• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN AKUNTAN PUBLIK DALAM PENERBITAN OBLIGASI DAERAH DITINJAU DARI UNDANG – UNDANG NO 8 TAHUN

B. Kedudukan dan Peran Akuntan Publik di Pasar Modal

1. Akuntan Publik sebagai Profesi Penunjang

Kedudukan Akuntan Publik sebagai profesi penunjang di pasar modal diatur di dalam UU No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal.Salah satu tugas akuntan publik di pasar modal adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat terhadap laporan keuangan.Tugas vital akuntan publik ini berkaitan erat dengan penerapan prinsip keterbukaan di pasar modal.

Prinsip keterbukaan adalah pedoman umum yang mensyaratkan emiten, perusahaan publik, dan pihak lain yang tunduk pada UUPM untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu yang tepat seluruh informasi material mengenai usahanya ataau efeknya yang dapat berpengaruh terhadap keputusan pemodal terhadap efek dimaksud dan atau harga dari efek tersebut. Adapun manfaat dari prinsip keterbukaan di dalam pasar modal adalah perbaikan dalam komunikasi, minimalisasi potensi benturan, fokus pada strategi-strategi utama, peningkatan dalam produktivitas dan efisiensi, kesinambungan manfaat, promosi citra perusahaan, peningkatan kepuasan pelanggan dan peroleh kepercayaan investor.100

Tujuan dari prinsip keterbukaan ini adalah untuk menjaga kepercayaan investor sangat relevan ketika munculnya ketidakpercayaan publik terhadap pasar modal. Sebab ketiadaan keterbukaan atau ketertutupan informasi

100

Imam Sjahputra Tunggal dan Amin Widjaja Tunggal, Membangun Good Corporate Governance (GCG),( Harvarindo, Jakarta, 2002), hlm.9.

akanmengakibatkan ketidakpastian bagi investor.101 Akibatnya investor akan sulit mengambil keputusan untuk berinvestasi. Dengan demikian tujuan prinsip keterbukaan adalah hal yang penting.Untuk mengantispasi keadaan yang demikian, maka peraturan prinsip keterbukaan harus ditegakkan, karena peraturan prinsip keterbukaan secara substansial dapat memberikan informasi pada saat yang telah ditentukan. Pembenaran prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor sejalan dengan pengembangan pasar modal di Indonesia yaitu agar kualitas semakin terpercaya.102 Prinsip keterbukaan sudah menjadi fokus sentral dari pasar modal,103

101

Bismar Nasution, Keterbukaan dalam Pasar Modal, (Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2001).hal.28

102

Hasan Zein, “CMS dan Pengembangan Pasar Modal di Indonesia, ” dalam Indra Safitri,ed, Catatan Kolom Hasan Zein Buku Pertama, (Jakarta:Go Global Book Publishing Divison Safitri & Co,1998).hal.30

103

Bismar Nasution,Op. Cit., hlm. 9

dan Undang- Undang Pasar Modal Indonesia juga mengatur pelaksanaan prinsip keterbukaan sehingga investor dan pelaku bursa lainnya mempunyai informasi yang cukup dan akurat untuk pengambilan keputusan. Untuk mendukung prinsip keterbukaan di pasar modal tersebut maka diperlukan keterlibatan pihak-pihak yang terlibat di dalam pasar modal.

Kedua, pasar modal memiliki peran yang terbilang penting dalam perkembangan suatu negara. Beberapa fungsi dari pasar modal antara lain :

a.Sarana penghimpun dana dari masyarakat untuk dialokasikan pada kegiatan produktif oleh perusahaan maupun pemerintah.

b. Sumber pembiayaan yang mudah dan cepat bagi perusahaan untuk membiayai operasional bisnisnya, serta pemerintah dalam hal ini untuk membiyai pembangunan nasional.

c. Lembaga yang mempertinggi efisiensi alokasi sumber produksi dan berperan memperkokoh operasinal pasar finansial dalam menata sistem moneter.

Berkaitan dengan fungsi diatas, kegiatan pasar modal berlangsung secaraterus menerus dengan perkembangan dan dengan segala kompleksitasnya. Kegiatan tersebut berlangsung tentunya dilingkupi oleh banyak pihak, baik pemerintah, masyarakat, serta lembaga atau organisasi dan profesi yang terkait langsung dalam proses operasionalisasi pasar modal. Pihak-pihak tersebut hadir dalam rangka menjalankan dan memastikan terlaksananya mekanisme dan peraturan-peraturan yang berkaitan untuk mendukung terwujudnya keteraturan, keadilan dan efisiensi pasar modal.

Tegak dan terlaksananya mekanisme dan peraturan-peraturan di pasar modal sejatinya diharapkan akan menjamin beberapa hal yang menjadi prinsip dasar dalam kegiatan di pasar modall, yakni:104

a. Profesionalisme dan tanggung jawab pelaku pasar modal b. Efisiensi

c. Kewajaran

d. Perlindungan masyarakat (investor)

Salah satu pihak yang memiliki peran yang cukup penting sebagaimana dijelaskan diatas adalah profesi akuntan.Akuntan berperan dalam menyediakan

dan memastikan kualitas informasi yang tersaji dalam laporan keuangan emiten yang menawarkan efeknya di pasar modal.Kualitas informasi dalam laporan keuangan tersebut menjadi sangat penting artinya bagi pelaku di pasar modal karena informasi tersebut menjadi acuan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan investasi mereka.

2. Peran Akuntan Publik di Pasar Modal

Akuntan adalah orang yang mempunyai kompetensi dan keahlian dibidang akuntansi yang telah menempuh jenjang pendidikan sebagai akuntan. Definisi akuntansi sendiri menurut Weygandt et al (2011), pada saat ini akuntansi lebih diperlakukan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi keuangan walaupun dahulu akuntansi pernah di definisikan suatu seni atau ilmu social murni. Hal tersebut juga tercermin dalam The Framework for the Preparation and

Presentation of Financial Statement yang dihasilkan oleh IASC. Kerangka

tersebut menyebutkan bahwa tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi banyak pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.105

Berdasarkan definisi diatas, profesi akuntan sendiri adalah bertugas untuk menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi banyak pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomik. Hal tersebut menerangkan bahwa betapa pentingnya profesi akuntan dalam dinamika ekonomi global. Profesi akuntan dianggap sebagai suatu urat nadi perekonomian global. Informasi yang dihasilkan

akan menjadi landasan utama setiap kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pihak berkepentingan, kehandalan dan kompetensitas menjadi suatu keharusan yang harus dimiliki seorang akuntan.

Pada saat ini profesi akuntan tidak hanya sebagai seorang pencatat transaksi, pengolah transaksi, ataupun sekedar penghasil informasi semata. Profesi akuntan pada saat ini dituntut mampu memberikan suatu nilai tambah terhadap entitasnya di tempat dia bernaung. Dapat diprediksi apabila seorang akuntan hanya bertugas untuk menghasilkan informasi keuangan tanpa adanya unsur nilai tambah dari akuntan tersebut maka informasi yang dihasilkan akan menyesatkan para penggunanya.

Ketika perusahaan akan melakukan IPO, perusahaan harus membuat prospektus yang merupakan ketentuan yang ditetapkan oleh OJK.Informasi prospektus dapat dibagi menjadi dua, yaitu informasi akuntansi dan informasi non akuntansi.Informasi akuntansi adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca, perhitungan rugi/laba, laporan arus kas, dan penjelasan laporan keuangan.Informasi non akuntansi adalah informasi selain laporan keuangan seperti underwriter (penjamin emisi), auditor independen, konsultan hukum, nilai penawaran saham, persentase saham yang ditawarkan, umur perusahaan, dan informasi lainnya.Investor menggunakan informasi keuangan dan non-keuangan yang ada dalam prospektus ketika mereka membuat investasi di pasar modal.Laporan akuntansi tersebut haruslah laporan yang telah di audit oleh akuntan publik untuk meyakinkan Investor akan informasi yang berkualitas.

Mengingat pentingnya peranan seorang akuntan maka akuntan publik yang boleh melakukan audit laporan keuangan terhadap emiten haruslah yang telah terdaftar di Bapepam-LK106

a. Nomor izin usaha KAP

. Hal ini sesuai dengan Peraturan Nomor VIII.A.1 tentang Pendaftaran Akuntan yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal salinan Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-41/BL/2008 tanggal 14 Februari 2008, selain itu juga akuntan harus telah terdaftar di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Adapun data dan informasi yang harus dilengkapi oleh akuntan publik dalam rangka pendaftaran di Bapepam-LK antara lain:

b. Alamat KAP c. Nama pimpinan d. Kontak/email e. Daftar rekan

Akuntan banyak berperan dalam penyajian informasi keuangan perusahaan baik yang akan maupun telah go public. Peran akuntan publik yaitu :107

a. Melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya.

106

Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang OJK menyatakan sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi,tugas ,wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, Peransuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ke OJK.

b. Memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan ketentuan Bapepam.

c. Memberi petunjuk pelaksanaan cara-cara pembukukan yang baik (apabila diperlukan).

Pada dasarnya akuntan publik akan memberikan pendapat tentang empat aspek, yakni :108

a. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian

Jika akuntan publik telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar

auditingyang ditentukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, seperti terdapat di dalam standar profesional akuntan publik, dan telah mengumpulkan bahan- bahan pembuktian (audit evidence) yang cukup untuk mendukung opininya, serta tidak menemukan adanya kesalahan material atas penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam di Indonesia, maka akuntan publik memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian.

b. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan

Pendapat ini diberikan jika terdapat keadaaan tertentu yang mengharuskan akuntan publik menambahkan pragraf penjelasan (atau bahasa penjelasan yang lain) salam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar pengecualian yang dinyatakan oleh akuntan publik. Keadaan tersebut dapat berupa: ada dua periode akuntansi yang mengalami perubahan material

dalam prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya, keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan komparatif, informasi lain dalam satu dokumen yang berisi laporan keuangan secara material tidak konsisten dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan, dan sebagainya.

c. Pendapat wajar dengan pengecualian

Kondisi tertentu mungkin memerlukan pendapat wajar dengan pengecualian. Pendapat wajar dengan pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan. Pendapat ini dinyatakan bilamana ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit yag mengakibatkan akuntan publik berkesimpulan tidak dapat menyatakan wajar tanpa pengecualian.

d. Pendapat tidak wajar

Suatu pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.Pendapat ini dinyatakan bila menurut pertimbangan akuntan publik, laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

e. Pernyataan tidak memberikan pendapat

Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat dinyatakan bila akuntan publik tidak dapat merumuskan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.Jika akuntan publik menyatakan tidak memberikan pendapat maka harus dikemukan juga alasan yang jelas untuk mendukung alasan tersebut.

Adapun kewajiban akuntan sebagai pemeriksa laporan keuangan dinyatakan secara eksplisit dalam UU Pasar Modal yang menyatakan bahwa akuntan yang terdaftar di Bapepam yang memeriksa laporan keuangan emiten, bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan (LKP), lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP), dan pihak lain yang melakukan kegiatan di bidang pasar modal wajib menyampaikan pemberitahuan yang sifatnya rahasia kepada Bapepam jika ditemukan adanya:

a. Pelanggaran yang dilakukan terhadap ketentuan dalam UU ini dan atau peraturan pelaksanaannya.

b. Hal-hal yang dapat membahayakan keadaan keuangan lembaga dimaksud atau kepentingan para nasabahnya.

Untuk menjamin kualitas informasi yang fair dan objektif, akuntan dilarang: a. Memberikan jasa kepada pihak yang terafiliasi dengannya.

b. Membuat perjanjian untuk memperoleh kepentingan dalam efek atau bagian laba dari emiten.

c. Memeriksa dan menyiapkan opini bagi emiten sebelum menerima pembayaran atas jasa yang diberikan terdahulu.

d. Melakukan penilaian dan pemeriksaan atas pekerjaannya sendiri yang telah dilakukan bagi emiten.

e. Melakukan perjanjian dengan emiten yang menyatakan bahwa pembayaran jasanya tergantung pada pekerjaanya.

Apabila ketiga tanggung jawab tersebut dipahami maka diharapkan profesi akuntan yang bergerak di pasar modal selalu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, sehingga akuntan tidak terjebak pada hal-hal yang dapat merugikan akuntan yang bersangkutan dan profesi akuntan secara keseluruhan. Akuntan yang terdaftar di Bapepam-LK mempunyai tanggung jawab untuk turut menjaga kualitas informasi di Pasar Modal melalui pemberian opini yang berkualitas dan independen atas laporan keuangan.

Peran akuntan publik dalam bidang pasar modal adalah mengungkapkan informasi keuangan emiten dan memberikan pendapat mengenai kewajaran atas data yang disajikan dalam laporan keuangan. 109 Peranan akuntan publik dibutuhkan untuk melakukan penilaian dan menentukan kelayakan dari laporan keuangan seperti neraca, laporan laba/rugi, dan laporan perubahan modal emiten.110

Akuntan harus memperhatikan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam melaksanakan kegiatan. Peran lain profesi akuntan dalam pasar modal adalah membantu mengembangkan

Laporan yang disampaikan kepada Bapepam wajib disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

109

Irsan Nasarudin dan Indra Surya, Op. Cit., hlm. 90

110

standar tersebut. Hal itu dapat berupa pengembangam SAK yang berkaitan dengan instrumen-intrumen pasar modal, seperti efek derevatif, Standar Pemeriksaan Industri Efek, dan lain-lain. Adanya pengembangan standar itu dan juga ketaatan kepada kode etik profesi diharapkan bahwa profesi akuntan akan selalu dapat mengikuti perkembangan industri keuangan yang tumbuh pesat dan semakin kompleks. 111

Penerbitan obligasi daerah dilakukan di pasar modal domestik dan dalam mata uang rupiah. Salah satu tahap dalam mekanisme penerbitan obligasi daerah adalah penunjukan profesi penunjang antara lain akuntan publik. Dalam penerbitan obligasi daerah, akuntan publik bertugas melakukan financial due

diligenceyang didalamnya mencakup audit APBD (Anggaran Pendapatan dan

Dokumen terkait