• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijaksanaan kredit dan resiko yang terjadi dalam

BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

F. Kebijaksanaan kredit dan resiko yang terjadi dalam

dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang pada umumnya juga dipengaruhi oleh kebijaksanaan perkreditan yang ditentukan oleh perusahaan. Sementara kondisi perekonomian pada umumnya tidak bisa dipengaruhi oleh manajer keuangan, kebijaksanaan perkreditan jelas bisa ditentukan oleh perusahaan.

Dalam menilai kebijaksanaan kredit ini dengan membandingkan resiko dengan profitabilitas. Apabila perusahaan menurunkan standard kreditnya, maka penjualan akan meningkat, yang berarti peningkatan piutang pula, dan ini akan membawa keuntungan yamg lebih besar. Tetapi dengan peningkatan kredit ini perusahaan harus menanggung beban investasi pada piutang yang makin besar dan kemungkinan peningkatan piutang yang tidak bisa terkumpul.

Dalam memberi kredit , faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:

1. Standart kredit atau kualitas pelanggan yang akan diperkenankan memperoleh kredit.

2. Jangka waktu kredit, yaitu berapa lama seorang pelanggan membeli secra kredit harus sudah membayar hutangnya.

Faktor – faktor lain dalam hal pemberian kredit yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah dengan melakukan penilaian lima (5) C dari calon pelanggannya, yaitu :

1. Character (Karakter), yaitu sifat yang terdapat pada diri seseorang dan mencoba untuk memperkirakan kemungkinan bahwa pelanggan mau memenuhi kewajibannya. Faktor ini sangat penting oleh karena setiap transaksi kredit merupakan suatu janji untuk membayar.

2. Capacity (Kemampuan), yaitu penilaian kemampuan dari pelanggan untuk membayar kredit, kemampuan ini diukur dengan catatan prestasi bisnis pelanggan di masa lampau yang didukung dengan pengamatan lapangan atas bidang usaha yang dimilikinya. 3. Capital (Modal), yaitu penilaian jumlah kekayaan yang tersedia

pada waktu permohonan kredit diajukan. Gunanya sebagai jaminan terhadap kredit yang dipinjam. Oleh karena itu faktor ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh kredit.

4. Collateral (Jaminan), yaitu aktiva yang dijadikan jaminan oleh pelanggan sebagai jaminan kredit yang diberikan oleh perusahaan. 5. Condition of Economic, yaitu penilaian yang berhubungan dengan

dampak kecenderungan ekonomi secara umum terhadap perusahaan atau perkembangan khusus di sektor ekonomi tertentu yang mungkin berpengaruh terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.

Semua perusahaan pasti akan menemukan kendala, tergantung cara kita dalam mengatasinya. Resiko-resiko yang akan terjadi nantinya sangat perlu menjadi perhatian oleh perusahaan yang memberikan penjualan secara kredit. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang sifatnya merugikan dalam pemberian piutang bagi perusahaan. Karena para langganan mempunyai sifat yang umum yaitu bila yang memberi piutang menagih kembali piutangnya, maka ia akan berusaha untuk mengelak atau mentinda membayar tagihan.

Resiko - resiko yang biasa terjadi dalam hal pemberian piutang adalah sebagai berikut :

1. Resiko tidak dibayar seluruh piutang. 2. Resiko tidak dibayar sebagian piutang.

3. Resiko keterlambatan dalam melunasi piutang. 4. Resiko tertanamnya modal piutang.

ad. I. Resiko tidak dibayar seluruh piutang

Bagi perusahaan resiko adalah merupakan akibat yang paling berat. Karena seluruh tagihan yang telah direncanakan akan diterima tetapi, ternyata tidak dapat diterima sebagai uang kas kembali, dan pengorbanan yang telah diberikan ternyata sia-sia apalagi bagi perusahaan yang modalnya terbatas, maka bisa mengakibatkan kegagalan bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Ad. 2 Resiko tidak dibayarnya sebagian piutang

Resiko yang kedua ini lebih ringan karena sebagian dari piutang tersebut telah dapat diterima. Kadang-kadang seorang langganan yang baru pertama sekali mengadakan hubungan atau transaksi penjulan akan menunjukkan itikad yang sangat baik,tetapi ternyata setelah membayar sebagian piutangnya mulailah si

pembeli tersebut menunjukkan itikadnya yang tidak baik yaitu mulai tidak membayar hutangnya dengan membatalkan atau sengaja tidak mengisi rekeningnya. Alasan yang dibuat pembeli untuk mengelak dari pembayaran hutang-hutangnya ataupun si pelanggan mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak dapat membayar lagi, ataupun si pelanggan merasa bahwa nilai barang sekarang yang dimilikinya tidak sesuai lagi dengan harga yang baru sehingga dia menganggap bila hutangnya dibayar pada perusahaan dia sudah merasa rugi. Ad. 3 Resiko keterlambatan di dalam melunasi piutang-piutangnya

Walaupun resiko ini ringan, tetapi juga mempengruhi keuangan perusahaan, karena jelas pemasukan uang dari tagihan tersebut menyalahi jadwal penerimaan kas walaupun akhirnya dapat diterima kembali.

Ad. 4 . Resiko tertanamnya modal dalam piutang

Jika perusahaan telah mengadakan penjualan kredit yang mengakibatkan timbulnya piutang, maka sudah jelas adanya modal yang tertanam dalam piutang. Baik modal yang bersumber dari modal sendiri maupun modal asing. Jadi suatu perusahaan harus berhati-hati dalam memberikan batas tertentu kepada langganannya untuk melunasi hutang-hutangnya. Biasanya kepada langganan, perusahaan akan memberikan batas jumlah piutang yang akan diberikan. Apalagi jika perusahaan tersebut telah melihat gejala yang kurang baik atau langganan tersebut kelihatannya tidak sanggup mengembalikan hutangnya. Maka perusahaan akan menghubungi langgananya untuk memberikan batas kredit yang diperbolehkan, jika lewat dari batas kredit tersebut, perusahaan tidak akan memberikan kredit yang baru lagi, hal. ini. biasanya dilakukan pada langganan yang sudah lama.

Setelah melihat resiko yang mungkin terjadi didalam piutang, maka pengelolaan piutang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, agar investasi yang tertanam dalam piutang tidak terlalu besar sehingga dapat merugikan perusahaan .

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang adalah :

a. Volume penjualan kredit.

b. Syarat pembayaran penjualan kredit. c. Ketentuan tentang pembatasan kredit. d. Kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang. e. Kebiasaan membayar dari langganan.

Untuk mencegah penundaan pembayaran piutang, cara yang digunakan oleh PT. Surya Meubel Medan adalah dengan membatasi penjualan secara kredit kepada langganan, khususnya bagi pelanggan yang sering menunda pembayaran hutangnya. Disamping itu juga pihak perusahaan menyeleksi calon pelanggan yang akan diberikan kredit dengan melihat kemampuan dan kejujuran pelanggan dalam melunasi hutang – hutangnya dari bulan sebelumnya.

Dokumen terkait