BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. Kebersihan Lingkungan …
Disamping masalah kebersihan diri, Islam juga sangat memperhatikan kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita, karena sebagai agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam, Islam tidak akan membiarkan manusia merusak atau mengotori lingkungan sekitarnya. Kebersihan lingkungan itu sendiri akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan manusia yang ada di sekitarnya, oleh sebab itu menjaga kebersihan lingkungan sama pentingnya dengan menjaga kebersihan diri. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan kebersihan lingkungan ini yaitu:
15
1. Menjaga Kesehatan Sumber Air
Hendaklah kita selalu menjaga kebersihan sumber air, seperti sumur, kolam, sungai, dan lain-lain, karena air itu akan kita gunakan sebagai sumber air minum, mencuci, mandi dan sebagainya. Air yang tercemar akan menyebabkan lahirnya berbagai penyakit seperti diare, malaria, dan lain-lain.
.Dalam masalah bersuci dari hadas dan najis, Islam sangat menekankan pentingnya air yang suci untuk membersihkan berbagai kotoran yang ada di tubuh dan pakaian kita, karena kalau air itu sendiri tidak bersih bagaimana ia akan membersihkan benda yang kotor.dalam hal bersuci dan menyucikan Allah SWT. berfirman Dalam Q.S. Furqan :48
Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih.
14
16
Adanya petunjuk Allah SWT dan Rasu-lNya tentang jenis-jenis air yang suci mengajarkan umatnya untuk memperhatikan tentang kebersihan dan kesehatan air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
2.Menjaga Kesucian Tempat
Menjaga kebersihan tempat yang banyak dikunjungi orang sangat penting karena jika saja tempat itu kotor dan menjadi sarang penyakit, maka akan sangat mudah menjangkiti banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
Menyadari bahaya tersebut Rasulullah dengan tegas melarang kita untuk buang air besar dan kecil di tempat yang dilewati banyak orang, dijadikan tempat berteduh, di bawah pohon yang berbuah, tempat ibadah dan lain-lain.
Kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Jika kita melakukan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, tentu mendapatkan nilai di hadapan-Nya, yakni berpahala.
Dengan kata lain, Kotor, jorok, sampah berserakan, lingkungan yang semrawut dan tidak indah itu tidak disukai oleh Allah SWT. Sebagai hamba yang taat, tentu kita terdorong untuk melakukan hal-hal yang disukai oleh Allah SWT.
15
17
Untuk mewujudkan kebersihan dan keindahan tersebut dapat dimulai dari diri kita sendiri, di lingkungan keluarga, masyarakat. Bila kita dapat mewujudkan kebersihan dan keindahan, maka kehidupan kita pasti terasa lebih nyaman.Dengan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit, sehingga kita akan menjadi umat yang sehat dan kuat, juga akan melahirkan generasi yang sehat dan kuat pula. Dalam hal ini Allah SWT telah mengingatkan kita untuk selalu waspada dan takut kalau kita akan meninggalkan generasi lemah di belakang kita. Allah SWT berfirman dalam Q.S.An-Nisa: 9
dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.
Hidup bersih dan sehat akan membuat kita jauh dari berbagai penyakit. Mencegah penyakit lebih baik daripada mengobatinya ketika ia telah terlanjur menjangkiti kita. Dalam pepatah Arab dikatakan Mencegah lebih baik daripada mengobati Rasulullah bersabda: yang artinya: (jagalah) sehat sebelum sakitmu. Oleh sebab itu marilah kita selalu menjaga
18
kesehatan supaya hidup kita bahagiatentram dalam beribadah dan mudah dalam mencari rizki untuk mencapai kebahagian di dunia dan akhirat.
Penyakit yang timbul karena tidak menjaga kebersihan adalah diare dan kecacingan.
1. Diare
Diare merupakan penyakit yang umum namun serius karena mudah menular. Biasanya diare menular melalui virus, bakteri dan parasit, melalui lima jalur: air, tanah, lalat, jari-jemari dan makanan. Selain virus ada juga yang diare karena kebiasaan yang tidak sehat. Misalnya minum langsung dari sumber air yang tercemar oleh kotoran manusia atau binatang, tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air besar atau kecil, serta sehabis membersihkan anak yang habis buang air besar dan kecil. Makanan atau minuman yang tidak ditutup dari hinggapan lalat juga bisa menyebabkan diare.Seseorang dikatakan diare bila tinja yang dikeluarkan saat buang air besar lembek/cair dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, yakni lebih dari 3 kali sehari.Diare menyebabkan dehidrasi yakni kondisi tubuh kekurangan cairan.Dehidrasi menyebabkan tubuh menjadi lemas.Dehidrasi yang berat sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian,
19
khususnya pada balita dan bayi.Orang yang mengalami dehidrasi harus diberikan perawatan khusus.
2. Cacingan
Cacingan adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya cacing di dalam usus manusia.Cacing termasuk jenis parasit yakni binatang yang hidup di dalam tubuh dan merampas sari makanan.Kecacingan termasuk penyakit serius karena mudah menular dan menurunkan kualitas hidup.
Semua orang berisiko terinfeksi cacing, namun yang paling berisiko adalah anak-anak usia sekolah.kecacingan biasanya lesu, tidak bergairah, konsentrasi belajar berkurang, perut buncit, matanya pucat dan kotor seperti sakit mata, batuk, pilek, sering diare, nafsu makan berkurang, cepat lelah.(http//www.icmi.co.idhttp//kajianislamtumenepblogspot.com)
B. Cakupan Kebersihan Menurut Islam
Didalam kitab-kitab fiqih (ajaran hukum islam) masalah berkaitan dengan kebersihan disebut “Taharah”. Istiah ini diambil dari ayat-ayat Alquran,diantaranya dalam Q.S.al-maidah(5):6:
20
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh]
perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.Artinya:
menyentuh. menurut jumhur Ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin Ialah: menyetubuhi.
Maka “Taharah” mencakup aspek bersih lahir dan bathin. Bersih lahir artinya terhindar (terlepas) dari segala kotoran hadast dan najis..sedangkan bersih batin yaitu terhindar dari sikap dan sifat tercela
Didalam Alquran ayat yang menyebutkan tentang kebersihan(taharah),lebih dari 33 kali. Ayat tersebut menyangkut berbagai masalah kebersihan jasmani dan rohani, kebersihan tempat, badan, lingkungan, harta dan sebagainya.Untuk lebih jelasnya, penulis uraikan satu persatu sebagai berikut:
19
21
1. Kebersihan Rohani
Ajaran kebersihan mendasar adalah kebersihan rohani.Firman Allah SWT.Menyangkut kebersihan disebutkan dalam Q.S. al-Ahzab 33:33
dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
Dalam proses pembersihan rohani,maka diperlukan latihan rohani,tujuannya agar roh manusia senantiasa mengingat kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan penjelasan Harun Nasution bahwa: “Dalam Islam ibadahlah yang memberikan latihan rohani yang diperlukan manusia.
Semua ibadah yang ada dalam islam,sholat,puasa,haji,danzakat.,bertujuan membuat roh manusia supaya senantiasa tidak lupa pada Tuhan,bahkan senantiasa dekat kepada-Nya.keadaan senantiasa dekat pada Tuhan sebagai zat Yang Maha suci dapat mempertajam rasa kesucian seseorang”.
Selanjutnya dikatakan bahwa : “rasa kesucian yang kuat akan dapat menjadi rem bagi hawa nafsu untuk melanggar nilai-nilai moral”.
22
2. Kebersihan Badan
Kebersihan badan dan jasmani merupakan hal yang tidak terpisahkan dengan kebersihan rohani,karena setiap ibadah harus dilakukan dalam keadaan bersih badannya.Dalam kaitan ini,AllahSWT. Dalam Q.S. al-Maidah(5) 6:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah,
Ayat diatas mengajarkan agar manusia menjaga kebersihan antara lain,dengan mandi. Semakin sering mandi akan semakin baik untuk kebersihan,menghilangkan daki/kotoran dari badan ibarat membersihkan dosa.
3. Kebersihan Tempat
Ajaran kebersihan juga menyangkut kebersihan tempat kita melaksanakan ibadah,atau sarana peribadatan.disamping itu juga tempat
23
tinggal ataupun tempat kerja kita sehari-hari.dalam kaitan ini Allah SWT.
Berfirman dalam Q.S.at-taubah(9): 108:
di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri.
dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
Dengan demikian kebersihan tempat adalah termasuk dalam cakupan kebersihan dalam Islam.
4. Kebersihan Pakaian
Kebersihan pakaian dipandang penting dalm agama,mengingat pakaian melekat pada badan yang berfungsi menutup aurat,melindungi badan dari kotoran dan penyakit serta memperindah badan.Maka ajaran islam manyatukan antara kebersihan badan dan kebersihan pakaian.Perintah membersihkan pakaian mengandung arti agar setiap muslim melihat kebersihan pakaiannya,terlebih pada waktu mengerjakan ibadah.agama islam juga mengajarkan agar memelihara keindahan,termasuk pakaian,sebagaimana firman Allah SWT. PadaQ.S.al-Mudatsir(74):1-5:
24
”Hai orang-orang yang berkemul(berselimut).Bangunlah,lalu berilah peringatan.dan Tuhanmu agungkanlah.dan pakaianmu bersihkanlah.dan perbuatan dosa tinggalkanlah”.
5. Kebersihan Makanan
Ajaran islam tentang kebersihan makanan adalah menyatukan aspek kebersihan dari segi kesehatan dan kebersihan dalam arti makanan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan,termasuk makanan yang bersih,bergizi dan berprotein.
Demikianlah uraian tentang cakupan kebersihan yang terdiri dari kebersihan rohani,jasmani,tempat,pakaian dan makanan.yang dalam pelaksanaanya memerlukan tuntutan kebersihan pada pelaksanaan berikut.
C. Tuntutan Kebersihan Dalam Islam
Agama Islam memeberikan tuntutan kebersihan,baik terhahadap pribadi maupun terhadap keluarga,dengan pelaksanaan peribadatan maupun muamalah,yang biasa disebut “Taharah”atau bersuci,yaitu membersihkan segala kotoran dari badan,pakaian,tempat dan segala sesuatu yang dikenalinya.selain pelaksanaan kebersihan dalam arti taharah,juga dikenal pelaksanaan kebersihan khusus yang beristilahdengan
25
“khansatul futrah”,yaitu pelaksanaan kebersihan terhadap lima perkara yang bersifat khusus.
Inti pembahasan tentang tuntutan kebersihan,khususnya kebersihan pribadi dan keluarga,maka berikut ini penulis mengemukakan macam-macam najis dan ruang lingkup kebersihan/taharah.
1. Macam-macam Najis
Hadats dan najis merupakan sesuatu yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat.Hadats berbeda dengan najis karena hadats berarti keadaan dan bukan suatu benda atau zat tertentu sedangkan najis berarti benda atau zat tertentu dan bukan suatu keadaan. Adapun kotoran memiliki makna yang lebih umum dari najis, sebab meliputi pula sesuatu yang kotor namun tidak menghalangi seseorang melakukan ibadah, contohnya tanah, debu dan lain – lain.
1. Hadast
Hadas menurut kamus Istilah Agama karya Drs. Shodiq SE adalah suatu keadaan tidak suci yang tidak dapat dilihat, tetapi wajib disucikan.
Hadas dibagi dua yaitu:
a. Hadas kecil. Penyebabnya antara lain keluar sesuatu dari dubur atau qubul, menyentuh lawan jenis yang bukan muhrimnya dan tidur nyeyak dalam keadan tidak tetap. Cara membersihkan hadis ini ialah berwudhu.
26
b. Hadas besar/Jenabat/junub. Penyebanya antara lain : keluar air mani, bersetubuh, wanita habis melahirkan dan lain sebagainya. Cara mensucikan hadas besar ini adalah mandi wajib.
2. Najis
Najis adalah suatu benda kotor menurut syara' (hukum agama).
Benda benda najis meliputi: Darah,Nanah,Bangkai,kecuali bangkai manusia, ikan laut, dan belalang.Anjing dan babi, Segala sesuatu yang keluar dari dubur dan qubul,Minuman keras, seperti arak dan sebagainya.Bagian anggota binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya sewaktu masih hidup.
Najis menurut tingkatannya dibagi tiga yaitu :
a. Najis Mukhaffafah (ringan) adalah air kencing bayi laki-laki yang belum berumurdua tahun, dan belum makan sesuatu kecuali air susu ibunya.
Cara menghilangkannya cukup diperciki air pada tempat yang terkena najis tersebut.
b. Najis Mutawashitha (Sedang) adalah segala sesuatu yang keluar dari dubur/qubul manusia atau binatang, barang cair yang memabukkan, dan bangkai (kecuali bangkai manusia, ikan laut dan belalang) serta susu, tulang dan bulu dari hewan yang haram dimakan, najis dibagi dua yaitu : Najis 'ainiyah yaitu najis yang berwujud (tampak dan dapat dilihat), misalnya kotoran manusia atau binatang. yang kedua Najis
27
hukmiyah yaitu najis yang tidak berwujud (tidak tampak dan tidak terlihat), seperti bekas air kencing dan arak yang sudah mengering.
Cara membersihkan Najis Muthawashithah cukup dibasuh tiga kali agar sifat-sifat najis (yakni warna, rasa dan bau) nya hilang.
c. Najis Mughalladzah (Berat) adalah najis anjing dan babi. Cara menghilangkannya harus dibasuh sebanyak tujuh kali dan salah satu diantaranya dengan air yang bercampur tanah.
2. Ruang lingkup objek kebersihan Taharah.
Hal-hal yang harus dibersihkan dari najis adalah meliputi hal-hl sebagai berikut:
a. Mensucikan badan dan pakaian.
Bila badan dan pakaian terkena najis, hendaklah dicuci dengan air hingga hilang zatnya, rasanya, warnanya,dan baunya.
b. Mensucikan tanah
Bila tanah terkena najis,maka disucikan dengan menimpahkan air kepadanya,dan jg mengeringkannya,baik tanah itu sendiri maupun apa yang berhubungan erat dengannya seperti pohon dan bangunan.
28
c. Mensucikan sepatu
sepatu yang terkena najis,di sucikan dengan cara menggosokkannya ketanah.hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.yang artinya: jika salah seorang diantara kamu menginjak kotoran dengan sepatunya,maka tanah dapat menyucikannya.(hadist Riwayat Al-Bukhari) .
d. Mensucikan kulit binatng
Kulit binatang baik luar maupun dalamnya, disucikan dengan jalan menyamaknya.
Selanjutnya dikemukkan tuntutan kebersihan dalam hal-hal berikut:
a. Mandi Wajib
Mandi wajib yaitu membasahi seluruh bagian tubuh yang tampak,termasuk gigi.mandi wajib ini disebutjuga mandi junub,yang penyebabnya adalah keluar mani baik diwaktu bangun maupun diwaktu tidur,bersenggama berhentinya haid,dan nifas. Selain mandi yang dianjurkan/disunatkan seperti: mandi jumat,mandi pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Qurban) mandi bagi yang telah memandikan mayat,mandi ihram, mandi ketika hendak masuk kota mekkah, mandi ketika ingin wukuf
28
29
diarafah, mandi bagi orang yang baru masuk islam. Jelasnya,bahwa mandi selain mengandung ibadah yang mengandung ibadah dan mendapat pahala bagi yang mengerjakannya, juga mengandung nilai kebersihan dan kesehatan.
b. Wudhu
Wudhu adalah membersihkan beberapa anggota badan,yang dilakukan sebelum melakukan ibadat tertentu, khususnya ibadah shalat.
Melakukan wudhu disamping melakukan ibadah, juga membersihkan beberapa bagian dari anggota badan.
Mencuci telapak tangan, berkumur-kumur, menggosok gigi, memasukkan air ke hidung, menyiang-nyiangi jenggot jika berjenggot, menyilang-nyilangi anak jari, membasuh muka, membasuh kedua tangan, meyapu kepala dan kedua telinga, membasuh kedua kaki , kesemuanya dimaksudkan untuk membersihkan segala kotoran yang melekat pada anggota badan tertentu. Itulah ajaran islam mengenai tuntutan bersuci yang begitu lengkap dan menyeluruh. Jika dikerjakan dengan baik sebagai manifestasi dari iman, maka bersuci itu mengandung nilai ibadah,akhlak dan kesehatan.
30
D. Relasi Peran dan Fungsi Agama (Islam) dengan Lingkungan
Ajaran Islam menawarkan kesempatan untuk memahami Sunatullah serta menegaskan tanggung jawab manusia. Ajaran Islam tidak hanya mengajarkan untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam, tetapi juga mengajarkan aturan main dalam pemanfaatannya dimana kesejahteraan bersama yang berkelanjutan sebagai hasil keseluruhan yang diinginkan.
Salah satu Sunnah Rasullullah SAW menjelaskan bahwa setiap warga masyarakat berhak untuk mendapatkan manfaat dari suatu sumberdaya alam milik bersama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya sepanjang dia tidak melanggar, menyalahi atau menghalangi hak-hak yang sama yang juga dimiliki oleh orang lainsebagai warga masyarakat. Penggunaan sumberdaya yang langka atau terbatas harus diawasi dan dilindungi.
Pemahaman untuk melindungi lingkungan hidup merupakan bagian dari perwujudan ibadah manusia Sebagai khalifah, dimuka bumi ini.
Diperlukan pandangan yang arif dan komprehensif agar dapat melihat persoalan-persoalan di lingkungan secara bijaksana agar dapat memberikan solusi yang terbaik. Terdapat empat hal dalam memahami masalah lingkungan, diantaranya, pendekatan scientific (pembuktian
31
empiris, penelitian, kajian ilmiah), konstruksi sosial budaya (interpretasi sosial budaya terhadap alam lingkungan), dan agama (teologi)
Peran agama dalam hal ini adalah memberikan ruang integrasi berbagai kearifan (keilmuan, budaya, politik, ekonomi, dsb), untuk menjadi kanal dari terbentuknya transformasi sosial, serta menyediakan wahana untuk memahami peristiwa alam contoh, kasus Merapi yang diinterpretasikan lain oleh setiap orangnya.
Masalah lingkungan diantara posisi agama dalam lingkungan, merupakan masalah non-market but moral issues. Sistem nilai dalam agama akan sangat membantu dalam mendukung keberlanjutan kehidupan manusia dengan memberikan kesempatan bagi generasi mendatang untuk menghuni bumi dengan segala lingkungannya yang masih asri. Tak ada satu ajaranpun yang mengajarkan atau memberi hak kita untuk memakai alam ini seenaknya.
Agama dan lingkungan, membentuk pandangan baru terhadap alam, misalnya melalui pemahaman kontekstual kitab-kitab suci dan tradisi religius keagamaan tentang alam, meningkatkan kesadaran untuk membangun basis untuk aksi, baik melalui fiqih lingkungan/teologi lingkungan, pemuka agama, dan lembaga keagamaan.
32
Selain itu kita juga harus mampu memahami konteks missi Islam sebagai Rahmatan Lil Alamiin atau rahmat bagi sekalian alam.Kata alam disini jelas bukan hanya makhluk hidup seperti mausia dan binatang, tetapi juga alam semesta. Bahkan jika melihat Al-Quran , dipastikan akan banyak ditemui ayat-ayat yang berbicara tentan lingkungan hidup.
Lalu bagaimana Islam menanggapi para perusak alam (hutan, gunung, lautan, dll)? Memang, ketika ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin maju manusia akan merasa kuat dan akan melakukan segalanya tanpa perhitungan matang. Jauh sebelumnya, Islam telah melarang kita untuk berbuat kerusakan di muka bumi.
Menurut kajian ushul fiqh, ketika kita dilarang melakukan sesuatu berarti kita diperintah untuk melakukan kebalikannya.Misalnya, kita dilarang merusak alam berarti kita diperintah untuk melestarikan alam.Adapun status perintah tersebut tergantung status larangannya.Contoh, status larangan merusak alam adalah haram, itu menunjukkan perintah melestarikan alam hukumnya wajib. (Jam‟ul Jawami‟, I. 390)
Larangan di atas bukan lantas melarang kita memanfaatkan kekayaan jagat raya ini.Sebab kekayaan alam ini diperuntukkan bagi manusia.Kita dibolehkan mengambil manfaat dari kekayan alam ini asal tidak sampai berlebihan.Di samping itu, perlu dicatat untuk konteks Indonesia,
33
memanfaatkan kekayaan alam harus mendapat izin dari pemerintah.
Makanya, illegal loging dan pemanfaatan lain secara illegal haram hukumnya. Sebab, mengikuti peraturan yang telah ditetapkan pemerintah adalah sebuah kewajiban yang sangat mengikat, selama peraturan itu tidak bertentangan
Allah memerintahkan kita untuk memakmurkan bumi ini dengan mengelola dan memanfaatkannya dan tidak menyia-nyiakan potensinya.
Apalagi sampai pada tingkat, lebih mementingkan kelangsungan hidup satwa atau tumbuhan dari pada kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia.sumber about miracle.wordpress.com
34
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang mengumpulkan data yang bersifat Deskriptif kualitatif atau penggambaran tentang kondisi objektdi lokasi penelitian yang berkaitan dengan Kebersihan Lingkungan Menurut Konsepsi Islam dan Penerapannya di Desa Toddolimae Dusun Salomatti Kecamatan Tompo Bulu KabupatenMaros. Penggunaan pendekatan kualitatif didasarkan atas pertimbangan bahwa pendekatan ini meyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan informan maupun dalam kegiatan observasi secara langsung.
Jenis penelitian ini adalah Deskriptif, yaitu penelitian yang mendeskripsikan secara kualitatif tentang deskripsi Kebersihan Lingkungan Menurut Konsepsi Islam dan Penerapannya di Desa Toddolimae Dusun Salomatti Kecamatan Tompo Bulu Kabupaten Maros.
34
35
B. Lokasi dan obyek Penelitian
Sesuai dengan judul dalam penelitian ini, maka lokasi yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah di Desa Toddolimae Dusun Salomatti Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.
Adapun obyek penelitian adalah lingkungan masyarakat di Desa Toddolimae dusun salomatti kecamatan Tompo Bulu.
C. Variabel Penelitian
Variable adalah bagian yang akan diteliti.Menurut Suharsimi Arikunto, 2003:91). variabel adalah penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian atau penelitian.dengan demikian variable merupkan bagian penting dari suatu penelitian,karena merupakan obyek penelitian atau menjadi titikperhatian penelitian.pada umumnya variable dapat diklasifikasikan menjadi dua,yaitu variable bebas atau “independent variable”dan variable terikat atau “dependent variable”(latunusa,2002:38).variabel bebas”independent variable”adalah variable yang mempengaruhi dan mendahulukan variabel terikat.sedangkan variable terikat atau “dependent variabel ”adalah variable yang dipengaruhi.
Berdasarkan pendapat diatas maka dalam penelitian ini ada dua variable yang menjadi titik perhatian yaitu berjudul Kebersihan Lingkungan
36
Menurut Konsep Islam Dan Penerapannya Di Desa Toddolimae Dusun Salomatti Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.sebagai variabel terikat adalah Kebersihan Lingkungan Menurut Konsep Islam.sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah Penerapannya di desa Toddolimae Dusun Salomatti Kabupaten Maros.
D. Defenisi Oprasional Penelitian
Untuk memudahkan pemahaman kita dan menghindari
Untuk memudahkan pemahaman kita dan menghindari