SPIW AAIW
4.5. Kecepatan arus dan transpor massa air
Pengukuran arus dilakukan dengan menggunakan metode geostropik. Berikut disajikan grafik hasil perhitungan arus Geostropik menggunakan metode geostropik (Gambar 19).
Sumber : Diolah dari data INSTANT bulan Januari 2004 dan Juni 2005
Gambar 19. Grafik kecepatan arus geostropik pada Musim Barat dan Musim Timur
Pada Gambar 19 sumbu X mewakili besarnya kecepatan arus pada dua stasiun yang berdekatan dan sumbu Y mewakili kedalaman. Grafik tersebut digunakan untuk kecepatan arus Geostropik yang menggunakan papar acuan (reference level) yang merupakan (level of no motion) berbeda-beda, yaitu suatu kedalaman dimana pada kedalaman tersebut tidak terdapat gerakan massa air relatif antara dua stasiun. Hal ini disebabkan kedalaman pengukuran tiap stasiun berbeda satu sama lain sehingga ditentukan level of no motion yang berbeda tiap dua stasiun yang berdekatan.
4.5.1. Musim Barat
Pengamatan pada bulan Januari 2004 menunjukkan arus pada stasiun 1−2 seluruhnya bergerak ke arah timur dengan kecepatan mencapai 0.99 m/s. Arus Geostropik pada stasiun 2−3 dari lapisan permukaan hingga kedalaman 133 m bergerak ke arah barat dengan kecepatan arus 0.50 m/s, kemudian sampai kedalaman 712 m arus Geostropik bergerak ke arah timur dengan kecepatan mencapai 0.35 m/s. Pada stasiun 3−4 arus Geostropik bergerak ke arah timur dengan kecepatan mencapai 1.42 m/s dari kedalaman 0−102 m, kemudian ke arah barat dengan kecepatan mencapai 0.04 m/s (169 m), dan kembali ke arah timur dengan kecepatan 0.01−0.28 m/s hingga kedalaman 964 m. Sama seperti pada stasiun 1-2 pada pengamatan Januari 2004, pada stasiun 4−5 dari permukaan hingga kedalaman 310 m arus bergerak ke arah timur dengan kecepatan mencapai 0.46 m/s. Metode geostropik pada stasiun 4−5 menggunakan level of no motion pada kedalaman 310 m, karena kedalaman pengukuran pada stasiun 5 hanya sampai kedalaman tersebut. Kecepatan arus dengan menggunakan metode
geostropik diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan nilai suhu dan salinitas yang diukur dengan CTD. Hal ini menyebabkan kedua parameter tersebut sangat berpengaruh pada hasil pengukuran kecepatan arus yang diperoleh.
4.5.2. Musim Timur
Stasiun 1−2 pada pengamatan bulan Juni 2005 menunjukkan arus yang dominan bergerak ke arah timur dari permukaan hingga kedalaman 145 m dengan kecepatan mencapai 0.41 m/s. Kemudian pada stasiun ini hingga mencapai kedalaman 465 m, dengan kecepatan mencapai 0.35 m/s arus bergerak ke arah barat.
Arus Geostropik pada stasiun 2−3 menunjukkan arus secara menyeluruh bergerak ke arah timur dengan kecepatan 2.18 m/s. Pada stasiun 3−4 dari kedalaman 0-1172 m arus Geostropik bergerak ke arah barat dengan kecepatan mencapai 0.91 m/s. Arus Geostropik pada stasiun 4-5 dari permukaan hingga kedalaman 36 m bergerak ke arah timur dengan kecepatan mencapai 0.05 m/s, kemudian sampai kedalaman 169 m bergerak ke arah barat dengan kecepatan arus mencapai 0.85 m/s dan kembali bergerak ke arah timur hingga dasar pengukuran dengan kecepatan arus mencapai 0.86 m/s. Arus Geostropik pada stasiun 5−6 dari permukaan hingga kedalaman 547 m bergerak ke arah timur dengan kecepatan arus yaitu 1.27 m/s, kemudian bergerak ke arah barat hingga kedalaman 609 m dengan kecepatan arus mencapai 0.02 m/s, dan kembali ke arah timur hingga dasar pengukuran dengan kecepatan arus mencapai 0.03 m/s .
Hasil pengukuran transpor massa air dibagi menjadi tiga pengukuran, yaitu pengukuran pada lapisan permukaan sampai kedalaman 200 m, pengukuran pada
kedalaman lebih dari 200 m, dan pengukuran total seluruh kedalaman (Gambar terlampir pada Lampiran 10). Pemisahan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk melihat besarnya volume transpor yang melalui lapisan permukaan dan lapisan dalam. Untuk mengetahui secara lebih jelas nilai transpor massa air pada kedua pengamatan di setiap stasiun, disajikan pada Tabel 5.
Tabel 5. Nilai transpor massa air hasil pengukuran
Stasiun Kedalaman (m)
Pengukuran Metode Geostropik (m/s)
Januari 2004 Juni 2005
Timur (Sv) Barat (Sv) Timur (Sv) Barat (Sv)) 1-2
< 200 2.95 0 0.72 0.11
> 200 1.66 0 0 1.02
Total 4.61 0 0.72 1.13
Melalui Tabel 5 dapat diketahui bahwa transpor massa air pada Musim Barat (Januari 2004) secara menyeluruh bergerak ke arah timur sedangkan massa air pada Musim Timur (Juni 2005) sebagian besar bergerak ke arah barat dan sebagian lagi bergerak ke arah timur. Total transpor massa air pada bulan Januari 2004 (Musim Barat) pada stasiun 1−2 secara menyeluruh bergerak ke arah timur sebesar 4.61 Sv, dengan total transpor massa air yang melalui lapisan permukaan sampai kedalaman kurang dari 200 m sebesar 2.95 Sv (63.99 %) dan pada
kedalaman lebih dari 200 m total transpor sebesar 1.65 Sv (36.01 %).
Nilai transpor massa air Musim Timur (Juni 2005) pada kedalaman lebih dari 200 m lebih kecil dibandingkan pada lapisan permukaan hingga kedalaman kurang dari 200 m. Musim Timur (Juni 2005) memiliki transpor total massa air sebesar 1.85 Sv. Total transpor massa air pada kedalaman kurang dari 200 m bergerak ke arah timur sebesar 38.92 % (0.72 Sv) dan bergerak ke barat sebesar
61.08 % (1.13 Sv), pada kedalaman kurang dari 200 m sebesar 0.11 Sv dan sebesar 1.02 Sv pada kedalaman lebih dari 200 m. Hal tersebut menunjukkan bahwa debit air yang melalui lapisan permukaan sampai kedalaman kurang dari 200 m lebih besar daripada kedalaman lebih dari 200 m di daerah pengamatan.
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KesimpulanProfil sebaran menegak dan melintang menunjukkan terdapat pelapisan untuk setiap parameter yang diamati (suhu, salinitas, dan sigma-t) terhadap kedalaman. Profil suhu menunjukkan terjadinya penurunan nilai dengan bertambahnya kedalaman, sedangkan untuk parameter salinitas dan densitas mengalami peningkatan seiring bertambahnya kedalaman.
Suhu permukaan pada Musim Barat mencapai 29.88 oC, lebih tinggi dibandingkan Musim Timur yang hanya 28.06 oC. Lapisan permukaan tercampur pada Musim timur lebih tebal dibandingkan pada Musim Barat (perbedaan ketebalan mencapai 45 m). Perbedaan ini dapat disebabkan faktor angin dan arus permukaan pada bulan Juni 2005 lebih kuat dibandingkan pada bulan Januari 2004.
Kisaran nilai salinitas permukaan pada Musim Timur lebih rendah daripada Musim Barat, yaitu mencapai 33.91 psu (Musim Timur) dan 34.33 psu (Musim Barat). Nilai sigma-t di lapisan permukaan pada Musim Barat 21.80. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai sigma-t pada Musim Timur yang mencapai 21.70. Pola sebaran sigma-t cenderung menyerupai pola sebaran melintang parameter suhu.
Pada daerah pengamatan ditemukan tiga jenis massa air, yaitu massa air dengan karakteristik salinitas minimum , yaitu massa air SPIW (South Pacific Intermediate Water), dan massa air AAIW (Antarctic Intermediate Water). Pengamatan Musim Barat dan Musim Timur tidak ditemukan massa air
berkarakteristik salinitas maksimum baik yang berasal dari massa air Pasifik Utara maupun Pasifik Selatan.
Arus Geostropik di Pintasan Timor bergerak menuju arah timur dan barat. Arah arus Geostropik di lapisan permukaan didominasi menuju arah barat baik pada Musim Barat maupun Musim Timur.
Transpor massa air pada Musim Barat (Januari 2004) secara menyeluruh bergerak ke arah timur dengan transpor total massa air sebesar 4.61 Sv. Musim Timur (Juni 2005) memiliki transpor total massa air pada sebesar 1.85 Sv dengan total transpor massa air yang bergerak ke timur sebesar 38.92 % dan
bergerak ke barat sebesar 61.08 %.
5.2. Saran
1. Diperlukan kajian lebih lanjut tentang karakteristik massa air dengan