• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi dan Arah Kebijakan Misi Keenam :

“Meningkatkan Tata Kelola Kepemerintahan Daerah”

1. Strategi

Strategi untuk mencapai sasaran misi keenam sebagai berikut :

a. Peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sistem dan kelembagaan investasi daerah.

b. Peningkatan kualitas dan akuntabilitas kelembagaan dan kinerja aparatur birokrasi. c. Pengelolaan data/informasi potensi dan pembangunan daerah.

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten

V-70

e. Peningkakan efektivitas alokasi belanja daerah dan tertib administasi pengelolaan keuangan dan asset daerah.

f. Peningkatan kualitas kehidupan demokrasi masyarakat. g. Peningkatan kesadaran, kepatuhan dan supremasi hukum.

h. Peningkatan kesiapan aparat dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan bencana serta rehabilitasi pasca bencana.

2. Arah Kebijakan

Arah kebijakan dari strategi untuk mencapai sasaran misi kelima sebagai berikut : a. Perkuatan manajemen dan sistem pelayanan publik daerah.

b. Pengembangan sistem perencanaan, pengendalian dan evaluasi kinerja pelayanan publik. c. Penerapan dan peningkatan regulasi dan standar pelayanan minimal (SPM) pelayanan

publik.

d. Peningkatan kapasitas SDM aparatur bidang pelayanan publik. e. Pelayanan perizinan satu atap.

f. Jaminan kepastian hukum dan keamanan atas investasi yang dilakukan. g. Pemberian stimulan bagi investor.

h. Jaminan penyediaan infrastruktur dasar penunjang investasi. i. Penataan kelembagaan instansi pemerintah daerah.

j. Pengembangan sistem ketatalaksanaan untuk mendukung peningkatan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam proses kerja pemerintahan daerah.

k. Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah. l. Pendidikan dan pelatihan bagi aparatur.

m. Pembangunan dan peningkatan teknologi informasi potensi daerah, data/informasi pembangunan lainnya serta penerapan e-government.

n. Inventarisasi, Identifikasi, penelitian dan pengembangan data/informasi berbagai jenis sumber daya alam dan energi sebagai potensi Daerah dan data/informasi pembangunan. o. Ekstensifikasi dan intensifikasi sumber dan kapasitas pendapatan daerah.

p. Peningkatan pencapaian predikat Laporan Keuangan Daerah.

q. Peningkatan kapasitas belanja daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. r. Peningkatan kualitas penyelenggaraan tata kelola asset daerah.

s. Peningkatan partisipasi masyarakat dan lembaga kemasyarakatan dalam rangka pembangunan daerah.

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten

V-71

t. Peningkatan pemahaman organisasi masyarakat dan politik dalam berorganisasi.

u. Penegakan hukum yang berkeadilan dimasyarakat tanpa memandang status, suku, ras dan agama.

v. Peningkatan kesadaran akan arti pentingnya penegakkan hukum. w. Optimalisasi lembaga penegakkan hukum.

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten

V-72

5.3 ARAH PERATURAN DAERAH TENTANG BANGUNAN GEDUNG

Undang-Undang Bangunan Gedung menjelaskan bahwa penyelenggaraan bangunan gedung adalah kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian, dan pembongkaran. Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung.Persyaratan administratif meliputi persyaratan status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan izin mendirikan bangunan.Sedangkan persyaratan teknis meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung.Persyaratan tata bangunan meliputi persyaratan peruntukan dan intensitas bangunan gedung, arsitektur bangunan gedung, dan persyaratan pengendalian dampak lingkungan, yang ditetapkan melalui Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Penataan bangunan dan lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan lingkungan binaan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, khususnya wujud fisik bangunan gedung dan lingkungannya. Kebijakan penataan bangunan dan lingkungan mengacu pada Undang-undang dan peraturan antara lain:

1) UU No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Pada UU No. 1 tahun 2011 juga diamanatkan pembangunan kaveling tanah yang telah dipersiapkan harus sesuai dengan persyaratan dalam penggunaan, penguasaan, pemilikan yang tercantum pada rencana rinci tata ruang dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). 2) UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

UU No. 28 tahun 2002 memberikan amanat bangunan gedung harus diselenggarakan secara tertib hukum dan diwujudkan sesuai dengan fungsinya, serta dipenuhinya persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung. Persyaratan administratif yang harus dipenuhi adalah:

a. Status hak atas tanah, dan/atau izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah; b. Status kepemilikan bangunan gedung; dan

c. Izin mendirikan bangunan gedung.

UU No. 28 tahun 2002 juga mengamatkan bahwa dalam penyelenggaraan bangunan gedung yang meliputi kegiatan pembangunan, pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran, juga diperlukan peran masyarakat dan pembinaan oleh pemerintah.

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten

V-73

3) PP 36/2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung PP ini membahas ketentuan fungsi bangunan gedung, persyaratan bangunan gedung, penyelenggaraan bangunan gedung, peran masyarakat, dan pembinaan dalam penyelenggaraan bangunan gedung. Dalam peraturan ini ditekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) sebagai acuan rancang bangun serta alat pengendalian pengembangan bangunan gedung dan lingkungan.

4) Permen PU No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa RTBL disusun pada skala kawasan baik di perkotaan maupun perdesaan yang meliputi kawasan baru berkembang cepat, kawasan terbangun, kawasan dilestarikan, kawasan rawan bencana, serta kawasan gabungan dari jenis-jenis kawasan tersebut. Dokumen RTBL yang disusun kemudian ditetapkan melalui peraturan walikota/bupati.

5) Permen PU No.14 /PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Mengamanatkan jenis dan mutu pelayanan dasar Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Pada Permen tersebut dilampirkan indikator pencapaian SPM pada setiap Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian PU beserta sektor-sektornya.

6) Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Bangunan Disamping itu, peraturan tersebut juga mengatur beberapa hal sebagai berikut:

a. keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya harus mempertimbangkan terciptanya ruang luar bangunan gedung, ruang terbuka hijau yang seimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya. Di samping itu, sistem penghawaan, pencahayaan, dan pengkondisian udara dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip penghematan energy dalam bangunan gedung (amanat green building).

b. Bangunan gedung dan lingkungannya yang ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan harus dilindungi dan dilestarikan. Pelaksanaan perbaikan, pemugaran, perlindungan, serta pemeliharaan atas bangunan gedung dan lingkungannya hanya

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Kabupaten Pandeglang- Provinsi Banten

V-74

dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah nilai dan/atau karakter cagar budaya yang dikandungnya.

c. Penyediaan fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang cacat danlanjut usia merupakan keharusan bagi semua bangunan gedung.

5.4 ARAHAN RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

5.4.1 RENCANA SISTEM PELAYANAN

Dokumen terkait