• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. A. MIFTAH AMBOK PANGIUK, dkk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "A. A. MIFTAH AMBOK PANGIUK, dkk "

Copied!
184
0
0

Teks penuh

(1)

ahlimedia.com

(2)

A. A. MIFTAH AMBOK PANGIUK, dkk

Penerbit:

AHLIMEDIA PRESS

ahlimedia.com

(3)

PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN BISNIS MUSLIM JAMBI DALAM PERSPEKTIF WIRAUSAHA

Penulis:

A. A. Miftah

Ambok Pangiuk, dkk Editor:

Ndari Pangesti Penyunting:

Arinda Wagiyani Desain Cover:

Riyan Rahmat Ilham Tata Letak:

Yevina Maha Reni Penerbit:

Ahlimedia Press

Jl. Ki Ageng Gribig, Gang Kaserin MU No. 36 Kota Malang 65138

Telp: +6285232777747 www.ahlimedia.com ISBN: 978-623-6749-05-0

Cetakan Pertama, September 2020

Hak cipta oleh Penulis dan Dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta, Pasal 72.

Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.

ahlimedia.com

(4)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Peran Perguruan Tinggi Islam dari aspek pengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak saja dilihat dari kontribusi lulusannya yang bermutu dalam pengembangan ilmu-ilmu keIslaman dan ilmu-ilmu lain yang terkait, akan tetapi juga dari hasil pelaksanaan kegiatan yang relevan dengan program pengabdian kepada masyarakat. Dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir kegiatan Penelitian di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang dilaksanakan pada masing-masing Perguruan Tinggi Islam meningkat cukup signifikan.

Dalam hal ini, masih ditemukan beberapa kekurangan yang memerlukan peningkatan yang lebih baik lagi, baik dari segi kualitas penelitian maupun publikasi terhadap hasil penelitian tersebut. Tujuan penyusunan kumpulan hasil penelitian dosen dan mahasiswa ini adalah dalam rangka upaya menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh para Dosen dan Mahasiswa di lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dengan harapan akan dapat menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dapat dicontoh oleh para Dosen yang akan melakukan penelitian di Perguruan Tinggi Islam lainnya.

Besar harapan kami bahwa penerbitan jurnal kumpulan hasil penelitian dosen bersama mahasiswa akan membantu pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan program kepada masyarakat, sehingga secara langsung maupun tidak langsung, kegiatan ini dapat ikut mengakselarasi usaha pembinaan sumber daya manusia di Indonesia.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jambi, September 2020

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. A. A. Miftah, M.Ag

ahlimedia.com

(5)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i Daftar Isi ... ii A. Motivasi Ibu Rumah Tangga Dalam Melakukan

Pelatihan Hidroponik

Prof. Dr. H. Suhar, AM., MA dan Kristina Hedynata Manurung, S.E ... 1 B. Pemasaran Sayuran Hidroponik Terhadap

Pengembangan Usaha Hidroponik

Dr. A. A. Miftah, M.Ag dan Aslahul Umam, S.E ... 11 C. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Melalui Pemberian Kapal Beserta Alat Tangkap

Dr. Habriyanto, S.Pd.I., M.EI dan Samsuddin, S.E ... 19 D. Kesadaran Mahasiswi Dalam Konsumsi Mode Jilbab

Dr. Novi Mubyarto, M.E. dan Widia Aviva, S.E ... 26 E. Dampak Ekonomi Dalam Pengembangan Desa Wisata

Dr. Nazori Majid, M.Si dan Qunita Lutfiah, S.E ... 35 F. Tingkat Kepuasan Konsumen Dalam Memilih Fashion

Busana Muslimah

Titin Agustin Nengsih, M.Si., Ph.D dan Siti Jumaidah, S.E ... 50 G. Dampak Ekonomi Global Terhadap Pengusaha Muslim

Industri Kecil Kerajinan Batik Jambi

Ambok Pangiuk, S,Ag., M.Si dan Muhairi Fikri, S.E ... 61 H. Sertifikasi Halal Pada UMKM Produk Makanan Kue

Lapis Legit

Dr. Abdul Malik, S.Ag., M.Si dan Siti Barokah, S.E ... 79 I. Implementasi Sarana dan Fungsi Manajemen

Dalam Meningkatkan Keberhasilan Usaha

Drs. H. Fathuddin, SmHK, MM dan Siti Mahfuzah,

S.E ... 95

ahlimedia.com

(6)

J. Keberadaan UMKM Desa dan Implikasinya Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Muhammad Subhan, S.Ag., M.E dan MHD Ridho,

S.E ... 108 K. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan

Membeli Produk Kosmetik

Melly Embun Baining, M.Sy dan Reni Yanti, S.E ... 118 L. Efektivitas Pelatihan Kerja Dalam Meningkatkan Kualitas

Tenaga Kerja

Ahmad Syukron Prasaja, SS., M.Si dan Tiara Zhalfa, S.E ... 130 M. Modal dan Lama Usaha Dalam Pendapatan Usaha

Kecil Di Pasar Tradisional Angso Duo Jambi

Dr. Rafidah, S.E., M.EI dan Ramlah, S.E ... 148 N. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah

(UMKM) Pada Produk Pembiayaan BRI Syariah

Addiarrahman, S.HI., M.SI dan Wuci Wulantari, S.E .... 163

ahlimedia.com

(7)

ahlimedia.com

(8)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

MOTIVASI IBU RUMAH TANGGA

DALAM MELAKUKAN PELATIHAN HIDROPONIK Disusun Oleh: Prof. Dr. H. Suhar, AM., MA dan Kristina

Hedynata Manurung, S.E A. PENDAHULUAN

Jumlah penduduk miskin di Indonesia sangatlah tinggi, terutama di Kabupaten Merangin yang masuk ke dalam 3 peringkat tertinggi di Provinsi Jambi yang angka kemiskinannya tinggi. Dari jumlah jenis kelamin penduduk yang ada di Kabupaten Merangin ternyata didominasi oleh perempuan dan jumlahnya terus bertambah dari tahun ketahun. Di mana sebagian notabandnya adalah ibu rumah tangga yang hanya menghabiskan waktunya di rumah tanpa memiliki penghasilan tambahan atau tidak berdaya secara ekonomi.

Terwujudnya kehidupan yang maju dan berwawasan bisa dicapai melalui motivasi dan pelatihan terutama bagi para ibu rumah tangga yang tidak atau belum memiliki penghasilan sampingan sebagai tambahan penghasilan rumah tangga. Karena dengan danya pelatihan yang disertai oleh motivasi dan minat yang baik, para ibu rumah tangga dapat memperoleh kegiatan di luar rumah yang dapat menghasilkan penghasilan tambahan, hal ini dapat membuat para ibu rumah tangga yang tidak bekerja untuk lebih produktif mengeluarkan potensinya melalui pelatihan maupun kegiatan.1

Berikut ini beberapa alasan bahwa perempuan dapat bekerja di luar rumah, antara lain: pertama, membantu pemasukan keluarga (family income) terkhusus jika income dari suami relatif kecil. Kedua, memanfaatkann berbagai kelebihan

1Dedy Setiawan, Ferdy Kurniantono, dkk. Jurnal.Program Cocok Tanam Hidroponik Sebagai Usaha pemberdayaan Kaum Wanita Didesa Kalisari Dukuhan kecamatan Sayung kabupaten Demak. Semarang: 2014.

ahlimedia.com

(9)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

yang dimiliki sekaligus menjadi harapan bagi keluarganya.

Ketiga, menunjukkan posisi dan keberadaannya sebagai seorang manusia yang juga mampu berprestasi dalam kehidupan masyarakat.

Dari permasalahan tersebut sangat diperlukan suatu motivasi para ibu rumah tangga di daerah Talangkawo melalui berbagai macam kegiatan, salah satunya yaitu pelatihan hidroponik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga melalui berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan hidroponik untuk ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan sampingan. Faktor tersebut yang menjadi kendala dalam meningkatkan perekonomian di kalangan ibu rumah tangga tersebut.

Karena dengan tidak danya motivasi dalam diri juga sangat sulit terwujud pendapatan bagi ibu-ibu tersebut, melalui berbagai macam kegiatan contohnya pertama seperti pelatihan hidroponik, kedua pengetahuan dan wawasan yang luas juga sangat diperlukan untuk para ibu-ibu dalam upaya meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga

B. MOTIVASI DAN PENDAPATAN USAHA MOTIVASI Motivasi merupakan suatu keadaan yang terjadi di dalam pribadi seseorang yang mampu menggerakkan individu untuk melakukan aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan. Kata motivasi juga memberikan makna pengaturan tingkah laku individu di mana setiap kebutuhan atau dorongan-dorongan dari dalam dan intensif (hadiah) dari lingkungan mampu mendorong individu dalam memenuhi kebutuhannya demi mencapai tujuan yang diharapkan.

Apabila organisme manusia telah siap dalam merespon suatu keadaan dan memiliki perangsang yang sesuai, maka organisme “ dimotivasi “ oleh dorongan untuk berbaur dengan

ahlimedia.com

(10)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

sesama dalam suatu kegiatan yang sangat baik.2 Kemudian berjalannya fungsi suatu desakan terlepas dari satu atau dua pengalaman frustrasi, adalah menuju pada pencapaian tujuan khusus oleh individu dengan danya bukti dorongan kuat.3

Jadi, dapat disimpulkan bahwasannya motivasi merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan tingkatan, jarak dan waktu, kedisiplinan, serta tingkah laku manusia dalam mengetahui sesuatu yang mereka belum pernah mempelajari sebelumnya. Hal ini lebih mengarah kepada kegiatan belajar secara spesifik, sehingga setiap pengajar tidak dapat menyimpulkan secara sembarangan saja mengenai keadaan individu apakah masih memiliki motivasi atau tidak.

Hal ini disebabkan motivasi itu adalah kondisi internal (dalam diri) seseorang yang tidak dapat dilihat begitu saja dari keadaan fisik, misalnya: ekspresi wajah, gerakan tubuh atau tutur kata.

1. Pendapatan Keluarga

Menurut Afrida, Pendapatan rumah tangga adalah penghasilan yang di mana dari seluruh anggota keluarga disambungkan untuk memenuhi kebutuhan bersama ataupun perorangan dalam rumah tangga. Sedangkan menurut Junandar, pendapatan rumah tangga adalah pendapatan/penghasilan yang diterima oleh rumah tangga bersangkutan, baik yang berasal dari pendapatan kepala rumah tangga maupun pendapatan anggota- anggota rumah tangga.

Pendapatan rumah tangga adalah pendapatan yang berasal dari seluruh anggota rumah tangga keluarga baik dari kepala keluarga atau seluruh anggota keluarga. Apabila pendapatan

2Malayu S.P Hasibuan, Organisasi dan Motivasi. Bumi Aksara: Jakarta, 2012, hlm. 56.

3Hasanatul Jannah, Pemberdayaan Perempuan Dalam Spritualitas Islam (Suatu Upaya Menjadikan Perempuan Produktif), Journal of Sosial and Islamic Culture, No. 32a/2017.

ahlimedia.com

(11)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

lebih ditekankan pengertiannya pada pendapatan rumah tangga, maka pendapatan adalah jumlah dari keseluruhan pendapatan formal, informal, dan pendapatan subsistem. Pendapatan formal adalah segala penghasilan baik berupa uang atau barang yang diterima biasanya sebagai balas jasa.4

Pendapatan informal berupa penghasilan yang berasal dari pekerjaan tambahan di luar pekerjaan pokoknya. Sedangkan pendapatan subsistem merupakan pendapatan yang berasal dari sektor produksi yang dinilai dengan uang dan terjadi bila produksi dengan konsumsi terletak di satu tangan atau masyarakat kecil (Nugraheni, 2007).

2. Hidroponik Sistem Budidaya Pertanian

Sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik dalam ruangan maupun di luar ruangan dengan media utama air dinamakan dengan Hidroponik (Mas’ud, 2009). Konsep Hidroponik merupakan salah satu sistem budidaya pertanian yang merupakan upaya penghijauan dan sangat cocok untuk daerah perkotaan maupun lahan terbatas (Tom, 2005). Murali et.al (2011) juga menyampaikan bahwa dilihat dari sisi ekonomi, menanam sayuran dengan konsep Hidroponik sangat menguntungkan. Tanpa membutuhkan biaya yang tinggi dan dengan perawatan yang relatif mudah (Tallei dkk, 2017) warga bisa memenuhi kebutuhan sayur mayur sehat tanpa harus membeli.5

Mekanisme hidroponik memengaruhi ibu-ibu rumah tangga untuk mengikuti pelatihan hidroponik di Rumah Tani Al- Qalam. Sosialisasi yang dilakukan oleh UMKM Rumah Tani Al- Qalam mampu meningkatkan pengetahuan akan mekanisme hidroponik ibu-ibu rumah tangga, bahwa sebagai perempuan kita

4Yatmo Hutomo Mardi, Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi:

Tinjauan Teoritik dan Implementasi Naskah No. 20 Juni-Juli 2000.

5Sardiman, AM. Integrasi dan Motivasi Belajar, Jakarta, PT.Raja Grafindo Persada, 2003.

ahlimedia.com

(12)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

harus mampu berinovasi dengan baik. Faktor motivasi itu mampu meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga akan hidroponik. Dan hasil dari motivasi yang ibu rumah tangga peroleh tentang hidroponik dapat diaplikasikan secara langsung di rumah.

Dan hasilnya penghasilan hidroponik rumahan para ibu rumah tangga dapat meningkat. Dan danya pelatihan hidroponik yang diselenggarakan oleh UMKM Rumah Tani Al-Qalam ini sangatlah memberikan dampak yang sangat baik untuk ibu-ibu rumah tangga. Dalam aspek ekonomi, kegiatan berhidroponik yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga ini memberikan banyak manfaat berupa tambahan penghasilan untuk keluarga, karena uang hasil dari penjualan hidroponik ini dapat ditabung dan digunakan untuk membeli keperluan lain.

Akan tetapi, ada juga dampak positif dengan danya pelatihan hidroponik yaitu sebagai berikut:

a. Memberikan rasa entrepreneur bagi ibu-ibu di pedesaan.

b. Memberikan motivasi diri dalam upaya meningkatkan peran ibu-ibu dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

c. Menambah keluarga baru dari kegiatan pelatihan hidroponik.

d. Menambah penghasilan keluarga.

C. KESIMPULAN

Mekanisme pelatihan hidroponik diawali dengan pembuatan alat tempat penyemaian dan lahan pembibitan, dilanjutkan dengan melakukan demo membuat larutan konsentrat dan larutan siap siram yang benar. Melakukan praktek langsung cara penyemaian sayuran hidroponik sebelum bibit siap tanam.

Melakukan perawatan yang tepat untuk bibit sayuran yang telah disemai. Melakukan pemindahan bibit yang telah disemai ke media tanam hidroponik yang lebih besar. Melakukan perawatan dengan mengatur air dan memberi pupuk yang tepat

ahlimedia.com

(13)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

pada masa perawatan. Setelah masa tumbuh telah mencapai batas optimal. Saatnya melakukan pemanenan, yaitu dengan memanen sayuran yang siap dipanen, dan membiarkan sayuran yang masih bisa berkembang. Melakukan penimbangan sayuran sebelum dikemas dan diberi label. Pengecekan kembali sebelum di pasarkan. Dan terakhir sayuran hidroponik siap di pasarkan ke pelanggang.

Dengan memberikan kegiatan itu, secara langsung dapat menstimulus motivasi usaha hidroponik di rumah. Mekanisme pelatihan hidroponik sebelum berhidroponik sangat dibutuhkan oleh ibu rumah tangga yang belum pernah berhidroponik sebelumnya.

Dalam meningkatkan motivasi ibu rumah tangga untuk berhidroponik melalui pelatihan yang diberikan oleh UMKM Rumah Tani Al-Qalam. Faktor motivasi sangat mendominasi untuk mengikuti kegiatan pelatihan hidroponik. Dengan danya mekanisme pelatihan hidroponik yang diberikan oleh UMKM rumah tani Al-Qalam secara langsung membuat ibu rumah tangga memiliki motivasi yang kuat untuk berhidroponik, sehingga dengan danya motivasi tersebut munculah minat ibu rumah tangga untuk mengikutui pelatihan hidroponik.

Selain hal tersebut untuk menumbuhkan motivasi di minat ibu rumah tangga pihak UMKM rumah tani Al-Qalam juga mengadakan sosialisasi langsung kepada ibu-ibu yaitu dengan memberikan materi, teori dan dilanjutkan dengan pratek selama kurang lebih 2 hari agar para ibu rumah tangga memiliki motivasi akan berhidroponik dan berminat untuk melakukannya di rumah. Untuk meningkatkan Motivasi tentang penambahan ekonomi keluarga dengan cara diajarkan membuat analisis peluang usaha serta memberikan informasi peluang pasar terhadap produksi yang dihasilkan. Jadi motivasi yang baik memengaruhi minat para ibu rumah tangga dalam mengikuti

ahlimedia.com

(14)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

pelatihan hidroponik di UMKM rumah tani Al-Qalam kecamatan Bangko Kabupaten Merangin.

Dampak ekonomi yang diperoleh ibu-ibu rumah tangga dengan mengikuti pelatihan program pendapatan ekonomi perempuan di pedesaan yaitu: Menambah jiwa entrepreneur bagi ibu-ibu di pedesaan, memberikan motivasi diri dalam upaya meningkatkan peran ibu-ibu dalam meningkatkan ekonomi keluarga, menambah teman-teman baru dari kegiatan pelatihan hidroponik, dan menambah penghasilan keluarga.

ahlimedia.com

(15)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman Fathoni. 2006. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ade Resalawati. 2011. Pengaruh perkembangan usaha kecil menengah terhadap pertumbuhan ekonomi pada sektor UKM Indonesia. Skripsi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Agus Wahyudin, dkk. 2018. Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Hidroponik. Semarang.

Aida Vitayala S. Hubeis. 2010. Pemberdayaan Perempuan Dari Masa ke Masa, Bogor: IPB Press.

Arini Mayanfa’uni. 2013. Skripsi. Pemberdayaan Perempuan Melalui KWT di Kelurahan Petukangan Selatan. Jakarta.

Data Penduduk Miskin di Provinsi Jambi. Diakses Pada Tanggal 15 Juni 2019 dari Https://Jambi.Tribunnews.com.

Danang Sunyoto. 2011. Metodeologi Penelitian Ekonomi.

Yogyakarta: CAPS.

Dedy Setiawan, Ferdy Kurniantono, dkk. 2014. Jurnal.Program Cocok Tanam Hidroponik Sebagai Usaha pemberdayaan Kaum Wanita Didesa Kalisari Dukuhan kecamatan Sayung kabupaten demak. Semarang.

Erni Febriana Harahap. 2012. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Ekonomi Untuk Mewujudkan Ekonomi Nasional Yang Tangguh Dan Mandiri, Pdang: Fakultas Ekonomi.

Fo’arota Telaumbanua. 2005. Motivasi Kerja, Iklim Organisasi, Kinerja Pegawai. Jakarta: FKIP Universitas Kristen Indonesia.

Hamidi. 2010. Penelitian Kualittif Pendekatan Praktis Penulisan Proposal dan Penelitian. Malang: Universitas Muhamadiyah Malang Press.

ahlimedia.com

(16)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Hamid Darmadi. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:

Alfabeta.

Hasanatul Jannah. 2017. Pemberdayaan Perempuan Dalam Spritualitas Islam (Suatu Upaya Menjadikan Perempuan Produktif), Journal of Sosial and Islamic Culture, No. 32a.

Iskandarwasid & Ddang Sunendar. 2011. Strategi Pembelajaran Bahasa, Bandung: Rosda, Cet. Ke-3.

Mardi Yatmo Hutomo. 2000. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bidang Ekonomi:Tinjauan Teoritik Dan Implementasi.

Bappenas, Jakarta.

Malayu S.P Hasibuan. 2012. Organisasi dan Motivasi. Bumi Aksara: Jakarta.

Muhammad Ali dan Muhammad Asrori. 2014. Metodologi dan Aplikasi Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Akasara.

Muh Abdul Halim. 2018. Teori Ekonomi Makro. Jakarta: Mitra Wacana Media.

M, B Miles & Huberman. 1992. Analisis Data Kuantitatif, Penerjemah: Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UII-Press, . N. Gregory Mankiw. 2018. Makroekonomi. Jakarta: Yayasan

Mpu Ajar Artha.

Oemar Hamalik. 2013. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pandji Anoraga. 2010. Ekonomi Islam Kajian Makro dan Mikro, Yogyakarta: PT. Dwi Chandra Wacana.

Rudiger Dornbusch dkk. 2008. Makroekonomi, Americas, New York NY 10020. Copyright diterjemahkan oleh PT Media Global Edukasi.

Sardiman, AM. 2003. Integrasi dan Motivasi Belajar, Jakarta, PT.Raja Grafindo Persada.

Sadono Sukiro. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sondang p siagian. 2018. Teori Motivasi Dan Aplikasinya.

Rineka Cipta: Jakarta.

ahlimedia.com

(17)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Sugema, Bambang dan Sutrisno. 2000. Motivasi Dalam Organisasi, Lembaga Administrasi Negara.

Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiono. 2018. Metodeologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

Alfabeta.

Tulus T.H. Tambunan. 2009. UMKM di Indonesia, Bogor:

Ghalia Indonesia.

Zubaedi. 2013. Pengembangan Masyarakat: Wacana dan Praktik, Jakarta: Kencana Prenada media Group.

Munawar Noor. No 2 Juli 2011. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Ilmiah.

Ully Hikmah Andini, Ainul Hayat dan MochamadSaleh Soeaidy.

2017. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dari Desa Tertinggal Menuju Desa Tidak Tertinggal (Studi Di Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati).

Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang.

Trisni Suryarini, Badingatus Solikhah, Agus Wahyudin. 2018.

Jurnal Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Hidroponik. Semarang.

Yatmo Hutomo Mardi. No. 20 Juni-Juli 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi: Tinjauan Teoritik dan Implementasi Naskah.

Undang-Undang Sisdikna Nomor 20 Tahun 2003.

ahlimedia.com

(18)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

PEMASARAN SAYURAN HIDROPONIK

TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA HIDROPONIK

Disusun Oleh: Dr. A. A. Miftah, M.Ag dan Aslahul Umam, S.E A. PENDAHULUAN

Bidang usaha yang tidak dipengaruhi oleh komponen impor membuat para investor ingin menanamkan modal dengan perubahan ekonomi makro di Indonesia. Jika mengacu pada aspek komersial secara keseluruhan maka akan menjadi suatu peluang yang akan menguntungkan pada sektor agribisnis. Jika Usaha bisnis berfokus pada dua sisi seperti pemasaran dan produksi maka usaha agribisnis tersebut akan tercapai.1

Pemasaran tradisional disempurnakan menjadi Bauran pemasaran (7P). Product, price, promotion, dan place merupakan bagian konsep bauran pemasaran tradisional.

Physical, process, people merupakan tambahan dari 7P.

Pebisnis diharapkan bisa membangun ide dan mampu menang dalam bersaing dengan disempurnakannya 7P ini.

Berikut adalah 7 bagian dari bauran pemasaran (7P), yaitu:

product, price, promotion, place, people, physical, evidence serta process.2

Langkah efektif dalam meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dalam suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara mengenali strenght dan weakness di dalam persaingan perusahaan. Dalam perusaahan manajer harus paham mengenai analisis SWOT yang perusahaan miliki agar perusahaan bisa

1Nomi Noviani, Analisis Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik Merek Papamam Farm, Jurnal Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, 2016, hlm. 30.

2Ryan Nugroho dan Edwin Japarianto, Pengaruh People, Physical Evidence, Product, Promotion, Price dan Place Terhadap Tingkat Kunjungan Di KafeCoffee Cozies Surabaya, Universitas Kristen Petra 2013, hlm. 1.

ahlimedia.com

(19)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

menentukan suatu strategi dan meminimalisir ancaman yang akan terjadi.

Dengan menyesusaikan kekuatan internal dan eksternal maka perusahaan akan bisa melakukan pengembangan strategi.

Mengembangkan strategi ini agar perusahaan mengetahui kondisi eksternal dan internal.

Tanaman sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung air lebih berkualitas dibandingkan sayuran yang menggunakan tanah sebagai media tanam. Hal tersebut disebabkan karena tanaman hidroponik tumbuh dengan perawatan yang sangat diperhatikan sehingga sehat untuk dikonsumsi. Kelompok peneliti dari laboratorium California Universitas San Jose California, dengan tujuan mencari tahu kandungan antar sayuran konvensional dan hidroponik.

Tanaman sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung air (hidroponik) ternyata sangat bermanfaat karena memiliki mineral dan vitamin yang banyak.3 Hal inilah yang memengaruhi minat masyarakat untuk berbudidaya hidronik.

1. Pemasaran

Pihak lain yang dijalankan oleh perorangan atau umum untuk hal membuat, membarter produk yang mempunyai nilai bersama yang dibutuhkan merupakan suatu bentuk pemasaran.4

Dalam arti kemasyarakatan ialah setiap kegiatan tukar menukar yang bertujuan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat barang dan jasa-jasa5

3Dwi Utari Sianturi, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan Petani Dalam Melakukan Usaha Tani Sayuran Hidroponik Di Kota Medan, Skripsi, Universitas Sumatra Utara Medan, 2017, hlm. 2.

4Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, ( PT. Ikrar Mandiri Abadi, 2000), hlm. 9.

5Ismail, Pengaruh Strategi Pemasaran Islam Dalam Konsep Islam Terhadap Peningkatan Penjualan Tiket PeSAWat, Skripsi, Makassar, 2016, hlm. 12.

ahlimedia.com

(20)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Di sisi lain, beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang pemasaran, sebagai berikut:

a) Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong

Pemasaran menjadi tempat pertemuan antara individu maupun kelompok yang bersama-sama ingin memenuhi kebutuhannya dengan tukar-menukar atau jual-beli baik secara offline atau online.

b) Basu Swasta dan

Pemasaran memiliki beberapa tahapan hingga suatu barang itu bisa sampai kepada konsumen. Tahapan-tahapan inilah yang disebut dengan sistem dalam pemasaran.

2. Strategi Pemasaran

Istilah strategi awalnya bersumber dari kalangan militer dan dipopulerkan sebagai kiat yang digunakan oleh para jenderal untuk memenangkan suatu peperangan.6

Setelah mengetahui awal-mula. Strategi pemasaran menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan maupun perorangan agar mampu bertahan di antara banyaknya pesaing dan menciptakan persaingan yang sehat.

3. Strategi Pemasaran Dalam Islam

Dalam hidup ini kita harus melakukan perencanaan yang baik. Perencanaan merupakan sesuatu yang penting dalam agama Islam. Melalui bimbingan dan rangsangan kita dapat menerapkan rencana sesuai agama Islam. Kebutuhan manusia yang tidak menentu membuat kita harus membuat suatu perencanaan yang bagus maka dari itu kita harus memanfaat pertolongan Tuhan secara beraturan.

Kegiatan perdagangan dalam Islam sangat dianjurkan dan dihalalkan. Salah satu pedagang yang terpandang dulu adalah baginda Rasulullah SAW dengan kejujuran beliau. Bahkan sebenarnya ada banyak pelajaran yang dapat diteldani dari cara

6Suindrawati, Strategi Pemasaran Islam Dalam Meningkatkan Penjualan, Skripsi Universitas Islam Negeri Walisongo, (2015), hlm. 19.

ahlimedia.com

(21)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

atau strategi Rasulullah SAW. dalam berdagang. Beliau sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kedermawanan, ketelitian dan semua sifat-sifat terpuji seperti sidiq, amanah, fathanah dan tabligh ada pada dirinya.

B. PENGELOLAAN STRATEGI HIDROPONIK 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik

Marketing mix merupakan salah satu strategi dalam kegiatan pemasaran. Hal ini didefinisikan oleh Kotlers dan Kelle, sebagai berikut: “ marketing mix as the set of controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it wants in the target market “ .7 Marketing mix 7p merupakan suatu usaha jasa proses, place, promotion, physical evidence, price, produk, partisipant.

2. Kendala yang dihadapi dalam Menjalankan Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik

Kendala menjadi hal yang lazim di setiap aktivitas bisnis yang dilakukan yaitu masalah promosi, People (partisipan) dan tantangan teknologi. Hambatan yang hadir akan memengaruhi suatu produk atau jasa itu akan berjalan.

3. Upaya yang dilakukan Puri Hidroponik untuk Melakukan Pemasaran Sesuai dengan yang diharapkan

Memulai suatu bisnis memang tidak mudah sebab akan menemui banyak rintangan dan hambatan. Ada berbagai langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk mencapai titik di manausaha bisa didirikan. Setelah berdiri, masih banyak pula hal yang harus dikerjakan agar usaha bisa terus berkembang.

Dalam upaya ini, tentunya ada solusi dan cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan usaha serta mencapai target.

Pada tahap awal diharapkan mampu menentukan strategi pemasaran bisnis dengan tepat. Strategi matang yang telah

7 Philip Kotler, Manajmen Pemasaran, PT. Ikrar mandiri Abadi, 2009, hlm.

97.

ahlimedia.com

(22)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

dibentuk akan memudahkan anda untuk menentukan arah bisnis dan menjalankan usaha yang diimpikan.

a) Faktor Interternal yang memengaruhi Puri Hidroponik Sayuran dengan tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanam menurut puri hidroponik, penerapan standar operasional kerja, dukungan pemerintah, pameran, dan media online. Kekuatan dan kelemahan memiliki tempat analisis sendiri seperti, kekuatan dari Puri Hidroponik pesaing berbeda dengan keunggulan. Harga yang harus dibayar untuk masuk dalam dunia industri tidak termasuk dalam kemampuan dasar.

Untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan perusahaan maka perlu dilakukan dengan cara menganalisa internal variable. SDM, operasi, bauran pemasaran, dan produksi merupakan variabel internal.

b) Faktor Eksternal yang memengaruhi Puri Hidroponik Selain faktor internal ada juga eksternal faktornya yang bisa menjadi ancaman dan peluang bagi sayuran hidroponik diterapkan puri hidroponik yaitu kepiawaian pegawai, petani yang menerima harga dan tempat transaksi dan lain-lain.

4. Penentuan Alternatif Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik terhadap Perkembangan Usaha Puri Hidroponik

Penentuan alternatif strategi pemasaran sayuran hidroponik pada puri Hidroponik merupakan tahapan terakhir. Martiks swot dibuat untuk suatu starategi meningkatkan pemasaran sayuran yang memakai air sebagai media tanam. Di dalam SWOT terdapat 4 komponen yaitu, strength, weakness, opportunities, dan threats.

C. KESIMPULAN

Kurang efektifitasnya strategi pemasaran 7p yang diterapkan sehingga proses pemasaran tidak berjalan dengan

ahlimedia.com

(23)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

baik, kurang luasnya jaringan pemasaran sehingga mengganggu sirkulasi panen selanjutnya.

Salah satu aktivitas yang pemasaran produk/jasa pasti akan mengalami suatu permasalahan. Permasalahan yang serng terjadi seperti dari segi promosi, People (Partisipan) dan tantangan teknologi. Setiap bidang pasti akan merasakan kesulitan dan kemudahannya masing-masing.

Memulai suatu bisnis memang tidak mudah. Ada berbagai langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk mencapai titik di mana usaha bisa didirikan. Setelah berdiri, masih banyak pula hal yang harus dikerjakan agar usaha bisa terus berkembang. Dalam upaya ini, tentunya ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan usaha serta mencapai target.

Upaya dalam mengembangkan usaha di bidang pemasaran selain itu juga di bidang produksi sayuran yang beraneka macam.

Faktor eksternal dan internal yang menjadi pengaruh sayuran dengan tanaman dengan menggunakan air sebagai media tanam menurut puri hidroponik, penerapan standar operasional kerja, dukungan pemerintah, pameran, dan media online. Kekuatan dan kelemahan memiliki tempat analisis sendiri seperti, kekuatan dari Puri Hidroponik pesaing berbeda dengan keunggulan. Harga yang harus dibayar untuk masuk dalam dunia industri tidak termasuk dalam kemampuan dasar.

Selain faktor internal ada juga eksternal faktornya yang bisa menjadi ancaman dan peluang bagi sayuran hidroponik diterapkan Puri hidroponik yaitu kepiawaian pegawai, petani yang menerima harga dan tempat transaksi dan lain-lain.

ahlimedia.com

(24)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

DAFTAR PUSTAKA

Abu Lubaba. 2015. Studi Etika Pemasaran Pedagang Pasar Sore Kaliwungu Kendal Dalam Perspektif Ekonomi Islam, Skripsi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Amrin Tawil. 2017. Strategi Pemasaran Pembiayaan Murabahah Produk Tabungan Cicil Emas Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi, Jurnal Perbankan.

Al-Qur’an dan Terjemahanya, pustaka assalam, Departemen Agama Republik Indonesia, 2010.

Alviani Puput. 2015. Bertanam Hidroponik, Jakarta, Bibit publisher.

Buchari Alma. 2017. Kewirausahaan, Alfabeta, Bandung.

Dimas Hendika Wibowo. 2017. Zainal Arifin dan Sunarti, Analisis Strategi pemasara Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM.

Eriza Yolanda Maldina. 2017. Strategi Pemasaran Islami Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Butik Calista.

Fanema Gabrieli M. 2017. Analisis Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik Di Kota Medan, Skripsi Universitas Sumatera Utara.

Galih Kusnawan. 2008. Pengaruh Srategi Bauran Pemasaran (Markting Mix) Terhadap Efektifitas Volume Penjualan Sayuran Hidroponik.

Ibrahim. 2012. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.

Irpah Rambe. 2018. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Pembuatan Tahu Pada Pengrajin Tahu Bandung Kecamatan Pdang Hulu Tebing Tinggi, Skripsi, Medan.

Ismail. 2016. Pengaruh Strategi Pemasaran Islam Dalam Konsep Islam Terhadap Peningkatan Penjualan Tiket PeSAWat, Skripsi, Makassar.

Istiqomah Siti. 2015. Menanam Hidroponik, PT. AZKAPRESS.

Lia Musdalipah. 2018. Islamic Enterpreneurship Kaum Mahasantri (Studi Kewirausahaan Mahasantri Ma’had Al Jami’ah UIN STS Jambi), jurnal ekonomi.

ahlimedia.com

(25)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

M. Taufiq Amir. 2011. Manajemen Strategik Konsep Dan Aplikasi, PT Raja Grafido Persada Jakarta.

Muhammad Arifin Badri, Kholid Syamhudi, Muhamad Abduh Tuasikal Dan Abu Ahmad Zainal Abidin. 2012. Pengusaha Muslim, Yayasan Bina Pengusaha Muslim.

Nomi Noviani. 2016. Analisis Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik Merek Papamam Farm, jurnal Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.

Nurul Mubarok. 2017. Strategi Pemasaran Islami Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Buti Calista.

Philip Kotler. 2000. Manajmen Pemasaran, PT. Ikrar Mandiri Abadi.

Pinus Lingga. 1992. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Jakarta: Penebar Swadaya.

Ryan Syaputra. 2018. Jambi Independent.

Shanty Rosdiana Batubara, Analisis Pemasaran Sayuran Organik Di Pt Agro Lestari Ciawi Bogor Jawa Barat, Skripsi Institut Pertanian Bogor.

Sugiyono. 2015. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung:

Alfabeta.

Suindrawati. 2015. Strategi Pemasaran Islam Dalam Meningkatkan Penjualan, Skripsi universitas Islam negri walisongo.

Veithzal Rivai Zaenal, Firdaus Djaelani, Salim Basalamah, Huna Leila Yursan dan Andria Permata Veithzal. 2017. Islamic Marketing Manajement.

ahlimedia.com

(26)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMBERIAN KAPAL BESERTA ALAT TANGKAP

Disusun Oleh: Dr. Habriyanto, S.Pd.I., M.EI dan Samsuddin, S.E

A. PENDAHULUAN

Indonesia adalah negara maritim yang mempunyai sumber daya alam maupun hasil lautan yang sangat melimpah, Indonesia mempunyai luas lautan 70% dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Melimpahnya sumber daya alam yang berpotensi semakin memperkuat kita karena negara Indonesia adalah negara yang maritim, di balik nama itu semua masih banyak penduduk yang tidak tahu bahkan belum merasakan berada di negara yang sangat melimpah. Dengan sumber daya lautan yang melimpah ini masih banyak penduduk yang tidak tahu, bahkan yang lebih ironisnya ada juga penduduk yang belum merasakan pembangunan yang sudah lama digalakkan di negeri ini, khususnya di daerah pelosok-pelosok.8

Masyarakat pesisir adalah sekumpulan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang hidup secara bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya melalui sumber daya yang ada di daerah pesisir. Demikian pula dengan mata pencarian yang memanfaatkann sumber daya, alam yang ada di daerah pesisir seperti nelayan, peternak budidaya ikan, dan pekerja industri maritim. Masyarakaat pesisir yang banyak memilih usaha perikanan pada umumnya masih berada pada garis kemiskinan, karena mereka tidak mempunyai pilihan lain dari sektor dari mata pencarian tersebut, di lain sisi mayoritas masyarakatnya

8Dahuri, Pendayagunaan Sumber Daya Kelautan Untuk Kesejahteraan Rakyat, Jakarta: LISPI. 2009, hlm. 23.

ahlimedia.com

(27)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

memiliki pendidikan yang rendah, tidak mengetahui dan menyadari akan kelestarian sumber daya alam.9

Wilayah pesisir merupakan wilayah daratan yang berbatasan dengan laut, batas wilayah yang meliputi daerah- daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air namun, masih dipengaruhi oleh proses-proses laut seperti air pasang surut, air laut, dan instrumen garam. Sedangkan batas di laut merupakan daerah-daerah yang dipengaruhi oleh proses- proses alami di daratan seperti sedementasi dan mengalirnya air tawar ke laut, serta dipengaruhi kegiatan-kegiatan manusia di daratan.

Masyarakat yang ada di Desa Lambur Luar tepatnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur memang berprofesi sebagai nelayan, mata pencarian sebagai nelayan memang sudah turun- temurun. Oleh karena itu, peningkatan ekonomi masyarakat semakin terlambat laju pertumbuhannya, sehingga masih banyak masyarakat yang keadaan ekonominya yang berada pada tahap belum sejahtera. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki kebijakan untuk memberikan bantuan berupa kapal dan alat tanggkap ikan yang secara khusus diberikan kepada nelayan dengan kategori miskin dan tidak mampu.

Fakta menunjukan bahwa yang menjadi problem dari nelayan dalam menangkap ikan adalah sebagian besar nelayan merupakan nelayan pesisir yang melaut harian dan masih menggunakan kapal kecil milik pribadi. Dan pekerja di kapal besar sebagai juragan ikan dalam kerja sama usaha bagi hasil dengan dengan pemilik kapal. Jadi, bantuan kapal tersebut biasanya akan berpindah kepemilikan kepada investor.

Selain itu, biaya yang besar dalam BBM selama ini sudah mendapatkan harga subsidi pemerintah. Namun, biaya operasional makin meningkat, sementara hasil tangkapan terus

9Danuri Ginting, Evaluasi Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu, Jakarta: LIPI Press, 2002, hlm. 54.

ahlimedia.com

(28)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

menurun. Kesulitan utama adalah modal kerja untuk melaut, karena rata-rata nelayan tidak memiliki uang cash dan berharap penghasilannya setelah menangkap di laut, sehingga sebagian besar dibayari juragan dulu atau pinjam ke tengkulap dengan bunga tinggi.10

B. EVALUASI DAN KENDALA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR PADA PROGRAM

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT

PESISIR MELALUI PEMBERIAN KAPAL BESERTA ALAT TANGKAP

Pemberdayaan merupakan perolehan kekuatan dan jangkauan terhadap sumber daya untuk mencitra nafkah, sehingga dapat meningkatkan kualitas ekonomi. Istilah pemberdayaan sering digunakan dalam menggambarkan situasi seperti yang diinginkan oleh individu, dalam situasi tersebut masing-masing individu mempunyai pilihan dan kontrol pada semua aspek kehidupannya. Pemberdayaan masyarakat pada awalnya merupakan upaya pemerintah dalam melakukan peningkatkan atau memperbaiki kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam menjalankan roda kehidupanya untuk menjadi lebih baik.

Pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir evaluasi pemberian kapal beserta alat tangkap dilakukan beberapa langkah, di antaranya pemberian bantuan kapal berdasarkan jumlah nelayan.

1. Kendala Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pemberian Kapal Beserta Alat Tangkap

Pelaksanaan program bantuan kapal dan alat tangkap ikan merupakan salah satu bentuk dari penambahan modal dan usaha kelompok masyarakat, seperti kelompok masyarakat nelayan dan

10Isbandi Rukuminto, Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta: Rajawali Press, 2010, hlm 8.

ahlimedia.com

(29)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

kelompok masyarakat lainnya, ini sangat diperlukan anggaran yang lumayan banyak, agar semua masyarakat berhak mendapatkan itu semua.

Danya bantuan kapal dan alat tangkap ikan sebagai salah satu modal para nelayan tentu dapat menimbulkan kepuasan masyarakat nelayan terhadap program yang dijalankan. Program ini sudah berproses dalam waktu yang tidak sebentar. Tentu hal ini diharapkan membawa dampak banyak perubahan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat nelayan yang tidak mampu, meskipun anggaran yang disediakan memang tidak banyak dan terbatas.

Kendala program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir adalah keterbatasan anggara (modal) di mana anggaran dari pemerintah terbatas, sehingga tidak semua masyarakat dapat mencukupi kapal yang diberikan dan kualitas SDM yang masih rendah, hal ini ditunjukkan masih banyak masyarakat pesisir yang jarang lulus SMP.

2. Upaya yang dilakukan Saat Mengatasi Kendala dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pemberian Kapal Beserta Alat Tangkap

Solusi mengatasi kendala dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan penambahan modal, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan akses sarana dan prasarana.11

C. KESIMPULAN

Pemberdayaan masyarakat pada awalnya merupakan upaya pemerintah dalam melakukan peningkatkan atau memperbaiki kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam menjalankan roda kehidupanya untuk menjadi lebih baik.

11Heri Purwanto, Strategi Hidup Masyarakat Nelayan, Yogyakarta: LKIS, 2007 hlm. 46.

ahlimedia.com

(30)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan penambahan modal, peningkatan kualitas SDM, dan peningkatan akses sarana dan prasarana.

ahlimedia.com

(31)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

DAFTAR PUSTAKA

Abdulkahar dan Teguh Yuwono. 2011. Kebijakan publik Konsep dan Strategi, UNDIP Press, Semarang.

Amirul Hadi dan Haryono. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung; Pustaka Setia.

Baskoro Ajie. 2010. Pemanfaatan Sumber daya Perikanan, Bandung: Fakultas MardiPerikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Beni Ahmad Saebeni. 2008. Metode Penelitian. Bandung:

Pustaka Setia.

Dahuri. 2009. Pendayagunaan Sumber daya Kelautan Untuk Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: LISPI.

Danuri Ginting. 2002. Evaluasi Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: LIPI Press.

Dias Nilasari. 2017. Analisis Peran Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Desa Wewangriu Kecamatan Malilin Kabupaten Luwu Timur. Mahasiswa Jurusan Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.

Heri Purwanto. 2007. Strategi Hidup Masyarakat Nelayan.

Yogyakarta: LKIS.

Irawan Soehartono. 2011. Metode Penelitian Sosial. Bandung;

Remaja Rosda Karya.

Isbandi Rukuminto. 2010. Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat.

Jakarta: Rajawali Press.

Jhon Raimand Pattiasinal, Muyono Baskoro dan Budhi. Agustus 2017. Strategi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Desa Kusu Iskandar.

Lexiy J Moleong. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rosda Karya.

ahlimedia.com

(32)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Matheus Nugroho. 2015. Evaluasi Kebijakan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Jurnal Tekhnologi Pangan.

Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deksprektif Kualitatif. Jakarta: GP Press Group.

Said Zainal. 2009. Kebijakan Publik Edisi Revisi. Jakarta:

Yayasan, Pancur, Siswah.

Sastrawidjaya. 2010. Nelayan Nusantara. Jakarta; Pusat Riset Pengolahan Produk Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.

Somodiningrat G. 2008. Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Aspek: Sosial, Budaya dan Ekonomi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subana. 2011. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung:

Pustaka Setia.

ahlimedia.com

(33)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

KESADARAN MAHASISWI DALAM KONSUMSI MODE JILBAB

Disusun Oleh: Dr. Novi Mubyarto, M.E. dan Widia Aviva, S.E A. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara yang mayoritas/kebanyakan penduduknya adalah muslim. Walaupun demikian, Indonesia bukan Negara yang berasaskan Islam. Sebagai wanita muslimah tentu harus memperhatikan cara berpakaian yang berkaitan dengan nilai agama. Salah satu pusat yang sering menjadi hal perhatian adalah cara mengenakan jilbab. Hal ini sangat berpengaruh dengan semakin banyak wanita muslim yang menggunakan jilbab, pemakaian jilbab yang dulunya hanya untuk menutupi aurat, sekarang beralih menjadi trend fashion untuk tampil modis dan trendy namun tetap dalam syariat Islam.

Berkembangnya mode berbusana wanita berjilbab membuktikan bahwasanya semakin banyak variasi dan model berjilbabnya pun beragam.1 Fenomena ini sangat memberikan peluang bisnis baru di Indonesia, di antaranya yaitu bisnis busana muslim dan jilbab yang saat ini semakin berkembang pesat sehingga muncul merek-merek baru. Jilbab di Indonesia menurut Suzanne April Brenner, merupakan suatu peristiwa “ 100% modern bahkan terlampau modern “ di mana perempuan berjilbab adalah sebagai suatu tanda globalisasi, suatu lambang identifikasi orang Islam di Indonesia dengan umat Islam di negara-negara lain di dunia modern ini, menolak tradisi lokal, dalam hal berpakaian dan sekaligus juga menolak hegemoni Barat.

1Dull Hariz, Fenomena Pakaian Remaja Modern, Edisi 3 Diakses pada tanggal 1 Oktober 2016, hlm 3.

ahlimedia.com

(34)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Oleh karena itu, jilbab saat ini sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat. Berkembangnya cara pemakaian jilbab dan pakaian muslimah saat ini mulai mengikuti mode fashion yang berlaku di masyarakat. Jadi Jilbab dan pakaian muslimah itu sendiri tidak lagi dikatakan sebagai pakaian yang ketinggalan zamann, malah saat ini mengikuti trend fashion sehingga sudah layak untuk disebut sebagai pakaian yang modern.2

Jilbab adalah kewajiban bagi seorang muslim perempuan untuk menutup aurat. Jilbab juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur tingkat religius kaum hawa. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan jilbab dan beranggapan lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang. Parahnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku, dan tidak sesuai dengan tuntutan jaman.

Jadi, pada perkembangannya dalam penggunaan jilbab di dalam masyarakat muslimah di Indonesia saat ini, jilbab bukan hanya menjadi penutup kepala atau penutup aurat saja, namun pada zamann sekarang ini jilbab menjadi sebuah trend fashion.

Perubahan makna terhadap pemakaian jilbab memang telah menjadi trend di kalangan masyarakat muslim, dan parahnya lagi mahasiswi yang yang memakai jilbab tapi cara berpakaiannya memakai baju yang ketat serta transparan dan memakai rok yang sempit, sehingga memperlihatkan lekukan tubuhnya dan cara berjilbabnya ditarik ke belakang sehingga makna jilbab yang harusnya menutup aurat tapi tidak dipahami oleh sebagian besar mahasiswi yang menggunakan jilbab hanya sekedar memakai jilbab, tapi tidak memperhatikan kesyariahannya dalam berjilbab yang menutupi semua bagian tubuh kecuali wajah dan tangan.3

2Ibid, , hlm 5.

3Fauzia Noor, Fenomena Berjilbab di kalangan Mahasiswi. Diakses pada tanggal 29 November 2016, hlm .12.

ahlimedia.com

(35)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Menurut Arfa, “ jilbab adalah simbol dari pakaian wanita Islam yang dianggap memenuhi kriteria menutup aurat “ .4 Fashion atau mode jilbab tidaklah diatur oleh Al-Qu’an secara terperinci, yang utama adalah memenuhi syarat: menutup seluruh tubuh selain bagian yang dikecualikan, bukan bermaksud untuk tabarruj, 5 bukan untuk berhias, terbuat dari bahan yang tebal atau tidak tipis, harus longgar atau tidak ketat, sebaiknya modelnya tidak terlalu mewah dan berlebihan atau mencolok mata, dengan warna-warna yang aneh.6 Perintah untuk memakai jilbab sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 59:

َنيِن ْدُي َنيِن ِم ْؤُمْلا ِءا َسِن َو َكِتاَنَب َو َك ِجا َو ْزَ ِلِ ْلُق ُّيِبَّنلا اَهُّيَأ اَي َناَك َو ۗ َنْيَذ ْؤُي َلََف َنْف َر ْعُي ْنَأ َٰىَن ْدَأ َكِل ََٰذ ۚ َّنِهِبيِب َلَ َج ْن ِم َّنِهْيَل َع

ا ًمي ِح َر ا ًروُف َغ ُ َّاللَّ

Artinya:

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak- anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka “ . yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.

dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.7

4Arfa Faisar Ananda, Wanita Dalam Konsep Islam Modernis, Jakarta:

Pustaka Firdaus, 2004, hlm 129.

5Tabarruj dalam jilbab artinya jilbab yang digunakan bukan untuk mengundang rangsangan atau mengakibatkan gangguan dan berdampak buruk bagi orang lain

6Idatul Fitri dan Nurul Khasanah, 60 Kesalahan Dalam Berjilbab, Cet-1, (Jakarta: Basmalah, 2011), hlm. 18.

7QS Surah Al- Azhab ayat 59

ahlimedia.com

(36)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

Jelas sekali bahwa perintah memakai jilbab itu diwajibkan setiap waktu akan tetapi banyak juga orang-orang yang menggunakan jilbab hanya dalam waktu-waktu tertentu saja seperti saat bekerja, namun di luar waktu tersebut mereka tidak mengenakan jilbab lagi. Sebenarnya jilbab bagus untuk fashion tetapi alangkah baiknya bila jilbab digunakan sesuai dengan ketentuan dasarnya yaitu untuk menutupi aurat.

Pada saat tahun ini penggunaan jilbab di kalangan remaja telah mengalami perkembangan yang baik. Tidak hanya di kalangan remaja, namun ibu-ibu juga menggunakannya dalam beraktivitas apalagi mahasiswi atau pelajar. Penggunaan jilbab sekarang ini bukanlah hal yang baru, hal ini dikarenakan sudah meningkatnya gaya hidup konsumen dalam style fashion sehari- hari, baik untuk bekerja, hang out, dan bisnis. Pada kenyataan, orang kebanyakan yang mereka perhatikan adalah pada penampilan, yaitu pada fashion yang digunakan.8

Melihat fenomena pada saat tahun sekarang ini seperti pakaian, trend jilbab juga terus berkembang menjadi bagian dari fashion, hal ini terlihat dari banyaknya toko yang khusus menjual jilbab dan sangat gampang ditemui. Hal ini menandakan permintaan terhadap jilbab meningkat. Kenyataannya semakin banyaknya wanita yang mengenakan jilbab pada dekade terakhir ini merupakan pemandangan umum yang menarik perhatian, fenomena ini muncul dengan seiring berkembangnya beragam jenis mode, bentuk dan jenis jilbab yang unik dan menarik.

Produksi jilbab secara besar-besaran melahirkan banyak mode jilbab sehingga muncullah nama dan istilah jilbab berdasarkan modelnya tersebut.

Tidak hanya satu jenis saja penggunaan jilbab, melainkan sudah beraneka ragam variasi model dalam berjilbab (berkerudung). Model jilbab seperti model jilbab rawis, jilbab

8Nur Khaerat, Fenomena Trend Fashion Jilbab dalam Keputusan Pembelian Jilbab, Skripsi Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar, 2016, hlm.3

ahlimedia.com

(37)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

monocrome, jilbab pasmina, jilbab bergo maupun jilbab paris serta jilbab syar‟i yang sedang terkenal di masyarakat merupakan keragaman model-model jilbab yang kini sedang digemari masyarakat. Jika kita cermati terdapat semacam peniruan pada beberapa model jilbab. Bahkan sebutan model jilbab menggunakan nama artis yang sedang naik daun seperti Saskia Sungkar, Laudia Cintia Bella, Zaskia Adiya Mecca dan lain-lain. Hal ini, para pelaku bisnis di bidang ini dengan jeli menangkap peluang pasar dengan memanfaatkann model artis untuk inovasi dalam bisnis mereka.

B. MODE JILBAB DALAM PANDANGAN MAHASISWI Mahasiswi yang mengikuti trend fashion dalam berjilbab dan melakukan pembelian jilbab dipengaruhi oleh:

1. Harga

Harga yang cukup murah sesuai dengan kantong mahasiswi yang mengikuti trend dalam berjilbab, yaitu jilbab sekarang yang lagi trend nya dipakai ke kampus harganya cukup murah berkisar antara 15 ribu sampai 35 ribu untuk jilbab rawis.

Harga adalah artibut produk atau jasa yang paling sering digunakan dalam sebagian besar konsumen untuk mengevaluasi suatu produk.9 Bagi Ibnu Khaldun harga adalah hasil dari hukum permintaan dan penawaran. Bila suatu barang langka dan banyak diminta maka harganya tinggi, jika suatu barang berlimpah maka harganya rendah.10

2. Perkembangan mode dan fashionable

Perkembangan mode saat ini sudah menjadi modern agar tetap kelihatan fashionable walaupun tetap berjilbab.

9Etta Mamang Sangadji dan Sopiah, Perilaku Konsumen – Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal Penelitian, Yogyakarta: Andi Offset, 2013, hlm. 132.

10Adiwarman Azwar Karim, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Cet. 5 Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, hlm. 402

ahlimedia.com

(38)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

3. Kualitas yang bagus

Beragamnya model trend jilbab dan kualitasnya yang bagus serta variasi warnanya juga cantik-cantik dan membuat hari-hari kita ke kampus semakin berwarna seperti jilbab rawis square, pashmina katun, monochrome, dan lain-lain.

4. Variatif

Berkembangnya model jilbab saat ini di kalangan mahasiswi di antaranya jilbab rawis, jilbab pashmina rawis, jilbab ima scraf, jilbab monochrome dan lain-lain.

5. Praktis

Dalam pemakaian jilbab saat ini tidak susah lagi karena semakin berkembangnya jilbab maka semakin memudahkan kita dalam menggunakannya.

6. Merek

Merek juga sangat berpengaruh terhadap mahasiswi membeli jilbab dan semakin banyaknya gerai atau toko jilbab yang menjual jilbab dan gampang ditemukan dan membelinya juga bisa secara online. Merek merupakan suatu nama atau simbol yang mengidentifikasi suatu produk dan membedakannya dengan produk-produk lain, sehingga mudah dikenali oleh konsumen ketika hendak membeli suatu produk.11

Dampak dari Fenomena Trend fashion Jilbab dalam Keputusan Mahasiswi Membeli Jilbab

Dampak positif dari fenomena trend fashion jilbab dalam pembelian jilbab di antaranya sebagai berikut:

1) Meningkatnya pemakai jilbab dan memengaruhi tingkat konsumsi/minat memakai jilbab.

Semakin meningkatnya perempuan memakai jilbab yang awalnya tidak memakai jilbab, tapi melihat jilbab sekarang

11Etta Mamang Sangadji dan Sopiah, Perilaku Konsumen – Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal Penelitian, Yogyakarta: ANDI OFFSET, 2013, hlm. 323

ahlimedia.com

(39)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

sudah berkembang maka memengaruhi tingkat konsumsi/minat memakai jilbab.

2) Meningkatnya smemangat memakai jilbab.

Meningkatkan smemangat dalam berjilbab dikarenakan jilbab sekarang sudah lebih modern dan tidak zamann serta manjadikan penggunanya kelihatan modis/fashionable dan terlihat tetap syar‟i.

3) Tersebar di seluruh dunia.

Penggunaan jilbab sekarang tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Mancanegara serta penjualannya juga bisa melalui online.

4) Penjual mengalami keuntungan besar.

Di satu sisi, danya trend fashion jilbab di kalangan mahasiswi membuat penjual jilbab mengalami keuntungan yang besar dikarenakan mahasiswi suka membeli dan memakai jilbab yang sedang trend saat ini dan sangat berdampak kepada si penjual karena meningkatnya omset penjualan jilbab, setiap danya trend jilbab dan penjual juga bisa memasarkan barangnya melalui penjualan online.

Kedua, dampak negatif dari danya fenomena trend fashion jilbab dalam pembelian jilbab di antaranya sebagai berikut:

a) Tidak syar’i

Mahasiswi yang mengikuti trend fashion dalam berjilbab tapi tidak mementingkan kesyariahannya dalam berjilbab.

b) Berlebih-lebihan/boros

Setiap danya trend jilbab yang berkembang, maka mahasiswi berlomba-lomba untuk membelinya dan tidak memikirkan seberapa banyak uangnya habis dikarenakan membeli jilbab tidak sesuai dengan dengan kebutuhan, tetapi keinginan untuk selalu tampil mengikuti trend jilbab.

ahlimedia.com

(40)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

C. KESIMPULAN

Alasan kalangan mahasiswi yang mengikuti trend dalam berjilbab yaitu jilbab saat ini sudah berkembang dan tidak dikatakan lagi ketinggalan zamann dan jilbab sekarang memiliki model yang cantik dan varian warna yang banyak serta harganya juga sesuai dengan kemampuan mahasiswi untuk membelinya, sehingga mahasiswi yang mengikuti trend dalam berjilbab tetap terlihat cantik dan fashionable dalam berjilbab.

Terdapat dua dampak dari danya trend jilbab di kalangan mahasiswi yaitu, dampak positif dan negatif yaitu sebagai berikut:

Dampak positif danya trend jilbab yang berkembang di masyarakat khususnya mahasiswi, yaitu pertama, dengan berkembangnya trend fashion jilbab di masyarakat khususnya di mahasiswi yaitu semakin banyaknya muslimah yang memakai jilbab yang dulunya tidak memakai jilbab sekarang beralih memakai jilbab dan memengaruhi tingkat konsumsi membeli jilbab yang trend sekarang bagi pengguna jilbab. Kedua, dengan mengikuti trend jilbab membuat orang yang mengenakannya terlihat lebih menarik dan fashionable dalam berjilbab dan terlihat tetap syar’i. Ketiga, bagi penjual bisa meningkatkan omset penjualan jilbab yang lagi trend sekarang dan bisa menjualnya secara online. Keempat, jilbab saat ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat apalagi di kalangan mahasiswi dan trend jilbab sudah sampai ke mancanegara.

Dampak Negatif danya trend jilbab yang berkembang di mahasiswi yaitu:

Pertama, masih banyaknya mahasiswi yang mengikuti trend dalam berjilbab tapi tidak mementingkan kesyariahannya apakah cara berjilbab sudah sesuai dengan syariah Islam.

Kedua, Setiap ada trend jilbab baru maka mahasiswi cenderung selalu membelinya dan tidak memikirkan berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap membeli jilbab, sehingga membuat keuangan menipis.

ahlimedia.com

(41)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

DAFTAR PUSTAKA

Dull Hariz. 2016. Fenomena Pakaian Remaja Modern, Edisi 3.

Fauzia Noor. 2016. Fenomena Berjilbab di kalangan Mahasiswi.

Arfa Faisar Ananda. 2004. Wanita Dalam Konsep Islam Modernis. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Idatul Fitri dan Nurul Khasanah. 2011. 60 Kesalahan Dalam Berjilbab. Cet-1, Jakarta: Basmalah.

Nur Khaerat. 2016. Fenomena Trend Fashion Jilbab dalam Keputusan Pembelian Jilbab. Skripsi Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar.

Etta Mamang Sangadji dan Sopiah. 2013. Perilaku Konsumen- Pendekatan Praktis Disertai Himpunan Jurnal Penelitia.,

Yogyakarta: Andi Offset.

ahlimedia.com

(42)

Kompilasi Kreativitas Wirausahawan Lokal Jambi

DAMPAK EKONOMI

DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA

Disusun Oleh: Dr. Nazori Majid, M.Si dan Qunita Lutfiah, S.E A. PENDAHULUAN

Pariwisata.adalah.hal yang sangat vital bagi suatu Negara, karena dengan danya pariwisata, “ maka suatu Negara khususnya pemerintah daerah tempat “ objek wisata itu berada, akan mendapatkan pemasukan dari pendapatan setiap kunjungan objek wisata. “ Pariwisata adalah hal yang “ sangat disukai oleh hampir setiap “ orang. Alasannya, karena pariwisata adalah destinasi wisata atau hiburan yang bisa dijadikan objek untuk sekedar bersantai, menghilangkan “ kejenuhan, berbelanja, relaksasi, mengetahui peninggalan sejarah dan budaya suatu etnik tertentu, kesehatan, serta dapat meningkatkan daya kreatif.

Dalam buku “ I Gde Pitana dan Putu G. Gayarti, 1 menurut Murphy, “ pariwisata adalah keseluruhan dari elemen-elemen terkait “ (wisatawan, daerah tujuan wisata, perjalanan, industri, dan lain-lain) “ yang merupakan akibat dari perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata, sepanjang perjalanan tersebut tidak permanen. Secara sederhana arti pariwisata adalah untuk bersenang-senang dan dinikmati dalam waktu luang. Akibat dari gejala atau fenomena dan hubungan tersebut, oleh penduduk setempat muncul industri pariwisata. 2

Pengembangan wisata adalah suatu bentuk program kegiatan oleh pemerintah yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi wisata lokal, baik dari sisi sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia, sosial kemasyarakatan,

1Pitana, I Gde dan Putu G. Gayarti., Sosiologi Pariwisata. Andi: Yogyakarta, 2005. .hlm. 45.

2Pitana, I Gde dan I Ketut Surya Diarta. Pengantar Ilmu Pariwisata. ANDI:

Yogyakarta, 2009. hlm. 17.

ahlimedia.com

Referensi

Dokumen terkait