BAB II KAJIAN TEORITIS
2.5 Layanan Sirkulasi
2.5.3 Kegiatan Layanan Sirkulasi
Dalam layanan sirkulasi ada beberapa kegiatan yang harus di laksanakan denan baik seperti yang di kemukakan oleh Sjahrial-Pamuntjak (2000, 98) menyebutkan kegiatan pelayanan sirkulasi ini meliputi:
1. Keanggotaan 2. Peminjaman 3. Pengembalian
4. Perpanjangan waktu pinjam 5. Penagihan
6. Pemberian sanksi
7. Memberikan keterangan bebas/bersih pinjaman kegiatan tersebut akan diuraikan pada uraian berikut:
a. Keanggotaan
Keanggotaan merupakan tanda bukti bahwa pengguna perpustakaan sudah mendaftarkan dirinya sebagai anggota perpustakaan. Keanggotaan ini menunjukkan bahwa pemegangnya mempunyai hak untuk fasilitas perpustakaan, membaca dan meminjam bahan pustaka yang ada diperpustakaan.
Menurut Sutarno (2003, 98) pendaftaran anggota berguna untuk:
a) Mengetahui jati diri peminjam, memperlihatkan tanggung jawab untuk mengamankan milik perpustakaan dan melindungi hak pembaca yang lain, yang memungkinkan ingin mempergunakan dengan baik.
b) Mengukur daya guna perpustakaan bagi mereka yang dilayaninya.
c) Mengukur kedudukan sosialnya dengan jalan mengetahui jumlah buku yang dipinjam oleh para pembaca.
d) Mengetahui golongan peminjaman untuk mengetahui pula kebutuhan mereka, selera yang sesuai dapat dipergunakan sebagai data perbandingan dengan perpustakaan lain, kemudian meningkatkan.
Dalam Buku Pengelolaan Perpustakaan yang diedit oleh Rahayuningsih (2007, 96) dinyatakan bahwa “keanggotaan intern dan ekstern. Anggota intern yaitu anggota yang terdiri dari orang yang berkaitan langsung dengan lembaganya, sedangkan anggota ekstern yaitu anggota yang terdiri dari orang yang tidak berkaitan langsung dengan lembaganya”.
Sedangkan Sulistyo-Basuki (1993, 257) menyatakan bahwa “pada perpustakaan perguruan tinggi, biasanya kartu mahasiswa yang masih sahih merangkap sebagai kartu anggota”.
Setiap anggota mempunyai kewajiban yang harus ditaati dan dipatuhi sesuai dengan ketentuan, tata tertib dan peraturan yang berlaku di perpustakaan.
b. Peminjaman
Peminjaman koleksi merupakan salah satu kegiatan utama bagian sirkulasi. Kegiatan peminjaman adalah suatu proses pencatatan transaksi yang dilakukan oleh petugas perpustakaan dengan pengguna pada saat pengguna meminjam koleksi. “Bila anggota ingin meminjam buku baru, anggota berhubungan dengan bagian sirkulasi” (Sulistyo-Basuki 1993, 257).
Dalam Buku Pengelolaan Perpustakaan yang diedit oleh Rahayuningsih (2007, 96) menyatakan bahwa “peminjaman adalah suatu proses pencatatan transaksi yang dilakukan oleh petugas perpustakaan dengan pengguna pada saat pengguna meminjam koleksi”.
Sedangkan dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman (2004, 74) dinyatakan bahwa prosedur peminjaman bahan pustaka adalah sebagai berikut:
1. Pengguna menunjukan tanda pengenal sebagai anggota perpustakaan.
2. Petugas memeriksa tanda pengenal pengguna.
3. a. Pada perpustakaan yang menganut sistem tertutup, langkah ketiga berlangsung sebagai berikut:
i. Pengguna menyerahkan formulir permintaan peminjaman yang telah diisi
ii. Petugas mencari bahan sesuai dengan data yang tertulis dalam formulir
b. Pada perpustakaan yang menganut sistem terbuka, langkah ketiga berlangsung sebagai berikut:
i. Pengguna menyerahkan bahan perpustakaan yang telah dipilihnya
ii. Petugas mencatat nomor anggota dan tanggal kembali pada kartu buku yang tersimpan pada kantong buku
iii. Petugas mencatat nomor anggota dan tanggal bahan perpustakaan itu harus dikembalikan pada lembar tanggal kembali
iv. Petugas mencatat kode bahan perpustakaan dan tanggal kembali
4. Pengguna membubuhkan tanda tangan pada kartu bahan perpustakaan
5. Petugas menyerahkan bahan perpustakaan tersebut pada pengguna 6. Petugas menyusun kartu buku dalam kotak sebagai berikut:
i. Menurut tanggal kembali bahan perpustakaan, kemudian
ii. Setiap kumpulan kartu dengan tanggal kembali yang sama, disusun menurut urutan kode bahan perpustakaan
7. Petugas menyusun kartu pinjam dalam kotak kartu pinjam menurut nama pengguna, kemudian menurut urutan nomor tanda pengenal.
Berdasakan uraian di atas dapat di pahami bahwa peminjaman adalah suatu proses pencatatan transaksi yang dilakukan oleh petugas perpustakaan dengan pengguna pada saat pengguna meminjam koleksi dan prosedur peminjaman meliputi Pengguna menunjukan tanda pengenal, Petugas memeriksa tanda pengenal dan lainya.
c. Pengembalian
Buku yang dipinjam pengguna harus dikembalikan ke perpustakaan.
Pengembalian bahan pustaka tersebut harus tepat pada waktunya, agar pengguna yang lain dapat memanfaatkan bahan pustaka tersebut. Dalam Buku Pengelolaan Perpustakaan yang diedit oleh Rahayuningsih (2007, 96) dinyatakan bahwa
“kegiatan pengembalian adalah kegiatan pencatatan bukti bahwa pengguna telah mengembalikan koleksi yang dipinjamnya”.
Sedangkan dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004, 81), dinyatakan bahwa tahapan kerja yang dilakukan oleh perpustakaan dalam prosedur pengembalian bahan perpustakaan adalah:
1. Memeriksa keutuhan buku dan tanggal kembali pada lembar tanggal kembali setelah pengguna menyerahkan bahan perpustakaan yang akan dikembalikan.
2. Mengambil kartu buku berdasarkan tanggal kembali.
3. Mengambil kartu pinjaman dari kotak kartu pinjaman berdasarkan nomor anggota yang tertera pada kartu buku.
4. Membubuhkan stempel tanda “kembali” pada kartu buku, lembar tanggal kembali, dan kartu pinjaman.
5. Mengembalikan kartu buku pada kantong buku.
6. Mengembalikan kartu pinjam kedalam kotak kartu buku.
7. Mengelompokkan buku menurut kode bukunya untuk dikembalikan ke rak.
8. Memilih buku:
a. Yang rusak tetapi masih dapat diperbaiki diletakkan pada satu tempat untuk dikirim ke unit perawatan
b. Yang rusak dan tidak dapat diperbaiki diletakkan pada tempat lain untuk disiangi.
Berdasakan uraian di atas dapat di pahami bahwa pengembalian merupakan kegiatan pencatatan bukti bahwa pengguna telah mengembalikan koleksi yang dipinjamnya.
d. Perpanjangan waktu
Perpanjangan waktu peminjaman tergantung kepada kebijakan perpustakaan, ada perpustakaan yang memberikan perpanjangan sebanyak dua kali dan ada juga hanya memberikan satu kali saja. Dalam Buku Pengelolaan Perpustakaan yang diedit oleh Rahayuningsih (2007, 96) menyatakan bahwa
“kegiatan perpanjangan adalah kegiatan pencatatan kembali koleksi yang pernah dipinjam sesuai kurun waktu yang ditentukan”.
Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004, 82) dinyatakan bahwa prosedur perpanjangan masa pinjam yaitu:
a. Pengguna membawa bahan yang dipinjam ke meja layanan b. Petugas memeriksa formulir pemesanan
c. Jika tidak ada yang memesan, petugas membubuhkan tanggal kembali yang baru pada lembar tanggal kembali (untuk perpanjangan sistem manual, tanggal kembali baru perlu juga dibubuhkan pada kartu pinjam dan kartu buku)
d. Jika ada yang memesan, petugas tidak memberikan perpanjangan.
Dari prosedur peminjaman di atas dapat diketahui bahwa koleksi yang akan di perpanjang oleh pengguna harus melalui tahap pengecekan daftar pemesanan koleksi.
e. Penagihan
Penagihan koleksi dilakukan terhadap pengguna yang telat dan habis masa peminjaman. Dalam Buku Pengelolaan Perpustakaan yang diedit oleh Rahayuningsih (2007, 96) menyatakan bahwa “kegiatan penagihan adalah kegiatan pemberitahuan kepada peminjam untuk meminta kembali koleksi yang dipinjam karena telah melampaui batas waktu peminjaman”.
Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004, 83) dinyatakan bahwa prosedur penagihan berlangsung sebagai berikut:
1. Petugas memeriksa keterlambatan pengembalian berdasarkan tanggal kembali bahan perpustakaan; pekerjaan ini harus dilakukan setiap hari.
2. Petugas membuat surat penagihan rangkap dua; lembar pertama dikirimkan kepada peminjam, sedangkan lembar kedua disimpan sebagai pertinggal.
3. Bila bahan pustaka dikembalikan setelah ditagih, petugas memprosesnya berdasarkan proses pengembalian.
Berdasarkan uraian di atas dapat dinyatakan bahwan penagihan merupakan kegiatan yang penting dikarenakan dengan adanya penagihan makan buku yang mengalami keterlambatan pengembalian akan di tagih kepada yang meminjam.
f. Pemberian sanksi
Sanksi diberikan kepada pengguna yang melakukan pelanggaran peraturan perpustakaan. Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman (2004, 83) dinyatakan bahwa, sanksi dikenakan kepada pengguna yang
1. Terlambat mengembalikan bahan perpustakaan
2. Mengembalikan bahan perpustakaan dalam keadaan rusak
3. Membawa bahan perpustakaan dari perpustakaan tanpa melalui prosedur yang benar
4. Menghilangkan bahan perpustakaan 5. Melanggar tata tertib perpustakaan
Selanjutnya dalam buku terebut (2004, 83-84) diuraikan bahwa antara lain:
1. Denda
2. Sanksi administratif misalnya tidak boleh meminjam bahan perpustakaan dalam waktu tertentu
3. Sanksi akademik, berupa pembatalan hak dalam kegiatan belajar-mengajar.
Prosedur pemberian sanksi dilaksanakan sebagai berikut:
1. Petugas menetapkan tingkat pelanggaran pengguna
2. Berdasarkan tingkat pelanggaran tersebut, petugas menetapkan sanksinya
3. Untuk sanksi administratif, petugas langsung menyelesaikannya menurut peraturan perpustakaan
4. Untuk sanksi akademik, kepala perpustakaan mengusulkan kepada pimpinan perguruan tinggi agar memberi sanksi kepada pengguna tersebut.
Dengan adanya sanksi dimaksudkan untuk menanamkan disiplin bagi para pengguna dan petugas perpustakaan agar peredaran buku dapat dilakukan seadil-adilnya diantara para pembaca, terutama kalau koleksi perpustakaan terbatas.
g. Penerbitan keterangan bebas/bersih pinjaman
Keterangan bebas pinjam merupakan suatu kegiatan yang di lakukan oleh peminjam kepada pustakawan, hal ini dilakukan agar peminjam tidak lagi mempunyai pinjaman dan tidak di kenakan denda.
Dalam Buku Pengelolaan Perpustakaan yang diedit oleh Rahayuningsih (2007, 96) menyatakan bahwa “kegiatan pemeriksaan bahwa pengguna tidak lagi mempunyai pinjaman dan denda, serta pemberian tanda bukti bahwa pengguna telah bebas dan tidak mempunyai tanggungan apapun pada perpustakaan”.
Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman (2004, 84) dinyatakan bahwa pemberian surat keterangan bebas pinjaman dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
1. Pengguna yang membutuhkan keterangan bebas pinjaman menyerahkan tanda pengenal
2. Petugas mengambil kartu pinjam berdasarkan nomor anggota yang tertera pada tanda pengenal
3. Petugas memeriksa ada tidaknya pinjaman yang belum dikembalikan pada kartu pinjam
4. Kartu pinjam yang menunjukkan bahwa pengguna tidak mempunyai pinjaman distempel bebas pinjaman
5. Petugas mengisi tanda bukti bebas pinjaman dengan identitas pengguna
Dapat di pahami bahwa kegiatan layanan sirkulasi dimulai dari pemustaka memperlihatkan kartu anggota yang masih berlaku, kemudian tenaga pustakawan mencabut kartu buku dari kantong buku, mencatat nama pemustaka, dan dicap tanggal pengembalian buku, lalu disimpan pada file kartu-kartu yang disusun menurut abjad nama buku yang sedang di pinjam sehingga dapat mudah ditemukan kembali.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk melakukan suatu penelitian. Penelitian ini adalah termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2011, 2) menyatakan “metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini ada metode deskriptif. Pada penelitian ini penulis menjelaskan seluruh data yang di dapat di lokasi penelitian dan berdasarkan pendapat para ahli.
Penelitian ini adalah persepsi pengguna terhadap layanan sirkulasi perpustakaan STIPAP-LPP Medan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan yang beralamat di Jl. Willem iskandar / Jl. Pancing, Medan.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi merupakan objek yang digunakan dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono (2011, 80) menyatakan “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Dalam penelitian ini sebagai populasinya adalah seluruh mahasiswa STIPAP yang terdaftar sebagai anggota aktif perpustakaan yang berjumlah 1.273 orang, yang rinciannya adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1 : Jumlah Anggota Aktif Perpustakaan
No. Program Studi Jumlah
1 Budidaya Perkebunan 943
2 Teknik Pengolahan Hasil Perkebunan 330
Jumlah 1.273
Sumber: Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan
3.3.2 Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang di jadikan subjek atau objek penelitian. Menurut Sugiyono (2011, 81) menyatakan “sampel adalah bagian dari jumlah dan karaktreristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Untuk menghitung ukuran banyaknya sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Slovin, yaitu :
Rumus Slovin:
Keterangan:
n = ukuran sampel N = populasi
e = taraf kesalahan sebesar 10%
sesuai dengan rumus Slovin, maka diperoleh sampel penelitian adalah :
n =
1.273 1 + 1.273 (0,1)2
n =
1.273 1 + 1.273 (0,01)
n =
1.273 1 + 12.73 n = 1.273 13.73 n = 93 orang
Berdasarkan rumus Slovin dapat diketahui jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 94 0rang. Karena populasi berstrata secara proportionate, maka teknik yang digunakan untuk menentukan individu sampel adalah dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota/ unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Penentuan ukuran sampel berdasarkan strata adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 : Penentuan Ukuran Sampel Berdasarkan Strata.
NO Poram Studi Sub Populasi Sampel
1 Budidaya Perkebunan 943
2 Teknik Penglahan Hasil Pekebunan 330
Jumlah 1.273 93
3.4 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data primer, yaitu data yang diperoleh dari responden melalui penyebaran kuesioner.
2. Data sekunder, yaitu data yang mendukung data primer yang bersumber dari buku, jurnal, majalah serta dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.5 Instrumen Penelitian
Dalam suatu penelitian sangat penting adanya instumen penelitian dikarenakan instrumen penelitian merupakan kegiatan mengumpulkan data agar menjadi lebih mudah.
Menurut Arikunto (2005, 101), bahwa Instrumen penelitian adalah “alat yang dipilih dan digunakan oleh penulis dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya”. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan secara tertulis kepada responden untuk
dijawabnya. Sehubungan dengan hal diatas Sugiyono (2005, 162) menyatakan bahwa “Kuesioner yang digunakan dalam hal ini adalah kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tingal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden”. Dalam penelitian ini kuesioner yang di gunakan adalah kuesioner tertutrup.
3.6 Kisi-kisi Kuesioner
Untuk mengetahui apa yang akan di tanyakan kepada responden maka diperlukan terlebih dahulu membuat kisi-kisi kuesioner agar masalah yang diteliti dan data yang diperoleh sesuai. Menurut Arikunto (2005, 138), bahwa kisi-kisi kuesioner adalah : “Sebuah tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebutkan dalam baris dengan hal-hal yang disebutkan dalam kolom”.
Adapun kisi-kisi kesioner dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut.
Tabel 3.3 : Indikator Kuesioner
Variabel Indikator No. Item Jumlah Item
Layanan
7. memberikan keterangan bebas pinjaman
Teknik pengumpulan data merupakan langkah awal yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang di tetapkan. Oleh karena itu penelitian metode pengumpulan data harus di lakukan dengan tepat dan benar Sugiyono, (2011, 224).
Dalam pengumpulan data penelitian, teknik yang digunakan yaitu dengan kuesioner yaitu memberikan daftar pertanyaan kepada responden penelitian dan juga melakukan studi kepustakaan yaitu mengumpulkan data yang bersumber dari buku, jurnal, majalah, dan dokumen lainnya serta melakukan pengamatan langsung ke lokasi di lakukannya penelitian
3.8 Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan dengan menggunakan statistic deskripsif. Menurut Sugiyono (2012, 199), bahwa teknik analisis data adalah “ Mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variable dari seluruh responden, menyajikan data tiap variable yang telah diteliti, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah”.
Untuk menghitung presentase jawaban yang diberikan responden digunakan rumus berikut :
P = x100%
Keterangan:
P = Persentase
n = Jumlah responden
Untuk menafsirkan besarnya persentase yang didapat dari tabulasi data, menulis menggunakan metode penafsiran yang dikemukakan oleh Arikunto (2005. 57), adalah :
0 % = Tidak ada satupun
1,00 % - 24,99 % = Sebagian kecil 25,00 % - 49,99 % = Hampir setengah
50,00 % = Setengah
51,00 % - 74,99 % = Sebagian besar 75,00 % - 99,99 % = Pada umumnya
100 % = Seluruhnya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Pengumpulan data responden dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 93 orang. Responden dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan. Untuk mengetahui persepsi pengguna tehadap layanan sirkulasi perpustakaan STIPAP, maka penelitian ini menggunakan 7 indikator kegiatan layanan sirkulasi yang dikemukakan oleh Sjahrial Pamuntjak. Keanggotaan, Peminjaman, Pengembalian, Perpanjangan waktu pinjam, Penagihan, Pemberian sanksi, Pemberian keterangan bebas/besih pinjam. Besarnya indikator kegiatan layanan sirkulasi yang ditetapkan dalam bentuk presentasi dari jawaban yang diberikan dari setiap indikator dapat dilihat pada tabel-tabel berikut :
4.1.1 Keanggotaan.
Untuk mengetahui hasil dan presentase dari jawaban responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai Persepsi pengguna terhadap mahasiswa baru otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan, dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1: Setiap Mahasiswa Baru Otomatis Terdaftar Sebagai Anggota Perpustakaan.
No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
1 Pada Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) setiap mahasiswa baru otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan.
Apakah hal tersebut memudahkan Saudara untuk melakukan peminjaman bahan pustaka di perpustakaan?
a.Sangat memudahkan 48 52%
b.Memudahkan 37 40% pengguna terhadap terhadap setiap mahasiswa baru otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan 48 atau (52%) responden menyatakan sangat memudahkan penguna perpustakaan, 37 atau (40%) responden menyatakan memudahkan pengguna perpustakaan, 6 atau (6%) responden menyatakan kurang memudahkan pengguna perpustakaan, 2 atau (2%) responden menyatakan tidak memudahkan pengguna perpustakaan.
Dari hasil presentase jawaban pengguna yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (92%) pengguna merasa mudah dalam meminjam bahan pustaka tanpa harus mendaftar terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan namun sebagian kecin (6%) pengguna menjawab kurang memudahkan . Hal ini dapat dimaklumi karena semua mahasiswa baru otomatis menjadi anggota perpustakaan.
Tabel 4.2: Kepuasan Mahasiswa Baru Otomatis Terdaftar Sebagai Anggota Perpustakaan.
Untuk mengetahui tentang tanggapan responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai Kepuasan Mahasiswa Baru Otomatis Terdaftar Sebagai Anggota Perpustakaan dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut.
No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
2 Dengan otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan STIPAP, apakah Saudara merasa puas dengan sistem tersebut?
a.Sangat puas 49 53%
b.Puas 36 39%
c.Kurang puas 8 8%
d.Tidak puas 0 0%
Total 93 100%
Berdasarkan data pada Tabel 4.2 di atas, dapat diketahui bahwa persepsi pengguna terhadap terhadap kepuasan mahasiswa baru yang otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan 49 atau (53%) responden menyatakan sangat memuaskan penguna perpustakaan, 36 atau (39%) responden menyatakan puas pengguna perpustakaan, 8 atau (8%) responden menyatakan kurang memuaskan pengguna, dan pengguna perpustakaan menyatakan tidak ada yang merasa tidak puas.
Dari hasil presentase jawaban pengguna yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (92%) pengguna perpustakaan merasa puas dengan otomatis terdaftar sebagai pengguna perpustakaan, namun sebagian kecil (8%) pengguna menjawab kurang memudakan. Hal ini menunjukkan bahwa
pengguna merasa sangat puas dalam meminjam bahan pustaka tanpa harus mendaftar terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan.
4.1.2 Peminjaman
Untuk mengetahui tentang tanggapan responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai peminjaman di perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3: Persepsi Pengguan Terhadap peminjaman hanya diperbolehkan meminjam empat judul buku saja.
No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Jawaban pengguna terhadap peminjaman bahan pustaka perpustakaan 16 atau (17%) responden menyatakan sangat sesuai, 25 atau (27%) responden hanya menyatakan sesuai, dan 43 atau (46%) responden menyatakan kurang sesuai dalam peminjaman bahan pustaka perpustakaan, tetapi hanya 9 atau (10%) responden menyatakan tidak sesuai.
Dari hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar (46%) pengguna merasa kurang sesuai jika hanya diperbolehkan meminjam empat judul buku saja, namun hampir setengah (44%) pengguna menjawab sesuai . Hal ini dapat diketahi bahwa
pengguna merasa belum sesuai jika hanya diperbolehkan meminjam empat judul buku saja di perpustakaan STIPAP.
Tabel 4.4: kenyamanan mencatat lagi tanggal peminjaman pada kartu peminjaman buku.
Untuk mengetahui tentang tanggapan responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai kenyamanan mencatat lagi tanggal peminjaman pada kartu peminjaman buku dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut.
No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
4 Pada saat Saudara meminjam buku, apakah Saudara merasa nyaman walaupun harus mencatat lagi tanggal peminjaman pada kartu peminjaman buku?
a.Sangat nyaman 0 0%
b. Nyaman 7 8%
c.Kurang nyaman 18 19%
d.Tidak nyaman 68 73%
Total 93 100%
Berdasarkan data pada Tabel 4.4 di atas, dapat diketahui bahwa persepsi pengguna terhadap terhadap peminjaman bahan pustaka perpustakaan 68 atau (73%) responden menyatakan sangat tidak nyaman, 18 atau (19%) responden menyatakan kurang nyaman, dan 7 atau (8%) responden menyatakan merasa nyaman walaupun harus mencatat lagi tanggal peminjaman pada kartu peminjaman buku, dan tidak ada yang merasa sangat nyaman.
Dari hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (73%) pengguna menjawab kurang nyaman jika harus mencatat lagi tanggal peminjaman pada kartu peminjaman
buku, namun sebagian kecil (8%) pengguna menjawab nyaman. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna merasa tidak nyaman dikarenakan harus harus mencatat lagi tanggal peminjaman pada kartu peminjaman buku di perpustakaan STIPAP.
Tabel 4.5: pelayanan dalam peminjaman.
Untuk mengetahui tentang tanggapan responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai pelayanan dalam peminjaman dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut.
No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
5 Pada saat Saudara meminjam buku, bagaimanakah pelayanan yang diberikan oleh pustakawan/petugas di bagian sirkulasi?
a.Sangat baik 53 57%
b. Baik 30 33%
c.Kurang baik 6 6%
d.Tidak baik 4 4%
Total 93 100%
Berdasarkan data pada Tabel 4.5 di atas, dapat diketahui bahwa persepsi pengguna terhadap pelayanan dalam peminjaman 53 atau (57%) responden menyatakan sangat memuaskan penguna perpustakaan saat melakukan peminjaman, 30 atau (33%) responden hanya menyatakan memuaskan pengguna perpustakaan, 6 atau (6%) responden menyatakan kurang memuaskan pengguna perpustakaan, 4 atau (4%) responden menyatakan pustakawan tidak memuaskan pengguna perpustakaan saat peminjaman.
Dari hasil presentase jawaban responden yang diperoleh, maka dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (90%) pengguna menyatakan pelayanan pustakawan baik, namun sebagian kecil (6%) pengguna menyatakan tidak baik.
Hal ini menunjukkan bahwa pustakawan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna perpustakaan saat melakukan peminjaman bahan pustaka perpustakaan.
Tabel 4.6: Pustakawan yang bertugas di bagian sirkulasi yang tidak selalu berada di tempat.
Untuk mengetahui tentang tanggapan responden terhadap pernyataan kuesioner mengenai Pustakawan yang bertugas di bagian sirkulasi yang tidak selalu berada di tempat dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut
No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
6 Saat melakukan peminjaman apakah Saudara merasa puas dengan adanya pustakawan yang bertugas di bagian sirkulasi yang tidak selalu berada di tempat?
a.Sangat puas 0 0%
b. Puas 5 5%
b. Puas 5 5%