BAB 1: PENDAHULUAN
F. Definisi Operasional
1. Keefektifan Pembelajaran
Keefektifan pembelajaran adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam keefektifan pembelajaran ini, terdapat hubungan timbal balik antara siswa dan guru, terdapat interaksi positif diantara kedua belah pihak (siswa dan guru).
2. Matematika
Matematika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang membantu siswa untuk berpikir logis, kritis, analitis dan sistematis dalam menyelesaikan sebuah masalah yang ada.
3. Pendekatan PMRI
PMRI merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berangkat dari masalah nyata yang dialami siswa sehari-hari. Masalah nyata bukan berarti masalah yang terjadi pada saat itu, tetapi masalah yang mampu dibayangkan oleh siswa. Pendekatan PMRI ini telah diadaptasi sehingga mewujudnyatakan kekhasan Indonesia dalam pembelajaran matematika.
4. Pecahan
Pecahan merupakan bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk dimana a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut, b bukan faktor dari a, b 0.
5. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari sebuah proses belajar. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini berupa nilai siswa (kognitif saja)
6. Keaktifan
Keaktifan merupakan suatu tindakan atau usaha yang dilakukan oleh seseorang dan tindakan itu konsisten dan muncul dari dalam diri seseorang itu sendiri.
9 BAB II
LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan landasan teori dalam penelitian. Landasan teori ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis.
A. Kajian Pustaka
Berikut dipaparkan pandangan beberapa ahli tentang teori-teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini.
1. Keefektifan Pembelajaran
a. Pengertian Keefektifan Pembelajaran
Keefektifan merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan (Uno., Nurdin, 2012:173). Berasal dari pengertian tersebut, apabila dikaitkan dengan pembelajaran dapat diartikan bahwa keefektifan dalam pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan kefektifan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keberhasilan yang muncul sebagai akibat dari sebuah usaha atau tindakan (Tim Reality, 2008:325). Berdasarkan dari pengetian dalam kamus tersebut, menurut peneliti bahwa terjadinya sebuah kefektifan apabila terdapat sebuah usaha yang dilakukan untuk mencapai sebuah hasil. Keefektifan pembelajaran dapat membantu siswa untuk meningkatakan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai (Slameto, 2010:74).
Berdasarkan pengertian=pengertian ahli tersebut, menurut peneliti bahwa keefektifan merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai sebuah tujuan dan untuk mencapai hasil yang maksimal atau dapat dikatakan bahwa usaha tersebut berhasil. Sedangkan keefektifan dalam pembelajaran merupakan kesesuaian antara usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil (Uno., Nurdin, 2012:173). Keefektifan pembelajaran dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai (Slameto, 2010:74). Menurut Miarso didalam (Uno., Nurdin, 2012:175) memandang bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat menghasilkan belajar yang bermanfaat dan terfokus pada siswa melalui prosedur yang tepat. Pembelajaran efektif terdapat dua hal penting, yaitu (1) guru dapat menberikan pemahaman materi kepada siswa, kemudian (2) siswa mengalami proses belajar. Berdasarkan dari paparan para ahli tersebut, menurut peneliti bahwa keefektifan dalam pembelajaran adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Dalam keefektifan pembelajaran ini terdapat hubungan timbal balik antara siswa dan guru, terdapat interaksi positif diantara kedua belah pihak (siswa dan guru).
b. Indikator Pembelajaran yang Efektif
Terdapat tujuh indikator yang dikemukakan oleh Wotruba dan Wright (1985) dalam Hamzah dan Nurdin (2012:174).
Tujuh indikator tersebut yaitu:
1. Pengorganisasian materi yang baik
Pengorganisasian materi disini merupakan suatu cara yang ditempuh oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, sehingga materi tersebut dapat disampaikan secara logis dan teratur. Pengorganisasian materi ini juga difungsikan agar terlihat keterkaitan yang jelas antara topik satu dengan topik lainnya selama pertemuan berlangsung.
2. Komunikasi yang efektif
Komunikasi sangat dibutuhkan dalam penyampaian pembelajaran. Komunikasi tidak hanya secara verbal, tetapi dapat dituangkan lewat rencana pembelajaran yang jelas dan media atau alat peraga yang dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran. Selain itu, komunikasi interpersonal juga penting dalam pembelajaran. Komunikasi interpersonal yang dimaksudkan di sini adalah komunikasi yang digunakan oleh guru untuk membangun suasana belajar yang nyaman bagi siswa. Apabila komunikasi efektif itu terwujud, pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
3. Penguasaan dan antusiasme terhadap materi pembelajaran
Guru diharapkan memiliki kemampuan dalam penguasaan materi dan mampu menyampaikan materi tersebut kepada siswa. Seorang guru diharapkan dapat menggabungkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan materi yang akan disampaikan oleh guru.
4. Sikap positif terhadap siswa
positif terhadap pembelajaran tersebut. Sikap positif tersebut dapat muncul apabila guru juga memunculkan sikap positif, sikap positif dari guru misalnya guru memberikan bantuan apabila siswa mengalami kesulitan, guru mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, guru peduli dan menyadari kebutuhan siswa dalam mempelajari sebuah pembelajaran.
5. Pemberian nilai yang adil
Pemberian nilai yang adil yang dimaksudkan di sini yaitu adanya kesesuaian antara tes dan materi pembelajaran. Selain itu guru juga diharapkan mampu melihat usaha yang dilakukan siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran.
6. Keluwesan dalam pendekatan pembelajaran
Pendekatan yang luwes atau fleksibel dalam pembelajaran dapat tercermin dengan adanya kesempatan waktu yang diberikan guru kepada siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda.
7. Hasil belajar siswa yang baik
Indikator pembelajaran efektif yang paling mudah terlihat adalah hasil belajar yang mencapai target yang telah ditentukan dan bertahan lama serta siswa dapat menggunakan dalam kehidupannya.
Indikator-indikator pembelajaran yang efektif ini dapat dijadikan pedoman bagi seorang pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran yang terjadi. Apabila muncul minimal 3 indikator dalam pembelajaran, maka pembelajaran dapat dikatakan efektif. Sebaliknya apabila kurang dari 3 indikator maka proses pembelajaran dikatakan kurang efektif.
2. Hakikat Matematika