Secara umum Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama
Perdagangan Internasional melaksanakan sebagian tugas-tugas
Ditjen KPI untuk menunjang pelaksanaan urusan perencanaan,
hukum dan pelaporan, urusan keuangan, serta pelaksanaan urusan
administrasi kepegawaian, perlengkapan, rumah tangga dan tata
usaha serta kearsipan sehingga tercipta sinergi antara unit teknis
yang ada di lingkungan Direktorat Jenderal dalam melaksanakan
program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Rencana
Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal.
1. Program Ditjen KPI tahun 2011 - 2012 No Program 2011 (Rp) 2012 (Rp) % 1. Peningkatan kerja sama perdagangan internasional 111.727.859.000 121.447.625.000 9.71% Total pagu 111.727.859.000 121.447.625.000 9.71%
Tahun 2011 Ditjen KPI memperoleh pagu sebesar
Rp.111.727.859.000,- dikarenakan ada penghematan anggaran
Kementerian Lembaga sebesar 10% maka anggaran Ditjen KPI Rp
101.794.528.000 dengan realisasi sebesar Rp. 91.311.578.615 atau
89.98%.
2. Dokumen Perencanaan
Dokumen perencanaan yang disusun oleh Ditjen KPI pada tahun
2011 adalah sebanyak 3 (tiga) dokumen yaitu Penetapan atau
Kontrak Kinerja Tahun 2011, Rencana Kerja/Kinerja Tahun 2012,
dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2012. Dokumen
perencanaan yang disusun telah sesuai dengan target sehingga
capaian adalah 100%.
Indikator ini merupakan indikator baru yang dicantumkan pada
lampiran 1 Rencana Strategis Ditjen KPI Tahun 2010 – 2014 setelah
restrukturisasi organisasi untuk mendukung penerapan
penganggaran berbasis kinerja. Tiap kegiatan memerlukan
indikator kinerja yang dapat diukur sehingga indikator dan target
kinerja kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai instrumen
untuk mengukur akuntabilitas kinerja suatu unit kerja dalam hal ini
Sekretaris Ditjen KPI bertanggung jawab untuk menyusun
dokumen perencanaan baik tahunan maupun lima tahunan.
Nilai sementara evaluasi aspek perencanaan pada LAK Ditjen KPI
Tahun 2010 yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal adalah 29.15
dari 45 menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki
pada dokumen perencanaan tahun berikutnya terutama
keselarasan antara Rencana Kerja/Kinerja dengan
Penetapan/Kontrak Kinerja dan Dokumentasi bahwa sosialisasi
dokumen perencanaan telah dilakukan. Untuk itu, pada tahun
2011 telah dilakukan penyelarasan pada dokumen Rencana
Strategis Ditjen KPI Tahun 2010 – 2014 setelah restrukturisasi
organisasi, Rencana Kerja/Kinerja, Penetapan/Kontrak Kinerja, dan
Rencana Kerja dan Anggaran.
Dokumen perencanaan disusun berdasarkan masukan dari seluruh
unit eselon II Ditjen KPI dan dirumuskan kembali untuk kemudian
ditetapkan dan diketahui oleh Direktur Jenderal Kerja Sama
Perdagangan Internasional.
Penetapan Kinerja Ditjen KPI Tahun 2011 merupakan komitmen
pejabat Ditjen KPI untuk mencapai kinerja yang akan dicapai
sesuai dengan yang ditetapkan. Penetapan atau Kontrak Kinerja
Tahun 2011 disusun berdasarkan Rencana Strategis Ditjen KPI
Tahun 2010 – 2014 setelah Restrukturisasi Organisasi dan
mengacu pada Rencana Kerja/Kinerja Tahun 2011. Dokumen
Penetapan Kinerja ditanda-tangani oleh pimpinan masing – masing
unit dan disosialisasikan kepada pegawai Ditjen KPI. Penetapan
kinerja tahun 2011 anggaran belum dipisahkan per indikator
kinerja karena ada indikator yang saling mendukung. Namun
untuk penetapan/kotrak kinerja tahun 2012 disepakati untuk
membagi anggaran per indikator dimana dilakukan pemilihan
komponen yang paling mendukung atau dominan mendukung
indikator tersebut meskipun komponen tersebut juga mendukung
indikator lainnya.
Rencana Kerja/Kinerja Ditjen KPI Tahun 2012 yang disusun
menggunakan anggaran tahun 2011 memberikan gambaran
mengenai program, kegiatan, indikator kinerja dan target kinerja
dari program dan kegiatan yang akan dilakukan oleh Ditjen KPI
pada tahun anggaran 2012. Dokumen Rencana Kerja/Kinerja
tersebut disusun berdasarkan indikator dan target kinerja yang
dicantumkan pada Rencana Strategis Ditjen KPI 2010 – 2014
setelah Restrukturisasi Organisasi.
Rencana Kerja dan Anggaran Ditjen KPI Tahun 2012 yang disusun
menggunakan anggaran tahun 2011 dibuat berdasarkan Rencana
Kerja/Kinerja Tahun 2012 dan arahan Pimpinan Kementerian
Perdagangan. Komponen – komponen pada Rencana Kerja dan
Anggaran disesuaikan dengan indikator kinerja kegiatan sehingga
dapat terlihat korelasi antara dokumen Rencana Kerja dan
Anggaran dengan Rencana Kerja/Kinerja. Penyesuaian anggaran
pada Rencana Kerja dan Anggaran dilakukan karena Surat
Kementerian Luar Negeri ke Kementerian Perdagangan yang
menyatakan bahwa persiapan pertemuan APEC harus dianggarkan
oleh masing-masing Kementerian terkait. Persiapan rangkaian
pertemuan perdagangan APEC Tahun 2013 tersebut . Oleh sebab
itu, Rencana Kerja dan Anggaran Ditjen KPI Tahun 2012 mengalami
peningkatan anggaran dibandingkan dengan anggaran pada
Rencana Kerja/Kinerja Tahun 2012.
Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional
memiliki 4 (empat) kegiatan prioritas bidang yang masuk dalam
Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011 yaitu (1) Peningkatan
Peran dan Kemampuan Diplomasi Perdagangan Internasional; (2)
Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan Bilateral; (3)
Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan ASEAN; dan (4)
Peningkatan Kerja Sama di Bidang Perdagangan Jasa.
Pada umumnya capaian kegiatan prioritas bidang tahun 2011 pada
Ditjen Kerja Sama Perdagangan Internasional telah memenuhi
target dengan rata – rata capaian:
1) Kegiatan Peningkatan Peran dan Kemampuan Diplomasi
Perdagangan Internasional adalah 108.87%;
Bilateral 150.34%;
3) Kegiatan Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan ASEAN
102.47%; dan
4) Rata – rata capaian kegiatan Peningkatan Kerja Sama di Bidang
Perdagangan Jasa 111.67%.
Pada Tahun 2012, Sekretariat Ditjen KPI telah melakukan
persiapan penyusunan dokumen perencanaan yaitu kegiatan
penyusunan bahan trilateral meeting antara Kementerian
Perdagangan dengan BAPPENAS dan Kementerian Keuangan dan
Rancangan Rencana Kerja Ditjen KPI Tahun 2013. Rancangan
Rencana Kerja Ditjen KPI Tahun 2013 diharapkan dapat difinalkan
pada bulan Maret 2013 sehingga dapat digunakan sebagai bahan
trilateral meeting dengan dengan BAPPENAS dan Kementerian
Keuangan.
Isu yang perlu mendapat perhatian pada tahun 2013 adalah:
1) Pelaksanaan komitmen Indonesia dalam Cetak Biru Masyarakat
Ekonomi ASEAN (AEC-Blueprint).
2) Pelaksanaan review komitmen Indonesia dalam IJ-EPA yang
akan dilaksanakan pada tahun 2013.
3) Persiapan menghadapi liberalisasi Jasa Logistik dalam Master
Plan on ASEAN Connectivity (institutional connectivity) pada
tahun 2013.
4) Keketuaan Indonesia dalam APEC 2013.
3. Koordinasi Perencanaan
Program
Bagian Program pada tahun 2011 telah melakukan koordinasi
Progam dan Koordinasi Implementasi BSC. Koordinasi
perencanaan program dengan pemerintah daerah dilakukan untuk
mengetahui seberapa jauh pemahaman dan perhatian daerah
terhadap program kerja sama perdagangan internasional serta
apakah Provinsi tersebut melakukan perencanaan dengan
memperhatikan perkembangan kerja sama perdagangan
internasional. Koordinasi pada tahun 2011 dilakukan antara lain
dengan Provinsi Bali, Jawa Tengah, dan Banten.
B. Bagian Hukum dan Pelaporan
1. Penyusunan SK dan
Telaahan Dokumen
a. Penyusunan SK Menteri Perdagangan Nomor:
1001/M-DAG/KEP/10/2011 tentang Pembentukan
Kelompok Perunding Perdagangan Internasional
dan Sekretariat Tim Nasional untuk Perundingan
Perdagangan Internasional (Timnas PPI);
b. Penyusunan SK Menteri Perdagangan Nomor
485/M-DAG/KEP/8/2011 tentang Pembentukan
Tim Koordinasi Bidang Jasa Periode Tahun 2011;
c. Penelaahan Dokumen Kesepakatan Perdagangan
Internasional dilakukan untuk mereview kembali
kesepakatan kerjasama perdagangan internasional
yang betul-betul dirasakan manfaatnya bagi
pemangku kepentingan;
2. Laporan-laporan Rutin
a. Selama tahun 2011 telah tersusun 12 Laporan
Bulanan Ditjen KPI (Januari – Desember 2011).
Laporan tersebut berisikan kegiatan rutin yang
dilakukan oleh unit teknis.
b. Laporan Triwulanan UKP4 periode tahun 2011
berisikan dari rangkuman hasil-hasil kesepakatan
kerja sama perdagangan internasional yang telah
di sepakati. Hasil kesepakatan tersebut dapat
berbentuk Mutual Recognition Arrangement,
Agreed Minutes, Chair Report, dan sebagainya;
c. Laporan Timnas PPI Semester I Tahun 2011
disusun untuk merangkum kembali posisi runding
yang telah disusun oleh unit teknis bersama
dengan Kementerian atau Lembaga lain, sehingga
anggota Tim Perunding lainnya dapat mengetahui
sejarah dari suatu posisi runding terhadap suatu
isu perundingan internasional;
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Electronic Monitoring Laporan Ditjen KPI periode
tahun 2011 dilakukan sepanjang tahun, dalam
rangka membandingkan antara perencanaan dan
pelaksanaan program Ditjen KPI;
b. Pada tahun 2011 kegiatan Monitoring dan Evaluasi
Kerja Sama Perdagangan Internasional dilakukan
di 20 Daerah Tk I/TkII, dan 3 (negara)
4. Workshop dan Pertemuan
Teknis
Workshop Penyusunan LAK tahun 2011
dilaksanakan dalam rangka mengarahkan unit
teknis untuk membuat laporan akuntabilitas
keuangan yang baik dan sesuai dengan arahan
Menteri Perdagangan maupun Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi.
5. Ruang Publik
a. Telah membentuk Tim Jejaring Kehumasan di
Lingkungan Ditjen KPI sesuai dengan amanat
dalam Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik, yang mempunyai
tugas untuk menjawab kebutuhan informasi para
stakeholder terkait kerja sama perdagangan
internasional Indonesia;
b. Sosialisasi Hasil-Hasil Kesepakatan Kerja Sama
Perdagangan Internasional dilaksanakan di 8
(delapan) daerah, dan bekerja sama dengan
Pemerintah Daerah, serta Kadin Daerah.
Kedelapan daerah tersebut adalah Makassar,
Manado, Bangka Belitung, Yogyakarta, Padang,
Jakarta, Medan, dan Mataram. Sosialisasi ini
diselenggarakan untuk mempertemukan
stakeholder dengan anggota tim perunding di
forum kerja sama perdagangan internasional.
c. Dalam tahun 2011 telah diterbitkan 5 (buletin)
Kerja Sama Perdagangan Internasional. Walaupun
sebenarnya dalam Rencana Kegiatan Anggaran
Kementerian dan Lembaga direncanakan sebanyak
6 edisi, dikarenakan pada tahun 2011 SDM Ditjen
KPI banyak difokuskan pada penyelenggaraan
Keketuan ASEAN 2011 oleh Indonesia;
d. Selama tahun 2011 telah diterbitkan 10 Judul
Leaflet/Brosur Kerja Sama Perdagangan
Internasional. Leaflet/Brosur ini adalah salah satu
media untuk mendiseminasikan hasil-hasil
kesepakatan perdagangan internasional maupun
perkembangan perundingan internasional.
C. Bagian Keuangan
1. Realisasi Anggaran
Pada tahun 2011 Ditjen KPI memperoleh alokasi anggaran sebesar
Rp. 101.794.528.000 atau naik sebesar 50.25% dibandingkan
alokasi anggaran tahun 2010 dan anggaran tahun 2011 tersebut
terserap sebesar Rp. 91.311.578.615 atau sebesar 89.78% (data dari
SISKA 2011). Berikut rincian realisasi belanja s/d bulan Desember
2011:
a. Belanja Pegawai s/d Bulan Desember 2011 Rp. 12.679.558.541
atau terserap sebesar 94.13%.
b. Belanja barang s/d Bulan Desember 2011 Rp. 77.904.951.424
atau terserap sebesar 89.06%.
c. Belanja modal s/d Bulan Desember 2011 Rp. 727.068.650 atau
terserap sebesar 83.61%.
Sedangkan Pada tahun 2012 Ditjen KPI memperoleh alokasi
anggaran sebesar Rp. 121.534.681.000 atau naik sebesar 19.30%
dibandingkan alokasi anggaran tahun 2011, dengan alokasi belanja
sebagai berikut:
a. Belanja pegawai sebesar Rp 13.534.681.000.
b. Belanja barang sebesar Rp 107.123.964.000.
c. Belanja modal sebesar Rp 788.980.000.
2. Penyusunan laporankeuangan:
a. Telah disusun laporan keuangan Ditjen KPI Semester I dan
Semester II Tahun Anggaran 2011;
b. Telah dilakukan rekonsiliasi data barang milik negara Ditjen
KPI dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
Jakarta III, Ditjen Kekayaan Negara, Kemenkeu;
c. Telah dilakukan rekonsiliasi internal antara Simak-BMN dan
SAK guna mendukung laporan Keuangan Semester I dan II
Ditjen KPI Tahun 2011.
3. Pertemuan Teknis
a. Pertemuan Teknis dalam rangka Konsultasi Pengadaan
Barang/Jasa untuk Sidang-Sidang Internasional di Dalam Negeri
pada Ditjen KPI pada tanggal 10-11 Mei 2011;
b. Pertemuan teknis dalam rangka persiapan menghadapi akhir
Tahun Anggaran 2011;
c. Pertemuan Teknis dalam rangka penyusunan laporan keuangan
semester II Ditjen KPI Tahun 2011.
4. Workshop
a. Workshop keuangan dengan tema “Peningkatan Pemahaman
Pengelolaan Keuangan Negara” pada tanggal 19-20 Mei 2011 di
Bogor;
b. Workshop BMN dengan tema “Peningkatan Tata Usaha Barang
Persediaan dan Barang Milik Negara” pada tanggal 09-10
November 2011 di Bogor;
c. Workshop Keuangan dengan tema “Mekanisme Pembayaran
Biaya Perjalanan Dinas Berpedoman pada Keppres 38 Tahun
1980 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 97/PMK.05/2010
pada tanggal 08 November 2011;
d. Inventarisasi dan penelitian/penilaian Barang Milik/kekayaan
Negara pada Ditjen KPI, Kemendag;
e. Penghapusan BMN pada Ditjen KPI melalui serah terima BMN
dari Ditjen KPI kepada Direktorat Pengamanan Perdagangan;
f. Penyelenggaraan Pelaporan SIAPP dan SIMAK-BMN tentang
Pelatihan aplikasi pelaporan SIAPP pada tanggal 23-24 Agustus
2011 di Bogor.
D. Bagian Umum dan Organisasi
1. Personalia
Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional
disamping mempunyai 6 orang Pejabat Eselon II juga terdapat
Pejabat Eselon III sebanyak 28 orang terdiri dari 4 Kepala Bagian
dan 24 Kepala Sub Direktorat serta Pejabat eselon IV sebanyak 63
orang terdiri dari 10 Kepala Sub Bagian, 5 Kepala Sub Bagian Tata
Usaha dan 48 Kepala Seksi, sehingga jumlah Pegawai Negeri Sipil
(PNS) di lingkungan Ditjen KPI saat ini termasuk pelaksana
berjumlah 217 orang dan CPNS sebanyak 11 orang.
Dari keseluruhan jumlah PNS Ditjen KPI tersebut, ada beberapa
pegawai Ditjen KPI yang diperbantukan di KADI sebanyak 10
orang, dan di KPPI sebanyak 7 orang. Adapun posisi jabatan di
lingkungan Ditjen KPI yang masih belum terisi sampai tanggal 6
Februari 2012, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No Unit Eselon Jabatan Jumlah
1 Dit. Kerja Sama
Multilateral
III Kasubdit Peningkatan Akses Pasar
Barang Pertanian
1
IV Kasi Non tarif Non Pertanian 1
2 Dit. Kerja Sama ASEAN III Kasubdit masyarakat Ekonomi
ASEAN
1
3 Dit. Perundingan
Perdagangan Jasa
IV Kasie Jasa Lingkungan dan Jasa
Lainnya
1
Adapun Jumlah PNS di lingkungan Ditjen KPI menurut golongan
adalah sebagai berikut:
NO GOLONGAN JUMLAH KETERANGAN
1 IV 33
2 III 167
3 II 16
4 I 1
JUMLAH 217
Pada tahun 2012, terdapat sebanyak 6 (enam) pegawai Ditjen KPI
yang akan memasuki masa purna tugasnya, dengan rinciannya
adalah sebagai berikut:
NO NAMA JABATAN PENSIUN
BULAN
1. Rachmadi Pelaksana pada Setditjen KPI Februari
2. Dra. Utari Kurnianingsih,
M.Si
Kasubdit Asia Selatan, Australia dan Pasifik pada Dit. Kerja Sama bilateral
April
3. Watono Kaubdit Jasa Kontruksi Pariwisata
Rekreasi Budaya dan Olahraga dan Transportasi pada Dit. Perundingan perdagangan Jasa
April
4. Ir. Haryono Sarpini Kabag Hukum dan Pelaporan pada
Setditjen KPI
5. Latifah Muniri, SH, MH Kasubag Hukum pada Setditjen KPI Juli
6. Farida Pelaksana pada Dit. Kerja Sama
Bilateral
November
7. Dra. Sundari Pudjiastuti,
MM
Kasubdit jasa pendidikan dan
kesehatan pada Dit. Perundingan Perdagangan Jasa
Desember
2. Perlengkapan
Perlengkapan berupa kendaraan, sarana perkantoran seperti
komputer yang ada di lingkungan Ditjen KPI. dapat dilihat pada
tabel berikut:
No Jenis barang Satuan Jumlah
1 Mobil Unit 21
2 Sepeda motor Unit 14
3 P C unit Buah 421
4 Note book Buah 89
5 Printer Buah 272
6 Scanner Buah 11
8 Lemari Penyimpanan Buah 15
9 Meja kerja kayu Buah 495
10 Kursi besi/metal Buah 642
3. Perpustakaan WTO
Sebagai salah satu sarana untuk mempublikasikan berbagai hal
yang terkait dengan perdagangan internasional atau Kerja Sama
perdagangan internasional, Ditjen KPI juga mempunyai
perpustakaan yang dikelola oleh pustakawan.
Adapun jumlah koleksi buku yang ada pada Perpustakaan WTO
berjumlah 4.177 eksemplar dengan 2.286 judul buku, dan jumlah
pengunjung rata-rata perbulan 25 orang di tahun 2011.
Setiap tahunnya dilakukan pembelian buku agar buku yang ada
pada Perpustakaan WTO mengikuti perkembangan terkini.
4. Reformasi Birokrasi