BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ORGANISASI
D. Kinerja Lainnya
1. Kegiatan Upsus Pajale Pokja II
Tahun Anggaran 2016, BBPKH Cinagara mendapat anggaran tambahan untuk kegiatan supervisi dan pendampingan Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan Surat Tugas dari Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Nomor : 227/KP.340/3/01/2015 tanggal 12 Januari 2015. Tugas dan tanggung jawab supervisi dan pendampingan di wilayah POKJA II yang meliputi 5 (lima) daerah yaitu Kabupaten Rembang, Jepara, Pati, Kudus dan Demak (Rajapakde).
Tujuan Supervisi dan Pendampingan :
a. Mendampingi dan mengawal pelaksanaan kegiatan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di wilayah POKJA II Jawa Tengah (Rajapakde).
b. Mengawal bantuan sosial (Alsintan, Saprodi serta Dana Pembangunan RJIT dan Optimalisasi Lahan).
c. Mengawal realisasi luas tanam dan realisasi luas panen untuk MT1 dan MT2.
d. Mengawal penyerapan produksi pada oleh Bulog.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 32 e. Mengadvokasi kelompok tani untuk merealisasikan penggunaan dana bantuan sosial berdasarkan CPCL yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian masing-masing.
f. Menghubungkan berbagai stakeholder dalam rangka menyebar-luaskan inovasi teknologi tepat guna di bidang pertanian.
Hasil Supervisi dan Pendampingan :
Upaya khusus peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE) melalui program perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi lahan dan sarana pendukung lainnya, dibagi dalam 2 (dua) periode sesuai Musim Tanam (MT) di Indonesia, yaitu MT1 periode Oktober – Maret dan MT2 periode April – September.
Evaluasi kinerja kegiatan Upsus PAJALE didasarkan kepada target dan realisasi luas tanam, luas panen. Pada periode MT1 (Oktober – Maret), BBPKH Cinagara Bogor memperoleh prestasi TERBAIK dalam hal supervisi dan pendampingan, diantara pokja-pokja lain lingkup Kementerian Pertanian. Prestasi tersebut dicapai karena wilayah POKJA II masuk dalam zona BIRU DAN HIJAU yang artinya AMAN pada tingkat nasional. Mempertahankan prestasi akan lebih berat dibandingkan berjuang mencapai prestasi, oleh karena itu untuk periode MT2 (April – September) BBPKH Cinagara harus mampu mempertahankan prestasi tersebut, dengan motto “Berlatih, Berkarya dan Bermanfaat”.
Kegiatan pengawalan dan pendampingan lain yang dilaksanakan oleh BBPKH Cinagara sebagai berikut :
1. Mendukung kegiatan lomba poktan tingkat nasional komoditas pajale (padi), dan meraih juara tingkat nasional.
2. Berperan aktif dalam modifikasi dan diseminasi lowlief pump dalam rangka mendukung terjaminnya sumber air.
3. Berperan aktif dalam sosialisasi (bimtek) teknologi Simotandi (Sistem Informasi Monitoring Pertanaman Padi) di wilayah POKJA II dalam rangka mendukung verifikasi data luas tambah tanam pertanaman padi.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 33 4. Memperoleh prestasi (masuk dalam 10 besar) dalam pencapaian
target Luas Tambah Tanam komoditas pajale.
2. Kegiatan Supervisi, Monitoring dan Evaluasi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT).
Dalam tahun anggaran 2016, BBPKH Cinagara mendapat anggaran untuk melakukan kegiatan supervisi, monitoring dan evaluasi serta pembinaan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) untuk 2 (dua) wilayah yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Sesuai dengan SK. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Nomor: 09/KPA/J/01/16 Tanggal 7 Januari 2016, tentang Pembagian wilayah kerja PEMBINAAN, MONITORING, EVALUASI, DAN SUPERVISI maka Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor, memiliki tugas untuk melakukan kegiatan tersebut di 14 kabupaten wilayah Kalimantan Barat dan di 14 kabupaten wilayah Kalimantan Tengah dengan rincian sebagaimana tercantum pada tabel 6.
Tabel 6. Pembagian Wilayah Kerja
NO. PENANGGUNG
JAWAB PUSAT UPT PROVINSI JUMLAH
KAB JUMLAH
2.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Supervisi kegiatan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT), oleh BBPKH Cinagara Bogor di wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dimulai pada tanggal 10 Mei 2016 (Periode I), tanggal 22 Juni 2016 (Periode II) dan Agustus s.d. Nopember (periode III), dengan lokasi BP4K/BKP5K Tingkat Kabupaten dan BP3K Tingkat Kecamatan. Rincian lokasi Monev dan Supervisi Kegiatan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) dapat dilihat pada tabel 7.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 34 Tabel 7. Rincian Lokasi Monev dan Supervisi GPPT
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten / Kota Kabupaten / Kota
1. Pulang Pisau 1. Mempawah
2. Kapuas 2. Bengkayang
3. Gunung Mas 3. Kubu Raya
4. Kota Palangkaraya 4. Landak
5. Barito Selatan 5. Sekadau
6. Barito Timur 6. Melawi
7. Murung Raya 7. Sintang
8. Barito Utara 8. Kapuas Hulu
9. Seruyan 9. Sanggau
10. Katingan 10. Pontianak
11. Kotawaringin Timur 11. Kayong Utara 12. Kotawaringin Barat 12. Ketapang
13. Lamandau 13. Singkawang
14. Sukamara 14. Sambas
2.2. Tim Kerja
Tim kerja yang dibentuk untuk kegiatan Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Supervisi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) berasal dari unsur widyaiswara, pejabat struktural dan tenaga teknis, dimana setiap orang petugas melaksanakan Monev dan Supervisi terhadap 2 (dua) kabupaten dengan jarak yang relatif berdekatan. Untuk lebih rinci mengenai tim kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 8. Tim Kerja Monev dan Supervisi GPPT
Nama Petugas
Provinsi
Kalimantan Tengah Nama Petugas
Provinsi Kalimantan Barat
Kabupaten / Kota Kabupaten / Kota
drh. Wisnu WP. MP. Pulang Pisau
Agus Sulaeman, SST. Barito Selatan
drh. Fera Aryanti, M.Si. Sekadau
Barito Timur Melawi
Muhammad Bayu Aji, S.Pt.
Murung Raya
drh. Wisnu Jaka Dewa Sintang
Barito Utara Kapuas Hulu
Usodo, SE. Seruyan drh. Dwi Windiana,
M.Si.
Andri Rachmanto, SE. Kayong Utara
Kotawaringin Barat Ketapang
Ir. Indra Hertatianto, M.Si.
Lamandau
Ir. Sumargono J., MP. Singkawang
Sukamara Sambas
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 35 2.3. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan kegiatan Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Supervisi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) dilakukan melalui persiapan pelaksanaan yang meliputi :
1. Membentuk tim kerja yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Balai untuk melaksanakan kegiatan Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Supervisi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT).
2. Keanggotaan Tim kerja terdiri atas unsur Widyaiswara, struktural dan Tenaga Teknis.
3. Melakukan rapat koordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Dinas Pertanian Provinsi Kalimatan Barat dan Provinsi Kamlimantan Tengah.
4. Melakukan pertemuan tim kerja BBPKH Cinagara, untuk menentukan SOP kegiatan Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Supervisi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT).
Setelah tahapan persiapan dilakukan, selanjutnya dilakukan tahapan pelaksanaan dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
1). Melakukan komunikasi dua arah melalui media komunikasi tercetak dan elektronik.
Tim kerja melakukan komunikasi melalui email dan media faximili yang berisikan hal-hal yang dibutuhkan dalam kegiatan Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Supervisi Gerakan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT).
2). Pelaksanaan kunjungan ke lokasi BP4K / BKP5K
Setelah data-data diperoleh maka dilakukan kunjungan lapangan oleh tim kerja ke lokasi di wilayah Kabupaten (BP4K / BKPP) bahkan sampai ke wilayah Kecamatan (BBP / BP3K). Tim kerja sebelumnya melakukan koordinasi serta kesepakatan terlebih dahulu terhadap waktu pelaksanaan dan tempat pelaksanaan kegiatan GPPT.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 36 2.4. Hasil yang dicapai
Kegiatan Pemberdayaan Kelompoktani di Lokasi Sentra Pangan Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dilakukan dengan menerapkan penggabungan beberapa metode penyuluhan, diantaranya yaitu Temu Teknis, kursus tani, rembug tani dan fasilitasi penyuluh melalui kunjungan yang terintegrasi dengan system lakususi.
Pelaksanaan pemberdayaan kelompok tani di lokasi sentra pangan wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimatan Tengah adalah pelaksanaan kegiatan Temu teknis dilaksanakan di tingkat Kabupaten dan tingkat Kecamatan, kursus tani dilakukan di kelompok tani / tingkat desa, dan rembug tani dilaksanakan pada tingkat kecamatan. Pada kegiatan GPPT ini maka petugas Tim Monev BBPKH Cinagara mendatangi lokasi disesuaikan dengan jadual kegiatan Temu Teknis, kursus tani atau rembug tani, sehingga kehadiran tim Monev memberi manfaat bagi para penyuluh dan petani. Adapun materi yang didiskusikan disesuaikan dengan kebutuhan para penyuluh dan petani / peternak pada saat itu serta desiminasi teknologi tepat guna yang mendukung kegiatan GPPT.
2.4.1 Temu Teknis a. Temu Teknis
Secara umum pada kegiatan Temu Teknis baik yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan, dihadiri oleh penyuluh Tingkat Kecamatan yang berperan sebagai pendamping / fasilitator pada kegiatan kursus tani, rembug tani dan lakususi di wilayah sentra pangan dan para pejabat srtukural eselon 3 dan 4 yang membidangi bidang penyuluhan dan Kelembagaan. Seperti diketahui, masalah utama sumberdaya manusia pertanian adalah tingkat pendidikan yang relatif masih rendah, produktivitas belum optimal dan sebaran yang tidak merata. Dengan demikian melalui temu Teknis / sosialisasi hasil penelitian Litbang dan perkembangan IPTEK terkini terhadap petugas PPL, yang selanjutnya akan disampaikan kepada para petani di sentra pangan. Adapun peran aktif tim BBPKH Cinagara
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 37 pada kegiatan tersebut adalah menyampaikan / desiminasi teknologi tepat guna seperti teknik pembuatan dan penggunaan lowlief pump, pememfaatan burung hantu sebagai predator tikus dan budidaya sapi.
Dengan pemberdayaan para PPL yang profesional dan handal, maka diharapkan mereka / para petani mampu memahami arti pentingnya program GPPT yang akan mereka kerjakan, sehingga para petani di sentra pangan belajar dari keberhasilan dan kegagalan dalam merespon terhadap perubahan dan pada akhirnya mampu mengembangkan masa depan petani di sentra pangan akan lebih sejahtera dan dapat bersaing di pasar bebas.
Selama kegiatan GPPT dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat, pada tanggal 22 Oktober 2016, Menteri Pertanian Bapak Dr. Ir.
Amran Sulaeman berkunjung ke Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Singkawang. Hal tersebut berbarengan dengan diselenggarakannya Pekan Daerah Provinsi Kalaimantan Barat. Pada kesempatan Pekan Daerah tersebut Tim Monev BBPKH Cinagara menyampaikan materi pada kegiatan temu teknis di Kabupaten Landak yaitu 1). teknis penangkaran dan mamfaat burung hantu dalam mengendalikan hama tikus sebagai hama tanaman padi, 2). Penggunaan Lowlief pump sebagai pompa air hasil pengembangan teknologi Badan PSDMP yang bermamfaat untuk mengairi lahan pertanian (pesawahan, ladang). Temu teknis tersebut dilaksanakan di Dusun Tebing Tinggi Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, kabupaten Landak, Bapak Menteri Pertanian melihat langsung kegiatan demo penggunaan Lowlief pump di areal pesawahan dan pemanfaatan burung hantu sebagai predator tikus yang merupakan hama tanaman padi.
Gambar 1. Kunjungan Kerja Menteri Pertanian ke Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat : Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, bertepatan dengan penyelenggaraan Pekan Daerah Prov. Kalimantan Barat di Kab. Landak.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 38
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 39 Terkait dengan lowlief pump yang disampaikan pada kegiatan GPPT di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah adalah merupakan hasil pengembangan pompa air gagasan Bapak Kepala BPPSDMP Bapak DR Ir. Pending Dadih Permana, selaku penanggung jawab UPSUS di Provinsi Jawa Tengah, yang menekankan perlunya peningkatan kapasitas petani / kelompok tani dalam merakit dan memodifikasi pompa air bertenaga hand tractor untuk mengangkat dan memindahkan air, sehingga dapat memecahkan masalah ketersediaan air pada saat musim kemarau. Modifikasi pompa air ini yang diberi nama Lowlief pump, pertama kali dikembangkan oleh Bapak Ramelan, seorang teknisi salah satu bengkel alat dan mesin pertanian (Alsintan) di Palembang, yang merupakan binaan Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan. Lowlief pump ini dapat memindahkan air dari sumber air ke areal sawah dengan perbedaan ketinggian 2-3 meter dan kapasitas debit air 11-15 liter per detik, sehingga dapat mengairi sawah seluas 15 ha dalam waktu 10 Jam.
Gambar 2. Kegiatan Tim BBPKH dalam PEDA di Provinsi Kalimantan Barat, dalam praktek perakitan dan penggunaan Lowlief pump.
b. Rembug Tani
Rembug Tani Desa adalah Forum pertemuan antara petani, pengurus kelompoktani, Penyuluh Pertanian (PNS, THLTBPP dan Swadaya), babinsa dan mahasiswa untuk membahas identifikasi dan pemecahan masalah serta pelaksanaan gerakan serentak dalam mendukung program peningkatan produksi dan produktivitas padi, jagung dan kedelai.
Keberhasilan program GPPT ini tidak dapat tercapai secara optimal tanpa dukungan petani sebagai pelaku utama dalam bidang pertanian dan peternakan di sentra pangan. Oleh karenanya konsep
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 40 pemberdayaan masyarakat seiring dan sejalan dengan program yang direncanakan oleh Petani / peternak.yaitu dengan mengikut sertakan masyarakat/ petani secara aktif, ini artinya mereka/para petani dan peternak merasakan sebagai komponen pembangunan itu sendiri, merasa memiliki dan bahkan membutuhkan adanya wadah untuk pengembangan produksi yang nantinya akan menjadi cabang usaha mereka atau menjadi usaha pokok.
Kegiatan Rembug tani yang dilaksanakan di tingkat BP3K tingkat Kecamatan, mendapat sambutan hangat dari para petani. Dalam hali ini Proses pelaksanaan kegiatan rembug tani, diikuti oleh para petani dengan penuh antusias, semangat dan terjadi diskusi yang dinamis sehingga output yang dicapai adalah adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan para peserta rembug tani. Diharapkan hasil dan dampak pelaksanaan kegiatan pemberdayaan kelompok tani tersebut akan lebih meningkatkan produktifitas komoditas unggulan di lokasi sentra pangan yang para petani laksanakan (Padi, Jagung, Kedelai).
Lebih rinci kegiatan GPPT di BP4K/BKP5K dan BP3K disajikan pada Lampiran.
Gambar 3. Kegiatan Rembug Tani Tim BBPKH Cinagara pada kegiatan Rembug Tani
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 41 c. Kursus Tani
Kursus Tani adalah suatu proses belajar mengajar bagi para petani di desa yang diselenggarakan secara sistematis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan inovasi teknologi (padi, jagung dan kedelai) sesuai dengan rekomendasi.
Sebagaimana kita ketahui, fokus pemberdayaan petani terletak pada pelaksanaan bimbingan teknis bagi petani yang dilakukan oleh para penyuluh sebagai trainer dan peran aktif Tim Monev dan Supervisi GPPT dari BBPKH Cinagara.
Secara umum kegiatan kursus tani dihadiri oleh pelaku/peserta pelaksana pemberdayaan kelompok tani di lokasi sentra pangan berasal dari pelaksana kegiatan UPSUS tujuh komoditas pangan strategis nasional yang berada di kawasan pertanian atau lokasi pengembangan komoditas prioritas di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Kegiatan kursus tani dilaksanakan di tingkat Desa dan dihadiri oleh petani / peternak, Penyuluh Pertanian Tingkat kecamatan sesuai wilayah kerjanya yang berperan sebagai pendamping/ fasilitator.
Agenda yang didiskusikan ketika kursus tani, secara umum adalah teknologi rekomendasi Badan Litbang yang telah teruji (secara teknis mudah diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan secara sosial-budaya dapat diterima masyarakat), meliputi: a) teknologi produksi dan budidaya; b) optimasi lahan dan air termasuk teknik perbaikan jaringan irigasi tersier (PJIT); c) panen dan pascapanen; d) mekanisasi. Peran tim monev dan supervisi dari BBPKH Cinagara dalam kegiatan kursus tani adalah membantu dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang integrasi tanaman (padi, jagung, kedelai) dengan ternak (Sapi Potong dan Kerbau, juga ternak itik, ayam buras dan Babi), teknik merakit lowlief pump dan penggunaan burung hantu sebagai predator tikus sebagai hama padi.
Disamping itu dari Tim BBPKH Cinagara berperan aktif dalam pemberdayaan kelompok tani berupa stimulan untuk melengkapi komponen program utama peningkatan produksi dan produktivitas tujuh
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 42 komoditas pangan utama seperti: pembuatan pupuk organik, pestisida hayati, pengendalian hama tanaman padi (penggunaan Burung Hantu), penggunaan alsintan (Lowlief pump), pembuatan formula pakan ternak, pengolahan hasil dan teknologi pasca panaen serta budidaya ternak (sapi potong dan kerbau, juga ternak itik, ayam buras dan babi).
Terkait dengan Lowlief pump yang merupakan hasil pengembangan teknologi Badan PPSDMP, maka Tim BBPKH Cinagara melakukan demo cara pembuatan lowlief pump yang sederhana, praktis dan harganya relative terjangkau oleh para petan di beberapa kabupaten (Kayong Utara, Landak, Katingan).
Pada prinsipnya penetapan bahan pembelajaran disesuaikan dengan topik/materi yang dibutuhkan oleh para petani / peternak. Pada saat kegiatan kursus tani berlangsung, secara umum para petani memiliki motivasi yang tinggi dan berperan aktif untuk mensukseskan program pemerintah dalam pencapaian swasembada 7 komoditas unggulan yang sedang dijalankan.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis / kursus tani di 14 Kabupaten se Provinsi Kalimatan Barat dan 14 Kabupaten se Provinsi Kalimatan Tengah, pada prinsifnya para petani dapat memahami inovasi pengetahuan dan keterampilan yang telah diterimanya melalui kursus tani dan dapat menerapkannya pada kondisi nyata ketika para petani melakukan budidaya atau usaha agribisnis 7 (tujuh) komoditas unggulan (padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabe, tebu dan sapi).
Gambar 4. Kegiatan Kursus Tani di Kelompok Tani, Desa Salatiga, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor.
Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 43
Gambar 5. Kursus tani di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan Provinsi Kalimatan Tengah.
3. Kegiatan Kerjasama
Dalam tahun 2016, BBPKH Cinagara mendapatkan kegiatan kerjasama dalam negeri dalam bentuk, bimbingan teknis, pendayagunaan ketenagaan, pemanfaatan teknologi dan informasi serta pemanfaatan prasarana dan sarana, dapat dilihat pada Lampiran 6.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 44 BAB IV
P E N U T U P
Laporan akuntabilitas kinerja BBPKH Cinagara tahun 2016 merupakan salah satu bentuk dokumen pertanggung jawaban dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diemban BBPKH Cinagara dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Indikator kinerja output dari indikator kinerja rata-rata mencapai 98,38%.
Sedangkan realisasi serapan anggaran (input) rata-rata mencapai 91,38% atau sebesar Rp. 19.855.596.930,- dari total penggunaan anggaran Rp 21.729.211.000,-.
Hasil analisis efisiensi capaian indikator kinerja BBPKH Cinagara pada tahun anggaran 2016 menunjukkan bahwa nilai efisiensi sebesar 7,13 yang berarti hasil kinerjanya dapat dikategorikan efisien. Kinerja BBPKH Cinagara dianggap berhasil karena :
1. Pelaksanaan kegiatan dari kinerja yang direncanakan berjalan sesuai target;
2. Tercapainya hasil kinerja yang telah diprogramkan;
3. Tercapainya hasil-hasil kegiatan yang telah direncanakan.
Secara keseluruhan berdasarkan evaluasi kinerja kegiatan dan indikator kinerja menunjukan bahwa hasil kinerja output dan input dari masing-masing kegiatan dan indikator kinerja dapat dikategorikan baik karena rata-rata indikator kinerja output sebesar 98,38 % dari input sebesar 91,38 %.
Adapun tindak lanjut yang akan dilaksanakan untuk tahun yang akan datang adalah :
1. Dalam penyusunan LAKIN lebih memperhatikan peraturan perundang-undangan (Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 dan PerMenPAN Reformasi Birokrasi No. 53 Tahun 2014), Renstra, PK dan DIPA.
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016
Lampiran 1.
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2016
BBPKH CINAGARA - BOGOR
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : Drh. Djajadi Gunawan, MPH
Jabatan : Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor
Selanjutnya disebut pihak pertama
Nama : Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev.
Jabatan : Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Selaku atasan langsung pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua
Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
Jakarta, 01 Agustus 2016
Pihak Kedua Pihak Pertama
Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev. Drh. Djajadi Gunawan, MPH
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN HEWAN CINAGARA BOGOR
No Sasaran Kegiatan Indikator Target
1 Mantapnya sistem pelatihanPeningkatan kapasitas 1357Orang pertanian dalam meningkatkanaparatur dan non aparatur
kompetensi aparatur pertanian dan pertanian
non aparatur pertanian; daya tarik Sertifikasi Profesi bidang 120Orang pertanian bagi tenaga kerja muda; pertanian
pelibatan perempuan petani/pekerja
Layanan Internal 17Dokumen
dan inkubator agribisnis mendukung
Agro Techno Park Organisasi
Jumlah dukungan 12Bulan
pemantapan sistem pelatihan pertanian
No Kegiatan Anggaran (Rp)
1 Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian 21.729.221.000
Jakarta, 01 Agustus 2016
Pihak Kedua Pihak Pertama
Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev. Drh. Djajadi Gunawan, MPH
Power ed by TC PD F ( www. t cpdf . or g)
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016
Lampiran 2.
STRUKTUR ORGANISASI
BBPKH CINAGARA BOGOR
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 47
Lampiran 2.
Struktur organisasi BBPKH Cinagara Bogor
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 107/Permentan/OT.140/10/2013 Tanggal 9 Oktober 2013
KEPALA
BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI
Seksi Evaluasi dan
Pelaporan Seksi
Program dan Kerjasama
Seksi Pelatihan Non
Aparatur Seksi
Pelatihan Aparatur
Subbagian Perlengkapan dan
Instalasi Subbagian
Keuangan Subbagian
Kepegawaian dan Rumah Tangga
BAGIAN UMUM
BIDANG PENYELENGGARAAN
PELATIHAN
KELOMPOK FUNGSIONAL
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016
Lampiran 3.
KELENGKAPAN PERSONIL BERDASARKAN
PANGKAT / GOLONGAN RUANG DAN JABATAN
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman 48
Lampiran 3.
Kelengkapan Personil Berdasarkan Pangkat / Golongan Ruang dan Jabatan
Per 31 Desember 2016 Jabatan
Pangkat Gol.
Ruang
Struktural (orang)
Fungsional Khusus
(orang)
Fungsional Umum (orang)
Jumlah
Pembina Utama IV/e - 2 - 2
Pembina Utama Madya IV/d 1 1 - 2
Pembina Utama Muda IV/c - 2 - 2
Pembina Tingkat I IV/b 1 3 - 4
Pembina IV/a 4 2 - 6
Penata TK.I III/d 5 6 2 13
Penata III/c - 3 2 5
Penata Muda TK.I III/b - 3 10 13
Penata Muda III/a - 2 7 9
Pengatur TK.I II/d - - 4 4
Pengatur II/c - - 5 5
Pengatur Muda TK.I II/b - - 3 3
Pengatur Muda II/a - - 2 2
Juru TK.I I/d - - 5 5
Juru I/c - - - -
Juru Muda TK.I I/b - - - -
Juru Muda I/a - - - -
Jumlah 11 24 40 75
Honorer / THL - - - 38 38
Total 11 24 78 113
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016
Lampiran 4.
DATA REALISASI DIKLAT APARATUR DAN NON APARATUR
TAHUN 2012 - 2016
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman49
LAKIN Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor Tahun 2016 Halaman49