polybag luas x irigasi erval diberikan yang air Volume int Sistem irigasi tetes
Kurang dari KL KAT = 2 3 31400 2 ) 1 / 1000 ( 375 . 67 mm x hari ml mm x ml = 1.073 mm/hari Sama dengan KL KAT = 2 3 31400 2 ) 1 / 1000 ( 7 . 77 mm x hari ml mm x ml = 1.237 mm/hari Lebih dari KL KAT = 2 3 31400 2 ) 1 / 1000 ( 45 . 86 mm x hari ml mm x ml = 1.3766 mm/hari
Sistem irigasi curah
Kurang dari KL KAT = 2 3 31400 2 ) 1 / 1000 ( 4777 . 50 mm x hari ml mm x = 0.803 mm/hari Sama dengan KL KAT = 2 3 31400 2 ) 1 / 1000 ( 00 . 75 mm x hari ml m x ml = 1.194 mm/hari Lebih dari KL KAT = 2 3 31400 2 ) 1 / 1000 ( 384 . 109 mm x hari ml m x ml = 1.740 mm/hari
KEBUTUHAN A
JARAK PAGA
DEPARTEMEN
FAKULTAS TEKN
INSTITUT
KEBUTUHAN AIR TANAMAN SELAMA PEMBIBITAN
JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)
Oleh : RULY DUMA
F14050281
2009
DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
N SELAMA PEMBIBITAN
TEKNIK PERTANIAN
OLOGI PERTANIAN
Ruly Duma. F14050281. Kebutuhan Air Tanaman Selama Pembibitan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). Di bawah bimbingan: Dr. Ir. M. Yanuar J. Purwanto, MS.
RINGKASAN
Permintaan akan bahan bakar minyak semakin meningkat namun persediaannya semakin berkurang karena bahan baku minyak tidak dapat diperbaharui. Ditemukan bahan bakar alternatif yang berasal dari tumbuhan seperti jarak pagar yang digunakan sebagai biodiesel. Jarak pagar dipilih sebagai biodiesel karena mudah beradaptasi pada daerah marginal, mempunyai kandungan energi yang tinggi dan tidak dapat dikonsumsi. Namun terdapat kendala dalam bidang agribisnis jarak pagar, salah satunya ialah teknik budidaya jarak pagar di bagian pembibitannya. Pada tahap pembibitan, jarak pagar membutuhkan air yang cukup untuk membentuk organ yang penting di awal pertumbuhannya.
Tujuan penelitian ini adalah mengukur kebutuhan air tanaman jarak pagar selama pembibitan dan mengevaluasi pertumbuhan tanaman selama pembibitan.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan menggunakan tiga faktor perlakuan. Faktor perlakuan yang dimaksud ialah penempatan bibit (dalam dan luar greenhouse), penggunaan sistem irigasi (irigasi tetes dan irigasi curah) dan jumlah pemberian air irigasi (kurang, sama dan lebih dari kapasitas lapang, KL, media tanam). Media tanam yang digunakan berupa campuran antara 600 gr tanah, 200 gr pupuk kandang dan 200 gr pasir malang.
Irigasi tetes yang digunakan mempunyai nilai CU 72% dengan debit 0.18 – 2.58 lt/jam. Irigasi curah yang digunakan mempunyai nilai EU 77% dengan debit yang diterima tiap polybag1.45 lt/jam. Dari hasil uji lanjut Duncan pada α 5%, tinggi tanaman dipengaruhi oleh perlakuan sedangkan diameter batang dan jumlah daun tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Perlakuan yang memberikan hasil terbaik ialah pemberian air secara irigasi tetes dengan jumlah air lebih dari KL karena selama pembibitan jarak membutuhkan banyak air dan air diberikan secara kontinu dan langsung menuju ke perakaran tanaman.
Kebutuhan air tanaman (KAT) berdasarkan perlakuan ialah 1.073 mm/hari untuk kurang dari KL secara tetes, 1.237 mm/hari untuk sama dengan KL secara tetes, 1.377 mm/hari untuk lebih dari KL secara tetes, 0.803 mm/hari untuk kurang dari KL secara curah, 1.194 mm/hari untuk sama dengan KL secara curah dan 1.74 mm/hari untuk lebih dari KL secara curah. Sedangkan KAT berdasarkan data iklim (Penman) ialah 1.602 mm/hari untuk tahap awal pertumbuhan dalam greenhouse (GH), 1.391 mm/hari untuk tahap perkembangan dalam GH, 1.189 mm/hari untuk tahap pertengahan dalam GH, 1.601 mm/hari untuk tahap awal di luar GH, 1.398 mm/hari untuk tahap perkembangan di luar GH dan 1 mm/hari untuk tahap pertengahan di luar GH. Berdasarkan data tersebut, terdapat perbedaan nilai KAT pada tiap tahap pertumbuhan. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian lama operasi irigasi. Untuk irigasi tetes, lama operasi irigasi baru pada tahap awal, perkembangan dan pertengahan ialah 27.19 menit, 23.61 menit dan 20.18 menit. Untuk irigasi curah, lama operasi irigasi baru pada tahap awal, perkembangan dan pertengahan ialah 4.16 menit, 3.61 menit dan 3.1 menit. Interval irigasi tetes dan curah ialah 2 hari.
Kebutuhan air irigasi yang diperlukan per aplikasi untuk irigasi tetes pada tahap awal, perkembangan dan pertengahan ialah 1848 ml, 1793.4 ml dan 1793.4 ml. Sedangkan untuk irigasi curah, kebutuhan air irigasi pada tahap awal, perkembangan dan pertengahan ialah 1848 ml, 21427.2 ml dan 21427.2 ml. Pada irigasi curah terdapat kehilangan air sebesar 19548.27 ml.
Nilai EU pada irigasi tetes yang digunakan rendah sehingga perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai panjang pipa manifold dan lateral, spasi antar emitter dan dibutuhkan alat penyerut penyumbat yang presisi. Pada pengamatan, tidak ada yang air yang menetes dari polybag dengan perlakuan jumlah air lebih dari kapasitas lapang media tanam. Oleh karena itu perlu dihitung lagi berapa jumlah air yang tertampung dalam tanah sampai mencapai kondisi kapasitas lapang. Disarankan untuk menggunakan material berwarna hitam untuk jaringan perpipaan irigasi tetes dan curah karena dapat memperlambat tumbuhnya jamur pada pipa. Karena perbedaan diameter batang dan jumlah daun yang terlalu kecil antara perlakuan, maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara jenis, komposisi dan jumlah media tanam dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan jarak pagar selama pembibitan.
KEBUTUHAN AIR TANAMAN SELAMA PEMBIBITAN
JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)
SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN
Pada Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Oleh : RULY DUMA
F14050281
2009
DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
KEBUTUHAN AIR TANAMAN SELAMA PEMBIBITAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)
SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN
Pada Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Intsitut Pertanian Bogor
Oleh : RULY DUMA
F14050281
Dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1987 di Jakarta
Tanggal lulus:
Menyetujui, Bogor, Agustus 2009
Dr. Ir. M. Yanuar J. Purwanto, MS Dosen Pembimbing
Mengetahui,
Dr. Ir. Desrial, M. Eng Ketua Departemen Teknik Pertanian
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1987 di Jakarta. Penulis merupakan anak keempat dari lima bersaudara dengan ayah bernama Ir. Daulat Simanjuntak dan Ibu Rosdiana Tampubolon. Penulis menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak di TK.Budi Jaya pada tahun 1993, sekolah dasar di SDN 09 Pagi Petukangan pada tahun 1999, sekolah menengah pertama di SLTPN 245 Jakarta pada tahun 2002 dan sekolah menengah atas di SMUN 90 Jakarta pada tahun 2005. Pada tahun 2005, penulis diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi Masuk (USMI). Pada tahun 2006, penulis diterima di Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB melalui sistem mayor-minor.
Selama menjadi mahasiswa, penulis aktif sebagai anggota di Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) IPB dan Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA) IPB. Selain di dalam kampus, penulis juga aktif di organisasi Forum Anggota Muda (FAM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) cabang Bogor sebagai ketua Badan Kejuruan (BK) Pertanian dan Pangan.
Pada tahun 2007, penulis pernah menjadi asisten praktikum fisika dasar di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB. Pada tahun 2008, penulis telah melaksanakan praktek lapangan di PT. Gula Putih Mataram (GPM) Lampung Tengah dengan judul “Mempelajari Aspek Keteknikan Pertanian pada Pengelolaan Perkebunan Tebu dan Produktivitasnya di PT. Gula Putih Mataram, Lampung”. Penulis menyelesaikan skripsi pada tahun 2009 dengan judul “Kebutuhan Air Tanaman Selama Pembibitan Jarak Pagar (Jatropha curcas L)”.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Kebutuhan Air Tanaman Selama Pembibitan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)”. Ucapan terima kasih juga penulis haturkan kepada :
1. Dr. Ir. M. Yanuar J. Purwanto MS sebagai dosen pembimbing akademik yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan selama penelitian. 2. Chusnul Arif STP. M.Si dan Sutoyo STP. M. Si sebagai dosen penguji
yang telah memberi saran dan kritik kepada penulis.
3. Mitsubishi Coorporation yang telah membiayai penelitian ini.
4. Orangtua yang telah memberikan semangat dan bantuan secara moril dan material.
5. Abang (Dohar dan David), kakak (Donnarina) dan adik (Firman) atas dukungan dan doanya.
6. Bapak - bapak teknisi di Leuwikopo, LBP dan Lab. Mektan atas bantuannya.
7. Teman - teman TEP 42 yang telah memberikan dukungan, semangat dan pemikirannya, khususnya Acel, Triyanti, Mayang, Sarah, Marie dan Sofi. 8. Teman - teman di Wisma Seroja, Balio: Cia (MNH 42), Septriva dan
Kadek (HPT 42), Jessy (FISIKA 42)
9. Seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan penelitian ini.
Bogor, Agustus 2009
DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR GAMBAR ... vDAFTAR LAMPIRAN ... vii
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan Penelitian ... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Jarak Pagar (Jatropha curcas. L) ... 4
B. Konsep Irigasi ... 8
C. Kandungan Lengas Tanah ... 13
D. Kebutuhan Air Tanaman ... 15
E. Curah Hujan Efektif ... 18
F. Media Tanam ... 19
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 21
B. Alat dan Bahan ... 21
C. Prosedur Penelitian 1. Setting Sistem Irigasi Tetes ... 22
2. Setting Sistem Irigasi Curah ... 24
3. Mengukur Kapasitas Lapang Media Tanam ...24
D. Pengamatan dan Pengambilan Data ... 26
E. Pengolahan dan Analisis Data ... 26
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sistem Irigasi 1. Irigasi Tetes ... 29
2. Irigasi Curah ... 34
C. Laju Pertumbuhan Tanaman ... 38
D. Kebutuhan Air Tanaman ... 51
E. Selang Irigasi ... 57
V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 58
B. Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA ... 61
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Perbandingan berbagai jenis tanaman bahan baku biodisel ... 2
Tabel 2. Klasifikasi kelembaban tanah dengan tegangan air tanah ... 15
Tabel 3. Panjang tahap pertumbuhan (hari) tanaman penghasil minyak ... 17
Tabel 4. Perbandingan antara metode pendugaan evapotranspirasi ... 18
Tabel 5. Kedalaman air minimum yang direkomendasikan ... 31
Tabel 6. Spasi antar emitter yang disarankan ... 32
Tabel 7. Kapasitas menahan air pada berbagai jenis tekstur tanah ... 32
Tabel 8. Nilai Ks ... 36
Tabel 9. Nilai Kc dari tanaman penghasil minyak pada tiap tahap pertumbuhan ... 52
Tabel 10. ETc pada jarak pagar dengan metode Penman ... 53
Tabel 11. Kebutuhan air selama pembibitan (per tanaman) berdasarkan ETc .... 53
Tabel 12. Nilai KAT (mm/hari) tiap perlakuan irigasi ... 54
Tabel 13. Kebutuhan air irigasi (ml) ... 55
Tabel 14. Waktu operasi baru sistem irigasi ... 56