BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Tinjauan Pustaka
2.2.4 Kekurangan Sistem Pakar
Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya relative mahal karena diperlukan banyak data.
2. Perlu admin khusus yang selalu update informasi dalam bidang yang sesuai dengan system pakar.
3. Pengembangan perangkat lunak system pakar lebih sulit dibandingkan perangkat lunak konvensional.
4. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.
2.2.5 Konsep Dasar Sistem Pakar 1. Kepakaran (Expertise)
Kepakaran merupakan suatu hal yang luas, untuk tugas khusus dimana pengetahuan diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Kepakaran itu sendiri meliputi pengetahuan tentang:
a. Fakta-fakta tentang bidang permasalahan.
b. Teori-teori tentang bidang permasalahan.
c. Aturan-aturan dan prosedur-prosedur menurut bidang permasalahan umumnya.
d. Aturan-aturan (heuristic) tentang apa yang harus dikerjakan dalam suatu situasi tertentu.
e. Strategi global untuk memecahkan permasalahan semacam ini.
f. Pengetahuan tentang pengetahuan (meta knowledge).
2. Pakar (Expert)
13 Seorang pakar adalah sesorang yang mempunyai pengetahuan, pengalaman dan metode khusus. Seorang pakar harus dapat menjelaskan hal – hal baru yang berkaitan dengan topic permasalahan. Kepakaran dari seorang manusia harus mampu melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini yaitu:
a. Mengenali dan memformulasikan permasalahan.
b. Memecahkan permasalahan secara cepat dan tepat.
c. Menerangkan pemecahannya.
d. Belajar dari pengalaman.
e. Merestrukturisasi pengetahuan.
f. Memecahkan aturan-aturan.
g. Menentukan relevansi.
3. Pengalihan Kepakaran (Transferring Expertise)
Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk memindahkan kepakaran dari seorang pakar ke dalam sebuah komputer dan kemudian kepada manusia lainnya (bukan pakar). Proses ini melibatkan empat kegiatan, yaitu:
a. Akuisisi pengetahuan (dari pakar atau sumber lain) b. Representasi pengetahuan (pada komputer)
c. Inferensi pengetahuan
d. Pemindahan pengetahuan ke user 4. Inferensi (Inferencing)
Inferensi merupakan bentuk yang unik dari sistem pakar karena kemampuannya dalam melakukan penalaran (“berpikir”). Inferensi ditampilkan pada suatu komponen yang disebut mesin inferensi dimana mencakup prosedur-prosedur mengenai pemecahan masalah.
Mesin inferensi mempunyai tugas untuk dapat mengambil kesimpulan berdasarkan basis pengetahuan yang dimilikinya.
5. Aturan-aturan (Rule)
Banyak peralatan (tool) sistem pakar yang komersial dan sistem yang berbasis rule (rulebased system), yaitu pengetahuan – pengetahuan yang disimpan dalam bentuk rule adalah sebagai prosedur-prosedur pemecahan masalah.
6. Kemampuan menjelaskan (Explanation Capability)
Bentuk unik lainnya dari sistem pakar adalah kemampuannya untuk menjelaskan saran atau rekomendasi yang diberikannya. Penjelasan dan pembenaran tersebut dilakukan dalam subsistem yang disebut subsistem pembenaran (justifier) atau penjelasan (explanation).
Bagian dari sistem ini memungkinkan sistem untuk memeriksa penalaran yang dibuatnya sendiri dan menjelaskan operasi-operasinya. Karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh sistem pakar membuatnya berbeda dari sistem konvensional.
2.2.6 Bagian Motherboard pada Laptop
Sebuah laptop terdiri dari beberapa komponen perangkat keras (hardware) yang saling terhubung supaya dapat menjalankan sistem perangkat lunak (software) dengan baik. salah satu piranti utama yang harus ada dalam laptop adalah motherboard. Motherboard merupakan penghubung seluruh komponen dengan bahasa kode antar perangkat keras agar dapat disinergikan menjadi sebuah aktifitas kerja perangkat komputer. Di dalam motherboard sendiri terdapat komponen-komponen pendukung yaitu BIOS, Chipset, RAM, VGA, processor, dan Additional card. Bagian yang sering terjadi kerusakan di dalam motherboard adalah chipset. Dan berikut ini merupakan bagian pada chipset dan piranti yang berhubungan :
15
a. Chipset Nortbridge
Gambar 2.1 Chipset Northbridge
Chipset ini terletak di dekat soket prosesor, dan chipset ini berfungsi untuk menghubungkan dan mengendalikan prosesor dengan sistem memori dan sistem grafis. Biasanya berukuran paling besar dibandingkan chip yang lain di dalam motherboard. Beberapa motherboard menambahkan heatsink atau kipas pendingin di atas chip ini sehingga chip sendiri tertutup oleh kipas (Daulay, 2007).
b. Chipset Southbridge
Gambar 2.2 Chipset Southbridge
Dalam Northbridge / Southbridge chipset desain arsitektur, Southbridge adalah chip yang mengontrol seluruh komputer I / O fungsi, seperti USB, audio, serial, sistem BIOS, yang bus ISA, yang mengganggu controller dan saluran IDE.
Dengan kata lain, semua fungsi prosesor kecuali memori , PCI dan AGP . Chipset Southbridge adalah salah satu dari dua chip yang mengontrol fungsi chipset. Yang lainnya adalah Northbridge. Northbridge dapat terdiri dari lebih dari satu chip sementara Southbridge yang biasanya hanya satu chip yang bertumpu pada bus PCI northbridges (Daulay, 2007).
c. IC Power
Gambar 2.3 IC Power
Sebuah komponen di dalam motherboard laptop yang berperan sebagai pengolah tegangan 19V menjadi 3V dan 5V. Dalam IC power terdapat bagian-bagian yang merupakan pusat pemrosesan arus listrik dalam motherboard.
VREG3 adalah bagian dari ic power yang mengeluarkan arus 3V. VREG5 adalah bagian dari ic power yang mengeluarkan arus 5V. Sebuah ic power bisa hidup jika output dari VREG3 dan VREG5 normal.
d. IC Charger
Gambar 2.4 IC Charger
17 Sebuah komponen di dalam motherboard laptop yang berperan untuk mengontrol laptop ketika di charging, ic ini membantu kinerja dari ic power, ketika ic charger mati maka kinerja ic power menjadi tidak stabil yang mengakibatkan laptop mati total.
e. Resistor
Gambar 2.5 Resistor
Dalam suatu motherboard laptop terdapat banyak resistor. Resistor itu sendiri berperan untuk menghambat arus listrik agar arus yang di keluarkan tidak terlalu besar. Resistor akan selalu ada di setiap komponen utama pada motherboard, karena tugasnya menghambat arus yang akan masuk ke komponen utama. Jika salah satu resistor rusak maka arus yang masuk ke komponen utama akan tidak stabil karena tidak ada hambatan, akibatnya komponen utama akan ikut rusak karena kelebihan arus yang masuk.
f. Kapasitor
Gambar 2.6 Kapasitor
Dalam motherboard laptop juga terdapat banyak kapasitor. Kapasitor ini berperan sebagai menyimpan dan melepaskan arus listrik. Jadi ketika suatu komponen membutuhkan daya lebih kapasitor ini akan memberikan daya tambahan kepada komponen tersebut. Kapasitor dalam suatu perangkat elektronik lain berbeda bentuk dengan kapasitor yang ada di moherboard laptop, karena desain laptop semakin kecil dan tipis dibentuk pula kapasitor ukuran kecil yang sesuai dengan motherboard laptop. Jika salah satu kapasitor mati atau tidak berfungsi maka laptop akan mati total karena daya yang di alirkan tidak sesuai dengan daya yang dibutuhkan.
g. Mosfet
Gambar 2.7 Mosfet
Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor adalah suatu transistor dari bahan semikonduktor (silikon) dengan tingkat konsentrasi ketidakmurnian tertentu. Tingkat dari ketidakmurnian ini akan menentukan jenis transistor tersebut, yaitu transistor MOSFET tipe-N (NMOS) dan transistor MOSFET tipe-P (PMOS). Bahan silicon digunakan sebagai landasan (substrat) dari penguras (drain), sumber (source), dan gerbang (gate). Jika mosfet ini rusak maka laptop akan mati total karena salah satu transistornya rusak jadi laptop tidak bisa dinyalakan.
19 h. Embeded Controller (EC)
Gambar 2.8 Embeded Controller
Sirkuit terpadu pada motherboard laptop yang menangani input / output lebih lambat. Ketika input / output yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an itu ditemukan pada kartu ekspansi, kemudian chip ini tertanam ke motherboard dan dikomunikasikan melalui ISA bus. Sebagai ISA mulai tidak lagi digunakan dengan komputer SIO dikomunikasikan melalui PCI bus. EC ini selalu berkomunikasi dengan prosesor tentang input / output yang dilaluinya.
i. VRAM
Gambar 2.9 VRAM
Pada sebuah laptop yang memiliki grafis eksternal akan memiliki VRAM dalam komponen motherboardnya, karena VRAM ini berperan sebagai penduking tambahan atau memori tambahan grafis seperti halnya pada laptop yang di teliti oleh penulis laptop acer E1-432, memiliki VRAM pada komponen motherboardnya, terletak di dekat chipset Northbridge.
Dan dibawah ini terdapat daftar seri laptop disertai dengan prosesor dan grafis yang dimilikinya :
Tabel 2.2 Daftar Seri Laptop Acer SERI
LAPTOP PROSESOR RAM GRAFIS
E1-430 Intel Pentium 21170 Dualcore 1.80 GHz 2GB DDR3L Intel HD Graphics
E1-430G Intel Pentium 2117U Dualcore 1.80 GHz 2GB DDR3L NVDIA GeForce GT 720M E1-431 Intel Celeron 1000M 1.80 GHz 2GB DDR3 Intel HD Graphics
E1-432 Intel Celeron 2955U DC 1.4 GHz 2GB DDR3L Intel HD Graphics E1-470 Intel Core i3 3217U 1.80 GHz 2GB DDR3 Intel HD Graphics
E1-470G Intel Core i3 3217U 1.80 GHz 4GB DDR3 NVDIA GeForce GT 720M E1-472G Intel Core i3 4010U 1.70 GHz 4GB DDR3L NVDIA GeForce GT 720M E1-472G Intel Core i5 4200U 1.60 GHz 4GB DDR3L NVDIA GeForce GT 720M E1-572G Intel Core i7 4500U 1.80 GHz 4GB DDR3L AMD Radeon HD 8750M
2.2.7 Pengertian Java
Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun 1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada berbagai Mesin Virtual Java (JVM). Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, "Tulis sekali, jalankan di mana pun". Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikasi
21 2.2.8 Keunggulan Java
Multiplatform.
Kelebihan utama dari Java ialah dapat dijalankan di beberapa platform / sistem operasi komputer, sesuai dengan prinsip tulis sekali, jalankan di mana saja. Dengan kelebihan ini pemrogram cukup menulis sebuah program Java dan dikompilasi (diubah, dari bahasa yang dimengerti manusia menjadi bahasa mesin / bytecode) sekali lalu hasilnya dapat dijalankan di atas beberapa platform tanpa perubahan. Kelebihan ini memungkinkan sebuah program berbasis java dikerjakan di atas operating system Linux tetapi dijalankan dengan baik di atas Microsoft Windows.
Platform yang didukung sampai saat ini adalah Microsoft Windows, Linux, Mac OS dan Sun Solaris. Penyebabnya adalah setiap sistem operasi menggunakan programnya sendiri-sendiri (yang dapat diunduh dari situs Java) untuk meninterpretasikan bytecode tersebut.
OOP (Object Oriented Programming - Pemrogram Berorientasi Objek)
Perpustakaan Kelas Yang Lengkap,
Java terkenal dengan kelengkapan library/perpustakaan (kumpulan program program yang disertakan dalam pemrograman java) yang sangat memudahkan dalam penggunaan oleh para pemrogram untuk membangun aplikasinya. Kelengkapan perpustakaan ini ditambah dengan keberadaan komunitas Java yang besar yang terus menerus membuat perpustakaan-perpustakaan baru untuk melingkupi seluruh kebutuhan pembangunan aplikasi.
Bergaya C++,
Memiliki sintaks seperti bahasa pemrograman C++ sehingga menarik banyak pemrogram C++ untuk pindah ke Java. Saat ini pengguna Java sangat banyak, sebagian besar adalah pemrogram C++ yang pindah ke Java. Universitas-universitas di Amerika Serikat juga mulai berpindah dengan mengajarkan Java kepada murid-murid yang baru karena lebih mudah dipahami oleh murid dan dapat berguna juga bagi mereka yang bukan mengambil jurusan komputer.
Pengumpulan sampah otomatis, memiliki fasilitas pengaturan penggunaan memori sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan memori secara langsung (seperti halnya dalam bahasa C++ yang dipakai secara luas).
2.2.9 Kekurangan Java
Tulis sekali, jalankan di mana saja - Masih ada beberapa hal yang tidak kompatibel antara platform satu dengan platform lain. Untuk J2SE, misalnya SWT-AWT bridge yang sampai sekarang tidak berfungsi pada Mac OS X.
Mudah didekompilasi. Dekompilasi adalah proses membalikkan dari kode jadi menjadi kode sumber. Ini dimungkinkan karena kode jadi Java merupakan bytecode yang menyimpan banyak atribut bahasa tingkat tinggi, seperti nama-nama kelas, metode, dan tipe data. Hal yang sama juga terjadi pada Microsoft .NET Platform. Dengan demikian, algoritma yang digunakan program akan lebih sulit disembunyikan dan mudah dibajak/direverse-engineer.
Penggunaan memori yang banyak. Penggunaan memori untuk program berbasis Java jauh lebih besar daripada bahasa tingkat tinggi generasi sebelumnya seperti C/C++ dan Pascal (lebih spesifik lagi, Delphi dan Object Pascal). Biasanya ini bukan merupakan masalah bagi pihak yang menggunakan teknologi terbaru (karena trend memori terpasang makin murah), tetapi menjadi masalah bagi mereka yang masih harus berkutat dengan mesin komputer berumur lebih dari 4 tahun
23 2.2.10 Pengertian NetBeans
NetBeans adalah Integrated Development Environment (IDE) berbasiskan Java dari Sun Microsystems yang berjalan di atas Swing. Swing sebuah teknologi Java untuk pengembangan aplikasi Desktop yang dapat bejalan di berbagai macam platforms seperti Windows, Linux, Mac OS X and Solaris.
Suatu IDE adalah lingkup pemrograman yang diintegrasikan kedalam suatu aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pembangun Graphic User Interface (GUI), suatu text atau kode editor, suatu compiler atau interpreter dan suatu debugger. Netbeans merupakan software development yang Open Source, dengan kata lain software ini di bawah pengembangan bersama, bebas biaya NetBeans merupakan sebuah proyek kode terbuka yang sukses dengan pengguna yang sangat luas, komunitas yang terus tumbuh, dan memiliki hampir 100 mitra. Sun Microsystems mendirikan proyek kode terbuka NetBeans pada bulan Juni 2000 dan terus menjadi sponsor utama. Saat ini terdapat dua produk : NetBeans IDE dan NetBeans Platform. The NetBeans IDE adalah sebuah lingkungan pengembangan – sebuah kakas untuk pemrogram menulis, mengompilasi, mencari kesalahan dan menyebarkan program. Netbeans IDE ditulis dalam Java – namun dapat mendukung bahasa pemrograman lain. Terdapat banyak modul untuk memperluas Netbeans IDE. Netbeans IDE adalah sebuah produk bebas dengan tanpa batasan bagaimana digunakan. Tersedia juga NetBeans Platform sebuah fondasi yang modular dan dapat diperluas yang dapat digunakan sebagai perangkat lunak dasar untuk membuat aplikasi desktop yang besar. Mitra ISV menyediakan plug-in bernilai tambah yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam Platform dan dapat juga digunakan untuk membuat kakas dan solusi sendiri. Kedua produk adalah kode terbuka (open source) dan bebas (free) untuk penggunaan komersial dan non komersial. Kode sumber tersedia untuk guna ulang dengan lisensi Common Development and Distribution License (CDDL). 2.
Kelebihan dan Kekurangan Netbeans Kelebihan NetBeans GUI Builder : Salah satu yang menjadi kelebihan NetBeans GUI Builder adalah yang telah disebutkan diatas, yaitu GRATIS. Selain itu NetBeans GUI Builder sangat kompetebel dengan Swing karena memang langsung dikembangkan oleh Sun yang
notabenenya sebagai pengembang Swing. Kekurangan NetBeans GUI Builder : NetBeans hanya mensupport 1 pengembangan Java GUI, yaitu Swing, yang padahal ada Java GUI yang dikembangkan oleh eclipse yang bernama SWT dan JFace yang sudah cukup populer. NetBeans mempatenkan source untuk Java GUI yang sedang dikerjakan dalam sebuah Generated Code, sehingga programmer tak dapat mengeditnya secara manual..
2.2.11 Naïve Bayes
Naive Bayes merupakan sebuah pengklasifikasian probabilistik sederhana yang menghitung sekumpulan probabilitas dengan menjumlahkan frekuensi dan kombinasi nilai dari dataset yang diberikan. Algoritma mengunakan teorema Bayes dan mengasumsikan semua atribut independen atau tidak saling ketergantungan yang diberikan oleh nilai pada variabel kelas. Definisi lain mengatakan Naive Bayes merupakan pengklasifikasian dengan metode probabilitas dan statistik yang dikemukan oleh ilmuwan Inggris Thomas Bayes, yaitu memprediksi peluang di masa depan berdasarkan pengalaman di masa sebelumnya [4].
Naive Bayes didasarkan pada asumsi penyederhanaan bahwa nilai atribut secara kondisional saling bebas jika diberikan nilai output. Dengan kata lain, diberikan nilai output, probabilitas mengamati secara bersama adalah produk dari probabilitas individu. Keuntungan penggunaan Naive Bayes adalah bahwa metode ini hanya membutuhkan jumlah data pelatihan (Training Data) yang kecil untuk menentukan estimasi paremeter yang diperlukan dalam proses pengklasifikasian.
Naive Bayes sering bekerja jauh lebih baik dalam kebanyakan situasi dunia nyata yang kompleks dari pada yang diharapkan.
Bayes merupakan pengklasifikasian statistik yang dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas keanggotaan suatu class. Bayes memiliki akurasi dan kecepatan yang sangat tinggi saat diaplikasi ke dalam database dengan data yang besar. Berikut teorema bayes [6] :
25 ( | ( | (
( Keterangan :
X = Data dengan class yang belum diketahui
H = Hipotesis data x merupakan suatu class spesifik
( | = Probabilitas hipotesis H berdasarkan kondisi X (posteriori probability)
( = Probabilitas hipotesis H (prior probability) ( | = Probabilitas X berdasar kondisi pada hipotesis H P(X) = Probabilitas dari X
2.3 Kerangka Pemikiran
Tabel 2.3 Kerangka Pemikiran
Permasalahan
Peneliti menemukan permasalahan kerusakan laptop yang sering terjadi pada motherboard.
Tujuan
menerapkan metode naive bayes untuk membantu user mengetahui kerusakan pada laptop khususnya pada motherboard.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode naïve bayes.
Tools
Aplikasi akan dibangun menggunakan bahasa pemrograman Java sebagai basis datanya.
Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem yang dapat digunakan untuk membantu user mengetahui kerusakan yang terjadi pada motherboard laptop.
Manfaat
Dengan adanya penelitian ini diharapkan user dapat memperoleh informasi tentang kerusakan motherboard laptop dan cara perawatan yang baik dalam penggunaan laptop.
27
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di “P One Komputer”
Semarang. “P One Komputer” merupakan tempat penjualan dan service laptop untuk semua jenis merk laptop. Data mentah penelitian yang berasal dari “P One Komputer” nantinya akan diolah oleh peneliti dengan menggunakan metode Bayesian sehingga mempermudah pengguna laptop dalam memprediksi kerusakan terutama pada motherboard.
3.2 Instrumen Penelitian
Berikut ini adalah instrumen yang digunakan untuk proses penelitian : 1. Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
a. Sistem operasi windows 7 b. Netbeans
c. Xampp d. MySQL
2. Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware) a. ProcessorIntel Core I3
b. RAM 2GB c. HDD 500GB
3.3 Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang langsung didapatkan dari perusahaan.
Data tersebut dapat diperoleh dari hasil wawancara, proses pengamatan
serta praktik langsung yang dilakukan oleh peneliti kepada teknisi di “P One Komputer” Semarang. Data yang diperoleh oleh peneliti yaitu data gejala dan jenis kerusakan pada motherboard laptop. Data tersebut nantinya akan mempermudah peneliti untuk memprediksi kerusakan chipset berdasarkan gejala yang dialami laptop.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dengan mengumpulkan teori serta bahan yang mempunyai hubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti. Data tersebut dapat diperoleh melalui buku-buku, jurnal, maupun referensi lain yang dapat membantu peneliti dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Terdapat beberapa metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam Menyelesaikan Tugas Akhir ini, yaitu :
1. Studi Kasus
Dalam metode studi kasus yang dilakukan oleh peneliti, peneliti melakukan proses pengumpulan data melalui wawancara dan prakik langsung terhadap salah satu teknisi di “P One Komputer”. Data yang diperoleh oleh peneliti berupa jenis-jenis kerusakan motherboard, gejala-gejala yang sering dialami apabila terjadi kerusakan pada motherboard dan cara penanganannya. Data tersebut nantinya akan diolah oleh peneliti dengan metode naïve bayes dan diimplementasikan dalam system berbasi java, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kerusakan motherboard pada laptop.
2. Studi Pustaka
Studi Pustaka merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan cara mencari buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Pada studi pustaka ini peneliti menggunakan
buku-29 buku maupun referensi yang terdapat di perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro Semarang guna menunjang pembuatan laporan Tugas Akhir.
3.5 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode naïve bayes.
Metode naïve bayes nantinya akan mengolah data awal gejala kerusakan motherboard untuk dijadikan data training kerusakan untuk awal prediksi kerusakan laptop. Dan berikut merupakan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan penelitian :
Data
X = Gejala Kerusakan Motherboard
( | ( | ( (
Proses Bayes
H = Hipotesis kerusakan motherboard dari gejala kerusakan ( | = Probabilitas kerusakan motherboard berdasarkan gejala ( = Probabilitas kerusakan motherboard
( | = Probabilitas gejala kerusakan berdasar kondisi kerusakan motherboard
P(X) = Probabilitas gejala kerusakan motherboard
Hasil
Presentase kemungkinan kerusakan motherboard laptop
%
Gambar 3.1 Proses Penelitian
Berdasarkan tahapan metode penelitian diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Data set berupa gejala umum dan khusus kerusakan motherboard pada laptop serta cara perbaikan.
2. Kemudian data tersebut akan diolah menggunakan metode naïve bayes untuk menghitung kemungkinan kerusakan yang tejadi berdasarkan gejala yang diketahui.
3. Setelah semua tahapan dilakukan baik dengan metode naïve bayes, nantinya akan diketahui presentase kerusakan pada motherboard serta cara memperbaikinya.
3.6 Perhitungan Manual Bayesian Berdasarkan Rumus
Data kerusakan motherboard laptop, gejala dan penghitungan manual algoritma Bayesian adalah didapat dari table keputusan berikut ini :
Data kerusakan dan gejala motherboard : 1. K1 : IC charger rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali )
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung ) 2. K2 : IC Power rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali )
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung ) 3. K3 : Resistor rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali ) G3 : No Display ( layar tidak tampil )
4. K4 : Kapasitor rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali )
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung )
31 G3 : No Display ( layar tidak tampil )
5. K5 : Mosfet rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali )
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung ) G3 : No Display ( layar tidak tampil )
6. K6 : Embedded Controller rusak
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung ) G4 : USB cannot detect ( usb tidak dapat berfungsi )
7. K7 : VRAM rusak
G3 : No Display ( layar tidak tampil )
G5 : Cannot shutdown ( tidak bisa dimatikan ) 8. K8 : Chipset Soutbridge rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali )
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung ) G3 : No Display ( layar tidak tampil )
9. K9 : Chipset Northbridge rusak
G1 : No display / Booting ( tidak nyala sama sekali )
G2 : Battery cannot charging ( pengisian baterai tidak terhubung ) G3 : No Display ( layar tidak tampil )
Keterangan : K = Kerusakan G = Gejala
Tabel 3.1 Tabel keputusan antara Kerusakan dan Gejala
Gejala Kerusakan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 1 1 1 1 1 0 0 1 1
2 1 1 0 1 1 1 0 1 1
3 0 0 1 1 1 0 1 1 1
4 0 0 0 0 0 1 0 0 0
5 0 0 0 0 0 1 0 0 0
Perhitungan manual Bayesian berdasaran gejala adalah sebagai berikut :
Misalnya gejala yang tampak pada laptop ada dua gejala yaitu No display / Booting ( tidak nyala sama sekali ) (G1) dan No display ( layar tidak tampil ) (G3). Berdasarkan gejala tersebut maka dapat dihitung :
1. Rusak pada IC Charger (K1) Tahap pencarian ( | :
Pada tahap ini akan mencari probabilitas kerusakan pada IC Charger (K1)
=
= 0.11
Tahap pencarian P(X) :
Probabilitas pencarian gejala adalah :
No display / Booting ( tidak nyala sama sekali ) (G1)
=
= 0.50
No display ( layar tidak tampil ) (G3)
=
= 0
33 2. Rusak pada Resistor (K3)
Tahap pencarian ( | :
Jika probabilitas kerusakan pada Resistor (K3)
Jika probabilitas kerusakan pada Resistor (K3)