BAB II KEDUDUKAN DAN PERAN ASN
C. Kedudukan Dan Peran ASN
1
Manejemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
1. Kedudukan ASN Dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.
2. Peran ASN Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN berfungsi dan bertugas sebagai berikut:
1) Pelaksana Kebijakan Publik
Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan public
2) Pelayan Publik
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.
3) Perekat dan Pemersatu Bangsa
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan pemerintah.ASN senantiasa menjunjung tinggi martabat ASN serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan.
Dalam menjalankan tugas dan kedudukannya harus memperhatikan Kode Etik dan Kode Perilaku ASN dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN.Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar pegawai ASN.
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
1
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan;
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
11. Memegang teguh nilai dasar asn dan selalu menjaga reputasi dan integritas asn;
dan
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan mengenai disiplin pegawai ASN.
b. Whole of Government (WoG)
1. Pengertian Whole of Government (WoG)
Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap”
yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku.
2. Nilai-nilai dasar Whole of Governmen
Nilai-nilai dasar Whole of Government yang harus dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara yaitu:
1) Koordinasi
Kompleksitas lembaga membutuhkan koordinasi yang efektif dan efisien antar lembaga dalam menjalankan kegiatan kelembagaan.
2) Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembauran sebuah sistem antar lembaga sehingga menjadi kesatuan yang utuh.
1
3) Sinkronisasi
Sinkronisasi merupakan penyelarasan semua kegiatan/data yang berasal dari berbagai sumber , dengan menyingkronkan seluruh sumber tersebut.
4) Simplifikasi
Simplikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu baik terkait data/proses di suatu lembaga untuk mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya.
c. Pelayanan Publik
1. Konsep Pelayanan Publik
Menurut Keputusan MENPAN Nomor 63 tahun 2003, mengenai pelayanan yaitu segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.
2. Nilai-nilai Dasar Pelayanan Publik
Perhatian pemerintah terhadap perbaikan pelayanan kepada masyarakat, sebenarnya sudah diatur dalam beberapa pedoman, antara lain adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) Nomor 63 Tahun 2003 yang mengemukakan tentang prinsip-prinsip pelayanan publik sebagai berikut:
1) Kesederhanaan
Prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah dilaksanakan.
2) Kejelasan
Persyaratan teknis dan administratif pelayanan publik harus jelas, unit kerja/pejabat yang berwenang bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan dan penyelesaian persoalan dan pelaksanaan pelayanan publik serta kejelasan rincian biaya pelayanan publik dan tata cara pembayaran.
3) Kepastian
Waktu Pelaksanaan pelayanan Publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
4) Akurasi
Produk pelayanan Publik diterima dengan benar, tepat dan sah.
5) Keamanan
Proses dan produk pelayanan Publik memberikan rasa aman dan kepastian
1
hukum.
6) Tanggung Jawab
Pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggungjawab atas penyelengaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik.
7) Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Tersedianya sarana dan prasarana kerja, peralatan kerja dan pendukung lainnya yangmemadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika).
8) Kemudahan Akses
Tempat dan lokasi serta sarana pelayanan yang memadai, mudah dijangkau oleh masyarakat, dan dapat memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika.
9) Kedisiplinan, Kesopanan dan Keramahan
Pemberi pelayanan harus bersikap disiplin, sopan dan santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlas
10) Kenyamanan s
Lingkungan pelayanan harus tertib, teratur, disediakan ruang tunggu yang nyaman,bersih, rapi, lingkungan yang indah dan sehat serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan, seperti parker, toilet, tempat ibadah, dan tempat umum lainya.
D. Konsep Steriliasasi
Sterilisasi pada umumnya diartikan sebagai sebagai proses pemanasan yang mana dilakukan untuk mematikan segala bentuk organisme.Satu benda dikatakan steril jika dipandang Dri sudut pandang mikrobiologi ini bearti benda tersebut sudah bebas dari mikriorganisme hidup yang tgidak di inginkan.
.1 Standar Oprasional Prosedur ( SOP ) Sterilisasi Alat Medis
Indikasi sterilisasi alat medis yaitu Alat-alat medis yang digunakan dalam Asuhan Keprawatan
Tujuan sterilisai alat yaitu mencegah Infeksi nosokomial yang barasal dari alat-alat medis.
Mencegah infeai nasokomial yang berasal dari dari alat-alat medis .Tahap sterilisasi
a. Persiapan alat dan tempat :
1
1.Larutan desinfeksi (lisol,salvon,klorin) 2.Tempat untuk merendam Alat
3.Jenis sterilisator yang sesui ( autoclove,oven ) b. Persiapan pasien:
Jauhkan pasien dari tempat sterilisasi alat kesehatan:
d. Persiapan lingkungan :
Tersedianya tempat ,bahan, dan alat sterilisasi e. Pelaksanaan sterilisasi alat medis:
✓ pealatan yang yang sudah dipakai direndam dalam larutan desinfekstan selama 2 jamr
✓ Kemudian dicuci dan dikeringkan
✓ Kemudian dimasukkan kedalam Alat sterilisasis E. PENETAPAN ISSU DAN DAMPAKNYA
1. Identifikasi Isu
Tabel 2.2 Identifikasi Issu berdasarkan kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan No Tugas dan Fungsi yang
bermasalah Kondisi Sekarang Kondisi yang diharapkan Identifikasi Masalah
1 nya alat instrumen
diruang tindakan Puskesmas Labasa
Penerapan sterilisasi alat intrumen,.untuk mencegah penuran infeksi pada pasien diruang tindakan Puskesmas Labasa
Belum optimalnya penerapan strilisasi alat medis di ruang tindakan puskesmas Labasa
2 Mengajarkan prilaku hidup bersih dan sehat pada individu dalam di unit gawat darurat puskesmas labasa dapat melakukan five moment
Belum optimalnya
pelaksanaan pelaksaan five moment pengunjung pasien di unit gawat darurat puskesmas Labasa
3 penggunaan pelindung diri pada kelompok dalam rangka upaya melakukan upaya
Petugas kesehatan ruang Tindakan Puskesmas Labasa diri(APD) druang Tindakant Puskesmas Labasa
1. Penetapan Issu
Tabel 2.3 Identifikasi Issu melalui matriks APKL
1
No. Isu Utama Nilai
Total Rangking
A P K L
1 Belum optimalnya penerapan pencegahan penularan infeksi diruang Tindakan Puskesmas Labasa
5 5 5 5 20 1
2 Belum optimalnya pelaksanaan pelaksaan five moment pengunjung pasien di unit gawat darurat puskesmas Labasas
4 5 4 4 17 2
3 Belum oftimalnya penerapan penggunaan alat pelindung diri(APD) druang
Tindakant Puskesmas Labasa
3 4 3 3 13 3
2. Analisis Dampak Issu
Teknik analisis yang digunakan dalam penilaian kualitas isu adalah Aktual, Problematik, Khalayak, dan Layak (APKL). Aktual artinya Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dimasyarakat. Problematik artinya Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya. Khalayak artinya Seberapa besar isu itu berpengaruh atau berdampak bagi masyarakat. Layak artinya Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk inisiatif pemecahan masalahnya.
Penilaian secara APKL dilakukan menggunakan nilai dengan memberikan skor 1 sampai 5, semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat serius untuk ditangani.
Berdasarkan hasil analisis isu pada tabel diatas, diketahui bahwa isu dengan skor yang tertinggi yaitu “Belum optimalnya penerapan pencegahan penuran infeksi diruang tindakan Puskesmas Labasa “
Isu yang diangkat bersumber komitmen mutu. Dampak yang dapat terjadi apabila isu “Belum optimalnya penerapan pencegahan penularan infeksi diruang Tindakan Puskesmas Labasa” tidak dituntaskan melalui solusi pemecahan isu, antara lain :
1. Resiko terjadinya penuran infeksi nasokomial 2. Mengurangi mutu pelayanaan Puskesmas
A. Unit Kerja : Puskesmas Labasa Kabupaten Muna
B. Isu Yang Diangkat :Belum optimalnya penerapan pencegahan penularan infeksi diruang tindakan Puskesmas Labasa
C. Gagasan Pemecahan Isu:
1. Melakukan konsultasi dengan kepala Puskesmas Labasa
2. Melakukna Pertemuan awal dengan koordinator diruang Tindakan Puskesmas Lasabasa 3. Melakukan Pre test Pemahaman petugas tentang sterilisasi diruang Tindakan Puskesmas Labasa 4. Memberikan Sosialisasi tentang cara sterilisasi alat pada petugas diruang Tindakan Puskesmas
Labasa
5. Melakukan Post test pemahaman petugas tentang sterilisasi alat diruang tindakan Puskesmas Labasa
6. Melaporkan kepada pimpinan hasil kegiatan diruang Tindakan puskesmas Labasa
D. Tujuan Gagasan Pemecahan Isu : Untuk mengoptimalkan sterilisasi alat medis melalui sosialisasi diruang tindakan Puskesmas Labasa Kabupaten Muna.
1
3. Factor Penyebab Masalah
Setelah sebuah issu ditetapkan sebagai issu terpilih dalam rancangan aktualisasi, maka perlu dilusuri factor-faktor penyebab terjadinya issu
Kurangnya sosialisasi tentang sterilisasi alat medis
Kurangnya kesadaran petugas ruang tindakan
Tidak efektifnya ruang sterilisasi alat Belum optimalnya
penerapan strilisasi alat medis di ruang tindakan puskesmas Labasa
Kurang memadainya sarana dan prasarana
1
a. Indicator Keberhasilan
Nama : Lianisdar, AMK
Unit kerja : Puskesmas Labasa
Issu yang diangkat : kurang optimalnya penerapan sterilisasi alat medis di ruang tindakan puskesmas Labasa Kab.Muna Gagasan pemecahan isu : optimalisasi sterilisasi alat medis melalui sosialisasi diruang tindakan puskesmas Labasa Kab.Muna
Table 2 . 4 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan
Tahapan
Kegiatan Output / Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi
Akuntabilitas :Saya akan menerapkan sikap tanggung jawab dan kejelasan agar saya dapat di percaya untuk melaksanakan kegiatan ini
Nasionalisme :pada saat meminta pada pimpinan saya akan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Etika Publik :pada saat berkonsultasi pada pimpinan saya bersikap sopan dan santun,agar pimpinan merasa dihargai.
Komitmen Mutu :Dalam melakukan konsultasi dilakukan secara langsung agar komunikasi berjalan efektif
Akan menyampaikan bahwa saya akan melaksakan sesui dengan rancangan.A Nasionalisme :
Saya akan menerapkan sikap semangat dalam menyiapkan lembar persetujuan konsultasi Etika Publik :
Saya akan menerapkan sikap menjalankan tugas secara professional dan menghargai komunikasi
1 rencana kegiatan saya oleh pimpinan
Anti Korupsi : Dalam melakukan konsultasi saya menerapkan nilai kejujuran
.
Akuntabiliatas : Dalam menyiapkan materi konsultasi saya akan menerapkanrasa tanggung jawab,agar mati yang siapkan sesui dengan rencana kegiatan.
Nasionalisme : Saya menyiapkan materi yang dikonsulkan dengan semangat etos kerja.
Etika Publik : Dalam menyiapkan materi saya melakukan dengan bahasa yang baik dan santun Komitmen Mutu : saya membuat materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan.
Anti Korupsi : Materi yang saya konsulkan dari sumber yang terpercaya
Akuntabilitas : saya akan menyampaikan rencana kegiatan saya kepada pimpianan dengan rasa tanggung jawab.
Nasionalisme : Dalam menyampaikan rencana kegiatan saya akan menggunakan bahasa baik dan benar,agar pimpinan dapat mengerti apa yang saya sampaikan.
1 waktu dengan kordinator ruangan Tindakan
Akuntabilitas : Dalam menyiapkan materi saya akan menerapkanrasa tanggung jawab,agar mati yang siapkan sesui dengan rencana kegiatan. s Nasionalisme :pada saat berkonsultasi pada pimpinan saya akan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Etika Publik : Dalam menyiapkan materi saya melakukan dengan bahasa yang baik dan santun.
Komitmen Mutu : saya membuat materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan dan seui dengan rencana kegiatan
Anti Korupsi : Materi yang saya konsulkan dari sumber yang terpercaya
Akuntabilitas : Dengan adanya kontrak
Waktu yang disepakati,saya bertanggung jawab dengan pelaksanaan kegiatan yang di jadwalkan Nasionalisme :Kesepakatan yang ada di dasari atas rasa persatuan ,untuk mengikuti kegiatan yang direncanakan.
Etika Publik :Dalam melakukan kontrak waktu saya dilakukan dengan menghargai pendapat kordinator ruangan.
Anti Korupsi : Materi yang saya konsulkan dari sumber yang dapat dipercaya.
Saya akan menerapkan sikap efektifitas,dimanasaya menyiapkan materi dengan baik
Anti Korupsi :
Saya akan bekerja keras dan bertanggung jawab.agar gagasan saya bejalanl sesuai yang diharapkan
Kegiatan ini sesuai visi puskesmas yaitu Terwu ju dn ya
1
c.Menyampaikan rencana kegiatan dan persetujuan pada kordinator iruang Tindakan
c.di setujuinya rencana kegiatan yang saya sampaikan
Komitmen mutu : Menentukan waktu diluar jam pelayanan agar tidak menggangu saat pelayanan berlangsung.
Anti Korupsi : Melakukan kontrak waktu dengan Adil,tanpa mengganggu kegiatan pelayanan.
Akuntabilitas :Saya akan menerapkan sikap tanggung jawab dan kejelasan agar saya dapat di percaya untuk melaksanakan kegiatan ini
Nasionalisme :pada saat berkonsultasi pada pimpinan saya akan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Nasionalisme:
Dalam meminta saran dan persetuan , saya akan bersikap sopan dan santun,agar kepala Puskesmas merasa dihormati.
Komitmen Mutu :
Dalam meminta saran dan revisi, Saya akan berorientasi pada pelayanan mutu
Anti Korupsi :
Dalam meminta saran dan revisi, Saya akan mandiri dan berani dalam menerima saran.
Etika Publik :pada saat menyampaikan rencana kegiatan saya bersikap sopan dan santun,agar merasa dihargais
Komitmen Mutu :Dalam menyampaikan rencana kegiatan,dilakaukan secara langsung agar komunikasi berjalan efektif.
Nasionalisme :
Dalam menyiapkan jadwal
1
Kegiatan 3
.Melakukan pre test pada petugas tentang pemahaman
Sterilisasi alat diruang tindakan Puskesmas Labasa
a.menyiapkan materi Pre test pemahaman petugas
b.Menyiapkan daftar hadir dan daftar nilai
c.menyampaikan rencana kegiatan
yang akan dilaksanakan
2. Meminta
Anti Korupsi : Jujur dalam menyampaikan rencana kegiatan,agar dapat dipercaya tentang kegiatan apa yang saya srencanakan
Akuntabilitas :Dalam menyediakan bahan Pre test dapat di pertangggumg jawabkan
Nasionalisme :Dalam proses mengumpulkanbahan pre test saya berkerja sama dengan mentor
Etika Publik: Dalam menyiapakan materi dsaya bersikap sopan kepada mentor
Komitmen Mutu : saya menyiapkan materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan dan sesuai dengan rencana kegiatan Anti Korupsi : Materi yang saya siapkan dari sumber yang terpercaya
Akuntabilitas : saya menyediakan daftar hadir dan daftar nilai dengan semangat penuh tanggung jawab.
Nasionalisme : saya menyiapkan daftar hadir dan daftar nilai dengan semangat yang tinggi.
Etika Public :Saya memberikan daftar hadir untuk di isi dengan ramah dan sopan
.
Komitmen Mutu :
Akan menyiapkan pertemuan dengan efisiensi dan efektif,agar semua berlangsung sesuai jadwal
Anti Korupsi :
akan menerapkan sikap mandiri, kerja keras, dan jujur. Tidak terlambat dari jadwal yang
1
4. Kegiatan 4 Memberikan Sosialisasi tentang cara sterilisasi alat pada petugas
Komitmen Mutu : Menyiapkan daftar hadir dan nilai sesuai standar mutu.
Anti korupsi : Memberikan penilaian dengan jujur dan objektif
Akuntabilitas : Dalam membagikan materi pre test saya lakukan dengan tangguang jawab penuh dan secara jelas agar dapat dijadikan bahan pelaporan.
Nasionalisme : saya menyerahkan materi pre test dengan semangat yang tinggi
Etika Publik :
Saya memberikan materi untuk di isi dengan ramah dan sopan,agar mereka mengisi dengan senang hati.
Komitmen Mutu : Memberikan materi yang terpercaya sumbernya dan dapat diandalkan.
Anti Korupsi : saya memberikan penilaian dengan adil dan jujur kepada semua petugas
Akuntabilitas: Saya mengumpulkan referensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
Nasionalisme :
Pada saat mencari materi saya akan menerapkan sikap menghargai karya orang lain.
Etika Publik : Visi puskesmas yaitu Terwu ju dn ya
1
b. Menyiapkan ruangan dan daftar hadir
b.Tersediannya
ruangan dan daftar hadir
Etika Public : Dalam mengumpulkan materi Saya bersikap menghargai masukan dari mentor.
Komitmen Mutu : Kegiatan dilakuakan dengan efektif dan efisien untuk pengembangan pemahaman petugas.
Anti Korupsi : saya menyampaikan materi dengan tanggung jawab,jujur dan mandiri.
Akuntabiliatas: Menyiapkan ruangan dan daftar hadir dengan kerja keras dan tanggung jawab.
Nasionalisme : saya menyiapkan ruangan dan daftar hadir dengan semangat yang tinggi.
Etika Publik : Dalam menyiapkan materi saya melakukan dengan bahasa yang baik dan santun.
Komitmen Mutu : saya menyiapkan ruanga dengan memperhatikan mutu Pelayanan n sesuai,agar tercipta rasa nyaman.
Anti Korupsi : Saya mandiri dalam menyiapkan ruangaan dan daftar hadir. sesuai dengan Misi Puskesmas yaitu
1
1
Akuntabilitas : Dalam membuat Banner saya lakukn dengan tangggumg jawabkan
Etika Publik : Dalam menyiapkan Banner saya melakukan dengan bahasa yang baik dan santun Komitmen Mutu : saya membuat materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan,yang mudah dimengerti
Anti Korupsi : saya membuat Banner dengan mandiri.
Akuntabilitas :Dalam menyediakan bahan Pre test dapat di pertangggumg jawabkan
Nasionalisme :Dalam proses mengumpulkanbahan post test saya berkerja sama dengan mentor
Etika Publik: Dalam menyiapakan materi saya bersikap sopan kepada mentor
Komitmen Mutu : saya menyiapkan materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan dan sesuai dengan rencana kegiatan Anti Korupsi : Materi yang saya siapkan dari sumber yang terpercaya
Akuntabilitas : saya menyediakan daftar hadir dan daftar nilai dengan semangat penuh tanggung jawab.
Nasionalisme : saya menyiapkan daftar hadir dan daftar nilai dengan semangat
g tinggi.
Etika Public :Saya memberikan daftar hadir untuk di isi dengan ramah dan sopan
Dengan
1
c.Menyerahkah materi pada petugas
c.Adanya hasil tabulasi nilai
Etika Publik : Dalam menyiapkan materi saya melakukan dengan bahasa yang baik dan santun.
Komitmen Mutu : saya menyiapkan ruanga dengan memperhatikan mutu Pelayanan n sesuai,agar tercipta rasa nyaman.
Anti Korupsi : Saya mandiri dalam menyiapkan ruangaan dan daftar hadir.
Akuntabilitas : Hasil tabulasi nilai saya buat dengan tanggung jawab agar dpat menjadi bahan laporan.
Nasionalisme : Saya melakukan tabulasi nilai dengan jujur
Kometmen Mutu : Saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan dan sesuai dengan rencana kegiatan
Anti Korupsi :Dalam mengtabulasi nilai saya jujur melakukannya
Dengan adanya kegiatan ini meningkatka n nilai organisasi
yaitu informasi, kompak, harmonis.
Loyalitas, aman dan santun.
1
Akuntabilitas :Dalam menyediakan bahan laporan dapat di pertangggumg jawabkan
Nasionalisme :Dalam proses mengumpulkanbahan bahan laporan saya berkerja sama dengan mentor Etika Publik: Dalam menyiapakan materi saya bersikap sopan kepada mentor
Komitmen Mutu : saya menyiapkan materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan dan sesuai dengan rencana kegiatan Anti Korupsi : Mandiri dalam menyiapkan bahan laporan
Akuntabilitas :Dalam menyediakan bahan laporan dapat di pertangggumg jawabkan
Nasionalisme :Dalam proses mengumpulkanbahan bahan laporan saya berkerja sama dengan mentor Etika Publik: Dalam menyiapakan materi saya bersikap sopan kepada mentor
Komitmen Mutu : saya menyiapkan materi yang saya sampaikan dengan memperhatikan mutu Pelayanan dan sesuai dengan rencana kegiatan Anti Korupsi : Mandiri dalam menyiapkan bahan
1 s
c.Menyerahkan bahan laporan kepada pimpinan
c.Diterima laporan pada pimpinan
.
Akuntabilitas: menyerahkan laporan yang dapat di pertangggumg jawabkan
Nasionalisme : Saya menyerahkan laporan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.agar pimpinan menerimanya dengan baik
Etika Publik: Saya menggunakan yang santun,agar pimpinan merasa dihormati
Komitmen Mutu : Saya mnyerahkan laporan yang dapat saya pertangguang jawabkan
Anti Korupsi : Mandiri dan dalam menyerah kan laporan saya
1
b. Factor pendukung
Pendukung untuk optimalisasi untuk penerapan sterlisasi alat medis melalui sosialisasi dan inovasi adalah :
1. Kemampuan petugas dalam memberikan penyuluhan sosialisasi
2. Kemampuan petugas ruang tindakan untuk menerapkan tehnik sterilisasi alat 3. Adanya inovasi yang diberikan untuk mendukung dilakukannya sterilisasi alat 4. Terlaksananya tahapan kegiatan
5. Meningkatnya pengetahuan petugas tentang sterilisasi alat c. Indikasi terjadinya kegagagalan
Dalam melaksanakan aktualisasi di tempat kerja kemungkinan ada hal-hal yang menjadi kendala yang akan menyebabkan terjadinya kegagalan :
1. Tidak terlaksananya tahapan kegiatan
2. Belum meningkatnya pemahaman petugas tentang sterilisasi alat setelah dilakukan sosialisasi
3. Kurangnya dukungan dari pimpinan 4. Kurangnya sarana dan prasarana d. Antisipasi mengatasi hambatan
Untuk mengantisipasi hambatan yang terjadi dapat dilakukakn beberapa solusi seperti : 1. Melakukan manajemen waktu yang baik agar semua proses kegiatan yang telah
direncanakan dapat dilaksanankan dengan baik
2. Dalam memberikan sosialisasi dapat menguasai materi yang diberikan melibatkan tenaga kesehatan lainnya dalam melaksanakan kegiatan
1
BAB 111
PENCAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI DASAR ASN
A. Kendala dan Antisipasi
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 29 November 2020 di Institusi tempat bekerja. Tidak dapat dipungkiri dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan menemui hambatan dan kendala sehingga kegiatan yang telah direncanakan kurang optimal, oleh karena itu untuk menghadapi berbagai kendala yang mungkin terjadi diperlukan antisipasi agar hambatan yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. Antisipasi dalam menghadapi hambatan dan kendala selama kegiatan aktualisasi dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini :
Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN yang dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 29 November 2020 di Institusi tempat bekerja. Tidak dapat dipungkiri dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan menemui hambatan dan kendala sehingga kegiatan yang telah direncanakan kurang optimal, oleh karena itu untuk menghadapi berbagai kendala yang mungkin terjadi diperlukan antisipasi agar hambatan yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. Antisipasi dalam menghadapi hambatan dan kendala selama kegiatan aktualisasi dapat diuraikan lebih lanjut pada tabel dibawah ini :