• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk-bentuk interaksi sosial

Dalam dokumen ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (Halaman 60-64)

Bab III Proses sosialisasi

C. Bentuk-bentuk interaksi sosial

Sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup masyarakat. Interaksi sosial dalam masyarakat dapat berbentuk negatif dan positif.

Interaksi yang dilaksanakan sesuai nilai dan norma dalam masyarakat akan berbentuk positif. Sebaliknya, interaksi sosial yang berbentuk negatif terjadi karena penyimpangan dari nilai dan norma masyarakat.

Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 61 1. Bentuk-bentuk interaksi sosial

a. Interaksi sosial asosiatif yang terdiri dari : 1) Kerjasama

Kerjasama yaitu usaha bersama antara pribadi atau kelompok untuk mencapai tujuan mereka. Kerjasama akan terjadi jika mereka memiliki tujuan atau kepentingan yang sama. Dalam masyarakat kita, kerjasama merupakan bentuk yang sanga penting. Lihatlah bagaimana orang jawa bekerjasama bergotong-royong membangun rumah, membersihkan lingkungan, merayakan hari Kemerdekaan Indonesia, dsb.

Contoh tersebut merupakan bentuk kerjasama yang positif/baik. Namun demikian, bisa jadi kerjasama itu bersifat negatif, misalnya kerjasama dua orang untuk merampok bank, memperkosa, membunuh, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk kerjasama ada banyak, misalnya kerukunan bergaining (tukar menukar barang dan jasa pada perdagangan dan kantor), koalisi (kerjasama antar pelaku politik di parlemen misalnya dalam pembuatan putusan, menggolkan presiden, dan sebagainya), join venture (penanaman modal) dan sebagainya.

Gambar 3.5. Kerjasama dalam satu tim dibutuhkan untuk menjadikan tim yang solid

2) Akomosdasi

Akomodasi adalah usaha untuk mengurangi konflik tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Ini dilakukan dengan mempertemukan keinginan kedua belah pihak yang berselisih mealui pengurangan tuntutan sehingga diperoleh kesepakatan. Contoh akomodasi yang terjadi antara GAM dan pemerintah Indonesia. Gam mengurangi tuntutan merdekanya dari

Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 62 Indonesia dan mereka menuntut agar pemerintah menarik pasukan TNI dari Aceh dan ada partai local. Pemerintah Indonesia menyepakati dengan catatan Gam menyerahkan senjatanya untuk dimusnahkan melalui mediator. Semacam ini juga bisa terjadi antar individu.

Akomodasi memiliki banyak bentuk, misalnya Ceorcion (akomodasi yang dipaksakan, manakala permasalahan melibatkan dua pihak dimana satu pihak punya kekuasaan, satunya tidak, misalnya antar buruh dengan majikan, antar karyawan dengan perusahaan), compromisme (kedua belah pihak saling mengurangi tuntutan untuk mencapai titik temu), toleransi (sikap saling menghargai), dsb.

Tujuan akomodasi antara lain :

 Mengurangi pertentangan antara orang perorang atau kelompok-kelompok manusia akibat perbedaan.

 Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.

 Melebur kelompok sosial yang terpisah.

3) Asimilasi

Yaitu proses sosial dalam tahap lanjut yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antar orang perorang dan kelompok. Jika asimilasi tercapai, maka masyarakat itu tidak lagi dibedakan berdasarkan cirri fisik. Contoh orang Cina atau Arab di tegal perlu melakkukan asimilasi dengan orang Jawa sehingga ketika anaknya bermain dengan anak Jawa tidak dipanggil Cina atau Arab.

b. Interaksi sosial disosiatif

Yaitu proses sosial yang cenderung membawa kelompok kearah perpecahan dan meregangkan solidaritas kelompok.

1) Kompetisi/persaingan

Yaitu proses persaingan dimana seseorang atau kelompok berusaha mencari keuntungan tanah melakukan ancaman dan tekanan. Kompetisi dapat berarti positif dan dapat berarti negatif. Banyaknya kompetisi dalam ajang Indonesian Idol, AFI, sepak bola, dan sebagainya merupakan kompetisi positif. Sedangkan kompetisi antar preman untuk memperebutkan lahan parkir, persaingan tidak sehat antar pedagang adalah contoh konmpetisi yang negatif. Persaingan dapat terjadi di segala bidang seperti ekonomi (misalnya di pasar), budaya (misalnya antar budaya Cina dan Jawa), status (persaingan menjadi presiden) peran dan ras. Bagaiamana persaingan memiliki banyak keuntungan/sisi positif : a. Menyalurkan keinginan untuk berkompetisi secara sehat

b. Media atau cara untuk melakukan seleksi sehingga terpilih diantara yang terbaik

c. Perekrutan untuk membuat pembagian kerja yang efektif. Orang yang tepat ditempatkan dipekerjaan yang tepat.

Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 63 2) Kontravensi

Kontravensi terletak diantara kompetisi dan konflik. Ini ditandai dengan sikap tidak menentu tentang seseorang atau sebuah rencana, atau perasaan tidak suka yang terselubung. Jika kompetisi berubah menjadi tidak sehat maka ini akan memicu terjadinya kontrabvensi.

Bentuk-bentuk kontravensi seperti menolak, tidak suka, melakukan oposisi, mengkritik, mengingkari pernyataan orang lain, penyalah gunaan wewenang, menghasut, rumor, memfitnah, membuat orang kecewa, dan sebagainya.

Satu yang harus disadari bahwa kontravensi juga memiliki sisi positif dimana ia bisa digunakan untuk meakukan control sosial atas penyimpangan perilaku seseorang. misalnya seorang wanita yang sering keluar malam mendapat desas-desus sebagai perempuan nakal, badan kita yang bau dijauhi teman, kita yang banyak bicara dikatakan cerewet, dsb.

Ini kemudian bisa ditindak lanjuti dengan memperbaiki perilaku kita agar menjadi baik.

3) Konflik

Yaitu proses sosial dimana seseorang atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan menentang pihak lawan melalui ancaman dan kekerasan. Jika kontravensi hanya sebatas pada niat buruk, konflik terjadi lebih jauh daripada itu. Seseorang merasa tidak puas terhadap apa yang terus terjadi sehingga upaya ada perubahan mereka berusaha menyerang dan mengalahkan pihak lawan secara terbuka tak terkecuali dengan ancaman dan tekanan. Konflik dapat terjadi karena beberapa permasalahan :

a) Perbedaan individu. Semua orang tidak ada yang sama satu sma lain.

Ini bisa memicu konflik. Misalnya ciri fisik (pendek, gemuk, kurus) sifat (baik, pemurung, cerewet, irian, dst), perilaku mereka dst.

b) Perbedaan budaya ini terjadi ketika satu kelompok merasa memiliki budaya lebih tinggi dari kelompok lainnya. Ini mungkin akan menyulut kekecewaan dan berlanjut kepertentangan.

c) Perbedaan kepentingan. Misalnya perbedaan kepentingan antar pedagang pasar Banjarsari dan pemerintah Kabupaten Tegal dalam pemindahan pedagang ke pasar baru. Pedagang beranggapan mereka akan kehuilangan pelanggan, pemerintah beranggapan nanti akan lebih tertib. Konflik kepentingan juga bisa terjadi antara partai politik yang membela rakyat dengan PJKA misalnya yang berusaha membersihkan pemukiman liar di sepanjang rel KA.

d) Perubahan sosial yang terjadi terlalu cepat. Ini menyebabkan keadaan tak menentu, saling curiga. Misalnya pada pergantian Bupati Temangung, ―Totok‖ yang dipecat mengakibatkan masyarakat terbagi dua, mendukung dan menolak. Ini terus berujung pada permusuhan.

Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 64 Walaupun hampir semua konflik bersifat merusak, namun ada beberapa keuntungan dari konflik:

a) Memicu terjadinya perubahan struktur dan pranata sosial

b) Memungkinkan perubahan norma sosial yang idak sesuai dengan keadaan zaman

c) Menerima ide kreatif (seperti debat dalam pemilihan presiden)

d) Membangkitkan rasa soidaritas kelompok karena memiliki musuh yang sama diluar.

c. Sikap Keragaman Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Tindakan sosial dan interaksi sosial merupakan contoh bentuk-bentuk hubungan sosial. Bentuk-bentuk hubungan sosial sebagai dampak terjadinya proses sosial antara lain terbentuknya tindakan sosial, mobilitas sosial, dan pranata sosial. Hubungan yang terjadi antara manusia satu dengan manusia yang lain tidak bersifat statis, hubungan selalu berkembang dinamis sejalan dengan terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat sendiri.

Dalam kehidupan masyarakat, pertentangan dan hubungan baik selalu ada. Hubungan baik antar manusia satu dengan yang lainnya hendaknya selalu dijaga agar kehidupan menjadi selaras sesuai dengan nilai dna norma masyarakat. Sementara, pertentangan haruslah disikapi dengan hati dan kepala dingin. Setiap pertentangan dihadapi dengan logika, tidak hanya mengandalkan emosi dan perasaan. Setiap perbedaan dihadapi dengan hati terbuka.

Dalam dokumen ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (Halaman 60-64)

Dokumen terkait