• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terdapat satu variabel intensitas komunikasi penyuluh P2KP dan tujuh variabel bentuk persepsi (tujuan OPP, manfaat OPP, metode SL-P2KP, materi OPP, penyuluh P2KP, kegiatan-kegiatan OPP, pelaksanaan pasca SL-P2KP) yang dianalisis hubungannya dengan menggunakan SPSS 16.0 for windows dengan model deskriptif statistik yaitu tabulasi silang.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Tujuan Utama

Tabel 31 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi tujuan utama

Persepsi terhadap Tujuan Utama

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

Bermanfaat atau Indah 27 64.3 3 37.5 30 60.0 Sebagai Sumber Pangan 15 35.7 5 62.5 20 40.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

Tabel 31, nampak bahwa reponden yang memiliki intensitas komunikasi yang rendah mempersepsikan tujuan utama OPP adalah membuat pekarangan menjadi bermanfaat dan indah (64.3%). Responden yang memiliki intensitas komunikasi yang tinggi mempersepsikan tujuan utama ini sesuai dengan pedoman P2KP yaitu sebagai sumber pangan keluarga (62.5%). Oleh sebab itu dapat dikatakan semakin tinggi intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP maka semakin sesuai responden mempersepsikan tujuan utama sebagai sumber pangan keluarga.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Tujuan Lainnya

Tabel 32 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi tujuan lainnya

Persepsi terhadap Tujuan Lainnya*

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

PK/KK 30 71.4 4 50.0 34 68.0

PKK 12 28.6 4 50.0 16 32.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

*) Ket: PK/KK (Pengetahuan & Ketrampilan/Ketrampilan & Kemampuan); PKK (Pengetahuan, Ketrampilan & Kemampuan)

Pada Tabel 32, dapat dilihat bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi responden terhadap tujuan lainnya. Pada responden yang intensitas komunikasi yang rendah mempersepsikan tujuan lainnya ini hanya mampu meningkat sebagian kapasitas diri saja dengan memilih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan/keterampilan dan kemampuan saja (71.4%). Namun, pada intensitas komunikasi yang tinggi tidak memiliki perbedaan bagi responden untuk mempersepsikan tujuan lainnya dengan sesuai maupun tidak (50%). Jawaban sesuai yang dimaksudkan adalah dapat meningkatkan ketiganya yaitu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan. Oleh karena itu, intensitas komunikasi dengan Penyuluh P2KP tidak memiliki hubungan dengan persepsi terhadap tujuan lainnya.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Manfaat

Tabel 33 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi manfaat

Persepsi terhadap Manfaat

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

Sedikit 39 92.9 3 37.5 42 84.0

Cukup Banyak 2 4.8 1 12.5 3 6.0

Banyak 1 2.4 4 50.0 5 10.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

Hasil pada Tabel 33, menyajikan terdapat hubungan antara intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi terhadap tujuan. Responden yang memiliki intensitas rendah cenderung mempersepsikan sedikit manfaat pada kegiatan ini (92.9%). Responden yang memiliki intensitas komunikasi yang tinggi pun mempersepsikan manfaat kegiatan ini sedikit (37.5%), namun ada juga yang mempersepsikan cukup banyak manfaat (12.5%) bahkan mempersepsikan banyak manfaat (50.0%). Oleh karena itu, semakin tinggi intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP maka semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh responden. Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Metode SL-P2KP

Tabel 34 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi metode SL-P2KP

Persepsi terhadap Metode SL-P2KP

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

Tidak Baik 25 59.5 4 50.0 29 58.0

Baik 17 40.5 4 50.0 21 42.0

Mengamati Tabel 34, menunjukkan responden yang memiliki intensitas komunikasi yang rendah mempersepsikan metode SL-P2KP ini tidak baik (59.5%). Begitu juga pada separuh responden yang memiliki intensitas yang tinggi mempersepsikan metode SL-P2KP ini tidak baik (50.0%) dan separuh lagi baik (50.0%), sehingga antara intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi terhadap metode SL-P2KP pun tidak memiliki hubungan.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Materi

Tabel 35 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi materi

Persepsi terhadap Materi

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

Tidak Bagus 7 16.7 1 12.5 8 16.0

Bagus 35 83.3 7 87.5 42 84.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

Menanggapi hasil Tabel 35, responden yang memiliki intensitas komunikasi yang rendah mempersepsikan materi OPP ini bagus (83.3%), begitu juga responden yang memiliki intensitas komunikasi yang tinggi mempersepsikan materi ini bagus (87.5%). Oleh sebab itu, kedua variabel tersebut tidak memiliki hubungan.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Penyuluh P2KP

Tabel 36 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi penyuluh P2KP

Persepsi terhadap Penyuluh P2KP

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

Tidak Kompeten 41 97.6 7 87.5 48 96.0

Kompeten 1 2.4 1 12.5 2 4.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

Tabel 36, dilihat bahwa responden yang memiliki intensitas komunikasi yang rendah memepersepsikan penyuluh P2KP itu tidak kompeten (97.6%). Begitu juga responden yang memiliki intensitas komunikasi yang tinggi mempersepsikan penyuluh P2KP itu tidak kompeten. Oleh karena itu dapat dikatakan tinggi rendahnya intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP yang dimiliki responden tidak mempengaruhi responden untuk mempersepsikan penyuluh P2KP.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Jenis Kegiatan

Tabel 37 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi jenis kegiatan

Persepsi terhadap Jenis Kegiatan

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

1-3 kegiatan 32 76.2 4 50.0 36 72.0

4 Kegiatan 10 23.8 4 50.0 14 28.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

Hasil Tabel 37, dapat dikatakan bahwa responden yang tingkat intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP-nya rendah mempersepsikan jenis kegiatan hanya satu sampai tiga kegiatan saja (76.2%). Pada responden yang intensitas komunikasinya yang tinggi separuhnya mempersepsikan jenis kegiatan hanya satu sampai dan tiga kegiatan juga (50.0%). Dapat dikatakan kedua variabel ini tidak memiliki hubungan.

Hubungan Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP dan Persepsi terhadap Pasca Pelaksanaan P2KP

Tabel 38 Jumlah dan presentase responden berdasarkan intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi pasca pelaksanaan P2KP

Persepsi terhadap Pasca Pelaksanaan P2KP

Intensitas Komunikasi dengan Penyuluh P2KP

Rendah Tinggi Total

n % n % n %

Tidak ada Lanjutan 41 97.5 7 87.5 48 96.0 Ada Lanjutan 1 2.4 1 12.5 2 4.0

Total 42 100.0 8 100.0 50 100.0

Berdasarkan Tabel 38, nampak bahwa responden yang memiliki intensitas komunikasi yang rendah dan tinggi mempersepsikan bahwa kegiatan ini tidak ada lanjutan (97.5% dan 87.5%), sehingga kedua variabel tersebut tidak memiliki hubungan. Hal ini ditunjukkan bahwa tingginya intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP saja cenderung memepersepsikan pasca pelaksanaan P2KP ini tidak ada lanjutan.

Ikhtisar

Berdasarkan hasil analisis tabulasi silang, nampak bahwa hubungan antara intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP dan persepsi wanita tani dalam kegiatan OPP kurang terlihat jelas. Baik responden yang intensitas komunikasinya tinggi maupun rendah dengan penyuluh P2KP cenderung memiliki persepsi yang sama yaitu kurang sesuai dengan kegiatan yang sebenarnya dalam OPP. Kecuali, untuk hubungan antara intensitas komunikasi dengan persepsi wanita tani terhadap tujuan utama dan manfaat kegiatan OPP, dimana semakin tinggi intensitas komunikasi dengan penyuluh P2KP maka semakin sesuai wanita tani mempersepsikan tujuan utama dan manfaat tentang kegiatan OPP.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI WANITA TANI DAN

Dokumen terkait