Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 1
SARWINI, S.Pd.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Untuk Kelas VII Semester Gasal SMP/MTs
Madrasah Tsanawiyah Negeri Slawi, Kementerian Agama Kabupaten Tegal, 2016
Untuk sISWA
Kls VII SMP/MTs
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 2 Hak Cipta pada Sarwini, S.Pd
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNTUK KLS VII-1 SMP/MTs
Penulis : Sarwini, S.Pd
Editor : Drs. A. Sholahuddin, Dipl.Ed Perancang Kulit : Sustanto, S.Pd
Ilustrasi, Tata Letak : Islamudin Akbar, S.Kom Ukuran Buku : 21,59 x 29,74 cm
Diterbitkan Oleh: CreateSpace Publishing.LLC Kementerian Agama Kabupaten Tegal
Tahun 2016
Diperbanyak oleh : MTsN Slawi Sar, Sarwini, S.Pd
Ilmu Pengetahuan Sosial Kls VII-1 SMP/MTs/ Sarwini, S.Pd;
Editor: Drs. A. Sholahuddin, Dipl.Ed. — Tegal : MTs. Negeri Slawi, Kementerian Agama Kabupaten Tegal, 2016.
ISBN-13 : 978-1533493125 ISBN-10 : 153349312X
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 3 Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan buku Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk siswa Kelas VII Semester Gasal SMP/MTs ini.
Buku Ilmu Pengetahuan Sosial ini dikembangkan oleh penulis dalam kaitannya dengan kegiatan proyek peningkatan mutu pendidikan dasar, khususnya dalam mempersiapkan siswa-siswi kelas VII-1 SMP/MTs dalam memahami untuk memberikan wawasan yang utuh bagi siswa SMP/MTs tentang konsep konektivitas ruang dan waktu beserta aktivitas-aktivitas sosial di dalamnya. Bahan ajar ini juga telah diuji-cobakan di MTs. Negeri Slawi dan madrasah-madrasah di Provinsi jawa Tengah sejak tahun 2015.
Buku pelajaran Seni Budaya ini telah dinilai Kepala dan oleh teman sejawat, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai buku pennjang siswa MTs. Negeri Slawi dalam kegiatan belajar dan diharapkan dapat menggunakan buku Seni Budaya ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan meningkatkan kelulusan siswa-siswinya madrasah.
Saran perbaikan untuk penyempurnaan buku pelajaran ini sangat diharapkan. Terimakasih setulus-tulusnya disampaikan kepada para penulis yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku pelajaran ini, baik pada saat awal pengembangan bahan ajar, ujicoba terbatas, maupun penyempurnaan sehingga dapat tersusunnya buku pelajaran ini. Terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya penerbitan buku pelajaran ini.
Slawi, 01 Mei 2016 Penulis,
Sarwini, S.Pd
KATA PENGANTAR
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 4
Kata Pengantar ... 3
Daftar Isi ... 4
Standar Kompetensi ... 6
Bab I Keragaman bentuk muka bumi A. Tenaga endogen ... 7
B. Tektonisme dan Vulkanisme / teori tektonik lempeng ... 10
C. Tenaga eksogen ... 21
D. Dampak positif dan negatif dari tenaga endogen dan eksogen ... 28
Kegiatan Siswa ... 29
Uji Kompetensi 1 ... 33
Bab II Kehidupan pada masa pra aksara di Indonesia A. Pengertian masa pra aksara ... 40
B. Jenis manusia purba di Indonesia ... 41
C. Kehidupan masyarakat pra aksara di Indonesia ... 43
D. Peninggalan-peninggalan kebudayaan pra aksara ... 44
E. Asal-usul nenek moyang Bangsa Indonesia ... 47
Kegiatan Siswa ... 48
Uji Kompetensi 2 ... 50
Bab III Proses sosialisasi A. Interaksi sebagai proses sosialisasi ... 55
B. Sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian ... 57
C. Bentuk-bentuk interaksi sosial ... 60
D. Proses interaksi sosial ... 64
Kegiatan Siswa ... 66
Uji Kompetensi 3 ... 66
Bab IV Manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral A. Hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang bermoral ... 72
B. Makna manusia sebagai makhluk ekonomi dan sosial yang bermoral ... 75
C. Ciri-ciri makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral ... 77
D. Mewujudkan hubungan yang harmonis antar manusia sebagai makhkuk sosial ... 77
Kegiatan Siswa ... 79
Uji Kompetensi ... 80
DAFTAR ISI
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 5 Bab V Motif dan prinsip ekonomi
A. Perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas ... 86
B. Tindakan ekonomi manusia dalam kehidupan sehari-hari ... 89
C. Pengertian motif ekonomi ... 91
D. Macam-macam motif ekonomi dalam berbagai tindakan manusia ... 91
E. Kegiatan ekonomi sehari-hari berdasarkan motif dan prinsio ekomoni ... 93
F. Pentingnya prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari ... 93
Kegiatan siswa ... 94
Uji Kompetensi ... 96
Evaluasi Akhir Semester 1 ... 101
Daftar Pustaka ... 110
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 6
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
KELAS VII SEMESTER 1
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Memahami lingkungan hidup
1.1.
1.2.
Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap lingkungan
Mendiskripsikan kehidupan pada masa pra aksara di Indonesia
2. Memahami kehidupan sosial masyarakat
2.1.
2.2.
2.3.
2.4.
Mendiskripsikan interaksi sebagai proses sosial Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian
Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial Menguraikan proses interaksi sosial
3. Memahami usaha manusia memenuhi kebutuhan
3.1.
3.2.
Mendiskripsikan tindakan ekonomi
Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 7 A. Tenaga Endogen Dan Tenaga Eksogen
Kamu telah mengetahui bahwa bentuk muka bumi tidak rata, ada yang melengkung ke atas (berbentuk kubah) atau ke bawah (berbentuk cekung), berbukit- bukit, bahkan menjulang tinggi membentuk bukit dan gunung.
Timbulnya bentuk-bentuk relief muka bumi seperti itu dipengaruhi oleh dua macam tenaga, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.
Benua-benua di muka bumi dan dasar lautan tidaklah rata, melainkan memiliki relief-relief tertentu. Relief adalah tinggi rendahnya permukaan bumi. Adapun bentuk relief bumi, antara lain berupa gunung, bukit, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, danau, rawa, dangkalan, lubuk, palung, dan lain-lain.
Standar Kompetensi :
1. Memahami lingkungan kehidupan manusia
Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan.
Indikator :
1. Menganalisis teori tektonik lempeng dalam kaitannya dengan gejala diatropisme dan vulkanisme.
2. Mendeskripsikan gejala diastropisme dan vulkanisme serta sebaran tipe gunung berapi.
3. Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya gempa bumi dan akibat yang ditimbulkan
4. Mengidentifikasi jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya.
5. Mendeskripsikan proses pelapukan.
6. Mendeskripsikan proses erosi dan faktor penyebabnya.
7. Memberikan contoh kenampakan yang dihasilkan oleh proses sedimentasi.
8. Mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari tenaga endogen dan eksogen serta penanggulangannya.
KERAGAMANBENTUK MUKA BUMI
BAB
1
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 8 1. Bentuk muka bumi yang dihasilkan oleh tenaga endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menghasilkan bentuk/relief permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri atas tenaga tektonik, vulkanis dan gempa.
Tenaga endogen menghasilkan relief muka bumi yang terdiri dari relief muka relief daratan dan relief dasar laut.
a. Bentuk relief daratan sebagai berikut : 1) Dataran rendah, yaitu daerah yang tingginya antara 0 m – 500 m diatas permukaan laut. Seperti pantai utara Jawa, di Deli (Sumatra Utara) dan Kalimantan.
2) Bukit, ialah daerah yang tingginya antara 500 m – 1.000 m diatas permukaan laut.
3) Pegunungan, ialah daerah yang tingginya 1.000, atau lebih di atas permukaan laut (rangkaian beberapa gunung).
4) Lembah, ialah bagian daratan yang rendah dan terdapat diantara gunung atau bukit.
5) Dataran pantai, yaitu dataran yang letaknya dekat pantai dengan ketinggian beberapa meter dari permukaan air laut.
6) Dataran tinggi (plateu) adalah tanah datar yang tinggi dan lapisan tanahnya horizontal.
Dataran tinggi yang terletak di Indonesia, misalnya Dataran Tinggi Gayo (Sumatra), Dataran Tinggi Toba (Sumatera), Dataran Tinggi Agam (Sumatera), Dataran Tinggi Ranau (Sumatera), Dataran Tinggi Bandung (Jawa Barat), Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah).
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 9 7) Tanah depresi adalah tanah yang permukaannya lebih rendah dari
permukaan air laut (di Indonesia tidak ada).
8) Gunung adalah muka bumi yang berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri.
9) Ngarai atau canyon adalah lembah yang curam, dalam, dan didasarnya mengalir sungai.
10) Pematang adalah perbukitan atau pegunungan yang puncaknya berderat, jika mendaki di puncak yang satu dengan puncak yang lain tidak perlu turun kakinya.
11) Penepian daratan yang berangsur-angsur mengalami pengikisan sehingga ketinggian daratan tersebut hampir sama dengan permukaan laut.
b. Bentuk-bentuk relief dasar laut antara lain sebagai berikut :
1) Lubuk laut adalah bagian yang dalam, terjadi krena penurunan dasar laut, yang curam dan berbentuk seperti mangkuk. Contoh : Laut Banda.
2) Palung laut atau trog adalah bagian dasar laut yang sangat dalam, curam, dan sempit.
3) Punggung laut adalah bagian dasar laut yang terangkat ke atas laut (ke permukaan laut dangkal) atau pegunungan yang permukaannya menyembul ke permukaan laut.
4) Gunung laut adalah gunung yang puncaknya menjulang di atas permukaan laut,sedangkan kakinya berasal di dasar laut, misalnya Gunung Krakatau, Gunung Api di Laut Banda.
5) Ambang laut adalah pegunungan atau bukit-bukit di dasar lat yang memisahkan dua buah laut. Contohnya, ambang Laut Sulu.
6) Shelf atau dangkalan adalah dasar laut yang dalamnya kurang dari 200 m, merupakan daerah ikan karena sinar matahari sampai ke dasar laut sehingga memungkinkan hidupnya organisme di sepanjang pantai. Contoh : Dangkalan Sunda atau Dangkalan Sahul.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 10 Tenaga endogen sebagai salah satu tenaga pembentuk muka bumi akan menghasilkan bentuk-bentuk konstruktif atau membangun, artinya bentang alam yang tadinya belum ada menjadi ada. Contoh : terbentuknya gunung berapi, lipatan, palung laut, dan lainnya. Kita masih bisa membedakan tenaga endogen menjadi 2 yaitu tenaga diatropisme/tektonisme dan vulkanisme.
B. Tektonisme dan Vulkanisme / teori tektonik lempeng.
1. Teori Tektonik Lempeng
Secara sederhana teori ini menyebutkan bahwa kerak bumi kita terbagi menjadi sejumlah lempeng besar dan kecil yang mengapung diatas lapisan batuan yang cair dan liat yang dinamakan astenosfera. Karena berada diatas lapisan diatas batu cair liat inilah, lempeng-lempeng tersebut bisa bergerak searah dengan pergerakan cairan astenosfera di bawahnya. Kita umpamakan lempengan itu seperti selebaran kertas yang mengapung diatas air, maka kertas itu bisa bergerak mengikut kamana air bergerak.
Lempeng tersebut sebenarnya tidak hanya terdiri dari kerak bumi, tetapi bersambungan dengan mantel atas. Walaupun lapisan kerak dan mantel atas berbeda komposisinya, namun para ahli melihat keduanya sebagai satu kesatuan atas dasar tingkat kerapuhannya dan pergerakannya manyatu dalam pergeseran lempeng. Inilah yang disebut lapisan litosfer.
Lempengan litosfera yang terletak di bawah litosfer merupakan lapisan batuan yang cair dan panas. Karena dengan proses pendinginan maka terjadi peluruhan masa radioaktif yang diikuti oleh pelepasan energi sehingga terjadilah arus konveksi. Inilah yang menjadi penggerak lempeng bumi, sehingga lempeng kerak bumi bergerak dengan arah dan kecepatan berbeda-beda.
Gambar 1.1 Lempeng bumi
Jika dua buah lempeng bertemu dengan yang lain maka terjadi tabrakan/subduksi. Di daerah subduksi inilah banyak dijumpai kenampakan gunung berapi dan merupakan daerah yang rawan gempa. Sekedar contoh, Jepang yang terletak di atas zona subduksi dalam 1 tahun, terjadi gempa dengan kekuatan di atas 3 skala richter sebanyak 1000 kali, atau rata-rata 3 kali sehari.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 11 2. Diastropisme/Tektonisme
Diastropisme atau tektonisme merupakan pergerakan lempeng kerak bumi baik vertikal maupun horizontal/mendatar yang menyebabkan perubahan letak kerak tersebut. Sebagaimana tadi dijelaskan dalam teori tektonik lempeng,
lempeng-lempeng bumi bisa bergerak karena ia mengapung diatas lapisan batuan cairan yang dinamakan astenosfera. Bila kita lihat lebih jauh, lempeng bumi bisa dibagi dalam dua yaitu lempeng benua dengan berat jenis 2,7 (artinya dalam volume yang sama, massanya 2,7 kali dari massa air) dan lempeng samudera yang lebih tipis dengan berat jenis 3,0. Jika terjadi tabrakan, lempeng samudera sajalah yang akan meleleh karena berat jenisnya besar sementara lempeng benua tidak.
3. Pertemuan kedua lempeng tersebut ada 3 kemungkinan : a. Zona Konvergen/Zona subduksi
Dinamakan zona subduksi jika kedua lempeng bertemu dan bertabrakan satu sama lain. Karena lempeng ada 2 macam, maka kemungkinan tabrakannya ada 3 kemungkinan :
1) Lempeng benua bertemu dengan lempeng benua
Pertemuan ini akan menghasilkan gunung sangat tingi tidak berapi. Contohnya Pegunungan Himalaya sebagai hasil pertemuan antara Lempeng Eurasia.
Gambar 1.2 Pertemuan lempeng benua dengan lempeng benua 2) Lempeng benua bertemu dengan lempeng samudera
Pertemuan ini menghasilkan rangkaian gunung berapi dan palung laut.
Contohnya pertemuan lempeng Indo-Australia (lempeng samudra)
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 12 dengan lempeng Eurasia (lempeng benua) di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara.
Gambar 1.3 Pertemuan lempeng benua dengan lempeng samudera
3) Lempeng samudera bertemu dengan lempeng samudera Pertemuan ini akan
menghasilkan rangkaian kepulauan vulkanik dan palung laut yang sangat dalam.
Contohnya pertemuan lempeng Filipina dan lempeng Pasifik menghasilkan Palung Mariana yang terdalam di dunia.
b. Zona divergen
Yaitu daerah dimana lempeng berpisah satu sama lain. Jika ia terjadi di laut (lempeng benua terpisah dengan lempeng benua) akan menghasilkan kenampakan punggung tengah samudera (mid ocean ridge) seperti yang ada di Pasifik dan Atalantik. Jika terjadi di darat (lempeng benua berpisah dengan lempeng benua) akan menghasilkan lembah seperti terjadinya Lembah Retak Besar (The Great Rift Valley) di Afrika.
Gambar 1.5 Divergen di samudera (kiri) dan divergen di benua (kanan)
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 13 c. Zona transform(patahan mendatar)
Pada zona semacam ini, lempeng bertemu namun keduanya bergerak dengan arah mendatar sehingga tidak tabrakan namun bergesekan.
Gambar 1.6 Patahan mendatar
Jika dilihat dari hasilnya maka ada dua kemungkinan hal yang terjadi pada sebuah lempeng jika ia bertabrakan atau bertemu, yaitu :
1) Patahan/sesar (fault)
Kerak bumi akan patah apabila kerak tidak elastic/tidak lentur, tenaga penggeraknya kuat, didorong dalam waktu cepat. Tenaga penggeraknya adalah tenaga dengan arah vertical dan horizontal secara bersamaan. Penggunaan yang memiliki struktur patahan dinamakan penggunaan blok. Contoh Patahan : patahan Semangko yang membujur dari Sumatera Utara sampai Tel. semangko di Sumatera Selatan dan patahan di Gunung Kidul, patahan ,mendatar di Bantul (yang tahun 2006 lalu menyebabkan gempa di Yogyakarta), dan patahan mendatar Bumiayu.
Gambar 1.7 Patahan
Patahan dapat menyebabkan satu blok terangkat atau turun. Blok yang terangkat meninggi yang terletak dia antara dua blok yang hampir sejajar dinamakan hors/pematang/sembul. Apabila blok tersebut turun dari daerah sekitarnya dinamakan graben/slenk/terban.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 14 Contoh lembah sungai Rhein adalah graben sedangkan Vogezen (Hezen) dan Schwarzwald adalah horstnya. (di Jerman); Graben Afrika Timur, lembah Jordan dan Laut Mati adalah graben sedangkan horstnya adalah dataran Tinggi Yudea, dan Trans Yordania.
Perhatikan gambar horst dan graben berikut :
Gambar 1.8 Horst/sembul dan graben
2) Lipatan (fold)
Lipatan terjadi apabila tenaga horizontal (tangensial) yang mendorong kerak elastis dengan gaya yang lemah dalam waktu yang lama sehingga terjadi pelengkungan. Ciri lipatan adalah ditemukannya antiklinal (punggung lipatan) dan sinklinal (lembah lipatan). Sirkum pasifik dan Mediteran merupakan contoh pegunungan lipatan.
Perhatikan gambar berikut ini :
Gambar 1.9 Penampang lipatan
4. Vulkanisme
Vulkanisme merupakan tenaga pembentuk muka bumi yang disebabkan oleh aktifitas gunung berapi. Aktifitas tersebut dimulai dari perjalanan magma dari mantel ke atas menuju dapur magma karena ada retakan atau patahan kerak bumi. Para ahli berpendapat bahwa pergerakan magma disebabkan tekanannya yang tinggi akibat suhu yang tinggi dan akibat terdesak batuan yang sudah memadat di atasnya. Jika diatas dapur magma masih terdapat retakan lagi menuju ke permukaan, maka akan terbentuk gunung berapi. Bila pergerakan magma menuju ke atas membeku di perjalanan belum mencapai permukaan bumi maka peristiwa itu dinamakan intrusi, dan apabila magma mampu menuju ke permukaan maka peristiwa tersebut dinamakan ekstrusi. Magma yang sampai di
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 15 permukaan dinamakan lava, dan lava yang mengalir ke bawah dinamakan aliran lava. Jika aliran lava telah tercampur air dinamakan lahar. Ekstruksi magma inilah yang kemudian membentuk gunung berapi. Perhatikan penampang gunung berapi berikut :
Gambar 1.10. penampang gunung berapi
Ketika gunung berapi meletus, ada tiga jenis material yang dikeluarkan yaitu :
Lava
Lava magma yang sampai ke permukaan gunung berapi. Jika magmanya cair maka ia akan bergerak cepat, demikian sebaliknya, jika magmanya kental maka ia akan bergerak lebih lambat. Lava dapat dibedakan berdasarkan komposisinya atau jenis batuan yang terbentuk. Kita mengenal ada lava basalt, lava andesit, lava desit, dan lava riolit.
Tephra
Tephra merupakan material lepas yang terbentuk dari pecahan lava yang sangat kental pada proses letusan gunung berapi. Tephra bisa berupa batu apung, bom (kerikil), dan abu vulkanik.
Gas
Semua letusan gunung berapi baik yang hebat maupun yang biasa selalu melepaskan gas. Beberapa jenis gas yang keluar seperti uap air (H2O), karbondioksida (CO2), dan Sulfur Dioksida (SO2).
Berdasasrkan bentuknya, ada 3 bentuk gunung berapi : a. Gunung berapi perisai (shield volcano)
Gunung ini bentuknya seperti perisai karena lava yang dikeluarkan bersifat sangat cair.
Ini menyebabkan gunung jenis perisai memiliki lereng yang sangat landai. Tipe letusannya
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 16 lemah (efusif). Contoh
gunung-gunung yang ada di Hawai seperti Mauna Loa dan Mauna Kea.
b. Gunung berapi strato
Gunung jenis ini berbentuk kerucut. Material yang dikeluarkan selang-seling antara lava encer dan lava kental. Pada umumnya gunung berapi di Indonesia termasuk jenis gunung ini.
c. Gunung maar
Bentuknya semacam ini terjadi apabila gunung berapi tersebut mengalami letusan yang dahsyat (ekslosif) sehingga lubang sekeliling kawahnya hancur terbawa dan membentuk kepaduan baru berbentuk corong yang dinamakan kaldera. Contoh G Santo Helens di AS, Gunung Paricutin di Meksiko, dan Gunung Rinjani di Sumbawa Indonesia.
Keuntungan dan kerugian adanya gunung berapi.
1) Keuntungan
a. Material vulkanis yang dikeluarkan pada saat erupsi di satu sisi dapat menyuburkan tanah pertanian bila sudah terlupakan, dan disisi lain bisa digunakan sebagai bahan bangunan seperti pasir dan batu.
b. Di daerah sekitar gunung berapi banyak ditemukan barang tambang yang terbentuk dari permukaan lava. Seperti kita ketahui, lava banyak membawa mineral dari dalam perut bumi.
c. Adanya pegunungan tinggi menyebabkan terjadinya hujan orografis sehingga memperbesar curah hujan di daerah sekitar gunung.
d. Daerah pegunungan sangat cocok digunakan untuk kegiatan perkebunan, peternakan, dan pariwisata.
2) Kerugian
a) Letusan gunung berapi sangat berbahaya bagi penduduk yang tinggal di sekitarnya karena pada saat letusan terjadi, gunung berapi bisa jadi mengeluarkan lava pijar, gas/awan panas. Lahar panas, dan lahar dingin.
b) Pegunungan berderat dapat menyebabkan terjadinya daerah bayangan hujan sehingga daerahnya kering. Contoh Lembah Palu.
c) Pada gunung berapi yang terletak di bawah permukaan laut, saat letusan terjadi dapat menyebabkan gelombang tsunami. Contoh Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 menyebabkan tsunami setinggi 9 meter.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 17 5. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan sentakan yang berasal dari dalam bumi yang merambat melalui permukaan bumi dan dapat menembus bumi.
(1) Berdasarkan penyebabnya kita bisa membedakan gempa bumi menjadi 3 macam:
a. Gempa bumi tektonik
Gempa bumi jenis ini terjadi di daerah patahan atau pertemuan antara lempengan bumi atau dengan kata lain terjadi karena pergeseran tiba-tiba dari lempeng kerak bumi. Gempa jenis ini biasanya bermagnitudo besar dan meliputi wilayah yang lebih luas. 90 % gempa yang pernah terjadi masuk dalam kategori ini.
b. Gempa vulkanik
Terjadi karena adanya erupsi magma. Dalam perjalanan keluar, tubuh magma bersentuhan dengan batuan disekitarnya sehingga terjadi getaran.
Gempa bumi jenis ini biasanya terjadi di daerah sekitar gunung berapi. 7
% gempa masuk kategori ini.
c. Gempa runtuhan
Gempa bumi ini berskala kecil baik luas maupun magnitudonya. Terjadi karena adanya runtuhan batuan. Biasanya terjadi di daerah pertambangan dalam, daerah bertopografi kars/daerah kapur, dan daerah endapan garam.
3 % masuk kategori gempa ini.
(2) Berdasarka pusatnya, gempa bumi dibagi atas :
a) Gempa bumi daratan: gempa bumi yang pusat gempanya di daratan b) Gempa bumi lautan: gempa bumi yang pusatnya di lautan.
Gempa ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan gelombang laut besar atau disebut dengan Tsunami. Tsunami dapat menimbulkan bencana yang hebat yaitu terendamnya dan hancurnya bangunan-bangunan di sekitar pantai. Kapal laut bisa terlempar di daratan, atau tenggelam seperti yang terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004.
(3) Alat pencatat gempa
Alat untuk mencatat gempa bumi di sebut seismograf.
Seismograf di bagi menjadi 2, yaitu :
a. Seismograf horizontal : alat yang mencatat getaran gempa bumi yang arah datangnya mendatar.
b. Seismograf vertical : alat yang mencatat getaran gempa bumi yang arah datangnya tegak atau vertikal.
(4) Skala kekauatan gempa
Skala kekuatan gempa bumi diukur berdasarkan kuat atau lemahnya getaran, kekuatan gempa bumi umumnya dinyatakan dengan skala Richter. Selain Richter, skala gempa lainnya yaitu Skala Mercall dan Skala Omori.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 18 a. Skala Kekauatan gempa menurut C.F. Richter
No. Magnitudo Klasifikasi Secara umum 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
> 8 7 – 8
6 – 5 5 – 6 4 – 5 3 – 4 0 – 3
Bencana nasional Gempa besar Gempa destruktif Gempa merusak Gempa keras Gempa kecil Goncang kecil b. Skala kekauatan gempa bumi Mercalli
Intensitas I
II III IV V VI VII VIII
IX X XI XII
Tidak terasa, kecuali oleh beberapa orang dalam keadaan luar biasa.
Dirasakan oleh beberapa orang yang diam.
Dirasakan di dalam rumah, lamanya dapat diperkirakan.
Orang tidur terbangun, pintu dan jendela berkeretak.
Bandul jam berhenti, piring-piring dan kaca jendela pecah.
Cerobong rusak, perabot rumah berpindah.
Semua orang keluar rumah, dirasakan dalam kendaraan yang sedang bergerak, bangunan mengalami kerusakan.
Bangunan-bangunan sederhana mengalami rusak hebat, pasir dan Lumpur terlempar.
Panik, bangunan-bangunan modern rusak, pipa-pipa dalam tanah pecah dan tanah rusak
Panik, hanya bangunan-bangunan yang kokoh tidak rusak.
Panik, timbul celah-celah besar di dalam tanah.
Panik, kerusakan totol, percepatan gerakan tanah lebih besar dari percepatan gravitasi. Gelombang-gelombang dapat dilihat di tanah benda-benda terlempar.
(5) Menghitung jarak episentrum dengan status pencatat genmpa (rumus laska)
= {s – p ) – 1} x 1 Megameter
= Jarak episentrum
P = Gelombang Primer (yang datang pertama) S = Gelombang sekunder (yang datang kedua)
S-P = Selisih waktu pencatat antara gelombang primer dengan gelombang sekunder (dalam menit)
1 megameter = 1.000 km
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 19 Contoh soal :
Stasiun BMG di Jakarta pada tanggal 27 Mei 2006 mencatat gempa di DIY, gelombang primer tercatat pada pukul 05.57’, gelombang sekunder tercatat pada pukul 06,00’. Berapa jarak episentrum dari kota Jakarta?
Jawab :
Diketahui : S = 06.00’
P = 05.57’
S-P = 3 Ditanya : = …..?
= {(S – P) – 1} x 1.000 km}
= (3 – 1) x 1.000 km
= 2.000 km
(6) Ada beberapa istilah gempa bumi yang perlu diperhatikan :
1. Hiposentrum yaitu titik pusat gempa yang ada di dalam bumi dimana gempa bumi berasal. Gempa bumi dengan hiposentrum yang dangkal lebih merusak daripada gempa bumi dengan hiposentrum yang dalam.
2. Episentrum yaitu tempat di permukaan bumi yang terdekat dari hiposentrum.
3. Magnitude gempa yaitu kekuatan gempa. Untuk mengetahui kekuatan gempa itu, kita membutuhkan alat yang dinamakan seismograf.
4. Gelombang gempa terdiri dari 3 macam :
(a) Gelombang Primer/longitudinal adalah gelombang atau getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik.
Getaran ini berasal dari hiposentrum.
(b) Gelombang sekunder/trasversal adalah gelombang atau getaran yang merambat, sperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang, yakni 4-7 km/detik. Getaran ini juga berasal dari hiposentrum. Gelombang sekunder ini tidak dapat merambat melalui lapisan cair.
(c) Gelombang panjang adalah gelombang yang merambat melalui permukaan/bumi dengan kecepatan 3-4 km/detik.Gelombang ini berasal dari episentrum dan mengakibatkan banyak kerusakan di peremukaan bumi.
Gambar 1.12 Seismograf Gambar 1.13. episentrum, hiposentrum, dan gelombang gempa
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 20 (7) Akibat yang ditimbulkan oleh gempa bumi.
1. Akibat primer/lanmgsung
a. Kerusakan bangunan baik jalan, jembatan, perumahan, dsb.
b. Kematian
c. Kebakaran karena arus pendek listrik atau kebocoran gas.
d. Gelombang tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang besar. Tsunami terjadi apabila pusat gempa (episentrum) berada di bawah laut, berupa patahan vertikal, dan berupa gempa yang besar (kekuatan sekitar 6 skala richter atau lebih). Tanda Tsunami biasanya didahului surutnya air laut secara tidak wajar. Jika melihat tanda semacam itu, segeralah lari menuju tempat yang lebih tinggi.
2. Akibat sekunder/tidak langsung
a. Timbulnya berbagai wabah penyakit seperti gatal-gatal, diare, stress, dll.
b. Kekuarangan pangan dan air bersih c. Lumpuhnya kegiatan ekonomi
Beberapa upaya yang bisa di lakukan untuk mengurangi kerugian akibat gempa :
a. Membuat bangunan dibuat dengan rancangan konstruksi tahan gempa Supaya bangunan menjadi lebih tahan gempa maka bangunan harus dibuat dari bahan yang fleksibel (misalnya bambu/kayu), memiliki pondasi yang kuat (cakar ayam), dan pastikan struktur bagian atas bangunan lebih ringan daripada bagian bawah.
b. Strategi komunikasi yang baik
Pada gempa besar dengan episentrum di bawah laut dimana memungkinkan antara daerah tsunami, jatuhnya korban dapat direduksi dengan komunikasi yang baik antar daerah. Pengungsian penduduk dapat dilakukan lebih cepat. Ingat, kecepatan rambat gelombang gempa di media dapat 10 kali lebih cepat daripada gelombang tsunami).
c. Rencana tindakan gawat darurat d. Pendidikan
Pemahaman tentang apa yang harus dilakukan sebelum terjadi gempa (usaha preventif), ketika ada gempa, dan sesudah gempa perlu diberikan kepada semua orang. Di Hawaii, Amerika Serikat misalnya, latihan/simulasi jika ada tsunami dilakukan secara rutin sebulan sekali. Bagaimana dengan Negara kita? Biasanya kita melakukannya saat bencana baru datang.
Untuk semua itu perlu tahu apa yang harus dilakukan dapat di lihat dalam tabel berikut ini!
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 21 Sebelum
- Pastikan bangunan tempat tinggal tahan terhadap gempa.
Buatlah rumah dari kayu/bambu atau menggunakan pondasi cakar ayam.
- Kenali tempat dimana kita berada, tahu persis pintu keluar jika sewaktu-waktu terjadi gempa.
- Pastikan tempatkan barang berat di bawah.
- Saluran gas diputus ketika tidak digunakan, sedangkan listrik upayakan menggunakan kabel standart.
Ketika gempa
- Berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan, jangan panik, atau berdesakan.
- Jika mungkin, keluar dari ruangan secepatnya menuju tanah lapang yang jauh dari bangunan dan pepohonan.
- Jika tidak mungkin keluar karena berdesakan, cari perlindungan di dekat pintu atau di bawah meja yang kuat.
- Jika berasda di atas lantai atas, tetaplah ditempat atau cari perlindungan di bawah meja, jauhi jendela.
- Jika di mobil, segeralah minggir dan berhenti, namun pastikan bukan berada di atas jembatan, atau di bawah jembatan layang.
Setelah gempa
- Periksa kondisi bangunan (rumah, jalan, jembatan, dll) sebelum digunakan.
- Cari informasi lebih lanjut dari pemerintah dengan mendengarkan radio atau melihat TV
- Waspadai gempa susulan, sengatan listrik, tsunami, dan kebocoran gas.
C. Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, antara lain berasal dari hujan, panas matahari, angin, aliran air, dan luncuran gletser serta makhluk hidup. Tenaga eksogen dapat mengubah bentuk permukaan bumi menjadi berlubang, berbukit, dan bentuk lainnya. Tenaga eksogen ini bersifat merusak. Artinya menyebabkan terjadinnya kikisan atau erosi, pelapukan, dan pengangkutan material(mass wasting). Pada prosesnya, menghasilkan bentuk sisa(residual) dan bentuk endapan(depositional).
Faktor yang berperan dalam proses tenaga exogen yaitu : Angin, air, sinar matahari, organisme dan es. Tenaga ini dapat menyebabkan pelapukan, erosi, tanah longsor dan sedimentasi.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 22 1. Bentang alam Hasil Pelapukan, Pengikisan dan Pengendapan
Erosi yaitu proses pengikisan material hasil pelapukan oleh tenaga- tenaga erosi seperti angin, air, dan glester. Erosi merupakan salah satu tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari luar bumi atau disebut tenaga eksogen.
Berbeda dengan tenaga endogen. Yang menghasilkan bentuk konstruktif/
membangun, pada tenaga eksogen bersifat destruktif/merusak, artinya merusak bentuk-bentuk yang sudah ada menjadi hilang.
a. Pelapukan
Proses erosi/pengikisan didahului oleh proses pelapukan. Peapukan/
weathering merupakan proses penghancuran batuan terdiri dari proses desintegrasi dan dekomposisi.
Kita mengenal ada 3 proses pelapukan yaitu :
Pelapukan fisik/mekanik adalah peristiwa penghancuran batuan menjadi bagian-bagian kecil karena pengaruh tenaga fisik pada batuan tresebut,tetapi tidak disertai perubahan susunan kimianya. Pelapukan ini menyebabkan desintegrasi/pecahnya batuan, muisalnya karena amplitude temperatur di daerah gurun dan pengerjaan tenaga air mengalir dan beku dalam celah. Pelapukan fisik lebih intensif terjadi di daerah subtropics dan sedang.
Pelapukan kimia adalah peristiwa hancurnya fisik batuan-batuan yang disertai dengan perubahan susunan kimiawi batuan tersebut. Pelapukan ini menyebabkan perubahan (dekomposisi). Misalnya pengerjaan air hujan dan CO2 di daerah kapur. Pelapukan ini intensif terjadi di daerah yang bersuhu di kelambaban tinggi, sehingga daerah terbesar atas pelapukan ini adalah daerah tropis.
Pelapukan biologis adalah lapukanya batuan yang disebabkan oleh makhluk hidup, baik tumbuh-tumbuhan, hewan, maupun manua. Pada dasarnya pelapukan ini merupakan perpaduan pelapukan fisik dan kimia.
Sebagai ilustrasi ketika akar bergerak mencari makanan, disatu sisi ia mampu memecahkan batuan karena gerakannya, disisi lain dia menyerap nutrisi dari batuan itu.
Proses erosi merupakan proses pengikisan batuan dari batuan induknya dilanjutkan proses transportasinya. Erosi dan hasil pengendapan sangat dipengaruhi oleh agen pegerosinya.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 23 Berikut akan dibahas satu persatu tenaga pengerosinya :
1. Erosi oleh air permukaan, air tanah, dan sungai
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 24 Beberapa faktor yang mempengaruhi erosi air :
a. Volume air, senmakin banyajk airnya, maka semakin kuat erosinya.
b. Kemiringan lahan, semakin miring proses erosi semakin besar.
c. Keadaan vegetasi, semakin lebat vegetasinya proses erosi semakin lambat.
Beberapa hasil erosi karena pengerjaan air yang lain misalnya kipas alluvial (biasanya ada di lembah, kaki bukit), lembah, tebing curam/canyon, dan jurang. Contoh Grand Canyon di Colorado AS karena erosi oleh sungai Colorado.
2. Erosi dan gelombang
Gelombang ketika terhempas di pantai memiliki daya erosi yang cukup besar. Jika gelombang tersebut menghempas tebing pantai yang curam maka lama kelamaan akan terbentuk relung (celkungan karena abrasi gelombang) dan cliff (tebing curam yang menggantung). Dalam perkembangannnya relung bisa berubah menjadi gua laut jika semakin dalam. Jika gua laut semakin ke dalam dan membentuk tembusan lubang maka bagian atasnya disebut busur/arch. Hasil erosi gelombang yang lain seperti stack (masa batuan keras yang dikelilingi air) dan stump (stack yang sudah hancur bagian atasnya). Contoh stack adalah Batu Hiu di Pangandarabn. Hasil pengendapannya berupa dataran abrasi, nehrung, dan laguna.
Stack di pantai Hokaido Jepang dan Gua laut di San Lucas, Gambar. 1. 15. Hasil erosi gelombang
3. Erosi oleh angin
Erosi yang dilakukan oleh tiupan angin dinamakan deflasi. Deflasi berarti proses pengangkutan material dari satu tempat ke tempat lain. Erosi jenis ini biasanya terjadi di daerah kering/arid sampai gurun dimana angin mampu membawa material lepas. Hasil erosi oleh tiupan angin bisa berupa butte, mesa, atau plautea. Ketiganya memiliki permukaan atas yang rata. Perbedaan kalau bitte kecil, mesa lebih luas, dan plateau sangat luas. Contoh di Monumen Valley Colorado, Arizona, USA. Perhatikan gambar berikut ini.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 25 Gambar 1. 16. Erosi dan angin
Jika pada saat tiupan angin tersebut membawa butiran pasir dan butiran pasir turut mengerosi lahan maka proses itu dinamakan korasi.
Hasil dari proses ini berupa batu jamur/mushroom, misalnya di gurun Atacama, Chili.
Beberapa hasil sedimentasi Aeolis adalah bukit pasir (sand dunes), barchans (gumuk pasir berbentuk bulan sabit/tapal kuda), dan tanah loss.
Contoh bukit pasir dan barchans terdapat di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Tanah loss terbentuk dari endapan debu padang pasir.
Kadang tanah ini terbentuk jauh dari padang pasir. Contoh tanah loss di Jerman diperkirakan berasal dari Gurun Gobi di Asia. Contoh tanah loss lain di USA dan China-Mongolia. Tanah loss sangat subur untuk pertanian jika cukup air.
4. Erosi oleh Glitser (eksarasi)
Glitser merupakan masa es yang bergerak perlahan. Jika pergerakan tersebut terus terjadi secara cepat disebut lawina es. Kita menganal glister ada 2 jenis yaitu lester pegunungan tinggi dan glister benua/glister continental (misalnya di Islandia, Greenland, dll).
Hasil erosi glacial berupa terbentuknya lereng-lereng terjal sedangkan hasil pengendapannya berupa dataran morena (moraines) yang umumnya berada di kaki gunung dimana glister mencair, dengan meninggalkan material hasil erosi yang dibawanya. Umumnya dataran morena bersifat subur untuk pertanian. Dataran morena banyak terdapat di dataran Eropa.
Bagaimanapun juga proses erosi lebih banyak merugikan terhadap kehidupan manusia sehingga perlu dipikirkan agar tidak terjadi degradasi lahan (penurunan fungsi lahan) yang nantinya merubah lahan potensial menjadi lahan kritis.
Beberapa upaya untuk menekan erosi adalah sebagai berikut :
1) Penghijauan (penanaman di luar area hutan) dan reboisasi (penanaman di kawasan hutan).
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 26 2) Pada lahan miring dilakukan pembuatan terasering/sengkedan,
contour farming, (menanam tanaman sesuai garis kontur), contour plowing (pengolahan tanah sesuai garis contour), tanaman penyangga berakar kuat, dsb.
3) Untuk menjaga atau mengembalikan kesuburan tanah yang hilang dilakukan dengan pemupukan (terutama pupuk alami) dan crop rotation (pergiliran tanaman misalnya padi - jagung - padi).
4) Kepastian hukum seperti penanganan para pelaku illegal logging (penambangan liar).
5) Pendidikan tentang lingkungan hidup agar setiap manusia memiliki tanggung jawab yang besar tehadap pelestarian lingkungan.
6) Melakukan reklamasi hutan bakau di tepi pantai (misalnya di pantai barat Sumatera Utara dan Aceh) untuk menekan abrasi pantai.
7) Membangun zona pemecah gelombang di pantai tanggul pemecah air di sungai dengan aliran deras.
b. Jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya
Berdasarkan proses pebentukannya, batuan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Batuan beku
Batuan beku berasal dari proses pembekuan magma. Berdasarka tempat pembekuannya, kita mengenal ada 3 macam batuan beku dalam/plutonik jika proses pembekuannya berada di dalam dapur magma.
Batuan beku gang/celah/korok jika proses pembekuannya berada di tengah-tengah perjalanan menuju permukaan bumi. Batuan beku luar/leleran jika tempat pembekuannya di permukaan bumi.
Batuan beku dalam memiliki struktur holokristalin (berkristal besar-besar), batuan beku gang berstruktur porfiris (berkristal kecil) sedangkan batuan beku luar berstruktur porftris sampai amorf (tanpa Kristal).
Tabel 1.1. contoh batuan beku Bantuan beku
dalam
Bantuan beku gang Bantuan beku luar
Granit Sienit Diorit Gabro
Profil granit Porfir sienit Porfir diorite Ordinit
Andesit Basalt Batu apung Dasit 2. Batuan sedimen
Jika batuan beku telah terkikis dan mengendap kembali kemudian termampatkan maka akan terbentuk batuan sedimen. Jadi batuan sedimen terbentuk dari penampatan endapan material hasil erosi, oleh karenanya biasanya dicirikan adanya lapisan-lapisan pengendapan.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 27 Berdasarkan tenaga pengangkutnya, batuan sedimen dibedakan menjadi 3:
Sedimen Aeolis, batuan sedimen ini terbentuk oleh tenaga angin,.
Contoh tanah loss.
Sedimen glacial, terbentuk oleh tenaga es, misalnya morena.
Sedimen aquitas, terbentuknya karena tenaga air. Misalnya breksi butiran bersudut-sudut sedangkan konglomerat berbutir bulat-bulat.
Berdasarkan cara terbentuknya, batuan sedimen dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
Sedimen mekanik, jika fragmen atau butiran diendapkan melalui proses secara alamiah, tanopa ada reaksi kimia, atau batuan makhluk hidup. Contoh konglomerat, batu pasir, tanah liat, breksi.
Sedimen kimia, jika proses pengendapan diawali dari reaksi kimia seperti yang terjadi di daerah yang mengandung garam, gypsum, dan kapur. Contoh stalaktit dan stalakmit.
Sedimen organic, jika proses pengendapannya dilakukan dengan pertolongan jasad hidup. Contoh gamping dan radiolarit.
Gambar 1. 17. Berbagai contoh batuan sedimen
3. Batuan metamorf/malihan
Batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan bentuk dan sifat (metamorphosis) dinamakan batuan metamorf. Perubahan itu bisa di sebabkan karena adanya perubahan suhu dan tekanan tinggi.
Berdasarkan cara terjadinya, batuan metamorf dibagi menjadi 3 :
a. Metamorfisme thermal jika proses metamorfisme dipengaruhi oleh suatu yang tinggi. Batuan sedimen bersentuhan dengan magma, sehingga kadang disebut juga metamorfisme sentuh. Contoh batu bara berubah menjadi antrasit, batu kapur menadi marmer. Contoh lain terbentuknya timah di P. Bangka.
b. Metamorfisme dynamo jika proses metamorfisme dipengaruhi oleh tekanan yang tinggi.
c. Metamorfisme regional jika proses metamorfisme dipengaruhi oleh suhu dan tekanan yang bekerja bersama-sama. Contoh terjadinya batu sabak, gneiss dan serpih.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 28 Gambar 1. 18. Contoh batuan metamorf
Jika batuan metamorf terus mengalami suhu tekanan yang semakin tinggi maka batuan itu akan meleleh kembali menjadi magma.
Batuan sangat bermanfaat bagi kehiduan manusia. Beberapa bentuk pemanfaatan itu antara lain :
Sebagai bahan bangunan
Batu mulia dan setengah mulia digunakan untuk pembuatan perhiasan.
Kandungan mineral yang ada di dalamnya seperti emas, perak timah, biji besi, tembaga dan sebagainya banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sebagai bahan baku berbagai industri.
D. Dampak Positif Dan Dampak Negatif Dari Tenaga Endogen Dan Eksogen Proses bekerjanya tenaga endogen dan eksogen memberikan dampak bagi kehidupan manusia baik yang bersifat positif maupun negative.
1. Dampak Tenaga Endogen
a. Dampak positif tenaga endogen
Tektonisme telah menghasilkan bentuk dataran-dataran tinggi pegunungan yang besar manfaatnya untuk:
1) Pertanian terutama sayuran, buah, kopi, kina, dll.
2) Kawasan tangkapan air hujan.
3) Menyediakan hasil tambang misalnya : biji besi, emas, nikel, dll.
4) Tempat pariwisata 5) Tempat habitat hewan a. Dampak negatif tenaga endogen
1) Banyak lereng yang curam sehingga tidak bisa dijadikan lahan pertanian 2) Daerah pegunungan yang sering terjadi longsor
3) Gempa bumi dan letusan gunung api banyak menimbulkan korban
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 29 b. Upaya penanggulagnan dampak negatif tenaga endogen
1) Lereng yang curam tidak dijadikan lahan pertanian
2) Daerah labil dan mudah longsor dijadikan tempat pemukiman 3) Konstruksi bangunan di daerah rawan gempa harus kuat
4) Jika bermukinm di daerah rawan gempa/dekat dengan gunung berapi, maka harus mengikuti informasi/petunjuk dari yang berwenang/pemerintah.
2. Dampak Tenaga Eksogen
a. Dampak positif tenaga eksogen
1) Aktifitas pelapukan dapat menghasilkan bentuk muka bumi yang indah sehingga dapat dijadikan objek wisata.
2) Memunculkan habitat.
3) Proses sedimentasi dapat menghasilkan lahan baru yang subur.
b. Dampak negatif tenaga eksogen
1) Erosi secara besar-besaran mengurangi kesuburan tanah.
2) Erosi yang diendapkan menyebabkan pendangkalan muara sungai.
3) Abrasi menyebabkan daratan ditepi pantai hilang/rusak.
c. Usaha penanggulangan dampak negatif tenaga eksogen 1) Merehabilitasi hutan yang rusak dengan jalan reboisasi.
2) Pada daerah lereng dibuat lahan pertanian terasering.
3) Dilakukan pengerukan di muara sungai yang mengalami pendangkalan.
4) Pantai yang mengalami abrasi ditanami pohon bakau.
KEGIATAN SISWA
A. Kegiatan 1 : Patahan dan Lipatan 1. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, kalian dapat menjelaskan proses terjadinya patahan dan lipatan.
2. Alat dan Bahan
Penggaris plastik bekas yang tipis dan alat tulis
Potongan kayu dengan bentuk berikut :
A B C
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 30 3. Cara Kerja
Lempeng kerak bumi kita seperti penggaris. Ambil dan latakkan penggaris di atas meja. Tekan secara perlahan kedua ujungnya dengan arah yang saling bertemu. Amati dan gambarlah apa yang terjadi! Diskusikan mengapa bisa demikian!
Sekarang cobalah tekan penggaris seperti cara pertama namun tekanlah lebih keras! Amati apa yang terjadi! Jelaskan mengapa bisa terjadi demikian!
Ambil potongan kayu dan pegang menjadi satu seperti tidak terpotong.
Untuk cara pertama, gerakan blok A dan C kearah luar. Amati dan gambarlah kenampakan apa yang terjadi pada blok B! cara kedua gerakan blok A dan C kearah dalam. Amati dan gambarlah apa yang terjadi!
4. Kesimpulan
Sebuah kerak bumi akan berlipat jika kerak bumi … dan tenaga penggeraknya …
Sebuah kerak bumi akan terpatahkan jika kerak buminya … dan tenaga penggeraknya …
Blok akan turun (menjadi gaben) jika …
Blok akan naik (menjadi horst) jika …
B. Kegiatan 2 : Erosi Angin dan Air 1. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, kalian dapat menjelaskan proses erosi yang disebabkan oleh angin dan air.
2. Alat dan bahan
Kotak kardus agak tebal ukuran 35 x 25 x 5 cm
Pasir kering secukupnya
Beberapa batu dengan ukuran agak besar
Hair dryer atau kipas angin atau slang kipas
Air dan penyiram bunga/gayung
Rumput kering
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 31 3. Cara kerja
Siapkan kotak kardus dan susun batu ke dalam kardus. Tutup batu-batu tadi dengan pasir kering sehingga tertutup sempurna, dan ratakan permukaan pasir tadi.
Ambil pembangkit angin (hair dryer labih baik karena anginnya terfokus), hidupkan, dan arahkan pada tumpukan pasir itu.
Amati apa yang terjadi. Material mana yang terbawa angin? Mengapa demikian?
Amati sekali lagi yang terbawa angin, dan tuliskan dari terjauh sampai yang terdekat. Apa material yang terdekat dibawa angin? Apa material yang terbawa agak jauh? Apa pula material yang terendapkan paling jauh?
Kaitkan hasil pengamatanmu dengan adanya padang batu (Hamada), padang kerikil (serir) bukit pasir (sand dune), dan tanah loss berdasarkan jarak terbentuknya dari gurun.
Kumpulkan kembali pasir kering dan masukkan kembali ke dalam kardus dan bentuklah seperti lereng bukit pasir. Pada kotak pertama ini, lererng bukit ditutup rumput. Ambillah satu dus lagi dengan ukuran yang sama, isilah dengan pasir kering, namun tanpa ditutup rumput. Siapkan air dan penyiram bunganya. Tuangkan air sekitar setengah gelas dari ketinggian 30 cm. setelah air surut, amati apa yang terjadi, pada pasir di kotak satu dan kedua! Adakah perbedaaan? Jelaskan mengapa demikian!
Rapikan kedua kotak pasir, buatlah mulut kotak di lereng bawah kotak sebagai alam keluar air nantinya. Tepat di bawahnya letakkan selembar kertas HVS. Tuangkan lebih banyak air kedua kotak sampai air mengalir amati banyaknya pasir yang terbawa oleh aliran air pada kotak ke 1 dan 2!
Jelaskan mengapa demikian!
Berdasarkan kesimpulan sebelumnya, jelaskan fungsi hutan atau tanaman penutup tanah dikaitkan dengan proses erosi!
4. Kesimpulan
C. Kegiatan 3 : Jenis Batuan 1. Tujuan
Setelah melakukan kegiatan ini, kalian dapat mengklaisifkasikan batuan yang ada di sekitar kita
2. Alat dan bahan
Paku
Alat tulis
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 32 3. Cara kerja
Carilah 10 macam batu yang ada di sekitar kalian
Diskripsikan setiap batu dengan cara menuliskan nama di kolom pertama, jenis batuan (batuan beku/batuan sediment/batuan metamorf) di kolom 2, warnanya di kolom 3.
Untuk mencetak tingkat kekerasan (kolom 4) tiap batu digoreskan dengan paku. Jika batu bisa tergores, batu diklasifikasikan lunak dan jika tidak tergores batu diklasifikasikan keras.
Gambarlah batu itu di kolom ke 5.
4. Hasil pengamatan
Nama Batuan
Jenis Batuan
Warna Batuan
Tingkat Kekerasan
Gambar
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 33
UJI KOMPETENSI 1
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang tepat!
1. Terjadinya keragaman bentuk-bentuk muka bumi antara lain disebabkan oleh … a. Tenaga endogen
b. Pencemaran tanah c. Reboisasi
d. Pembuangan limbah
2. Kerak bumi dibagi menjadi dua, yaitu … a. Kerak lapisan dan kerak samudra b. Kerak samudra dan kerak benua c. Kerak benua dan kerak lapisan d. Kerak kulit bumi dan kerak samudra
3. Pertemuan antara lempeng benua dengan lempeng benua menghasilkan … a. Palung laut sangat dalam
b. Pegunungan tinggi c. Daratan rendah luas d. Rangkaian gunung berapi 4. 1) Kerak bumi elastis
2) Waktu pembentukan lambat 3) Tenaga pendorong kuat 4) Kerak bumi tidak elastis
Yang memungkinkan terjadinya patahan adalah …
a. 1 dan 2 c. 2 dan 4
b. 1 dan 3 d. 3 dan 4
5. Puncak gelombang dari sebuah lipatan dinamakan …
a. Sinklinal c. Horst
b. Antiklinal d. Graben 6. Amati gambar berikut ini!
Gambar
Gambar tersebut merupakan jenis patahan …
a. Sinklinal c. Horst
b. Antiklinal d. Graben
7. Gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat merupakan jenis gempa …
a. Tektonik c. Runtuhan
b. Vulkanik d. Buatan
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 34 8. Jika sebuah gempa memiliki episentrum di dasar laut, manakah yang mngkin
terjadi karena gempa itu...
a. Badai tornado c. Angin puyuh b. Kemarau panjang d. Tsunami
9. Titik pusat gempa yang ada di dalam bumi dinamakan … a. Episentrum c. Magnitude
b. Hiposentrum d. Seismograf
10. Diantara bahan-bahan bangunan berikut ini yang termasuk tahan gempa adalah … a. Kayu, bambu, rotan c. Bata, bambu, baja
b. Batako, batu, kayu d. Batako, bata, bambu
11. Langkah yang seharusnmya tidak dilakukan saat terjadinya gempa adalah … a. Secepat mungkin keluar dari bangunan
b. Jika ruangan terlalu sesak, berlindunglah di bawah meja c. Jika berada di lantai atas, segeralah turun mengunakan lift d. Menjauhlah dari gedung-gedung atau pohon-pohon yang tinggi 12. Hasil pelapukan batuan beku granit ialah …
a. Lanau c. Kaolin
b. Terrarosa d. Pasir kuarsa
13. Pelapukan yang terjadi di daerah kapur karena larutnya batuan kapur oleh reaksi air dengan karbon dioksida dapat menghasilkan bentuk-bentuk berikut ini, kecuali
a. Dolina c. Stalaktit
b. Glister d. stalakmit
14. Erosi lapisan sangat berbahaya bagi tanah jika dibiarkan terus menerus terjadi terutama berpengaruh pada hilangnya …
a. Kemiringan tanah c. Keasaman tanah b. Kesuburan tanah d. Kelembaban tanah
15. Tanah yang terbentuk oleh hasil sedimentasi material hasil erosi angin yaitu tanah
a. Vulkanis c. Lateril
b. Loss d. Aluvial
16. Abrasi di daerah pantai dapat dikurangi dengan …
a. Pembuatan terasering c. Pergiliran tanaman b. Pemupukan berimbang d. Penanaman hutan bakau 17. Endapan yang dihasilkan dari glacial misalnya dataran …
a. Garam c. Alluvial
b. Rendah d. Morena
18. Batuan yang terjadi dari magma yang membeku di permukaan bumi termasuk kategori batuan …
a. Beku dalam c. Beku gang b. Beku luar d. Beku korok
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 35 19. 1) Doirit 4) Marmer
2) Breksi 5) Konglomerat 3) Gamping 6) Andesit
Batuan yang tergolong jenis batuan sediment terletak pada nomor … a. 1,2, dan 3 c. 3,4, dan 5
b. 2,3, dan 5 d. 4,5 dan 6
20. Batuan metamorf yang terjadi karena pengaruh suhu dinamakan metamorfisme
a. Dynamo c. Regional
b. Thermal d. Local
21. Dampak positif tenaga endogen adalah, kecuali … a. Sedimentasi menghasilkan lahan yang subur b. Memunculkan habitat baru
c. Erosi mengurangi kesuburan tanah d. Menghasilkan bentuk muka bumi
22. Pembentukan bukit-bukit pasir adalah hasil endapan ….
a. Air laut c. Angin
b. Air sungai d. Glister
23. Pantai yang mengalami abrasi ditanami merupakan penanggulangan … a. Dampak positif tenaga endogen
b. Dampak positif tenaga eksogen c. Dampak negative tenaga endogen d. Dampak negative tenaga eksogen
24. Upaya penanggulangan erosi di daerah pertanian yang miring adalah dengan … a. Penghijauan c. Mekanisme
b. Terassering d. Reboisasi
25. Akibat negatif dari tenaga eksogen yang terjadi di sungai adalah terbentuknya … a. Gosong pasir c. Meander
b. Tumpukan pasir d. Reboisasi
26. Proses sedimentasi yang diangkut oleh angin disebut …
a. Glacial c. Aquitas
b. Aeris d. Fluvial
27. Di bawah ini merupakan dampak positif dari tenaga eksogen, kecuali … a. Munculnya habitat
b. Aktifitas pelapukan dapat menghasilkan bentuk muka bumi yang indah c. Proses sedimantasi dapat menghasilkan bahan baru yang subur
d. Pengikisan dapat mengurangi kesuburan tanah
28. Aktifitas gunung api yang dapat dijadikan objek wisata yang menarik, ini merupakan …
a. Dampak positif tenaga endogen
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 36 b. Dampak positif tenaga eksogen
c. Dampak negatif tenaga endogen d. Dampak positif tenaga eksogen
29. Salah satu dampak positif tenaga endogen adalah … a. Sedimentasi menghasilkan lahan baru
b. Menyediakan hasil tambang
c. Daerah pegunungan sering terjadi longsor
d. Gempa dan letusan gunung berapi menimbulkan korban
30. Konstruksi bangunan di daerah rawan gempa harus kuat merupakan salah satu … a. Upaya penanggulangan dampak negatif tenaga eksogen
b. Dampak negatif tenaga eksogen
c. Upaya penanggulangan dampak negatif tenaga endogen d. Dampak positif tenaga endogen
31. Batuan sedimen yang terbentuk karena tenaga air laut disebut …
a. Akuitas c. Glacial
b. Aeris d. Marine
32. Berikut ini yang termasuk dalam batuan sedimen aeolis adalah … a. Batu pasir c. Tanah loss
b. Tanah liat d. Tanah morena
33. Batu sabak menurut asal pembentukannya merupakan batuan sedimen …
a. Klasik c. Limnis
b. Mekanik d. Organic
34. Perhatikan data berikut!
1) Andesis 4) Gabro 2) Lakolit 5) Batu apung 3) Obsidian 6) Diorite
Dari data tersebut diatas, yang merupakan batuan beku luar adalah … a. 1,3, dan 5 c. 2,3 dan 6
b. 2,3, dan 6 d. 1,3, dan 6
35. Batuan sedimen yang diendapkan di rawa-rawa disebut sedimen …
a. Fluvial c. Marin
b. Limnis d. Glacial
36. Sedimen fluvial adalah batuan sedimen yang diendapkan pada … a. Dasar laut c. Danau
b. Rawa d. Dasar sungai
37. Yang dimaksud dengan erupsi freatik adalah …
a. Lava keluar dari dalam bumi melalui celah-celah dan rekahan-rekahan bumi b. Lava keluar dari dalam bumi melalui diatrema
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 37 c. Magma yang menyusup ke atas dan meleleh batolit diatasnya yang akhirnya
sampai ke permukaan bumi
d. Mengubah air tanah menjadi uap air dan tidak menghasilkan bahan-bahan baru dan gunung api
38. Tipe gunung api yang tidak terdapat di Indonesia adalah tipe gunung api …
a. Maar c. Kaldera
b. Kerucut d. Kubah lava
39. Gunung api yang terbentuk karena mendapat material yang tertumpuk di sekeliling kepunden disebut gunung …
a. Siklus kepunden c. Perisai b. Puncak lava d. Kerucut tuff
40. Tipe gunung api yang paling banyak di Indonesia adalah gunung api …
a. Maar c. Kaldera
b. Strato d. tameng
B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan tepat !
1. Tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari dalam bumi dan sifatnya membangun adalah …
2. Faktor yang paling berpengaruh dalam pelapukan organis adalah
………..
3. Gunung api yang terjadi karena letusan (eksplosif) dan lelehan (efusif) secara bergantian disebut gunung api………
4. Punggung lipatan lapisan bumi sebagai akibat gerakan tektonik disebut………
5. Lembah lipatan lapisan bumi sebagai akibat gerakan tektonik disebut………
6. Skala Richter digunakan untuk
mengukur………..
7. Proses pelapukan batuan oleh tumbuh-tumbuhan termasuk jenis pelapukan……….
8. Jenis tanah yang proses terbentuknya berasal dari makhluk hidup adalah tanah………..
9. Delta sungai Nil di Mesir dapat terbentuk dari tanah………
10. Bentuk endapan yang dihasilkan dari tenaga erosi organisme adalah………...
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 38 C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Apakah perbedaan antara graben dengan horst ? jelaskan !
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
2. Sebutkan 3 benetuk pertemuan lempeng kerak bumi dengan lempeng kerak bumi!
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
3. Jelaskan perbedaan proses pembentukan patahan dan lipatan!
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
4. Tuliskan 3 upaya yang harus dilakukan setelah gempa datang!
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
5. Apa yang harus kalian lakukan jika kalian berada di Pantai Pangandaran, tiba-tiba terjadi gempa besar, dan air laut surut dengan cepat!
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
6. Jika kalian tinggal di daerah rawan gempa, jelaskan bagaimana rumah kalian akan dibangun!
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
7. Mengapa kita tidak boleh membiarkan lahan kita kosong tanpa tanaman?
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
8. Apa yang kamu ketahui tentang ―terasering‖ jelaskan manfaatnya !
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 39 9. Bagaimanakah cara menanggulangi dampat negative tenaga eksogen dan endogen
?
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
10. Batuan menurut cara terbentuknya dibagi menjadi 3. Jelaskan!
Jawab: ______________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 40 A. Pengertian Masa Pra-Aksara
Apakah masa praaksara itu? Masa praaksara atau masa prasejarah adalah zaman manusia belum mengenal tulisan. Masa praaksara juga disebut zaman nirleka, yang berarti zaman ketika tulisan belum ditemukan (nir= tidak, leka=tulisan/aksara).
Peristiwa yang menandai berakhirnya masa pra-aksara adalah ditemukannya peninggalan sejarah yang berbentuk tulisan. Kita dapat mempelajari kehidupan manusia pada masa pra-aksara dengan menggunakan sumber :
1. Fosil yaitu sisa makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia) yang telah membatu. Fosil dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia pada masa pra-aksara kita mengenal dengan istilah fosil pandu (leith fosil).
2. Artefak, yaitu alat-alat yang digunakkan oleh manusia purba.
Standar Kompetensi :
2. Memahami lingkungan kehidupan manusia
Kompetensi Dasar :
1.2. Mendeskripsikan kehidupan pada masa pra-aksara di Indonesia
Indikator :
1.2.1. Membaca referensi untuk merumuskan pengertian dan kurun waktu masa pra-aksara 1.2.2. Dengan atlas sejarah dan foto-foto/gambar mengamati jenis-jenis manusia Indonesia yang
hidup pada masa pra-aksara
1.2.3. Membaca buku referensi, mengamati gambar dan diskusi untuk menelaah kehidupan pada masa pra aksara dan peralatan yagn digunakan.
1.2.4. Membaca buku referensi dan mengamati gambar untuk mengidentifikasi peninggalan- peninggalan kebudayaan pada masa pra-aksara
1.2.5. Mengamati atlas sejarah kedatangan dan persebaran nenek moyang bangsa Indonesia
KEHIDUPAN PADA MASA PRA AKSARA DI INDONESIA
BAB
2
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII – 1 SMP/MTs 41 Untuk mengungkap kehidupan manusia purba digunakan beberapa ilmu, seperti : 1. Geologi : ilmu yang mempelajari tentang lapisan tanah
2. Palaentologi : ilmu yang mempelajari tentang fosil 3. Arkeologi : ilmu yag mempelajari tetang kepurbakalaan
Berdasarkan geologi, kehidupan masa pra-aksara dibagi dalam beberapa zaman, yaitu 1. Archaikum (masa pembentukan bumi)
Zaman tertua yang berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun.Zaman ini belum ada kehidupan,karena kulit bumi masih panas sekali.
2. Palaezoikum (zaman primer)
Zaman hidup tertua yang berlangsung kira-kira 340 juta tahun. Zaman ini telah ada kehidupan binatang kecil yang tidak bertrulang belakang, jenis ikan, amfibi , dan reptile.
3. Mesozoikum (masa sekunder)
Zaman hidup pertengahan kira-kira 140 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan munculya jenis reptile raksasa, seperti Dinosaurus dan Atlantasaurus.
Neozoikum/Kainozoikum (masa hidup baru)
4. Zaman ini berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu sampai kini. Zaman ini terbagi dalam dua zaman yaitu :
a. Tersier, dimana binatang menyusui berkembang.
b. Quarter, dimana manusia mulai muncul di muka bumi.
B. Jenis Manusia Purba Di Indonesia
Berdasarkan jenis fosil yang ditemukan jenis manusia purba di Indonesia dapat digolongkan menjadi tiga yaitu :
1. Meganthropus palaejavanicus (manusia raksasa dari Jawa kuno)
Ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941di situs Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Manusia purba jenis ini merupakan jenis paling tua yang ditemukan di Indonesia. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah dan rahang atas serta gigi lepas. Berdasarkan stratifigasi, diketahui bahwa fosil ini ditemukan pada lapisan Pucangan. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan umur Meganthropus Palaejavanicus sekitar 1 – 2 juta tahun.
Ciri-ciri Meganthropus Palaejavanicus :
a. Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala b. Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok c. Tidak berdagu
d. Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat e. Makanannya berupa jenis tumbuh-tumbuhan 2. Pithecanthropus (manusia kera)
Fosikl jenis ini merupakan jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan stratifigasi, diketahui bahwa fosil ini ditemukan pada lapisan Pucang dan Kabuh. Berdasarakn usia lapisan, diperkirakan usia Pithecanthropus berusai antara 30.000 – 2 juta tahun.
Ciri-ciri Pithecanthropus :