BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
D. Kegiatan Usaha
1. Penjualan Sepeda Motor
Kegiatan penjualan PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sungguminasa 2 dalam meraih minat konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan perusahaan, maka ada beberapa kemudahan yang diberikan oleh PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sungguminasa 2 untuk memiliki kendaraan bermotor roda dua. Adapun prosedur penjualan
Sales
2 adalah sebagai berikut :
a. Penjualan Secara Tunai (Cash)
Dengan penjualan secara tunai tidak perlu dipersoalkan oleh perusahaan, karena proses administrasinya tidak perlu berbelit-belit sehingga dalam penanganannya mudah untuk dicairkan atau dengan kata lain proses penjualannya lebih mudah gampang.
b. Penjualan Kredit
Dengan penjualan secara tunai yaitu salah satu bentuk penjualan yang dapat meningkatkan penjualan adalah secara angsuran (kredit).
Adapun data penjualan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 2. Penjualan Motor Yamaha Tahun 2013-2015.
No Tahun Jumlah Unit
1 2013 812 Unit
2 2014 857 Unit
3 2015 904 Unit
Jumlah 2.573 Unit
Sumber : PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sungguminasa 2
43 A. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Sebagai awal proses analisis dalam hasil penelitian ini, dilakukan analisis terhadap karakteristik responden yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia dan pekerjaan.
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 5.1
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin JENISKELAMIN
Valid LAKI_LAKI 57 63.3 63.3 63.3
PEREMPUAN 33 36.7 36.7 100.0
Total 90 100.0 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel 5.1 diatas diperoleh data, dari 90 orang jumlah responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 63,3% atau 57 0rang.
Sedangkan responden perempuan sebanyak 36,7% atau 33 orang. Ini berarti dalam penelitian ini responden laki-laki lebih banyak jumlahnya dari pada responden perempuan.
Tabel 5.2
Valid PNS 27 30.0 30.0 30.0
KARYAWAN 39 43.3 43.3 73.3
MAHASISWA 13 14.4 14.4 87.8
PETANI 11 12.2 12.2 100.0
Total 90 100.0 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel 5.2 di atas menunjukkan bahwa responden yang paling banyak adalah KARYAWAN 43,3 % atau 39 orang, PNS yatu 30,0
% atau 27 orang, MAHASISWA 14,4 % atau 13 orang, PETANI 12,2 % atau 11 orang.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 5.3
Valid 20-30 39 43.3 43.3 43.3
31-40 26 28.9 28.9 72.2
41-50 18 20.0 20.0 92.2
50 > 7 7.8 7.8 100.0
Total 90 100.0 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
ada 39 orang (43,3%), berusia antara 31-40 tahun ada 26 orang (28,9%) yang berusia antara 41-50 tahun ada 18 orang (20,0 %), yang berusia diatas 50 tahun ada 7 orang (7,8%). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa responden sebagian bagian besar besar berusia antara 20-30 tahun.
B. Analisis Statistik Deskriptif
Pada bagian ini akan disajikan data berdasarkan dimensi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hal ini untuk memudahkan dalam membaca hasil penelitian yan telah dilakukan.Adapun data untuk membuat tabel tersebut diperoleh dari hasil pengolahan data kuesioner menggunakan SPSS 23 dengan melihat tingkat frekuensi responden dalam memilih jawaban yang tersedia.
Opsi-opsi jawaban yang tersedia adalah Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Kurang Setuju (KS), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS).
1. Kualitas Produk(X1)
Distribusi jawaban responden mengenai kualitas produk : a. Sepeda motor yamaha tidak mudah rusak
Tabel 5.4
Sumber : Data Diolah SPSS 23, 2016
responden memberikan pernyataan sangat setuju yaitu sebesar 81,1% atau 73 orang, pada bagian setuju yaitu 18,9% atau17 orang.
b. Sepeda motor yamaha irit dalam penggunaan bahan bakar Tabel 5.5
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak memberikan pernyataan sangat setuju yaitu 62,2% atau 56 orang dan pada bagian setuju ada 28,9% atau 26 orang dan pada bagian kurang setuju ada 8,9%.
c. Sepeda motor yamaha nyaman saat digunakan.
Tabel 5.6
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak memberikan pernyataan setuju yaitu 48,9% atau 44 orang dan
setuju ada 13,3% atau 12 orang.
d. Sepeda motor yamaha memiliki mesin yang tangguh dan bergaransi . Tabel 5.7
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak memberikan pernyataan sangat setuju yaitu 74,4% atau 67 orang dan pada bagian setuju ada 25,6% atau 23 orang.
e. Sepeda motor Yamaha memiliki sperpart yang berkualitas baik dan mudah didapatkan
Tabel 5.8 X1.5
Frequency Percent
Valid KURANG SETUJU 2 2.2
SETUJU 26 28.9
SANGAT SETUJU 62 68.9
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak memberikan pernyataan sangat setuju yaitu 68% atau 62 orang, pada bagian setuju ada 28,9% atau 26 orang dan pada bagian kurang setuju ada 2,2% atau 2 orang.
Table 5.9
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak memberikan pertanyaan sangat setuju yaitu 52,2% atau 47 orang responden dan pada bagian setuju ada 47,8% atau 43 orang.
g. Sepeda motor yamaha lebih baik dari sepeda motor merek lain.
Table 5.10 X1.7
Frequency Percent
Valid KURANG SETUJU 2 2.2
SETUJU 27 30.0
SANGAT SETUJU 61 67.8
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa responden terbanyak memberikan peryataan sangat setuju yaitu 67,8% atau 61 orang, responden pada bagian setuju yaitu 30,0% atau 27 orang dan pada bagian kurang setuju ada 2,2% atau 2 orang responden.
2. Inovasi Produk (X2)
Distribusi jawaban responden berdasarkan inovasi produk :
a. Sepeda motor Yamaha mampu menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
X2.1
Frequency Percent
Valid TIDAK SETUJU 18 20.0
KURANG SETUJU 31 34.4
SETUJU 23 25.6
SANGAT SETUJU 18 20.0
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan kurang setuju yaitu sebesar 34,4% atau 31 orang, pada bagian setuju yaitu 25,6% atau 23 orang, pada bagian sangat setuju yaitu 20,0% atau 18 orang dan pada bagian tidak setuju yaitu 20,0% atau 18 orang.
b. Sepeda motor Yamaha memiliki banyak pilihan warna.
Tabel 5.12 X2.2
Frequency Percent
Valid KURANG SETUJU 25 27.8
SETUJU 38 42.2
SANGAT SETUJU 27 30.0
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan setuju yaitu sebesar 42,2% atau 38 orang, pada bagian sangat setuju yaitu 30,0% atau 27 orang dan pada bagian kurag setuju yaitu 27,8% atau 25 orang.
Tabel 5.13 X2.3
Frequency Percent
Valid TIDAK SETUJU 2 2.2
KURANG SETUJU 22 24.4
SETUJU 34 37.8
SANGAT SETUJU 32 35.6
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan setuju yaitu sebesar 37,8% atau 34 orang, pada bagian sangat setuju yaitu 35,6% atau 32 orang, pada bagian kurang setuju yaitu sebesar 24,4% atau 22 responden dan pada bagian tidak setuju sebesar 2,2% atau sebesar 2 orang.
d. Sepeda motor Yamaha mampu meniru/memodifikasi sepeda motor yang sudah ada menjadi lebih baik.
Tabel 5.14 X2.4
Frequency Percent
Valid TIDAK SETUJU 4 4.4
KURANG SETUJU 27 30.0
SETUJU 32 35.6
SANGAT SETUJU 27 30.0
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan setuju yaitu sebesar 35,6% atau 32
kurang setuju yaitu 30,0 atau 27 orang.
e. Sepeda motor Yamaha memilki desain yang inovatif Tabel 5.15
X2.5
Frequency Percent
Valid TIDAK SETUJU 10 11.1
KURANG SETUJU 19 21.1
SETUJU 35 38.9
SANGAT SETUJU 26 28.9
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan setuju yaitu sebesar 38,9% atau 35 orang, pada bagian sangat setuju yaitu 28,9% atau 26 orang, pada bagian kurang setuju yaitu 21,1% atau 19 orang dan pada bagian tidak setuju yaitu 11,1% atau 10 orang.
3. Tingkat Penjualan (Y)
Distribusi jawaban responden mengenai variabel tingkat penjualan.
a. Penjualan sepda motor Yamaha tiap tahunnya mengalami peningkatan.
Tabel 5.16 Y1
Frequency Percent
Valid KURANG SETUJU 16 17.8
SETUJU 32 35.6
SANGAT SETUJU 42 46.7
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
setuju yaitu sebesar 46,7% atau 42 orang, pada bagian setuju yaitu 35,6%
atau 32 orang dan pada bagian kurang setuju 17,8% atau 16 orang.
b. Penjualan sepeda motor Yamaha lebih banyak di banding dengan produk lain.
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan sangat setuju yaitu sebesar 64,4% atau 58 orang dan pada bagian setuju yaitu 35,6% atau 32 orang.
c. Sepeda motor Yamaha sudah tersedia diberbagai daerah di Indonesia.
Tabel 5.18
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan setuju yaitu sebesar 56,7% atau 51 orang dan pada bagian sangat setuju yaitu 43,3% atau 39 orang.
Tabel 5.19 Y4
Frequency Percent
Valid TIDAK SETUJU 12 13.3
SETUJU 26 28.9
SANGAT SETUJU 52 57.8
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan sangat setuju yaitu sebesar 57,8% atau 52 orang, pada bagian setuju yaitu 28,9% atau 26 orang dan pada bagian tidak setuju 13,3% atau 12 orang.
e. Proses pendistribusian sepeda motor Yamaha mudah dan aman.
Table 5.20 Y5
Frequency Percent
Valid KURANG SETUJU 5 5.6
SETUJU 42 46.7
SANGAT SETUJU 43 47.8
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan sangat setuju yaitu sebesar 47,8% atau 43 orang, pada bagian setuju yaitu 46,7% atau 42 orang dan pada bagian kurang setuju sebesar 5,6% atau 5 orang.
baik.
Table 5.21 Y6
Frequency Percent
Valid KURANG SETUJU 10 11.1
SETUJU 43 47.8
SANGAT SETUJU 37 41.1
Total 90 100.0
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan pernyataan setuju yaitu sebesar 47,8% atau 43 orang, pada bagian sangat setuju yaitu 41,1% atau 37 orang dan pada bagian kurang setuju sebesar 11,1% atau 10 orang.
C. Analisis Data
Dalam analisis data akan dipaparkan mengenai uji yang digunakan dalam penelitian. Pengujian tersebut adalah sebagai berikut :
1. Analisis Validitas
Suatu instrument dikatakan valid jika instrument ini mampu mengukur apa saja yamg hendak diukurnya, mampu mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan. Besarnya r tiap butir pertanayaan dapat dilihat dari hasil analisis SPSS 23 pada kolom Corrected items Total correlation.kriteria uji validasi secara singkat (rule of tumb) adalah 0.30, jika kolerasi sudah lebih besar dari 0.30, berarti butir pertanyaan tersebut valid.
Item-Total Statistics
X1.1 27.3667 5.898 .355 .818
X1.2 27.6444 4.367 .705 .761
X1.3 27.9333 4.422 .652 .773
X1.4 27.4333 5.394 .562 .791
X1.5 27.5111 4.994 .633 .777
X1.6 27.6556 5.262 .528 .794
X1.7 27.5222 5.353 .457 .806
X2.1 15.8556 9.091 .785 .895
X2.2 15.2889 10.545 .785 .895
X2.3 15.2444 9.985 .827 .885
X2.4 15.4000 9.906 .782 .893
X2.5 15.4556 9.599 .750 .901
Y1 22.1111 5.493 .644 .726
Y2 21.7556 6.434 .683 .738
Y3 21.9667 6.662 .553 .758
Y4 22.0889 4.217 .743 .704
Y5 21.9778 6.898 .342 .795
sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel diatas pada kolom corrected item-total correlation terlihat nilai-nilai tiap item atau indikator inovasi produk, kualitas produk dan tingkat penjualan diatas 0,30.sehingga pada setiap pertanyaan dapat dikatakan valid.
2. Analisis Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan suatu instrument yang dapat digunakan sebagai alat pengumpul data, karena instrumen dapat dipercaya dan reliable yang akan menghasilkan data yang dapat dipercaya. Suatu instrument dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach’s alpha (α) > 0,60.
Hasil uji reabilitas kualitas produk (X1) Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.913 5
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas variabel X2 di atas, nilai Cronbach’s Alpha mencapai angka 0,913 yaitu lebih besar dari 0,60.
Berdasrkan ketentuan di atas maka indicator-indikator dalam penelitian dikatakan reliable.
Tabel 5.24
Hasil uji reabilitas variabel inovasi produk (X2) Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.815 7
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas variabel X1 di atas hasil pengolahan data mengenai reliabilitas dianggap reliable sebab nilai Cronbach’s alpha suadh diatas 0,60.
Tabel 5.25
Hasil uji reabilitas variabel tingkat penjualan (Y) Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.787 6
Sumber : Output data SPSS, 2016
Berdasarkan tabel hasil uji reabilitas variabel Y di atas, nilai Cronbach’s Alpha mencapai angka sebesar 0,787 yaitu lebih besar dari
penelitian dikatakan reliable.
D. Model Persamaan Regresi
1. Hasil Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda digunakan dalam menguji seberapa besar pengaruh antara Kualitas dan Inovasi Produk terhadap tingkat penjualan.
Oleh karena itu akan disajikan hasil olahan data regresi yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 5.26
1 (Constant) 6.726 3.348 2.009 .048
KUALITAS
_PRODUK .392 .096 .353 4.104 .000
INOVASI_
PRODUK .365 .064 .490 5.699 .000
Sumber : Output data SPSS, 2016
Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel tingkat penjualan dihubungkan dengan variabel kualitas dan inovasi.
Y = a +b1X1+b2X2
Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan program computer SPSS versi 23 maka diperoleh persamaan sebagai berikut :
Y = 6,726 + 0,392X1+ 0,365X2 Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Abadi Motor Cabang sugguminasa 2.
b1= 0,392 menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X1) berpengaruh positif terhadap tingkat penjualan sepeda motor Yamaha. Dengan kata lain, dilihat dari persamaan diatas berarti kualitas produk akan berpengaruh terhadap tingkat penjualan motor Yamaha pada PT.
Suraco Jaya Abadi Motor Cabang sungguminasa 2 sebesar 0,392.
b2= 0,365 menunjukkan bahwa variabel inovasi produk (X2) berpengaruh positif terhadap tingkat penjualan sepeda motor yamaha. Dengan kata lain, dilihat dari persamaan diatas berarti inovasi produk akan berpengaruh terhadap tingkat penjualan motor Yamaha pada PT.
Suraco Jaya Abadi Motor Cabang sungguminasa 2 sebesar 0,365.
2. Analisis Korelasi
Sumber : Output data SPSS, 2016
Hasil analisis pengaruh kualitas dan inovasi produk terhadap tingakat penjualan sepeda motor Yamaha pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sungguminasa 2 seperti yang dapat dilihat pada tabel 5.27 menunjukkan bahwa koefisien korelasi (R) = 0,598. Hal ini berarti
penjualan sepeda motor Yamaha karena nilai R = 0.598.
Sumber : Output data SPSS, 2016
Koefisien determinasi dengan R menunjukkan indeks kecocokan yang menyatakan proporsi dan variasi total Y (variabel dependen) yang dapat diterangkan oleh X (variabel independen) dan sebagai ukuran hubungan yang linier, yang menyatakan seberapa baik garis regresi cocok dengan data.
Tabel 5.28 ini juga memperlihatkan nilai koefisien determinasi (R-square) yang digunakan untuk mengetahui persentase pengaruh variabel independen (X1 dan X2 ) terhadap variabel dependen (Y) sebesar 0,358.
Hal ini berarti bahwa faktor-faktor kualitas dan inovasi produk dapat menjelaskan 35,8% dari perubahan tingkat penjualan sepeda motor Yamaha dan sisanya yaitu sebesar 64,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti. Karena nilai R square dibawah 5% atau cenderung mendekati nilai 0 maka dapat disimpulkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan varibel-variabel amat terbatas.
1. Uji T
Pengujian hipotesis parsial bertujuan untuk menukur pengaruh kualitas produk dan inovasi produk terhadap tingkat penjualan. Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada tabel 5.26.Dari tabel 5.26 dapat dilihat hasil perhitungan dan dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Kualitas produk (X1) teruji berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y), ditunjukkan dengan nilai Thitung sebesar 4,104 lebih besar dari Ttabel = 1,987, sedangkan koefisien regresi sebesar 0.392 menunjukkan bahwa semakin baik kualitas produk (X1) dikembangkan maka tingkat penjualan (Y) akan meningkat.
b. Kualitas produk (X1) teruji berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y), ditunjukkan dengan tingkat signifikannya adalah 0,000 < 0,05. Berdasarkan kriteria pengujiannya, maka Ha diterima dan Ho ditolak.
c. Nilai T positif menunjukan bahwa variabel kualitas produk (X1) mempunyai hubungan yang searah dengan tingkat penjualan (Y). Jadi dapat disimpulkan variabel kualitas produk (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat penjualan (Y).
d. Inovasi produk (X2) teruji berpengaruh terhadap tingkat penjualan (Y), di tunjukkan dengan nilai Thitungsebesar = 5,699 lebih besar dari Ttabel= 1,987, sedangkan koefisien regresi sebesar 0,365 menunjukkan bahwa
akan semakin meningkat.
e. Inovasi produk (X2) teruji berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y), ditunjukkan dengan tingkat signifikannya adalah 0,000 < 0,05. Berdasarkan kriteria pengujiannya, maka Ha diterima dan Ho ditolak.
f. Nilai T positif menunjukan bahwa variabel inovasi produk (X2) mempunyai hubungan yang searah dengan tingkat penjualan (Y). Jadi dapat disimpulkan variabel inovasi produk (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat penjualan (Y).
2. Uji F
Uji statistik F atau uji signifikan simultan, pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji F ini dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel pada taraf nyata⍺ = 0,05. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.29 ANOVAa Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 265.122 2 132.561 24.204 .000b
Residual 476.478 87 5.477
Total 741.600 89
Sumber : Data diolah SPSS 23, 2016
Fhitung sebesar 24,204 sedangkan untuk menentukan nilai Ftabel pada tingkat kesalahan 5% atau a = 0,05 dengan df1 = k-1 atau 3-1 = 2 dan df2= n-k atau 90-3 = 87, sehingga didapatkan Ftabel= 3.101. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa Fhitung > Ftabel (24,204>3.101), sehingga diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk dan inovasi produk secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sugguminasa 2.
Berdasarkan uji F, maka hipotesis dalam penelitian ini yang menduga bahwasanya kualitas dan inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sugguminasa 2 telah terbukti dan dapat diterima.
Jenis dan tipe sepeda motor Yamaha pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor tahun 2016.
JENIS TIPE
Metic All New fino Premium 125
Metic Fino Sporty 125
Moped Vega Force DB SW
Moped Jupiter MX 150
Moped Jupiter Z CW
Moped MX King 150
Sport New Vision Advance
Jumlah penjualan sepeda motor Yamaha pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor, mulai bulan Januari sampai dengan bulan mei tahun 2016 .
Bulan Jumlah
Berdasarkan hasil pengolahan data, penelitian ini menunjukkan variabel kualitas produk (X1) dan inovasi produk (X2) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y), dimana pada uji F (α=5%) sebesar Fhitung > Ftabel (24,204>3.101). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata kualitas produk dan inovasi produk menjadi faktor yang signifikan
dan inovasi produk dapat meningkatkan penjualan motor pada PT. suraco jaya abadi motor cabang sungguminasa 2.
1. Pengaruh kualitas produk (X1) terhadap tingkat penjualan (Y)
Dari hasil parsial (uji T) menggunakan SPSS di atas juga dapat dilihat bahwa kualitas produk (X1) teruji berpengaruh terhadap tingkat penjualan (Y), di tunjukkan dengan nilai Thitungsebesar = 4.104 lebih besar dari Ttabel
= 1,987, sedangkan koefisien regresi sebesar 0,392 menunjukkan bahwa jika kualitas produk (X1) semakin baik maka tingkat penjualan (Y) akan semakin meningkat. Dari hasil uji T juga dapat dikatan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dari kualitas produk terhadap tingkat penjualan sepeda motor pada PT.suraco Jaya abadi Motor Cabang Sungguminasa 2 tahun 2016 dapat diterima. Variabel kualitas produk menjadi variabel yang mempengaruhi tingkat penjualan. Hal ini didukung dari hasil koefisien determinasi bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 35,8% yang berarti bahwa variabel kualitas produk mampu mempengaruhi 35,8% dari tingakat penjualan dan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti seperti harga, biaya promosi dan saluran distribusi.
2. Pengaruh inovasi produk (X2) terhadap tingkat penjualan (Y)
Inovasi produk (X2) teruji berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y), ditunjukkan dengan nilai Thitung sebesar 5,699 lebih besar dari Ttabel= 1,987, sedangkan koefisien regresi sebesar 0.365 menunjukkan
penjualan (Y) akan meningkat. Dari hasil uji T juga dapat dikatan bahwa hipotesis yang diajukan yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dari inovasi produk terhadap tingkat penjualan sepeda motor pada PT.suraco Jaya abadi Motor Cabang Sungguminasa 2 tahun 2016 dapat diterima.
Variabel inovasi produk menjadi variabel yang mempengaruhi tingkat penjualan. Hal ini didukung dari hasil koefisien determinasi bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 35,8% yang berarti bahwa variabel kualitas produk mampu mempengaruhi 35,8% dari tingakat penjualan dan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti seperti harga, biaya promosi dan saluran distribusi.
65 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan :
1. kualitas produk (X1) dan inovasi produk (X2) mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan sepeda motor Yamaha pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sugguminasa 2 yang ditunjukkan dengan hasil uji F, nilai Fhitungsebesar 24,204 (signifikan F = 0,000). Jadi Fhitung> Ftabel (24,204>3.101) yang berarti dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak. Dan tingkat signifikan F < 5% (0,000 <0,05), artinya bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel kualitas dan inovasi produk berpenaruh signifikan terhadap tingkat penjualan.
2. Uji t
a. Uji t kualitas produk (X1) teruji berpengaruh terhadap tingkat penjualan (Y), di tunjukkan dengan nilai thitungsebesar = 4,104 lebih besar dari ttabel= 1,987, sedangkan koefisien regresi sebesar 0,392 menunjukkan bahwa jika inovasi produk (X1) semakin baik maka tingkat penjualan (Y) akan semakin meningkat.
b. Inovasi produk (X2) teruji berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan (Y), ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 5,699 lebih besar dari ttabel= 1,987, sedangkan koefisien regresi sebesar 0.365
menunjukkan bahwa semakin baik kualitas produk (X2) dikembangkan maka tingkat penjualan (Y) akan meningkat.
3. Hasil dari uji-F yang menghasilkan Fhitung sebesar 24,204 sedangkan Ftabel
= 3.101. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa Fhitung>
Ftabel (24,204>3.101), sehingga diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk dan inovasi produk secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penjualan pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sugguminasa 2.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh kualitas dan inovasi produk terhadap tingkat penjualan sepeda motor Yamaha pada PT. suraco jaya abadi motor cabang sunggumianasa 2, maka saran dari penulis yang dianggap perlu kepada instansi, yaitu :
1. Kualitas dan inovasi produk merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan penjualan sepeda motor Yamaha pada PT. Suraco Jaya Abadi Motor Cabang Sungguminasa 2 untuk itu perlu adanya perencanaan peningkatan pengetahuan tentang kualitas dan inovasi produk agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
2. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependent sebesar 35,8% dan sisanya sebesar 64,2% dipengaruhi oleh factor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi seperti: Harga, biaya promosi dan saluran distribusi.
3. Bagi Peneliti lain yang akan meneliti pada permasalahan yang sejenis diharapkan memasukan variabel lain diluar variabel yang sudah ada dalam penelitian ini.
68 manguny.wordpress.com
Assauri, 2004. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Press.
Basu, Swasta. 2001. Manajemen Penjualan, Cetakan kelima.BFSE: Yogyakarta.
Dheani Arumsari.Skripsi 2010 berdasarkan buku .Tjiptono, Fandy. 2008.
Manajemen Jasa Yogyakarta:Andi Offset
Dokumen dari PT. Suraco Jaya Abadi motor Cabang sugguminasa 2.
Elvira Syamsir. 2009. Pemasaran Dan Loyalitas Pelanggan (Edisi Revisi), Jilid 2 Erlangga Jakarta.Cravens, David, 2008
Freddy Rangkuti, 2009.Strategi Promosi Yang Kreatif, Jakarta: PT.Granedia Pustaka Utama
Hasan Ali, 2008. Marketing. Media Utama, Yogyakarta.
Kasmir, 2003. Studi Kelayakan Bisinis, edisi pertama, Penerbit : Prenada Media, Jakarta
Kotler, Philip, 2003. Manajemen Pemasaran. Edisi Bahasa Indonesia.
Penerbit PT. Prenhallindo, Jakarta.
Kotler, Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran, Edisi Kedua belas, Jilid 1.
Jakarta: Erlangga
Kotler. 2005. Manajemen Pemasaran. PT. Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta.
Mulyadi, 2005. Akuntasi Biaya, Edisi kelima cetakan ketujuh. Akademi Perusahaan YKPN, Yogyakarta.
Prakosa.Bagas (2005) Pengaruh Orientasi Pasar, Inovasi Dan Orientasi Pembelajaran Terhadap Kinerja Perusahaan untuk Mencapai Keunggulan Bersaing.
Rangkuti Preddy, 2009, Strategi Promosi Yang Kreatif, edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ridwan Iskandar. 2003. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penjualan.
Cetakan Ketujuh, CV. Aifabeta, Bandung
69 Yogyakarta: Penerbit. Andy.
Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra, 2005, Service, Quality & Satisfaction, edisi pertama, cetakan kedua, Penerbit : ANDI, Yoguakarta Umi Narimawati, 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Teori
Dan Aplikasi. Bandung, Agung media
PROFIL RESPONDEN
Berilah tanda checklist (√ )pada tempat yang telah disediakan.
Berilah tanda checklist (√ )pada tempat yang telah disediakan.