PROGRAM AKSI PENYELAMATAN DANAU KERINCI
4.1 Faktor-faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan Faktor-faktor Eksternal (Ancaman dan Peluang)
4.1.1 Kekuatan (strength) a. Potensi Ketersediaan Air
Sumberdaya air Danau Kerinci yang melimpah berasal dari kawasan DTA yang masih terjaga baik, yaitu dari hutan TNKS yang masih tergolong alami. Potensi ketersediaan air yang tinggi ini sangat bermanfaat bagi kegiatan yang ada di Danau Kerinci dan sekitarnya, terutama air baku air minum, kemudian untuk wisata, perikanan, dan PLTA maupun kegiatan lainnya. Danau Kerinci mempunyai potensi sumber daya air yang cukup besar yaitu 1.796 juta m3. (BLHD Prov Jambi, 2012) Volume air tersebut diperkirakan dapat memproduksi energi listrik dengan daya 2 x 75 MW (150 MW) (pembangunan PLTA Saat ini sedang Tahap Konstruksi). Potensi listrik dari proyek PLTA Merangin ini, sepenuhnya ditentukan oleh ketersediaan air Danau Kerinci. Suplai air danau yang berasal dari 10 sungai di wilayah DTA Danau Kerinci, didukung dengan potensi curah yang tinggi serta keberadaan hutan TNKS yang terpelihara, maka dapat diperkirakan volume air Danau Kerinci dapat mendukung untuk keberlangsungan operasional PLTA Merangin.
Program Aksi Penyelamatan Danau Kerinci
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 2 b. Potensi Keindahan Alam
Danau Kerinci yang terletak pada ketinggian hampir 800 meter diatas permukaan air laut merupakan objek alam dengan fungsi yang beragam. Selain memiliki pemandangan yang cukup indah dengan bentang alam yang masih alami, Danau Kerinci pun memiliki udara yang sejuk di sekitar kawasan danau. Danau Kerinci merupakan danau yang berada di lembah pegunungan Kerinci (3.850 meter dpl, gunung tertinggi di Sumatera), dengan luas danau 4.370 ha (BLHD Provinsi Jambi, 2012). Hamparan perairan danau yang cukup luas dan jernih dikelilingi pegunungan dan perbukitan serta sepuluh buah sungai yang airnya masih jernih yang berasal dari hutan TNKS pada musim kemarau aktif mengalirkan airnya ke Danau Kerinci.
Bebarapa pilihan kegiatan wisata dapat dikembangkan di kawasan Danau Kerinci seperti berkemah, perahu wisata, memancing, outbound, berenang, wisata kuliner serta wisata penangkapan Ikan Semah.
Keindahan alam Danau Kerinci bukan merupakan satu-satunya potensi yang dimiliki oleh Danau Kerinci, tetapi masih terdapat beberapa objek wisata yang saling berinteraksi dengan Danau Kerinci seperti potensi air terjun yang besar, pemandian air panas alami, panorama, kebun teh Kayu Aro, Danau Gunung Tujuh pada ketinggian 1950 m dpl (Dikelilingi oleh 7 buah puncak gunung, adalah danau tertinggi di Asia), serta paket-paket wisata religius (di Masjid Hijau-Ust. Karim Jambek Kerinci) dan paket wisata konservasi yang telah dikembangkan oleh TNKS untuk kunjungan wisata dan keperluan riset.
Pemerintah Provinsi Jambi dan juga Kabupaten Kerinci telah lama menetapkan Danau Kerinci sebagai objek wisata utama dan dipadukan dengan paket wisata lainnya yang terdapat di Kabupaten Kerinci. Beberapa objek wisata yang terdapat di sekitar Danau Kerinci antara lain Kunjungan Air Terjun Talun Berasap, Pemandian Air Panas, Panorama, Pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Kunjungan TNKS.
Selain itu, potensi wisata juga dikuatkan dengan diselenggarakannya kegiatan Festival Penyelamatan Danau Kerinci yang digelar setiap tahun.
c. Potensi Perikanan Lokal
Potensi ikan lokal dari Danau Kerinci yang merupakan ikan endemik adalah Ikan Semah. Ikan Semah yang terdapat di Danau Kerinci berukuran cukup besar, dengan bobot yang mencapai 7 kg/ekor. Ikan Semah merupakan ikan bernilai ekonomi tinggi karena rasanya yang enak (banyak minyak). Potensi Ikan Semah juga menjadi paket pilihan utama untuk kegiatan wisata kuliner di restoran-rentoran di sekitar Danau Kerinci. Keberadaan Ikan Semah tersebut diharapkan dapat menarik banyak wisatawan yang datang ke Danau Kerinci khususnya menikmati hidangan Ikan Semah yang tersedia di warung makan dan restoran di sepanjang sempadan Danau Kerinci.
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 3 Untuk meningkatkan populasi ikan ini telah diupayakan re-stocking di perairan danau oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci, dan reservat ikan semah di outlet danau menuju Sungai Batang Merangin oleh Pemerintah Provinsi Jambi.
4.1.2 Kelemahan (weakness)
a. Penurunan Populasi Ikan Lokal
Kondisi perairan Danau Kerinci yang alami menjadikan perairan tersebut salah tempat hidup ikan endemik setempat yakni Ikan Semah. Namun populasi yang tinggi dari Ikan Semah saat ini mengalami penurunan. Penurunan populasi ikan ini disebabkan oleh produktivitasnya yang memang rendah, sementara animo masyarakat untuk mengambilnya sangat tinggi.
b. Kurangnya Sarana dan Prasarana Wisata
Kurangnya sarana dan prasarana pendukung wisata di sekitar Danau Kerinci seperti tempat sampah, toilet, tempat istirahat, tempat ibadah dan pasokan air bersih menyebabkan masyarakat dan wisatawan yang datang masih melakukan kegiatan pencemaran lingkungan seperti membuang sampah sembarangan. Tersedianya sarana dan prasarana umum di kawasan wisata Danau Kerinci masih berjumlah minimal dengan kondisi yang tidak terawat. Hal ini, selain telah memberikan kesan yang tidak indah, kenyamanan akan tempat wisata lambat laun akan hilang serta kelestarian danau menjadi terancam.
c. Kurangnya Akses Jalan
Danau Kerinci terletak di jalur perbukitan Bukit Barisan, dengan Gunung Kerinci (tertinggi di Sumatera) adalah kawasan dengan curah hujan yang tinggi sering menyebabkan kondisi jalan rusak karena tanah longsor. Akses jalan lebih mudah dari Padang dibandingkan akses dari Kota Jambi. Dari Kota Padang dapat ditempuh selama ± 5 jam perjalanan darat, dan dari Kota Jambi ke Danau Kerinci memerlukan waktu selama 10 jam perjalanan darat. Topografi kawasan ini adalah bergunung dan berbukit dan menyebabkan akses jalan darat kurang lancar, karena jalan berkelok-kelok mulai dari Bangko sampai ke Kerinci.
Untuk meningkatkan akses jalan menuju Danau Kerinci, terutama dari ibukota Provinsi Jambi (Jambi), di samping dari ibukota Provinsi Sumatera Barat (Padang), akses jalan masih perlu dikembangkan.
Program Aksi Penyelamatan Danau Kerinci
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 4 d. Keberadaan Bangunan di Sempadan Danau
Di sempadan Danau Kerinci, banyak terdapat rumah penduduk, restoran serta pendukung kegiatan wisata, yang dapat mengganggu kelestarian dan keindahan Danau Kerinci. Kebanyakan bangunan di kawasan danau ini belum memiliki surat IMB;
selain itu perkembangan bangunan belum diarahkan sesuai dengan rencana pengembangan danau. Tidak adanya peraturan yang tegas untuk membatasi pembangunan di sepanjang sempadan danau menyebabkan masyarakat leluasa mendirikan bangunan. Selain itu kesadaran masyarakat masih rendah dalam menjaga keindahan dan kelestarian ekosistem Danau Kerinci.
4.1.3 Peluang (opportunity)
a. DTA Danau Kerinci Dapat Mensuplai Air Lebih Besar
Kabupaten Kerinci memiliki banyak aliran sungai yang pada umumnya mengalir dari mata air di kawasan pergunungan dan perbukitan khususnya dari kawasan hutan TNKS. Aliran sungai tersebut mengalir ke sekeliling Danau Kerinci melalui kawasan pertanian dan perkebunan hingga bermuara di Danau Kerinci. Sungai yang menjadi inlet air Danau Kerinci antara lain Sungai Batang Merao, Sungai Buai, Sungai Jujun, Sungai Batang Sangkir, Sungai Batang Merangin, Sungai Betung Kuning dan sejumlah besar terbagi dalam anak-anak sungai kecil dan sedang. Selain aliran air sungai, yang menjadi sumber air Danau Kerinci yaitu sumber mata air yang jumlahnya relatif banyak yang bersumber dari dasar danau. Banyaknya sumber air yang menjadi inlet Danau Kerinci menjadikan danau tersebut tetap memiliki debit air yang relative tinggi meskipun pada saat musim kemarau. (BP-DAS Batanghari, 2004).
b. Dukungan Masyarakat
Masyarakat telah menyadari adanya kawasan wisata Danau Kerinci yang dapat memberikan manfaat bagi mereka. Terbukanya kesempatan untuk berusaha, terlibat dalam tim pengelola, berinteraksi dengan wisatawan dan berekreasi di kawasan wisata Danau Kerinci merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyrakat sekitar danau. Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) merupakan salah satu kegiatan yang dapat menjadi wadah keterlibatan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diwajibkan menjaga potensi sumberdaya alam yang dimiliki Danau Kerinci yaitu dengan tidak membuang limbah cair dan sampah padat hasil kegiatan rumah tangga, pertanian dan perikanan ke saluran air yang menuju danau. Adanya potensi dan manfaat Danau Kerinci mendorong masyarakat untuk dapat mengelola lingkungannya agar terjaga baik, baik kegiatan tersebut diatas maupun kegiatan PLTA Merangin yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Diharapkan keberadaan PLTA tersebut dapat mendukung upaya penyelamatan dan pelestarian ekosistem Danau Kerinci serta keberadaannya tidak merubah struktur ekosistem yang telah dimiliki oleh Danau Kerinci. Dukungan masyarakat ini harus diupayakan untuk dipertahankan, karena sangat dipengaruhi oleh manfaat sosial ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat.
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 5 c. Forum Kerjasama Yang Sudah Terbentuk (Forum DAS, TKPSDA, dan Dewan
Air Provinsi Jambi)
Penetapan Perda No. 1 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan DAS oleh DPRD Provinsi Jambi telah menjadi perhatian berbagai pihak dalam implementasi penyelamatan sumberdaya air, termasuk air danau. Legitimasi upaya penyelamatan DAS berdampak positif untuk mendorong DTA Danau Kerinci dikelola secara baik dan lestari. Dalam mengontrol pelaksanaan Perda No. 1 Tahun 2013 ini, Gubernur telah membentuk Forum DAS Batanghari. Keseriusan pemerintah dalam menfasilitasi terjaganya sumberdaya air di Provinsi Jambi, telah ditunjukkan dengan dibentuknya Dewan Sumberdaya Air Provinsi. Kemudian juga telah dibentuk TKPSDA melakukan kegiatan aksi penyelamtan DAS Batanghari, diamana di sana terdapat Danau Kerinci. Maka dalam uapaya melibatkan peran serta masyarakat Kerinci khususnya untuk penyelamatan Danau Kerinci, juga telah dilakukan pertemuan antar stakeholder untuk menginisiasi terbentuknya Forum Penyelamatan Ekosistem Danau Kerinci.
d. Terdapat Banyak Objek Wisata Di Sekitar Danau Kerinci Yang Dapat Dipadukan Dengan Wisata Danau
Melihat potensi Danau Kerinci yang khas, yang dikelilingi daerah pergunungan dimana terdapat Kebun Teh Kayu Aro yang telah ada sejak zaman Belanda, pemandangan yang menarik, memiliki sumber air terjun dan mata air panas yang dapat digunakan untuk mandi, serta tersedia juga paket wisata konservasi yang telah dirancang oleh pihak TNKS. Semua pilihan-pilihan objek wisata tersebut telah menjadi agenda wisata Kabupaten Kerinci. Kabupaten Kerinci merupakan en-clave di TNKS, terletak di lembah Pergunungan/Bukit Barisan di jantung Pulau Sumatera dengan luas 420.000 hektar, dimana 215.000 hektar di antaranya merupakan kawasan konservasi TNKS. Di samping Danau Kerinci, memiliki udara yang sejuk dan panorama alam yang indah, Kabupaten Kerinci memiliki beragam obyek wisata yang alam yang menarik. Pemda Kabupaten Kerinci, Pemda Provinsi dan Dinas Pariwisata Provinsi Jambi serta Balai TNKS bertekat menjadikan Kerinci sebagai obyek dan sasaran utama pengembangan ekowisata (wisata alam) di Provinsi Jambi.
e. Adanya Promosi Wisata
Promosi wisata Danau Kerinci disampaikan melalui Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) telah dilaksanakan setiap dua tahun dalam kurun waktu 10 tahun ini.
Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Dinas Pariwisata telah melakukan berbagai promosi mengenai Danau Kerinci melalui brosur, leaflet, dan pameran. Dengan adanya penyelenggaraan festival danau ini secara tidak langsung telah membantu penyediaan dan perbaikan sarana prasarana, aksesibilitas dan fasilitas wisata di Danau Kerinci, sehingga sektor pariwisata di Kabupaten Kerinci kian membaik.
Program Aksi Penyelamatan Danau Kerinci
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 6 4.1.4 Ancaman (threat)
a. Pola Penggunaan dan Pengelolaan Lahan Di Hulu Yang Dapat Menyebabkan Erosi, Sedimentasi dan Pendangkalan Danau
Wilayah DTA Danau Kerinci merupakan wilayah-wilayah DAS yang terletak di dataran tinggi daerah volkan Gunung Kerinci. Wilayah ini memiliki curah hujan yang tinggi, jenis tanah yang peka terhadap erosi serta kemiringan lereng bukit yang tinggi tersebut menyebabkan proses erosi dan sedimentasi berlangsung cukup tinggi dan cepat. Hal tersebut menjadi salah satu masalah utama dalam pengembangan potensi Danau Kerinci sebagai sumber air. Bendungan yang terjadi secara alami dari cekungan yang melintang pada aliran sungai menjadi lokasi utama terjadinya akumulasi material dari proses erosi-sedimentasi yang menjadi penyebab terjadinya pendangkalan Danau Kerinci.
Erosi yang terjadi pada kawasan DTA yang berlereng mengakibatkan penipisan lapisan tanah, menurunkan tingkat kesuburan tanah dan rusaknya kondisi tutupan lahan (land cover). Kerusakan jenis tanah Andosol, khususnya pada kawasan pertanian campuran menjadikan kawasan tersebut terdegradasi sehingga mengakibatkan terjadinya erosi-sedimentasi yang tinggi. Tingginya kondisi curah hujan di kawasan tersebut menjadi salah satu pendukung terjadinya erosi lahan DTA bahkan bencana tanah longsor.
Kegiatan konservasi yang dilakukan saat ini masih sangat minimal dan tidak mampu untuk menahan terjadinya laju erosi khususnya pada wilayah yang memiliki jenis tanah andosol. Tindakan refresif atau in-stream normalisasi sungai Batang Merao di wilayah DTA danau telah dapat menurunkan kawasan banjir, namun akibatnya telah mempercepat laju sedimentasi aliran masuk ke Danau Kerinci, sehingga pendangkalan danau semakin cepat terjadi. Kegiatan antiipatif saat ini menjadi prioritas khususnya dalam menghitung laju sedimentasi dari 10 DAS yang masuk ke Danau Kerinci.
b. Pencemaran Air Akibat Pembuangan Limbah dari Hulu (limbah pertanian maupun domestik)
Pemanfaatan sumber daya alam Ekosistem Danau Kerinci oleh masyarakat diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya pencemaran dan masuknya limbah sampah domestik ke perairan danau. Tingginya jumlah masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Danau Kerinci (kawasan sempadan sungai) hingga sempadan ekosistem Danau Kerinci menjadikan ekosistem danau menjadi tercemar. Kondisi kualitas air danau kerinci pada beberapa tahun terakhir mengalami penurunan akibat pencemaran tersebut. Penurunan kualitas air danau tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kelestarian sumberdaya yang hidup di dalamnya serta mengancam kegiatan wisata.
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 7 4.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT Danau Kerinci dilakukan untuk mengetahui atau mengukur kondisi sebuah objek sumberdaya Danau Kerinci secara sistematik berdasarkan faktor-faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) yang merupakan faktor internal serta peluang/kesempatan (Opportunity) dan ancaman (Threat) yang merupakan faktor eksternal yang dihadapi. Pendekatan strategi yang efektif akan dapat tercapai yaitu dengan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki dan kesempatan yang ada serta meminimalkan kelemahan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap ekosistem Danau Kerinci, maka dapat disajikan faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman seperti pada Tabel 4.1.
Berdasarkan hasil analisis SWOT dapat diketahui strategi yang diperlukan bagi upaya penyelamatan ekosistem Danau Kerinci. Strategi tersebut dituangkan dalam program aksi, yang berdasarkan urgensinya ditentukan Program Super Prioritas (Program Pokok) dan Program Prioritas (Program Penunjang). Sebelum ditentukan program aksi yang prioritas, untuk dapat mengetahui daftar panjang kegiatan aksi yang diperlukan, dilakukan pemetaan permasalahan dan program aksi dalam penyelamatan Danau Kerinci, sebagaimana tertuang pada Tabel 4.2.
Program Aksi Penyelamatan Danau Kerinci
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 8 Tabel 4.1. Matrik Analisis SWOT Untuk Kawasan Danau Kerinci
Evaluasi Faktor Internal 4. Obyek wisata sekitr 5. Agenda promosi wisata
1. Pola penggunaan dan pengelolaan lahan di daerah tangkapan air
2. Pencemaran air dari hulu dan sempadan
Kekuatan (S) Strategi S-O Strategi S-T
1. Potensi ketersediaan air 2. Potensi keindahan alam 3. Potensi perikanan lokal
1. Mendorong terjaganya kawasan konservasi TNKS untuk pasokan volume air danau yang lestari & khususnya agar suplai air terjaga dan cukup saat musim kemarau
2. Mengadakan kerjasama promosi wisata yang tetap menjaga kealamian dan kelestariannya.
3. Menawarkan investasi wisata
4. Menginisiasi terbentuknya forum atau lembaga independen penyelamatan danau guna meningkatkan pengawalan dan mendampingi proses pelibatan pihak-pihak secara terintegrasi
1. Mendorong tersusunnya peraturan penataaan ruang dan zonasi terutama untuk menata kawasan di DTA, kawasan sekitar danau dan sempadan danau, yang memperhatikan aspek-aspek penyelamatan danau
2. Pendampingan untuk penerapan sistem pertanian konservasi dengan konsep adaptasi dan modifikasi pengelolaan lahan pada kemiringan tinggi
3. Mendorong sistem penanaman tanaman non monokultur dan bernilai ekonomi tinggi
4. Mendorong tersusunya konsep kabupaten konservasi untuk meningkatkan nilai ekonomi dan umur pakai Danau Kerinci di masa mendatang
5. Pengendalian sedimen yang menuju ke danau maupun yang di badan danau
Kelemahan (W) Strategi W-O Strategi W-T
1. Penurunan populasi ikan lokal 2. Kurangnya sarana prasaran wisata 3. Kurangnya akses jalan
4. Keberadaan bangunan di sempadan danau
1. Pemberdayaan masyarakat untuk kegiatan ekonomi alternatif yang tidak merusak ekosistem danau tetapi juga mendukung potensi wisata seperti industri kerajian, kuliner dan keterlibatan dalam paket-paket wisata.
2. Penyediaan berbagai prasarana dan fasilitas wisata Danau Kerinci (termasuk akses jalan dan tempat penampungan sampah sementara)
3. Mendorong kerjasama berbagai pihak untuk pengembangan wisata Danau Kerinci dan kawasan di sekitarnya
4. Mengoptimalkan peran dan fungsi forum kerjasama yang ada dalam sinergi upaya penyelamatan danau
1. Peningkatan upaya pelestarian dan pengembangan ikan lokal termasuk pembangunan fish-way (tangga ikan)
2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian Danau Kerinci melalui kegiatan peningkatan kesadaran dan pemberdayaan masyarakat
3. Meningkatkan upaya pengendalian pencemaran baik dari hulu maupun sempadan danau.
4. Mendorong pembatasan jumlah dan zona KJA (keramba jaring apung) dan KJT (keramba jaring tancap)
5. Penataan dan penertiban penggunaan lahan sempadan danau 6. Pengembangan sistem informasi, pemantauan dan evaluasi
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 9
Tabel 4.2 Matrik Pemetaan Permasalahan dan Program Aksi dalam Penyelamatan Ekosistem Danau Kerinci
Permasalahan Peningkatan laju kerusakan DTA yang berpengaruh pada kestabilan lahan (erosi dan sedimentasi) serta suplai air
Penurunan kualitas air Penurunan poulasi ikan
lokal Tujuan Pelestarian fungsi DTA Peningkatan kualitas air danau (agar kualitas air terjaga untuk
pemenuhan fungsinya sebagai air baku air minum, sumber air PLTA, dan kegiatan lainnya)
Pelestarian ikan lokal Peningkatan kelestarian dan keindahan sempadan danau
Penurunan tekanan penduduk terhadap lahan
Program A. Penatagunaan dan pengelolaan lahan DTA
Kegiatan per program dan per komponen manajemen
1. Pengembanga n regulasi dan konsep pengelolaan
Penataan ruang Kawasan Danau Kerinci (termasuk di DTA dan kawasan konservasi TNKS)
Penyusunan peraturan dan panduan teknis penyelamatan dan pemanfaatan danau termasuk untuk penerapan sistem insetif- disinsentif & imbal jasa
Integrasi kearifan lokal dalam peraturan pengelolaan danau
Pengembangan regulasi di tingkat kecamatan (untuk lebih meningkatkan peran pihak-pihak terkait sampai ke tingkat kecamatan)
Pengembangan peraturan untuk
Penetapan zonasi danau (antara lain untuk area suaka/ perlindungan ikan lokal)
Penentuan daerah sempadan & pasang surut
Re-disain sempadan danau
Peraturan zonasi sempadan danau (termasuk tata bangunan)
Pemasangan patok batas sempadan & penanaman
Pengembangan teknik budidaya pertanian/ perkebunan yang konservatif
Rehabilitasi lahan kritis
Diversifikasi tanaman (non monokultur)
Pengembangan tanaman produktif
& bernilai ekonomi tinggi yang sesuai kondisi tanah & iklim
Intensifikasi pertanian/ perkebunan
Pengerukan sedimen di dasar danau
Pengerukan sedimen di tepi danau
Pembangunan jalan pembatas ruas danau
Program Aksi Penyelamatan Danau Kerinci
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 10
Permasalahan Peningkatan laju kerusakan DTA yang berpengaruh pada kestabilan lahan (erosi dan sedimentasi) serta suplai air
Penurunan kualitas air Penurunan poulasi ikan
lokal Tujuan Pelestarian fungsi DTA Peningkatan kualitas air danau (agar kualitas air terjaga untuk
pemenuhan fungsinya sebagai air baku air minum, sumber air PLTA, dan kegiatan lainnya)
Pelestarian ikan lokal Peningkatan kelestarian dan keindahan sempadan danau
Penurunan tekanan penduduk terhadap lahan
Program A. Penatagunaan dan pengelolaan lahan DTA
Kegiatan per program dan per komponen manajemen
Penguatan tebing danau TPS
Pembangunan
Moitoring laju sedimentasi dari 10 DAS
Pemantauan lahan kritis
Pemantauan kualitas air
Pemantauan status trofik air
Pemantauan sumber pencemar
Pengawasan ijin pembuangan limbah
Pengawasan pembuangan limbah
Validasi alat tangkap
Monitoring status flora dan fauna (keaneka-ragaman hayati) perairan danau
Pengawasan dan penertiban pemanfaatan ruang pada
Hasil penghitungan dan penetapan DTBPA Data alat tangkap
Kajian produktivitas
Peningkatan kesadaran, pemahaman & keterampilan masyarakat, misal dengan pendidikan lingkungan
Pemberdayaan masyarakat untuk turut menjaga kelestarian danau (DTA, sempadan maupun badan air)
Pelatihan dan percontohan
Pemberdayaan masyarakat untuk kegiatan ekonomi alternatif, misal: wisata dan industri rumah tangga Pelibatan masyarakat dalam
Optimasi peran dan fungsi forum kerjasama ayang sudah ada
Pengembangan forum baru yang independen untuk mengawal upaya penyelamatan danau
Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) Kerinci IV - 11 4.3 Program Pokok (Super Prioritas) dan Program Penunjang (Prioritas)
Berdasarkan hasil analisis SWOT maupun pemetaan permasalahan dan program aksi yang diperlukan sebagaimana tertuang dalam matrik pada Tabel 4.1. dan 4.2, ditentukan program pokok (Program Super Prioritas) dan Program Penunjang (Program Prioritas) Penyelamatan Ekosistem Danau Kerinci,