• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebersihan Rambut

Dalam dokumen ANALISIS PERSONAL HYGIENE (Halaman 43-90)

Keluhan Kesehatan Kulit Sanitasi Lingkungan

Lembaga Pemasyarakatan 1. Penyediaan air bersih 2. Kamar mandi

3. Pengelolaan sampah 4. Pengelolaan air limbah

Metode Penelitian

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan memberikan atau mengulas gambaran secara luas fenomena mengenai personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keluhan kesehatan kulit pada narapiadana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian. Penelitian dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan, Jalan Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan.

Waktu penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 sampai dengan bulan September 2020.

Populasi dan Sampel

Populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan. Total populasi dalam penelitian ini sebanyak 626 orang.

Sampel. Besar sampel penelitian ditentukan dengan rumus Slovin yaitu:

n = 𝑁

1 + 𝑁(𝑑)Β² Keterangan:

n = Besar sampel N = Jumlah populasi

d = Tingkat kesalahan penarikan sampel 10% dan tingkat kepercayaan 90%

Populasi penelitian berjumlah 626 orang dan presisi yang ditetapkan atau tingkat signifikasi 0,1. Besar sampel narapidana Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan yaitu:

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁(𝑑)Β² 𝑛 = 626

1 + 626(0,1)Β²

𝑛 = 86,22 β‰ˆ 86

Teknik pengambilan sampel. Pengambilan sampel penelitian ini dengan

teknik probability sampling yaitu proportionate stratified random sampling.

Menurut Eryando (2017), probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memerlukan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Proportionate stratified random sampling adalah teknik yang digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Untuk menentukan besarnya sampel pada setiap kelas dilakukan dengan alokasi proporsional agar sampel yang diambil lebih proporsional dengan cara:

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘™ π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘π‘™π‘œπ‘˜ = π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘™

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘œπ‘π‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– Γ— π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘π‘™π‘œπ‘˜ Setelah diketahui jumlah sampel sebanyak 86 orang maka besar sampel berdasarkan jenis kamar/blok antara lain:

29

1 Blok A dan Blok B (Kamar Besar Bertingkat)

𝑛 =434

626 Γ— 86 = 60

2 Blok C (Kamar Besar Tidak Bertingkat) 𝑛 = 165

Karakteristik individu. Karakteristik individu adalah karakter atau ciri-ciri yang menggambarkan keadaan individu dan pembeda antar individu lain mencakup umur, tingkat pendidikan, dan masa tahanan.

Personal hygiene. Personal hygiene adalah tindakan memelihara kebersihan perorangan dalam meningkatkan kesehatan dan membatasi penularan bibit penyakit yang meliputi kebersihan kulit, kebersihan rambut, serta kebersihan tangan, kaki dan kuku.

Kebersihan kulit. Kebersihan kulit adalah kegiatan seseorang memelihara kebersihan dan kesehatan kulit seperti mandi, penggunaan sabun dan kekerapan waktu mandi.

Kebersihan tangan, kaki dan kuku. Kebersihan tangan, kaki dan kuku adalah perilaku seseorang memelihara kebersihan dan kesehatan tangan, kaki dan kuku melalui kebiasaan mencuci tangan, memotong kuku dan menggunakan alas kaki.

Kebersihan rambut. Kebersihan rambut adalah sikap seseorang menjaga kebersihan rambut seperti kebiasaan membersihkan rambut, pola pembersihan rambut dan penggunaan sampo.

Penggunaan pakaian. Penggunaan pakaian adalah tindakan seseorang terhadap kebiasaan membersihkan pakaian dan mengganti pakaian.

Penggunaan handuk. Penggunaan handuk adalah perilaku seseorang terhadap kebiasaan menjemur handuk dan frekuensi mencuci handuk.

Penggunaan tempat tidur dan sprei. Penggunaan tempat tidur dan sprei adalah perilaku seseorang mengenai frekuensi menjemur kasur serta kekerapan mengganti sprei dan kebiasaan membersihkan kasur.

Sanitasi lingkungan. Sanitasi lingkungan adalah pemantauan terhadap kondisi sanitasi di lingkungan dan sekitarnya yang mencakup aspek penyediaan air bersih, kamar mandi atau toilet, pengelolaan sampah dan pengelolaan air limbah.

Keluhan kesehatan kulit. Keluhan kesehatan kulit merupakan ada terjadi keluhan berupa gatal-gatal, kulit terasa kering, tekstur kulit terasa kasar seperti bersisik, bercak-bercak dan bintik-bintik kemerahan, ruam-ruam pada kulit, penumbuhan jaringan pada permukaan kulit, kulit menggelembung berisi cairan, lepuhan-lepuhan pada kulit, kulit terasa pecah-pecah dan terjadi pengelupasan pada permukaan kulit.

Metode Pengumpulan Data

Data primer. Data primer diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan dan pilihan jawaban yang telah

31

disediakan mencakup karakteristik responden, kebiasaan personal hygiene, kondisi sanitasi lingkungan dan keluhan kesehatan kulit narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan.

Data sekunder. Data sekunder diperoleh dari Pegawai Sipil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan berupa:

1. Profil Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan yaitu alamat, luas bangunan serta luas tiap kamar di masing-masing jenis kamar.

2. Jumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan.

3. Sarana dan prasarana yang tersedia di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan.

Metode Pengukuran

Karakteristik individu. Aspek pengukuran terhadap karakteristik individu terdiri dari 3 komponen antara lain:

Umur. Umur mencakup:

a. Remaja (12 - 25 tahun) b. Dewasa (26 - 45 tahun) c. Lansia (46- 65 tahun)

Tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan mencakup:

a. Pendidikan rendah/dasar (SD-SMP/MTs) b. Pendidikan menengah (SMA/SMK) c. Pendidikan tinggi (D3/S1)

Masa tahanan. Masa tahanan mencakup:

a. < 3 tahun b. β‰₯ 3 tahun c. Seumur hidup

Kebersihan kulit. Aspek pengukuran kebersihan kulit tersedia 5 pertanyaan pada kuesioner dengan penilaian:

a. Baik, jika responden menjawab 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

b. Cukup, jika responden menjawab 3-4 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

c. Buruk, jika responden menjawab 1-2 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

Kebersihan tangan, kaki dan kuku. Aspek pengukuran kebersihan tangan, kaki, dan kuku tersedia 5 pertanyaan pada kuesioner dengan penilaian:

a. Baik, jika responden menjawab 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

b. Cukup, jika responden menjawab 3-4 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

c. Buruk, jika responden menjawab 1-2 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

Kebersihan rambut. Aspek pengukuran kebersihan rambut tersedia 5 pertanyaan pada kuesioner dengan penilaian:

33

a. Baik, jika responden menjawab 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

b. Cukup, jika responden menjawab 3-4 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

c. Buruk, jika responden menjawab 1-2 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

Penggunaan pakaian. Aspek pengukuran penggunaan pakaian tersedia 5 pertanyaan pada kuesioner dengan penilaian:

a. Baik, jika responden menjawab 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

b. Cukup, jika responden menjawab 3-4 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

c. Buruk, jika responden menjawab 1-2 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

Penggunaan handuk. Aspek pengukuran penggunaan handuk tersedia 5 pertanyaan pada kuesioner dengan penilaian:

a. Baik, jika responden menjawab 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

b. Cukup, jika responden menjawab 3-4 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

c. Buruk, jika responden menjawab 1-2 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

Penggunaan tempat tidur dan sprei. Aspek pengukuran penggunaan tempat tidur dan sprei tersedia 5 pertanyaan pada kuesioner dengan penilaian:

a. Baik, jika responden menjawab 5 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

b. Cukup, jika responden menjawab 3-4 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

c. Buruk, jika responden menjawab 1-2 pertanyaan dengan pilihan jawaban A.

Sanitasi lingkungan. Aspek penilaian sanitasi lingkungan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.829/Menkes/SK/VII/1999 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017 dalam Santoso (2019) mencakup aspek fasilitas sanitasi dengan memberi skor pada variabel yang dinilai dengan total bobot 20. Adapun hasil penilaian pengamatan berupa skor terdiri dari 2 kriteria:

1) Tidak memenuhi syarat : < 1.368 (< 60%) 2) Memenuhi syarat : β‰₯ 1.368 (60% - 100%)

Keluhan kesehatan kulit. Aspek pengukuran keluhan kesehatan kulit berdasarkan dari beberapa keluhan yang dialami oleh responden dan dikategorikan menjadi:

1) Jika mengalami keluhan, dengan jawaban β€œya” diberi skor 1.

2) Jika tidak mengalami keluhan, dengan jawaban β€œtidak” diberi skor 0.

35

Metode Analisa Data

Analisa data dilakukan dengan analisis univariat yang bertujuan mendeksripsikan data karakteristik responden dan variabel penelitian secara sistematis. Data dikumpulkan dan data yang bersumber dari kuesioner dan lembar observasi mencakup variabel personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keluhan kesehatan kulit ditabulasi kemudian data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Hasil Penelitian

Gambaran Umum Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Geografi. Lokasi penelitian berada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan. Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan didirikan pada tahun 1983-1985 pada tanggal 26 Februari 1986 yang beralamat di Jalan Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan dengan jarak sekitar 5 Km dari pusat kota. Luas wilayah Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan yaitu 6.455 m2 dengan luas bangunan sebesar 5.250 m2.

Demografi. Jumlah seluruh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan sebanyak 626 orang. Secara lengkap komposisi narapidana menurut karakteristiknya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1

Distribusi Narapidana Menurut Blok Kamar di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Jenis Kamar

37

Tabel 2

Distribusi Penyakit/Keluhan Kesehatan pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penyakit/ Keluhan Kesehatan

Sumber: Laporan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan

Berdasarkan Laporan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan dijelaskan bahwa penyakit kulit merupakan keluhan yang dirasakan oleh narapidana. Narapidana yang mengalami penyakit kulit pada bulan April 2020 sampai bulan Juni 2020 dengan frekuensi tertinggi terjadi pada bulan April 2020 sebanyak 69 orang.

Analisis Univariat

Karakteristik individu. Adapun gambaran karakteristik individu pada responden dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3

Distribusi Responden Berdasarkan Umur di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Umur Responden Jumlah (Orang) %

12-25 tahun 21 24,4

26-45 tahun 46 53,5

46-65 tahun 19 22,1

Total 86 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah responden berdasarkan umur di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Medan proporsi tertinggi pada umur 26-45 tahun sebanyak 46 orang (53,5%).

Tabel 4

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Tingkat Pendidikan Responden Jumlah (Orang) %

SD-SMP/MTs 38 44,2

SMA/SMK 34 39,5

D3/S1 14 16,3

Total 86 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah responden berdasarkan tingkat pendidikan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Medan proporsi tertinggi pada tingkat SD-SMP/MTs yaitu 38 orang (44,2%).

Tabel 5

Distribusi Responden Berdasarkan Masa Tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Masa Tahanan Responden Jumlah (Orang) %

< 3 tahun 25 29,1

β‰₯ 3 tahun 56 65,1

Seumur hidup 5 5,8

Total 86 100

39

Tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah responden berdasarkan masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Medan proporsi tertinggi pada masa β‰₯ 3 tahun yaitu 56 orang (65,1 %).

Personal hygiene. Analisis univariat terhadap personal hygiene responden pada penelitian mencakup beberapa aspek, yaitu:

Kebersihan kulit. Adapun gambaran kebersihan kulit responden pada

penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 6

Distribusi Frekuensi Kebersihan Kulit di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Kulit Jumlah (Orang) %

Memakai sabun sendiri 72 83,7

Memakai sabun bergantian

Menggunakan sabun 86 100,0

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa responden kerap mandi 2 kali sehari sebanyak 60 orang (69,8%) dan lainnya sekali sehari sebanyak 26 orang (30,2%). Responden menerapkan kebiasaan mandi dengan baik dan benar sebanyak 86 orang (100%). Persediaan air secara fisik dalam keadaan bersih

sebanyak 69 orang (80,2%) dan sedikit keruh sebanyak 17 orang (19,8%).

Responden menggunakan sabun ketika mandi sebanyak 86 orang (100,0%) Pengkategorian kebersihan kulit berdasarkan hasil penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 7

Kategori Kebersihan Kulit di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Kulit Jumah (Orang) %

Baik 19 22,1

Cukup 39 45,4

Buruk 28 32,5

Total 86 100

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kebersihan kulit pada responden di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan termasuk kategori cukup yaitu 39 orang (45,4 %) dan kategori buruk sebanyak 28 orang (32,5%).

Kebersihan tangan, kaki dan kuku. Adapun gambaran kebersihan tangan,

kaki dan kuku responden pada penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 8

Distribusi Frekuensi Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku Jumlah (Orang) % Frekuensi memotong kuku

Sekali seminggu 35 40,7

Dipotong ketika kuku sudah panjang 51 59,3

Cara mencuci tangan

Mencuci tangan dengan baik dan benar 72 83,7

Tidak mencuci tangan dengan baik dan benar 13 15,2 Membersihkan tangan hanya dengan kain bersih

(tanpa air dan sabun)

1 1,1 (Bersambung)

41

Tabel 8

Distribusi Frekuensi Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku Jumlah (Orang) % Waktu mencuci tangan

Sebelum dan sesudah makan, sesudah dari kamar mandi, dan setelah melakukan kegiatan dari luar kamar

68 79,1

Sebelum dan sesudah makan 13 15,1

Sesuai kemauan sendiri 5 5,8

Kebiasaan membersihkan sela-sela jari kaki dan tangan

Ya 51 59,3

Tidak 35 40,7

Kebiasaan menggunakan alas kaki ketika di luar kamar

Ya 60 69,8

Tidak 26 30,2

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa proporsi responden yang memotong kuku ketika kuku sudah panjang sebesar 51 orang (59,3%) dan lainnya sekali seminggu 35 orang (40,7%). Proporsi tertinggi frekuensi responden yang mencuci tangan dengan baik dan benar sebanyak 72 orang (83,7%), dan proporsi terendah yaitu responden yang membersihkan tangan hanya dengan kain bersih (tanpa menggunakan air dan sabun) sebanyak 1 orang (1,1%). Kebiasaan responden mencuci tangan dengan proporsi tertinggi yaitu sebelum dan sesudah makan, sesudah dari kamar mandi, dan setelah melakukan kegiatan dari luar kamar sebanyak 68 orang (79,1%), dan proporsi terendah yaitu sesuai kemauan sendiri sebanyak 5 orang (5,8%). Proporsi responden yang membersihkan sela-sela jari kaki dan tangan pada saat mandi sebesar 51 orang (59,3%) dan responden yang tidak membersihkan sela-sela jari kaki dan tangan sebanyak 35 orang (40,7%). Proporsi responden yang menggunakan alas kaki ketika di luar kamar

sebanyak 60 orang (69,8%) dan lainnya tidak menggunakan alas kaki sebanyak 26 orang (30,2%).

Pengkategorian kebersihan tangan, kaki dan kuku berdasarkan hasil penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 9

Kategori Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku Jumlah (Orang) %

Baik 17 19,8

Cukup 47 54,6

Buruk 22 25,6

Total 86 100

Dari tabel diatas diketahui bahwa kebersihan tangan, kaki dan kuku pada responden di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan termasuk kategori cukup yaitu 47 orang (54,6%).

Kebersihan rambut. Adapun gambaran kebersihan rambut pada responden

dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 10

Distribusi Frekuensi Kebersihan Rambut di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Rambut Jumlah (Orang) %

Kekerapan mencuci rambut

Tidak mencuci rambut dengan baik dan benar

28 32,5

43

Tabel 10

Distribusi Frekuensi Kebersihan Rambut di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Rambut Jumlah (Orang) %

Hanya menggunakan air saja kemudian dikeringkan

Tidak memiliki keduanya 1 1,1

Kebiasaan menyisir rambut setelah cuci rambut

Ya 54 62,8

Tidak 32 37,2

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa proporsi responden mencuci rambut sekali dalam seminggu sebanyak 56 orang (65,1%) dan lainnya 2 kali dalam seminggu sebanyak 30 orang (34,9%). Penggunaan bahan pencuci rambut dengan proporsi tertinggi yaitu responden yang menggunakan sampo sebanyak 55 orang (64,0%), dan proporsi terendah yaitu hanya menggunakan air sebanyak 3 orang (3,5%). Responden mencuci rambut dengan baik dan benar sebanyak 55 orang (64,0%), dan proporsi terendah yaitu responden yang hanya menggunakan air saja kemudian dikeringkan dengan handuk sebanyak 3 orang (3,5%).

Penggunaan sisir dan mukena responden dengan proporsi tertinggi yaitu sisir dan mukena milik sendiri sebanyak 56 orang (65,1%), dan proporsi terendah yaitu responden yang tidak memiliki keduanya sebanyak 1 orang (1,1%). Kebiasaan responden yang menyisir rambut setelah mencuci rambut dengan proporsi tertinggi sebanyak 54 orang (62,8 %).

Pengkategorian kebersihan rambut berdasarkan hasil penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 11

Kategori Kebersihan Rambut di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Kebersihan Rambut Jumlah (Orang) %

Baik 15 17,4

Cukup 41 47,6

Buruk 30 35,0

Total 86 100

Dari tabel diatas diketahui bahwa kebersihan rambut pada responden di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan termasuk kategori cukup yaitu 41 orang (47,6%).

Penggunaan pakaian. Adapun gambaran penggunaan pakaian pada

responden dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 12

Distribusi Frekuensi Penggunaan Pakaian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Pakaian Jumlah (Orang) %

Kekerapan mengganti baju

Mencuci baju menggunakan air saja

45

Tabel 12

Distribusi Frekuensi Penggunaan Pakaian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Pakaian Jumlah (Orang) %

Kebiasaan tukar pakaian dengan teman

Tidak 61 70,9

Ya 25 29,1

Kebiasaan mengganti baju ketika tubuh berkeringat

Ya 37 43,0

Tidak 49 57,0

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa proporsi tertinggi kekerapan responden mengganti baju yaitu responden yang mengganti baju 2 kali dalam sehari sebanyak 52 orang (60,5%) dan proporsi terendah yaitu responden yang tidak pernah mengganti baju dalam sehari sebanyak 7 orang (8,1%). Kebiasaan responden dalam membersihkan baju dengan proporsi tertinggi yaitu responden yang mencuci baju dengan baik dan benar sebanyak 67 orang (77,9%), dan proporsi terendah yaitu responden yang mencuci baju dengan air saja sebanyak 1 orang (1,1%). Kebiasaan responden dalam menjemur pakaian setelah dicuci dengan proporsi tertinggi yaitu responden yang menjemur pakaian di jemuran pakaian sebanyak 50 orang (58,2%) dan proporsi terendah yaitu responden yang menjemur pakaian di dalam kamar sebanyak 2 orang (2,3%). Responden yang tidak saling tukar pakaian dengan teman sekamar sebanyak 61 orang (70,9 %) dan lainnya saling tukar pakaian sebanyak 25 orang (29,1%). Responden yang tidak mengganti pakaian pada saat tubuh berkeringat sebanyak 49 orang (57,0 %) dan lainnya mengganti pakaian ketika tubuh berkeringat sebanyak 37 orang (43,0%).

Pengkategorian penggunaan pakaian berdasarkan hasil penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 13

Kategori Penggunaan Pakaian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Pakaian Jumlah (Orang) %

Baik 16 18,6

Cukup 38 44,2

Buruk 32 37,2

Total 86 100

Dari tabel diatas diketahui bahwa kondisi penggunaan pakaian pada responden di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan termasuk kategori cukup yaitu 38 orang (44,2 %).

Penggunaan handuk. Adapun gambaran penggunaan handuk pada

responden dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 14

Distribusi Frekuensi Penggunaan Handuk di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Handuk Jumlah (Orang) %

Kekerapan mencuci handuk

Sekali dalam seminggu 32 37,2

Lebih dari seminggu sekali 43 50,0

Tidak pernah 11 12,8

Posisi menjemur handuk setelah digunakan mandi

Dijemur di luar/jemuran 34 39,5

Digantung di dalam kamar 25 29,1

Digantung di dalam kamar mandi

27 31,4

(Bersambung)

47

Tabel 14

Distribusi Frekuensi Penggunaan Handuk di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Handuk Jumlah (Orang) %

Jenis handuk yang digunakan

Tebal 55 64,0

Tipis 29 33,7

Sangat Tipis 2 2,3

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa proporsi tertinggi kekerapan responden mencuci handuk yaitu responden yang mencuci handuk lebih dari seminggu sekali sebanyak 43 orang (50,0%), dan proporsi terendah yaitu responden yang tidak pernah mencuci handuk dalam seminggu sebanyak 11 orang (12,8%). Responden yang menggunakan handuk sendiri sebanyak 69 orang (80,2%) dan lainnya handuk bergantian dengan teman sebanyak 17 orang (19,8%). Handuk yang digunakan responden sebelum mandi dalam kondisi kering sebanyak 60 orang (69,8%) dan lainnya kondisi lembab sebanyak 26 orang (30,2%). Kebiasaan posisi menjemur handuk responden setelah digunakan mandi dengan proporsi tertinggi yaitu responden yang menjemur handuk di luar/jemuran sebanyak 34 orang (39,5%), dan proporsi terendah yaitu responden yang menjemur handuk digantung di dalam kamar sebanyak 25 orang (29,1%). Jenis handuk responden dengan proporsi tertinggi yaitu handuk yang tebal sebanyak 55 orang (64,0%), dan proporsi terendah yaitu jenis handuk yang sangat tipis sebanyak 2 orang (2,3%).

Pengkategorian penggunaan handuk berdasarkan hasil penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 15

Kategori Penggunaan Handuk di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Handuk Jumlah (Orang) %

Baik 16 18,6

Cukup 41 47,6

Buruk 29 33,8

Total 86 100

Dari tabel diatas diketahui bahwa kondisi penggunaan handuk pada responden di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan termasuk kategori cukup yaitu 41 orang (47,6%).

Penggunaan tempat tidur dan sprei. Adapun gambaran penggunaan

tempat tidur dan sprei pada responden dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 16

Distribusi Frekuensi Penggunaan Tempat Tidur dan Sprei di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Tempat Tidur dan Sprei Jumlah (Orang) % Kebiasaan membersihkan dan merapikan alas tidur sebelum dan sesudah tidur

Ya 60 69,8

Tidak 26 30,2

Kekerapan mengganti sprei

Sekali dalam seminggu 34 39,5

Tidak pernah 52 60,5

Kekerapan menjemur kasur

Sekali dalam seminggu 39 45,4

Lebih dari seminggu sekali 15 17,4

Tidak pernah 32 37,2

Kebiasaan penggunaan kasur

Kasur milik sendiri 35 40,7

Tidak memiliki kasur sendiri 51 59,3

Kasur dilapisi dengan sprei

Ya 33 38,4

Tidak 53 61,6

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang membersihkan alas tidur sebelum dan sesudah sebanyak 60 orang (69,8%) dan

49

tidak membersihkan alas tidur sebanyak 26 orang (30,2%). Responden yang tidak pernah mengganti sprei sebanyak 52 orang (60,5%) dan mengganti sprei sekali dalam seminggu sebanyak 34 orang (39,5%). Kebiasaan responden menjemur kasur dengan proporsi tertinggi yaitu responden yang menjemur kasur sekali dalam seminggu sebanyak 39 orang (45,4%), dan proporsi terendah yaitu responden yang menjemur kasur lebih dari seminggu sekali sebanyak 15 orang (17,4%). Responden yang tidak memiliki kasur sendiri sebanyak 51 orang (59,3%) dan memiliki kasur sendiri sebanyak 35 orang (40,7%). Proporsi responden yang tidak melapisi kasur dengan sprei sebanyak 53 orang (61,6%) dan melapisi kasur dengan sprei sebanyak 33 orang (38,4%).

Pengkategorian penggunaan tempat tidur dan sprei berdasarkan hasil penilaian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 17

Kategori Penggunaan Tempat Tidur dan Sprei di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Penggunaan Tempat Tidur dan Sprei Jumlah (Orang) %

Baik 20 23,3

Cukup 23 26,7

Buruk 43 50,0

Total 86 100

Dari tabel diatas diketahui bahwa kondisi penggunaan tempat tidur dan sprei pada responden di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan termasuk kategori buruk yaitu 43 orang (50,0%).

Sanitasi lingkungan. Adapun gambaran sanitasi lingkungan pada penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 18

Distribusi Frekuensi Sanitasi Lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan Tahun 2020

Komponen Bobot Nilai Skor

Persyaratan Kesehatan Fasilitas Sanitasi 20 Penyediaan air bersih

Kualitas : memenuhi persyaratan fisik 6 10 120 Kuantitas : tersedia air bersih minimal 60

lt/orang/hari

8 10 160

Kontinuitas : Air bersih tersedia pada setiap tempat kegiatan yang

Letak kamar mandi tidak berhubungan langsung dengan tempat pengelolaan makanan (dapur)

9 10 180

Lubang penghawaan harus berhubungan langsung dengan udara luar

5 10 100

Tidak terdapat tempat penampungan atau genangan air yang dapat menjadi tempat perindukan serangga dan binatang pengerat

6 8 120

Perbandingan narapidana dengan jumlah jamban dan jumlah kamar mandi adalah untuk jumlah narapidana 15 orang harus tersedia 1 jamban dan kamar mandi.

8 8 160

Pengelolaan sampah

Tersedia tempat sampah yang dilengkapi dengan penutup

6 10 120

Tempat sampah terbuat dari bahan yang kuat, tahan karat, permukaan bagian dalam rata/licin

7 10 140

Tempat sampah dikosongkan setiap 1x24 jam atau apabila β…” bagian telah terisi penuh

5 5 100

Tempat sampah harus disediakan minimal 1 buah untuk setiap radius 10 meter

1 1 20

Tersedia tempat pembuangan sampah sementara

Tersedia tempat pembuangan sampah sementara

Dalam dokumen ANALISIS PERSONAL HYGIENE (Halaman 43-90)

Dokumen terkait