Rata-Rata Lama Sekolah
NO KECAMATAN Luas
2.9.4. Kelautan dan Perikanan
Sebagai salah satu sektor unggulan daerah, perikanan juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Perkembangan sektor ini ditunjukkan oleh dua sub-sektor perikanan yaitu perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Berdasarkan data, luas area perikanan budidaya mencapai 2.094,61 ha pada tahun 2011 dan menurun menjadi 2.078,23 ha pada tahun 2015. Adapun jenis perikanan budidaya adalah bandeng, udang, lele, nila, bawal dan lain-lain.
Giografis Kabupaten Pidie Jaya yang umumnya adalah perbukitan dan pesisir maka penduduknya umumnya bermata pencarian pertanian dan perikanan ataupun nelayanan tangkap. Sekitar 2.303 orang penduduk bermatapencarian sebagai nelayan yang paling dominan terdapat dikecamatan Panteraja dan Jangka Buya.
Tabel 2.31
Jumlah Nelayan di Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2011-2015
Kategori Nelayan Tahun
(Orang) 2011 2012 2013 2014 2015
Nelayan Tetap 1.739 1.651 2.043 2.005 1.878
Nelayan Sambilan 754 622 477 465 425
TOTAL 2.493 2.273 2.520 2.470 2.303
Sumber: DKP Kab. Pidie Jaya 2015
Sub-sektor perikanan tangkap, wilayah perikanannya mencapai daerah zona ekonomi ekslusif. Adapun jenis-jenis perikanan tangkap adalah Tuna, Tongkol, Kembung, Tenggiri, Cakalang, Dencis, Teri, Kuwe, Turisi, Peperek, Karapu Batu, dan Layur. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2015 mencapai 10.681 ton, merupakan produksi tertinggi. Sedangkan produksi terendah tahun 2014 yaitu masih sekitar 7.286 ton.
Tabel 2.32
Produksi Perikanan Tangkap di Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2009-2013
No Komoditas Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 1 Teri 1.420 1.665 1.825 1.512 2.175 2 Dencis 1.550 1.675 1.740 1.495 1.953 3 Tongkol 575 605 685 735 1.643 4 Peperek 320 305 206 173 118 5 Tuna 1.965 1.975 1.950 1.970 2.159 6 Kerapu 20 40 40 - - 7 Cakalang 605 620 480 386 1.438 8 Tenggiri 128 118 129 136 154 9 Layur 145 170 54 34 32 10 Turisi 95 120 130 123 132 11 Kuwe 172 177 177 174 203 12 Kembung 410 460 460 372 393 13 Lamadang 85 85 85 90 126 14 Kakap Batu 75 75 75 75 117 15 Udang 10 45 39 11 38 TOTAL 7.575 8.135 8.075 7.286 10.681
Sumber: DKP Kab. Pidie Jaya 2014
Jika dilihat dari berbagai jenis perikanan tangkap tahun 2014, produksi terbesar berada pada Ikan Tuna. Produksi Tuna rata-rata dapat mencapai 2.159 ton pertahun. Ikan Teri produksi rata-rata mencapai 2.175 ton pertahun, Dencis sebanyak 1.953,00 ton rata-rata pertahun. Sedangkan untuk ikan Tongkol rata-rata pertahunnya hanya mencapai sebesar 1.643 ton. Ikan Cakalang sebesar 1.438 ton dan Kembung sebesar 393 ton.
Sektor perikanan di Kabupaten Pidie Jaya diharapkan menjadi komoditi unggulan bagi pertumbuhan ekonomi baik dari sektor perikanan tangkap/laut maupun dari sektor perikanan darat/tambak, mengingat posisi geografis Kabupaten Pidie Jaya yang memiliki wilayah perairan laut yang cukup luas.
Perikanan darat merupakan kegiatan yang memanfaatkan lahan tambak sebagai tempat budidaya ikan tersebut. Budidayanya juga dibedakan atas budidaya air payau dan budidaya air tawar. Di Kabupaten Pidie Jaya seluruh kecamatan memiliki tambak, hal ini karena seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pidie Jaya berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
Gambar 2.23
Gambar Lokasi Perikanan Kabupaten Pidie Jaya
Sumber: Profil Kabupaten Pidie Jaya
2.9.5 Perdagangan, Industri dan UMKM
Upaya percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan nilai tambah masyarakat yaitu melalui pemberdayaan dan pengembangan sektor perdagangan, industri, UMKM dan Koperasi. Selama ini sektor ini belum mendapat perhatian yang lebih disebabkan karena masih lemahnya sumberdaya manusia yang memahami terhadap efektifitas percepatan pertumbuhan ekonomi sektor riil. Berdasarkan data, sektor riil telah berkembang cukup signifikan, akan tetapi sentuhan efektif pemerintah belum berjalan maksimal.
Sektor perdagangan telah mampu menyerap tenaga kerja 7.542 orang dan memberikan kontribusi terbesar ke tiga setelah sektor pertanian dan jasa-jasa terhadap PDRB Kabupaten Pidie Jaya yaitu 10,5% atau 162.209,04 pada tahun 2014. Sektor perdagangan juga mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan PAD. Pemerintah terus mengembangkan sektor ini dengan program pengembangan pasar dan pusat perdagangan antar kecamatan.
Tabel 2.33
Data Sektor Perdagangan Per Kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2013
No. Kecamatan Pasar
Tradisonal Pasar Lokal Pertokoan/ Warung/ Kios Jumlah Pedagang Tenaga Kerja 1. Bandar Baru 2 - 515 495 1.454 2. Panteraja 1 1 162 152 381 3. Trienggadeng 1 2 355 345 785
No. Kecamatan Pasar Tradisonal Pasar Lokal Pertokoan/ Warung/ Kios Jumlah Pedagang Tenaga Kerja 7. Jangka Buya 1 2 180 170 424 8. Bandar Dua 1 2 711 681 1.642 Jumlah 9 12 2.975 2.847 7.532
Sumber : Disperindagkop Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2015
Bidang industri yang umumnya merupakan industri masyarakat, paling berkembang seperti industri rumah tangga yang meliputi Anyaman Tikar Pandan, Anyaman Rotan, Bordir, Pandai Besi, Garam, Kue Tradisional, Pengasinan Ikan, Batu Bata, Tahu/Tempe dan lain-lain. Semua Jenis industri tersebut dilakukan oleh individu dan kelompok. Berdasarkan data menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan terhadap industri tersebut setiap tahunnya. Kelompok industri yang paling tinggi pertumbuhannya adalah kelompok Anyaman Tikar Pandan. Pada tahun 2009 hanya 54 kelompok dan meningkat menjadi 371 kelompok hingga tahun 2013. Selanjutnya kelompok pembuat garam dari 120 kelompok pada tahun 2010 meningkat menjadi 260 kelompok hingga tahun 2013. Namun yang paling memprihatinkan adalah usaha industri batu bata yang pada tahun 2010 mencapai 115 kelompok dan turun drastis hingga tersisa 7 kelompok saja pada tahun 2014. Beberapa industri lainnya juga terjadi penurunan.
Perkembangan jumlah UMKM dan Koperasi dari tahun 2010 sampai 2014 menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM cukup signifikan, dimana pada tahun 2010 jumlahnya hanya 210 UMKM, bertambah menjadi 2.057 UMKM pada tahun 2014. Pertumbuhan terbesar terjadi di Kecamatan Bandar Baru dan Kecamatan Ulim. Sedangkan untuk Koperasi, pada tahun 2010 hanya 184 koperasi, hanya meningkat menjadi 225 Koperasi pada tahun 2014.
Berdasarkan pertumbuhan tersebut, Pemerintah harus mampu mengambil perannya untuk mengungkit peran serta sektor Industri, UMKM dan Koperasi dalam menumbuh kembangkan roda ekonomi daerah, dimana ketiga jenis usaha tersebut telah member andil yang besar dalam mempengaruhi pertumbuhan PDRB daerah.
kepariwisataan Indonesia. Apalagi pemerintah sudah mencanangkan bahwa pariwisata harus menjadi andalan pembangunan Indonesia.
Melihat peluang nilai ekonomis yang sangat tinggi dari pembangunan di sektor pariwisata ini, maka Kabupaten Pidie Jaya sebagai kabupaten baru memiliki cukup banyak potensi pariwisata meliputi pariwisata pantai, pegunungan, sejarah kebudayaan, dan wisata religi. Dari semua potensi tersebut diatas, Pidie Jaya akan memprioritaskan pembangunan pariwisata berbasis pantai karena sebagian besar wilayah Pidie Jaya memiliki kawasan pantai yang sangat indah.
Tabel 2.34
Potensi Obyek Wisata Kabupaten Pidie Jaya
No Kecamatan Lokasi dan Jenis Obyek Wisata
Jarak Tempuh
(Km)
1 Meureudu a Air terjun Meureudu 46
b Bendungan Beuracan 6
c Mesjid Guci Keuramat 3
d Sungai Bate le Blang Awe 2,5 e
Benteng Sultan Iskandar
Muda 3
f Pantai Meureudu 2,5
2 Bandar Dua a. Bukit berbatu Ule Glee 58
3 Ulim a. Kuta Batee 50
4 Trienggadeng/Panteraja a Pantai Raja/Tripa 35 5 Bandar Baru a. Bendungan Irigasi Cubo 21
b.
Pantai Lancang Paru Lueng
Putu 7,5
Sumber : Profil Kabupaten Pidie Jaya, Tahun 2011