Kebijakan merupakan arah/tindakan yang harus dipedomani SKPD dalam melaksanakan strategi mencapai tujuan Renstra SKPD. Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran.
Kebijakan merupakan cara untuk mencapai sasaran, arah/tindakan yang diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan untuk menentukan bentuk konfigurasi program dan kegiatan dalam mencapai tujuan. Kebijakan merupakan
111 kumpulan keputusan-keputusan pimpinan yang menentukan secara teliti tentang bagaimana strategi akan dilaksanakan atau dengan kata lain kebijakan merupakan pedoman pelaksanaan tindakan atau kegiatan tertentu.
Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan serta visi dan misi instansi pemerintah.
Adapun kebijakan yang ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Pacitan Tahun 2011-2016 yang sesuai tugas dan fungsi Dinas Kesehatan sebagai berikut : a. Kebijakan umum untuk strategi akselerasi pengembangan desa dan kelurahan
siaga :
1. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat
2. Peningkatan akses dan prasarana pelayanan kesehatan
3. Peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan yang lebih terjangkau
Sedangkan Kebijakan yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan pada tahun 2011-2016 adalah :
1. Peningkatan Promosi kesehatan yang mendukung PHBS.
2. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). 3. Pengembangan Desa Siaga.
112 5. Pengendalian kualitas lingkungan.
6. Optimalisasi Desa melaksanakan SanitasI Total Berbasis Masyarakat (STBM) 7. Optimalisasi pelaksanaan tatanan Kabupaten Sehat.
8. Peningkatan kualitas dan fasilitas puskesmas rawat inap.
9. Pengembangan sarana dan prasarana gedung Puskesmas dan jaringannya sesuai standar fisik bangunan kesehatan.
10. Peningkatan ketersediaan peralatan kesehatan, peralatan penunjang, peralatan nonmedis dan sarana transportasi kesehatan.
11. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
12. Optimalisasi pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan.
13. Pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan sesuai kebutuhan.
14. Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.
15. Peningkatan kebutuhan SDM sesuai dengan beban kerja.
16. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pengembangan pelayanan kesehatan melalui pustu, polindes, poskesdes, bidan desa, puskesmas keliling, Posyandu, Home Care.
17. Pengembangan inovasi pelayanan kesehatan melalui Puskesmas rawat inap plus, Puskesmas rawat observasi, Puskesmas layanan gawat darurat 24 jam. 18. Pengembangan pelayanan kesehatan matra.
113 19. Pengembangan Puskesmas enterpreneur melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada jaminan mutu dengan pelayanan publik yang bersertifikasi ISO.
20. Pengawasan dan pengendalian peredaran obat dan makanan.
21. Peningkatan cakupan imunisasi rutin bagi bayi, balita, anak sekolah dan ibu hamil maupun imunisasi tambahan.
22. Pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular, penyakit tidak menular dan bencana.
23. Kewaspadaan dini terhadap KLB penyakit menular
24. Peningkatan pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat 25. Penanganan kasus gizi buruk
26. Pemantauan status gizi pada anak balita
27. Optimalisasi penggunaan garam beryodium di masyarakat 28. Kewaspadaan pangan dan gizi
29. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil, ibu nifas, neonatus, bayi, balita, remaja dan usia lanjut.
30. Peningkatan peran serta masyarakat di bidang kesehatan ibu, bayi, anak balita, remaja dan usia lanjut.
31. Pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan dengan dua tenaga kesehatan. 32. Peningkatan pelayanan Puskesmas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). 33. Validasi data masyarakat miskin.
114 34. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui jaminan
pelayanan kesehatan masyarakat.
35. Penyebarluasan informasi tentang sistem layanan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dari analisa lingkungan strategis yang telah dilakukan maka sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Sasaran 1 : Meningkatnya upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku sehat dan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat
Strategi : Optimalisasi peran dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu: a. Peningkatan Promosi kesehatan yang mendukung PHBS.
b. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). c. Pengembangan Desa Siaga.
d. Peningkatan kerja sama lintas sektor.
2. Sasaran 2 : Meningkatnya kualitas lingkungan hidup yang lebih sehat guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Strategi : Meningkatkan peran serta masyarakat dalam terciptanya lingkungan sehat yang memenuhi syarat kesehatan.
115 Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu:
a. Pengendalian kualitas lingkungan.
b. Optimalisasi Desa melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
c. Optimalisasi pelaksanaan tatanan kabupaten sehat.
3. Sasaran 3 : Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana unit pelaksana teknis pelayanan kesehatan dan jaringannya.
Strategi : a. Rehabilitasi dan pengembangan Puskesmas dan jaringannya. b. Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan sesuai kebutuhan. Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu:
a. Peningkatan kualitas dan fasilitas puskesmas rawat inap.
b. Pengembangan sarana dan prasarana gedung Puskesmas dan jaringannya sesuai standar fisik bangunan kesehatan.
c. Peningkatan ketersediaan peralatan kesehatan, peralatan penunjang, peralatan nonmedis dan sarana transportasi kesehatan.
d. Peningkatan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
e. Optimalisasi pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan.
4. Sasaran 4 : Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM Kesehatan serta pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan guna meningkatkan akuntabilitas kinerja kesehatan.
116 Strategi : Penguatan sumber daya kesehatan baik SDM maupun teknologi
kesehatan.
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu:
a. Pengembangan pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan sesuai kebutuhan.
b. Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.
c. Peningkatan kebutuhan SDM sesuai dengan beban kerja.
5. Sasaran 5 : Meningkatnya kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Strategi : Meningkatnya pelayanan kesehatan yang bermutu dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu:
a. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pengembangan pelayanan kesehatan melalui Pustu, Polindes, Poskesdes, Bidan Desa, Puskesmas Keliling, Posyandu, Home Care.
b. Pengembangan inovasi pelayanan kesehatan melalui Puskesmas Rawat Inap Plus, Puskesmas Rawat Observasi, Puskesmas Layanan Gawat Darurat 24 Jam.
117 d. Pengembangan Puskesmas Enterpreneur melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada jaminan mutu dengan pelayanan publik yang bersertifikasi ISO.
e. Pengawasan dan pengendalian peredaran obat dan makanan.
6. Sasaran 6 : Menurunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular.
Strategi : Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap terjadinya kasus-kasus penyakit menular dan tidak menular.
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu:
a. Peningkatan cakupan imunisasi rutin bagi bayi, balita, anak sekolah dan ibu hamil maupun imunisasi tambahan.
b. Pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular, penyakit tidak menular dan bencana.
c. Kewaspadaan dini terhadap KLB penyakit menular
7. Sasaran 7 : Meningkatnya status gizi masyarakat terutama pada ibu hamil, bayi dan anak balita.
Strategi : a. Peningkatan status gizi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan.
b. Penanganan masalah gizi kepada masyarakat sesuai kelompok sasaran.
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu: a. Peningkatan pengetahuan tentang gizi kepada masyarakat
118 b. Penanganan kasus gizi buruk
c. Pemantauan status gizi pada anak balita
d. Optimalisasi penggunaan garam beryodium di masyarakat e. Kewaspadaan pangan dan gizi
8. Sasaran 8 : Meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak balita, remaja dan usia lanjut.
Strategi : Kemudahan akses pelayanan ibu, bayi, anak balita, remaja dan usia lanjut.
Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu :
a. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil, ibu nifas, neonatus, bayi, balita, remaja dan usia lanjut.
b. Peningkatan peran serta masyarakat di bidang kesehatan ibu, bayi, anak balita, remaja dan usia lanjut.
c. Pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan dengan dua tenaga kesehatan.
d. Peningkatan pelayanan Puskesmas Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).
9. Sasaran 9 : Meningkatnya jaminan pelayanan kesehatan pada penduduk miskin
Strategi : Peningkatan pelayanan kesehatan pada penduduk miskin. Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini, yaitu :
119 b. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui
jaminan pelayanan kesehatan masyarakat.
c. Penyebarluasan informasi tentang sistem layanan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat.
120