3. Flexibility by open plan
2.6 Kebudayaan ,Rutinitas Masyarakat, dan Karakteristik Rumah Lanting
Keberadaan rumah lanting di kota Palangkaraya merupakan wujud dari penyikapan manusia terhadap kondisi lingkungannya. Kondisi kota Palangkaraya yang dikelilingi oleh sungai menyebabkan masyarakatnya memanfaatkan sungai dalam kehidupan sehari - hari mereka terutama sebelum adanya jalur transportasi darat. Menurut pengurus pusat pengkajian islam Bidang Sejarah dan Budaya Banjar, peradaban Banjar berasal dari sungai dan lanting, dimana rumah lanting telah ada sebelum rumah adat Banjar lainnya. Pada abad ke 18 hingga 19, perairan di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan pada umumnya masih banyak dipenuhi oleh rumah - rumah terapung yang disangga oleh balok - balok kayu utuh. Penataan lanting yang berderet tersebut memunculkan kekaguman dari para pendatang dan masuk dalam berita Dinasti Ming di China tahun 1618 yang menyebutkan di Banjarmasin terdapat rumah di atas rakit seperti yang ada di Palembang. Dengan pertambahan penduduk tiap tahunnya membuat masyarakat lebih memilih tinggal di kawasan yang dapat mendukung perekonomian mereka, sehingga kawasan pinggiran sungai yang ada di Banjarmasin semakin dipenuhi masyarakat untuk tinggal dan Rumah Lanting tersebut menyebar hingga ke beberapa sungai yang ada di Kalimantan salah satunya adalah Kota Palangkaraya,Kalimantan Tengah.
Gambar 2.33 Wujud Rumah Lanting di berbagai wilayah Kota (Sumber: Dinas Tata Ruang, Cipta Karya dan Perumahan Kota Banjarmasin)
Rumah Lanting merupakan satu - satunya tipe rumah adat yang mengapung diatas air. Adapun ciri Arsitektur rumah lanting menurut Syamsiar S. dan Irhamna (2001:87 - 88), yaitu :
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
41
1. Bentuk segi empat panjang, konstruksi atap berbentuk pelana
2. Pondasi berupa pelampung batang kayu besar dan gelegar ulin sebagai penyokong lantai lantai papan
3. Kayu lanan digunakan sebagai material dinding
4. Ruang dalam terbagi dua, yaitu ruang keluarga dan kamar tidur 5. Dapur gantung pada bagian belakang rumah
6. Sebagai penghubung lanting dan daratan digunakan titian 7. Tali kawat besar digunakan sebagai tali pengikat
Keberadaan Sungai di Kalimantan Tengah berperan penting dalam kehidupan masyarakat Banjar. Kebudayaan sungai menjadi suatu bentuk kebudayaan yang khas masyarakat Banjar (Brotomoeljono, dkk, 1986). Menurut Seman (1982), kehidupan sehari - hari masyarakat Banjar sangat bergantung pada sungai. Sungai berfungsi sebagai jalur penghubung, penyediaan air minum, air untuk memasak, dan keperluan MCK. Kondisi ini melahirkan budaya air pada masyarakat Banjar.
Selain itu masyarakat pinggiran sungai memiliki rasa kekeluargaan yang erat dan kegiatan apapun selalu dilakukan bersama, sehingga kenyamanan tinggal di kawasan pinggir sungai tersebut yang menjadikan mereka betah ataupun tidak ingin pindah meskipun wilayah tersebut tidak memiliki izin.
Budaya sungai merupakan produk dari keluwesan, pengalaman hidup, dan adaptasi mereka dengan kehidupan di pinggiran atau di sepanjang bantaran sungai (Jurnal Kandil Edisi 7, Tahun II, November 2004-Januari 2005). Budaya sungai ini mewarnai segala aspek ekonomi, sosial, tak ketinggalan kehidupan politik masyarakat Banjar. Tak pelak, sungai berperan membentuk pola hubungan perdagangan, interaksi sosial, dan jaringan kekuasaan pada sebagian besar masyarakat Banjar.
Gambar 2.34 Aktivitas masyarakat pinggiran sungai (sumber:Debu Yandi Blogger Kalteng, 2017)
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
42
Karakteristik Rumah Lanting dan Rumah di pinggiran Sungai
Gambar 2.35 Wujud Rumah Lanting (Sumber: M. Aulia Rahman, Jurnal 2014)
Kawasan Pinggiran Sungai terdapat 3 jenis bangunan, yaitu bangunan Rumah Lanting yang berada di atas sungai dengan menggunakan pondasi bambu sebagai struktur pendiri bangunan, Rumah Lanting yang berada di tepian sungai menggunakan pondasi kayu sebagai penopang bangunan, dan jenis bangunan ketiga yaitu Rumah Lanting panggung yang berada di bantaran sungai menggunakan pondasi kayu, kayu yang digunakan adalah jenis kayu yang ketika terkena air terus menerus akan semakin tahan lama.
Secara umum, tipe rumah lanting dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Yaitu lanting dengan fungsi hunian tunggal dan lanting dengan fungsi komersial. Pada lanting dengan fungsi hunian dan usaha, bagian depan lanting dibuat terbuka sebagai area untuk usaha, sedangkan pada lanting dengan fungsi hunian tunggal, bentuk bangunan dibuat tertutup bahkan terkesan masif.
Gambar 2.36 Tampak Depan Rumah Lanting Hunian & Komersial (Sumber: M. Aulia Rahman, Jurnal 2014)
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
43
Rumah Lanting sebagai tempat tinggal memberikan perlindungan dari gangguan alam. Fungsi rumah lanting sebagai tempat tinggal tidak berbeda seperti rumah tinggal pada umumnya, hanya saja pola ruangnya lebih sederhana.
Gambar 2.37 Denah Rumah Lanting sebagai tempat tinggal (Sumber: M. Aulia Rahman, Jurnal 2014)
Dari beberapa denah yang ada, pengelompokan tipe organisasi ruang tidak dapat dilakukan.
Pola yang tetap dari tiap - tiap sampel rumah lanting tidak dapat digeneralisasikan. Perletakan dan fungsi ruang yang ada berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan penghuni masing masing.
Fungsi ganda ditemukan pada beberapa rumah lanting, jadi rumah lanting tidak hanya sebagai tempat tinggal/hunian namun juga sebagai tempat usaha. Denah pada rumah lanting terbagi atas dua area yang memiliki fungsi yang berbeda. Area yang menghadap darat merupakan area hunian, sedangkan area yang berorientasi ke sungai digunakan sebagai area usaha.
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
44
Gambar 2.38 Denah Rumah Lanting sebagai tempat tinggal dan usaha (Sumber: M. Aulia Rahman, Jurnal 2014)
Kesimpulan Teori budaya masyarakat Rumah Lanting :
Dari beberapa pendapat bahwa sungai adalah bagian dari kehidupan masyarakat Banjar, semua kegiatan, aktivitas, maupun keseharian mereka lakukan di sungai, contoh seperti MCK, memasak,bekerja,penyediaan air minum dsb menjadi nilai budaya tersendiri untuk masyarakat pinggiran sungai. Sungai dan bentuk permukiman yang menyatukan mereka dalam satu lingkungan, sehingga dengan program relokasi mereka tidak ingin kehilangan budaya, pekerjaan, rutinitas maupun lingkungannya, dan bagaimanapun caranya agar ketika mereka dipindahkan ciri khas masyarakat Banjar masih tetap ada di lingkungan tersebut. Serta karakteristik ruang dalam pada rumah Lanting yang memiliki nilai tersendiri sehingga ketika merancang ruang unit pada rumah susun nantinya yang mempertimbangkan karakter ruang – ruang pada rumah Lanting sebelumnya. Perancangan Rumah Susun dengan pertimbangan budaya masyarakat lebih kepada ruang dalam serta sirkulasi untuk memberikan kesan lingkungan yang biasa mereka huni.
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
45
Kajian Preseden :
Wuyuan skywells Hotel in Wuyuan, Shangrao, Jiangxi, China (Architect : Anyscale, Andreas Thomczyk)
Gambar 2.39 Exterior Wuyuan skywells Hotel ( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Wuyuan Skywells antara warisan Cina dan Kenyamanan Modern. Tim arsitek merenovasi rumah besar berusia 300 tahun yang diabadikan selama beberapa dekade menuju kejayaan nya dulu. Mereka berfikir bahwa warisan Cina serta kebudayaan yang harus di timbulkan kembali dalam era yang modern ini pada bangunan lama.
Gambar 2.40 Exterior Wuyuan skywells Hotel ( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
46
Konsep dari bangunan hotel ini adalah menciptakan pengalaman hotel yang lebih berkesan terhadap budaya cina, tetapi juga dapat menikmati esensi dari bangunan dan meningkatkan semangat dari sejarah yang ada. Bagaimana menerapkan konsep tersebut? permainan material ruang dalam, dan interior yang digunakan pada ruang - ruang tentunya memiliki nilai yang berbeda.
Gambar 2.41 Interior Wuyuan skywells Hotel ( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Penggunaan warisan arsitektur seperti Tian jing (Skywells) yang menerangi ruang dalam, bingkai kayu, dan ukiran kayu yang rumit di halaman, ukiran tersebut diciptakan kembali dengan bantuan pengrajin lokal yang sangat kaya.
Interior Kontemporer dari 14 rangkaian yang masih digunakan di era awal desain, memberikan kontras yang halus dengan desain Huizhou tradisional pada area publik, yang memberikan kesan kagum terhadap para tamu yang datang.
Gambar 2.42 Exterior & Ruang tangga
( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
47
Gambar 2.43 Layout interior ( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Elegan, Mewah, dan sepenuhnya otentik, bangunan ini memadukan selera dengan konteks fisiknya sehingga terkesan heritage namun modern. Dengan penggunaan material - material yang terlihat bersejarah pada jaman dulunya, dan bentuk bukaan serta ruang maupun sirkulasi yang di padukan dengan era jaman dulu dan sekarang. Desa ini tetap mempertahankan kehadiran yang mencolok.
Gambar 2.44 Floorplan
( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
48
.Gambar 2.45 Floorplan 2 ( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Gambar 2.46 Floorplan 3 ( Sumber : Mini Clubman, 2018 )
Rumah Susun – Pendekatan Fleksibilitas | 14.512.190
49
Gambar 2.47 Section Building ( Sumber : Mini Clubman, 2018 ) Kesimpulan Preseden :
Wuyuan Skywell Hotel tetap menggunakan konsep budaya jaman dahulu dari cina di era yang modern ini untuk menarik perhatian masyarakat yang berkunjung ke hotel, dalam artian suatu bangunan akan terlihat menarik jika memiliki arti atau makna dalam suatu ruangnya, sehingga banyak peminat yang ingin mencoba ataupun merasakan kebudayaan yang dulu pernah ada dan sekarang di timbulkan dalam suatu bentuk ruang, pola ruang, dan isi dari ruang tersebut begitupun pada masyarakat pinggiran sungai yang nantinya akan di pindah tempat tinggal mereka menuju tempat yang lebih layak dan modern, tetapi bagaimana bangunan tersebut dapat dinilai nyaman dengan penggunanya? dengan memasukan unsur - unsur budaya dan Rutinitas yang sering dilakukan mereka ketika berada di kawasan rumah lanting menuju Rumah Susun nantinya tetapi tetap terkesan modern, agar pengguna Rumah Susun tersebut dapat merasakan kenyamanan dari segi apapapun dan tidak terbebani.
2.7 Teori Kesesuaian antara Ruang Terbuka Hijau Kawasan dengan Ruang Terbuka Hijau