TINJAUAN KHUSUS
5.1. Kebutuhan Pipa di sump Panel 3 1. Latar Belakang
Sump Panel 3 adalah salah satu sump yang berperan dalam sistem dewatering, dan
merupakan salah satu yang terbesar di job site Pama-KPCS. Sump Panel 3 terletak di pit Pelikan. Sump Panel 3 terletak di ujung Jalan Arema, sebelah Utara sump Panel 2 dan berbatasan dengan Jalan Intermilan di sebelah Barat. Sump Panel 3 mulai beroperasi pada kuartal kedua tahun 2014 hingga Juni 2015. Sistem pemompaan di sump Panel 3 adalah sistem multi stage dengan satu kali booster.
65
Gambar 5.2 Situasi di Sump Panel 3
Catchment area yang dibebankan pada sump Panel 3 adalah seluas 156,7 ha,
dimana air yang jatuh di daerah tersebut akan dialirkan menuju sump Panel 3. Berdasarkan data curah hujan yang dikumpulkan, sump Panel 3 harus mampu menampung curah hujan maksimum 135 mm dengan waktu hujan terlama yang terjadi hingga 15,86 jam. Pada awalnya aktivitas pemompaan di sump Panel 3 dilayani oleh WP 420B yaitu sebuah pompa Multiflo tipe MFV-420B. Akan tetapi sejak awal bulan Juli 2014 aktivitas pemompaan memanfaatkan pompa Multiflo tipe MFV-420EX (WP 637) dengan alasan kebutuhan pemompaan yang meningkat dan harus menggunakan pompa dengan kemampuan yang lebih baik.
Meskipun aktivitas pemompaan di sump Panel 3 telah dilayani dengan pompa yang memiliki kualitas kinerja lebih baik, akan tetapi hasil yang dicapai tidak bisa dikatakan lancar. Problematika yang terjadi di sump Panel 3 terdapat pada masalah kinerja pipa.
66
Tidak dapat dipungkiri bahwa pipa memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pemompaan selain pompa itu sendiri. Ketika kualitas pipa yang digunakan sebagai sarana pemindahan air dibawah standar, maka akan timbul masalah yang sangat merugikan sistem dewatering secara keseluruhan. Kondisi inilah yang terjadi pada aktivitas pemompaan di sump Panel 3.
Sebagai gambaran awal dalam bagian latar belakang masalah ini adalah bahwa total head (π»π‘) di sump Panel 3 mencapai 155 m. Perlu diketahui bahwa pompa MFV-420EX yang digunakan untuk proses pemompaan memiliki kemampuan memindahkan air dengan head 220 m, dan pipa yang digunakan sekarang adalah pipa HDPE TYCO PE 100 PN-16 yang berarti pipa mampu menahan tekanan hingga 16 bar atau 160 m. Jika membandingkan π»π‘ sump dengan kemampuan pipa dapat dilihat bahwa kondisi pipa sudah sangat mengkhawatirkan. Memang masih ada sisa head 5 m, tapi itu tidaklah cukup untuk dapat menjamin pipa akan bekerja sesuai rencana mengingat bahwa pipa yang sekarang digunakan memiliki jam kerja lama sehingga tidak dapat dipungkiri kemampuan melayani
head sebesar 160 m kini sudah mulai berkurang.
Menyikapi permasalahan yang terjadi maka dalam tinjauan khusus ini akan dibahas mengenai pemilihan jenis dan perhitungan jumlah pipa yang dapat menunjang aktivitas pemompaan di sump Panel 3. Sumber data yang diperoleh untuk mendukung studi kasus ini berasal dari hasil diskusi dengan Group Leader bagian dewatering, data numerik dari Engineering Department, dan berdasarkan hasil bacaan dari modul dewatering. Adapun poin-poin pembahasan akan diawali dengan penyampaian informasi kondisi pipa eksisting, analisis data, kemudian
67
pemilihan jenis pipa, dan diakhiri dengan perhitungan jumlah pipa yang dibutuhkan.
5.1.2. Kondisi Pipa Eksisting
Pipa yang digunakan di sump Panel 3 adalah jenis pipa HDPE TYCO PE 100 yang memiliki nominal pressure 16 bar. Nilai 16 bar ini berarti bahwa pipa mampu menahan tekanan fluida dengan total head hingga 160 m. Besaran total head sendiri merupakan nilai gabungan antara static head dan dynamic head.
Perlu diketahui bahwa static head adalah kemampuan untuk mengalirkan fluida dihitung berdasarkan perbedaan elevasi saja, dengan kata lain static head adalah perbedaan elevasi antara inlet dengan outlet. Dynamic head adalah hambatan-hambatan berupa friksi, belokan, sambungan, dan penyempitan serta pelebaran yang perlu dilewati untuk mengalirkan fluida. Sedangkan head sendiri dapat diartikan sebagai hambatan dalam mengalirkan fluida. Jadi apabila pipa HDPE PN-16 mampu mengalirkan air dengan hambatan total 160 m, maka agar
PRIMER BOOSTER FUEL OUTLET
-30 m
+100 m
Gambar 5.3 Skematisasi sistem pemompaan di sump Panel 3
68
pipa dapat bekerja optimal hambatan total yang terjadi harus dijaga agar tidak melebihi 160 m.
Sump Panel 3 memiliki inlet yang berada pada elevasi -30 m dan outlet
berada pada elevasi +100 m sehingga nilai hambatan statis diketahui π»π‘ = +100π β (β30π) = 130π. Nilai hambatan dinamis (dynamic head) di job site Pama-KPCS ditentukan sebesar 25 m. Nilai ini dihasilkan dari penelitian lapangan yang dilakukan berdasarkan atas pengalaman para Group Leader yang telah bekerja sekian lama. Angka dynamic head 25 m dinilai mampu mewakili kehilangan energi akibat friksi, belokan, sambungan, penyempitan dan pelebaran yang terjadi.
Kelebihan dari judgement penyamarataan nilai dynamic head ini adalah pengambilan keputusan semakin cepat, mengingat bahwa nilai 25 m tersebut ditetapakn bukanlah tanpa dasar tapi berlandaskan pada pengalaman sekian lama. Kelemahannya adalah bahwa adanya perhitungan yang tidak akurat karena tidak selalu nilai dynamic head selalu sama untuk semua instalasi pemipaan. Mungkin saja nilai dynamic head yang terjadi untuk instalasi pipa A dibawah nilai 25 m karena pipa masih mulus dan pipa ditempatkan pada kondisi lurus dengan sedikit belokan, atau mungkin saja berbeda kondisi dengan instalasi pipa B yang melewati
Gambar 5.4 Sump Panel 3 inlet (kiri) dan outlet (kanan).
Inlet -30
m
69
tebing berkelok-kelok dan dengan nilai friksi yang besar sehingga nilai dynamic
head lebih dari 25 m. Oleh kerena itu perhitungan dynamic head sebaiknya
dilakukan untuk semua instalasi pipa karena berbeda kasus akan berbeda hasil perhitungan.
Kembali pada permasalahan, total head yang terjadi pada sump Panel 3 berjumlah 155 m dengan rincian 130 m static head ditambah dengan 25 m dynamic
head. Nilai total head eksisting sudah mendekati nilai total head yang mampu
di-cover oleh pipa yang digunakan. Hal ini sungguh mengancam kelancaran proses
pemompaan keselamatan kerja karena ada potensi pompa akan meledak karena tidak kuat menahan tekanan yang terjadi.
Selama penulisan laporan ini diketahui bahwa pada hari Sabtu, 19 Juli 2014 dilakukan instalasi pipa discharge pada line pertama. Penyambungan dilakukan pada sambungan flange. Ketika penyambungan selesai dilakukan pengoperasian pompa dan ternyata terjadi kebocoran di bagian yang baru saja disambung. Berdasarkan analisis dengan Group Leader diketahui bahwa penyebab kebocoran yang terjadi adalah terdapat celah pada sambungan flange.
70
Gambar 5.5 Kebocoran yang terjadi pada sambungan flange pipa HDPE sump Panel 3
Celah yang terbentuk akibat permukaan sambungan yang tidak rata. Penyelesaian dari masalah ini adalah pemasangan lapisan karet tambahan agar permukaan yang disambung menjadi rata. Setelah dipasang lapisan tambahan memang kebocoran dapat teratasi dan pemompaan kembali dilaksanakan.
Senin, 21 Juli 2014 sekitar pukul 01.00 dini hari terjadi ledakan pipa di sump Panel 3. Ledakan yang baru diprediksi akan terjadi ternyata betul-betul terjadi.
71
Ledakan terjadi pada line pipa paling bawah yang kebetulan sudah mulai menipis. Penipisan pipa ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti:
1. Saat proses pemindahan pipa dari satu tempat ke tempat yang lain akan terjadi gesekan antara permukaan luar pipa dengan jalan. Gesekan ini akan menyebabkan ketebalan pipa berkurang sehingga nilai pressure number akan berkurang pula;
2. Goresan akibat bucket PC menekan pipa ketika pipa dipindahkan; 3. Tekuk yang mungkin terjadi saat pemindahan pipa.
Goresan, luka dan cacat pada sebuah pipa akan menciptakan daerah lemah dan ketika menerima tekanan tinggi daerah lemah tersebut tidak siap kemudian energi yang ada akibat tekanan dilepaskan di bagian lemah tersebut dengan rupa ledakan.
72
Pada kasus ini, ledakan pipa terjadi pada line pipa discharge pertama yang mengalami tekanan paling tinggi sesuai dengan teori bahwa air mengalir dari tempat bertekanan tinggi ke tempat dengan tekanan lebih rendah.
Dari kedua kejadian lapangan tadi dapat disimpulkan bahwa kondisi pipa HDPE yang digunakan tidak lagi mumpuni untuk menunjang kelancaran proses pemompaan di sump Panel 3. Jika terus dipaksakan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja dewatering di pit Pelikan. Agar pekerjaan dewatering di sump Panel 3 tidak terganggu, maka perlu dilakukan analisis terhadap kapasitas tampungan, kapasitas pompa dan jumlah pipa yang dibutuhkan.
5.1.3. Analisis Data
Dalam merencanakan kebutuhan pipa, terlebih dahulu akan dihitung ulang dimensi
sump Panel 3 untuk mengetahui dengan pasti volume air total yang mampu
ditampung oleh sump. Tahap selanjutnya adalah menentukan kebutuhan pompa yang secara ekonomis mampu mengalirkan air tampungan sump. Kemudian barulah akan dihitung kebutuhan pipa HDPE untuk menunjang proses pemompaan.
A. Kapasitas Tampungan Sump
Diketahui bahwa inlet sump Panel 3 berada pada elevasi -30 m sedangkan outletnya berada pada elevasi 100 m. Berdasarkan Tabel 5.1, data hujan yang dikumpulkan selama 7 tahun dari mulai tahun 2005 hingga 2012, curah hujan maksimum adalah 135,00 mm dan jam hujan maksimum yaitu 15,86 jam (Juni 2012).
73
Skematisasi pada Gambar 5.8 menunjukkan layout dari catchment area yang membebani sump Panel 3 dan sump Macan. Garis ungu menunjukkan catchment
area. Garis kuing menunjukkan luas total dari catchment area tersebut. Garis merah
menunjukkan posisi sump Panel 3. Dari total luasan catchment area 310,04 ha,
sump Panel 3 dibebani catchment seluas 156,70 ha, sisanya dibebankan pada sump
Macan.
74 Tahun
Jan Feb Mar
Max (harian) Total Max (harian) Total Max (harian) Total 2005 0 0 48 156 39.5 185.1 2006 60.5 218.7 36 198.8 32.5 92.5 2007 33 150 80 248.9 147 249.5 2008 35 177.8 49 274.7 37 72.5 2009 26 120.5 45 183.5 62 223.7 2010 95 442 15 20.5 84 329.5 2011 25.5 85.1 40 61.5 50 184.5 2012 78 374.6 108 715.6 53 210.5 5 Tahunan 95 240 108 251.16 84 204.14 Tahun
Apr Mei Jun
Max (harian) Total Max (harian) Total Max (harian) Total 2005 67.5 372 96 333.7 24 61 2006 54 242 72 216 62 255.3 2007 84.5 227.5 36.5 186.2 44 177 2008 43 178.8 20 52.6 63 182.1 2009 86 282 26 137 63 122.3 2010 64 351.5 116 438.5 76 264 2011 71 203 79 268.5 42.5 165.5 2012 76.5 574.7 103.6 466.1 135 442.5 5 Tahunan 86 318 116 272.54 135 235.28 Tahun
Jul Aug Sept
Max (harian) Total Max (harian) Total Max (harian) Total 2005 53 133.6 35 109.5 107.9 175.9 2006 20.5 32.5 65.5 116 23 92 2007 99 317.9 18 69.3 24 60.3 2008 17.5 64.1 64 139.2 36 148 2009 37 86 34 68 39 39 2010 52 230.5 41 93 68 198 2011 12 20 30 77 32 147 2012 92.2 346.5 56.5 195 88.6 235.9 5 Tahunan 92.2 149.42 64 114.44 88.6 153.58
75 Tahun
Okt Nov Des
Max (harian) Total Max (harian) Total Max (harian) Total 2005 23.5 164.75 36 176.9 71.6 413.1 2006 25 41 13.5 35.5 18 85.5 2007 45 98 92 216 32.5 193.1 2008 53 154.5 46 132 64 343 2009 9 9 32 85.5 54 251.5 2010 69 205 28 47.5 37 128.5 2011 83 216.5 55.5 154.5 55 270.6 2012 61.8 163.8 76.6 260.4 76 443.2 5 Tahunan 83 149.76 76.6 135.98 76 287.36
Tabel 5.1 Data hujan
Tabel 5.2 Jam hujan maksimum tahun 2012
Nilai limpasan hujan ditentukan sebesar 95%. Di kawasan pit Pelikan tidak terdapat air tanah yang mempengaruhi volume sump, sehingga nilai drain hole diestimasi berada pada debit 0 liter/detik.
Max (harian) Total
10.27 69.82 8.80 80.15 9.69 53.25 7.17 58.48 7.84 63.84 15.86 44.39 8.90 60.59 8.77 40.69 6.69 22.69 3.43 16.57 6.51 46.59 4.25 35.77 Bulan Aug Sept Okt Nov Des Jul Jan Feb Apr Mar Mei Jun
76 Analisis perhitungan kapasitas tampungan:
a. Volume Air Dinamik 1. Air Hujan πΆππ‘πβππππ‘ ππππ = 156,7 βπ = 1567000 π2 πΆπ’ππβ βπ’πππ ππππ πππ’π = 135 ππ = 0,135 π ππππ‘π’ βπ’πππ ππππ πππ’π = 15,86 πππ = 57096 πππ‘ππ πΏπππππ ππ = 95% = 0,95 ππππ’ππ π΄ππ π»π’πππ = 1567000 Γ 0,135 57096 Γ 0,95 = 3,5198 π 3 π β 2. Drain Hole ππππ’ππ π·ππππ π»πππ ππππ π‘ππππ ππππ 0,00 π3β π Jadi : π½πππππ π¨ππ π«ππππππ = π½πππππ π¨ππ π―ππππ + π½πππππ π¨ππ π«ππππ π―πππ π½πππππ π¨ππ π«ππππππ= π, ππππ ππ+ π, ππ ππ= π, ππππ ππβ π
77 b. Total Volume Air dalam 1 Hari 1. Air Hujan ππππ’ππ π΄ππ π»π’πππ πππππ 1 βπππ = 3,5198 π3β Γ 57096 π π ππππ’ππ π΄ππ π»π’πππ πππππ 1 βπππ= 200966,5 π3 2. Drain Hole ππππ’ππ π΄ππ π·ππππ π»πππ πππππ 1 βπππ πππππβ 0,00 π3 Jadi : π½πππππ πππ πππππ = π½πππππ π¨ππ π―ππππ + π½πππππ π¨ππ π«ππππ π―πππ π½πππππ πππ πππππ= ππππππ, π ππ+ π, ππ ππ= ππππππ, π ππ
c. Kapasitas sump minimal adalah kapasitas yang mampu menampung air maksimal tanpa pemompaan selama 2 hari berturut-turut.
Dengan demikian :
π²ππππππππ πΊπππ = π Γ ππππππ, π ππ= ππππππ ππ Dimensi sump untuk Panel 3 ditentukan:
Minimum Tinggi sump 30,00 m Minimum Panjang sump 150,00 m Minimum Lebar sump 89,32 m
78 B. Kebutuhan Pompa Sump Panel 3
Pada bagian ini akan dihitung kebutuhan pompa di sump Panel 3 untuk melayani aktivitas pemompaan pada bulan Juli 2014. Berdasarkan data teknis yang diperoleh dari Engineering Department, diketahui bahwa :
π½π’πππβ βπππ ππππ ππ’πππ π½π’ππ βΆ 31 βπππ πΆππ‘πβππππ‘ ππππ βΆ 156,7 βπ = 1567000 π2 πΆπ’ππβ βπ’πππ ππ’πππππ βΆ 149 ππ = 0,149 π πππ π π£πππ’ππ πππ πππππ π π’ππ (πππ‘π ππ’πππ π½π’ππ 2014) = 194744 π3 ππππ’ππ ππ’πππ’π πππππ π π’ππ (π½πππ’πππ π . π π½π’ππ 2014) = 47672 π3 ππππππ βΆ π΄ππππ πππ ππππ ππππ π βΆ 2% ππππ π£πππ’ππ πππ βπ’πππ ππππ’ππ πππππ βπππ = 0,00 π3 ππππ’ππ πππ πππππ πππ π’π ππππ π π’ππ ππππ = 0,00 π3 ππ΄ = 92,0 % ππ΄ = 80,0 %
79
Dari data yang diketahui tersebut, dapat dihitung kebutuhan pompa sebagai berikut:
ο· Air Sump
a. Volume Air Hujan Masuk ke Pit
ππππ’ππ πππ βπ’πππ = πππ‘πβππππ‘ ππππ Γ ππ’ππβ βπ’πππ
ππππ’ππ πππ βπ’πππ = 1567000 π2Γ 0,149 π = 224081 π3
b. Volume Lumpur Dalam Sump (Akumulasi Januari Hingga Juli 2014) ππππ’ππ ππ’πππ’π = 2% Γ ππππ’ππ πππ βπ’πππ ππππ’ππ ππ’πππ’π = 2% Γ 224081 π3 = 4481,62 π3 π΄ππ’ππ’πππ π π£πππ’ππ ππ’πππ’π = ππππ’ππ ππ’πππ’π π½πππ’πππ π . π π½π’ππ + π£πππ’ππ ππ’πππ’π ππ’πππ π½π’ππ π΄ππ’ππ’πππ π π£πππ’ππ ππ’πππ’π = 47672 π3+ 4481,62 π3 π΄ππ’ππ’πππ π π£πππ’ππ ππ’πππ’π = 52153,62 π3
c. Total Volume Fluida (air+lumpur) yang Masuk
πππ‘ππ π£πππ’ππ = ππππ’ππ π ππ π π½π’ππ + ππππ’ππ πππ βπ’πππ
πππ‘ππ π£πππ’ππ =+ππππ’ππ ππ’πππ’π + ππππ’ππ πππ ππππ π π’ππ ππππ
πππ‘ππ π£πππ’ππ = 194744 π3 + 224081 π3+ 4481,62 π3+ 0 π3
80
ο· Kemampuan Pompa
π½ππ πππππ βπππππ πππππ = 24 πππ Γ ππ΄ Γ ππ΄
π½ππ πππππ βπππππ πππππ = 24 πππ Γ 92% Γ 80% = 17,66 πππ
π½ππ πππππ π πππ’πππ π‘πππ ππππ = 31 βπππ Γ 17,66 πππ = 547,58 πππ Pada masa awal operasi sump Panel 3 sistem pemompaan yang dipilih adalah Multistage dengan 1x booster. Pompa primer yang digunakan adalah Multiflo 420 dan pompa booster yang digunakan adalah Warman 8/6 artinya dibutuhkan 1 paket unit Multiflo 420-Warman 8/6. Sistem ini ditargetkan mampu mengalirkan debit (Q) sebesar 700 m3/jam. Sehingga :
πππ‘ππ πππππππ’ππ πππππ = π Γ ππ’πππβ πππππ‘ πππππ πππ‘ππ πππππππ’ππ πππππ =Γ π½ππ πππππ π πππ’πππ π‘πππ ππππ πππ‘ππ πππππππ’ππ πππππ= 700 m 3 jamΓ 1 Γ 547,58 πππ πππ‘ππ πππππππ’ππ πππππ= 383306 m3 πΏπππππ¦π ππππ ππ ππ’πππππ =πππ‘ππ π£πππ’ππ πππ’πππ π¦πππ πππ π’π π Γ ππ’πππβ πππππ‘ πππππ πΏπππππ¦π ππππ ππ ππ’πππππ =423306,62 π 3 700jam Γ 1m3 = 604,72 πππ
81 πππ π π£πππ’ππ πππ πππππ π π’ππ = π‘ππ‘ππ π£ππ. πππ’πππ πππ π’π πππ π π£πππ’ππ πππ πππππ π π’ππ =βπ‘ππ‘ππ πππππππ’ππ πππππ πππ π π£πππ’ππ πππ πππππ π π’ππ= 423306,62 π3β 383306 m3 πππ π π£πππ’ππ πππ πππππ π π’ππ= 40000,62 π3 πΎππππ ππ‘ππ π π’ππ π‘πππ ππ π = πΎππππ ππ‘ππ π π’ππ ππ€ππ β πΎππππ ππ‘ππ π π’ππ π‘πππ ππ π = πππ’ππ’πππ π π£ππ. ππ’πππ’π βπππππ π½π’ππ πΎππππ ππ‘ππ π π’ππ π‘πππ ππ π = 401933 π3β 52153,62 π3 πΎππππ ππ‘ππ π π’ππ π‘πππ ππ π = ππππππ, ππ ππ
Status sump dinyatakan masih layak beroperasi jika sisa volume air dalam
sump tidak habis sama sekali, dan jika selisih antara kapasitas sump tersisa dengan
sisa volume air dalam sump tidak sama dengan nol. Kondisi yang terjadi berdasarkan hasil perencanaan diatas adalah masih terdapat sisa volume air dalam
sump dan kapasitas volume sump masih lebih dari cukup untuk menampung sisa
volume air dalam sump, sehingga dinyatakan status sump pada bulan Juli adalah βOKβ.
Simpulan :
ο· Total volume air+lumpur yang masuk pada bulan Juli adalah ππππππ, ππ ππ.
ο· Air+lumpur yang masuk tersebut pada awalnya dikeluarkan dari sump dengan sistem pemompaan Multistage yang melibatkan Multiflo-420B yang memiliki total head 150 m sebagai pompa primer dan Warman 8/6
82
sebagai pompa booster. Akan tetapi sejak pertengahan bulan Juli digunakan
single stage dengan menggunakan pompa Multiflo 420EX yang mampu
mengalirkan fluida dengan total head 220 m.
C. Kebutuhan pipa di sump Panel 3
Perhitungan ini diperlukan supaya larutan dapat dialirkan oleh pipa dengan aman dan ekonomis.
Sebuah jalur pipa dibutuhkan untuk mengantarkan air sebanyak 700 m3/jam dengan jam operasional pemompaan 17,66 jam/hari, atau dengan kata lain debit yang dialirkan harus mencapai 12362 m3/hari. Jarak dari inlet ke outlet adalah 1,3 km. Tempat penampungan itu berjarak 130 meter di atas pompa yang berada di dam.
Tentukan :
ο¬ Ukuran dan kelas dari pipa HDPE yang dibutuhkan ο¬ Total head pompa
Pemecahannya :
1. Tentukan static head pada sistem ο¬ Level air pada outlet adalah 100 m ο¬ Level air pada inlet sump adalah -30 m
ππ‘ππ‘ππ π»πππ = 100 π + 30 π = 130 π 2. Hitung debit dalam satuan liter/detik
ο¬ Total volume dalam 1 hari adalah 12362 m3/hari π·ππππ‘ = 143,08 πππ‘ππ πππ‘ππβ
83
3. Pilihan beberapa kelas pipa yang tersedia dan maksimum pressure ratingnya. Pipa yang akan digunakan dalam merencanakan pemipaan di
sump Panel 3 adalah pipa HDPE PE100.
Pilihan Jenis Pipa PE-100 PN 8 PN 10 PN 12,5 PN 16 PN 20 Maximum Pressure Rating (m) 80 100 125 160 200
4. Perhitungan tekanan maksimum yang masih tersedia setelah pressure rating pipa dikurangi static head sistem 130 m.
πππ π ππππ π π’ππ = πππ₯. ππππ π π’ππ π ππ‘πππ β ππ‘ππ‘ππ π»πππ
Maksimum Pressure Rating (m) 80 100 125 160 200
Static Head (m) 130 130 130 130 130
Sisa Pressure (m) TIDAK MEMENUHI 30 70
Untuk pipa dengan Max Pressure Rating 80 m, 100 m, 125 m tidak dapat digunakan karena sisa pressure terhitung menghasilkan nilai negatif. 5. Hitung jumlah panjang pipa dan aksesoris sistem
πππππππ π‘ππ‘ππ ππππ
= 1,05 Γ πππππ πππππ‘ ππ ππ’π‘πππ‘ = 1,05 Γ 1300 = 1365 π
Karena panjang pipa setiap 1 sunction adalah 6 m maka panjang total pipa dibulatkan menjadi 1380 m.
84
6. Hitung pressure maksimum per 100 m panjang pipa yang masih dipunyai