• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE DRILL .1 Kelebihan Metode Drill

DALAM PEMBELAJARAN PAI

2.4 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE DRILL .1 Kelebihan Metode Drill

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru PAI dalam proses penggunaan metode drill tersebut yang dilihat dari aspek kele-bihan. Kelebihan ini sekaligus sebagai kekuatan yang perlu diperha-tikan dalam penggunaan metode drill. Kelebihan metode drill adalah sebagai berikut:

Pengertian peserta didik lebih luas melalui latihan berulang-ulang. Kelabihan ini menggambarkan bahwa dengan penggunaan metode drill peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PAI akan memiliki pengertian lebih luas karena latihan yang dilakukan dengan berulang. Tentu bila materi yang diajarkan seorang guru PAI dilakukan secara berulang-ulang akan membuat pemahaman peserta didik lebih luas dan tepat.

Peserta didik siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan. Metode drill yang dilaksanakan oleh guru PAI membuat ketarampilan para peserta didik lebih siap dia pergunakan. Maksudnya adalah dikarenakan telah terjadi latihan yang berulang-ulang tentu ke-terampilan peserta didik akan lebih matang dan baik sehingga mudah untuk dikuasai dan dilaksanakan lebih lanjut. Bila pengetahuan itu terkait dengan aktivitas fisik yang menuntut pada keterampilan yang memang harus dikuasai tentu latihan yang dilakukan secara berulang-ulang akan lebih mudah dikuasai dibanding dengan pembelajaran yang bersifat verabalistik semata.

Peserta didik memperoleh kecakapan motoris, Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh guru PAI dalam penggunaan metode drill ini adalah adanya kecakapan motoris yang dimiliki dan dukuasai oleh peserta didik. Kecakapan motoris sangatlah penting di-miliki oleh para peserta didik karena hal itu dapat dilihat realitasnya tanpa ada permainan penilaian yang kurang tepat. Ukuran kecakapan motoris hanyalah pada dua hal saja, yaitu bisa atau tidak bisa saja.

Maka dengan penggunaan metode drill hal ini dapat dilakukan de-ngan jelas, dan pengetahuan peserta didik pun dapat diukur dede-ngan jelas pula. Hal yang dapat dilihat dari kecakapan motorik yang di-peroleh peserta didik adalah menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.

Peserta didik memperoleh kecakapan mental. Kecakapan men-tal sangat penting artinya bagi peserta didik dalam proses perkembang-an dirinya menjadi mperkembang-anusia terpelajar dperkembang-an sukses di masa depperkembang-an. Penggunaan metode drill dalam kaitan ini dapat membina kecakapan mental peserta didik hingga pengetahuannya dapat member dampak yang besar dalam hidupnya. Terkati dengan hal ini dapat dilihat dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/sim-bol, dan sebagainya.

Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan ke-cepatan pelaksanaan. Dengan adanya latihan yang dilakukan secara berulang-ulang tentang sebuah materi pembelajaran maka akan mem-buat hal itu menjadi kebiasaan dan sekaligus menambah ketetapan dan kecepatan pelaksanaa.

Peserta didik memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu sesuai dengan yang dipelajarinya. Ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu akan muncul setelah materi pembelajaran dilakukan dengan latihan yang berulang-ulang.

Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa peserta didik yang berhasil dalam belajar telah memiliki suatu keterampilan khusus yang berguna kelak dikemudian hari. Rasa percaya diri menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh peserta didik, sebab tak jarang para peserta didik memiliki rasa percaya diri yang kurang. Melalui penggu-naan metode drill ini kepercayaan diri peserta didik akan meningkat karena telah memiliki keterampilan yang memang dikuasai.

Guru lebih mudah mengontrol dan membedakan mana peserta didik yang disiplin dalam belajarnya dan mana yang kurang dengan

memperhatikan tindakan dan perbuatan peserta didik saat berlang-sungnya pengajaran. Melalui penggunaan metode drill dalam pem-balajaran PAI seorang guru PAI akan lebih mudah mengontrol peserta didik yang disiplin dengan melihat tindakan atau perbuatan peserta didik itu sendiri.

Menghindarkan ketegangan. Metode driil yang dilakukan oleh guru PAI dapat menghindarkan ketegangan peserta didik. Menurut Muntasir seperti dikutip Akbarizan, penggunaan metode drill dalam pembelajaran dapat menghindarkan ketegangan dan suasana yang menakutkan pada anak didik dengan menggunakan pelatihan-pelati-han yang intensif, memberikan contoh tingkah laku yang baik, partisi-pasi yang memadai pada anak didik, serta memandang bahwa segala aktivitas yang dilakukan merupakan ibadah.13

2.4.2 Kelemahan Metode Drill

Di samping kelebihan yang telah diuraikan di atas, terdapat pula be-berapa kelemahan dan sekaligus hal ini menjadi perhatian yang perlu dihindari oleh guru PAI dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam, dapat lihat dalam uraian berikut.

Peserta didik cenderung belajar secara mekanis. Disebabkan matode ini dengan penggunaan latihan yang berulang-ulang maka peserta didik dalam pembelajarannya cenderung seperti mekanis. Hal dikarenakan peserta didik hanyalah mengikuti pembelajaran sesuai dengan teori-teori yang ada. Membentuk kebiasaan yang kaku. Ke-biasaan yang kaku artinya seolah-olah peserta didik melakukan se-suatu secara mekanis, dalam dalam memberikan stimulus peserta di-dik bertindak secara otomatis.

Dapat menyebabkan kebosanan. Penggunaan metode drill bila kurang dapat dikuasai oleh guru PAI akan membuat peserta didik merasa bosan dalam pembelajaran, karena bentuknya hanya itu-itu saja.

Dapat mematikan kreasi peserta didik. Penggunaan metode dengan drill bagi guru yang kurang mampu dapat membuat peserta didik kurang senang karena drill hanya akan mengulangi pelajaran dengan tugas-tugas yang telah ditentukan oleh guru. Peserta didik kurang dapat mengembangkan kreativitasnya akibat dari bentuk pem-belajaran atau materi yang diajarkan hanya dapat dilakukan dengan latihan saja.

Menimbulkan verbalisme. Metode drill yang dipergunakan dalam pembelajaran PAI dapat saja membuat peserta didik cenderung bersikap verbalisme. Bersikap verbalisme dalam makna peserta didik mengetahui kata-kata atau secara lisan akan tetapi tidak mengetahui makna atau arti dari pelajaran yang diterimanya. Kekurangan metode ini dapat menimbulkan verbalisme, terutama pengajaran yang ber sifat menghafal. Di mana peserta didik dilatih untuk dapat menguasai ba-han pelajaran secara hafalan dan secara otomatis mengingatkannya bila ada pertanyaan yang berkenaan dengan hafalan tersebut tanpa suatu proses berfikir secara logis.

Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. Proses pembelajaran yang sesungguhnya adalah terjadinya penye-suaian diri dengan lingkungannya secara alamiah dan baik. Tugas-tugas yang dilakukan hanya mengikuti aturan dari perintah guru PAI dimana peserta didik menyelesaikan tugas secara statis sesuai dengan apa yang diinginkan oleh guru.

2.5 DESAIN METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN