a. Tujuan kegiatan pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, diharapkan Anda dapat: - mengenal peralatan dan bahan cetak ofset
- mengoperasikan mesin ofset 1 unit
- melakukan penyetelan bagian-bagian mesin ofset - melakukan pencetakan model hitam putih
- menjawab dengan benar soal-soal tes formatif
b. Uraian materi
encetakan pada mesin ofset adalah sistem pencetakan secara tidak langsung, karena dalam pemindahan image-nya dari pelat cetak ke kertas harus melalui perantara, yaitu berupa kain karet yang disebut dengan blanket. Kemudian kertas sebagai media cetaknya melalui silinder tekan akan ditekan menyinggung blanket, sehingga timbulah cetakan pada kertas tersebut.
alam mengoperasikan mesin cetak, hendaknya dilakukan pengecekan ke seluruh aparat mesin tersebut. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin akan menghindari sesedikit mungkin timbulnya gangguan. Dan pemeriksaan rutin hendaknya menjadi pekerjaan pertama sebelum mengoperasikan/menjalankan mesin cetak. Selain pemeriksaan pada mesin, hendaknya periksa pula kelengkapan dari alat yang membantu dalam proses pencetakan, seperti
P
adanya ember, gom, spons, kain, bensin, kunci pas dan peralatan lain yang mendukung. Seorang operator mesin cetak harus memeriksa apakah peralatan dan tintanya bersih, apakah rol tinta telah disetel dengan baik, alat bantu dan peralatan lainnya tidak berceceran ditempat yang berbahaya, serta menempatkan peralatan pendukung pada tempatnya agar mudah dicari apabila akan dipergunakan. Pengecekan pada hal-hal yang kurang beres sangat penting sekali, supaya ketika proses pencetakan berlangsung tidak akan terganggu karena hal-hal yang bersifat non teknis. Sedangkan pengecekan dapat dilakukan seperti berikut:
1) Kotoran, debu dan lain sebagainya yang melekat pada mesin cetak.
2) Perkakas atau alat-bagian yang lepas-lepas terletak pada mesin cetak.
3) Rol yang tidak tepat letaknya pada penyangga. 4) Rol tinta dan rol air yang kotor
5) Rol yang salah penempatannya.
6) kondisi ruangan, khususnya lantai yang harus terbebas dari minyak.
7) Penghambat pada alat pemasukan dan pengeluaran. 8) Alat keamanan pada mesin yang tidak bekerja. 9) Adanya perkakas yang diperlukan.
10) Air dan gom apakah pada tempatnya. 11) Tersedianya lap/majong dan spons.
12) Keadaan karet yang selalu bersih dan resang.
elumasan pada mesin cetak juga harus benar-benar diperhatikan, karena pekerjaan ini merupakan keharusan supaya mesin tetap baik dan beres serta mencegah waktu yang tidak perlu. Karena
pelumasan penting sekali, sehinga harus selalu dilakukan secara teratur dan hati-hati. Seorang operator hendaknya tidak hanya melihat pada pekerjaan pelumasan itu sendiri, tetapi juga harus diperhatikan apakah bahan lumas yang dipakai tepat, dan apakah sistim lumas dalam mesinnya bekerja dengan baik. Hindarilah dan perhatikan beberapa hal dibawah ini ketika melakukan pekerjaan pelumasan:
1) Janganlah melumasi mesin cetak yang sedang berputar dengan minyak.
2) Pakailah minyak yang telah ditentukan, jangan menggunakan sembarang jenis minyak.
3) Jagalah jangan sampai ada cepretan minyak pada bagian mesin. 4) Adanya cepretan minyak, terutama yang ada di lantai dan sekitar
areal bekerja.
5) Bagian-bagian atau komponen mesin yang menjadi panas.
6) Perhatikan secara khusus tempat-tempat yang sukar dicapai dan yang mudah terlewati, serta perhatikan agar tempat-tempat tersebut mendapat pelumasan seperlunya.
Aliran udara pelumas dipasang untuk mendorong kabut oli, menjaga bebas dari udara lembab dan menjaga keseimbangan tekanan udara untuk mengontrol rol pneumatik. Kabut oli disemburkan supaya mencegah karat dan melekatnya silinder udara rol control. Jumlah kabut oli dapat diatur dengan memutar kedudukan jarumnya. Gunakan dengan hanya oli turbin asli.
Untuk melakukan pencetakan menggunakan mesin ofset, hal pertama yang harus dikuasai adalah pemahaman terhadap fungsi-fungsi pada Panel yang ada pada mesin ofset.
PANEL MONITOR
ada panel tersebut terdapat bagian-bagian yang dapat menunjukkan keadaan proses beroperasinya mesin dan dapat menunjukkan indikasi kesalahan.
Panel monitor Oliver 58
A. Lampu pemandu
Lampu ini akan menyala jika switch pada posisi On.
B. Tanda kertas rangkap Elektrikal
Electrical Double Feed Detector difungsikan. Artinya apabila terdapat kertas rangkap pada bagian pemasukan, maka secara otomatis mesin mati. Tarik double feed sheets dari bagian register dan cek separators atau atur electrical double feed detector lagi jika diperlukan. Cek juga roda penggerak dan roda penggusur diatas meja penghantar.
C. Tanda kertas rangkap Mechanical
Mechanical double feed detector diaktifkan. Tarik double feed sheets dari feeder dan cek feeder separator, khususnya pegas baja penjepit kertas. Atur kembali double feed detector secara menyeluruh jika diperlukan.
D. Petunjuk jalannya pengangkut dan penurun meja pemasukan
Lampu akan menyala jika motor pengangkat danpenurun meja pemasukan mempunyai beban yang berlebihan. Matikan, kemudian hidupkan kembali setelah selang beberapa detik.
E. Petunjuk jalannya motor penggerak utama
Lampu akan menyala jika motor penggerak utama mendapat beban berlebihan. Matikan switch utama dan cek mesin secara keseluruhan, khsususnya sistem pelumasan, kemudian hidupkan kembali switch utamanya.
F. Petunjuk tutup terbuka
Lampu ini menyala jika jalannya penutup depan unit penintaan terbuka. Ketika lampu menyala, mesin tidak bisa berputar, tetapi hanya gerakan inching pada panel utama.
G. Petunjuk transportasi kertas terlalu awal atau terlambat
Lampu ini menyala jika jalannya kertas terlalu awal atau terlambat. Cek pada meja penghantar dan ketepatan tekanan pemasukan kertas. Lampu selalu menyala jika kertas terakhir yang telah dicetak melewatinya.
H. Petunjuk silinder tekan
Lampu akan selalu menyala jika silinder tekan bekerja secara aktif. I. Petunjuk kurangnya oli
Lampu akan menyala jika oli yang ada tidak mencukupi atau pompa oli mempunyai beban berlebihan. Dalam keadaan tersebut alarm juga akan menyala. Tambahkan oli baru ke dalam tangki oli. Jangan menjalankan mesin ketika alarm berbunyi.
J. Petunjuk pengaman mesin
Lampu menyala jika pengaman pada mesin ofset bergerak atau terbuka. Pada kondisi ini mesin dalam keadaan mati. Kembalikan posisi pengaman seperti semula agar mesin dapat dioperasikan kembali.
L. Petunjuk numerator
Lampu akan menyala jika numerator diaktifkan. Atur kembali angka nomerator sesuai dengan jumlah yang diinginkan dengan cara menekan tombol Preset pada panel numerator.
M. Petunjuk tombol stop
Tombol tersebut terletak disamping meja pengeluaran. Lampu akan menyala jika tombol stop panel samping kiri meja pengeluaran ditekan. Mesin tidak bisa berjalan pada kondisi ini. Tarik kembali tombol stop dengan memutarnya searah jarum jam.
N. Petunjuk kemacetan penghantar
Lampu akan menyala jika terjadi kemacetan penghantar. Secara otomatis mesin akan berhenti. Ambil kertas yang mengalami kema-
cetan pada penghantar.
O. Petunjuk tumpukan meja pengeluaran
Lampu akan menyala jika meja tumpukan hasil cetakan menyentuh tombol. Kertas yang dicetak berhenti, silinder tekan menjadi pasif dan kecepatan mesin akan semakin berkurang. Dalam kondisi seperti ini, silinder tekan tidak dapat aktif.
PANEL UTAMA
anel utama terdapat tombol-tombol yang berfungsi untuk mengoperasikan jalannya mesin .
Panel Utama Mesiin Oliver
1. Tombol Stop
Semua gerakan pada mesin akan berhenti total ,kecuali kompresor jika tombol STOP ditekan. Dalam menghentikan proses penyelesaian pekerjaan, sebaiknya dilakukan dengan cara menekan tombol sucker atau tombol feeder. Tombol STOP ditekan hanya untuk kondisi darurat.
2. Tombol inching maju
Mesin akan bergerak maju jika tombol inching maju ditekan. Untuk mendapatkan gerakan inching yang panjang, tekan tombol ini terus-menerus. Gerakan inching dapat dipergunakan pada saat penyetelan atau pembersihan mesin.
3. Tombol inching mundur
Mesin bergerak mundur jika tombol ini ditekan. Untuk inching panjang, tekan tombol ini terus-menerus. Tombol ini dipakai pada saat membersihkan kain karet atau pelepasan pelat.
4. Tombol START
Mesin mulai bergerak jika tombol START ditekan. Sebelum menekan tombol START, selalu dicek keadaan mesin secara menyeluruh.
5. Tombol AUTO
Fungsi tombol AUTO adalah untuk mengoperasikan mesin secara otomatis. Jika tombol ini ditekan, maka lampu flash akan menyala.
6. Tombol SPEED+
Tombol yang dipergunakan untuk menambah kecepatan jalannya mesin.
7. Tombol SPEED-
Tombol yang dipergunakan untuk mengurangi kecepatan mesin.
8. Penunjuk kecepatan
berhenti. Ketika mesin dihidupkan, akan menunjukkan 4000 RPH, yaitu menunjukkan perputaran perjam ketika mesin berjalan. Ketika mesin pada posisi inching, kecepatan akan menunjukkan 0000.
Mengatur kecepatan mesin
etunjuk kecepatan akan menunjukkan 4000 RPH ketika switch dihidupkan. Untuk mengatur kecepatan, tekan tombol SPEED+ (6) sampai menunjukkan kecepatan yang dikehendaki. Pada mode Auto, kecepatan mesin secara otomatis sesuai kecepatan yang telah diprogramkan semula. Ketika mesin berhenti, kecepatan akan menunjukkan pada kecepatan yang telah diprogramkan, dan dapat dirubah kembali sesuai dengan yang dikehendaki.
ika mesin dijalankan dengan Auto, setelah kecepatan mencapai pada kecepatan yang telah diprogramkan, maka kecepatan tersebut dapat dirubah dalam keadaan mesin berjalan. Untuk merubahnya tekan salah satu tombol SPEED+ atau SPEED-. Kecepatan mesin akan menjadi lambat atau cepat, dan kecepatan ini akan menjadi kecepatan yang diprogramkan meskipun mesin dihentikan. Jika mesin berjalan tanpa Auto untuk merubah kecepatan yang telah diprogramkan pada keadaan mesin berjalan, tekan salah satu tombol SPEED+ atau SPEED-, ketika tangan menekan tombol tersebut, tangan yang lain menekan tombol START. Pada saat tombol START ditekan, penunjuk kecepatan menunjukkan kecepatan yang diprogramkan sementara mesin tetap berjalan.
P
9. Tombol aparat meja penghantar
Meja penghantar akan bekerja jika tombol ini ditekan setelah me-nekan tombol START, kemudian meja panghantar akan bergerak.
10. Tombol tekanan
Tekan tombol ini untuk menghentikan proses cetak secara mendadak, sehingga pekerjaan akan berhenti dan mesin masih tetap berjalan tanpa tekanan.
11. Tombol Kompresor
Ketika tombol ini ditekan, udara kompresor akan keluar dan akan hilang/lepas ketika tombol ini ditekan kembali. Lampu pada tombol ini menunjukkan bekerjanya kompresor. Dalam kecepatan Auto, udara kompresor akankeluar secara otomatis.
12. Tombol sucker
Sucker memulai menghisap kertas ketika tombol ini ditekan setelah meja penghantar bergerak dan udara kompresor telah keluar. Lampu tombol ini menunjukkan sucker sedang bekerja. Dalam putaran Auto, sucker secara otomatis memulai menghisap kertas yang akan tercetak. Tombol ini juga berfungsi untuk menghentikan penghisapan kertas.
PANEL SAMPING KIRI MEJA PENGELUARAN
1) Tombol stop
2) Tombol inching maju 3) Tombol inching mundur 4) Tombol START
6) Tombol SPEED+ 7) Tombol SPEED- 8) Tombol Impression 9) Switch ikatan Impression
Gunakan switch ini hanya ketika memasang pelat. Jangan gunakan untuk tujuan lainnya. Atur switch ini pada posisi ON setelah ujung pelat dikunci. Kemudian tekan tombol INCH maju (2) sebentar-sebentar, sehingga impression akanmengikat (setelah mesin berputar sekali) untuk mengecek pelat telah terpasang pada silinder pelat dengan sempurna. Cek kembali posisi switch pada posisi off setelah selesai memasang pelat.
Tombol 1 sampai dengan tombol 9 sama dengan tombol 1 sampai 12 pada panel utama. Tetapi jika tombol 1 ditekan, akan mengunci dan mesin tidak bisa dijalankan tanpa melepas tombol stop seperti kedudukan semula. Melepas tombol stop, putarkan searah jarum jam.
Panel Samping Kiri Meja Pemasukan
PANEL SAMPING KANAN MEJA PENGELUARAN
A. Volume Air
Volume air mengontrol kecepatan putaran rol air untuk mengatur jarak pengambilan air pembasah. Searah jarum jam = meningkat; berlawanan arah jarum jam = menurun. Jika putaran Auto, rol air berputar pada kecepatan maximum setelah feeder berikatan.
B. Tombol kontrol rol jilat air
Tombol ini mengontrol On/Off rol jilat air. Lampu menyala menun- jukkan On. Jika putaran Auto, rol jilat air dikontrol dengan otomatis tombol operasional tidak dibutuhkan. Gunakan tombol ini ketika pengaturan cetak awal, setelah air-tinta seimbang tercapai, tombol ini harus posisi Off. Rol jilat air menjadikan lebih cepat 5 detik jika tombol AUTO atau tombol ikatan feeder ditekan.
Ketika posisi mode ‘Printing’, rol jilat air aktif selama proses cetak berlangsung, dan tidak aktif ketika lembar terakhir telah tercetak.
C. Tombol kontrol air
Tombol ini mengontrol posisi On/Off dari rol air. Bila posisi On, maka lampu akan menyala. Jika Switch MODE terletak pada posisi ‘PRINTING’, rol air kan selelu berhubungan dengan silinder pelat
ketika START ditekan. Pada mode ini, tol air akan lepas secara otomatis dari silinder pelat ketika mesin dimatikan.
D. Tombol kontrol rol jilat tinta
Tombol ini mengontrol posisi On/Off rol jilat tinta. Bila posisi On, maka lampu akan menyala. Ketika mode ‘PRINTING’, maka mesin dalam mencetak, rol jilat tinta pada posisi On, dan akan berhenti (off) ketika lembar terakhir telah tercetak.
E. Tombol control rol tinta
Tombol ini berfungsi mengontrol posisi On/Off rol tinta. Bila posisi On, maka lampu akan menyala. Jika switch mode pada panel diatur pada ‘PRINTING’, rol tinta akan bersinggungan dengan silinder pelat, dan akan berhenti (off) ketika lembar terakhir telah tercetak.
F. Switch Number
Dipergunakan untuk menghitung jumlah lembar cetakan yang telah tercetak.
CHANGE, Putar pada posisi ini jika angka akan berubah selama
penomeran. Penomeran akan berfungsi (aktif) ketika silinder tekan sedang aktif dan akan berhenti ketika silinder tekan tidak aktif.
OFF, Pilih pada posisi ini jika unit penomeran tidak dipakai atau
ketika saat pengaturan awal.
SAME, Nomer yang sama akan tercetak. Gunakan posisi ini untuk
pengaturan penomeran awal atau tujuan lain.
G. Mode Switch
atau memasang pelat.
PLATE SET, Pilih posisi ini ketika memasang pelat dan mengatur
unit penintaan. Setelah memindah pada posisi ‘PLATE SET’, tekan tombol inching maju, sehingga mesin berputar dan berhenti pada posisi yang tepat untuk tempat meletakkan ujung pelat. Demikian pula pada saat melapas pelat,terlebih dahulu diatur pada posisi ‘PLATE SET’.
WASHING, Atur pada posisi ini ketika membersihkan rol air atau
menjalankan mesin tanpa tekanan (impression). Pada posisi ini, silinder tekanan tidak boleh aktif dan rol air serta rol tinta harus diatur dengan tombol operasional.
PRINTING, Pilih posisi ini ketika akan melakukan pencetakan. Pada mode ini, silinder tekan aktif dan rol tinta/rol pembasah bekerja secara otomatis.
PENGONTROL ROL AIR
Tombol Quick rol air
? Rol air berputar dengan cepat ketika tombol ini ditekan. Gunakan tombol ini untuk mengatur keseimbangan antara tinta dan air.
? Rol air berputar sesuai dengan kecepatan yang diatur pada pengatur volume air yang terletak pada panel sisi kanan meja pengeluaran. Posisi tombol pada posisi ‘PRINTING’, ketika mesin dalam proses mencetak.
? Rol air mengakibatkan gerakan lebih cepat + 5 detik setelah feeder aktif.
PRESET CONTROL 1. Control switch
Switch ini berfungsi untuk mengontrol jumlah cetakan/lembar. Counter D menunjukkan jumlah lemabr yang sedang dicetak,apabila switch diatur pada posisi ON.
2. Preset switch
Switch ini berfungsi mengontrol jumlah cetakan. Jika preset sheet counter difungsikan, maka lampu pada B akan menyala dan mesin berhenti mencetak.
Bagaimana mengeset Preset Counter?
? Ambil penutup sheet counter.
? Tekan ke bawah penyetel kecil E sambil menekan tombol reset A. Preset counter C akan terlihat.
? Tarik penyetel kecil F maju.
? Atur nomor yang diminta dengan menekan penyetel kecil F. Setelah penyetelan, simpan kembali penyetel kecil F.
? Tekan penyetel kecil E smbil menekan reset tombol A.
alam melakukan pencetakan, sebelumnya terlebih dahulu melakukan penyetelan-penyetelan pada beberapa unit. Unit-unit yang harus disetel pada mesin ofset adalah :
1) Unit penempatan kertas 2) Unit acuan cetak
3) Unit pembasah 4) Unit penepat depan 5) Unit double detector 6) Unit penepat samping 7) Unit penintaan
8) Unit meja penghantar 9) Unit pengeluaran
PENEMPATAN KERTAS
Setiap mesin biasanya dilengkapai dengan dua meja atau papan penempatan kertas yang akan dicetak. Satu digunakan pada waktu mencetak dan yang lain akan digunakan sebagai cadangan untuk memprsiapkan kertas baru untuk menggantikan
papan yang lama bila sudah habis kertasnya. Pada waktu mesin bekerja, papan tersebut akan naik seirama dengan berkurangnya kertas yang tercetak. Pada mesin-mesin tertentu pengisian dan penggantian papan kertas dapat berlangsung tanpa menghentikan mesin. Untuk itu mesin dilengkapi denga peralatan khusus yang disebut non-stop feeder. Tempatkan kertas di atas meja pemasukan, titik tengah tumpukan
kertas terletak menjauh 3 sampai dengan 5 mm dari titik tengah mesin. Jarak penarikan kertas oleh penepat samping lebih kurang 3 sampai dengan 5 mm.
PEMASANGAN PELAT
asangkan pelat cetak yang akan dicetak pada silinder acuan cetak dengan ketebalan pelat dan lembaran bantalan = 0,30 mm. Teliti kembali kalau acuan yang akan dipasang masih terlindungi dengan spare gum, supaya tidak tergores ketika melakukan pemasangan pelat. Untuk melakukan pemasangan pelat, ikuti langkah-langkah berikut:
?
Bersihkan silinder pelat sebelum pemasangan pelat dilakukan.?
Atur Mode pada posisi “Plate Set” pada panel sebeleh kiri meja pengeluaran.?
Tekan tombol “Forward Inching” pada panel sebelah kiri meja pengeluaran. Mesin berputar dan berhenti pada posisi yang tepat, sehingga ujung tempat meletakkan pelat kelihatan.?
Masukkan batang pengunsi ke dalam lobang pengunci (3) kea rah kanan atau kiri dan putar ke atas, maka penjepit akan membuka.?
Masukkan ujung pelat ke dalam penjepit dan putar ke abwah untuk mengencangkan pelat. Kedua penjepit ini dihubungkan melalui poros, Anda dapat menggunakan salah satu lobang sebelah kiri atau kanan.?
Letakkan lembar bantalan antara pelat dan silinder pelat jika diperlukan.?
Atur switch “Imporession engage” pada panel sebelah kiri meja pengeluaran pada posisi “OIO”.?
Gerakkan mesin dengan menekan tombol “Forward inching” pada panel sebelah kiri meja pengeluaran secara beruntun sambil tangan kanan memegang ujung pelat. Tekan secara beruntun tombol ‘Inch”samapai pelat terpasang seluruhnya. Silinder tekan akan bekerja secara otomatis.
?
Membuka ujung penjepit dengan cara sama seperti nomor c diatas.?
Masukkan ujung pelat ke dalam penjepit. Kencangkan ujung penjepit dengan menggunakan batang pengunci.?
Kendurkan baut 1. Kencangkan ketiga baut 2 supaya posisi pelat meregang.?
Gerakkan mesin dengan inching untuk satu kali putaran. Kencangkan baut 2 sekalai lagi. Kencangkan baut 1 pada kedua ujung, baik depan maupun belakang.?
Pindahkan switch pada “Impression engage” ke posisi “O”, dan tekan tombol inching sehingga mesin berputar maju beberapa kali.?
Kontrol kembali bahwa pelat telah terpasang dengan sempurna.Silider Pelat
MEMASANG ROL AIR (UNIT PEMBASAHAN)
ujuan dari pembasahan dalam cetak offset untuk membuat supaya pada waktu mesin mencetak, pelat selalu dalam keadaan
lembab (basah). Karena permukaan pelat yang tidak ada gambarnya bersifat menarik air, dengan sendirinya akan menolak tinta.
Air pembasah ditempatkan dalam sebuah bak air. Pada baik air ini terdapat rol yang dibungkus kain blacu atau bahan lain yang lebih kuat, untuk memudahkan meresapnya air. Banyaknya air yang diperlukan pelat cetak dapat diatur dengan menambah atau mengurangi kecepatan putaran rol pada bak air, atau dengan rol penahan (water stops) yang dapat ditempatkan pada rol bak air, bila dianggap perlu. Sebelum rol dipasang, rol tersebut dibasahi dengan air dan tekan/goreskan pelat tipis pada kain moleton. Pasangkan rol air yang telah dibungkus kain moleton dengan serat moleton yang saling berlawanan arah.
PENGATURAN PENEPAT DEPAN
ntara meja penghantar kertas (feed table) dengan silinder penekan pada mesin tertentu terdapat drum atau tromol penepat kertas. Pada waktu kertas sudah sampai pada penepat depan (front guides), kertas berhenti sejenak (slow down), kemudian dengan peralatan mekanis pada drum penepat, diteruskan ke silinder penekan. Adanya drum penepat ini dimaksudkan untuk menjamin ketepatan cetak. Jarak antara penjepit kertas pada drum dengan meja penghantar dapat diatur. Mesin dilengkapi dengan 4 buah penepat depan. Tetapi biasanya yang dipakai cukup hanya 2 buah penepat depan saja, penapat lainnya agar tidak diaktifkan/dibebaskan. Namun demikian, jika mencetak kertas tipis, keempat penepat depan tersebut dipakai seluruhnya, hal ini dilakukan untuk mencegah kertas dari ketidaktepatan. Untuk mengatur penepat depan dapat dilakukan langkah sebagai berikut:
1) Atur dua penepat depan yang akan dipakai baik di bagian dalam maupun yang paling luar. Marjin penjepit dapat diatur 1 mm (0,04”) maju atau mundur.
+ : marjin penjepit bertambah - : marjin penjepit berkurang
2) Tekan tombol feeder pada panel utama. 3) Mesin diinchingkan sampai feeder aktif.
4) Setelah feeder aktif, mesin diinchingkan sampai penepat depan bergerak turun pada posisi yang tepat. Lakukan hal ini dengan hati-hati.
5) Masukkan dua lembar kertas yang akan dicetak sampai ujung kertas menyentuh penepat depan.
6) Kendurkan mur pengunci penepat.
7) Atur ketinggian penepat depan dengan mengatur mur penepatnya sampai dua lembar kertas tersebut dengan mudah dapat ditarik ke luar.
8) Kencangkan kembali penguci penepatnya.
PENGATURAN DOUBLE FEED DETECTOR
ungsi dari pengaturan double feed detector adalah untuk mencegah masuknya kertas rangkap. Bila menggunakan peralatan ini, maka kertas yang masuk akan berhenti secara otomatis ketika terjadi kertas rangkap, silinder tekan tidak aktif dan kecepatan mesin akan berkurang. Untuk melakukan double feed detector dapat dilakukan