4.3 Tahap Analyze
4.3.1 Analisa Fishbone
4.3.1.2 Kecacatan dari Karakteristik Kualitas Spesifikasi
1. Rivet Thickness Hole
Rivet thickness hole
Salah setting mesin
Tidak tahu cara setting yang benar
Personil
Mesin Operator tidak tahu cara
Mengecek mesin Stopper bergeser
Bor tumpul
Gambar 4.17 Fishbone Rivet Thickness Hole
Mesin
Faktor mesin yang menyebabkan terjadinya kecacatan karena berada diluar spesifikasi rivet thickness hole adalah karena penggunaan bor yang sudah tumpul dan stopper yang bergeser. namun bila dianalisa lebih jauh, faktor tersebut disebabkan karena kurangnya kontrol operator yang memegang mesin tersebut karena menggunakan bor yang sudah tumpul dan tidak menyadari posisi stopper yang bergeser. Kurangnya kontrol tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan operator dalam melakukan langkah-langkah pengecekan kondisi settingan mesin.
Personil
Selain faktor manusia yang dapat mempengaruhi kecacatan karena mesin diatas, ada satu faktor tunggal manusia lagi yang menyebabkan kecacatan rivet thickness hole yaitu kesalahan manusia dalam melakukan setting awal.
Hal tersebut disebabkan karena operator tidak menghapal langkah-langkah menyeting mesin secara benar. Kesalahan seperti ini menyebabkan spesifikasi produk tidak sesuai dengan standard yang ditentukan.
43
Universitas Kristen Petra
2. Concentricity
Concentricity
Salah setting mesin
Tidak tahu cara setting yang benar
Personil
Mesin Operator tidak tahu cara
Mengecek mesin Stopper bergeser
Bor tumpul
Gambar 4.18 Fishbone Concentricity
Mesin
Faktor mesin yang menyebabkan terjadinya kecacatan concentricity adalah karena posisi stopper pada mesin bor yang bergeser. Stopper yang digunakan pada mesin bor dapat bergeser karena terus dipakai dan karena kurangnya kontrol dari operator yang memegang mesin bor tersebut karena tidak mengetahui prosedur pengecekan settingan mesin sehingga ia tidak mengetahui ketika posisi stopper telah bergeser.
Personil
Kecacatan concentricity disebabkan karena faktor manusia yang tidak menyeting mesin bor dengan benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan karena mereka tidak hapal langkah-langkah menyeting mesin bor yang benar dan terarah
44
Universitas Kristen Petra
3. Rivet Hole Diameter
Rivet hole diameter
Salah setting mesin
Tidak tahu cara setting yang benar
Personil
Mesin Operator tidak tahu cara
Mengecek mesin Stopper bergeser
Bor tumpul
Gambar 4.19 Fishbone Rivet Hole Diameter
Mesin
Faktor mesin yang menyebabkan terjadinya kecacatan rivet hole diameter yang tidak sesuai standard adalah karena posisi stopper pada mesin bor yang bergeser. Stopper yang digunakan pada mesin bor dapat bergeser karena terus dipakai dan karena kurangnya kontrol dari operator yang memegang mesin bor tersebut karena tidak mengetahui prosedur pengecekan settingan mesin sehingga ia tidak mengetahui ketika posisi stopper telah bergeser.
Personil
Kecacatan rivet hole diameter yang tidak sesuai standard disebabkan karena faktor manusia yang tidak menyeting mesin bor dengan benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan karena mereka tidak hapal langkah-langkah menyeting mesin bor yang benar dan terarah.
45
Universitas Kristen Petra
4. PCD
PCD
Salah setting mesin
Tidak tahu cara setting yang benar
Personil
Mesin Operator tidak tahu cara
Mengecek mesin Stopper bergeser
Bor tumpul
Gambar 4.20 Fishbone PCD
Mesin
Faktor mesin yang menyebabkan terjadinya kecacatan PCD yang tidak sesuai standard adalah karena posisi stopper pada mesin bor yang bergeser. Stopper yang digunakan pada mesin bor dapat bergeser karena terus dipakai dan karena kurangnya kontrol dari operator yang memegang mesin bor tersebut karena tidak mengetahui prosedur pengecekan setting mesin sehingga ia tidak mengetahui ketika posisi stopper telah bergeser.
Personil
Kecacatan PCD yang tidak sesuai standard disebabkan karena faktor manusia yang tidak menyeting mesin bor dengan benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan karena mereka tidak hapal langkah-langkah menyeting mesin bor yang benar dan terarah.
46
Universitas Kristen Petra
5. Hole Position
Hole position
Salah setting mesin
Tidak tahu cara setting yang benar
Personil
Mesin Operator tidak tahu cara
Mengecek mesin Stopper bergeser
Bor tumpul
Gambar 4.21 Fishbone Hole Position
Mesin
Faktor mesin yang menyebabkan terjadinya kecacatan hole position yang tidak standard adalah karena posisi stopper pada mesin bor yang bergeser.
Stopper yang digunakan pada mesin bor dapat bergeser karena terus dipakai dan karena kurangnya kontrol dari operator yang memegang mesin bor tersebut karena tidak mengetahui prosedur pengecekan settingan mesin sehingga ia tidak mengetahui ketika posisi stopper telah bergeser.
Personil
Kecacatan hole position yang tidak standard disebabkan karena faktor manusia yang tidak menyeting mesin bor dengan benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan karena mereka tidak hapal langkah-langkah menyeting mesin bor yang benar dan terarah.
47
Gambar 4.22 Fishbone Outside Diameter
Mesin
Kecacatan ini disebabkan karena penggunaan moulding hot press yang sudah tidak bagus. Dimana pisau moulding yang seharusnya tegak lurus berubah menjadi melengkung karena telah melewati lifetime. Kondisi moulding yang demikian menyebabkan spesifikasi diameter luar berbeda dari yang seharusnya. Selain itu penggunaan gunting yang sudah tumpul ketika membuang sisa kulit dari proses hot press juga membuat produk mudah cuil.
Gunting-gunting tersebut tumpul karena jarang diasah.
7. Surface Thickness
Gambar 4.23 Fishbone Surface Thickness
48
Universitas Kristen Petra
Material
Faktor produk yang bengkok menjadi penyebab utama terjadinya ketebalan produk tidak sesuai spesifikasi. Hal ini disebabkan produk yang bengkok tidak akan mengalami proses gerinda yang sempurna karena ada sisi produk yang terkena batu gerinda, namun ada sisi lainnya yang tidak terkena batu gerinda.
Mesin
Faktor mesin yang menyebabkan terjadinya kecacatan ini adalah karena kondisi moulding hot press yang terlalu tipis dan batu gerinda yang tidak bagus. Kondisi moulding yang terlalu tipis disebabkan karena moulding tersebut telah melewati masa lifetime sehingga menyebabkan produk terlalu tipis dan tidak tergerinda sempurna ketika memasuki proses gerinda. Selain itu batu gerinda yang haus karena tidak di dressing dan karena telah memasuki masa akhir lifetime maka ia tidak akan menggerinda secara baik.
Personil
Faktor manusia juga berperan dalam menghasilkan kecacatan ini sebab operator yang salah melakukan setting terhadap mesin gerinda menyebabkan mesin tidak akan bekerja dengan benar sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.