• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Belanja Langsung Tahun 2020 36

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 36-51)

BAB III ASUMSI DASAR DALAM PENYUSUNAN RAPBD

4.2. Belanja Daerah

4.2.2. Kebijakan Belanja Langsung Tahun 2020 36

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2020 difokuskan pada pembangunan sumberdaya manusia, pembangunan ekonomi serta infrastruktur. Sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020 yaitu ”Peningkatan Sumberdaya Manusia Untuk Pertumbuhan Berkualitas“, maka tema pembangunan Sulawesi Selatan Tahun 2020 adalah “ Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia untuk Pertumbuhan Sulawesi Selatan yang Inklusif” . Berdasarkan dengan tema nasional tersebut dan rumusan strategi dan arah kebijakan serta memperhatikan 5 Program Nyata berdasarkan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2018 – 2023.

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 37 Selanjutnya terkait penempatan pagu indikatif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap mengacu pada pagu indikatif yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2018 – 2023.

Adapun mengenai kebijakan Belanja Langsung diarahkan pada :

1. Peningkatan kapabilitas dan keunggulan SDM aparatur

Sasaran dari arah kebijakan ini adalah meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintahan serta meningkatnya kualitas penyelenggaraan pelayanan dasar. Olehnya itu, untuk mendukung kebijakan ini diprioritaskan melalui program antara lain pengembangan kompetensi sumber daya aparatur, penilaian potensi dan kompetensi aparatur, penataan dan penguatan kelembagaan, pengembangan dan implementasi e-government serta pengembangan dan implementasi inovasi pemerintahan serta penguatan peran APIP sebagai aparat pengawas internal.

2. Peningkatan jangkauan, kualitas dan kemantapan jalan provinsi

Sasaran dari arah kebijakan ini adalah meningkatnya aksesibilitas infrastruktur melalui strategi peningkatan jangkauan dan kualitas infrastruktur wilayah dalam membuka wilayah terisolir, memperkuat interkoneksivitas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan mendukung pencapaian target-target pembangunan secara berkelanjutan. Untuk saat ini realisasi kemantapan jalan hingga akhir juli tahun 2019 telah mencapai 59,98% dari target yang telah ditetapkan sebesar 61,02%, sedangkan untuk pembangunan jalan telah mencapai sepanjang 56,2 km dari target yang telah ditetapkan sepanjang 140,5 km. Ditahun 2020 target pembangunan jalan sepanjang 96,32 km dengan kemantapan 64,02%. Untuk mendukung kebijakan ini, prioritas tahun 2020 dilaksanakan melalui program antara lain preservasi jalan, pengendalian jalan akses wilayah terisolir, penyelenggaraan lalu

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 38 lintas angkutan jalan dan penanggulangan kerusakan jalan akibat banjir.

3. Penguatan SDM pelaku usaha dan dukungan sarana prasarana, teknologi, dan micro finance pada wilayah pertumbuhan ekonomi baru

Sasaran arah kebijakan ini adalah meningkatnya produktivitas pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan menurunnya kesenjangan antar lapisan masyarakat dan antar wilayah melalui strategi memperkuat dukungan sarana prasarana pada kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengoptimalkan peran sumber-sumber pertumbuhan pada kawasan tersebut disertai dengan kordinasi penanggulangan kemiskinan. Untuk mendukung kebijakan ini, maka prioritas tahun 2020 dilaksanakan antara lain melalui program pengembangan pusat pertumbuhan baru, peningkatan promosi dan kerjasama perdagangan internasional, peningkatan dan pengembangan ekspor, penyelenggaraan kepelabuhanan dan angkutan pelayaran, perluasan dan pengembangan tenaga kerja, pengembangan dan pembinaan kelompok UKM, pengembangan dan penataan fasilitas umum, pengembangan pemasaran pariwisata, pengembangan usaha dan promosi produk UMKM, Pengembangan Sentra-Sentra Industri serta penataan permukiman.

4. Penguatan pendidikan vokasional dalam kerangka link and match dengan dunia usaha dan industri

Sasaran arah kebijakan ini adalah meningkatnya derajat pendidikan masyarakat melalui strategi upaya mengefektifkan link and match antara proses pendidikan vokasional dengan perkembangan dunia usaha dan industry serta meningkatkan kualitas belajar-mengajar pada pendidikan menengah umum dalam meningkatkan kelulusan pada pendidikan tinggi bereputasi dan meningkatkan pembinaan pemuda. Untuk mendukung hal

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 39 tersebut, tahun 2020 diprioritaskan dilaksanakan melalui antara lain program peningkatan kualitas SDM dan penurunan angka kemiskinan melalui program antara lain peningkatan kualitas pendidikan menengah, peningkatan kualitas pendidikan vokasional, pendidikan karakter dan sekolah sehat, pengembangan dan kepeloporan pemuda, peningkatan partisipasi pendidikan menengah dan khusus serta kelompok disabilitas.

5. Peningkatan upaya eliminasi dan penghapusan segala bentuk kekerasan dan praktek-praktek yang membahayakan terhadap perempuan dan anak

Sasaran arah kebijakan ini adalah meningkatnya keberdayaan perempuan dalam pembangunan melalui upaya stratagi meningkatkan kapasitas dan mengembangkan kelembagaan penyedia layanan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kualitas keluarga dan pemenuhan hak anak dan peningkatan upaya pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk mendukung hal tersebut, tahun 2020 diprioritaskan melalui antara lain program perlindungan perempuan dan anak dan peningkatan peran perempuan perdesaan.

6. Perbaikan pelayanan kesehatan sesuai SPM khususnya perbaikan pada 1.000 hari pertama kehidupan serta upaya preventif penanganan kesehatan

Sasaran arah kebijakan ini adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui upaya meningkatkan keterpenuhan sarana prasarana pelayanan kesehatan berbasis regional secara beriringan dengan upaya preventif dalam penanganan kesehatan serta meningkatkan sarana parasarana olah raga serta peningkatan pembinaan dan pendidikan peserta keolahragaan melalui peningkatan koordinasi dengan pemerintah

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 40 kabupaten/kota serta organisasi olah raga. Untuk mendukung hal tersebut, tahun 2020 diprioritaskan melalui antara lain program pembangunan rumah sakit regional, pengembangan spesialisasi dan kualitas layanan rumah sakit, pelayanan 1000 hari pertama kehidupan serta promosi kesehatan, penyediaan air bersih, bina gizi dan kesehatan ibu dan anak, upaya kesehatan dan standarisasi pelayanan kesehatan.

Terkait dengan pembangunan Rumah Sakit Regional rencananya akan dilakukan dengan model multi years dikarenakan 1) bahwa rencana pembangunan rumah sakit tersebut termasuk bangunan kompleks sebagaimana diatur dalam Permen PUPR sehingga diperlukan jasa konsultan Manajemen Konstruksi (MK), 2) bahwa sebagaimana tugas dan fungsi dari jasa konsultan manajemen konstruksi melakukan kegiatan pengawasan sejak tahap perencanaan konstruksi sampai dengan pelaksanaan konstruksi sehingga pelaksanaan jasa perencanaan manajemen konstruksi tersebut melebihi 1 tahun anggaran, 3) mengingat waktu yang tersedia untuk melaksanakan proses pemilihan penyedia untuk pekerjaan fisik tidak memungkinkan sehingga rencana pelaksanaan pekerjaan fisik dialihkan ke tahun 2020 s.d 2021 dengan kontrak tahun jamak (multi years).

7. Akselerasi hilirisasi pengelolaan produk berbasis sumberdaya alam (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan dan pertambangan) secara ekologis

Sasaran arah kebijakan ini adalah meningkatnya produktivitas dan daya saing produk sektor perekonomian berbasis sumberdaya alam melalui strategi memperkuat ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi pengelolaan komoditas berbasis sumberdaya alam dengan dukungan sarana-prasarana pada proses produksi, pengolahan dan pemasaran yang berorientasi pada ketahanan pangan dan energi serta perbaikan pendapatan masyarakat.

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 41 Untuk mendukung hal tersebut, tahun 2020 diprioritaskan melalui antara lain program hilirisasi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan pertambangan, eksplorasi sumber daya geologi, konservasi dan pemanfaatan air tanah, peningkatan produksi dan produktivitas ternak.

8. Penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan dan antar tingkatan pemerintahan dalam pemantauan dan pengendalian pencemaran lingkungan serta adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim

Sasaran arah kebijakan ini adalah terpeliharanya kualitas lingkungan hidup serta kemampuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui strategi mengintegrasikan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan pada pilar ekologi dalam menyelaraskan upaya-upaya pemanfaatan jasa lingkungan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk keterpeliharaan kualitas lingkungan dan meningkatkan kemampuan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim serta mengimplementasikan pembangunan rendah karbon.

Dalam upaya penanganan dan mitigasi dampak perubahan iklim seperti bencana alam, maka dibutuhkan sarana dan prasarana pendukung untuk melakukan evakuasi korban dari daerah bencana dan pengiriman/distribusi bantuan pangan, obat-obatan dan tenaga medis ke daerah bencana serta monitoring dan evaluasi.

Untuk mendukung hal tersebut, tahun 2020 diprioritaskan melalui antara lain program pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, rehabilitasi hutan dan lahan, pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya, penataan hutan dan pemanfaatan hutan, Pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana serta pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 42 9. Kebijakan Nilai-nilai Kebangsaan

Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penyelenggaraan Wawasan Kebangsaan bertujuan untuk: (1) mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan guna pemberdayaan dan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

(2) mengoptimalkan pengembangan dan perbaikan kinerja demokrasi daerah; (3) mengembangkan dan melaksanakan model Wawasan Kebangsaan yang tidak indoktrinatif dan sesuai dengan kearifan lokal; (4) membangun jaringan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengembangan Wawasan Kebangsaan tingkat lokal, nasional, dan regional sesuai peraturan perundangan. Tujuan tersebut dapat tercapai melalui strategi: (1) Revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dan pendidikan wawasan kebangsaan; (2) Penyelenggaraan peningkatan Kesadaran Bela Negara; (3) Penguatan Pendidikan Karakter yang merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Untuk mendukung hal tersebut, tahun 2020 diprioritaskan melalui antara lain Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan dan Pengembangan dan Kepeloporan Pemuda serta Pembinaan Mental dan Spiritual.

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 43 Secara umum belanja daerah disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian proses dan hasil pelaksanaan pembangunan setiap satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas, pokok dan fungsinya. Hasil tersebut diharapkan akan berdampak pada indikator outcome yang terukur.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program dan kegiatan.

4.2.2.1 Target Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020

Penyusunan target pembangunan yang ditetapkan dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2020 Provinsi Sulawesi Selatan disusun berdasarkan Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 merupakan amanat dari pelaksanaan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 dengan target pembangunan sebagai berikut:

1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 7,40 – 7,80%;

2. Inflasi sebesar 3,0 – 1,0;

3. PDRB/Kapita sebesar Rp. 62,97 juta;

4. Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,97%;

5. Kemiskinan sebesar 8,46 %;

6. Indeks Pembangunan Manusia sebesar 72,18 ; dan 7. Gini Rasio sebesar 0,376

Untuk mencapai target tersebut berdasarkan RPJMD Provinsi Sulawesi selatan, upaya pencapaian target tersebut melalui strategi:

1. Meningkatkan kapabilitas dan keunggulan SDM aparatur serta memanifestasikan kelembagaan pemerintahan yang bersih dan akuntabilitas secara beriringan dengan pemanfaatan teknologi

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 44 informasi untuk inovasi bagi pelayanan yang responsive, melalui beberapa hal yaitu:

a) Peningkatan kualitas aparatur

b) Penataan dan penguatan kelembagaan untuk memaksimalkan pencapaian visi dan misi pemerintah dan pemerintah daerah.

c) Pengawasan dan pembinaan pelaksanaan keuangan daerah.

d) Implementasi e-government

e) Pengembangan inovasi pemerintahan

2. Meningkatkan jangkauan dan kualitas infrastruktur wilayah dalam membuka wilayah terisolir, memperkuat interkoneksivitas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan mendukung pencapaian target-target pembangunan secara berkelanjutan. Peningkatan tersebut diharapkan dapat tercapai melalui upaya:

a) Membangun konektivitas antara pusat-pusat kegiatan dan antara pusat kegiatan dengan kawasan perdesaan melalui pembangunan infrastruktur wilayah yang terpadu dan terintegrasi antar moda transportasi guna menghubungkan lokasi produksi usaha mikro dan kecil kepada pusat pertumbuhan;

b) Mengoptimalkan peningkatan kualitas jalan Provinsi secara terintegrasi melalui berbagai sumber pembiayaan dan mengembangkan inovasi penggunaan skema KPBU dan/atau pembiayaan swasta.

c) Membuka akses pada daerah terisolir dan daerah-daerah yang memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah di Kabupaten/Kota dan mengembangkan konektivitas antara daerah tersebut dengan pusat pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan sarana dan prasarana transportasi; dan d) Peningkatan jangkauan dan kualitas infrastruktur wilayah

dilakukan dengan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 45 dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebagai pedoman untuk menjaga kelangsungan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

3. Memperkuat dukungan sarana-prasarana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan kawasan pertumbuhan ekonomi baru dan mengoptimalkan peran sumber-sumber pertumbuhan pada kawasan tersebut disertai dengan kordinasi penanggulangan kemiskinan. Perkuatan peran pusat-pusat pertumbuhan dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan daerah diharapkan akan mengoptimalkan pemerataan pembangunan antar wilayah di Sulawesi Selatan yang akan diwujudkan melalui upaya sebagai berikut:

a) Pengembangan destinasi wisata berkualitas yang didukung oleh peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana penunjang pariwisata pada kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) maupun kawasan strategis pariwisata daerah (KSPD),

b) Penguatan konektivitas antara pusat-pusat kegiatan, antara kawasan perdesaan dengan kawasan perkotaan, maupun antar kawasan perdesaan khususnya pada daerah terisolir melalui pembangunan infrastruktur wilayah yang terpadu dan terintegrasi antar moda transportasi guna menghubungkan lokasi produksi usaha mikro dan kecil kepada pusat pertumbuhan;

4. Mengefektifkan link and match antara proses pendidikan vokasional dengan perkembangan dunia usaha dan industri serta meningkatkan kualitas belajar-mengajar pada pendidikan menengah dalam meningkatkan kelulusan pada pendidikan tinggi bereputasi. Perbaikan kualitas sumber daya manusia melalui vokasi merupakan salah satu variable yang bisa meningkatkan kualitas tenaga kerja. Peningkatan kualitas manusia pada

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 46 akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia Sulawesi Selatan akan diarahkan pada kebutuhan dunia usaha, khususnya pada sector jasa dan industry yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan dapat menggerakkan PDRB Sulawesi Selatan melalui strategi antara lain:

a) Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kewirausahaan berupa penataan kurikulum kewirausahaan di lembaga pendidikan formal untuk mengoptimalkan penyerapan lulusan SMK pada dunia usaha dan industry;

b) Perluasan dan peningkatan akses pendidikan menengah yang berkualitas serta penguatan kompetensi keahlian di bidang aplikatif untuk mempercepat ketersediaan SDM terdidik untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja;

c) Penyediaan pendidikan khusus melalui pengembangan model pembelajaran mandiri.

d) Meningkatkan fasilitas bantuan operasional sekolah e) Peningkatan akses pemerataan pendidikan.

5. Meningkatkan kapasitas dan mengembangkan kelembagaan penyedia layanan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kualitas keluarga dan pemenuhan hak anak dan peningkatan upaya pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi sebagaimana amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memiliki kewenangan melakukan penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender di provinsi yang akan dilaksanakan melalui strategi:

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 47 a) Memperkuat system perlindungan anak dan perempuan dari

berbagai tindak kekerasan dengan mengoptimalkan upaya pencegahan;

b) Meningkatkan kapasitas kelembagaan perlindungan anak dan perempuan dari berbagai tindak kekerasan.

6. Meningkatkan keterpenuhan sarana-prasarana pelayanan kesehatan berbasis regional secara beriringan dengan upaya preventif dalam penanganan kesehatan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana parasarana olahraga serta peningkatan prestasi keolahragaan melalui peningkatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta organisasi olah raga. Kesehatan masyarakat merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Beberapa terobosan telah dilakukan dalam pembangunan kesehatan, namun sampai saat ini berbagai upaya dan terobosan tersebut belum cukup untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan di Sulawesi Selatan. Pembangunan kesehatan sebagai salah satu pelayanan dasar masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan dihadapkan pada tantangan peningkatan upaya promotif dan preventif, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penurunan disparitas akses dan mutu pelayanan kesehatan serta pemenuhan sarana prasarana dan mutu pelayanan kesehatan. Penanganan pembangunan kesehatan di Sulawesi Selatan akan dilakukan melalui apaya:

a) Penurunan disparitas akses dan mutu pelayanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit regional dan ambulance siaga untuk pelayanan pengangkutan jenazah;

b) Pemenuhan sarana prasarana dan tenaga kesehatan, khususnya pada daerah terisolir dan pulau-pulau kecil;

c) Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan terutama kepada ibu, anak, remaja dan lansia;

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 48 d) Peningkatan akses dan partisipasi masyarakat secara luas dan

merata untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani melalui pengembangan dan pembinaan olahraga.

7. Meningkatkan keamanan daerah melalui penyediaan fasilitas pengembangan kebudayaan daerah, peningkatan kerukunan beragama dan peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan serta peningkatan peran dan fungsi agama sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan. Ada beberapa hal yang menjadi prioritas dalam pencapaian strategi ini adalah:

a) Peningkatan Pendidikan karakter dan pekerti guna sebagai upaya membentengi pemuda dari paham radikalisme, serta pengembangan nilai-nilai keagamaan melalui peningkatan jam pelajaran agama dan menumbuhkan gerakan membaca Al-Quran di sekolah sebagai

b) kurikulum lokal;

c) Pengelolaan kekayaan dan keragaman budaya yang tidak bertentangan dengan norma agama

8. Peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan

Pembangunan merupakan transformasi ekonomi, sosial dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat termasuk pemuda. Pemuda adalah salah satu pilar yang memiliki peran besar dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga maju mundurnya suatu negara sedikit banyak ditentukan oleh pemikiran dan kontribusi aktif dari pemuda di negara tersebut. Begitu juga dalam lingkup kehidupan bermasyarakat, pemuda yang merupakan satu identitas yang potensial dalam tatanan masyarakat sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsa.

Pembangunan pemuda menjadi hal penting bagi seluruh negara di

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 49 dunia, karena pemuda merupakan aset terbesar bangsa sekaligus tumpuan harapan yang nantinya akan menegakkan kembali cita-cita bangsa, selain itu pemuda juga merupakan bagian dari roda perputaran zaman yang diharapkan kembali dapat menjadi agent of change Peran dan partisipasi pemuda sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa setiap negara selalu berusaha untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan karkater pemuda.

Pemuda yang merupakan motor aktif sosial masyarakat adalah Individu-individu potensial untuk dibentuk dan digarap sebagai objek sekaligus subjek serta merupakan mata rantai yang menghubungkan masa sekarang dan masa depan. Peranan pemuda pada setiap zaman selalu menempati posisi yang menentukan proses sosial politik dalam Negara dan masyarakat.

Oleh karena itu perlu adanya strategi dalam rangka peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan, yaitu:

1. Peningkatan akses dan peran pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama

2. Peningkatan potensi pemuda dalam kewirausahaan, keolahragaan, kepeloporan, dan kepedulian sosial dan kebudayaan daerah serta kepemimpinan dalam pembangunan

9. Memperkuat ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi pengelolaan komoditas berbasis sumberdaya alam dengan dukungan sarana-prasarana pada proses produksi, pengolahan dan pemasaran yang berorientasi pada ketahanan pangan dan energi serta perbaikan pendapatan masyarakat. Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Sulawesi Selatan, maka perlu untuk mendorong Pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan berada di atas pertumbuhan ekonomi.

Dinamika sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tampaknya masih identik dengan kemiskinan di wilayah perdesaan. Sebagian

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 50 besar penduduk miskin di Sulawesi Selatan bermukim di wilayah perdesaan yang bercorak pertanian. Oleh karena itu dibutuhkan hilirisasi industri komoditas unggulan, terutama komoditas Rumput Laut, Sutera, Kayu, Rotan, Getah Pinus, Bambu, Damar, Madu, Udang, Kakao, Kopi dan Jagung. Hilirisasi ini diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) dan memperluas lapangan kerja baru sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran dan mengurangi kemiskinan.

10. Mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan pada pilar lingkungan dalam menyelaraskan upaya-upaya pemanfaatan jasa lingkungan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan dan meningkatkan kemampuan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim serta mengimplementasikan pembangunan rendah karbon. Skenario terkait integrasi pilar pembangunan lingkungan hidup dalam pembangunan Sulawesi Selatan yang merujuk pada Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan.

11. Pengembangan ekonomi maritim dan kelautan dengan mengedepankan keberlanjutan dan kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan. Pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas sumberdaya hayati, non hayati, dan jasa-jasa lingkungan yang tersedia. Pemanfaatan sumberdaya pesisir atau jasa lingkungan secara terarah dan berkelanjutan selain dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil, perluasan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi kelautan, juga dapat memperbaiki ekonomi masyarakat pesisir. Pengembangan ekonomi maritim dan kelautan yang berkelanjutan diwujudkan melalui upaya sebagai berikut:

Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2020 51 a) Pemanfaatan sumberdaya lautan dan pengembangan potensi

kawasan pessir untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir melalui pengembangan wisata bahari dan pulau-pulau kecil, peningkatan produksi kelautan dan perikanan;

b) Peningkatan dan pemeliharaan kualitas, daya dukung dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya hayati laut melalui konservasi dan rehabilitasi kawasan pesisir;

c) Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antar kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

d) Pembangunan dan Pengembangan industri perkapalan.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 36-51)

Dokumen terkait