• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Pendidikan di Negara Malaysia Bagi Warga

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR PENELITIAN PRODUK TERAPAN (Halaman 105-109)

BAB 5 HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

5.1. Komparasi Kebijakan Pemenuhan Hak Atas Pendidikan Warga

5.1.2. Kebijakan Pendidikan di Negara Malaysia Bagi Warga

Bandar)

Sejak Rancangan Malaysia Kedua (1971 hingga 1975), pada dasarnya Malaysia telah melaksanakan dasar pembangunan ke arah pemberantasan kemiskinan dan pengurangan polarisasi sosio ekonomi khususnya dalam kalangan masyarakat yang ada di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan/daerah terpencil (Luar Bandar) dan bandar (Malaysia, 1971).

Berdasarkan prinsip ini berbagai usaha dijalankan untuk terus mendidik masyarakat bukan hanya secara formal akan tetapi juga secara informal untuk semua generasi. Dalam konteks ini Pendidikan menjadi sangat penting sebagai upaya yang untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada. Usaha kerajaan Malaysia yang sangat besar dalam rangka mempercepat meningkatkan taraf hidup rakyat dapat dilihat dengan dibentuknya berbagai agensi di peringkat persekutuan, wilayah dan negeri bagi melaksanakan berbagai program pembangunan untuk kepentingan rakyat. Dan hal yang tidak dapat disangkal kebenarannya adalah keberhasilan meningkatkan taraf hidup rakyat adalah hasil dari upaya yang dilakukan oleh kerajaan Malaysia melalui pencapaian dalam bidang pendidikan, kesehatan, perindustrian, dan sebagainya. Buktinya, sejak dua setengah dekade sejak tahun 1970, Malaysia telah mencapai kemajuan yang membanggakan dari segi pertumbuhan ekonomi sekaligus dapat memenuhi objektif sosialnya (Malaysia, 1999:4-5).13

Dalam asfek pendidikan Pemerintah Malaysia telah melakukan berbagai macam kebijakan dan program yang di orientasikan kepada pembangunan wilayah terpencil (sebenarnya termasuk dalam hal ini adalah wilayah-wilayah perbatasan). misalnya, hal ini menunjukkan bahwa aspek pendidikan merupakan instrumen yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas hidup di Malaysia. Oleh karena itu dalam rangka Rancangan Jangka Panjang Malaysia

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

13 Di kutip dari Siti! Masayu! Rosliah! Binti! Abdul! Rashid,! Peluang( Dan( Cabaran(

Pendidikan( Dalam( Kalangan( Masyarakat( Luar( Bandar( :( Satu( Kajian( Kes( Isi( Rumah( Melayu(

Miskin( Di( Jajahan( Bachok,( Kelantan,! Universiti! Sains! Malaysia! (tesis)! ,! 2008.(bahasa!

disesuaikan!dengan!bahasa!Indonesia)

Pertama 1971 – 1990 (RRJP1), akses pendidikan telah di jadikan salah satu langkah utama yang harus dilakukan dengan baik agar dapat mengurangi perbedaan yang dalam antara pendidikan di wilayah perkotaan dan wilayah terpencil . Malaysia telah menyediakan sejumlah anggaran yang besar untuk membangunkan tahap pendidikan pelajar di wilayah terpencil tersebut . Kebijakan ini juga di tindak lanjuti dengan program Rancangan Makanan Tambahan Sekolah Rendah (RMTSR) 14dan Program Susu Sekolah15 dengan anggaran yang memadai, Untuk Waktu pelaksanaan RMTSR adalah tidak melebihi 190 hari persekolahan dengan anggaran sebesar RM2.50 bagi seorang murid sehari untuk wilayah di Semenanjung Malaysia dan sebesar RM3.00 bagi seorang murid sehari yang berada di wilayah Sabah, Sarawak dan Wilayah Persekutuan Labuan (bermula tahun 2015,hal ini tentu saja dalam rangka meningkatkan prestasi belajar anak-anak yang berada di wilayah terpencil tersebut. 16

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

14 Program RMT akan di mulai pada hari pertama persekolahan bagi murid tahun 2 hingga tahun 6. Bagi murid Tahun 1 dan murid cicir, RMT akan diberikan pada saat hari pertama persekolahan bagi bulan Februari tahun semasa.

15 Program!Susu!Sekolah!(PSS)!dilaksanakan!serentak!dengan!Rancangan!Makanan!

Tambahan! (RMT).! Program! ini! dilaksanakan! untuk! murid! daripada! keluarga! miskin! yang!

berpendapatan! isi! keluarga! di! paras! status! sosio! ekonomi! yang! rendah! agar! mendapat!

makanan! seimbang! semasa! berada! di! sekolah.! Program! ini! juga! bertujuan! untuk!

meningkatkan! taraf! kesihatan! dan! pemakanan! murid! sekolah! rendah! bagi! memastikan!

pertumbuhan!fizikal,!kesihatan!mental!dan!kesihatan!umum!murid!sekolah!bertambah!baik.!

PSS! juga! bertujuan! menggalakkan! murid! meminum! susu! di! peringkat! awal.! Kriteria!

pemilihan! murid! adalah! terdiri! daripada! murid! sekolah! rendah! terutama! dari! luar! Bandar!

dan!keluarga!yang!berpendapatan!bulanan!RM!400!dan!kurang,!iaitu!RM!800!per!kapita.!PSS!

juga! merupakan! satu! program! yang! dilaksanakan! oleh! Kementerian! Pelajaran! Malaysia!

bersama! syarikat! pengeluar! susu! selaras! dengan! konsep! Pensyarikatan! Malaysia.! Program!

ini! yang! dilancarkan! pada! tahun! 1983! telah! diperluaskan! ke! seluruh! negara! mulai! tahun!

1995!kecuali!Sabah!yang!mempunyai!program!susu!yang!tersendiri.!

16!Di! Kelantan! misalnya,! Jabatan! Pelajaran! Negeri! (JPN)! Kelantan! menerima!

anggaran!kurang!lebih!sebesar!!RM54.6!juta!daripada!Kerajaan!Pusat!sepanjang!tahun!2007!

untuk!dibagikan!kepada!lebih!170,000!murid!dan!pelajar!miskin!di!seluruh!negeri.!Daripada!

jumlah! itu,! sebanyak! RM16.8! juta! diagihkan! bagi! membantu! 134,000! pelajar! sekolah!

menengah! yang! dikategorikan! miskin! menerusi! Kumpulan! Wang! Amanah! Pelajar! Miskin!

(KWAPM)! sejak! Januari! lalu! sehingga! kini.! Selain! itu! peruntukan! berkenaan! dengan!!

membantu! ! 71,785! ! murid! ! miskin! ! Tahun! ! 4,! ! 5! ! dan! ! 6! ! bagi! ! mengikuti! ! kelas! tambahan!

menerusi!skim!baucer!tuisyen.!JPN!turut!menyenaraikan!seramai!38,000!lagi!murid!miskin!

dari!seluruh!negeri!yang!diberi!dua!lagi!skim!bantuan!iaitu!Rancangan!Makanan!Tambahan!

Sekolah!Rendah!(RMTSR)!bernilai!RM7!juta!serta!Program!Susu!Sekolah!bernilai!RM3.8!juta!

(Utusan!Malaysia,!11!Jun!2007).(Lihat!Siti!Masayu!Rosliah!Binti!Abdul!Rashid,!Peluang(Dan(

Cabaran( Pendidikan( Dalam( Kalangan( Masyarakat( Luar( Bandar( :( Satu( Kajian( Kes( Isi( Rumah(

Melayu(Miskin(Di(Jajahan(Bachok,(Kelantan)!

Malaysia pada hakikatnya secara berkesinambungan juga telah mengambil langkah-langkah kongkrit dalam memastikan kemajuan pendidikan di daerah terpencilnya yang harus berjalan beriringan dengan pendidikan di daerah perkotaan,hal ini di sebabkan karena pemahaman yang baik berkaitan dengan hubungan antara isu kemunduran pendidikan di wilayah terpencil akan memberi dampak yang negatif terhadap pembangunan di negara Malaysia, yang mana minimnya pendidikan akan membuat warga Negara yang berada di wilayah terpencil tersebut akan tidak akan mampu untuk mengelola sumber-sumber pembangunan yang ada, Dan hal ini tentu saja akan menjadi penyebab semakin jauhnya strata sosial antara masyarakat yang ada di wilayah terpencil dan wilayah perkotaan. Adapun langkah kongkrit yang telah di lakukan oleh Kementerian Pelajaran Malaysia (KPM) adalah dengan melibatkan sejumlah sekolah yang besar sebanyak 5077 sekolah dari 7513 sekolah rendah dan 792 dari 2045 sekolah menengah di kawasan Terpencil. Melihat pentingnya pembangunan pendidikan luar Bandar ini , KPM telah bekerjasama dengan National Implementation Task Force (NITF) untuk menambah proyek-proyek NITF yang berdampak Tinggi bagi pembangunan pendidikan ini. Tambahan sebanyak RM2.6 bilion telah diperuntukkan bagi kegiatan yang dapat memperkecil perbedaan kemajuan antara pendidikan di wilayah terpencil dan pedalaman dengan wilayah perkotaan terutama di Sabah dan Sarawak. Pembangunan infrastruktur ini juga akan memberi manfaat kepada 2.2 juta pelajar dan 14,000 guru di wilayah terpencil dan pedalaman.17

Salah satu Pola yang juga menarik dilakukan kerajaan Malaysia dalam mengatasi Masalah pendidikan bagi warga Negara yang berada di kawasan terpencil/pinggiran (golongan luar Bandar) adalah dengan diberikannya kemudahan dan bantuan dalam hal pendidikan, Kerajaan Malaysia telah melakukan berbagai langkah dan usaha bagi membantu masyarakat tersebut dari jerat kemiskinan melalui pendidikan. Contohnya, dalam rangka memastikan ketercukupan anggaran pendidikan, kerajaan Malaysia telah menambahkan anggaran keuangan kepada sekitar 400,000 murid miskin seluruh negara dengan

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

17 Ibid. (Kementerian Pendidikan Malaysia , 2007).

menambah anggaran dari RM20 menjadi RM50 sebulan menindaklanjuti skim bantuan Kumpulan Wang Amanah Pelajar Miskin (KWAPM), dari tahun 2007 (Malaysia, 2006b:342). Langkah ini merupakan salah satu cara mengurangi beban keluarga dalam aspek penganggaran pendidikan bagi masyarakat terpencil/pinggiran (luar Bandar).18

Penekanan pada aspek pendidikan yang dilakukan pemerintah Malaysia pada dasarnya di karenakan kesadaran bahwa pendidikan akan mampu mengubah taraf hidup suatu masyarakat. Berbagai pendekatan tersebut yang di mulai dari tingkat pra sekolah hingga ke peringkat tertinggi menjadi dasar dalam upaya untuk mempercepatkan proses kemajuan pendidikan,terutama dalam hal menyediakan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di Malaysia.

Beberapa kebijakan Kementerian Pelajaran Malayasia (KPM) dalam rangka memperkecil perbedaan pemenuhan hak atas pendidikan antara wilayah pinggiran/terpencil dan daerah perkotaan adalah dengan memfokuskan kepada beberapa asfek yakni sebagaimana tergambar berikut :

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

18 Di kutip dari Siti Masayu Rosliah Binti Abdul Rashid, Peluang Dan Cabaran Pendidikan Dalam Kalangan Masyarakat Luar Bandar : Satu Kajian Kes Isi Rumah Melayu Miskin Di Jajahan Bachok, Kelantan, Universiti Sains Malaysia (tesis) , 2008.(bahasa disesuaikan dengan bahasa Indonesia)

Berdasarkan gambar tersebut maka dapat di jelaskan bahwa KPM telah melakukan beberapa kebijakan penting terkait dengan upaya pemenuhan hak atas pendidikan warga negara Malaysia yang berada di wilayah pinggiran/terpencil (termasuk dalam hal ini adalah di wilayah perbatasan) berupa :

1. Membangunkan Infrastruktur Dan Kemudahan Pendidikan Di Kawasan Pinggiran/terpencil (Luar Bandar);

2. Meningkatkan Jumlah Keikutsertaan pelajar dan menguranggi resiko putus sekolah;

3. Meningkatkan Jumlah Guru terlatih dan Terampil di wilayah pedalaman;

4. Meningkatkan perbaikan sistem pemberian bantuan kepada pelajar miskin, yang memiliki kekhasan/berciri khas dan kelompok minoritas; dan 5. Meembangun dan meningkatkan infrastruktur Sekolah Kurang Murid (SKM)

termasuk SK dan SJK yang terpilih.

5.2. Model pemenuhan hak atas pendidikan warga negara di wilayah

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR PENELITIAN PRODUK TERAPAN (Halaman 105-109)