunjuk untuk mencapai suatu keberhasilan. Faktor eksternal dan internal merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil atau gagalnya suatu wirausaha. Yang termasuk faktor internal yaitu kemauan, kemampuan dan kelemahan. Adapun faktor eksternal yaitu kesempatan dan peluang.

Dalam Pengertian umum keberhasilan usaha menunjukkan suatu keadaan yang lebih baik atau unggul dari pada masa sebelumnya. Suatu keberhasilan usaha dapat diukur dari berbagai segi di antaranya yaitu dari laba usaha yang berhasil dicapai oleh para pengusaha pada waktu tertentu dan berhasil tidaknya suatu usaha dapat diketahui dari besarnya skala usaha.19 B. IMPLEMENTASI SARANA DAN FUNGSI

MANAJEMEN

Implementasi Sarana Manajemen pada Unit Usaha Penggilingan Padi.

1. Men (Manusia)

Salah satu yang termasuk sumber daya produktif dan paling penting adalah manusia. Sebuah kegagalan maupun keberhasilan suatu organisasi tergantung pada sumber daya manusianya. Walaupun mesin, bahan, uang, metode, dan pasar tidak berguna juga manusia tidak memanfaatkann dengan baik dan benar. Dalam hal ini, perusahahaan bisnis harus lebih progresif untuk melatih dan berperilaku yang baik terhadap karyawannya.20

Dalam menjalankan fungsinya, manajemen sumber daya akan menyalurkan pekerjaan ke berbagai bidang yang sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut dapat dilihat bahwa danya

19Rohmanul Arif, Analisis Keuntungan Pabrik Penggilingan Padi Di Desa Karang Rejo Kec Lalan Kab Musi Banyuasin. Skripsi, 2019, UMP

20Alam dan Rudianto, Manajemen. 2013, Erlangga. PT Gelora Aksara Pratama, hlm. 223.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

keterkaitan antara bidang manajemen dan bidang lainnya pada organisasi untuk mencapai keberhasilan kerja yang efektif. 21 2. Money (Uang)

Uang berfungsi dalam menjalan suatu usaha organisasi.

Bila tidak ada uang, tidak mungkin mendapatkan bahan serta mesin. Keperluan uang lainnya dalam suatu organisasi seperti membayar biaya operasional seperti air, listrik, gaji serta biaya tagihan lainnya.

3. Materials (Bahan)

Dalam menciptakan sebuah produk maka dibutuhkan sebuah bahan. Karena bahan (material) sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan produksi.

4. Mechines (Mesin)

Proses produksi yang modern membutuhkan penggunaan mesin agar pekerjaan lebih ekonomis dan efesien. Pada pelaksanaan kegiatan juga membutuhkan penggunaa mesin. Hal ini menjadikan mesin sebagai pembantu bagi manusia.22

5. Methods (Metode)

Untuk melakukan secara berdaya guna dan berhasil, maka manusia dihadapkan pada alternatif metode atau cara melakukan perkerjakaan. Sebuah metode dianggap sebagai alat manajemen atau sarana guna mencapai tujuan.23

6. Market (Pasar)

Sebagaimana yang telah dijelaskan dikerangka teori bahwa tujuan perusahaan industri tidak mungkin tercapai jika tidak ada pasar bagi hasil produksi. Pasar merupakan tujuan perusahaan industri dan umum lainnya untuk mencari laba.

21Wilson Bangu, Manajemen Sumber Daya Manusia . 2012, Erlangga, PT Gelora Aksara Pratama, hlm. 6.

22Pandji Anoraga, Pengantar Bisnis. 2011, PT Rineka Cipta, Jakarta, hlm.151.

23Ibid, . hlm 151.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Pasar merupakan sarana yang penting karena apabila tidak ada pasar maka tidak ada yang menampung hasil produksi.

a. Implementasi Fungsi Manajemen pada Unit Usaha Penggilingan Padi

1) Planning (Perencanaan)

Perencanaan merupakan fungsi manajamen utama. Oleh karena itu, perencanaan adalah proses dasar manajemen untuk menentukan langkah-langkah serta tujuan yang harus dilakukan guna mencapai tujuan.24

Perencanaan yang merupakan kegiatan merincikan tujuan usaha dan menyiapkan anggaran agar dapat melakukan peramalan (forcanting), maka melalui perencanaan akan dapat memberikan gambaran terhadap usaha.

2) Organizing (Pengorganisasian)

Proses pengelompokkan orang-orang, tanggung jawab, wewenang, dan tugas sehingga terciptanyan kesatuan dalam rangkai mencapai tujuan sebuah organisasi.

Fungsi dari pengorganisasian yaitu mengkoordinasikan seluruh kegiatan, mendelegasikan wewenang dari manajemen puncak kepada manajemen pelaksana, dan membuat pembagian tugas yang jelas.25

3) Actuating (Pelaksanaan)

Pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang mempunyai kegunaan menggerakkan orang-orang agar bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan perlu dilakukan karena berkaitan dengan sumber daya manusia.26 4) Controling (Pengawasan)

Pengawasan adalah suatu upaya menetapkan standar kerja dengan tujuan apa yang direncanakan berjalan serta untuk meminimalisir resiko pada usaha tersebut.

24Ibid, .hlm 219

25Ibid, . hlm 220-221

26Ibid, .hlm 221

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Implementasi Konsep Sarana dan Fungsi Manajemen Secara Syariah

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pelaksanaan atau penerapan adalah pengertian dari implementasi. Sedangkan manajemen adalah sebuah tahap-tahap untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap orang-orang dan sumber daya lainnya.27 Penerapan manajemen sangat penting dalam kegiatan usaha agar kegiatan berjalan secara efektif dan efesien.

Pada zamann Rasulullah SAW, sahabat Khulafa al Rasyidin, Dinasti Umayyah dan Abbasiyah manajemen sudah ada, mereka sudah melaksanakan fungsi-sungsi manajemen.

Rasul dan para sahabat telah menggunakan manajemen untuk mengatur kehidupan dan bersandar pada pemikiran manajemn Islam.28 Adapun definisi manajemen dalam Islam adalah seni dalam mengelola semua sumber daya yang dimiliki dengan metode syariah yang telah tercantum dalam kitab suci Al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.29

Pembahasan (Analisis Penelitian) tentang Implementasi Sarana dan Fungsi Manajemen

George R Terry menyatakan bahwa manajemen adalah sebuah proses yang khas, terdiri dari kegiatan perencanaan, penggorganisasian, menggerakkan, dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang

27Ernie T dan Kurniawan S, Pengantar Manajemen. Jakarta. Prenadamedia Group, 2005, hlm. 6 .

28Ahmad Ibrahim Abu Sinn, Manajemen Syariah. Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2006, hlm 220.

29Sunarji Harahap, Implementasi Manajemen Syariah dalam Fungsi-Fungsi Manajemn. UIN SUMUT: 2017, hlm. 212 Vol 2

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

telah ditetapkan dengan bantuan manusia dan sumber-sumber daya lainnya.30

C. KESIMPULAN

Pada unit usaha penggilingan padi, ada perbedaan dari fungsi manajemen dan implementasi sarana dalam meningkatkan keberhasilan usaha. Di mana penggilingan padi Cisdane Indah mengatur kegiatan secara teratur sehingga hasil yang diperoleh lebih meningkat berbanding dengan penggilingan padi Kelompok Sederhana dan penggilingan padi Parit Sembilan yang dalam kegiatan implementasinya masih sederhana.

Konsep syariah pada sarana dan fungsi manajemen pada unit usaha penggilingan padi di Desa Pasar Senin memiliki kesamaan yaitu menjauhi kegiatan dari unsur riba, selalu memperhatikan kemaslahatan karyawan dan konsumen, serta mengeluarkan kewajiban berupa zakat. Diketahui bahwa zakat merupakan kewajiban bagi masyarakat muslim untuk membayar apabila keuntungan usaha tersebut telah mencapai hisabnya.

30Muhammad Firdaus, Manajemen Agribisnis. Jakarta: Bumi Aksara, 2012, hlm. 23.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Al Qur’an dan Terjemahnya, CV Penerbit Diponerogo, Bandung.

Alam dan Rudianto. 2013. Ekonomi. Erlangga .PT Gelora Aksara Pratama.

Anoraga Pandji. 2011. Pengantar Bisnis. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Assauri Sofyan. 2002. Manajemen Pemasaran. PT Raja Grafindo, Jakarta.

Azwar Adiwarman Karim. 2016. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Bangun Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia . Erlangga, PT Gelora Aksara Pratama.

Boedi Abdullah dan Beni Ahmad Saebani. 2014. Metode Penelitian Ekonomi Islam. Bandung, CV Pustaka Setia.

Didin Hafidhuddin dan Hendri Tanjung. 2003. Manajemen Syariah. Gema Insani Press. Jakarta.

Ernie Tisnawati Sule dan Kurniawan Saefullah. 2005.

Pengantar Manajemen. Jakarta. Prenadamedia Group.

Evi Martha dan Sudarti Kresno. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta. Grafindo Persada.

Firdaus Muhammad. 2012. Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara, Jakarta.

Hendri Tanjung dan Nur Rohim Yunus. 2015. Manajemen Waktu. AMZA, Jakarta.

Ibrahim Ahmad Abu Sinn. 2006. Manajemen Syariah. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.

J. Lexy Moleong. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung, PT Remaja Rosdakarya.

Karyoto. 2016. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta. CV Andi Offshet.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Mohd. Arifullah, Bambang Husni N, A. Halim dan Masyan.

2016. Panduan Penulisan Karya Ilmiyah, Jambi, Fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi.

Raja Bongsu Hutagalung dan Syafrizah Helmi Situmorang.

2008. Pengantar Kewirausahaan. Medan, KDT.

Siswanto B. 2012. Pengantar Manajemen. (Bandung, PT Bumi Aksara.

Sukarna. 2011. Dasar-Dasar Manajemen. Bandung, CV Mandar.

Sulastri Lilis. 2012 Manajemen. Bandung. La Goods Publishing.

Soeratno dan Lincolin Arsyad. 2008. Metodologi Penelitian.

Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen.

Solihin Ismail. 2014. Pengantar Bisnis. Erlangga. PT Gelora Aksara Pratama.

Subeki Rhidotullah dan Mohammad Jauhar. 2015. Pengantar Manajemen. Prestasi Putakaraya, Jakarta Indonesia.

Suparyanto. 2016. Kewirausahaan. Alfabeta, Bandung.

Suparyanto dan Abdul Bari. 2016. Pengantar Bisnis.

Tanggerang, PT Pustaka Mandiri.

Tajul Arifin. 2014. Metode Penelitian Ekonomi Islam. Bandung, CV Pustaka Setia.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

KEBERADAAN UMKM DESA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA

Disusun Oleh: Muhammad Subhan, S.Ag., M.E dan MHD Ridho, S.E

A. PENDAHULUAN

Salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi nasional di Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), UMKM selain menjadi penopang sistem ekonomi kerakyatan, juga tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan pendapatan dan antar pelaku usaha, ataupun pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Perkembangan UMKM dapat memperluas ekonomi serta ikut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah serta ketahanan ekonomi nasioanl.

Eksitensi UMKM semakin lebih penting pada zamann ini, UMKM telah telah berkontribusi nyata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat juga mampu menyerap tenaga kerja.

Pada masa sekarang UMKM sudah menjadi tradisi masyarakat dikarenakan UMKM mampu meningkatkan ekonomi. Dan masyarakat sekarang banyak yang menggantungkan hidupnya pada UMKM.1

Usaha mikro kecil dan menengah sebagai pelaku pemegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan ekonomi, dalam UMKM perlu diberikan motivasi dan manfaat dan peluang dari fasilitas yang diberikan dari beberapa pihak.

Namun, perlu disadari setiap UMKM harus berangkat pada pemenuhan pendamping pula, dalam rangka pengembangan

1Agus Arifin, Struktur Industri dan Tingkat Produktivitas dan Efesiensi Ekonomi Dalam Pemenuhan Kehidupan Lebih Layak, Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman, 2011, hlm 1.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

UMKM keterlibatan pemerintah sangat membantu untuk menentukan keberhasilan UMKM.2

Pembangunan UMKM merupakan penggerak pembangunan nasional, pembangunan UMKM diharapkan dapat terjangkau dan merata ke pedesaan. Jika dilihat dari aspek jumlah industri yang besar dalam sektor ekonomi, UMKM memiliki peranan yang sangat penting.3

UMKM juga mempunyai beberapa keunggulan dari usaha yang besar, di antaranya:

1. Terjadinya perkembangan teknologi dalam pengembangan produk.

2. Dengan memanfaatkann sumber daya lokal maka berpotensi secara maksimal serta memperkuat kemandirian.

3. Dengan danya UMKM maka banyak terciptanya lapangan kerja.

4. UMKM yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi pasar secara cepat dibandingkan dengan perusahaan yang berskala besar, umumnya bersifat birokratis.

5. Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.

6. Dapat mengembangkan sumber daya manusia, karena dilaksanakan oleh masyarakat lokal.

7. UMKM yang tersebar dalam jumlah banyak, berarti berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan ekonomi secara efektif.4

Penduduk yang ada dalam usia kerja adalah pengertian dari tenaga kerja. Sedangkan dalam sumber-sumber tenaga kerja adalah semua masyarakat suatu Negara yang dapat memproduksi

2Ravik Karsidi, Perberdayaan Masyarakat Untuk Usaha Mikro Kecil Dan Menengah, 2007, hlm 238-139

3Try Uteri dan Futu Martini, Pengaruh Modal, Pendidikan Dan Teknologi Terhadap Pendapatan UMKM, 2006, hlm 1-2

4Riyan Adi Syaputro, Analisis Umkm Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, 2003 hlm. 2

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

barang serta jasa. Tenaga kerja dalam pengertian lain adalah dalam diri manusia terdapat potensi yang berkaitan dengan perdagangan kegiatan atau usaha yang melibatkan manusia, maksud keterlibatan di sini yaitu keterlibatan dalam unsur jasa dan tenaga kerja.

Kegunaan tenaga kerja adalah dalam proses produksi barang dan jasa yang ada di pasar. Sebuah perusahaan mengambil tenaga kerja dari pasar tenaga kerja. Tenaga kerja yang telah bekerja akan menerima jasa berupa gaji atau upah.

Telah banyaknya jumlah penduduk yang sudah bekerja, menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan sudah banyak yang terisi, hal tersebut merupakan definisi dari penyerapan tenaga kerja.

Masyarakat yang bekerja tersebar di berbagai sektor perekonomian. Penyerapan tenaga kerja terjadi karena danya permintaan akan penyerapan tenaga kerja. Maka, penyerapan tenaga kerja dapat diartikan juga sebagai permintaan penyerapan tenaga kerja.5

Tenaga kerja pada sektor usaha kecil dan menengah mempunyai penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat di setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena minat masyarakat yang besar terhadap usaha kecil dan menengah. Danya dorongan dan minat yang tinggi, penyerapan tenaga kerja terjadi peningkatan pada setiap tahunnya.6

Indikator yang sangat penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian adalah pertumbuhan ekonomi, hal ini karena untuk menganalisis perkembangan ekonomi di suatu wilayah, ekonomi yang berkembang dilihat dari tingkatan produksi dan jasa dari tahun sebelumnya, perekonomian yang berkembang

5Muhammad Taufik Maulana, Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada UMKM, 2008, hlm.3-4

6Dody Amriadi, Adi Bhakti, Jaya Edi Kusuma, Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor UMKM, 2011, hlm 2

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

dapat dilihat sejauh mana aktivitas perekonomian tersebut yang dapat menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada periode tertentu. Perekonomian saat ini menunjukkan peningkatan, hal ini menggambarkan bahwa perekonomian tersebut berkembang dengan baik.7

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)

UMKM atau Usaha mikro kecil dan menengah merupakan bagian keseluruhan dari pembangunan usaha dan ekonomi yang memupunyai peran strategis, serta memiliki peranan yang sangat strategis karena mengembangkan misi yang penting, yaitu menciptakan pemerataan kesempatan kerja dan berusaha meningkatkan ekonomi, memperkuat struktur umkm, modernisasi masyarakat desa, dan memperkuatkan ekonomi masyarakat.

Pentingnya peran UMKM bagi masyarakat, maka pemerintah ikut berkontribusi senantiasa mengupayakan pembinaan dan pengembangan untuk masyrakat.

Tenaga Kerja

Menurut Bdan Pusat Statistik (BPS) yang dimaksud dengan pekerja atau tenaga kerja adalah semua orang yang biasanya bekerja di perusahaan atau usaha tersebut, baik berkaitan dengan produksi maupun administrasi. Sedangkan menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan untuk menghasilkan sebuah barang serta jasa guna memenuhi kebutuhan dirinya sendiri maupun masyarakat merupakan pengertian dari tenaga kerja. Batas umur orang yang bekerja di Indonesia adalah berumur 10 tahun, hal ini disebabkan karena

7Farid Alghafari, Analisis Perkembangan Ekonomi, 2010, hlm 16

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

sulitnya ekonomi keluarga mereka. Karena Indonesia tidak mempunyai jaminan sosial nasional, maka tidak memiliki batas umur maksimal.

Tenaga Kerja adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu wilayah yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Tenaga kerja juga dapat diartikan sebagai penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan yang sedang mencari pekerjaan.8

PenyerapanTenaga Kerja

Banyaknya jumlah tenaga kerja melakukan kegiatan ekonomi untuk menghasilkan jasa dan barang atau kondisi di mana ketersediaan lapangan pekerjaan tekah diisi oleh para pencari kerja merupakan pengertian dari penawaran kerja.

Sementara itu banyaknya permintaan tenaga kerja yang terjadi di pasar tenaga kerja adalah pengertian dari permintaan tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja adalah besarnya tenaga kerja yang ditawarkan oleh para pencari kerja di pasar tenaga kerja.

Hubungan kerja melalui penyediaan dan permintaan tenaga kerja disebut pasar kerja. Teori Neo Klasik mengasumsikan bahwa penyediaan atau penawaran tenaga kerja akan bertambah bila tingkat upah bertambah. Sebaliknya permintaan terhadap tenaga kerja akan berkurang bila tingkat upah meningkat.9

8Mulyadi S. Statistik Ukm Di Indonesia:Isu-Isu Penting, Jakarta: lp3es, 2012, hlm-2

9Arum Prasetiyaningsih. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kecil Dan Sedang, Yogyakarta, UII, 2016, hlm. 6-7.

ahlimedia.com

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Perkembangan UMKM Desa Di Kabupaten Sarolangun UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Kabupaten Sarolangun berkembang pesat. Kurang dari lima tahun sejak 2014 lalu hingga akhir 2018 berjumlah 3310 unit UMKM.

Kepala Dinas Koperasi UMKM kabupaten Sarolangun Drs Kholidi “mengatakan terjadi peningkatan setiap tahunnya.

Tahun 2014 sebanyak 2098 unit, 2015 meningkat menjadi 2158 Kemudian 2016 naik menjadi 2357 kemudian 2017 menjadi 2680 dan tahun 2018 meningkat menjadi 3310 unit“.

Perkembangan sangat pesat dan menjadi tulang punggung perekonomian kabupaten Sarolangun saat krisis“.

Faktor Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Menurut beberapa pandangan, dalam perkembangan umkm di Kabupaten Sarolangun ada beberapa faktor-faktor yang mendorong berkembangnya umkm tersebut. Faktor-faktor tersebut yaitu di antaranya sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Sarana Teknologi, Informasi dan

Dalam dokumen A. A. MIFTAH AMBOK PANGIUK, dkk (Halaman 107-120)