• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN 2 PEMAHAMAN DASAR PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAN

2.3 SPPIP DAN RPKPP DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN

2.3.2 Kedudukan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka

Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Selain itu dari sisi ruang, UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kotamemiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kotaberikut dengan rencana rincinya. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, kebijakan, dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini, akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP.

Kedua pilar pembangunan tersebut, dalam lingkup pembangunan perkotaan diintegrasikan dan dipadukan di dalam kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan.Kebijakan dan strategi tersebutmemiliki fungsi: (1) memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan, (2) mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan, (3) menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait pembangunan perkotaan, serta (4) menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan.

Untuk menunjang pembangunan bidang permukiman di kawasan perkotaan, berdasarkan Pasal 15 huruf c, dalam UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah kabupaten/kota perlu menyusun dan memiliki rencana pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman.

Rencana pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman ini merupakan penjabaran dari arahan rencana pola ruang kawasan permukiman yang tertuang di dalam RTRW kabupaten/kota, yang di dalamnya mengatur perencanaan untuk 2 (dua) lingkup substansi, yaitu perumahan dan kawasan permukiman. Untuk mewujudkan rencana pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman tersebut diperlukan strategi pembangunan yang akan diisi oleh substansi SPPIP.

18

Pemahaman Dasar

SPPIP yang menjabarkan kebijakan makro kabupaten/kotauntuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam implementasinya akan menjadi acuan bagi penyusunan strategi sektor dan Rencana Induk Sistem (RIS) komponen-komponen pembentuk permukiman.Dalam konteks pembangunan permukiman, strategi sektor dan RIS yang telah disusun secara sistematis dan sinergi ini nantinya akan menjadi masukan dalam proses penyusunan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)Bidang Permukiman, yang selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam RPKPP. Dalam kondisi strategi sektor, RIS, dan RPIJM Bidang Permukiman sudah tersedia terlebih dahulu dari SPPIP, maka proses penyusunan SPPIP akan mempertimbangkan dan mensinkronisasikan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam dokumen-dokumen tersebut, sedangkan proses penyusunan RPKPP wajib untuk mempertimbangkan program dan kegiatan di dalam RPIJM Bidang Permukiman dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Secara diagramatis, keterkaitan SPPIP dan RPKPP dengan dokumen kebijakan yang berlaku di kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 2-4 berikut.

Terkait dengan RPIJM Bidang Permukiman, SPPIP ini menjadi dokumen induk dan acuan utama dalam penyusunan program-program investasi permukiman yang terdapat dalam RPIJM Bidang Permukiman, sedangkan RPKPP merupakan dokumen teknis untuk mendukung operasionalisasi RPIJM Bidang Permukiman tersebut.Dalam hal ini, program 5 (lima) tahunan yang dihasilkan dalam SPPIP akan menjadi acuan dan dasar dalam penyusunan program, indikasi kegiatan, serta alokasi pendanaan di dalam RPIJM Bidang Permukiman. Program, indikasi kegiatan, serta alokasi pendanaan di dalam RPIJM Bidang Permukiman tersebut akan dirinci dalam program dan kegiatan yang terukur baik volume, biaya, dan lokasinya ditiap kawasan prioritas RPKPP (Gambar 2-5 dan Gambar 2-6). Berdasarkan keterkaitan ini, maka apabila RPIJM Bidang Permukiman sudah disusun sebelum SPPIP dan RPKPP, maka program yang tertuang dalam RPIJM Bidang Permukiman, khususnya untuk tahun pertama, akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan strategi dan program di dalam SPPIP, sedangkan rumusan, volume, alokasi lokasi, dan alokasi penganggaran akan menjadi acuan utama dalam perumusan kegiatan berikut rinciannya di dalam RPKPP. Untuk tahun kedua dan seterusnya, rumusan strategi dan program SPPIP akan menjadi dasar dalam upaya review dan penyempurnaan RPIJM Bidang Permukiman.

Dalam kaitannya dengan RTRW, keberadaan SPPIP dan RPKPP perlu diperhatikan lingkup substansi dan lingkup wilayahnya.Lingkup SPPIP dan RPKPP lebih rinci dari RTRW. RTRW mencakup penanganan untuk seluruh kawasan, baik kawasan lindung, permukiman, perdagangan, dan sebagainya, sedangkan SPPIP dan RPKPP hanya fokus pada pembangunan kawasan permukiman yang telah diarahkan oleh RTRW dan secara lebih spesifik, RPKPP fokus pada kawasan permukiman prioritasnya saja.

19

Pemahaman Dasar Gambar 2-4 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan

Pembangunan Kabupaten/Kota

Secara rinci perbedaan RTRW, SPPIP, dan RPKPP dalam kerangka pembangunan perkotaan dapat dilihat pada Tabel 2-1 berikut.

RENCANA TATA

RENCANA INDUK SISTEM

RENCANA

20

Pemahaman Dasar

Gambar 2-5 Ilustrasi Keterkaitan SPPIP, RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman

Gambar 2-6 ContohKeterkaitan Substansi SPPIP, RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman

21

Pemahaman Dasar Tabel 2-1 Rincian Perbedaan Antara SPPIP, dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Wilayah Perkotaan RTRWSPPIPRPKPP LINGKUP WILAYAH Kota/kabupatenkawasan perkotaan di dalam kota/kabupatenkawasan (fungsional) LINGKUP SEKTOR Seluruh AspekPermukiman dan Infrastruktur KeciptakaryaanPermukiman dan Infrastruktur Keciptakaryaan KEDALAMAN PRODUK Rencana Pola Ruang Rencana Struktur Ruang Arahan Pemanfaatan Ruang Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Skala 1:25.000 1:50.000

Strategi Pembangunan Program Investasi Pembangunan Skala 1: 25.000 1:50.000

Rencana Program Aksi Rinci Operasional Skala 1: 5.000 Skala 1: 1.000 ILUSTRASI

22

Pemahaman Dasar

Gambar 2-7 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kabupaten/Kota Dari Sisi Waktu

Dari sisi waktu, SPPIP merupakan penterjemahan arahan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selama jangka waktu 20 tahun sebagaimana arahan dalam RTRW dan RPJPD. Strategi untuk 5 (lima) tahun pertama didasarkan pada arahan dalam RPJMD dan kebijakan pembangunan perkotaan, serta akan menjadi acuan bagi penyusunan RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman. Ilustrasi kedudukan SPPIP dan RPKPP dalam kerangka kebijakan pembangunan kabupaten/kota terdapat pada Gambar 2-7.

ARAHAN SPASIAL ARAHAN PEMBANGUNAN ARAHAN PERKOTAAN

RTRWN

Dokumen terkait