HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kelayakan Penggunaan Aplikasi Indeks Surat Kabar
Perpustakaan PPs UNP memiliki kliping surat kabar yang disusun berdasarkan tanggal terbit surat kabar itu. Kliping itu dibuat berdasarkan prinsip bahwa artikel surat kabar merupakan sumber informasi yang perlu dikelola agar dapat dimanfaatkan. Pembuatan kliping sesuai dengan pernyatan Lasa (1994, 98) bahwa surat kabar mengandung informasi keilmuan yang perlu dikelola dengan baik.
Untuk menemukan artikel surat kabar, pemustaka menggunakan tanggal terbit, artinya pemustaka harus mengetahui tanggal terbit surat kabar. Kalau pemustaka tidak mengetahui tanggal terbit itu, maka artikel surat kabar akan sangat sulit untuk ditemukan dan tentu saja memakan waktu yang tidak sedikit. Akibatnya, pemustaka jarang menggunakan kliping surat kabar atau jarang mencari artikel surat kabar yang dimiliki oleh Perpustakaan PPs UNP.
Menurut Informan I (Wawancara, tanggal 15 April 2015), untuk mempermudah penemuan artikel surat kabar, dulu pernah dibuat indeks artikel
55
surat kabar tercetak. Akan tetapi, ketika surat kabar bertambah dan kliping baru juga dibuat, indeks artikel surat kabar itu tidak diperbaharui. Alasannya adalah untuk memperbaharui indeks tentu pustakawan harus menyusun ulang indeks dan mencetak ulang. Penyusunan dan pencetakan ulang memerlukan tenaga, biaya, dan waktu. Secara lengkap jawaban Informan I tentang hal itu adalah sebagai berikut (Lampiran 3, Jawaban Pertanyaan A.1).
Dulu ada tapi dalam bentuk tercetak. Dan sekarang indeks tercetak itu tidak jelas keberadaannya sekaligus hanya memuat indeks untuk surat kabar yang lama karena kami tidak memperbaharuinya, maklum pekerjaan kami yang lain cukup menyita waktu sedangkan untuk menambah indeksnya kami harus menyusun ulang dan mencetaknya kembali, butuh waktu dan biaya yang tak sedikit sedangkan pekerjaan kami banyak.
Ketika ditanyakan kepada Informan I tentang kemungkinan penggunaan aplikasi indeks surat kabar berbentuk elektronik yang dirancang dengan menggunakan VB.Net, Informan I menyatakan (Lampiran 3, Jawaban Pertanyaan A.1), “Bisa karena aplikasi indeks surat kabar ini dapat membantu untuk memudahkan pemustaka dalam menemukan artikel surat kabar yang digunakan pada saat sekarang".
Dengan menggunakan aplikasi indeks surat kabar berbasis VB.Net ini, pemustaka dapat mencari artikel surat kabar yang dibutuhkannya tanpa harus mengetahui tanggal terbit surat kabar itu karena artikel dapat dicari berdasarkan tanggal terbit, subjek, judul, dan nama surat kabar. Hal ini dinyatakan oleh Informan I ketika menjawab pertanyaan A.2 (Lampiran 3) sebagai berikut.
56
Kalau pakai indeks yang Adik buat ini tentu lebih mudah karena bisa mencari melalui tanggal terbit, subjek, judul, dan nama surat kabar. Jadi lebih cepat dan mudah. Mereka tidak pula harus mencari melalui tanggal saja tapi bisa yang lain seperti subjek. Hal inilah yang dapat membantu mempermudah mereka serta mempercepat penelusuran.
Jadi, aplikasi indeks surat kabar berbasis VB.Net yang dirancang ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pilih atau temu balik bagi kepentingan pemakai sesuai dengan pernyataan Sulistyo-Basuki (1992, 93) dan Lasa (1994, 55). Dapat ditambahkan, aplikasi surat kabar berbasis VB.Net dengan mudah dapat diperbaharui (ditambah dengan artikel surat kabar yang baru) dan pustakawan tidak perlu menyusun ulang tanggal terbit, subjek, judul, dan nama surat kabar yang ditambahkan itu, seperti yang dinyatakan Informan I (Lampiran 3, Jawaban Pertanyaan A.1), “... dan saya juga bisa menambahkan artikel-artikel surat kabar yang baru ke dalam komputer dengan mudah sehingga semakin lama jumlah artikel yang ada dalam komputer ini akan semakin banyak. Tentu kliping yang kami buat dapat dimanfaatkan oleh pemustaka”. Selain itu, karena menggunakan komputer, maka pencarian artikel surat kabar dapat dilakukan dengan cepat dalam hitungan detik saja.
Aplikasi indeks surat kabar berbasis VB.Net juga dilengkapi dengan anotasi. Dalam indeks elektronik ini tidak hanya terdapat data tentang artikel surat kabar, tapi juga dilengkapi isi ringkas dari artikel tersebut. Dengan adanya anotasi, pemustaka dapat menentukan apakah artikel yang ditemukan sesuai dengan yang dibutuhkannya. Tentang hal itu Informan I menyatakan (Lampiran 3,
57
Jawaban Pertanyaan A.2), “Pemustaka pun tidak harus membalik-balik kliping untuk melihat isi artikelnya, tapi cukup dengan membaca anotasi ini dan pemustaka bisa memutuskan apakah akan membaca artikel surat kabarnya atau tidak”.
Adanya anotasi dalam aplikasi indeks surat kabar berbasis VB.Net sesuai dengan pendapat Lasa (1998, 59) yang menyatakan bahwa indeks memberikan informasi yang lebih lengkap, rinci dan informasi yang gayut. Tujuannya adalah agar indeks memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka sebagai bahan pertimbangan pencarian ke artikel surat kabar yang asli.
Dapat disimpulkan, aplikasi indeks surat kabar berbasis VB.Net ini layak digunakan di Perpustakaan PPs UNP. Aplikasi indeks surat kabar ini dapat dijadikan alat bantu karena (1) di perpustakaan itu belum ada indeks artikel surat kabar baik tercetak maupun elektronik; (2) artikel surat kabar dapat ditemukan melalui tanggal terbit, judul, subjek, dan nama surat kabar; (3) aplikasi indeks surat kabar ini dilengkapi dengan anotasi; (4) karena menggunakan komputer, maka penambahan artikel surat kabar menjadi lebih mudah dan penemuan artikel surat kabar menjadi lebih cepat; dan (5) informasi dalam artikel surat kabar yang terdapat dalam kliping surat kabar Perpustakaan PPs UNP dapat dimanfaatkan oleh pemustaka
58 B. Penyajian Aplikasi Indeks Surat Kabar
Dalam hal penyajian aplikasi indeks surat kabar ini, kepada Informan I diajukan dua pertanyaan, yaitu tentang (1) tampilan di layar monitor dan (2) bahasa yang digunakan dalam aplikasi indeks surat kabar.
Layar tampilan di monitor adalah media komunikasi antara pemustaka dan program aplikasi. Informan I ketika memberikan pendapat yang positif ketika ditanya pendapatnya tentang tampilan layar aplikasi indeks surat kabar. Jawaban itu adalah (Lampiran 3, Pertanyaan B.1):
Cukup bagus dan komposisi warnanya tidak membuat mata pedih. Tulisannya pun dapat dengan jelas dibaca karena tidak besar dan tidak pula kecil. Tombol-tombol ini juga jelas dan saya yakin pemustaka dapat memilih tombol ini dengan mudah karena tidak pindah-pindah layar. Dan menurut saya, anotasi ini yang lebih bagus karena tanpa melihat artikelnya secara langsung, pemustaka dapat mengetahui isi ringkas artikel yang diperlukannya.
Paduan warna latar belakang dan warna huruf layar tampilan aplikasi indeks surat kabar cukup baik karena tidak membuat mata pedih. Paduan warna itu diperlukan agar pemustaka yang akan memakai aplikasi ini menjadi betah dan tidak cepat bosan. Paduan warna itu yang tidak membuat mata pedih itu diperlukan karena pemustaka bisa berlama-lama memakai aplikasi ketika mencari artikel surat kabar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Ukuran huruf (font) di layar tampilan aplikasi juga sedang, menurut Informan I, “tidak besar dan tidak pula kecil”. Huruf yang besar akan membuat layar monitor terlihat sesak dan sempit, sehingga juga dapat membuat pemustaka yang memakai
59
aplikasi cepat berhenti menggunakannya. Sebaliknya, huruf yang kecil akan membuat tulisan di layar monitor sulit dibaca, sehingga pemustaka kesulitan mengetahui prosedur pencarian artikel indeks surat kabar, dan juga kesulitan membaca informasi tentang artikel surat kabar yang tertera di layar monitor. Tombol-tombol yang akan di-klik pemustaka juga diletakkan pada layar yang sama, sehingga pemustaka tidak kesulitan untuk memilih tombol mana yang akan di-kliknya. Tombol-tombol itu akan memandu pemustaka untuk memilih subjek, tanggal terbit, judul, atau nama surat kabar yang akan dijadikannya sebagai titik awal penelusuran.
Penyajian aplikasi pada layar monitor juga ditentukan oleh bahasa yang digunakan. Kalimat-kalimat dan istilah-istilah yang dipakai akan menentukan apakah pemustaka mudah atau sulit dalam menggunakan aplikasi. Menurut Informan I bahasa yang digunakan pada aplikasi indeks surat kabar berbasis VB.Net ini cukup jelas dan tidak berbelit-belit. Ketika ditanya tentang masalah bahasa itu, Informan I menjawab (Lampiran 3, Pertanyaan B.2):
“Ya, jelas. Kalimatnya tidak berbelit-belit tapi singkat dan jelas. Istilah yang digunakan di sini juga lazim dipakai di perpustakaan, sehingga saya mudah mengerti dan kalau ada pertanyaan dari pemustaka dapat saya jawab. Tapi rasanya pemustaka akan mengerti cara memakai dan tombol apa yang harus di-klik”.
Karena istilah yang digunakan dalam tampilan aplikasi ini juga merupakan istilah yang lazim digunakan di perpustakaan, maka Informan I merasa yakin dapat menjelaskan kepada pemustaka kalau pemustaka kurang mengerti cara menggunakan aplikasi ini. Akan tetapi, Informan I juga yakin bahwa pemustaka
60
tidak akan kesulitan dan akan mengerti cara menggunakan aplikasi indeks surat kabar karena bahasanya singkat dan jelas. Penggunaan istilah yang lazim digunakan di perpustakaan tersebut sesuai dengan pendapat Sulistyo-Basuki (2004, 238), bahwa bahasa indeks semestinya menggunakan kosakata yang dapat dipahami pemakai indeks itu. Istilah yang lazim digunakan di perpustakaan tentunya dapat dipahami oleh pemustaka dan pustakawan.
Dapat disimpulkan bahwa, penyajian aplikasi indeks surat kabar dapat dikatakan baik dalam hal warna, ukuran huruf, letak tombol, dan bahasa yang digunakan di dalam aplikasi tersebut. Penyajian di layar monitor dapat membuat aplikasi tidak membosankan dan pemustaka akan mudah dan betah menggunakannya.