BAB II DINAMIKA BENTUK BUMI, BULAN DAN
B. Penganut Flat Earth Terkait Bumi, Bulan
2. Kedudukan Matahari dan Bulan yang Beroposisi
Ketika melihat ke Matahari dan Bulan, kita akan melihat dua lingkaran berjarak sama yang ketika dilacak
75Samuel Rowbotham, Zetetic Astronomy ” Earth Not A Globe”., hal 14-15
76 Samuel Rowbotham, Zetetic Astronomy ” Earth Not A Globe”., hal. 45
78 memiliki jalur serupa pada kecepatan yang sama di sekitar Bumi yang datar dan stasioner. Para ahli astronomi
modern mengatakan Bumi tidak datar tetapi bola besar;
tidak stasioner tetapi berputar sekitar 19 mil per detik; mereka mengatakan Matahari tidak berputar di sekitar Bumi seperti yang terlihat pada faktanya, tetapi Bumi berputar mengelilingi Matahari; Bulan, di sisi lain, berputar mengelilingi Bumi, meskipun tidak Timur ke Barat seperti yang terlihat, agak Barat ke Timur; dan Matahari sebenarnya 400 kali lebih besar dari Bulan dan 400 kali lebih jauh, Anda dapat dengan jelas melihat mereka memiliki ukuran dan jarak yang sama, Anda dapat melihat Bumi datar, Anda dapat merasakan Bumi stasioner, tetapi menurut astronomi modern berbeda dari apa yang di saksikan.jadi yang mana yang patut dipercayai asumsi sains modern ataukah Anda mempercayai mata dan pengalaman Anda sendiri.77
Ada beberapa teori tentang ukuran dan jarak relatif Matahari dan Bulan semuanya dengan poin-poin bukti dan anggapannya masing-masing. Flat-Earthers sepanjang zaman telah menggunakan sextant dan trigonometri
77Erick Dubay, The Flat earth Conspiracy, terj. Indriani G., (Yogyakarta: Bumi Media, 2016), hal. 159
79
bidang datar untuk membuat perhitungan seperti itu, biasanya menyimpulkan Matahari dan Bulan keduanya hanya sekitar 32 mil dengan diameter dan kurang dari beberapa ribu mil dari Bumi. Jarak Matahari dapat diukur dengan presisi tinggi, sama seperti pohon atau rumah, atau menara gereja diukur, dengan pesawat triangulasi. Konsep pengukuran ini merupakan pengembangan dari pengamatan yang dilakukan Eratosthenes yang melakukan pengukuran kelengkungan Bumi dengan mengamati bayangan Matahari di Syene dan Alexandria, pengukuran dilakukan di tanggal yang sama dengan waktu yang dianggap sama.
80
Gambar 15 : Metode pengukuran Eratosthenes78
Jika Eratosthenes menggunakan tanggal 20 Juni sebagai hari yang pas dimana Matahari tegak lurus arah sumurnya di Syene maka komunitas Flat Earth 101 Indonesia melakukan pada saat titik kulminasi Matahari yaitu 23 September dan dilakukan serempak seluruh Indonesia. Dalam pengamatan penghitungan ketinggian Matahari ini pendekatan yang dilakukan oleh komunitas
Flat Earth 101 Indonesia ini adalah pendekatan dengan
melakukan pengukuran bayangan yang dihasilkan oleh sebuah tongkat dengan ketinggian antara 1 meter sampai 2 meter. Hasil pengamatan panjang dan lokasi pengamatan akan dijadikan dasar penghitungan ketinggian Matahari baik dengan konsep Flat Earth maupun konsep GE. Pengamatan bayangan Matahari ini sudah lazim dilakukan, diantaranya adalah pendeteksian arah kiblat saat Matahari di atas Kabah dan perhitungan waktu sholat kaum muslimin yang tentu sangat
78Lihat Situs https://www.khanacademy.org/partner-content/big-
81
mengandalkan bayangan Matahari.79 sebagaimana diukur oleh sekstan, diameter Matahari adalah 32 menit busur, yaitu diameter 32 mil laut. Biarkan dia menyanggah ini siapa yang bisa. Jika pernah dibela usaha dicoba, itu akan menjadi keingintahuan sastra, layak membingkai.80
Dalam model Flat-Earth, Matahari dan Bulan berputar mengelilingi Bumi setiap 24 jam menerangi seperti lampu sorot daerah-daerah di mana mereka lewat. Perjalanan tahunan Matahari dari tropis ke tropik, titik balik Matahari ke titik balik Matahari, adalah apa yang menentukan panjang dan karakter hari, malam, dan musim. Inilah sebabnya mengapa daerah khatulistiwa mengalami hampir sepanjang musim panas dan panas sementara garis lintang yang lebih tinggi Utara dan terutama Selatan mengalami musim yang lebih berbeda dengan musim dingin yang lebih ekstrim.
79Komunitas Flat earth 101, Perhitungan dan Analisis jarak
Matahari Versi Bumi datar & Bumi Bola di 55 kota di 32 Provensi, 23
September 2017, hal. 3
80Thomas Winship, Zetetic Cosmogeny “Conclusive Evidence That
The World Is Not Rotating, Revolving And Globe’,(New York, Public Library
82
Gambar 16 : Perputaran Matahari dan Bulan Versi Flat
Earth81
Bumi adalah struktur yang membentang, yang menyebar dari pusatnya utara menuju selatan. Khatulistiwa, yang berada di tengah antara pusat utara dan lingkar selatan, membagi arah Matahari ke deklinasi utara dan selatan. Lingkaran terpanjang mengelilingi dunia yang dibuat oleh Matahari, adalah ketika ia telah mencapai deklinasi terbesarnya di selatan. Secara bertahap ke utara lingkaran tersebut berkontraksi. Sekitar tiga Bulan setelah lintasannya mencapai ujung selatan, Matahari bergerak dalam pola lingkaran di sekitar
81Erick Dubay, The Flat earth Conspiracy, terj. Indriani G., (Yogyakarta: Bumi Media, 2016), hal. 172
83
khatulistiwa. Masih melaju Pada rutenya ke utara saat ia berputar dengan gerakan melingkar dan berada diatas Bumi, dalam tiga Bulan berikutnya deklinasi utara terbesar tercapai ketika Matahari sekali lagi mulai melintas kearah selatan. Di lintang utara, ketika Matahari menuju utara, Matahari terbit lebih cepat setiap hari, mencapai ketinggian lebih tinggi pada siang hari dan terbenam lebih lambat; Sedangkan di lintang selatan pada saat yang sama, Matahari, sebagai bagian dari rutennya, terbit lebih lambat dan mencapai ketinggian yang lebih rendah pada siang hari, lalu terbenam lebih cepat. Dilintang utara, selama musim panas berlangsung di belahan Bumi selatan, katakanlah dari Bulan september hinggah Bulan desember, Matahari terbit lebih lambat setiap harinya, mencapai ketinggian lebih rendah pada siang hari dan terbenam lebih cepat; sedangkan di wilayah selatan Matahari terbit lebih cepat, mencapai ketinggian yang lebih tinggi pada siang hari, dan terbenam lebih lambat setiap harinya. Aktivitas memutari Bumi setiap hari ini menghasilkan atau penyebab terjadinya siang dan
84 malam. Sedangkan aktivitasnya melintasi ke arah utara ke selatan menciptakan pergantian musim.82
Dalam model Flat-Earth, sorotan cahaya Matahari dan Bulan bagaikan lampu sorot terus menerus melayang dan sejajar dengan permukaan Bumi. Dari sudut pandang kami, karena Hukum Perspektif, para tokoh siang / malam tampak naik ke ufuk Timur, kurva memuncak tinggi, dan kemudian tenggelam di bawah cakrawala Barat. Mereka tidak melarikan diri ke bagian bawah Bumi Datar seperti yang dibayangkan orang, tetapi memutar lingkaran searah jarum jam konsentris mengelilingi keliling dari tropis ke tropik. Munculnya naik, memuncak dan pengaturan adalah karena Hukum Perspektif umum di mana benda-benda tinggi muncul di atas tinggi ketika di dekatnya, tetapi pada jarak secara bertahap lebih rendah menuju titik hilang.
3. Bulan Menghasilkan Cahaya Sendiri dan