Nama Layanan Pelayanan Administrasi Alamat JL. Agus Salim No. 0 Sumenep Link Website
Telp
Reformasi Birokrasi Pelayanan Publik melalui Optimalisasi Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) memiliki makna yang strategis didalam mewujudkan pelayanan yang prima di tingkat kecamatan serta membangun Citra Pelayanan Publik Pemerintah khususnya di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi.
Selama ini opini dan image masyarakat terhadap pelayanan publik yang berbelit- belit, pungli dan ketidak jelasan waktu dan penyelesaiannya menjadi isu aktual yang terus mengemuka yang harus segera diupayakan solusi dan pemecahannya. Kondisi ini disebabkan kualitas sistem dan manajemen di dalam pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah yang belum optimal serta integritas, etos dan budaya aparatur yang tidak terbangun.
Untuk menjawab terhadap buruknya pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya melalui koreksi dan perbaikan terhadap Manajemen Pelayanan Publik yang selama ini dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan inovasi terhadap manajemen pelayanan publik. PATEN adalah sebuah produk Inovasi Manajemen dalam rangka mempermudah, memperlancar, mempercepat dan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat baik yang
disebabkan karena faktor geograis maupun ketersediaan infra struktur yang kurang memadahi.
Pelaksanaan beberapa jenis perijinan dan non perijinan yang sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten dan kemudian didelegasikan oleh Bupati Kepada Camat melalui penyelenggaraan
PATEN dirasa signiikan terhadap reformasi birokrasi pelayanan publik yang dalam
implementasinya dapat memberikan kemudahan, kecepatan dan kelancaran terhadap permintaan layanan masyarakat dan kepuasan layanan. Di dalam penyelenggaran PATEN ini beberapa unsur seperti ; Policy, Prosedur, Personil dan Organiasi, menjadi Indikator dan
perhatian yang terus dikembangkan secara efektif dan eisien, sehingga operasionalisasi
penyelenggaraan PATEN dapat memberikan kepuasan terhadap pelayanan masyarakat Pengalaman pelaksanaan PATEN telah memberikan dampak yang positif terhadap kenaikan PAD dimana dengan adanya PATEN telah mampu menaikkan PAD sebesar 700, 95 % dari PAD tahun sebelumnya. Penyelenggaraan PATEN telah menunjukkan tingkat layanan yang dapat memberikan kepuasan terhadap pelayanan publik yang dibutuhkan. Hal ini terbukti dari hasil survey IKM dengan nilai 84,31 (Sangat Baik).
16. Pelayanan Panggilan Emergency Publik
Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
dr. Anshayari Arsyad, M.Kes
Nama Layanan Pelayanan Kesehatan Alamat Jl. RA. Kartini No. 11 Palu Link Website
Telp 0451421070
Pada pertengahan tahun 2012 menurut evaluasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah khususnya Seksi Kesehatan Rujukan dan Rumah Sakit, menemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan sistem rujukan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satu masalah yang sangat memprihatinkan saat itu adalah pasien rujukan yang terkonsentrasi hanya di dua Rumah Sakit Kelas B di Kota Palu, sedang Rumah Sakit yang ada di wilayah Kota Palu dan sekitarnya berjumlah
9 Rumah Sakit dengan rincian 2 RSUD dengan setiikasi Kelas B, 1 RSUD B khusus, 1 RSUD
Kelas D, 1 Rumkit kelas C, 1 Rumkit kelas D, 2 Rumah Sakit Swasta Kelas C dan 1 Rumah Sakit Swasta Kelas D.
Distribusi pasien yang tidak merata ini menyebabkan dua rumah sakit yang sedianya sebagai rujukan lanjut dan pusat rujukan wilayah Sulawesi Tengah tersebut tidak mampu melayani pasien yang jumlahnya melebihi dari kapasitas tempat tidur yang tersedia. Keadaan rumah sakit yang mengalami kelebihan beban overload tersebut berbanding terbalik dengan 7 rumah sakit lain yang ada di Kota Palu.
Setelah menemukan masalah tersebut, dinas kesehatan provinsi melakukan supervisi di setiap rumah sakit dalam Kota Palu. Hasil temuan, masalahnya terkonsetrasi hanya pada pasien di dua rumah sakit tersebut adalah :
a. Dua rumah sakit yang mengalami overload adalah rumah sakit kelas B sebagai Rumah Sakit Rujukan Lanjut, sehingga rumah sakit tersebut sekaligus menjadi pusat rujukan bagi rumah sakit di seluruh wilayah Sulawesi Tengah dan sebagian wilayah Sulawesi Barat. b. Tidak adanya media bagi masyarakat luas untuk mengetahui informasi ketersediaan
tempat tidur di setiap rumah sakit. Hal ini berdampak pada rujukan langsung ditujukan ke rumah sakit pusat rujukan.
c. Stigma di masyarakat yang terbangun bahwa Rumah Sakit dengan Kelas B pelayanannya lebih baik dibanding dengan kelas dibawahnya, walaupun dengan kasus yang penyakit yang sama.
Dari tiga kesimpulan tersebut, dinas kesehatan provinsi melakukan rapat koordinasi dengan pihak – pihak terkait :
a. Para Direktur Rumah Sakit se- Kota Palu b. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu c. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sigi d. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Donggala e. DIRLANTAS POLDA Sulawesi Tengah.
Dalam rapat koordinasi tersebut dicapai kesepakatan bahwa harus dibentuk suatu Sistem Rujukan Terpadu sebagai pengatur lalulintas rujukan di wilayan Provinsi Sulwesi Tengah. Sistem Rujukan Terpadu ini berkaitan erat dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), karena dalam operasionalnya distribusi rujukan pasien berpatokan pada jumlah tempat tidur yang tersedia di Rumah Sakit rujukan dan informasi tempat tidur tersebut hanya bisa didapatkan melalui Sistem Informasi Rumah Sakit.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah berinisiatif untuk mengembangkan Sistem Informasi Rumah Sakit Online (SIRS Online) yang terhubung dengan data base Sistem Rujukan Terpadu sebagai referensi pendistribusian pasien. Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Tengah mengajak para : Direktur Rumah Sakit, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dan Kab. Sigi untuk melakukan Studi Banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kab. Seragen, Jawa Tengah Pada Tanggal 20 November 2012.
Kesimpulan yang didapat dari hasil Studi Banding adalah pembangunan Sistem Rujukan tersebut terinspirasi dari Yogyakarta Emergency YES 118 dengan costumisasi informasi data ketersediaan tempat tidur di setiap Rumah Sakit yang terletak di Kota Palu sebagai pengembangan Sistem Rujukan Terpadu dengan nama Program Sulteng Emergency Services 119.