• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Peranan Perusahaan Dalam Pengelolaan Dana Unit Link

1. Kedudukan Perusahaan Sebagai Operator Dana Tabaru

Berangkat dari apa posisi perusahaan asuransi dalam menahan kerugian dana investasi nasabahnya pada produk unit link, penulis akan menerangkan terlebih dahulu mengenai konsep asuransi itu sendiri agar mengetahui posisi kedudukan perusahaan asuransi itu sendiri.

Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai mekanisme untuk mengalihkan resiko (risk transferring mechanism), yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung) yang mana penangung disini adalah perusahaan asuransi itu sendiri. Pengalihan resiko tidak berarti menghilangkan kemungkinan kerugian yang terjadi, melainkan pihak penanggung menyediakan pengamanan financial serta ketenangan bagi tertangung. Maka sebagai imbalannya, tertangung membayarkan sejumlah premi kepada perusahaan asuransi sebagai usahnya tersebut dalam menahan kemungkinan resiko yang akan terjadi.

klaim

27

Hasil wawancara penulis dengan pihak PT Manulife Indonesia yang di sampaikan oleh ibu Devi Novianti

Pemegang polis premi Perusahaan

Sekarang ini perusahaan asuransi menawarkan dua pilihan asuransi kepada nasabahnya, yaitu asuransi konvensional seperti yang telah dijelaskan diatas dan asuransi syariah. Adapun mekanisme dalam asuransi syariah adalah perusahaan asuransi mengunakan sistem risk sharing, yaitu sekumpulan orang yang saling membantu, saling menjamin dan bekerja sama dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabaru atau kontribusi. Di dalam asuransi syariah dana tabaru yang terkumpul akan di kelola oleh perusahaan asuransi yang mana memang bertugas sebagai pihak pengelola dana tabaru nasabah itu sendiri. Maka dalan asuransi syariah perusahaan asuransi hanya diberikan amanah sebagai pengelola dana tabaru nasabah dan bukan sebagai penanggung resiko seperti pada asuransi konvensional. Yang mana nilai tabaru tersebut akan di berikan ketika terjadi klaim. Dan atas usaha perusahaan asuransi sebagai pengelola dana, maka perusahaan pun menetapkan fee sebagai imbalan atas usahanya dalam mengelola dana nasabah tersebut.

Berikut adalah gambaran cara kerja asuransi.

Klaim

Pemegang Polis Premi Tabaru Fund

Operator / Perusahaan Asuransi

Untuk menghitung besaran tabaru itu sendiri, perusahaan asuransi menggunakan actuarial science cara konfensional dengan mengira berapa besaran probabilitas kematian seseorang dengan melihat experience dimasa lalunya mengunakan data mortalita Indonesia yang dikeluarkan oleh persatuan aktuaris Indonesia.

Unit link sendiri adalah salah satu produk yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi yang memiliki dua manfaat ganda. Yaitu proteksi asuransi dan juga investasi pada sektor yang bisa dipilih oleh nasabah. Dalam unit link perusahaan asuransi akan bekerja sama dengan manager investasi sebagai pengelola dana investasi tersebut. Manager invesatsilah yang nantinya bertugas untuk menempatkan dana investasi nasabah kedalam sektor yang telah dipilihnya sesuai porsi yang telah ditentukan dalam polis. Transaksi pada produk unit link ada dalam bentuk satuan unit agar transaksinya menjadi lebih kecil.

2. Membuat Laporan Perkembangan Dana Investasi

Kewajiban perusahaan asuransi adalah memberikan annual report tentang perkembangan harga unit tertulis dan terbuka agar dapat dilihat oleh nasabah. Yang mana laporan tentang harga unit harus di publikasikan setiap harinya seperti lewat corporate website dalam bentuk Fund Fact Sheet, telfon atau pun Koran.

Dengan daftar laporan sebagai berikut: a. Waktu produk tersebut ditawarkan.

b. Harga satuan unit hingga laporan tersebut dikeluarkan. c. Perkembangan grafik harga unit.

d. Sektor penempatan dana.

e. Return yang dicapai dalam tahunan.

f. Transaksi yang dilakukan pemegang polis. g. Perkembangan dananya.

h. Saldo nasabah.

i. Serta pandangan investasi tersebut kedepannya.

Dalam investasi setiap perkembangan harga unit yang terjadi menunjukan gejolak yang terjadi pada investasi itu sendiri. Oleh karena itulah nasabah harus selalu memantau unit-unit investasinya secara rutin. Karena seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa, setiap unit investasi yang dimiliki oleh nasabah adalah tangung jawab dari nasabah itu sendiri.

3. Keterangan laporan 3 instrument investasi jenis syariah Manulife

Indonesia:

a. Manulife Dana Ekuitas Optima Syariah (MDEOS)

Tujuan berinvestasi di Manulife Ekuitas Optima Syariah untuk menyediakan sarana-sarana investasi keuangan terpilih yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah Islam, yang telah diseleksi dan disetujui

oleh Dewan Pengawas Syariah dan diyakini sesuai dengan nila-nilai ajaran agama islam. Dalam fund Dana Ekuitas Optima Syariah, klasifikasi risiko ditetapkan berdasarkan jenis dana saham.

1) Informasi produk :

a) Tanggal penawar dari produk ini adalah 13 januari 2014. b) jumlah dana kelola Rp 99.740 miliar.

c) Mata uang yang dipakai dalam penghitungan produk ini adalah rupiah.

d) jenis dana saham.

e) biaya jasa pengelolaan MI sebesar 2.50% per tahun.

f) nilai aktifa bersih per november 2014 sebesar Rp 1, 132.14. g) standar deviasi sebesar28 13.22.

h) Beta29 sebesar 0.82

Dapat dilihat dari grafik pada Manulife dana Ekuitas Optima Syariah bahwa pergerakan pada performance dan perkiraan benchmark terlihat stabil dan tidak terlalu jauh.

2) 5 efek besar dalam Portofolio, yaitu: a) Astra Internasional.

b) Telekomunikasi Indonesia. c) Unilever Indonesia.

28

Standar deviasi adalah suatu pengukuran statistik yang menyoroti volatilitas historis.

29

Beta : dihitungmenggunakan analisis regresi dan merupakan sebuah tendensi dari kinerja suatu aset investasi untuk merespon pergerakan pasar / indeks acuan.

d) Perusahaan Gas Negara.

e) dan Indocement Tunggal Prakasa. 3) Komposisi Bidang Investasi

a) 18.81% pada Consumer Staples. b) 17.55% pada Consumer Discretionary. c) 14.39% pada Material.

d) dan 49.25% Other

4) Alokasi investasi pada Manulife Dana Ekuitas Optima Syariah a) Saham sebesar 80 – 100%

b) pasar uang sebesar 0 – 20%. 5) Komposisi Portofolio

a) Saham sebesar 80.72%

b) dan pasar uang sebesar 19.28%. 6) Statistik kinerja

a) Kinerja dalam Rupiah per (28/11/2014)

MDEOS 1 bulan 3 bulan 6 bulan Thn berjalan 1 Tahun 3 Tahun 5 Tahun Sejak diluncurkan30

2.11% -1.26% 3.77% n/a n/a n/a n/a 13.24%

PM 1.60% -1.61% 3.07% n/a n/a n/a n/a 13.16%

30

Parameter yang digunakan adalah 80% Indeks Saham Syariah Indonesia + 20% Net setelah pajak, rata-rata deposito 1 bulan di bank syariah lokal (Mandiri Syariah, Danamon Syariah dan Muamalat).

b) Kinerja Tahunan

MDEOS

2014 2013 2012 2011 2010 2009 2008 2007

n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

PM n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a

Dapat dilihat dalam kinerja dana sejak diluncurkan, kinerja yang disetahunkan sebesar 13.24%. kinerja terbaik pada Manulife Dana Ekuitas Optima Syariah trejadi pada bulan juli 2014 sebesar 5.03%, sedangkan kinerja terburuk terjadi pada bulan September 2014 sebesar -2.11%.

-2.00% -1.00% 0.00% 1.00% 2.00% 3.00% 4.00% 5.00% 1 2 3

Kinerja 1, 3, 6 Bulan

b. Manulife Dana Pasar Uang Syariah (MDPUS)

Tujuan investasi pada Manulife Dana Pasar Uang Syariah untuk menghasilkan pendapatan dan likuiditas yang tinggi, dan memperkecil resiko, dengan mempertahankan nilai pokok melalui sarana-sarana investasi keuangan terpilih yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah Islam, yang telah diseleksi dan disetujui oleh Dewan Pengawas Syariah dan diyakini sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama islam.

1) Informasi Dana

a) Tanggal penawaran produk ini pada 15 Januari 2009. b) Jumlah dana kelola sebesar Rp 755.19 Rupiah. c) Dengan mata uang yang diperhitungkan dalam rupiah d) Jenis dana pada Pasar Uang

e) Valuasi hitungan harian

f) Bank kustodian Deutsche Bank AG

g) Biaya pengelolaan MI pertahun sebesar 2.00% h) Nilai Aktiva Bersih / Unit Rp 1,099.07%

Klasifikasi risiko pada Manulife Dana Pasar Uang Syariah ditetapkan berdasarkan jenis dana diPasar Uang.

Dalam grafika yang tertera, terlihat bahwa performance harga unit pada Pasar Uang berbeda jauh dengan yang di perkirakan sebelumnya. Hal ini dapat terjadi dengan tidak stabilan harga unit dipasar.

2) Presentase pengalokasian dana pasar uang yang ditetapkan oleh perusaan asuransi Manulife adalah

a) Pasar Uang 0 – 100% b) Obligasi 0 – 100%. 3) Komposisi Portofolio sebesar

a) Obligasi Pemerintah 0.00% b) Pasar Uang 94.00% ,

c) dan pada Cash sebesar 6.00% 4) Statistik Dana

a) Kinerja Dalam Rupiah per (28/11/14)

MDPUS 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan Tahun Berjalan 1 Tahun 3 Tahun 5 Tahun Sejak Diluncurkan 0.35% 1.06% 2.11% 4.27% 4.65% 2.63% 2.18% 1.75% TD 1 Bulan31 0.24% 0.79% 1.60% 2.95% 3.22% 3.20% 3.68% 3.83% b) Kinerja Tahunan MDPUS 2014 Tahun Berjalan 2013 2012 2011 2010 2009 2008 2007 4.27% 2.79% 0.79% 1.56% 1.60% NA NA NA TD 1 Bulan 2.95% 3.23% 3.12% 4.27% 4.44% NA NA NA 31

Net setelah pajak, rata-rata deposito 1 bulan di bank lokal (Mandiri Syariah, Muamalat, Danamon Syariah)

Dalam fund Manulife Dana Pasar Uang Syariah terlihat bahwa kinerja disetahunkan mencapai 1.75%. kinerja terbaik ada pada bulan april 2014 sebesar 0.46% sedangkan kinerja terburuk ada pada bulan oktober 2009 sebesar -0.22%.

c. Manulife Dana Berimbang Syariah (MDBS)

Manulife Dana Berimbang Syariah adalah dana terbuka (open-end fund) yang bertujuan untuk menghasilkan kenaikan nilai modal melalui alokasi asset yang fleksibel dan berorientasi untuk menciptakan pertumbuhan melalui investasi dalam saham-saham syariah yang tercatat di Indonesia, efek pendapatan tetap syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan korporasi dan juga instrument pasar uang syariah, termasuk deposito pada bank.

0.00% 0.50% 1.00% 1.50% 2.00% 2.50% 3.00% 3.50% 4.00% 4.50% 2010 2011 2012 2013 2014

Kinerja Tahunan

1) Informasi Dana

a) Tanggal penawaran produk ini 15 Januari 2009 b) Jumlah dana kelola sebesar Rp 14.057 miliar c) Mata uang yang dipakai adalah Rupiah d) Dengan jenis dana Campuran

e) Valuasi dihitung harian

f) Bnak Kustodian adalah Deutsche Bank AG

g) Biaya jasa pengelolaan MI sebesar 2.00% per tahun h) Nilai Aktiva Bersih / Unit Rp 1,468.34

i) Standar Deviasi sebesar 9.22 j) Beta sebesar 0.65

Klasifikasi risiko pada instrument ini ditetapkan berdasarkan jenis dana campuran. Dalam grafika yang tertera, terlihat bahwa performance harga unit pada Dana Berimbang Syariah berbeda dengan yang di perkirakan sebelumnya. Hal ini dapat terjadi dengan tidak stabilan harga unit dipasar.

2) Didalam Manulife Dana Berimbang Syariah terdapat 5 efek besar dalam Portofolio, yaitu :

a) Sukuk Negara Indonesia SR006 b) Sukuk Negara Indonesia SR005 c) Astra Internasional

e) Unilever Indonesia 3) Alokasian investasi

a) Saham sebesar 40 – 60%

b) Obligasi Corporation sebesar 0 – 20% c) Obligasi Government 20 – 60% d) Pasar Uang sebesar 0 – 20%. 4) Komposisi Portofolio

a) Saham sebesar 47.42%

b) Obligasi Pemerintah sebesar 38.22% c) dan pada Pasar Uang sebesar 14.36% 5) Statistik Kinerja

a) Kinerja Dalam Rupiah per (28/11/2014)

MDBD 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan Tahun Berjalan 1 Tahun 3 Tahun 5 Tahun Sejak Diluncurkan 1.60% 0.04% 3.85% 15.45% 15.71% 7.68% 8.23% 7.29% PM 1.01% -0.20% 2.74% 10.45% 11.29% 3.94% 5.78% 6.67% b) Kinerja Tahunan MDBS 2014 Tahun Berjalan 2013 2012 2011 2010 2009 2008 2007

15.45% -2.43% 8.52% 1.67% 16.18% n/a n/a n/a

Kinerja Manulife Dana Berimbang Syariah sejak diluncurkan yang telah disetahunkan sebesar 7.29% dengan kinerja terbaik terjadi pada bulan September 2010 sebesar 4.99% dan kinerja terburuk terjadi pada bulan Januari 2011 dengan presentase -5.52%.

berikut adalah gambaran cara kerja unit link

klaim meninggal\ -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 2010 2011 2012 2013 2014

Kinerja Tahunan

Pemegang Polis Premi Fund yang di pilih Operator Tabaru Fund Nilai Investasi

4. Ketentuan Instansi Kepemerintahan

Setiap satu buah produk asuransi yang akan dijalankan, maka perusahaan asuransi harus mempunyai asset backup untuk produk tersebut. Karena perusahaan asuransi memegang pertangung jawaban berupa membayarkan klaim pada nasabahnya. Apabila dana tersebut yang akan dibayarkan kurang, perusahaan asuransi harus mempunyai dana masukan untuk mencadangkan kekurangan tersebut. Oleh sebab itu perusahaan asuransi harus membuat cadangan dari asset investasi yang mereka miliki. Karena apabila terjadinya klaim, perusahaan asuransi tidak boleh dan tidak bisa berkata bahwa dana yang mereka miliki kurang.

Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan bersaran Risk Based Capital (RBC) dari tiap perusahaan yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa perusahaan asuransi tersebut sehat dan solvent. Banyak peraturan yang harus dipenuhi oleh perusahaan asuransi untuk menjalankan sebuat produk. Seperti dewan pengawas untuk produk berbasis syariah, undang-undang perasuransian yang harus dipenuhi, ketetapan OJK, keputusan menteri keuangan terhadap produk unit link, tingkat kesehatan keuangan perusahaan tersebut, transparansi dana invesatsi nasabah yang harus dilaporkan, nasabah juga harus mengerti resiko yang akan dihadapi dengan pemilin sektor tersebut, dan perusahaa multinasional seperti Manulife mempunyai regional office yang juga telah mempunyai ketentuan-ketentuan yang memang harus dipenuhi oleh setiap anak perusahaan

F. Kinerja Manajer Investasi Dalam Pengelolaan Dana Produk Unit Link

Perusahaan asuransi Manulife Indonesia bekerja sama dengan Manulife asset Management Indonesia (MAMI) untuk mengelola dana investasi mereka. Karena produk unit link itu sendiri adalah produk milik perusahaan asuransi yang mana disini adalah Manulife Indonesia, maka Fund Manager hanya menerima mandat dari perusahaan asuransi dalam mengelola dana investasi tersebut kedalam instrument investasi yang dipilih. Disinilah tugas seorang manager investasi sebagai pendukung berjalannya produk unit link dalam penempatan dana investasi nasabahnya. Dalam penempatan investasi, perusahaan asuransi Manulife Indonesia mempunyai batasan porsi investasi yang akan menjadi mandat kepada Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) untuk pengalokasian dana tersebut.

Manajemen investasi adalah manajemen professional yang mengelola beragam sekuritas atau surat berharga seperti saham, obligasi dan asset lainnya seperti property dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor. Lingkup jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisis keuangan, pemilihan asset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan pemantauan terhadap investasi

Manajemen investasi merupakan suatu industry global yang sangat besar serta memegang peranan penting dalam mengelola dana.

Alokasi investasi itu sendiri biasanya dari berbagai golongan asset seperti obligasi, property, derivative dan komoditi dimana manajer investasi dibayar jasanya untuk melaksanakan penempatan investasi pada berbagai asset ini

Banyak metode pendekatan yang berbeda dari cara pengelolaan investasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan manajemen investasi, misalnya pertumbuhan (growth), nilai (value fund), pasar netral, kapitalisasi kecil, indeks dan lain-lain Pemegang polis Perusahaan Asuransi (AJMI) Fund manager (MAMI) MDEOS MDPUS MDBS

61

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil wawancara yang penulis lakukan, maka dapat diambil kesimpulan tentang :

1. Peranan Perusahaan Asuransi Dalam Pengalokasian Dana Unit Link

Peranan perusahaan dalam pengelolaan dana nasabah asuransi jiwa pada produk unit link adalah hanya sebagai operator atau pengelola dana nasabah saja. Yang mana dan tersebut dikumpulkan dalam wadah tabaru yang nantinya akan dipakai untu membayarkan klaim peserta asuransi itu sendiri. Sedangkan untuk dana investasi, perusahaan asuransi jiwa Manulife menawarkan beberapa sektor pengalokasian dana yang bisa dipilih oleh calon nasabah dengan tingkat resiko yang berbeda. diantara Manulife Dana Ekuitas Optima Syariah (MDEOS), Manulife Dana Berimbang Syariah (MDBS), dan Manulife Dana Pasar Uang Syariah (MDPUS).

Dalam hal investasi Unit Link, perusahaan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membuat laporan tentang tingkat harga unit yang terjadi di pasar setiap harinya. Dan dapat di akses oleh setiap nasabah melalui website, telfon, ataupun Koran.

Setiap satu buah produk asuransi yang akan dijalankan, maka perusahaan asuransi harus mempunyai asset backup untuk produk tersebut. Karena perusahaan asuransi memegang pertangung jawaban berupa membayarkan klaim pada nasabahnya.

Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan bersaran Risk Based Capital (RBC) dari tiap perusahaan yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa perusahaan asuransi tersebut sehat dan solvent. Banyak peraturan yang harus dipenuhi oleh perusahaan asuransi untuk menjalankan sebuat produk. Seperti Dewan pengawas untuk produk berbasis syariah, undang- undang perasuransian yang harus dipenuhi, ketetapan OJK, keputusan menteri keuangan terhadap produk unit link, tingkat kesehatan keuangan perusahaan tersebut, transparansi dana invesatsi nasabah yang harus dilaporkan, nasabah juga harus mengerti resiko yang akan dihadapi dengan pemilin sektor tersebut, dan perusahaa multinasional seperti Manulife mempunyai regional office yang juga telah mempunyai ketentuan- ketentuan yang memang harus dipenuhi oleh setiap anak perusahaannya. 2. Kinerja seorang manager investasi dalam pengalokasian dana nasabah

Asuransi Jiwa untuk produk Unit Link

Manager investasi telah dipercaya untuk mengelola dan menempatkan dana investasi kedalam instrumen-instrumen investasi terbaik.

Perusahaan asuransi Manulife Indonesia bekerja sama dengan Manulife asset Management Indonesia (MAMI) untuk mengelola dana investasi mereka.

Pada produk unit link, adalah tugas manager investasi sebagai pengelola investasi yang telah dimandatkan oleh perusahaan asuransi kedalam instrument yang telah dipilih. Produk unit link sendiri adalah produk milik perusahaan asuransi yang mana disini adalah Manulife Indonesia. Disinilah tugas manager investasi sebagai pendukung berjalannya produk unit link dalam penempatan dana investasi nasabahnya. Karena produk unit link adalah produk milik perusahaan asuransi, maka dalam penempatan dana investasi, perusahaan asuransi Manulife Indonesia memberikan batasan porsi investasi pada tiap sektor investasi. Manager investasi hanya akan menempatkan sesuai dengan batasan yang telah di berikan oleh perusahaan saja.

B. Saran

1. Bagi perusahaan, haruslah tetap menjaga kekuatan yang dimilikinya dalam mempertahannkan kepercayaan nasabah untuk menitipkan dana mereka. Dan untuk terus meningkatkan penjualan dan terus membaca peluang yang ada dipasaran agar dapat mengembangkan produk-produknya serta untuk menyempurnakan segala kekurangan yang ada

2. Produk investasi sedang sangat marak sekarang ini dikalangan masyarakat. Maka bagi mereka yang ingin memiliki investasi sekaligus dapat berasuransi, maka sangat disarankan untuk membeli produk Unit Link.

3. Para nasabah juga disarankan untuk membeli produk yang tepat dengan profil mereka. Dan mengetahui segala resiko dari sektor yang dipilih.

DAFTAR PUSTAKA

Arthesa, Ade. Handiman, Endia. Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank, Jakarta; Indeks,2006.

Hadi, Sutrisno. Metodologi Riset. Yogyakarta: UGM Press,1997.

Haymans, Adler Manurung. Reksadana Investasiku, Jakarta : PT Kompas Media Nusantara 2008.

Hs, Salim dan Sutrisno, Budi. Hukum Investasi Di Indonesia, jakarta: PT Raja Grafindo Pesada, 2008.

http://www.bapepam.go.id/perasuransian/regulasi_asuransi/peraturan_asuransi/KEP_ Ketua_Bapepam-LK_Nomor_104_Th_2006.pdf,

Iqbal, Muhaimin. Dinar Solution Dinar Sebagai Solusi, Gema Insani, Jakarta 2008. Khamis, Masyhuri. Takaful, Asuransi Syariah, Jakarta: Suatu Solusi, 2000.

Lathif, Azharuddin AH. Kompilasi Bahan Kuliah Hukum Perjanjian Asuransi Syariah, Fakultas Syariah Dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2012.

Mangaraja Palianja Nasution, dkk, Basic Training Modul 2002 Jakarta: PT Asuransi Asuransi Takaful Keluarga, 2002.

Muhammad, “Produk Asuransi Unit Link Syariah Tinjauan Histories dan Praktis (Studi Kasus Pada PT Asuransi Takaful Keluarga), Skripsi SI fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007.

Pieloor, Freddy. Jangan Beli Unit Link Bila Anda Tidak Paham Benar. Jakarta, Kelompok Kompas Gramedia, 2009.

Purnomo, Setiawan Hari. Zulkieflimansyah. Manajemen Strategi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Salim, Abbas. Asuransi dan Manajemen Resiko, jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.

Sendra, Ketut. Konsep dan Penerapan Asuransi Jiwa Unit Link Proteksi Sekaligus Investasi, Penerbit PPM JiwaSraya.

Sharpe, William F. dkk, Investasi, Edisi ke Enam Jilid 1, PT. INDEKS Kelompok GRAMEDIA.

Soemitra, Andry. Bank & Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana 2009. Soemitra, Andry. Bank & Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana 2009

Syakir Sula, Muhammad. FIIS, Asuransi Syariah (Life And General;) Konsep dan Sistem Operasional, Jakarta: Gema Insani, 2004.

Tandelini, Eduardus. Portofolio dan Investasi: Praktik dan Aplikasi Yogyakarta: Kanisius, 2010

Usman, Fuad dan Arief M. Security For Life; Hidup Lebih Nyaman Dengan Berasuransi. Jakarta, PT.Alex Media Komputindo, 2004

Yusanto, Muhammad Ismail dan Widjajakusuma, Muhammad Karebet, Manajemen Strategis Perspektif Syariah, Jakarta: Khairul Bayan, 2003.

Dokumen terkait