E. Kehilangan Air
5.5 ARAHAN STRATEGI SANITASI KOTA .1 VISI DAN MISI PEMBANGUNAN SANITASI
5.5.3 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN SANITASI
Kebijakan dan Strategi Nasional dan Kabupaten Pandeglang dalam Pengembangan Sistem Pengelolaan air limbah dirumuskan sebagai berikut :
Tabel 5.17 Kebijakan dan Strategi Pembangunan Sanitasi Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Air Limbah tahun 2011 – 2016
Kebijakan dan Strategi Nasional Kebijakan dan Strategi Kabupaten Pandeglang
Kebijakan Strategi Kebijakan Strategi
Peningkatan akses prasarana dan sarana air limbah baik sistem
Meningkatkan akses
masyarakat terhadap
prasarana dan sarana air limbah sistem setempat (on
Melakukan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka
Peningkatan kualitas
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-98
on site maupun off site
di perkotaan dan perdesaan untuk perbaikan kesehatan masyarakat
site) di perkotaan dan perdesaan melalui sistem komunal;
optimalisasi pelayanan dibidang Kebersihan, Pertamanan dan Limbah
Manusia (SDM) dan lembaga pengelola melalui Kebersihan, Pertamanan dan Limbah. Meningkatkan akses masyarakat terhadap
prasarana dan sarana air limbah sistem terpusat (off site) di kawasan perkotaan metropolitan dan besar. Peningkatkan peran
masyarakat dan dunia usaha/swasta dalam penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman.
Merubah perilaku dan
meningkatkan pemahaman
masyarakat terhadap
pentingnya pengelolaan air limbah permukiman;
Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan lumpur tinja dalam rangka perlindungan terhadap lingkungan dan sumber daya air
Mendorong partisipasi dunia
usaha/swasta dalam
penyelenggaraan
pengembangan dan
pengelolaan air limbah permukiman. Sosialisasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan SPAL Pengembangan perangkat peraturan perundangan penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman
Menyusun perangkat
peraturan perundangan yang mendukung penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman;
Peningkatan pelayanan air limbah dengan sasaran target terpenuhi
Penyaluran air limbah domestik diarahkan pada sistem individual dan komunal Menyebarluaskan informasi peraturan perundangan terkait penyelenggaraan penge-lolaan air limbah permukiman; Menerapkan peraturan perundangan. Penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas Memfasilitasi pembentukan dan perkuatan kelembagaan
pengelola air limbah
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-99
personil pengelolaan air limbah permukiman
masyarakat;
Mendorong pembentukan dan perkuatan institusi pe-ngelola air limbah permukiman di daerah;
Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar lembaga;
Mendorong peningkatan
kemauan politik (political will) para pemangku kepentingan untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi terhadap pengelolaan air limbah permukiman. Peningkatan dan pengembangan alternatif sumber pendanaan pembangunan
prasarana dan sarana air limbah pemukiman.
Mendorong berbagai alternatif sumber pembiayaan untuk penyelenggaraan air limbah permukiman;
Pembiayaan bersama
pemerintah pusat dan daerah
dalam mengembangkan
sistem air limbah Perkotaan dengan proporsi pembagian yang disepakati bersama.
Tabel. 5.18
Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Persampahan tahun 2011 – 2016 Kebijakan dan Strategi Nasional Kebijakan dan Strategi Kabupaten Pandeglang
Kebijakan Strategi Kebijakan Strategi
Pengurangan sampah semaksimal mungkin dimulai dari sumbernya
Meningkatkan pemahaman masyarakat akan upaya 3R (Reduce-Reuse-Recycle) dan pengamanan
sampah B3 (Bahan Buangan Berbahaya) rumah tangga Peningkatan aksesibilitas pelayanan dengan menitik beratkan pada pelayanan pengelolaan persampahan Peningkatan dan pengendalian mutu pelayanan dalam pengelolaan persampahan Mengembangkan dan menerapkan sistem
insentif dan disinsentif dalam pelaksanaan 3R Mendorong koordinasi lintas sektor terutama
perindustrian &
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-100
Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha/swasta sebagai mitra pengelolaan
Meningkatkan pemahaman
tentang pengelolaan
sampah sejak dini melalui pendidikan bagi anak usia sekolah
Penyediaan
Prasarana dan Sarana Dasar
Menyelenggarakan pengelolaan sampah
skala Kabupaten
sesuai dengan norma standar, prosedur dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah Menyebarluaskan
pemahaman tentang
pengelolaan persampahan kepada masyarakat umum Meningkatkan pembinaan masyarakat khususnya kaum perempuan dalam pengelolaan sampah Mendorong pengelolaan
sampah berbasis
masyarakat
Mengembangkan sistem insentif dan iklim yang kondusif bagi dunia usaha/ swasta Peningkatan cakupan
pelayanan dan kualitas sistem pengelolaan
Optimalisasi pemanfaatan prasarana dan sarana persampahan
Pemanfaatan sampah jadi bernilai ekonomis
Pengurangan sampah semaksimal mungkin dari sumbernya. Meningkatkan cakupan
pelayanan secara
terencana dan Berkeadilan Meningkatkan kapasitas
sarana persampahan
sesuai sasaran pelayanan Melaksanakan rehabilitasi
TPA yang mencemari
lingkungan
Meningkatkan kualitas pengelolaan TPA kearah sanitary landfill Serta Meningkatkan Pengelolaan TPA Regional Penelitian, pengembangan, dan aplikasi teknologi penanganan persampahan
tepat guna dan
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-101
Pengembangan
kelembagaan, peraturan dan perundangan
Meningkatkan Status dan
kapasitas institusi
pengelola
meningkatkan kinerja
institusi pengelola
persampahan
memisahkan fungsi / unti regulator dan operator
Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan lain Meningkatkan kualitas SDM manusia Mendorong pengelolaan kolektif atas penyelenggaraan persampahan skala regional Meningkatkan kelengkapan produk hukum/NPSM sebagai
landasan dan acuan
pelaksanaan pengelolaan persampahan
Mendorong penerapan
sistem pengawasan dan penerapan sanksi hukum secara konsisten dalam rangka pembinaan aparat, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan
alternatif sumber pembiayaan
Penyamaan persepsi para pengambil keputusan Mendorong peningkatan
pemulihan biaya
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-102 Tabel. 5.19
Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Drainase tahun 2011 – 2016 Kebijakan dan Strategi Nasional Kebijakan dan Strategi
Kabupaten Pandeglang
Kebijakan Strategi Kebijakan Strategi
Pemantapan keterpaduan penanganan
pengendalian banjir dan sector/sub sector
terkait lainnya berdasarkan
keseimbangan tata air
Mengembangkan sistem perencanaan drainase utama dan lokal yang terpadu
Percepatan pembangunan, peningkatan kualitas dan kuantitas permukiman serta penataan permukiman melalui stimulus pemerintah pusat dan daerah dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat termasuk dunia usaha Pembangunan, peningkatan dan penataan permukiman dengan penguatan kerjasama antara Pemerintah dengan dunia usaha.
Mempertahankan konsep pola aliran alami
Mencitakan pola pembangunan yang berkelanjutan melalui kewajiban melakukan konservasi air dan pembangunan yang berwawasan lingkungan Mewujudkan sebuah
stakeholder yang melakukan konservasi air
Mengembangkan NSPM berdasarkan karakteristik dan kondisi tata air
Peningkatan pelibatan seluruh stakeholder
berdasarkan hirarkhi sistem drainase
Menentukan kewenangan, peran dan tanggungjawab pemerintah, swasta dan masyarakat
Pemetaan potensi dan eksisting, penentuan prioritas penanganan daerah irigasi se-Kabupaten Pandeglang dan Upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi penggunaan dana pemerintah dengan optimalisasi partisipasi masyarakat.
Sinegitas antara program pembangunan dan peningkatan irigasi yang menjadi kewenangan pusat,propinsi dan kabupaten
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-103
prasarana dan sarana drainase
bertahap infrastruktur pada kawasan-kawasan
pusat pertumbuhan
ekonomi lokal. Menyiapkan prioritas dan
tahapan pemanfaatan drainase Peningkatan kapasitas kelembagaan, peraturan dan perundangan
Meningkatkan status dan kapasitas institusi pengelola
Penyediaan
Prasarana dan Sarana Dasar
Sosialisasi kebijakan terkait fungsi saluran drainase
Meningkatkan koordinasi antar instansi dan seluruh
stakeholder
Meningkatkan kinerja dan kualitas SDM
Meningkatkan kelengkapan peraturan dan produk hukum/ NSPM
Mendorong sistem
pengawasan dan penerapan sanksi secara konsisten Pengembangan
alternatif pembiayaan
Mengembangkan sumber pembiayaan melalui restribusi lingkungan
Menyamakan persepsi pengambilan keputusan
Gambaran Umum Sanitasi Kabupaten
Profil sanitasi Kabupaten Pandeglang secara umum dapat dilihat dari tingkat layanan, cakupan layanan maupun akses masyarakat terhadap ketersediaan sarana dan prasarana baik untuk sektor air limbah, persampahan dan drainase lingkungan yang ada di Kabupaten. Kondisi umum sanitasi Kabupaten Pandeglang dapat digambarkan sebagai berikut
Sub Sektor Pengelolaan Limbah Cair
Sistem pengelolaan air limbah domestik secara teknis dapat kita kelompokkan menjadi 2 sistem, yaitu :
- Sistem setempat (on site system)
Merupakan sistem pengolahan air limbah dimana fasilitas instalasi pengolahan berada di dalam persil atau batas tanah yang dimiliki dapat berupa ;
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-104
cubluk
Dari tempat penampungan tersebut, kemudian yang dilanjutkan pengangkutan dengan mobil tangki tinja dengan pengolahan lumpur tinja di IPLT. Pembuangan limbah domestik yang berupa air limbah di Kabupaten Pandeglang dilakukan dengan beberapa cara. Pada daerah permukiman yang terstruktur, penduduk mengunakan tangki septik individual. Pada permukiman yang tidak terstruktur, sebagian penduduknya menggunakan tangki septik individual maupun cubluk dan masih banyak yang menggunakan aliran sungai dan saluran irigasi sebagai pembuangan air limbah.
Kondisi saat ini limbah yang berasal dari air bekas cucian, dapur dan kamar mandi disalurkan langsung kesaluran drainase, kali dan saluran lainnya bergabung dengan air hujan mengalir ketempat yang lebih rendah melalui saluran alami dan saluran buatan. Jaringan air limbah rumah tangga mengikuti saluran air yang tersedia. Pengolahan air limbah terjadi secara alami ketika air mengalir.
Kabupaten Pandeglang memiliki 1 unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), yang berlokasi di Desa Tegallongok Kecamatan Keroncong, luas lahan IPLT 5.000 m2. IPLT Tegallongok dibangun pada tahun 1995, sistim pengolahan di IPLT dengan menggunakan imhoftank yang diikuti dengan kolam anaerobic, kolam fakultatif, bak maturasi dan bak pengering (sludge drying bed/ SDB) dengan proses pengolahan secara biologis.
IPLT di Kabupaten Pandeglang direncanakan mampu mengolah sekitar 9 m3/hari, pada kenyataannya lumpur tinja yang masuk ke IPLT tidak konstan waktunya tergantung dari permintaan konsumen, namun volume rata-rata dalam satu tahun 735 m3 atau rata-rata 2 m3/hari.
(Lihat Gambar Diagram Sistem Sanitasi On Site System).
Gambar 5.7
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-105
- Sistem terpusat (off site system)
Adalah sistem suatu pengolahan air limbah dengan menggunakan suatu jaringan perpipaan untuk menampung dan mengalirkan air limbah ke suatu tempat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk selanjutnya diolah. Pengolahan dimaksudkan untuk mengkondisikan air limbah agar siap untuk diolah pada pengolahan tahap selanjutnya (Lihat Gambar Diagram Sistem Sanitasi Off-Site System) , yaitu :
pengolahan primer, dimaksudkan untuk memisahkan secara fisik partikel tersuspensi (SS) sehingga beban pada unit pengolahan selanjutnya dapat dikurangi, prosesnyamenggunakan sistem pengendapan dan pengapungan.
pengolahan sekunder, pada tahap ini akan terjadi proses penguraian (secara biologis atau biokimia dengan bantuan mikroorganisme) dan menguraikan zat-zat organic, perosesnya menggunakan lumpur aktif, cakram biologis, trikling filter, extended aeration, dan oxidation pond.
Penggunaan sistem sanitasi terpusat (off site system) di Kabupaten Pandeglang sampai saat ini baru di dilaksanakan oleh Rumah sakit Berkah, PT Sinar Sosro, PT. Cibaliung Sumber Daya (CSD), PLTU 2 Labuan, sebagaimana dapat dilihat di Tabel berikut ini :
Tabel 5.20
Fasilitas Pengolahan Limbah Cair
No Uraian PT. Sinar Sosro PLTU II Labuan RS. Berkah PT. Cibaliung Sumber Daya 1 Spesifikasi teknis - - - - 2 Tahun pembuatan 1995 2008 2001 2010 3 Sistem pengolahan An Aerobik Sistem pengolahan air limbah PLTU 2 Labuan telah di desain sebagai system pembuangan sirkulasi tertutup (closed Biologi, An Aerobik dan Aerobik Menggunakan kaporit untuk menurunkan CN– menjadi CNO- (Cyanat) yang lebih
ramah lingkungan
sebelum dibuang
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-106 No Uraian PT. Sinar Sosro PLTU II Labuan RS. Berkah PT. Cibaliung Sumber Daya sistem) yang menganut azas 3R (Reuse, Reduce, Recicle)
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-107 Gambar 5.8
Fasilitas Pengolahan Limbah RSUD. Berkah
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-108
Gambaran pengelolaan limbah cair di Kabupaten Pandeglang,dapat dilihat pada Tabel dan Gambar sebagai berikut :
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-109 Gambar 5.9
Diagram Sistem Sanitasi off site
Tabel 5.21
Pembuangan Limbah di Kabupaten Pandeglang Tahun 2009
No URAIAN JUMLAH/VOLUME KETERANGAN
1 Jumlah Timbulan Tinja/Black Water
- Standar timbulanTinja (gr/orang/hr) 0,250 Sumber : Duncanmara dalam
sugiharto, 1987
- Jumlah Timbulan (m3) 287,4025
2 Jumlah Timbulan Grey Water
- Standar timbulan (liter/orang/hari) 60 Sumber :
Met Calf &Eddy,2003
- Jumlah Timbulan (m3) 68.764
3 Jumlah Tinja terangkut - Mobil tinja Milik Pemerintah
Jumlah Mobil tinja (unit) 1 1 Unit rusak berat
Kapasitas tangki (liter) 2.000
Jumlah Rit (m3/hari) 2
- Mobil Tinja Milik Swasta Tidak ada
Jumlah mobil tinja (unit) -
Kapasitas tangki (m3) -
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-110
No URAIAN JUMLAH/VOLUME KETERANGAN
4 Kapasitas IPLT
- Dibangun (tahun) 1995 hanya 1 unit
- Umur Pakai (tahun) 5
- Kapasitas terpasang (m3/hari) 9
- Kapasitas terpakai (m3/hari) 2
5 Kapasitas IPAL 1)PT. Sinar Sosro
- Dibangun (tahun) 1995
- Umur Pakai (tahun) 10
- Kapasitas terpasang (m3/jam) 7
- Kapasitas diolah (m3/jam) 7
2)PT. Cibaliung Sumber Daya
- Dibangun (tahun) 2010
- Umur Pakai (tahun) 10
- Kapasitas terpasang (m3/bulan) 15.188 - Kapasitas diolah (m3/bulan) 15.188 3)PT. PLTU II Labuan
- Dibangun (tahun) 2008
- Umur Pakai (tahun) 10
- Kapasitas terpasang (m3/jam) 78
- Kapasitas diolah (m3/jam) 78
4)RSUD Berkah
- Dibangun (tahun) 2001
- Umur Pakai (tahun) 10
- Kapasitas terpasang (m3/bulan) 4.032
- Kapasitas diolah (m3/bulan) 4.032
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-111 Tabel 5.22
Teknis Pembuangan Limbah di Kabupaten Pandeglang Tahun 2009
No URAIAN JUMLAH/VOLUME KETERANGAN
1 ON SITE SYSTEM - Jumlah (SR)
Cubluk 2.300
Septic tank perorangan 44.113
- Kapasitas (m3)
Cubluk 2,3
Septic tank perorangan 44,113
2 OFF SITE SYSTEM IPLT
- Jumlah IPLT (unit) 1
- Kapasitas (m3/hari) 9
- Wilayah layanan (kel/desa) 13
- Jumlah pelanggan (SR) - mobile
3 OFF SITE SYSTEM IPAL Belum ada
- Jumlah Ipal (unit) - -
- Kapasitas (m3) - -
- Wilayah layanan (Ha) - -
- Wilayah layanan/wilayah kab-kota (%) - -
- Jumlah pelanggan (SR) - -
Sumber : Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pandeglang
Tabel 5.23
Permasalahan Pembuangan Limbah di Kabupaten Pandeglang Tahun 2009
No Uraian Akar Permasalahan
Teknis Non Teknis
1 ON SITE SYSTEM
- User interface (kloset) Belum tersosialisasikan tata cara pengumpulan yang sesuai SNI
Masyarakat belum sadar untuk menggunakan user interface yang sesuai SNI - Pengumpulan/penampungan Belum tersosialisasikan
tata cara pengumpulan
Belum adanya kesadaran masyarakat dalam hal
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-112
No Uraian Akar Permasalahan
Teknis Non Teknis
yang sesuai SNI pembuatan media
pengumpulan lumpur tinja
- Pengangkutan Minimnya sarana anggaran
dalam pemeliharaan serta pengadaan Tangki Tinja
Belum adanya manajemen yang baik dalam masalah pengangkutan
- IPLT Tidak adanya regulasi
mengenai penggunaan IPLT
Kurangnya kesadaran pihak swasta dalam hal pembuangan lumpur tinja untuk membuang ke IPLT
2 OFF SITE SYSTEM Sistem belum ada Sistem belum ada
- User interface (kloset) - -
- Pengumpulan/penampungan - -
- Perpipaan - -
- IPAL - -
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-113
G
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-114
SSuubbsseekkttoorrPPeennggeelloollaaaannSSaammppaahh
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya, beberapa konsep yang digunakan adalah :
Konsep "3R" mengurangi sampah (reduce), menggunakan kembali sampah (reuse) dan daur ulang (recycle), yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah.
Perpanjangan tanggungjawab penghasil sampah / Extended Producer Responsibility (EPR). EPR adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. Ini berarti perusahaan yang manufaktur, impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur.
Prinsip pengotor membayar - prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Sehubungan dengan pengelolaan limbah, ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan
Seiring dengan pertumbuhan penduduk (data tahun 2009), perubahan perilaku penduduk dan perubahan teknologi, sehingga mengakibatkan jumlah sampah secara kuantitas setiap harinya mengalami kenaikan, timbulan sampah di Kabupaten Pandeglang mencapai rata-rata 1.188,35m3/hari yang terdiri dari sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah spesifik, sedangkan kemampuan pelayanan persampahan baru mencapai sekitar 12,28 % dari total sampah di Kabupaten Pandeglang. Berikut ini asumsi perkiraan beberapa jenis timbulan sampah diantaranya :
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-115
Perkiraan total timbulan sampah rumah tangga per hari di Kabupaten Pandeglang diperkirakan mencapai 783,68 m3/hari,
Perkiraan total timbulan sampah sejenis sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya per hari di Kabupaten Pandeglang diperkirakan mencapai 402,70m3/hari.
Perkiraan total timbulan sampah spesifik (termasuk di dalamnya sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun, sampah yang timbul akibat bencana, puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan/atau sampah yang timbul secara tidak periodik diperkirakan mencapai 1,96m3/hari
Perkiraan timbulan sampah spesifik tersebut adalah perkiraan timbulan sampah spesifik yang berasal dari Rumah Sakit Daerah dan Puskemas saja ( sedangkan dari instalasi lain seperti tempat praktek dokter, klinik kesehatan/bersalin, Apotik/toko obat, laboratorium kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya). Timbulan sampah yang timbul akibat bencana, puing bongkaran bangunan, sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan/atau sampah yang timbul secara tidak periodik, belum dapat diprediksi dan masih dalam pendataan.
Timbulan sampah sejenis sampah rumah tangga yang belum dapat diperhitungkan dan masih dalam pendataan adalah :
1. Kawasan Komersial kecuali pasar
2. kawasan industri kecuali PT. Sosro Pandeglang
3. kawasan khusus seperti perhotelan, kawasan wisata dan tempat rekreasi
Pengelolaan persampahan engan sistem swakelola Swasta di Kabupaten Pandeglang belum ada. Pola operasional pelayanan persampahan di Kabupaten Pandeglang dapat dilihat dalam diagram
Gambar 5.11
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-116 Tabel 5.24
Pelayanan Persampahan
No Uraian Teknik Operasional Volume Keterangan
A Jumlah Timbulan
- Standar timbulan sampah (l/org/hr) 2,5
- Perkiraan jumlah timbulan sampah (m3/hr)
783,68
B Pelayanan Sampah
1 Cakupan pelayanan (%) 12,28
2 Perkiraan sampah terangkut
- Permukiman (m3/hari) 44
- Non permukiman (m3/hari) 21
- Total (m3/hari) 65
4 Kapasitas pelayanan TPA (m3/hari) 65
5 Kapasitas pelayanan pengumpulan (truk) 11
Sumber : Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pandeglang
Tabel 5.25
Teknis Pengelolaan Persampahan Oleh Pemerintah No Sarana/Prasarana Jumlah
(unit) Kapasitas Kondisi Keterangan a.Pewadahan
Jumlah tong sampah 97 0,4 m3 sedang tersebar
b.Pengumpulan
Gerobak sampah 17 1 m3 sedang tersebar
Becak sampah - - - -
c.Penampungan sementara
Transfer depo - - - -
Container 11 6 m3 2 unit rusak
Pasangan batu - - -
Bak kayu - - -
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-117 No Sarana/Prasarana Jumlah
(unit) Kapasitas Kondisi Keterangan d. Pengangkutan
Pick Up 3 1,5 m3 1 unit rusak
Dump truk 8 6 m3 1 unit rusak
berat
Arm roll truk 2 - sedang
e.Pengolahan
Pengomposan 1 600
liter/jam
rusak
Daur Ulang - - - belum ada
f. Pemrosesan akhir
Luas Area 9 ha 7 ha TPA
Bangkonol
2 Ha TPA
Bojongcanar
Buldozer D6 1 rusak berat TPA Bangkonol
Wheel Loader D3 1 rusak ringan TPA Bangkonol
Track Loader D3 1 baik TPA Bangkonol
g.Pengendalian Pencemaran
Leachate treatment Ada baik TPA Bangkonol
TPA Bojongcanar Buffer zone (wil.
penyangga)
Ada Belum cukup TPA Bangkonol
TPA Bojongcanar
Saluran pengumpul Ada baik TPA Bangkonol
TPA Bojongcanar
Drainase air hujan Ada sedang TPA Bangkonol
TPA Bojongcanar
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-118 No Sarana/Prasarana Jumlah
(unit) Kapasitas Kondisi Keterangan
Sumur kontrol 6 sedang&rusak TPA Bangkonol
(3 sedang)
TPA
Bojongcanar (3 rusak)
h.Sarana penunjang
Kantor 2 baik TPA Bangkonol
(1)
TPA
Bojongcanar (1)
Bengkel 1 sedang TPA Bangkonol
Tempat cuci kendaraan 2 sedang TPA Bangkonol
(1)
TPA
Bojongcanar (1)
Alat timbang Tidak ada - - -
Penyediaan air bersih 2 sedang&rusak TPA Bangkonol
(1)
TPA
Bojongcanar (1 rusak)
Garasi alat berat 3 sedang TPA Bangkonol
(2)
TPA
Bojongcanar (1) Sumber : Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pandeglang
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-119 Tabel 5.26
Permasalahan Pembuangan Sampah di Kabupaten Pandeglang Tahun 2009
No Uraian Akar Permasalahan
Teknis No Teknis
1 Pewadahan Fasilitas pewadahan masih sangat terbatas
Minimnya OM dalam hal
pewadahan sampah dari sumber sampah
Minimnya sosialisasi mengenai pemilhan sampah yang menggunakan prinsip – prinsip 3R di sumber timbulan sampah
Kurangnya kesadaran serta belum membudaya-nya pemilahan sampah dari sumber timbulan sampah yang mengacu pada prinsip 3R.
2 Pengumpulan Pengumpulan hanya dilakukan di fasilitas Umum tertentu
Masih banyak yang membuang sampah sembarangan di fasilitas umum.
3 Pengangkutan SDM petugas pengangkut sampah yang rendah sehingga sulit menerapkan teknologi baru dalam pengangkutan
Minimnya kendaraan Pengangkut sampah yang laik jalan
Belum adanya pemilahan sampah dari sumber sehingga volume sampah yang masuk TPSA masih tinggi
Kurangnya minat petugas pengangkut sampah untuk meningkatkan SDM
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.
5 Pengolahan Minimnya SDM yang memiliki kemampuan pengolahan sampah
Belum dimilikinya fasilitas pengolahan sampah yang
Kurangnya minat untuk mengikuti pelatihan – pelatihan dalam hal pengolahan sampah
Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten
V-120
No Uraian Akar Permasalahan
Teknis No Teknis
berteknologi tinggi
Daur ulang sampah menjadi Kompos masih terbatas
Pengurangan timbulan sampah dari sumber sampah masih