BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Kegiatan Pendahuluan
Observasi pada guru, siswa dan kelas dilaksanakan pada hari Senin, 1 Oktober 2012 pada jam pelajaran ke 2-3 atau pada pukul 08.00-09.45 WIB. Guru bidang studi akuntansi yang menjadi mitra penelitian ini adalah Drs. Mohammad Yasid. Jumlah siswa kelas XI IPS 1 pada tahun ajaran 2012-2013 sebanyak 24 siswa. Materi pada pembelajaran saat dilakukan observasi adalah tentang jurnal umum. Dalam observasi ini, ada tiga hal yang diobservasi yaitu kegiatan guru, kegiatan siswa dan keadaan kelas. Berikut ini diuraikan hasil-hasil observasi :
a. Observasi pada guru (observing teacher)
Kegiatan guru selama proses pembelajaran tampak pada tabel 5.1 (lampiran 32 hal 224). Berikut ini disajikan hasil observasi terhadap aktivitas guru selama proses belajar berlangsung :
Tabel 5.1
Hasil Observasi Kegiatan Guru dalam Proses Pembelajaran
No Deskripsi Ya Tidak Keterangan
1 Guru memeriksa media dan kesiapan siswa
Guru memeriksa
kesiapan ruang dan alat pembelajaran. Sebelum proses pembelajaran, guru mengecek kabel viewer dan mengecek apakah semua siswa sudah berada di dalam kelas. 2 Guru membuka pelajaran Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam. Selanjutnya guru tidak melakukan presensi. Guru juga tidak menanyakan sampai dimana pelajaran pada pertemuan sebelumnya. 3 Guru melakukan kegiatan apersepsi Guru tidak memberikan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai. Di awal pembelajaran, siswa terlihat kebingungan terhadap kelanjutan materi yang akan dipelajari.
4 Guru menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran Guru menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran dari materi yang akan dipelajari, tetapi guru tidak memberi pengantar terkait dengan materi tersebut. 5 Guru memberikan materi pembelajaran melalui presentasi kelas Guru tidak menyampaikan materi secara beruntut. Dalam penyampaiannya, guru hanya duduk di meja guru dan hanya mendikte teori mengenai jurnal umum. 6 Guru mengorganisasikan pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi
Dalam praktiknya, akuntansi tidak bisa dipahami melalui teori saja. Pada pembelajaran ini, siswa tidak diberi contoh yang relevan terkait dengan penerapan jurnal umum. Hal ini mengakibatkan siswa tidak mengerti apa itu sebenarnya jurnal umum dan untuk apa mereka mempelajarinya. 7 Guru melaksanakan pembelajaran secara terkoordinasi Pembelajaran di kelas tidak terkoordinasi dengan baik, karena antara guru dan siswa tidak ada komunikasi yang terjalin. 8 Guru menggunakan metode belajar yang bervariasi Guru tidak menerapkan metode pembelajaran yang
bervariasi. Selama proses pembelajaran, metode pembelajaran guru hanya ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi sedangkan metode tanya jawab digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa. 9 Guru menggunakan media Guru menggunakan
media power point. Selama proses pembelajaran, guru hanya membacakan teori yang ada di slide saja. Guru tidak menjelaskan dan memberi contoh. 10 Guru melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Selama proses pembelajaran, guru tidak melibatkan siswa dalam pemanfaatan media. Guru hanya mengoperasikan laptop di meja guru. 11 Guru memberikan
dorongan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran
Guru tidak memberikan dorongan motivasi kepada siswa. Guru cenderung tidak menghiraukan apakah siswanya memperhatikan pembelajaran atau tidak. 12 Guru berinteraksi dengan siswa serta menjawab
pertanyaan yang
Guru hanya sesekali mengajukan
pertanyaan kepada siswa. Siswa tidak
diajukan siswa. diberi latihan soal sebagai penerapan membuat jurnal umum. 13 Guru menumbuhkan rasa ingin tahu Guru tidak merangsang siswa minat siswa. Informasi yang disampaikan guru tidak menimbulkan rasa ingin tahu siswa. Hal ini terlihat dari tidak adanya siswa yang mengajukan pertanyaan terkait dengan jurnal umum. 14 Guru meminta
siswa untuk mengerjakan tugas di depan kelas
Guru tidak meminta siswa untuk
mengerjakan tugas di depan kelas. Guru tidak memberi tugas yang harus dikerjakan siswa.
15 Guru memantau kemajuan belajar siswa selama pembelajaran
Guru tidak memantau kemajuan belajar siswa. Selama proses pembelajaran, guru terus saja
menyampaikan materi tanpa
menanyakan kepada siswa apakah sudah mengerti dan menangkap pembelajaran dengan baik. 16 Guru membiarkan siswa yang membuat kegaduhan di dalam kelas Guru hanya membiarkan siswa yang membuat kegaduhan di kelas. Banyaknya siswa yang hanya sibuk sendiri dan keluar masuk kelas tidak
Tabel 5.1 menunjukkan bahwa kegiatan pra pembelajaran diawali dengan guru memeriksa kesiapan ruang dan media. Guru mengecek apakah kabel viewer sudah tersambung dengan baik pada laptop yang disediakan. Guru bertanya kepada siswa untuk memastikan semua siswa sudah berada di dalam kelas. Pada kegiatan pembukaan, guru mengucap salam dan menanyakan kabar para siswa. Guru tidak mengabsen siswa dan tidak memberikan apersepsi. Guru
ditegur.
17 Guru melakukan evaluasi pada akhir pembelajaran Guru tidak melakukan evaluasi pada akhir pembelajaran. Guru hanya merangkum materi yang telah disampaikan. 18 Guru mengajak
siswa untuk
melakukan refleksi
Guru tidak mengajak siswa untuk melakukan refleksi. Pada akhir pembelajaran, guru tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk berpendapat tentang hal yang diperoleh dari pembelajaran tersebut. 19 Guru menutup pembelajaran Guru mengucap salam, kemudian meninggalkan kelas.
menyampaikan tujuan yang akan dicapai dan materi yang akan dipelajari, namun guru tidak memberi pengantar terlebih dahulu. Dalam penyampaiannya, guru hanya duduk di meja guru dan hanya mendikte teori mengenai jurnal umum. Guru tidak memberikan contoh yang relevan dan latihan soal sebagai penerapan bagaimana menjurnal dengan baik. Tidak ada komunikasi dua arah di antara guru dan siswa. Pada saat guru bertanya, hanya satu sampai dua siswa yang menanggapi. Guru tidak menerapkan model pembelajaran yang menarik minat siswa dalam belajar akuntansi. Media yang digunakan guru adalah power point. Guru tidak melibatkan siswa dalam penggunaan media tersebut. Guru kurang memberikan dorongan motivasi belajar kepada siswa. Siswa terlihat bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Pada saat guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, sebagian besar siswa tidak menggunakan kesempatan tersebut. Hal ini dikarenakan siswa tidak memahami apa itu jurnal umum sejak awal. Guru membiarkan siswa membuat kegaduhan di kelas dan keluar masuk kelas tanpa ijin. Aktivitas siswa yang kontraproduktif tidak ditegur oleh guru. Pada kegiatan penutup, guru tidak melakukan evaluasi. Guru hanya menyampaikan kesimpulan materi yang telah disampaikan. Guru tidak bertanya kepada siswa bagaimana pemahaman mereka sejauh ini mengenai jurnal umum. Pada akhir
pembelajaran, guru mengucap salam dan langsung meninggalkan kelas.
b. Observasi siswa (observing student)
Kegiatan siswa selama proses pembelajaran tampak pada tabel 5.2 (lampiran 33 hal 228). Berikut ini disajikan hasil observasi terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung :
Tabel 5.2
Hasil Observasi Kegiatan Siswa dalam Proses Pembelajaran
No Deskripsi Ya Tidak Keterangan
1 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran Siswa duduk di bangku masing- masing dan mempersiapkan alat tulis yang diperlukan 2 Siswa memperhatikan penjelasan guru Siswa yang memperhatikan umumnya duduk di bangku depan. Siswa terlihat bosan dan mengantuk karena guru hanya
mendiktekan teori saja. Selama proses pembelajaran, siswa terlihat mengabaikan guru karena merasa praktek itu lebih penting daripada teori. 3 Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran Hanya beberapa siswa saja yang menanggapi pembahasan yang diberikan guru.
hal-hal penting mencatat hal-hal penting yang ada pada power point. Siswa cenderung meminta soft file dan mengabaikan
penjelasan yang diberikan oleh guru karena secara garis besar hal yang disampaikan guru hanya mengacu pada power point.
5 Siswa mengerjaka n tugas/latihan soal dengan baik
Siswa tidak mengerjakan soal karena guru hanya menyampaikan materi saja. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak diberi penerapan
bagaimana cara menjurnal dengan baik.
6 Siswa mendapat teguran dari guru
Siswa tidak mendapat teguran dari guru. Sebagian besar siswa sibuk dengan aktivitas mereka selain kegiatan pembelajaran. Namun siswa hanya dibiarkan seperti itu sampai pembelajaran berakhir.
7 Ada persaingan yang sehat dari diri siswa
Siswa tidak menampakkan adanya persaingan di antara mereka. Hal ini dikarenakan siswa tidak mengerti
Tabel 5.2 menunjukkan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Sebelum memulai pelajaran, siswa mempersiapkan diri dan alat-alat yang digunakan untuk mengikuti pembelajaran. Siswa terlihat kurang bersemangat dan tidak fokus. Siswa yang aktif menyimak penjelasan guru hanya yang berada di barisan depan saja.
inti dari
pembelajaran dan tidak merasa harus memahami materi ini dengan baik. 8 Siswa aktif dalam
proses
pembelajaran
Siswa yang bertanya hanya satu sampai dua orang saja. 9 Siswa mendapat
penghargaan dari guru baik verbal maupun non verbal
Siswa tidak mendapat
penghargaan dari guru baik verbal maupun non verbal. Guru tidak
mengapresiasi tanggapan siswa yang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. 10 Siswa asik sendiri
saat pembelajaran
Siswa sibuk dengan
kegiatan
kontraproduktif di kelas. ada yang bermain HP, mengobrol dengan teman sebangkunnya dan tidur. Bahkan ada yang keluar masuk kelas untuk ke kamar mandi dan ke kantin.
Kurangnya antusias siswa mengakibatkan guru dengan terpaksa harus menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan. Siswa tidak mencatat materi dan memilih untuk meminta soft file kepada guru. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perhatian siswa kepada guru. Mereka cenderung mengabaikan penjelasan guru. Siswa tidak diberi latihan soal dan contoh yang relevan terkait materi jurnal umum. Siswa menjadi tidak paham mengapa mereka mempelajari jurnal umum dan bagaimana penerapannya. Selama proses pembelajaran, sebagian besar siswa sibuk dengan aktivitasnya sendiri seperti bermain HP, mengobrol, menganggu teman sebangkunya bahkan tidur dan keluar kelas sampai bel tanda pelajaran akuntansi berakhir. Peneliti menduga kondisi seperti itu dikarenakan siswa merasa bosan dengan rutinitas pembelajaran mereka. Biasanya siswa keluar kelas untuk jajan di kantin dan tidak kembali ke kelas. Melihat kondisi yang seperti ini, guru membiarkan dan tidak menegur siswa. Guru terus saja menyampaikan materi tanpa melihat kondisi siswa. Tidak ada dorongan dan arahan yang kuat dari guru mengakibatkan siswa menjadi tidak termotivasi untuk bersaing secara sehat. Hal ini tampak dari kurangnya keinginan siswa untuk berhasil dan kurang memiliki sikap terhadap masa depan. Guru tidak memberikan apresiasi kepada siswa yang menjawab pertanyaan. Baik verbal maupun non verbal, apresiasi sangat penting sebagai bentuk penghargaan kepada siswa
Dalam hal ini, guru harus lebih meningkatkan apresiasi sebagai motivasi siswa dalam belajar.
Hasil observasi terhadap kegiatan siswa tersebut di atas menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki motivasi yang rendah selama proses pembelajaran. Kondisi tersebut sejalan dengan pengukuran tingkat motivasi belajar siswa yang dilakukan peneliti pada akhir pembelajaran. Instrumen penelitian motivasi belajar tersebut dapat dilihat pada daftar lampiran (lampiran 3 hal 153). Tabel 5.3 berikut ini menyajikan deskripsi motivasi belajar siswa pada proses pembelajaran akuntansi (lampiran 46 hal 279):
Tabel 5.3
Deskripsi Awal Motivasi Belajar Siswa
Tabel 5.3 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah adalah 2 orang (0,8%). Jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar sangat rendah adalah 22 orang (92%). Rata-rata tingkat motivasi siswa = 45,63 , median = 46, dan modus = 48. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian
No. Interval Frek. Frek. Relatif (%) Interpretasi 1. 69 – 80 0 0% Sangat Tinggi 2. 60 – 68 0 0% Tinggi 3. 54 – 59 0 0% Sedang 4. 49 – 53 2 0,8% Rendah 5. 20- 48 22 92% Sangat Rendah Total 24 100%
besar motivasi belajar siswa sebelum tindakan kelas adalah sangat rendah.
c. Observasi pada kelas (observing class)
Kondisi fisik ruangan kelas XI IPS 1 selama proses pembelajaran tampak pada tabel 5.4 (lampiran 34 hal 231). Berikut ini disajikan hasil observasi terhadap keadaan kelas selama proses belajar berlangsung :
Tabel 5.4
Hasil Observasi Kondisi Kelas dalam Proses Pembelajaran
No Deskripsi Ya Tidak Keterangan
1 Fasilitas di dalam kelas mendukung proses pembelajaran
Terdapat papan tulis, meja dan kursi guru, viewer, meja dan kursi siswa, papan presensi dan kipas angin.
2 Suasana kelas cukup kondusif dalam proses pembelajaran
Suasana kelas yang kondusif hanya pada awal pembelajaran saja. Namun selama proses pembelajaran, kelas gaduh dan tidak mendukung jalannya proses pembelajaran akuntansi. 3 Siswa membuat keributan/kegaduhan Selama proses pembelajaran, siswa gaduh di kelas karena merasa bosan dan kurang minat mengikuti
pembelajaran. Banyak siswa yang keluar masuk kelas sangat menganggu jalannya proses pembelajaran.
Tabel 5.4 menunjukkan kondisi fisik ruangan kelas XI IPS 1 sangat kondusif untuk proses belajar mengajar. Fasilitas yang ada yaitu 1 whiteboard, 1 papan presensi dan piket kelas, 1 buku untuk mengetahui proses kemajuan setiap mata pelajaran, 1 meja dan 1 kursi guru, meja dan kursi yang digunakan untuk 24 orang, 1 papan pengumuman, 2 kipas angin, 1 jam dinding dan ventilasi yang baik dan lingkungan yang bersih.
Kondisi kelas pada awal pembelajaran memperlihatkan suasana yang kondusif, terlihat guru sudah siap untuk menyampaikan
4 Siswa aktif bertanya pada guru jika mengalami kesulitan
Hanya satu sampai dua siswa yang mengajukan pertanyaan. Siswa yang lain sibuk sendiri dengan
aktivitas mereka yang kontra produktif. 5 Guru membantu siswa
jika mengalami kesulitan
Guru menjawab
pertanyaan siswa yang belum mengerti. 6 Adanya kegiatan yang
menarik dalam proses pembelajaran
Guru hanya
menjelaskan materi berdasarkan pada slide di power point. Tidak ada interaksi antara guru dan siswa. Guru hanya duduk membacakan materi sedangkan siswa sibuk sendiri. 7 Adanya sumber belajar
dalam kelas yang mendukung proses pembelajaran Siswa tidak mempunyai buku paket akuntansi maupun LKS
materi dan hampir semua siswa siap untuk mengikuti pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa sibuk sendiri dengan aktifitas mereka. Siswa melakukan aktivitas yang tidak mendukung kegiatan pembelajaran. Guru tidak menegur siswa yang membuat kegaduhan yang berakibat membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. Pembelajaran yang seperti ini membuat siswa bosan dan mengantuk. Tidak ada kegiatan menarik selama proses pembelajaran yang dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar. Guru tetap menjelaskan materi dengan membaca slide yang ada di power point dan tidak menanyakan apakah siswa mengerti dengan materi tersebut atau tidak. Sebagian besar siswa XI IPS 1 tidak mempunyai buku paket akuntansi maupun LKS yang dapat dijadikan acuan belajar. Kondisi ini tentunya menghambat proses pemahaman siswa mengenai akuntansi.
d. Wawancara terhadap siswa
Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan kepada 4 siswa kelas XI IPS 1 (lampiran 35 hal 233). Berikut ini disajikan tabel hasil wawancara terhadap siswa sebelum tindakan kelas:
Tabel 5.5
Rangkuman Hasil Wawancara Siswa Terhadap Pembelajaran Akuntansi
No. Pertanyaan Jawaban
1. Menurut kalian bagaimana selama ini guru mengajar ?
Siswa menyatakan cara guru menyampaikan materi dengan menjelaskan di
depan kelas. Penyampaian materi terkadang jelas, namun lebih sering membuat siswa kebingungan dan tidak paham. Bahkan selama pembelajaran, guru lebih banyak bermain-main seperti bercanda dan bercerita hal yang tidak terkait dengan akuntansi. Menurut siswa, hal ini dapat menghambat siswa untuk mengerti materi
pembelajaran. 2. Apakah kalian mengalami
kesulitan dengan metode yang digunakan guru ?
Siswa merasa kesulitan dalam memahami materi akuntansi. Guru kurang bisa berkomunikasi dengan siswa sehingga materi yang
didapatkan siswa kurang maksimal. Selain itu guru kurang fokus dalam menjelaskan sehingga membuat siswa bingung. 3. Apa yang kalian lakukan di
kelas dengan metode yang digunakan guru ?
Di kelas siswa mengerjakan apa yang diperintahkan guru namun terkadang siswa mengerjakan sesuatu yang tidak mendukung
pembelajaran seperti bermain handphone, mengobrol, tidur bahkan keluar kelas.
4. Apa yang kalian dapat dengan metode yang digunakan oleh guru ?
Siswa merasa kurang mendapat penjelasan yang maksimal dari guru, sehingga mereka hanya memahami sebagian kecil materi yang diberikan guru. 5. Hambatan apa yang
dirasakan dengan metode yang digunakan guru ?
Kondisi ini membuat siswa kurang bisa memahami materi dan tidak fokus dalam belajar.
harapkan dalam
pembelajaran akuntansi ?
metode yang menarik dalam pembelajaran akuntansi. Mereka ingin belajar dengan serius namun juga santai dalam proses
pembelajarannya.
Berdasarkan tabel 5.5 dapat diketahui bahwa siswa merasa kesulitan dalam memahami materi akuntansi dengan metode yang digunakan guru. Banyak hambatan dan kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran. Guru kurang memberi motivasi kepada siswa untuk belajar akuntansi. Tidak ada komunikasi dua arah antara guru dan siswa mengakibatkan siswa tidak bisa memahami materi akuntansi dengan maksimal. Selain itu siswa juga menjadi tidak fokus dalam belajar. Siswa berharap guru dapat menerapkan metode yang lebih menarik. Dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, siswa berharap dapat memahami materi akuntansi dengan baik.
Berdasarkan hasil observasi terhadap kegiatan guru, observasi kegiatan siswa, observasi pada kelas, wawancara pada siswa, berikut ini akan disajikan identifikasi permasalahan dan alternatif solusi :
a. Identifikasi masalah pembelajaran
1) Kurang tepatnya metode pembelajaran yang dipilih berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Pembelajaran berorientasi pada guru (teacher oriented). Kegiatan pembelajaran guru di kelas
ini menimbulkan kebosanan pada diri siswa. Siswa melakukan aktivitas yang tidak mendukung jalannya pembelajaran di kelas. 2) Dalam menyampaikan materi, guru tidak memberi contoh konkrit
yang berhubungan dengan jurnal umum. Guru juga tidak memberi soal latihan yang lebih mudah dipahami siswa. Kondisi ini membuat siswa tidak memahami materi pembelajaran. Mereka tidak mengerti bagaimana gambaran yang lebih konkrit dalam membuat jurnal.
b. Alternatif solusi permasalahan pembelajaran
Melihat permasalahan dalam pembelajaran tersebut, peneliti dan guru bekerja sama untuk menerapkan suatu model pembelajaran sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar. Dalam pelaksanaan tindakan kelas ini, guru mitra dan peneliti akan menerapkan suatu model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Dengan model pembelajaran ini diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam belajar. Kegiatan pembelajaran menjadi terpusat pada siswa (student oriented), sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pengawas selama proses pembelajaran berlangsung. Di samping itu, dirancang media pembelajaran yang memudahkan siswa memahami materi pembelajaran.
2. Pelaksanaan Tindakan Kelas