• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Pembahasan

1. Pelaksanaan pembelajaran Full Day School pada kelas VII di SMPN 6 Padang

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di SMPN 6 Padang melalui wawancara dengan kedua informan, penulis dalam penelitian ini penulis mendapatkan informasi dari informan primer yaitu ibuk wakil kurikuler dan informan sekunder yaitu bapak wakil kesiswaan.

Dalam pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang, dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan yang menjadi latarbelakang pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang itu adalah:

a. Antisispasi agar siswa tidak keluyuran

b. Kondisi pelaksanaan pembelajaran, kenyataannya siswa tetap pulang sore

c. Banyaknya orang tua khususnya ibuk-ibuk yang menjadi wanita karir

d. Anjuran pemerintah sesuai dengan permendikbud RI no. 23 tahun 2017

e. peningkatan kualitas pendidikan sebagai sebuah alternatif solusi permasalahan kemerosotan moral dan akhlak.

Hasil penelitian yang penulis temukan tersebut juga terdapat pada teori yang menjelaskan tentang beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya tuntutan full day school antara lain: Pertama, minimnya waktu orang tua dirumah berinteraksi dengan anak dikarenakan kesibukan dari tuntutan pekerjaan. Kedua, meningkatnya single parents dan banyaknya aktifitas orang tua yang kurang memberikan perhatian pengawasan dan keamanan, serta kenyamanan terhadap

segala tuntutan kebutuhan anak, terutama bagi anak usia dini. Ketiga, perlunya formulasi jam tambahan keagamaan bagi anak dikarenakan minimnya waktu orang tua bersama anak. Keempat, peningkatan kualitas pendidikan sebagai sebuah alternatif solusi terhadap berbagai permasalahan kemerosotan bangsa, terutama akhlak. Kelima, semakin canggihnya dunia komunikasi, membuat dunia seolah-olah tanpa batas (borderless world) yang dapat mempengaruhi perilaku anak jika tidak mendapat pengawasan dari orang dewasa. Dari kondisi di atas, para praktisi pendidikan merumuskan suatu paradigma baru dalam pendidikan yang disebut dengan full day school. Penerapan full day school dalam rangka memaksimalkan waktu luang anak-anak agar lebih berguna (Siregar: 2017: 3).

Pembelajaran full day school tidak jauh berbeda dengan pembelajaran yang tidak menggunakan sistem pembelajaran full day school. Yang membedakannya hanyalah dari segi waktu pembelajarannya. Yang mana pembelajaran full day school lebih lama dibandingkan dengan sekolah yang tidak mengunakan sistem pembelajaran full day school. Waktu pembelajaran full day school dalam satu hari adalah selama 8 jam per hari. Dari pengamatan yang penulis lihat pada kelas VII di SMPN 6 Padang, pembelajaran yang dilakuan oleh guru itu tidak jauh berbeda dengan sekolah yang tidak full day school. Pada awalnya guru melakukan pembelajaran dengan membuka pembelajaran terlebih dahulu. Pada awalnya guru menyiapkan siswa sebelum memulai pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa terhadap materi yang akan diajarkan guru tersebut. Kemudian guru itu menugaskan kepada siswa itu untuk siswa untuk membahas materi pelajaran yang akan dipelajari. Pada pembelajaran yang saya amati di SMPN 6 Padang ini siswa itu lebih di tunut lebih aktif dalam melekakukan pembelajaran. Karena SMPN 6 Padang ini menggunakan kurikulum 2013. Jadi setelah pembelajaran itu selesai, guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa

mengenai materi pelajaran yang telah di ajarkan oleh guru tersebut.

Gunanya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan itu.

4. Pelaksanaan pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya belajar mengajar di kelas yang merupakan inti dari kegiatan di sekolah. Jadi pelaksanaan pengajaran adalah interaksi guru dengan murid dalam rangka menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dan untuk mencapai tujuan pengajaran. Pelaksanaan pembelajaran juga merupakan Implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Kegiatan pendahuluan, dalam kegiatan pendahuluan, guru:

menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Kegiatan inti dimana pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (B. Suryo Subroto, 1997: 227)

Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran; kemudian melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram , memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling atau memberikan

tugas, baik tugas individu maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; menyamakan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (B. Suryo Subroto, 1997: 227

Dan berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan mengenai manajemen pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang, maka penulis menemukan informasi bahawasanya manajemen pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang itu adalah manajemen pembelajaran yang dipakai pada pembelajaran full day school di SMPN 6 Padang sama dengan manajemen pembelajaran pada sekolah yang tidak menggunakan sistem pembelajaran full day school. Namun yang membedakan antara pembelajaran full day school dengan pembelajaran sekolah yang tidak menggunakan sistem pembelajaran full day school adalah dari segi manajemen waktu pelaksanaan nya. Yang mana pada sistem pembelajaran full day school waktu belajar siswa saat berada di skolah lebih lama dari pada waktu belajar siswa di sekolah yang tidak menggunakan sistem pembelajaran full day school. Dan pada pembelajaran full day school adanya penambahan ekstrakurikulernya. Namum manajemen pembelajarannya sama saja dengan pembelajaran yang sekolah yang tidak menggunakan sistem pembelajaran full day school..

karena manajemen pembelajarannya sistem pembelajaran full day school sama dengan pembelajaran sekolah biasa, maka langkah-langkah manajemen pembelajaran full day school itu adalah mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelejaran. Jadi tidak ada bedanya antara langkah-langkah pembelajaran antara sekolah full day school dengan sekolah biasanya yang belajar dari hari senen sampai hari sabtu.

Hasil penelitian yang penulis temukan tersebut juga terdapat pada teori yang menjelaskan tentang manajemen full day school.

Menurut Gaffar (1989), manajemen pendidikan mengandung arti

sebagai suatu proses kerja sama yang sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pada dasarnya, manajemen full day school tidak berbeda dengan manajemen sekolah yang half day school. Sebab, keduanya sama-sama mengelola lembaga pendidikan sehingga manajemennya tidak berbeda (Jamal Ma’murasmani: 2017: 67).

Dan berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan mengenai kurikulum pelaksanaan full day school penulis menemukan informasi bahawasanya kurikulum yang dipakai pada pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang ini adalah menggunakan kurikulum 2013.

Hasil penelitian yang penulis temukan tersebut juga terdapat pada teori yang menjelaskan tentang kurikulum yang dipakai dalam program full day school menggunakan Integrated Curriculum. Integrated Curriculum merupakan pengorganisasian kurikulum, yang isinya mengupas bagaimana bentuk bidang studi harus di sajikan di depan kelas yang konsekuensinya akan diikuti oleh tindakan bagaimana cara memilih bahan ajar dan cara menyajikan serta cara mengevaluasinya. Dalam Integrated Curriculum, suatu topik atau permasalahan dibahas dengan berbagai pokok bahasan baik dari bidang studi yang sejenis maupun dari bidang studi lain yang relevan (Dakir, 2004: 33).

Ada beberapa manfaat kurikulum integrated ini dapat disebutkan sebagai berikut: Pertama, segala sesuatu yang dipelajari anak merupakan inti yang bertalian erat, bukan fakta yang terlepas satu sama lain. Kedua. Kemudian kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar, murid dihadapkan masalah yang berarti dalam kehidupan mereka. Ketiga kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Sedangkan aktivitas anak-anak meningkat karena dirangsang untuk berfikir sendiri dan bekerja sendiri, atau bekerja

dengan kelompok. Keempat, kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat, kesanggupan dan kematangan murid (B.

Suryosubroto,2004: 36).

Jadi dapat penulis simpulkan bahwa kurikulum yang dipakai dalam pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang telah sesuai dengan semestinya. Karena kurikulum 2013 itu bertujuan untuk meransang siswa untuk berfikir sendiri dan bekerja sendiri atau bekerja dengan kelompok. Sehingga siswa tersebut dapat lebih aktif di dalam suatu proses pembelajaran. Jadi dengan demikian suatu pembelajaran itu tidak lagi terpaku kepada pendidiknya.

Dan berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan mengenai tujuan akhir yang ingin dicapai pada pelaksanaan pembelajaran full day school di SMPN 6 Padang ini adalah yang pertama adalah untuk menjadi siswa itu yang beriman , bertaqwa, cerdas, berprestasi dan cinta lingkungan seperti yang telah tercantum pada visi sekolah SMPN 6 Padang. Jadi dengan demikian guru mengharapkan bahwa semua siswa yang belajar di SMPN 6 Padang ini memiliki akhlak yang baik dan juga memiliki sikap yang islami. Dan bukan hanya memiliki sikap yang islami saja, guru juga menginginkan siswa itu memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan juga keterampilan dalam berbagai bidang lainnya, baik itu dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikulernya.

Hasil penelitian yang penulis temukan tersebut juga terdapat pada teori yang menjelaskan tentang tujuan full day school. Sistem full day school banyak diterapkan di sekolah yang berbasis agama, yang memiliki keunggulan tersendiri, diantaranya adalah Pertama, anak mendapat pengetahuan umum antisipasi terhadap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kedua, anak memperoleh pendidikan keIslaman secara layak dan proporsional. Ketiga, anak mendapatkan pendidikan kepribadian yang bersifat antisipatif

terhadap perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan globalisasi yang membutuhkan nilai saring. Empat, potensi anak tersalurkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Lima, perkembangan minat, bakat, dan kecerdasan anak terpantau dari sejak dini melalui program bimbingan dan konseling.

Garis-garis besar program full day school adalah sebagai berikut:

a. Membentuk sikap yang Islami 1. Pembentukan sikap yang Islami

a) Pengetahuan dasar tentang Iman, Islam, dan Ihsan b) Pengetahuan dasar tentang akhlak terpuji dan tercela c) Kecintaan kepada Allah dan Rasulnya

d) Kebanggaan kepada Islam dan semangan memperjuangkannya

2. Pembiasaan berbudaya Islam a) Gemar beribadah

b) Gemar belajar c) Disipli

d) Kreatif e) Mandiri

f) Hidup bersih dan sehat g) Adab-adab Islam

b. Penguasaaan pengetahuan dan ketrampilan

1) Pengetahuan materi-materi pokok program pendidikan 2) Mengetahui dan terampil dalam beribadah sehari-hari

3) Memahami secara sederhana isi kandungan amaliyah sehari-hari (Siregar: 2017: 315).

Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang telah sesuai dengan semestinya.

2. Kendala-kendala pelaksanaan Full Day School di SMPN 6 Padang Dan berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan mengenai kendala yang dihadapi untuk keterlaksanaan program full day school di SMPN 6 Padang , diantaranya :

a. Untuk kendala yang pertama yaitu mengenai penyesuaian waktu belajar di sekolah yang lebih lama dari pada waktu belajar yang biasanya. Yang biasanya siswa itu pulang pukul 13.30 paling lambat, namun sekarang siswa itu pulang sekolah pada waktu sore hari. Jadi dengan penyesuaian ini pada awal-awalnya siswa itu baru dalam melaksanakannya bahkan membuat siswa merasa bosan dengan waktu belajar yang lebih lama tersebut. Namun sekarang karena sudah terbiasa siswa-siswa itu tidak merasa bosan lagi dengan waktu belajar yang lebih lama tersebut.

b. Pada saat pelaksanaan wudhu sebelum sholat dzuhur berjama‟ah, masih banyak ditemukan siswa yang melakukan wudhu dengan kurang tertib.

c. Dan kendala yang kedua pada pelaksanaan full day school itu adalah dikarenakan waktu pembelajaran yang lama, maka siswa itu di anjurkan membawa nasi ke sekolah. Dan yang menjadi kendalanya adalah siswa yang tidak membawa nasi dari rumah. Lalu mereka minta izin keluar untuk makan d luar sekolah. Namun banyak dari siswa-siswa itu yang tidak kembali ke sekolah. Dan itulah yang menjadi kendala pada pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang ini”

d. Terdapat Siswa kurang bisa menyesuaikan diri dengan jam tambahan yang diberlakukan oleh sekolah sistem full day school

e. Adanya Siswa merasa kelelahan atau bosan dengan jam pembelajaran yang terlalu lama.

f. Sebelum jam pembelajaran selesai terkadang terdapat siswa merengek minta pulang karna sudah merasa kelelahan atau bosan seharian berada di sekolah

Apabila ada kendala-kendala yang dihadapi, maka ada solusi yang dilakukan untuk menghadapi kendala dan problematika dalam keterlaksanaan full day school , diantaranya :

a. Dengan memberikan hukuman kepada setiap siswa yang yang melanggar tersebut. Hukuman yang diberikan kepada siswa yang melanggar itu adalah hukaman yang bersifat mendidik. Contoh siswa itu dikumpulkan di perpustakaan sekolah lalu di suruah mencatat ayat, dan juga meringkas mata pelajaran yang tertinggal pada saat pembelajaran kemaren.

b. Apabila siswa tersbut masih tetap melanggar, maka pihak sekolah akan memanggil orang tua dari siswa tersebut. Lalu pihak sekolah akan berkomunikasi dengan orang tua siswa tentang perbuatan siswa di sekolah tersebut.

c. Diberikan pelatihan dan penggunaan strategi dalam pemilihan dan penggunaan metode, dan media yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Sehingga pembelajaran siswa dapat bersikap aktif dan cenderung tidak bosan.

d. SMPN 6 Padang memberlakukan Guru Piket pengganti mengajar setiap harinya secara bergilir, guna mewujudkan target belajar yang maksimal. Guru SMPN 6 Padang memberi pengawasan penuh pada siswa dalam proses pelaksanaan pembelajaran sistem full day school, agar siswa dapat terkontrol dengan baik.

Hasil penelitian yang penulis temukan tersebut juga terdapat dalam teori tentang solusi dari kendalah-kendala pelaksanaan full day school.

d. Pendidikan Insklusif

Sebagai salah satu solusi permasalahan kelemahan full day school, pihak penyelenggara full day school bisa menerapkan pendidikan insklusif, pendidikan yang menekankan keterbukaan dalam memahami pluralitas, kebinekaan, dan menjunjung tinggi toleransi.

Menurut Yanti D.P. (2009), selain memiliki mesin bilogis yang sangat luar biasa, manusia sejak lahir dikaruniai potensi sosialitas.

Artinya, setiap individu mempunyai kemungkinan untuk dapat bergaul, yang di dalamnya ada kesediaan untuk memberi dan menerima.

Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkannya seorang diri.

Kehadiran manusia lain di hadapannya bukan saja penting untuk mencapai tujuan hidupnya, melainkan juga merupakan sarana untuk pertumbuhan dan perkembangan kepribadiannya. Melalui pendidikan, keseimbangan antar aspek individual dan aspek sosial manusia dapat dikembangkan. Artinya, individualitas manusia dapat dekembangkan dengan belajar dari orang lain, mengidentifikasikan sifat-sifat yang dikagumi dari orang lain untuk dimilikinya, dan menolak sifat-sifat yang tidak dicocokinya.

e. Pendidikan Sosial

Selain pihak sekolah,, orang tua juga harus bisa menjebatani kekurangan dan kelemahan yang ada pada full day school. Orang tua harus memberikan pendidikan sosial kepada anak-anaknya agar tidak terlienasi oleh pergaulan dengan teman sebayanya.Anak didorong untuk berinteraksi dengan teman-teman dalam koridor yamg positif konstruktif.

Mengaji di mushala, masjid dan majelis taklim setelah salat maghrib sangat baik untuk menambah keilmuan agama dan mengakrabkan diri dengan teman-teman sebaya. Ada senda gurau, canda tawa, dan perasaan saling memiliki antara mereka. Tidak ada jarak, gengsi, dan prestisi yang tersisa, yang ada adalah kebersamaan, pesaudaraan, dan kekompakan dalam bergaul dan menikmati hidup bersama.

f. Pendidikan Emosional

Emosi manusia tidak boleh dibungkam, tetapi harus diberi porsi yang proporsional. Emosi anak berupa keinginan, aspirasi, dan lainya harus mendapatkan perhatian serius dari orang tua.Jangan terlalu memaksakan kehendak dengan memotong keinginan anak. Terlalu menekan anak akan memberikan dampak buruk bagi psikologinya.

Bisa jadi anak tidak tahan lalu memutuskan berhenti belajar, orang tua pasti rugi. Oleh sebab itu, anak perlu diberi kebebasan memanfaatkan waktu luangnya diluar kegiatan full day school untuk mengekspresikan keinginan dan aspirasinya secara bertanggung jawab dan terkontrol dengan baik. Misalnya, anak ingin bermain-main dengan teman-temannya dipersilahkan tentu dalam hal-hal konstruktif (Jamal Ma’murasmani, 2017: 54).

Jadi dapat penulis simpulkan bahwasanya solusi yang dilakuan sekolah dalam mengahadapi kendala-kendala pelaksanaan full day school sudah sesuai dengan semestinya.

83 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah dikemukakan pada bagian terdahulu berkenaan dengan pelaksanaan program full day school .

a. Dari hasil penelitian yang penulis dapatkan tentang pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang dapat penulis simpulkan bahwa dalam pelaksanaan sistem full day school di SMPN 6 Padang sudah berjalan dengan semestinya. Pelaksanaan pembelajaran full day school di SMPN 6 Padang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu, antisispasi agar siswa tidak keluyuran, Kondisi pelaksanaan pembelajaran, kenyataannya siswa tetap pulang sore, banyaknya orang tua khususnya ibuk-ibuk yang menjadi wanita karir, Anjuran pemerintah sesuai dengan permendikbud RI no. 23 tahun 2017 dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai sebuah alternatif solusi permasalahan kemerosotan moral dan akhlak. Dengan itu maka dilaksanakannya suatu sistem pembelajaran full day school di SMPN 6 Padang. Pelaksanaan sistem pebelajaran full day school di SMPN 6 Padang ini dimulai sejak awal semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

Yang mana pelaksanaan pembelajaran full day school di SMPN 6 Padang yaitu selama 8 jam. Yang dimulai dari pukul 07.00 sampai 15.50. Pada pelaksanaan pembelajaran full day school di SMPN 6 Padang ini menggunakan kurikulum 2013. Yang tujuan dari menggunakan kurikulum 2013 ini adalah untuk menjadikan peserta didik itu aktif dalam suatu pembelajaran. Jadi suatu pembelajaran itu tidak terpaku kepada pendidiknya saja.

b. Dari hasil penelitian yang penulis dapatkan tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan full day school di SMPN 6 Padang ini ada beberapa kendala diantaranya, mengenai waktu belajar siswa yang lebih lama di sekolah. Oleh karena itu dalam penyesuaian waktu belajar yang lebih lama pada awalnya siswa itu merasa bosan dan

lelah. Namun sekarang dengan sudah terbiasa dengan hal yang demikian siswa itu sudah tidak merasa bosan lagi dengan waktu pembelajaran yang lebih lama. Jadi untuk mengatasi hal yang demikian perlu adanya antisipasi dari guru seperti guru mata pelajaran itu haruslah mampu menciptakan suatau suasanan pembelajaran yang menarik di dalam kelas. Agar pada saat pembelajaran itu siswa tidak merasa bosan dengan pelajaran yang di ajarkan gurunya tersebut.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan perlu disarankan hal-hal sebagai berikut:

1. Diharapkan kepada guru-guru mata pelajaran itu dapat menciptakan suasana belajar yang menarik dalam suatu proses pembelajaran, agar siswa itu tidak merasa bosan dan lelah dalam proses belajar mengajar berlangsung.

2. Diharapkan kepada sekolah yang mengunakan sistem pembelajaran full day school perlu memperhartikan kenyamanan siswa dalam melaksanakan pembelajaran

3. Diharapkan kepada sekolah lain yang belum menerapkan sistem pembelajaran full day school agar menerapkan system pembelajaran full day school karena dengan adanya sistem pembelajaran full day school ini siswa dapat lebih terkontrol oleh gurunya di sekolah. Dan sistem pembelajaran full day school ini dapat membuat suatu pembelajaran itu maksimal karena dengan waktu pembelajaran yang cukup lama berada di sekolah.

4. Hasil penelitian ini agar dapat digunakan sebagai masukan bagi sekolah-sekolah yang lain dalam pelaksanaan full day school. Untuk guru-guru agar dapat membuat suatu pembelajaran itu lebih bervariasi agar siswa tidak merasa jenuh dengan pembelajaran full day school tersebut.baik itu dari persiapannya maupun pelaksanaannya untuk

melihat keberhasilan dalam pelaksanaan sistem pembelajaran full day school.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Aan Komarilah, Djam’an Satori, 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung Alfabeta

Ahmadi, Rulam. 2014. Pengantar Pendidikan: Asas & Filsafat Pendidikan.

Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Alanshori, M Zainuddin. efektivitas pembelajaran full day school terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal akademika, 10, 1

A.Muri Yusuf. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group

Baharuddin. 2010. Pendidikan dan psikologi perkembangan. Jogjakarta. Ar-Ruzz Media

Dakir, H. 2004. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta, Rineka Cipta

Danil, M. (2018). implementasi full day school di sekolah sabhisima padang.

Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2, 7

Depdiknas. (2003). Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Nomor 20 Tahun 2003 . Jakarta: Depdiknas.

Hadeli, 2006, Metode Penelitian Pendidikan, Ciputat: Quantum Teaching Hamalik, Umar. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Hamalik, Umar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Hasan, Nor. full day school (model alternatif pembelajaran bahasa asing). Jurnal

tadris, 1,1.

Idi, Abdullah. 2009. pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Yogyakarta, Ar-ruzz Media

Ma’murasmani, Jamal. 2017. Full Day School. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan standar

Kompetensi guru. Bandung: remaja Rosda Karya

Moleong, Lexy.2012. metodologi penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa, E. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari Sekolah Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 829

Siregar, L. Y. (2017). Full Day School sebagai Penguatan Pendidikan Karakter.

Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, 5, 3.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta.

Soapatty, Lisnawati, pengaruh sistem sekolah sehari penuh (full day school) terhadap prestasi akademik siswa smp jati agung sidoarjo. Jurnal kajian moral dan kewarganegaraan, 2, 2

Sugiyono, 2013, Metedolgi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.

Sugiyono, 2013, Metedolgi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.

Dokumen terkait