• Tidak ada hasil yang ditemukan

Besarnya kebutuhan air bersih industri tergantung kepada jenis industri yang ada. Beberapa

industri membutuhkan air yang cukup besar, tetapi ada yang hanya membutuhkan kecil.

Penentuan zona dan kawasan industri juga terdapat perbedaan dalam standar kebutuhannya,

dalam kontek Kota Kotamoobagu kebutuhan air bersih dikategorikan kecil mengingat belum

ada industri maupun zona industri yang eksis disana.

Analisis Kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum

Tinjauan terhadap sistem prasarana dan sarana air minum yang ada Kabupaten Talaud baik dari unit air baku, transmisi, produksi dan distribusi dijelaskan sebagai berikut: a) Analisis permasalahan sumber air yang telah dimanfaatkan

1) Kapasitas sumber air yang ada pada umumnya tersedia dalam jumlah/volume yang memadai dan dapat mensuplai kebutuhan penduduk baik di perdesaan maupun perkotaan

2) Kualitas sumber air yang ada dapat langsung didistribusikan tanpa perlu teknologi pengolahan yang rumit

b) Analisis kondisi permasalahan unit transmisi

1) Pada umumnya kondisi perpipaan transmisi yang ada masih belum mampu untuk digunakan pada kapasitas kebutuhan air yang diperlukan.

2) Bentuk pembangunan yang diperlukan adalah penambahan jalur pipa baru, rehabilitasi pipa transmisi yang ada, atau peningkatan volume/diameter pipa transmisi.

3) Volume pengembangan yang dibutuhkan minimal 2 kali dari kondisi yang ada saat ini.

c) Analisis kondisi dan permasalahan unit produksi

1) Unit produksi yang ada pada umumnya tidak mampu mensuplai kebutuhan air yang diperlukan dalam kapasitas maksimum hari.

2) Bentuk pengembangan yang diperlukan adalah peningkatan kapasitas atau penambahan unit baru

d) Analisis kondisi unit distribusi

1) Kondisi jaringan saat ini pada umumnya belum cukup untuk melayani kebutuhan, serta belum menjangkau kawasan pelayanan

2) Bentuk pengembangan yang diperlukan adalah rehabilitasi/ penggantian pipa untuk menanggulangi kebocoran serta penambahan jaringan baru.

166 Kebutuhan terhadap sambungan rumah, TA/HU/KU serta sambungan lain yang diperlukan sekitar 40% dari kondisi saat ini

f) Analisis terhadap kemampuan pelanggan

Kemampuan masyarakat dalam pengelolaan SPAM melalui pembayaran iuran/retribusi air belum optimal, dengan demikian diperlukan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat demi optimalisasi pengelolaan SPAM.

Analisis Kebutuhan Program

Analisis kebutuhan program disesuaikan dengan kebijakan pemerintah serta sasaran-sasaran pembangunan sesuai dengan dokumen-dokumen perencanaan yang tersedia (RTRW dan RPJMD)

Sistem Prasarana Yang Diusulkan Sistem Non Perpipaan

Daerah pelayanan sistem non perpipaan di Kabupaten Talaud adalah kawasan-kawasan yang memiliki sumber air baku memadai (air tanah, sungai/danau) dan sulit dijangkau oleh pelayanan air minum sistem perpipaan. Sumber air yang dapat digunakan adalah air tanah (melalui pengeboran) atau menggunakan sumber air permukaan (sungai/danau) dengan sistem pompa.

Sistem Perpipaan

Sistem prasarana air minum perpipaan sampai dengan tahun 2013 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik dan kebutuhan-kebutuhan lainnya dengan parameter capaian sistem: a) Kapasitas sistem 35.000 m3 per hari

b) Sumber air minum:

1) Kapasitas air di sumber:

- Debit Sungai > 50 lt/dt

- Debit Mata air > 320 lt/det

- Danau > 5 lt/det

- Sumber air lainnya >10lt/det 2) Kapasitas yang diambil < 300 lt/det

3) Jarak unit produksi dari daerah pelayanan < 1 - 6 km 4) Sistem pengambilan ;

Sumber air ditentukan dengan mempertimbangkan:

- Kuantitas dan kualitas sumber air

- Kemudahan dalam konstruksi unit air baku

167

- Biaya dalam pengolahan air dan perawatan unit produksi

- Potensi pencemaran terhadap sumber air

- Kemudahan dalam memperbesar kapasitas unit air baku di masa mendatang c) Unit Transmisi:

1) Panjang unit transmisi < 1 - 4 km

2) Dimensi dan jenis transmisi (saluran tertutup 2,5 –5”, pipa PVC, Besi)

3) Sistem pengaliran (pompa, gravitasi) d) Instalasi Pengolahan Air Baku (IPA)

1) Jumlah dan jenis 14 2) Kapasitas 385 lt/det 3) Spesifikasi teknis lainnya e) Unit produksi

1) Penyediaan kapasitas unit produksi

• Reservoir - Jumlah reservoir - Kapasitas reservoir • Unit distribusi - Sistem pengaliran - Bentuk jaringan

- Dimensi panjang, diameter dan jenis pipa

• Unit pelayanan

- Julah sambungan rumah domestik

- Jumlah sambungan non domestik

- Jumlah TA/HU/KU

• Bangunan Pelengkap

- Jenis dan jumlah

- Manfaat dan peruntukan

Program dan Kriteria Kesiapan, Serta Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM

Kebijakan Program dan Kegiatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

Yang menjadi program, sasaran, pola pengelolaan, penanganan, dan kontribusi pemerintah daerah di bidang air minum adalah sebagai berikut:

a) Program pembangunan prasarana air minum melalui pendekatan masyarakatan di desa miskin dan rawan air

1) Target:

- Desa-desa yang masuk kategori desa miskin atau rawan air

- Desa-desa yang berlokasi di pesisir atau pulau terpencil

- Desa yang sudah terbentuk kelompok masyarakat penyelenggara SPAM 2) Pola pengelolaan: oleh masyarakat/koperasi/kelompok masyarakat

3) Penanganan: Unit air baku, Unit produksi, serta Unit transmisi dan distribusi utama 4) Kontribusi pemerintah daerah:

168

- Pembinaan kepada pengelola/penyelenggara SPAM dan masyarakat

- Konsistensi dalam pengembangan SPAM

- Pendanaan untuk unit distribusi dan pelayanan

b) Program pengembangan air minum di ibukota kabupaten 1) Target:

- Ibukota kabupaten baru dan telah memiliki rencana induk SPAM

- Kabupaten/kota yang sudah memiliki badan usaha sebagai penyelenggara SPAM

- Desa yang sudah terbentuk kelompok masyarakat penyelenggara SPAM 2) Pola pengelolaan: oleh PDAM dengan azas pengusahaan

3) Penanganan: Unit air baku, Unit produksi, dan Unit transmisi 4) Kontribusi pemerintah daerah:

- Pembinaan kepada pengelola

- Konsistensi dalam pengembangan SPAM

- Pendanaan untuk unit distribusi dan pelayanan

c) Program pengembangan air minum di ibukota kecamatan (IKK) yang belum mempunyai sistem dan rawan air

1) Target:

- IKK yang belum memiliki SPAM

2) IKK yang telah diverifikasi dan memiliki kesiapan sumber air baku, serta memiliki DED pengembangan SPAM

3) Pola pengelolaan: oleh institusi (BLU/PDAM/Koperasi) 4) Penanganan: Unit air baku, Unit produksi, dan Unit transmisi 5) Kontribusi pemerintah daerah:

- Pembinaan kepada pengelola

- Konsistensi dalam pengembangan SPAM

- Pendanaan untuk unit distribusi dan pelayanan

d) Program penyediaan air minum bagi kawasan RSH/Rusunawa 1) Target:

- Kawasan RSH/komplek Rusunawa yang termasuk sasaran berdasarkan kesepakatan dengan dirjen ciptakarya dan departemen PU dan Menpera

- Kawasan yang menjadi lokasi pembangunan RSH/Rusuna yang telah dibangun dan telah mulai dihuni dan diperuntukan bagi PNS/TNI/POLRI atau MBR, serta memiliki kesanggupan dan koordinasi dengan pihak pengguan

169 2) Pola pengelolaan: oleh BLU/PDAM/Developer

3) Penanganan: Unit air baku, Unit produksi, serta Unit transmisi dan distribusi utama 4) Kontribusi pemerintah daerah:

- Pembinaan kepada pengelola

- Konsistensi dalam pengembangan SPAM

- Pendanaan untuk unit distribusi dan pelayanan

e) Program penyehatan PDAM

1) Target: PDAM tidak sehat dengan permasalahan teknis yang dominan dalam memberikan kotribusi ketidaksehatannya

2) Pola pengelolaan: oleh PDAM 3) Penanganan:

- Melakukan studi detail permasalahan PDAM secara umum, dan permasalahan teknis secara khusus serta rekomendasi solusi teknis yang dibutuhkan

- Melaksanakan pembinaan teknis penyusunan corporate plan PDAM yang dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan pengelolaan dan staging pengembangan sistem

- Pembangunan unit transmisi dan distribusi utama sebagai bagian dari optimalisasi kapasitas yang tidak terpakai

- Penyusunan program dan pelaksanaan penurunan tingkat kehilangan air termasuk penurunan tingkat air tak berekening (ATR)

4) Kontribusi pemerintah daerah:

- Konsistensi dalam upaya perbaikan kinerja teknis, keuangan dan administrasi PDAM

- Konsisten dalam upaya perbaikan kinerja SDM

- Konsisten dalam upaya perbaikan tarif

- Tidak mengharuskan PDAM untuk berkontribusi PAD

- Mendorong PDAM agar bisa mandiri dan full cost reconery f) Program pembangunan prasarana dan sarana air minum di perkotaan

1) Target: Kawasan kumuh perkotaan/nelayan yang belum memiliki SPAM dan

sebagian besar penduduknya berpenghasilan rendah

2) Pola pengelolaan: oleh BLU/PDAM/Masyarakat/Koperasi

3) Penanganan: Unit air baku, Unit produksi, serta Unit transmisi dan distribusi utama

4) Kontribusi pemerintah daerah:

- Pembinaan kepada pengelola

170 5) Khusus untuk pelayanan dari PDAM:

- PDAM mempunyai kapasitas yang belum termanfaatkan

171

Tabel 7. 8 Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan SPAM

NO URAIAN OUTPUT / SUB OUTPUT DETAIL LOKASI VOL SAT TAHUN

1 Optimalisasi IKK Melonguane Biniha 1 Paket 2018

2 Pembangunan Air Minum Kecamatan Bolaang Uki Desa Tabilaa Tabilaa,Bolaang UKi 1 Paket 2018

3 embangunan Air Minum Kecamatan Pinolosian Pinolosian 1 Paket 2018

4 Pembangunan Air Minum Kecamatan Pinolosian Timur Pinolosian timur 2000 Meter 2020

172 7.4 Sektor Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP)

Program dan kegiatan di bidang pengelolaan air limbah bertujuan untuk mencapai kondisi masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera dalam lingkungan yang bebas dari pencemaran air limbah permukiman. Air limbah yang dimaksud adalah air limbah permukiman (municipal wastewater) yang terdiri atas air limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari air sisa mandi, cuci, dapur, dan tinja manusia dari lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang tidak mengandung Bahan Beracun dan Bebahaya (B3). Air limbah permukiman ini perlu dikelola agar tidak menimbulkan dampak seperti mencemari air permukaan dan air tanah, di samping sangat beresiko menimbulkan penyakit seperti diare, thypus, kolera, dll.

Sasaran program dan kegiatan pengelolaan air limbah permukiman yaitu:

▪ Pencapaian open defecation free hingga akhir 2014

▪ Peningkatan utilitas IPLT dan IPAL yang telah dibangun hingga mencapai 60% akhir tahun 2014

▪ Pengembangan lebih lanjut pelayanan sistem pembuangan air limbah dan berkurangnya pencemaran sungai akibat pembuangan air limbah dan tinja hingga 50% di akhir tahun 2014

Upaya pencapaian sasaran dilakukan melalui:

▪ Peningkatan akses pelayanan air limbah baik melalui sistem on-site maupun off-site di perkotaan dan perdesaan

▪ Peningkatan pembiayaan pembangunan prasarana dan sarana air limbah permukiman

▪ Peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman

▪ Penguatan kelembagaan

Air Limbah

a. Aspek Teknis

Prasarana dan sarana air limbah di Kabupaten Talaud masih sangat terbatas. Sistem prasarana dan sarana air limbah (on-site dan/atau off-site system) belum terbangun, khususnya untuk kebutuhan masyarakat umum.

Jumlah prasarana dan sarana air limbah, dan tingkat pelayanan prasarana dan sarana air limbah diuraikan sebagaimana pada tabel berikut.

173 b. Aspek Pendanaan

Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah masih sangat terbatas. IPAL yang terbangun hanya di rumah sakit dan puskesmas, dengan sumber dana dari APBN dan APBD Kabupaten. IPLT belum terbangun. Pengurasan tangki septik dilakukan oleh perusahaan swasta dan lumpur tinja dikelola secara off-site.

c. Aspek Kelembagaan Pelayanan Air Limbah

Organisasi khusus yang menangani pengelolaan air limbah di Kabupaten Talaud saat ini belum dibentuk. Penanganan air limbah ditangani langsung oleh SKPD yang membangun instalasi pengelolaan limbah (seperti rumah sakit/puskesmas). Pengembangan prasarana dan sarana air limbah lainnya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum.

d. Aspek Peraturan Perundangan

Peraturan-peraturan yang terkait dengan pengelolaan air limbah di Kabupaten Talaud sampai saat ini masih mengacu pada peraturan-peraturan pemerintah, sedangkan di tingkat pemerintah daerah belum dibentuk.

e. Aspek Peran Serta Masyarakat

Kegiatan yang dilaksanakan baik oleh masyarakat, LSM atau swasta dalam pengelolaan ar limbah di Kabupaten Talaud masih sangat terbatas.

Beberapa peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan air limbah antara lain:

• Semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk membangun wadah pengumpulan lumpur tinja (Septik Tank).

• Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah dalam bentuk kegitan-kegiatan penyuluhan, promosi, diseminasi oleh istansi dinas kesehatan, pengelola persampahan dan pekerjaan umum.

f. Aspek Lingkungan

Dampak yang ditimbulkan oleh air limbah terhadap lingkungan adalah terkait dengan derajat

kesehatan masyarakat, pencemaran air tanah dan pencemaran air permukaan. Air limbah

rumah tangga pada umumnya dialirkan kembali ke permukaan tanah (belum dilakukan

pengolahan). Hal tersebut akan berakibat pada penurunan kualitas sumber-sumber air yang

174 sumber air minum/memasak. Akibat selanjutnya adalah akan terjadi bermacam-macam

kejadian penyakit, yang tentu saja akan meurunkan derajat kesehatan masyarakat.

Analisis Kebutuhan Pengelolaan Air Limbah

Analisis Permasalahan

Sasaran pencapaian pengelolaan air limbah Kabupaten Talaud didasarkan pada

pertimbangan-pertimbangan utama sebagai berikut:

a). Pemenuhan kebutuhan dasar

Kebutuhan penduduk perkotaan dan perdesaan terhadap akses pelayanan air limbah dalam

rangka pemenuhan kebutuhan dasar bagi kesehatan masyarakat sudah cukup mendesak.

b). Meningkatkan keberlanjutan lingkungan

Sebagian besar permukiman yang ada belum memiliki suatu sistem pengelolaan air limbah

yang memadai, di mana pada umumnya air limbah yang diproduksi rumah tangga, selain

limbah tinja, hanya dilepaskan kembali ke alam melalui permukaan tanah, sungai atau saluran

drainase tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan

mencemari sumber-sumber air dan lingkungan permuiman yang pada gilirannya dapat

mengganggu kesehatan masyarakat.

175 Dengan memperhatikan kebutuhan peningkatan pelayanan, pengembangan pembangunan prasarana dan sarana, serta kemampuan pembiayaan, kapasitas kelembagaan, kesiapan masyarakat serta perangkat pengaturan maka alternatif terpilih sebagai rekomendasi peningkatan pengelolaan air limbah Kabupaten Talaud adalah sebagai berikut:

a). Pengembangan kelembagaan pengelolaan air limbah b). Pengembangan prasarana dan saranna air limbah c). Pengembangan kapasitas pembiayaan

d). Pengembangan perangkat aturan pengelolaan

Program dan Kriteria Kesiapan Pengembangan air Limbah

Program Yang Diusulkan

Berdasarkan rekomendasi hasil analisis masalah pengelolaan air limbah maka usulan sistem

prasarana dan sarana air limbah yang ingin dicapai didasarkan pada paket-paket fungsional dan

prioritas penanganan sesuai dengan kebijakan dan strategi pembangunan secara nasional

maupun daerah, dengan kriteria kriteria penanganan air limbah antara lain mencakup:

a. Program pengembangan pengelolaan air limbah yang disusun didasarkan

perencanaan yang matang dengan mengacu pada masterplan atau outline plan (kota

kecil/sedang) serta perangkat dokumen perencanaan lainnya.

b. Pembangunan prasrana air limbah skala komunitas berbasis masyarakat diarahkan

pada kawasan kumuh perkotaan, masyarakat pendapatan rendah dan rawan sanitasi

c. Peningkatan pelayanan prasrana air limbah terpusat untuk kawasan RSH

diprioritaskan pada kawasan perumahan PNS/TNI POLRI dan masyarakat

berpengahasilan rendah.

d. Pengembangan pelayanan dengan sistem off-site/terpusat atau sewerage

diprioritaskan untuk perluasan layanan pada lokasi-lokasi yang telah mempunyai

sistem off–site, serta kota metropolitan dan besar didorong untuk membangun sistem pengelolaan air limbahnya secara terpusat.

e. Pengembangan pengelolaan sanitasi dengan sistem on-site perlu dilengkapi dengan

instalasi pengolahan luimpur tinja untuk mengolah lumpur yang mengendap pada

176 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan

Program dan kegiatan di bidang pengelolaan air limbah bertujuan untuk mencapai kondisi masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih dari sampah.

Sasaran program dan kegiatan pengelolaan persampahan yaitu:

- Meningkatkan jumlah sampah terangkut

- Meningkatkan kinerja pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir yang berwawasan lingkungan Upaya pencapaian sasaran dilakukan melalui:

- Pengurangan sampah semaksimal mungkin dimulai dari sumbernya

- Peningkatan peran aktif masyarakat dan dunia usaha/swasta sebagai mitra pengelolaan

- Peningkatan cakupan pelayanan dan kualitas sistem pengelolaan

Sasaran umum yang hendak dicapai yaitu: 1) pencapaian cakupan pelayanan 60% penduduk; 2) pencapaian pengurangan kuantitas sampah sebesar 20%; 3) tercapainya peningkatan kualitas pengelolaan TPA menjadi sanitary landfill untuk kota besar dan controlled landfill untuk kota sedang dan kecil, serta tidak dioperasikannya TPA secara open dumping selambat-lambatnya hingga tahun 2013.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem pengelolaan persampahan antara lain:

- Peran daerah dalam pengembangan wilayah

- Rencana Pembangunan Daerah

- Memperhatikan kondisi alamiah dan tipologi daerah

- Pembangunan dilakukan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

- Dalam penyusunan RPIJM harus memperhatikan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Persampahan

- Kerangka kerja logis (logical framework) penilaian kelayakan investasi pengelolaan persampahan

- Keterpaduan pengelolaan persampahan dengan sistem sektor lain dilaksanakan pada setiap tahapan penyelenggaraan pengembangan, sekurang-kurangnya dilaksanakan pada tahap perencanaan, baik dalam penyusunan rencana induk maupun dalam perencanaan teknik

- Memperhatikan peraturan perundangan dan pedoman yang tersedia

- Tingkat kelayakan pelayanan, dan efisiensi pengelolaan persampahan di daerah

- Sebagai suatu prasarana dan sarana yang tidak saja penting bagi peningkatan lingkungan

masyarakat tapi juga sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan

- Sumber pendanaan dari berbagai pihak, baik masyarakat, swasta dan pemerintah

177

- Investasi prasarana dan sarana pengelolaan persampahan memperhatikan kelayakan terutama

dalam hal pemulihan biaya operasi dan pemeliharaan

- Jika ada indikasi keterlibatan swasta dalam pembangunan dan/atau pengelolaan prasarana dan

sarana persampahan, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut.

178

Tabel Program Usulan PLP

NO URAIAN OUTPUT / SUB OUTPUT DETAIL LOKASI VOL SAT TAHUN

1

Pembangunan Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat

dan Sistem Komunal IPAL dan SR

Pinolosian tengah 1 KK 2019

2

Pembangunan Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat

dan Sistem Komunal IPAL dan SR

Iligon/Pinolosian timur 1 KK 2020

3

Pembangunan Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat

dan Sistem Komunal IPAL dan SR

Perjuangan/Pinolosian timur 1 KK 200

4

Pembangunan Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat

dan Sistem Komunal IPAL dan SR

Milanggoda/Posigadan 1 KK 2019

5

Pembangunan Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat

dan Sistem Komunal IPAL dan SR Desa Tobayagan

Dokumen terkait