BAB III TEMUAN
B. KELEMAHAN
1. Kurangnya pengawasan terhadap Wajib Pajak dan kurangnya mutu pelayanan.
2. Masih adanya restoran/rumah makan yang belum terdaftar di DPPKAD Kabupaten Karanganyar karena kurangnya sosialisasi dari DPPKAD Kabupaten Karanganyar.
3. Rendahnya kesadaran Pengusaha Hotel dan Restoran dalam menyetorkan pajaknya sehingga menyebabkan pendapatan DPPKAD Kabupaten Karanganyar mengalami kerugian.
4. Kurang tegasnya pihak DPPKAD dalam menagih Pajak Hotel dan Restoran, sehingga masih ada Pengusaha Hotel dan Restoran yang pajaknya menunggak.
5. Kurangnya petugas-petugas pajak yang mengurusi Pajak Hotel dan Restoran di Dipenda Karanganyar.
6. Kurangnya kerjasama dengan pemerintah daerah atau instansi lain yang terkait untuk melakukan promosi terhadap obyek-obyek wisata yang ada serta membangun sarana-sarana yang menunjang seperti perbaikan jalan, pengadaan transportasi, pembangunan sarana hiburan.
7. Kurangnya kerjasama dengan investor sehingga pengembangan kualitas obyek-obyek pariwisata di Kabupaten Karanganyar sedikit terhambat.
BAB IV REKOMENDASI
A. KESIMPULAN
Dari data analisis terhadap peranan Pajak Hotel dan Restoran yang penulis lakukan, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penerimaan Pajak Hotel dan Restoran selama 3 (tiga) Tahun Anggaran terakhir selalu mengalami peningkatan, tetapi kontribusi/peranan Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pajak Dearah maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih relatif kecil.
Kontribusi/peranan Pajak Hotel dan Restoran terhadap PAD pada Tahun Anggaran 2006 sebesar 1,65 %, Tahun Anggaran 2007 sebesar 1,30% dan Tahun Anggaran 2008 sebesar 1,61%. Walau demikian, penerimaan Pajak Hotel dan Restoran cukup membantu Pemerintah Daerah dalam usaha meningkatkan PAD di Kabupaten Karanganyar.
Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar yaitu dengan mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya membayar pajak dalam menunjang pembangunan dan mengadakan sosialisasi peraturan Pajak Hotel dan Restoran itu sendiri kepada Wajib Pajak Hotel dan Restoran.
B. SARAN
1. Meningkatkan pengawasan terhadap Wajib Pajak dan mutu pelayanannya. 2. Perlu adanya peningkatan pendataan obyek Pajak Hotel dan Restoran baru
supaya pendataannya lebih maksimal.
3. Melakukan sosialisasi kepada Wajib Pajak Hotel dan Restoran tentang pentingnya pendapatan pemerintah daerah dari sektor pajak.
4. Petugas atau aparat perpajakan hendaknya lebih tegas dalam menangani Wajib Pajak yang menunggak membayar kewajiban perpajakannya, sehingga dapat mengurangi jumlah Wajib Pajak yang menunggak pajaknya..
5. Perlu ditambah jumlah petugas-petugas pajak yang mengurusi Pajak Hotel dan Restoran di Dipenda Karanganyar.
6. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah atau instansi lain yang terkait untuk melakukan promosi terhadap obyek-obyek wisata yang ada serta membangun sarana-sarana yang menunjang seperti perbaikan jalan, pengadaan transportasi, pembangunan sarana hiburan sehingga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke obyek-obyek wisata di Kabupaten Karanganyar.
7. Perlunya kerjasama dengan investor sehingga mereka melakukan investasi atau penanaman modal di sektor pariwisata yang diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas obyek-obyek pariwisata di Karanganyar.
DAFTAR PUSTAKA
Burton, Ricard dan Wirawan B Ilyas. 2004. Hukum Pajak. Edisi Revisi. Salemba Empat. : Jakarta.
Mardiasmo.2003. Perpajakan. Edisi revisi. Andi Offset : Yogyakarta. Mulyadi.1993. Sistem Akuntansi. Andi Offset : Yogyakarta.
Munawir. 1981. Pokok – Pokok Perpajakan. Liberty : Yogyakarta.
Prakoso, Kesit Bambang. 2003. Pajak dan Retribusi Daerah. UUI Press ; Yogyakarta
Target dan Realisasi Pendapatan pada Tahun 2006
Uraian Target Realisasi
Pendapatan Asli Daerah 36.643.670.700,00 46.101.961.954,
00
Pajak Daerah 14.311.250.000,00 14.543.182.743,
00
Hasil Retribusi Daerah 13.881.512.800,00 13.822.394.094,
00
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 4.228.000.000,00 3.711.857.967,0 0
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 4.213.907.900,00 14.024.527.150, 00
Dana Perimbangan 484.803.566.000,00 501.675.627.79
4,00
Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bkn Pajak 16.953.530.000,00 26.383.270.154, 00
Dana Alokasi Umum 421.432.000.000,00 421.432.000.00
0,00
Dana Alokasi Khusus 23.800.000.000,00 23.800.000.000,
00
Bagi Hasil Pajak & Bantuan Keuangan dari Propinsi 22.618.036.000,00 30.060.357.640, 00
Lain-lain Pendapatan Yang Sah
Jumlah Keseluruhan
521.438.236.700,00 547.777.589.74
8,00
Target dan Realisasi Pendapatan pada Tahun 2007
URAIAN TARGET 2007 REALISASI
Pendapatan Asli Daerah 53,050,726,320.00 56,927,110,040.00
Pajak Daerah 16,594,912,520.00 19,053,558,538.00
Pajak Hotel 437,525,000.00 440,428,766.00
Pajak Hiburan 203,000,000.00 204,557,075.00
Pajak Reklame 209,874,000.00 218,820,882.00
Pajak Penerangan Jalan 15,336,000,000.00 17,749,147,173.00 Pjk.Pengambilan & Pengolahan Bahan Gal.Gol C 150,013,520.00 175,165,775.00
Pajak Parkir 7,100,000.00 11,135,000.00
Hasil Retribusi Daerah 17,340,577,300.00 15,802,859,089.00
Retribusi Jasa Umum 13,528,420,000.00 1,142,705,151.002,
Retribusi Pelayanan Kesehatan 9,190,000,000.00 8,318,169,757.00 Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan 336,540,000.00 324,431,930.00 Retribusi Penggantian Biaya KTP dan Akte
Catatan Sipil 1,465,000,000.00 1,024,631,500.00
Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan
Mayat 50,000,000.00 50,000,000.00
Retribusi Pelayanan Parkir Di tepi Jalan Umum 68,250,000.00 68,264,000.00 Retribusi Pelayanan Pasar 1,692,500,000.00 1,620,991,464.00 Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 635,000,000.00 643,332,500.00
Ret.Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran - -
Retribusi Pelayanan Administrasi 91,130,000.00 92,884,000.00
Retribusi Jasa Usaha 1,863,142,300.00 1,558,533,554.00
Ret. Pemakaian Kekayaan Daerah 525,802,300.00 490,421,741.00
Retribusi Terminal 501,000,000.00 333,220,300.00
Retribusi Tempat Khusus Parkir 71,500,000.00 75,825,000.00 Retribusi Penyediaan Dan / Atau Penyedotan
Kakus 6,840,000.00 6,916,000.00
Retribusi Rumah Potong Hewan 45,000,000.00 40,098,000.00 Ret. Tempat Rekreasi & Olahraga 713,000,000.00 612,052,513.00
Retribusi Perijinan Tertentu 1,949,015,000.00 2,101,620,384.00
Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan 800,000,000.00 806,140,349.00 Retribusi Ijin Gangguan / Keramaian 550,000,000.00 572,559,060.00
Retribusi Ijin Trayek 17,500,000.00 21,438,200.00
Retribusi Ijin dan Pengelolaan Titik Reklame 145,500,000.00 203,506,272.00 Retribusi Ijin Penggilingan Padi 15,600,000.00 8,000,000.00 Ret. Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja 25,000,000.00 25,725,637.00 Ret. Tanda Daftar Perusahaan 65,000,000.00 74,965,000.00 Ret. Surat Ijin Usaha Perdagangan 47,500,000.00 61,745,000.00 Ret. Ijin Usaha Industri 24,000,000.00 50,854,346.00
Ret. Tanda Daftar Gudang 2,500,000.00 880,000.00
Retribusi Ijin Usaha Jasa Kontruksi 80,000,000.00 88,000,000.00 Ret.Pemeriksaan Kualitas Lingkungan Lab.DKK 16,000,000.00 16,080,000.00 Retribusi Ijin Sarana Kesehatan dan sarana Umum 34,400,000.00 27,200,000.00 Retribusi Ijin Lembaga Pelatihan Kerja 400,000.00 1,075,000.00 Retribusi Penggunanan Jalan 20,000,000.00 13,992,000.00 Retribusi Ijin Usaha Pengelolaan Pariwisata 15,000,000.0 37,426,500.00 Retribusi Ijin Perfilman dan VCD 615,000.00 650,000.00 Retribusi Penerimaan RSPD 20,000,000.00 20,100,000.00
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Yang dipisahkan 4,460,000,000.00 4,173,550,013.00
Bagian Laba Atas Penyertaan Mdl pd.Persh.Mlk.
Daerah/BUMD 4,460,000,000.00 4,173,550,013.00
Perusahaan Daerah Air Minum 1,000,000,000.00 800,000,000.00
Apotik Sukowati 30,000,000.00 13,000,000.00
Bank Jateng 600,000,000.00 869,576,691.00
Bank Daerah 1,700,000,000.00 1,613,997,874.00
Bank Kredit Kecamatan ( BKK ) Marger 300,000,000.00 112,758,000.00 Bank Kredit Kecamatan ( BKK ) Non Marger 80,000,000.00 64,217,448.00 Bank Kridit Desa ( BKD ) 750,000,000.00 700,000,000.00
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 14,655,236,500.00 17,897,142,400.00
Hasil Penjualan Aset Daerah yang tidak
dipisahkan 775,614,000.00 767,544,000.00
Penjualan Drum Bekas 80,000,000.00 71,860,000.00
Penjualan hasil Pertanian/benih padi 71,000,000.00 71,000,000.00 Penjualan Hasil Perikanan/Benih Ikan 69,900,000.00 69,970,000.00 Hasil Lelang Tanah Eks Bondo Deso 518,264,000.00 518,264,000.00
Penjualan Hasil Peternakan Sapi Kereman 26,400,000.00 26,400,000.00 Penjualan Hasil Peternakan Sapi Gaduhan
Propinsi 10,050,000.00 10,050,000.00
Penerimaan Jasa Giro 1,855,000,000.00 2,712,428,593.00
Pendapatan Bunga Deposito 4,411,122,500.00 6,814,029,784.00
Tuntutan Ganti Rugi Kerugian Daerah - 200,000.00
Pdpt dari Pengembalian Pajak Penghasilan Pasal
21 1,200,000,000.00 1,209,940,854.00
Pendapatan Dari Lain - Lain Penerimaan 6,413,500,000.00 6,392,999,169.00
Dana Perimbangan 521,246,530,000.00 537,015,657,558.00
Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil bkn Pajak 18,953,530,000.00 36,290,857,558.00
Bagi Hasil Pajak 18,325,000,000.00 35,552,655,958.00
Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan 12,000,000,000.00 19,165,863,517.00 Bagi Hasil dari Bea Perolehan Atas Tanah dan
Bangunan 4,000,000,000.00 4,425,644,668.00
Bagi hasil dari PPH Psl 25 & Psl 29 Wajib Pjk
Orang Pribadi 2,325,000,000.00 3,044,139,051.00
Dalam Negeri dan PPh Psl 21 - 7,075,357,244.00
Bagi Hasil Bagian PBB dari Pusat - 1,841,651,478.00
Bagi Hasil Bagian BPHTB dari Pusat - -
Bagi Hasil bukan Pajak/sumber Daya Alam 628,530,000.00 738,201,600.00 Bagi hasil dari Iuran Hak Pengusahaan Hutan 464,709,000.00 634,591,305.00 Bagi Hasil dari Pungutan Pengusahaan Perikanan - -
Bagi hasil dari Pertambangan Minyak Bumi 163,821,000.00 163,821,000.00
Bagi Hasil dari Pertambangan Panas Bumi -
Dana Alokasi Umum 459,156,000,000.00 459,156,000,000.00
Dana Alokasi Khusus 43,137,000,000.00 41,568,800,000.00
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 48,210,355,920.00 47,375,097,134.00
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan
Pemerintah 30,044,450,000.00 29,209,191,214.00
Daerah lainnya
Dana Bagi Hasil pajak dari provinsi 30,044,450,000.00 29,209,191,214.00 Bagi Hasil dari Pajak Kendaraan Bermotor 7,766,241,000.00 8,552,141,903.00 Bagi hasil dari Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor 7,161,793,000.00 6,015,930,921.00
Bagi hasil dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan
Bermotor 14,495,709,000.00 13,911,150,086.00
Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan
Pemanfaatan ABT 442,623,000.00 457,688,834.00
Bg Hsl dr Pjk pengambilan & Pemanfaatan Air
Permukaan 21,580,000.00 27,402,438.00
Retribusi Kelebihan Muatan 78,370,000.00 171,181,769.00 SP3 Propinsi / Lain-lain 61,181,000.00 46,308,580.00
Tera Ulang 16,953,000.00 12,622,842.00
Perijinan Usaha Perkebunan - 14,763,841.00
Cukai - -
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus - -
Bantuan Keuangan dari provinsi 11,665,905,920.00 11,665,905,920.00
Jumlah keseluruhan 622,507,612,240.00 641,317,864,732.00
Target & Realisasi Pendapatan
Target dan Realisasi Pendapatan pada Tahun Des 2008
Uraian Target Realisasi
Pendapatan Asli Daerah 58.400.628.420,00 64.455.300.801,00
Pajak Daerah 19.355.480.000,00 21.874.872.161,00
Pajak Restoran 291.384.000,00 367.613.892,00
Pajak Hiburan 223.668.000,00 191.433.518,00
Pajak Reklame 250.020.000,00 255.641.360,00
Pajak Penerangan Jalan 17.918.000.000,00 20.280.324.727,00
Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Golongan C
171.855.540,00 184.617.954,00
Pajak Parkir 14.525.460,00 19.820.000,00
Hasil Retribusi Daerah 19.396.099.920,00 17.367.149.208,00
Retribusi Jasa Umum 15.075.902.500,00 14.951.022.001,00
Retribusi Pelayanan Kesehatan 10.623.972.700,00 10.983.332.366,00 Retribusi Pelayanan
Persampahan / Kebersihan 351.540.000,00 313.398.380,00
Retribusi Pengantian Biaya KTP dan Akte Catatan Sipil
1.467.659.300,00 1.014.132.000,00 Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat
55.000.000,00 55.000.000,00 Retribusi Pelayanan Parkir di tepi Jalan Umum 69.300.000,00 69.365.000,00
Retribusi Pelayanan Pasar 1.761.000.000,00 1.742.118.005,00
Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 656.770.000,00 670.371.250,00
Ret Pemeriksaan alat Pemadam Kebakaran - -
Retribusi Pelayanan Administrasi 90.660.500,00 103.305.000,00
Retribusi Jasa Usaha 2.003.332.970,00 1.692.043.685,00
Ret. Pemakaian Kekayaan Daerah 558.884.500,00 582.253.934,00
Retribusi Terminal 500.000.000,00 312.998.400,00
Retribusi Tempat Parkir Khusus 84.000.000,00 84.225.000,00
Retribusi Penyediaan dan / atau Penyedotan Kakus 6.916.000,00 6.992.000,00
Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga 792.999.970,00 666.145.451,00
Retribusi Perijinan Tertentu 2.316.864.450,00 2.555.268.718,00
Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan 993.966.000,00 1.021.420.100,00 Retribusi Ijin Gangguan / Keramaian 557.500.000,00 745.717.940,00
Retribusi Ijin Trayek 23.898.450,00 23.587.600,00
Retribusi Ijin Peruntukan Pengunaan Tanah 75.000.000,00 89.340.010,00 Retribusi Ijin dan Pengelolaan Titik Reklame 220.000.000,00 280.924.220,00
Retribusi Ijin Pengilingan Padi 8.400.000,00 7.000.000,00
Ret. Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja 26.000.000,00 24.859.148,00
Ret. Tanda Daftar Perusahaan 97.200.000,00 81.910.000,00
Ret. Surat Ijin Usaha Perdagangan 86.400.000,00 61.985.000,00
Ret. Ijin Industri 59.400.000,00 43.083.200,00
Ret. Tanda Daftar Gudang 10.000.000,00 1.930.000,00
Retribusi Ijin Usaha Jasa Kontruksi 10.000.000,00 47.000.000,00 Ret. Pemeriksaan Kualitas Lingkungan Lab. DKK 17.430.000,00 17.505.000,00 Retribusi Ijin Sarana Kesehatan dan Sarana Umum 36.120.000,00 39.150.000,00
Retribusi Ijin Lembaga Kerja 400.000,00 2.550.000,00
Retribusi Pengunaan Jalan 27.500.000,00 29.361.500,00
Retribusi Ijin Usaha Pengelolaan Pariwisata 25.000.000,00 14.795.000,00
Retribusi Ijin Perfilman dan VCD 650.000,00 650.000,00
Retribusi Penerimaan RSPD 22.000.000,00 22.500.000,00
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 5.570.000.000,00 4.598.113.757,00
Bagian Laba Atas Penyertaan mdl pd. Pers. Mlk Daerah / BUMN
5.570.000.000,00 4.598.113.757,00
Perusahaan Daerah Air Minum 1.200.000.000,00 600.000.000,00
Apotik Sukowati 20.000.000,00 5.000.000,00
Bank Daerah 1.900.000.000,00 1.500.000.000,00 Bank Kredit Kecamatan (BKK) Marger 400.000.000,00 250.558.652,00 Bank Kredit Kecamatan (BKK) Non Marger 150.000.000,00 165.503.712,00
Bank Kredit Desa (BKD) 900.000.000,00 876.807.050,00
Lain-lain Pendaptan Asli Daerah yang Sah 14.079.048.500,00 18.783.980.479,00
Hasil Penjualan Aset Daerah yang tidak dipidahkan 842.352.500,00 1.417.061.600,00
Penjualan Drum Bekas 80.000.000,00 76.782.500,00
Penjualan Bahan-bahan bekas Bangunan - 50.000.000,00
Penjualan Hasil Pertanian / benih Padi 101.995.800,00 102.918.700,00 Penjualan Hasil Perikanan / Benih Ikan 93.640.200,00 93.665.000,00 Hasil Lelang Tanah Eks Bondo Deso 540.316.500,00 1.067.295.400,00 Penjualan Hasil Peternakan Sapi Kereman 26.400.000,00 26.400.000,00
Penjualan Hasil Peternakan Sapi Gaduhan Propinsi -
Penerimaan Jasa Giro 1.817.000.000,00 2.612.938.432,00
Pendapatan Bunga Deposito 4.724.346.300,00 7.049.062.405,00
Tuntutan Ganti Rugi Kerugian Daerah - 500.000,00
Pendpt denda keterlambatan pelaks pekerjaan - 945.030,00
Pdpt dari Pengembalian Pajak Penghasilan Pasal 21 - -
Pendapatan Dari Lain-lain Penerimaan 6.695.349.700,00 7.703.473.012,00
Dana Perimbangan 594.506.960.000,00 598.405.031.163,00
Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak 34.636.210.000,00 37.350.586.163,00
Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan 15.500.000.000,00 19.305.158.262,00 Bagi Hasil dari Bea Perolehan Atas Tanah dan Bangunan 5.336.073.000,00 6.128.842.616,00
Bagi Hasil dari PPH Psl 25 & Wajib Pjk Orang Pribadi 3.260.400.000,00 4.821.862.324,00
Dalam Negeri dan PPH Psl 21 - -
Bagi Hasil Bagian PBB dari Pusat 8.000.000.000,00 4.025.137.340,00 Bagi Hasil Bagian BPHTB dari Pusat 1.643.887.000,00 2.452.438.611,00
Bagi Hasil bukan Pajak / Sumber Daya Alam 895.850.000,00 617.147.010,00 Bagi Hasil dari Iuran Hak Pengusahaan Hutan 538.350.000,00 393.035.223,00 Bagi Hasil dari Pungutan Pengusahaan Perikanan 350.110.000,00 163.213.161,00
Bagi Hasil dari Pertambangan Minyak Bumi - 57.943.804,00
Bagi Hasil dari Pertambangan Panas Bumi 7.390.000,00 2.954.822,00
Dana Alokasi Umum 506.156.450.000,00 506.156.445.000,00
Dana Alokasi Khusus 54.898.000.000,00 54.898.000.000,00
Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah 100.660.171.650,00 108.489.309.405,00
Dana Darurat 28.120.000.0000,00 30.760.000.000,00
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainya
28.120.000.0000,00 30.760.000.000,00
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi 28.908.787.000,00 34.097.927.355,00 Bagi Hasil dari Pajak Kendaraan Bermotor 10.085.602.000,00 9.924.422.457,00 Bagi Hasil dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 7.777.643.000,00 8.746.543.483.00
Bagi Hasil dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 9.727.268.000,00 14.312.263.213,00
Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan ABT 495.249.00,00 498.046.120,00
Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air 85.024.000,00 82.931.018,00
Retribusi Kelebihan Muatan 190.802.000,00 163.477.879,00
SP3 Propinsi / Lain-lain 61.181.000,00 40.041.137,00
Tera Ulang 18.650.000,00 12.725.280,00
Perijinan Usaha Perkebunan - -
Cukai 467.368.000,00 311.578.916,00
Perkebunan - 5.897.852,00
Dana Penyesuaian Infrastruktur 17.888.220.000,00 17.888.220.000,00 Dana Penyesuaian Tunj. Tenaga Pendidikan 9.219.883.400,00 9.219.880.800,00
Bantuan Keuagan dari Propinsi 16.523.281.250,00 16.523.281.250,00
Jumlah Keseluruhan 754.751.460.070,00 771.349.641.369,00
Karanganyar, Desember 2008
KEPALA DINAS PENDAPATAN KABUPATEN KARANGANYAR Drs. MARGITO,MM Pembina Tk. I NIP. 500 050 870
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 20 TAHUN 2001
TENTANG PAJAK HOTEL
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGANYAR
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II
Karanganyar Nomor 10 Tahun 1998 tentang Pajak Hotel dan Restoran sudah tidak sesuai lagi, maka perlu diatur kembali tentang Pajak Hotel;
b. bahwa untuk maksud tersebut perlu diatur dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;
2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 1997 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Pajak ( Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3684 );
3. Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ( Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685 ) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048);
4. Undang-undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa ( Lembaran Negara Tahun 197 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686 );
5. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4138);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4138 );
7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Tehnik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan bentuk Rancangan Undang-undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 70);
8. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 170 Tahun 1997 tentang Pedoman Tata Cara Pemeriksaan dibidang Pajak Daerah;
9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 173 Tahun 1997 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Perpajakan;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar Nomor 7 Tahun 1990 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar ( Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karanganyar Tahun Nomor 49 ).
Dengan Persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR TENTANG PAJAK HOTEL
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kabupaten Karanganyar;
b. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta perangkat daerah otonom yang lain sebagai badan eksekutif daerah ;
c. Bupati adalah Bupati Karanganyar ;
d. Pejabat adalah Pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang Perpajakan Daerah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
e. Kas Daerah adalah Kas Pemerintah Kabupaten Karanganyar ; f. Pajak Hotel adalah Pajak yang dikenakan atas pelayanan hotel ;
g. Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat menginap / istirahat , memperoleh pelayanan , dan atau fasilitas lainnya yang dipungut bayaran , termasuk bangunan lainnya yang menyatu , dikelola dan dimiliki oleh pihak yang sama , kecuali untuk pertokoan dan perkantoran;
h. Pengusaha hotel adalah perorangan atau badan yang menyelenggarakan usaha hotel untuk dan atas namanya sendiri atau untuk dan atas nama pihak lain yang menjadi tanggungannya;
i. Surat Pemberitahuan Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SPTPD adal surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pahaj yang terutang menurut peraturan perundang – undangan perpajakan daerah; j. Surat Setoran Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SSPD adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran atau penyetoran Pajak yang tertuang ke Kas Daerah atau ketempat lain yang ditetapkan oleh Bupati Kepala Daerah;
k. Surat Ketetapan Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terhutang;
l. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar yang selanjutnya disingkat SKPDKB adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar;
m. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan, yang selanjutnya
disingkat SKPDKBT adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang ditetapkan;
n. Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKPDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau tidak seharusnya terutang;
o. Surat Ketetapan Daerah Nihil, yang selanjutnya disingkat dengan SKPDN adalah surat keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan kredit pajak, atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak;
p. Surat Tagihan Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat STPD adalah surat untuk melakukan tagihan pajak atau sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda; q. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, koperasi yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana pensiun, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya.
BAB II
NAMA, OBYEK DAN SUBYEK PAJAK HOTEL Pasal 2
(1) Dengan nama Pajak Hotel dipungut pajak atas setiap pelayanan di hotel.
(2) Obyek Pajak Hotel adalah setiap pelayanan yang disediakan dengan pembayaran di hotel termasuk :
a. Fasilitas penginapan atau fasilitas tinggal jangka pendek;
b. Pelayanan penunjang sebagai kelengkapan fasilitas penginapan atau tinggal jangka pendek yang sifatnya memberikan kemudahan dan kenyamanan ;
c. Fasilitas olah raga dan hiburan yang disediakan khusus tamu hotel, bukan untuk umum;;
d. Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan di hotel.
Pasal 3
Dikecualikan dari Obyek Pajak Hotel adalah :
a. penyewaan rumah atau kamar , apatemen dan atau fasilitas tempat tinggal lainnya yang tidak menyatu dengan hotel :
b. pelayanan tinggal diasrama dan pondok pesantren;
c. fasilitas olah raga dan hiburan yang disediakan di hotel yang dipergunakan oleh bukan tamu hotel dengan pembayaran ;
d. pertokoan, perkantoran , perbankan, salon yang dipakai oleh umum di hotel ; e. pelayanan perjalanan wisata yang diselenggarakan oleh hotel dan dapat dimanfaatkan oleh umum.
Pasal 4
(1) Subyek Pajak Hotel adalah orang pribadi atau badan yang melaksanakan pembayaran atas pelayanan hotel.
BAB III
DASAR PENGENAAN DAN TARIF PAJAK HOTEL Pasal 5
(1) Dasar Pengenaan Pajak Pajak Hotel adalah jumlah pembayaran yang dilakukan kepada hotel.
(2) Jumlah pembayaran sebagaimana dimaksud ayat ( 1 ) Pasal ini disertai dengan bukti pembayaan yang berupa bon / nota penjualan.
(3) Tata cara pemakaian bon / nota penjualan sebagaimana dimaksud ayat (2 ) Pasal ini ditetapkan oleh Bupati .
Pasal 6
Tarip Pajak Hotel ditetapkan sebesar 10 % ( sepuluh persen ).
BAB IV
PENGUKUHAN WAJIB PAJAK HOTEL Pasal 7
(1) Wajib Pajak Hotel wajib melaporkan usahanya secara tertulis kepada Bupati untuk dikukuhkan sebagai Wajib Pungut dalam jangka waktu selambat – lambatnya 30 ( tiga puluh ) hari sebelum dimulainya kegiatan usaha tersebut .
(2) Wajib Pajak Hotel yang tidak melaporkan usahanya sebagaimana dimaksud ayat ( 1 ) Pasal ini dikenakan sanksi berupa denda administrasi setinggi tingginya Rp. 1,000.000,00 ( satu juta rupiah )
(3) Tata cara pelaporan dan pengukuhan sebagaimana dimaksud ayat ( 1 ) Pasal ini ditetapkan oleh Bupati .
BAB V
WILAYAH PEMUNGUTAN DAN CARA PERHITUNGAN PAJAK Pasal 8
(1) Wajib Pajak yang terutang dipungut di Daerah
(2) Besarnya pajak terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud Pasal 6 dengan dasar pengenaan sebagaimana dimaksud Pasal 5 Peraturan Daerah ini
BAB VI
MASA PAJAK, SAAT PAJAK TERUTANG, DAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK DAERAH
Pasal 9
Masa Pajak adalah jangka waktu yang tertentu yang lamanya ditetapkan oleh Bupati sebagai dasar untuk menghitung besarnya pajak terutang.
Pasal 10
Tahun Pajak adalah jangka waktu yang lamanya 1 ( satu ) tahun Takwim kecuali bila wajib pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun takwim
Pajak terutang dalam masa pajak terjadi pada saat pelayanan di hotel
Pasal 12 (1) Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPTPD.
(2) SPTPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini harus diisi dengan jelas, benar dan lengkap serta ditanda tangani oleh Wajib Pajak atau Kuasanya.
(3) Bentuk, isi dan tata cara pengisian SPTPD ditetapkan oleh Bupati.
BAB VII
TATA CARA PERHITUNGAN DAN PENETAPAN PAJAK Pasal 13
(1) Berdasarkan SPTPD sebagaimana dimaksud Pasal 12 ayat (1) Peraturan Daerah ini Bupati menetapkan pajak terutang dengan menerbitkan SKPD.
(2) Apabila SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini tidak dibayar atau kurang dibayar setelah lewat waktu paling lama 30 ( tiga puluh ) hari sejak SKPD diterima, dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % dua persen ) sebulan dan ditagih dengan menerbitkan STPD.
Pasal 14
(1) Wajib Pajak yang membayar sendiri, SPTPD sebagaimana dimaksud Pasal 12 ayat (1) Peraturan Daerah ini digunakan untuk menghitung, memperhitungkan dan menetapkan pajak sendiri yang terutang.
(2) Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya pajak, Bupati dapat menerbitkan :
a. SKPDKB; b. SKPDKBT; c. SKPDN.
(3) SKPDKB sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a Pasal ini diterbitkan : a. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain pajak yang terutang atau kurang dibayar, dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % ( dua persen ) sebulan dihitung dari pajak yang kurang bayar atau terlambat dibayar untuk jangka waktu paling lama 24 ( dua puluh empat ) bulan dihitung sejak saat
terutangnya pajak.
b. Apabila SPTPD tidak disampaikan dalam jangka waktu yang ditentukan dan ditegur secara tertulis, dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % ( dua persen ) sebulan dihitung dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar untuk jangka waktu paling lama 24 ( dua puluh empat ) bulan dihitung sejak saat terutangnya pajak.
c. Apabila kewajiban mengisi SPTPD tidak dipenuhi, pajak yang terutang dihitung secara jabatan, dan dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 25 % ( dua puluh lima persen ) dari pokok pajak ditambah sanksi yang kurang atau terlambat dibayar untuk jangka wakktu paling lama 24 ( dua pulu empat ) bulan dihitung sejak saat terutang pajak.
(4) SKPDKBT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b Pasal ini diterbitkan apabila ditemukan data baru atau data yang semula belum terungkap yang
menyebabkan penambahan jumlah pajak yang terutang akan dikenakan sanksi
administrasi berupa kenaikan sebesar 100% ( seratus persen ) dari jumlah kekurangan pajak tersebut.
(5) SKPDN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c Pasal ini diterbitkan apabila jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak.
(6) Apabila kewajiban membayar pajak terutang dalam SKPDKB dan SKPDKBT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan b Pasal ini tidak atau tidak sepenuhnya dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan, ditagih dengan menerbitkan STPD ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2 % (dua persen) sebulan.
BAB VIII
TATA CARA PEMBAYARAN Pasal 15
(1) Pembayaran Pajak dilakukan di Kas Daerah atau tempat yang ditunjuk oleh Bupati sesuai waktu yang ditentukan dalam SPTPD, SKPD, SKPDKB, dan STPD. 2) Apabila pembayaran pajak dilakukan di tempat lain yang ditunjuk, hasil
penerimaan pajak harus disetor ke Kas Daerah selambat- lambatnya 1 x 24 jam atau dalam waktu yang telah ditentukan oleh Bupati.
(3) Pembayaran Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) Pasal ini dilakukan dengan menggunakan SSPD.