• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Kegiatan Ekonomi

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, manusia melakukan berbagai

kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi manusia dilakukan dengan didorong oleh

prinsip dan motif ekonomi tertentu (Apridar, 2010). Hal ini terlihat dalam konsep

dibawah ini :

Motif ekonomi

Tindakan ekonomi

Tiga Kegiatan

ekonomi

Prinsip ekonomi

Produksi

Distribusi

Konsumsi

Didasari oleh:

1.

Motif keuntungan

2.

Motif kekuasaan

2.4.1. Tindakan Ekonomi

Setiap kegiatan yang dilakukan manusia ditujukan untuk memenuhi

kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia beraneka ragam dan apabila semua

kebutuhan itu telah terpenuhi maka tercapailah kemakmuran. Untuk mencapai

kemakmuran tergantung dari kebutuhan dari setiap orang, dan untuk memenuhi

kebutuhan tersebut tergantung dari pendapatan yang mereka miliki. Walaupun

dengan pendapatan yang terbatas manusia berusaha dengan bijaksana untuk mengatur

pengeluarannya. Tindakan yang dilakukan manusia tentu ada yang mendorongnya.

Apa yang mendorong tindakan ekonomi mereka? tindakan mereka didorong oleh

kekuatan yang ada pada diri mereka. Kekuatan yang ada dalam diri manusia untuk

melakukan tindakan atau kegiatan disebut motif. Motif ini ada yang berasal dari

dalam diri yang disebut motif intrinsik dan ada juga yang berasal dari luar diri

manusia yang disebut dengan motif ekstrinsik. Dalam tindakan ekonomi yang

dilakukan manusia berasal dari diri sendiri maupun berasal dari luar diri manusia

(Apridar, 2010).

Manusia melakukan berbagai macam tindakan agar semua kebutuhannya

terpenuhi dan dapat mencapai kemakmuran. Segala kegiatan manusia untuk

memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya disebut dengan tindakan ekonomi. Kegiatan

ekonomi meliputi tiga hal yaitu kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.

Kegiatan ekonomi manusia tentu saja harus rasional agar mendapatkan hasil yang

maksimal. Kegiatan yang rasional adalah kegiatan dilakukandengan pikiran dan akal

yang sehat. Sebagai contoh sebagai pengusaha dalam menghasilkan barang, tentu

harus mempertimbangkan tentang bahan baku yang murah dan berkualitas, tenaga

kerja yang murah tetapi terampil sehingga hasil produksi itu berkualitas dengan harga

yang murah. Apabila produsen dalam menghasilkan barang tidak melihat bahan baku

dan tenaga kerja maka hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

2.4.2. Motif Ekonomi

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kekuatan yang mendorong manusia

melakukan kegiatan ekonomi disebut motif. Keinginan atau alasan yang mendorong

manusia untuk melakukan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi. Tindakan

manusia selau didorong oleh suatu keinginan. Hal itu berlaku pada semua tindakan

manusia tanpa kecuali. Oleh karena itu, kegiatan manusia tidak terlepas dari dorongan

untuk memenuhi suatu kebutuhan atau keinginan (Apridar, 2010).

Keinginan atau motif yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi ada

bermacam-macam. Secara garis besar motif ekonomi dapat dibedakan menjadi empat

macam,yaitu:

1. Motif untuk memenuhi kebutuhan.

2. Motif untuk berbuat sosial.

3. Motif untuk memperoleh penghargaan.

4. Motif untuk memperoleh kekuasaan (kekuasaan).

1.

Motif untuk Memenuhi Kebutuhan

Motif paling penting yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi,

yaitu ingin memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Setiap

aktivitas yang dilakukan manusia dengan harapan dapat memperoleh

penghasilan. Penghasilan itulah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Apabila penghasilannya tidak mencukupi maka berusaha mendapatkan

penghasilan tambahan dengan melakukan kegiatan ekonomi lainnya.

2.

Motif Berbuat Sosial

Rasa kemanusiaan selalu ada pada setiap orang. Selain ingin memenuhi

kebutuhan manusia punya keinginan untuk menolong orang lain atau ingin

membantu sesama manusia. Sebagai contoh, seorang guru selain mengajar di

sekolah ia juga membuka les di rumah dengan harapan ingin mendapat

tambahan penghasilan juga ada keinginan untuk membantu siswa dalam

belajar. Apa yang dapat kamu lakukan untuk motif ini? pernahkah kamu

membantu orang lain dengan kemampuan yang kamu miliki? apabila kamu

ingin menolong orang lain harus dari niat diri sendiri bukan atas dorongan dari

orang lain. Ada banyak cara kegiatan yang dilakukan dengan motif sosial ini.

Contoh lain, kamu membantu orang lain misalnya dengan menyumbangkan

baju yang tidak terpakai.

Selain motif memenuhi kebutuhan dan motif sosial ada keinginan lain dari

manusia, yaitu untuk mendapatkan penghargaan. Penghargaan yang dimaksud

bukan sekedar mendapat pujian atau piagam tetapi juga ingin status sosial

yang lebih tinggi dari masyarakat sekitar. Kita bisa melihat orang yang ada di

sekitar kita, selain mempunyai harta yang melimpah melebihi orang yang ada

di sekitarnya ia berharap memperoleh penghargaan atau menjadi orang

terpandang dalam masyarakat.

4.

Motif untuk Mendapat Kekuasaan

Motif lain yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah

motif memperoleh kekuasaan. Kekuasaan ini merupakan kekuasaan tindakan,

prinsip, dan motif ekonomi untuk diri sendiri. Sebagai manusia memang tidak

puas terhadap apa yang diperoleh. Ini memang wajar kalau kita melakukan

kegiatan dan usaha ini berhasil maka yang dilakukan selanjutnya adalah

mengembangkan usaha itu.

2.4.3. Prinsip Ekonomi

Kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan setiap waktu selalu bertambah,

sedang alat pemuas kebutuhan yang tersedia terbatas. Oleh karena itu, agar manusia

dapat memenuhi kebutuhan pada kepuasan yang maksimal maka manusia harus

memilih. Tindakan memilih ini perlu dilakukanoleh siapa saja baik produsen,

distributor maupun konsumen. Kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan produksi,

distribusi, dan konsumsi harus mendasarkan kegiatannya pada prinsip ekonomi. Bagi

pelaku produksi tindakan yang dilakukan harus menggunakan bahan baku yang

bagus, tenaga kerja yang terampil, mesin yang modern, sehingga dalam melakukan

proses produksi dapat efisien dan barang hasil produksinya berkualitas. Bagi

distiributor berusaha agar barang yang disalurkan tepat sasaran. Dan bagi konsumen

dapat membeli barang dengan harga yang murah dan kualitas bagus (Case, 2008).

Berdasarkan uraian tersebut, jelaslah bahwa semua kegiatan ekonomi manusia

harus berdasar pada prinsip ekonomi. Apa yang dimaksud prinsip ekonomi? Berikut

ini ada beberapa pengertian prinsip ekonomi pada umumnya (Case, 2008).

1.

Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk

mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya.

2.

Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan yang kita keluarkan untuk

mendapatkan hasil yang sesuai dengan diharapkan.

3.

Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan alat yang tersedia untuk memperoleh

hasil yang maksimal.

Bahkan dalam dunia usaha prinsip ekonomi berhubungan dengan sebutan

efisien dan efektif. Efisien artinya ketepatan agar tidak terjadi pemborosan dan efektif

artinya apa yang dilaksanakan tepat untuk mencapai target tertentu. Prinsip ekonomi

baik sekali digunakan dalan segala kegiatan ekonomi, baik kegiatan produksi,

distribusi maupun konsumsi. Orang yang berpedoman pada prinsip ekonomi selalu

melakukan pertimbangan-pertimbangan sehingga pengorbanan kita dapat

memperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi dapat diterapkan dalam kegiatan

ekonomi. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan-kegiatan ekonomi itu tentu saja

dengan tujuan yang berbeda. Di bawah ini contoh penerapan dalam kegiatan ekonomi

(Apridar, 2010).

1. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi, antara lain:

a.

Menggunakan bahan mentah atau bahan baku dengan mutu baik dengan harga

murah.

b.

Mendirikan tempat perusahaan yang dekat dengan bahan mentah/bahan baku.

c.

Menggunakan tenaga kerja yang terampil.

d.

Menggunakan mesin yang modern dengan harga murah tetapi produktif.

e.

Harus selalu hemat baik itu dana ,jam kerja, ataupun tenaga kerja.

2. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi, antara lain:

a. Membeli barang pada produsen yang tepat.

b. Menyalurkan barang dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat

tempat.

c. Menempatan perusahaan diantara produsen dan konsumen.

d. Meningkatkan mutu pelayanan.

e. Menggunakan sarana distribusi yang murah.

3. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi,antara lain:

a. Membeli barang dengan memilih terlebih dahulu.

c. Memilih barang yang kualitas bagus.

d. Membeli barang sesuai dengan yang direncanakan.

e. Setiap awal bulan membuat daftar kebutuhan berdasar skala prioritas.

f. Berusaha mencari tambahan penghasilan.

Penerapan prinsip ekonomi sangat penting apalagi di era globalisasi, dimana

semua barang secara bebas masuk dan keluar dari dalam negeri. Pada saat seperti ini

produsen dituntut dapat menghasilkan barang yang berkualitas dengan harga yang

bersaing. Tugas produsen ini sangat berat, tetapi harus tetap dilaksanakan agar barang

hasil produksinya dapat terjual. Begitu juga distiributor harus melakukan penyaluran

dengan efektif dan efisien. Sebaiknya distributor menggunakan saluran distribusi

yang tepat (Case, 2008).

2.5. Pengetahuan (Knowledge)

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui

pancaindra manusia yaitu indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan

raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

Pengetahuan (knowledge) apa yang diketahui dalam kamus bahasa Indonesia

disebutkan bahwa pengetahuan atau tahu adalah mengerti sesudah dilihat atau

sesudah menyaksikan, mengalami setelah diajari (Notoatmodjo, 2003).

Pengetahuan yang dimaksud disini adalah pengetahuan guru sekolah dasar

dalam memililih makanan yang mengandung bahan tambahan makanan. Dengan

pengetahuan yang cukup diharapkan dapat memberi pengaruh yang baik terhadap

tindakan guru sekolah dasar dalam memilih makanan yang aman dan sehat.

Manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kebutuhan kelangsungan

hidupnya. Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan 2 hal utama

yaitu (Mar’at, 1981) :

a.

Manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan

jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut.

b.

Manusia mempunyai kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka tertentu.

Dalam domain kognitif, pengetahuan mempunyai 6 (enam) tingkatan yaitu

(Notoatmodjo, 2003) :

1.

Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall)

sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang

telah diterima.

2.

Memahami (Comprehension)

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar

tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara

benar

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yng telah

dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini diartikan

sebagai aplikasi atau pengunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dsb dalam

konteks atau situasi yang lain.

4.

Analisis (Analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek

kedalam komponen-komponen tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi dan

masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari

penggunaan kata kerja seperti dapat menggambarkan (membuat bagan),

membedakan, memisahkan, mengelompokkan dsb.

5.

Sintesis (Synthesis)

Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi

baru dari formulasi-formulasi yang ada.

6.

Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan utnuk melakukan justifikasi atau

penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada

suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang

telah ada.

Untuk pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau

angket yang menayankan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian

atau responden. Untuk mengetahui kedalaman pengetahuan yang ingin diketahui atau

diukur, dapat kita sesuaikan dengan tindakan tersebut diatas (Notoatmodjo, 2003).

Menurut Rogers (1947) dikutip dari Notoatmodjo (2003) mengungkapkan bahwa

sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru) di dalam diri orang

tersebut terjadi proses berurutan yakni :

1.

Awarness (kesadaran) yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui

stimulus (objek) terlebih dahulu.

2.

Interest yakni orang mulai tertarik kepada stimulus.

3.

Evaluation (menimbang-nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi

dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.

4.

Trial , orang telah mencoba perilaku baru.

5.

Adoption , subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran

dan sikapnya terhadap stimulus.

2.6. Landasan Teori

Penyalahgunaan pemakaian formalin dan boraks dalam mie bakso merupakan

perilaku yang menyimpang. Seperti yang dikatakan oleh Robert Kwick (1974) bahwa

perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan

dipelajari. Perilaku tidak sama dengan sikap. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku

manusia. Dalam proses pembentukan dan atau perubahan, perilaku dipengaruhi oleh

beberapa faktor yang berasal dari dalam dan dari luar individu itu sendiri. Faktor –

faktor tersebut antara lain : pengetahuan, motivasi, emosi, proses belajar, dan

lingkungan.

Menurut Davis (1985) motif dimengerti sebagai ungkapan kebutuhan

seseorang ; karenanya motif bersifat pribadi dan internal. Apabila digambarkan secara

sederhana, hubungan antara kebutuhan dengan pengetahuan dapat diikhtisarkan

dalam model motivasi sebagai berikut :

Gambar 2.2. Variabel yang Memengaruhi Perilaku

Kebutuhan

individu

Keinginan

Motivasi

Tindakan

Pengetahuan

Lingkungan

Faktor dari

dalam (intern) :

Pengetahuan

Kecerdasan

Persepsi

Emosi

Motivasi

Faktor dari luar

(ekstern):

Lingkungan fisik

Lingkungan non fisik

(iklim, sosial ekonomi,

kebudayaan)

Dokumen terkait