• Tidak ada hasil yang ditemukan

kedudukan manusia di sisi Allah, bergan ti dengan tum buh- buh-nya ka~ta-k,asta ca bang atas yang menindas kepada yang lemah

Pemerintahan yang berdasar atas Syum (permusyawaratan yang bijak-sana ), berganti dengan pemerintahan sewenang-wenang.

Maka teringatlah kita akan sabda junjungan kita Nabi Muhammad S.a.w.:

,,Akan kamu ikut jejak perbuatan ummat yang dahulu dari padamu, langkah demi langkah."

,,Kekuatanmu akan hilang, kekuasaanmu akan musnah, 1musuhmu akan mere but kebesaranmu."

Seorang sahabat bertanya:

.,Apakah lantaran sedikit bilangan kami ya Pesuruh Tuhan?"

,, Tidak!" Kata beliau: ,, Bilanganmu afnat ban yak laksana buih di laut--an tetapi dayamu tidak ada karena penyakit cinta dunia dlaut--an takut mati."

Dan Sabda beliau pula:

,,Rajamu zalirfl, Ulamamu jahat."

Banyak lagi sabda-sabda junjungan kita yang membayangkan bagaima--na keadaan-keadaan kelak yang akan kita hadapi itu. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan penyelidikan cara barn nampak oleh kita bagaimana luas pandangan Nabi kita terhadap masyarakat dan jiwa manusia sehing-ga dapat kita mempastikan bahwa sebasehing-gai seorang Nabi dan seorang pem-bangun masyarakat besar, dia telah dapat mengetahui apa yang akan ke-jadian di belakang hari, yang dengan secara pendek dapat kita katakan semuanya itu Mu'azizat. Tetapi dari segi ilmu masyarakat boleh kita kata-kan bahwa beliau telah lebih dahulu setibu tahun daripada Hegel dan Marx memakai hukum berfikir cara Logika dan Dialektika !

***

Kemalangan lantaran kemunduran jiwa telah dituruti oleh kemalangan lantaran serangan-serangan dari luar. Pukulan yang pertama ialah masuk-nya tentara Salib ke Baitil Maqdis. Sesudah selesai menghadapi itu di da-lam tempo yang tidak kurang dari 200 tahun, tibalah banjir besar bangsa Mongol dan Tartar yang merombak-menghabiskan segala kebesaran dan kemegahan yang telah dibina 6 ½ abad lamanya, hingga kota Baghdad sendiri hancur-lebur. Setelah itu di akhir a bad ke 15 musnahlah Keraja-an Islam yKeraja-ang paling akhir di SpKeraja-anyol dKeraja-an di awal abad ke 16 mulailah

36

bangsa Barat menjajah ke negeri-negeri Islam, yang tidak berhenti-henti sampai di akhir a bad ke 19.

Demikianlah kaum Muslimin bergulat dengan nasibnya beratus-ratus tahun lamanya, dengan sekali-kali tiada putus harapan akan bangunnya kembali dari kejatuhannya itu, sebab Kitab Suci Al Qur'an masih ada da-lam tangannya.

37

I

I

l

SAAT KESADARAN

.

RUMAH ke Islaman itu telah bobrok, rusaknya bukan dari satu pi-hak saja. Atapnya telah tiris, dindingr.ya sudah jarang dan masuk angin dmi celah-celah di.nding itu, orang yang di dal;;rn kedlnginan. Batu-batu sendinya telah ieranjak daripada temp,1tnya y;,ng bermula, 'inenyebabkan tonggaknya tidak sama lurm lagi legaknya, tunjang tenJengan ( l ), rum-put yang ada di halaman rn rncch itu telah panjang, jenjang tdah runtuh.

pagarnya rompak d,m dapaumy :i tiadc1 beratap lagi, ba tun ya telah ber-lumut

.lilrn kita hendak rnemanggil tukang untuk memperbaiki, maka tukang itu tidaklah cukup seo1ang, m:-lainkan berdua, berti;(a, b:Jhkan herpuluh K1lau perlu rumah itu harus diruntuM.an samasekali. Perumahannya saja yang wajib didatarkan, di atas perurnahan itu <lidirikan geclung yang barn, yang kokoh dan kuat.

Penganjur-penganjur dan pembangun-pcmbangun blam yang dat:mg sejak permulaan a had ke 19 Masehi adalah seumpama tukang yang datang meruntuhkan rnmah lama dan mend,11arkan penunah~n. serta menegak-kan rurndh yang barn itu.

')udah jc1tul1 KeraJa:1,, Bani Abbas ,Ji ctalal't aha1'. i-;r 7 ULjra11 (6:,6),

!llak« tiap-b:_· a::gi11 da1ang y:rng agat keras. runtuh jugcilah rumah ilU.

sehmgga :.Lkrnya tinggal seru:mg yan 1; helum kell~i-;an dan belum l.a-puk. i,::: IWl!,g yang tingga! sedikit ilulah Ummat Muslimir: yang

me-PH,Jl:LASAN:

!) Ber\ata A! lm8:m. Hasan Basri, Tat i'iri Ja.ng n;asyi1ur/'"'J'"ang me1u~.:+..kkan perk:-1.ra inl ialah

;_;r.,dun, 'Amr t,.;;1 /'i::.;1 teika :,~.>p,tda ~Iu'avviy:.d1 men~.ikl.-ar: Al Qur'an; dan .~~1-\E;htrah bin Sya··b~th ,1ani (1.~1>!.1:;:b_h 'l."4iyat dari jabatannya di Kuu!'a~~. r(,.'31pi dapat pang!(at ke,nhah lantara.n :,.udi ment:rik d:iri.k baiiyak. unluk. W('.ngakui ;rn.ik "-A:n'.av.riyah yang bi:r ,-;a:na Ya;id itu mtnjadi p,en,~g,wtinya, dia ma1i. Sejak itulal'1 raja--;aja itu menganakat a11akt!j'a :nrnjadi p,::nggam.in)'d.. KaJau t.tdak dcmik 18.11, ten tu samp3.1 h:~ri k '.:.mat aka,n tetap p,e~

milihan Kepala Ncgarl:l dengan nrnsyB-waxah ...

Sd:etil<a Abdur Rahman bin Abi Biika, menedma kabar maksud Mu'awiyah illi, dia berkata:

"Actai-i,tiadat Kisrn dan Kaisar ini! Abu Bakar dan Umar tidal< menurunkan kepada putera-puteranya!"

I) Tunjanll-lCnjengan = tinggi- rern:l11han .

39

numpang di dalamnya, datang melindungkan diri. Itulah Kerajaan Turki Usmani. Itulah lagi negeri yang dipandang ,,pertahanan akhir bagi Islam".

Tetapi kebangunan Turki adalah laksana geraknya seekor ayam yang te-lah disembelih ketika hendak menghembuskan nafasnya yang penghabis-an. Sesudah Turki di zaman Muhammad Alfatih dapat menaklukkan Ke-rajaan Bizantium, maka Suleiman Alqanuni dapat menyerang Balkan, dan mengepung ibukota Oostenrijk, negeri Weenen yang masyhur. Teta-pi setelah itu Turki surut ke bawah, turun dan turun lagi, sampai di za-man Sulthan Abdul Hamid. Waktu itu negeri-negerinya di Eropa diambil satu persatu dari tangannya oleh bangsa-bangsa Rusia, Perancis, Oosten-rijk, di Timur pun demikian pula.

Pemerintahan tiada teratur, agama sangat kolot, pengaruh budak-budak kebiri amat besar di dalam istana. Kepala-kepala perang mengam-bil uang suap (risywah).

Tunisia diambil Perancis, demikian juga Algeria, Mesir diambil Ingge-ris, Balkan memberontak dengan bantuan Rusia, Tripoli diambil Itali.

Turki dapat gelar orang sakit di Eropa. Di zaman itulah timbul beberapa pembangun, dari segala segi.

Awal a bad ke 19 adalah zaman kebangunan.

Mula-mula sekali muncul dahulu ,,seorang" Besar di dalam a bad ke l ~-Kedatangan yang seorang bermula ini, ialah ketokan yang pertama. Yang dibangunkan ialah jiwa, bukankah jiwa itu pangkal kerusakkan, dan ke-sadaran jiwa pangkal ke bangunan um um. l 00 l mac am penyakit menim-pa tubuh masyarakat Islam, menim-pangkalnya hanya satu, yaitu kerusakan Tau-hid, kerusakan kemerdekaan jiwa. Kemunduran siasat, kemunduran eko-nomi, masyarakat, kezaliman raja-raja, Ulama. Kelalaian kepala-kepala perang, kemesuman istana. Kerusakan dan kecabulan di dalam negeri pangkal pokoknya hanya satu, ialah kerusakan perhubungan dengan Tu-han. Maka Allah takdirkan menimbulkan mujaddid yang pertama untuk kebangkitan, yang sekarang ini. Itulah Muhammad bin Abdul Wahab di

Nejed. ,

Kebangunan Muhammad bin Abdul Wahab yang mula-mula itu, adalah seumpama ,,born" yang amat keras memukul kubu-kubu pertahanan Islam yang bobrok. Dia memukul sekeras-kerasnya Islam yang telah ru--sak. Dipandangnya Kaum Muslimin di mana-mana di seluruh dunia telah sesat, telah musyrik. Kemusyrikan itu wajib dibanteras dan ummat diba-wa kembali kepada tauhid yang khalis. Kerajaan Turki dipandangnya se-bagai induk daripada kemusyrikan di dalam Islam. Mekkah Almukarra-mah, tempat Ka'bah didirikan, dipandangnya serupa dengan keadaan mu-la-mula Nabi Muhammad diutus, yakni telah dicampuri syirk.Kubur yang ada di Mekkah dan kubur yang ada di Nejef dan Karbala sarang menseri-katkan Tuhan belaka.

Sebab itu Kerajaan Turki merasa bahwa pertahanannya dan kebesaran-'nya terancam. Lalu diperbuatnya saranan di mana-mana menuduh bahwa

Muhammad bin Abdul Wahab dan Raja Sa'udi yang membantunya adalah faham yang sesat di dalam Islam. Banyak belanja dipergunakan untuk sa-ranan itu, sehingga kaum Wahabi dibenci betul-betul oleh seluruh Dunia

40

Islam. Banyak ,,Ulama Resmi" yang dipergunakan mengarang buku-buku mencela kebangunan itu.

Turki waktu itu telah lemah. Sendiri tiada sanggup dia menghadapi ke-bangunan di Tanah Arab itu. Sebab itu disuruhnyalah Kerajaan muda yang baru naik, yaitu Mesir di bawah pimpinan Muhammad Ali Basya menyerang kaum Wahabi dan kerajaannya yang telah rata pengaruhnya di seluruh tanah Arab itu.

Sebetulnya kalau sekiranya boleh dibentuk menurut kehendak kita yang datang kemudian, tidak patut Kerajaan W.ahabi dengan Kerajaan Mesir berperang. Sebab keduanya itu sama-sama hendak bangun, dan ti-dak puas dengan susunan lama, cuma ubahnya, Wahabi bangun dari segi Roh Iman, dan Mesir bangun dari sebab masuknya tamaddun yang diba-wa Napoleon ke sana.

Muhammad Ali Basya disuruh Sulthan Turki memerangi Wahabi. Pe-perangan itu adalah jenjang bagi Muhammad Ali Basya buat meningkat derjat lebih tinggi, yaitu pengakuan Turki bahwa Mesir Kerajaan Merde-ka, hanya bersahabat dengan Turki di dalam persatuan agama saja. Per-mintaannya ini terpaksa dikabulkan oleh Turki. Setelah dikabulkan ma-ka Muhammad Ali Basya pergi memerangi Wahabi, sehingga ma-kalah dan raja-rajanya ditangkap dan dikirim ke Istambul serta dihukum bunuh!

Kepalanya digantungkan di pin tu gerbang kota berbulan-bulan lamanya.

Dengan kemenangan menghadapi kerajaan Wahabi, Muhammad Ali Ba-sya bertambah kuat. Sampai sekali lagi Turki meminta bantu kepada Me-sir mengalahkan Yunani. Setelah itu Muhammad Ali meluaskan kuasa mengalahkan Sudan, sampai tentaranya memasuki tanah Habsyi. Dan akhirnya dirampasnya tanah-tanah wilayah Turki sendiri, sampai ke Syam dan tidak berapa jauh lagi tentaranya akan masuk ke Istambul ibu kota Turki sendiri. Kalau sekiranya tidaklah kerajaan Barat campur ta-ngan tentulah Muhammad Ali Basya sudah sanggup menumbangkan Tur-ki Usmani. Jadi adalah TurTur-ki Usmani membesarkan anak harimau.

Meskipun Wahabi terpukul jatuh, namun awal kebangunan Islam ke-dua kali dan yang membangkitkan kesadarannya ialah mereka,Syekh Mu-hammad bin Abdul Wahab dan pengikut-pengikutnya.

Raja Ibnu Sa'ud di Dariyah tanah Nejed menerima ajaran beliau dan menjadikan dasar perjuangan mempersatukan tanah Arab.

Maka Muhammad bin Abdul Wahab itulah yang meletakkan batu per-tama dari kebangkitan ini. Sudah itu barulah masuk abad ke 19, di a bad itulah tumbuh beberapa orang besar yang memperbaiki Islam dan Kaum Muslimin dati seginya masing-masing.

41

IV