Asasi Manusia Dalam Perspektif Pancasila
E. Proses Pembelajaran
4) Kejahatan perang ( The War crimes )
Kejahatan perang adalah suatu tindakan pelanggaran, dalam cakupan hukum internasional, terhadap hukum perang oleh satu atau beberapa orang, baik militer maupun sipil� Pelaku kejahatan perang ini disebut penjahat perang�
Setiap pelanggaran hukum perang pada konlik antarbangsa merupakan kejahatan perang. Pelanggaran yang terjadi pada konlik internal suatu negara,
belum tentu dapat dianggap sebagai kejahatan perang�
Kejahatan perang meliputi semua pelanggaran terhadap perlindungan yang telah ditentukan oleh hukum perang, dan juga mencakup kegagalan untuk tunduk pada norma prosedur dan aturan pertempuran, seperti menyerang pihak yang telah mengibarkan bendera putih, atau sebaliknya, menggunakan bendera perdamaian itu sebagai taktik perang untuk mengecoh pihak lawan sebelum menyerang�
Beberapa mantan kepala negara dan kepala pemerintahan yang telah diadili karena kejahatan perang antara lain adalah Karl Dönitz dari Jerman, mantan Perdana Menteri Hideki Tojo dari Jepang dan mantan Presiden Liberia Charles Taylor� Pada awal 2006 mantan Presiden Irak Saddam Hussein dan mantan
Presiden Yugoslavia Slobodan Milošević juga diadili karena kejahatan perang.
b� Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintiik, model pembelajaran discovery learning, metode diskusi dan bekerja dalam kelompok� Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan,
NO Uraian Kegiatan 1� Pendahuluan (15 Menit)
1� Guru mempersiapkan suasana belajar yang menyenangkan�
2� Guru mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan di- kembangkan sebelumnya yaitu hak asasi manusia dalam Pancasila dikaitkan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan di kembangkan� 3� Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari�
4� Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan�
5� Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan� 2� Kegiatan Inti (60 Menit )
1) Mengamati
a) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok masing-masing berjumlah 5 – 6 orang�
b) Peserta didik membaca wacana yang berjudul TKI Asal Brebes Dianiaya Majikan di Singapura yang terdapat pada Buku Teks PPKn Kelas XII Bab 1, Sub-bab B, kemudian guru dapat menambahkan penjelasan terkait dengan wacana tersebut dengan berbagai fakta baru yang berhubungan dengan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia�
c) Peserta didik menganalisis kasus tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan yang terdapat dalam wacana tersebut�
2) Menanya
a) Peserta didik membuat identiikasi pertanyaan sebanyak mungkin
tentang kasus pelanggaran hak asasi manusia dan penyimpangan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia, misalnya sebagai berikut�
• Apa yang dimaksud dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia ?
• Apa yang dimaksud dengan pelanggaran berat hak asasi manusia ?
• Apakah faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaraan hak asasi manusia ?
• Nilai-nilai apa yang dilanggar dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia ?
b) Peserta didik merumuskan hipotesis, yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan� Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu dan kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis�
3) Mengumpulkan Informasi/ data
a) Peserta didik mencari informasi lanjutan dengan membaca sumber lain yang relevan baik dari internet, web, maupun media sosial lainnya untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis� Peserta didik diharapkan belajar secara aktif untuk menemukan faktor-faktor penyebab pelanggaran hak asasi manusia dan penyimpangan nilai-nilai pancasila dalam berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia, serta penyelesaian kasus tersebut�
b) Peserta didik juga mengumpulkan informasi untuk mengerjakan Tugas Kelompok 1�3�
c) Peran guru dalam tahap ini adalah sebagai berikut�
(1) Menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku teks siswa dan buku referensi lain�
(2) Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan�
4) Menalar
a) Peserta didik secara berkelompok menyimpulkan faktor-faktor penyebab pelanggaran hak asasi manusia dan menghubungkan penyimpangan nilai-nilai pancasila yang dilanggar dalam kasus -kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia�
b) Peserta didik menyusun laporan hasil diskusi faktor-faktor penyebab pelanggaran hak asasi manusia dan menghubungkan penyimpangan nilai-nilai pancasila dengan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia� Laporan disusun secara tertulis memuat pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan kelompok�
c) Laporan disusun secara individu, menjadi tugas peserta didik dan dikumpulkan pada akhir pertemuan ini�
5) Mengomunikasikan
a) Peserta didik secara acak (2 – 3 orang) diminta untuk menyajikan hasil telaah kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia dan menghubungkan penyimpangan nilai-nilai pancasila dengan kasus-
b) Guru memberikan konirmasi/penguatan atas jawaban peserta didik. c) Peserta didik mengumpulkan hasil analisis diskusi kelompok
secara tertulis untuk diberikan penilaian� 3� Penutup (15 Menit )
1) Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan ini�
2) Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mengerjakan Tugas Mandiri 1�3 dan Tugas Mandiri 1�4�
3) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar�
c� Penilaia
1) Penilaian Sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses belajar ber- langsung� Penilaian dapat dilakukan dengan observasi� Dalam Observasi ini mis- alnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat berdiskusi� Aspek yang diamati adalah iman taqwa, rasa syukur, jujur dan displin� Format observasi penilaian sikap dapat menggunakan contoh format dibawah ini�
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………� Hari, Tanggal : ………� Pertemuan Ke-: ………� Materi Pokok : ………� No Nama Peserta Didik Aspek Penilaian Iman Taqwa Rasa Syukur
Jujur Disiplin Tanggung Jawab
Skor penilaian menggunakan skala 1 – 4, yaitu :
Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai aspek sikap yang dinilai� Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai aspek sikap yang dinilai�
Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai aspek sikap yang dinilai� Skor perolehan
Nilai = --- x 4 20
2) Penilaian pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, peserta didik diminta un- tuk mengerjakan Tugas Mandiri 1�3, Tugas kelompok 1�3 dan tugas Mandiri 1�4�
• Pensekoran Tugas Kelompok 1� 3
Masing-masing soal jika lengkap jawabannya diberi skor 3 sehingga perolehan skor maksimal adalah 9
Skor perolehan Nilai = --- x 4 9
• Pensekoran Tugas Mandiri 1�3
Masing-masing soal jika jawaban lengkap diberi skor 2, jika tidak lengkap skornya 1 sehingga perolehan skor maksimal adalah 10�
Skor perolehan Nilai = --- x 4 10
• Penskoran Tugas Mandiri 1�4
Masing-masing soal skornya 1 sehingga perolehan skor maksimal adalah 6 Skor perolehan
Nilai = --- x 4
3) Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/ saran pada saat menyampaikan hasil telaah tentang kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia� Format penilaian dapat menggunakan contoh sebagaimana
3� Pertemuan Ketiga (2 x 45 Menit) a� Materi Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ketiga ini adalah Bab 1, Sub-bab C terhadap upaya penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia� 1. Peradilan dan Sanksi Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Kasus pelanggaran HAM akan senatiasa terjadi jika tidak secepatnya ditangani� Negara yang tidak mau menangani kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negaranya akan disebut sebagai unwillingness state atau negara yang tidak mempunyai kemauan menegakkan HAM� Kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negara tersebut akan disidangkan oleh Mahkamah Internasional� Hal tersebut tentu saja menggambarkan bahwa kedaulatan hukum negara tersebut lemah dan wibawa negara tersebut jatuh di dalam pergaulan bangsa-bangsa yang beradab�
Sebelum berlakunya Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, kasus pelanggaran HAM diperiksa dan diselesaikan di pengadilan HAM ad hoc yang dibentuk berdasarkan keputusan Presiden dan berada di lingkungan peradilan umum� Setelah berlakunya undang-undang tersebut kasus pelanggaran HAM di Indonesia ditangani dan diselesaikan melalui proses peradilan di Pengadilan HAM�
Penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat dilakukan berdasarkan ketentuan Hukum Acara Pidana� Proses penyidikan dan penangkapan dilakukan oleh Jaksa Agung dengan disertai surat perintah dan alasan penangkapan, kecuali tertatangkap tangan� Penahanan untuk pemeriksaan dalam sidang di Pengadilan HAM dapat dilakukan paling lama 90 hari dan dapat diperpanjang paling lama 30 hari oleh pengadilan negeri sesuai dengan daerah hukumnya� Penahanan di pengadilan tinggi dilakukan paling lama 60 hari dan dapat diperpanjang paling lama 30 hari� Penahanan di Mahkamah Agung paling lama 60 hari dan dapat diperpanjang paling lama 30 hari�
Adapun, penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat dilakukan oleh Komnas HAM� Dalam melakukan penyelidikan, Komnas HAM dapat membentuk Tim ad hoc yang terdiri dari Komnas HAM dan unsur masyarakat� Hasil penyelidikan Komnas HAM yang berupa laporan pelanggaran hak asasi manusia diserahkan berkasnya kepada Jaksa Agung yang bertugas sebagai penyidik� Jaksa Agung wajib menindak lanjuti laporan dari Komnas Ham tersebut� Jaksa Agung sebagai penyidik dapat membentuk penyidik ad hoc yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat�
Proses penuntutan perkara pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Jaksa Agung� Dalam pelaksanaan tugasnya, Jaksa Agung dapat mengangkat penuntut umum ad hoc yang terdiri dari unsur pemerintah atau masyarakat� Setiap saat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dapat memberikan keterangan secara tertulis kepada Jaksa Agung mengenai perkembangan penyidikan dan penuntutan perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat� Jaksa penuntut umum ad hoc sebelum
melaksanakan tugasnya harus mengucapkan sumpah atau janji�
Selanjutnya, perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat diperiksa dan diputuskan oleh Pengadilan HAM yang dilakukan oleh Majelis Hakim Pengadilan HAM paling lama 180 hari setelah berkas perkara dilimpahkan dari penyidik kepada Pengadilan HAM� Majelis Hakim Pengadilan HAM yang berjumlah lima orang terdiri atas dua orang hakim pada Pengadilan HAM yang bersangkutan dan tiga orang hakim ad hoc yang diketuai oleh hakim dari Pengadilan HAM yang bersangkutan�
Dalam hal perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat dimohonkan banding ke pengadilan tinggi, perkara tersebut diperiksa dan diputus dalam waktu paling lama 90 hari terhitung sejak perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi� Pemeriksaan perkara pelanggaran HAM di pengadilan tinggi dilakukan oleh majelis hakim yang terdiri atas dua orang hakim pengadilan tinggi yang bersangkutan dan tiga orang hakim ad hoc� Kemudian, dalam hal perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat dimohonkan kasasi ke Mahkamah Agung, perkara tersebut diperiksa dan diputus dalam waktu paling lama 90 hari terhitung sejak perkara dilimpahkan ke Mahkamah Agung� Pemeriksaan perkara pelanggaran HAM berat di Mahkamah Agung dilakukan oleh majelis hakim terdiri atas dua orang Hakim Agung dan tiga orang hakim ad hoc� Hakim ad hoc di Mahkamah Agung diangkat oleh Presiden selaku Kepala Negara atas usulan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia�
2. Peradilan dan Sanksi Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia Internasional