BAB III METODE PENELITIAN
H. Analisa Data
I. Kelemahan Penelitian
Kelemahan pada penelitian ini yaitu waktu penelitian yang dibatasi sehingga pengambilan sample dengan cara mengambil secara kebetulan yang ada pada saat itu.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum RSUD Tugurejo Semarang
1. Sejarah Singkat RSUD Tugurejo SemarangRumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit Kusta (Khusus) milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi serta perkembangan penduduk yang mulai pesat, maka tanggal 26 Desember 2000 Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial melalui keputusannya nomor 1810/Menkes-Kesos/SK/XII/2000 merubah status Rumah Sakit Khusus Kusta menjadi Rumah Sakit Umum dengan status kelas C. Kemudian sejak tanggal 19 Nopember 2003 berdasarkan SK Menkes RI No. 1600/Menkes/SK/XI/2003 berubah menjadi Rumah Sakit Umum dengan status kelas B Non Pendidikan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Walaupun berubah menjadi rumah sakit umum, namun rumah sakit ini tetap mempertahankan kekhususannya dengan masih menerima pasien kusta.
Rumah sakit Tugurejo Semarang terletak pada ruas jalur utama Semarang – Jakarta pada koordinat LS : 06o 59’ 04,8” dan BT : 110o 21’
22,7” yang merupakan jalur utama pantai utara Jawa antara Semarang dan Kendal, tepatnya pada jalan raya Walisongo Semarang. Posisi tersebut sangat strategis dengan beberapa aspek pendukung :
a. Terletak pada jalur lalu lintas utama yang sangat padat dan
23
mempunyai potensi rawan kecelakaan. , b. Dekat dengan pintu utama Jalan Tol Manyaran.
c. Dikelilingi oleh lingkungan pemukiman daerah Mijen dan Ngaliyan.
d. Dilingkupi oleh 4 (empat) daerah sentra industri besar yaitu Kawasan Industri Cilacap (Wijaya Kusuma), Kawasan Tugu Indah Industri, Kawasan Industri Candi, serta Kawasan Guna Mekar Industri.
Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo merupakan Rumah Sakit kelas B non pendidikan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang terletak di Semarang Bagian Barat dengan kapasitas tempat tidur yang beroperasional saat ini 323 tempat tidur. Luas tanah 36.566 m2, luas bangunan 15.381 m2 terdiri dari gedung rawat jalan, gedung IGD, 8 bangsal perawatan, kamar bedah, kamar bersalin, bangunan penunjang, kantor, auditorium dan wisma. (12)
2. Visi Misi RSUD Tugurejo Semarang a. Visi
Rumah Sakit Prima, Mandiri Dan Terdepan Di Jawa Tengah b. Misi
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.
2. Meningkatkan sarana dan prasarana dalam rangka menunjang pelayanan medis dan memberikan kenyamanan kepada pasien, keluarga pasien dan karyawan.
3. Meningkatkan program pengembangan mutu pelayanan medis dan non medis secara berkesinambungan.
4. Mewujudkan kemandirian, efisiensi, efektifitas dan fleksibilitas pengelola keuangan.
5. Menjadi pusat pendidikan kedokteran dan kesehatan lain, serta penelitian dan pengembangan bidang kesehatan.
6. Mengembangkan pelayanan unggulan.
c. Motto
Kesembuhan dan Kepuasan Anda Adalah Kebahagiaan Kami 3. Jenis Pelayanan Yang Ada di RSUD Tugurejo Semarang
Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang memiliki 5 jenis pelayanan rumah sakit, diantaranya gawat darurat, instalasi, rawat inap, rawat jalan, dan Trauma center yang kemudian terbagi lagi menjadi sub bagian sebagai berikut ini :
a. Gawat Darurat
Visi : Memberikan pelayanan Kegawat Daruratan dengan Cepat, Tepat dan Cermat
Dalam mewujudkan pelayanan yang cepat , tepat dan cermat dalam pelayanan yang komprehensif dengan tersedianya sumber daya manusia yang unggul dibidangnya masing – masing serta fasilitas ruang dan peralatan yang memadai dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kegawat daruratan bagi masyarakat.
b. Instalasi
1. Instalasi Medik yang terdiri dari : a. Bank Darah
b. Farmasi
c. Instalasi Bedah Sentral d. Instalasi Gizi
e. Laboratorium PA
f. Pusat Diagnostik g. Radiologi
h. Laboratorium Klinik 2. Instalasi Non Medik :
a. CSSD
b. IPSRS RS Tugurejo c. PDE
d. Pemulasaran jenasah e. Rekam Medis 4. Ruang Bougenvile 5. Ruang Dahlia
6. Ruang ICU/ ICUU/ PICU/ NICU/ HCU 7. Ruang Kenanga
8. Ruang Mawar 9. Ruang Melati 10. Ruang Nusa Indah 11. Ruang Tulip (Peristi) d. Rawat Jalan
1. Hemodialisa
2. Klinik Bedah Plastik
3. Poli Gigi
4. Poli Spesialis Anak 5. Poli Spesialis Bedah 6. Poli Spesialis Kebidanan 7. Poli Spesialis Kulit dan Kelamin 8. Poli Spesialis Mata
9. Poli Spesialis Orthoped 10. Poli Spesialis Penyakit Dalam 11. Poli Spesialis Syaraf
12. Poli Spesialis THT 13. VCT
14. Rehab Medik 15. Poli Paru e. Trauma Center
B. Gambaran Khusus Unit Rekam Medis RSUD Tugurejo Semarang 1. Asembling
a. Uraian Tugas :
1) Melaksanakan kegiatan assembling dan kode penyakit yang meliputi :
a) Menerima berkas rekam medis rawat inap dan rawat jalan dari penanggung jawab berkas rekam medis.
b) Memeriksa kelengkapan isi berkas rekam medis
c) Menyusun berkas rekam medis sesuai urutan yang telah ditentukan
d) Melengkapi identitas pasien dan nomor rekam medis pada setiap lembar berkas rekam medis.
e) Menulis nomor dan nama pasien pada berkas rekam medis serta menempelkan stiker tahun kunjungan terakhir.
f) Mensortir berkas rekam medis berdasarkan nomor angka akhir
2) Memisahkan berkas rekam medis yang belum lengkap isinya dan diserahkan kepada penanggung jawab berkas rekam medis untuk dikirim kepada yang berhak / berkewajiban melengkapi isi berkas rekam medis tersebut.
3) Menyusun dan menyiapkan berkas rekam medis baru rawat jalan maupun rawat inap untuk petugas Admission.
4) Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan untuk menyelesaikan, menangani bila terjadi penyimpangan / kasus yang terjadi dikegiatan assembling dan kode penyakit pasien rawat jalan dan rawat inap.
b. Tanggung jawab :
1) Kelengkapan dan kerapian isi berkas RM.(14)
C. Hasil Pengamatan
1. Karakteristik Responden
Dari hasil pengamatan karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Table 4.1
Presentase Karakteristik Perawat Rawat Inap di RSUD Tugurejo Semarang Tahun 2014
No Karakteristik Responden ∑ (%)
a. DIII Keperawatan b. S1 Keperawatan Berdasarkan tabel 4.1 sebagian besar perawat berumur 30-39 tahun (50%), berpendidikan S1 Keperawatan (58,3%) dan dengan masa kerja 6-10 tahun (58,3%).
2. Pengetahuan Responden
Dari hasil penelitian pengetahuan perawat rawat inap dalam pengisian formulir RM.15 (Resume Keperawatan Pasien Keluar) yaitu dapat dilihat pada tabel berikut :
Table 4.2
Distribusi frekuensi jawaban pengetahuan Perawat Rawat Inap di RSUD Tugurejo Semarang Tahun 2014
No Item Pertanyaan
Mampu
1. Apakah saudara mengetahui arti penting dari RM15 ?
12 (100%) 0%
2. Apa saja isi atau butir-butir yang terdapat di 12 (100%) 0%
RM15 ?
3. Apakah butir-butir yang ada di RM15 harus semuanya dilengkapi ?
12 (100%) 0%
4. Siapa saja yang bertanggung jawab dalam pengisian formulir RM15 ?
12 (100%) 0%
b. Memahami (comprehension)
1. Jelaskan alasannya mengapa formulir RM15 harus diisi dengan lengkap ?
3 (25%) 9 (75%)
2. Bagaimana cara melengkapi formulir RM15 ? 12 (100%) 0%
3. Bagaimana jika petugas lain yang melengkapi formulir tersebut ? Apakah boleh ?
12 (100%) 0%
4. Apa dampak yang terjadi jika terdapat butir-butir yang tidak diisi ?
3 (25%) 9 (75%)
5. Apakah ada sanksi yang diberikan untuk petugas jika pengisian formulir tersebut tidak dilengkapi ?
12 (100%) 0%
c. Aplikasi (aplication)
1. Bagaimana pelaksanaan pengisian RM15 secara lengkap ? ?
12 (100%) 0%
2. Apakah semua perawat sudah melakukan pengisian secara lengkap ?
12 (100%) 0%
3. Jika ada sanksi apakah sanksi tersebut sudah berlaku ?
12 (100%) 0%
d. Analisis (analysis)
1. Apakah saudara mengetahui maksud dari butir-butir isi yang terdapat dilembar tersebut ?
12 (100%) 0%
e. Sintesis (synthesis)
1. Apa langkah yang dilakukan supaya perawat bersedia melengkapi formulir tersebut ?
12 (100%) 0%
f. Evaluasi (evaluation)
1. Apakah pernah dilakukan evaluasi terhadap perawat yang melakukan pengisian lembar tersebut ?
12 (100%) 0%
Berdasarkan tabel 4.2 pengetahuan perawat rawat inap dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Tahu (Know)
Dari hasil wawancara 12 perawat semua perawat tahu arti pentingnya RM15 (Resume Keperawatan Pasien Keluar). Dari 12 perawat semua perawat tahu isi atau butir yang terdapat di RM15.
Dari 12 perawat semua perawat mengetahui jika butir-butir yang ada di RM15 harus semuanya terlengkapi. Dari 12 perawat semua perawat mengetahui jika semua perawat berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melengkapi RM15.
b. Memahami (Comprehension)
Dari 12 perawat didapatkan hasil bahwa semua perawat tahu bahwa jika kelengkapan pengisian lembar RM merupakan syarat akreditasi akan tetapi hanya 3 perawat yang memahami jika RM15 merupakan syarat untuk penangguhan klaim asuransi dan selebihnya yaitu 8 perawat menjawab bahwa alasan dari pengisian RM15 tersebut memang merupakan kewajiban semua perawat, jadi semua perawat harus melengkapinya dan 1 perawat mengatakan hanya sekedar mengikuti teman-teman perawat mengisi.
Dari 12 perawat memahami bagaimana cara melengkapi RM15 yaitu mencatat perkembangannya pasien dari awal pasien masuk hingga pasien dinyatakan boleh pulang ataupun pasien meninggal.
Dari 12 perawat memahami jika yang boleh melengkapi pengisian dari RM15 itu hanya perawat saja.
Dari 12 perawat sudah semuanya mengetahui dampaknya jika tidak terlengkapi pengisiannya maka akan dikembalikan oleh bagian CM (catatan medis). Tetapi belum semuanya memahami batas waktunya, hanya 3 perawat yang mengetahui batas waktu pengembalian 2x24 jam, 2 perawat mengatakan tidak ada batas waktu dan 7 perawat mengatakan jika dikembalikan maka segera mungkin dilengkapi.
Dari 12 perawat semuanya menjawab bahwa jika tidak terisi lengkap maka tidak terdapat sanksi, hanya berupa teguran saja dan diminta untuk melengkapi dan memahami jika masih tidak terlengkapi juga maka kepala tim akan dipanggil ke bagian CM dan diminta untuk melengkapi saat itu juga diruang CM.
c. Aplikasi (Aplication)
Dari hasil wawancara dari 12 perawat semua perawat menjawab pelaksanaanya yaitu untuk melengkapi pengisian dilakukan setiap pasien dinyatakan boleh pulang oleh perawat jaga. Pengembalian DRM pasien tidak dilakukan setiap hari, paling tidak 2 hari sekali.
Karena tidak langsung dikembalikan ke bagian CM maka tim akan mengecek lagi apabila berganti shift, jadi terjadi kesinambungan untuk pengecekannya.
Dari 12 perawat, semuanya mengatakan bahwa semua perawat sudah melakukan pengisian secara lengkap.
d. Analisis (Analysis)
Dari hasil wawancara 12 perawat, semua perawat menjawab jika mereka mengetahui maksud dari butir-butir yang terdapatdi RM15.
e. Sintesis (Synthesis)
Dari 12 perawat dalam wawancara yang dilakukan semua perawat mengatakan bahwa setiap perawat sudah mengerti jika melengkapi pengisian lembar DRM pasien merupakan kewajiban.
Maka semua perawat sudah bersedia dan menyadari untuk melengkapi pengisian formulir tersebut.
f. Evaluasi (Evaluation)
Dari 12 perawat semuanya menjawab bahwa untuk ada evaluasi terhadap perawat mengenai kelengkapan pengisian dokumen rekam medis pasien secara keseluruhan, akan tetapi untuk evaluasi khusus untuk RM.15 tidak ada.
3. Prosedur Tetap
Di RSUD Tugurejo Semarang ini tidak terdapat protap yang mengatur tentang pengisian formulir RM15 ini.
4. Sarana Manajemen a. Man (Manusia)
Sumber daya manusia yang terdapat sudah baik, tingkat pendidikan mereka juga sudah sesuai dengan tingkat pendidikan minimal DIII Keperawatan. Sehingga pengetahuan merekapun seharusnya sudah bagus.
b. Material (Bahan)
Menurut hasil penelitian perawat sudah mengerti maksud dari butir yang terdapat didalam lembar formulir tersebut. Sehingga tidak ada kesulitan bagi perawat untuk mengisinya.
c. Machiness (Peralatan)
Dokumen yang tidak lengkap dari bagian assembling langsung dikembalikan kepada bangsal yang bersangkutan. Tidak tedapat box yang bertujuan untuk memilah DRM yang belum lengkap menurut bangsal ataupun menurut petugas yang berwenang mengisinya.
d. Methods (Metode)
Dibagian Assembling dalam pencatatan ketidaklengkapan DRM mereka menerapkan 2sistem yaitu secara manual dan komputerisasi. Sehingga setelah DRM pasien selesai dirakit petugas assembling akan menginput butir mana saja yang belum diisi dan dari bangsal mana. Setelah itu disalin lagi secara manual dalam buku KLPCM.
Dan terkadang terdapat perawat mengeluhkan jika dokumen menjadi lambat untuk pengisiannya dikarenakan dari dokter penanggung jawabnya yang juga belum melengkapi.
D. Pembahasan
1. Karakteristik Responden
Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Makin tua umur
seseorang makin konstruktif dalam mengatasi masalah dalam pekerjaan, dan makin terampil dalam memberikan pelayanan pada klien.
Alat ukur umur dibedakan berdasarkan umur muda ≤ 39 tahun dan umur dewasa ≥ 39 tahun. (10) Dari hasil pengamatan didapatkan prosentase tertinggi yaitu sejumlah 50% perawat berumur 30-39 tahun maka dikatakan jika perawat masih berumur muda sehingga kemungkinan bisa berdampak pada kurang terampilnya dalam memberikan pelayanan.
Sebanyak 7 perawat dari 12 perawat berpendidikan S1 Keperawatan dengan jumlah prosentase 58,3%. Dengan pendidikan yang sudah sesuai maka kualitas kinerjanya seharusnya sudah baik.
Karena Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin mudah menerima informasi sehingga makin meningkat pula kinerjanya.(10)
Masa kerja 7 perawat dari 12 perawat didapatkan dalam jangka waktu 6-10 tahun dengan jumlah prosentase sebanyak 58,3%.
Perbedaan kelompok masa kerja dibedakan berdasarkan masa kerja baru ≤14 tahun dan masa kerja lama ≥14tahun. Jika semakin lama seseorang bekerja maka semakin baik pula dalam memberikan pelayanan.(10) Menurut pengamatan, rata-rata masa kerja responden
≤14 tahun maka dikelompokkan sebagai petugas dengan masa kerja baru sehingga hal tersebut kemungkinan berdampak pada pengisian formulir RM.15 yang tidak terlengkapi.
2. Pengetahuan Responden
Identifikasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu mengenai pengetahuan perawat rawat inap yang meliputi tahu (know), memahami
(comprehension), aplikasi (aplication), analisis (analysis), sintesis (synthesis), evaluasi (evaluation). Peneliti melakukan observasi dan wawancara untuk mengetahui mengapa perawat rawat inap tidak melakukan pengisian secara lengkap pada RM.15 (Resume Keperawatan Pasien Keluar).
a. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.(8) Menurut hasil yang didapat responden sudah tahu tentang arti penting dari RM.15, mereka dapat menjelaskannya secara spesifik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk pengetahuan responden dalam tingkatan tahu ini sudah baik.
b. Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.(8)
Untuk tingkat memahami masih kurang. Responden belum mampu menjelaskan secara tepat dan menjabarkan alasan mengapa formulir tersebut harus terisi secara lengkap. Sedangkan untuk tingkat ini harusnya responden dapat menginterpetasikan atau menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahuinya.
c. Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.(8)
Responden mengerti jika dokumen yang belum terlengkapi dan dikembalikan oleh bagian assembling harus segera dilengkapi dan responden segera melakukannya. Ini menunjukkan bahwa untuk tingkat aplikasi responden sudah baik.
d. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.(8) Untuk tingkat analisis responden sudah baik, responden sudah mampu menjabarkan komponen-komponen yang terdapat didalam formulir RM.15
e. Sintesis (Synthesis)
Sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.(8)
Bagian assembling mempunyai langkah jika formulir masih tetap belum terisi maka kepala tim yang akan dipanggil oleh bagian assembling dan diminta untuk melengkapi. Karena menurut teori ketika terdapat DRM tidak lengkap maka akan dikembalikan dengan batas 2x24 jam setelah waktu penyerahannya.(15)
Yang berarti untuk tingkatan ini sudah baik, karena sudah terdapat langkah untuk menangani masalah tersebut.
f. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.(8)
Adanya penilaian atau evaluasi terhadap masalah yang ada maka untuk pengetahuan dalam tingkatan evaluasi ini sudah baik dan sudah dilakukan.
3. Prosedur Tetap
Prosedur tetap dibuat untuk mengatur standar kerja petugas dan meningkatkan mutu pelayanan itu sendiri. Sehingga jika terdapat prosedur tetap mengenai pengisian formulir ini maka petugas akan lebih terarah lagi dan dapat meminimalkan pengisian DRM yang tidak lengkap.
4. Sarana Manajemen a. Man (Manusia)
Faktor terpenting dalam pelaksanaan suatu system untuk mencapai pelayanan yang optimal adalah manusia.
Dengan tingkat pendidikan perawat yang sudah sesuai yaitu minimal DIII Keperawatan maka pengetahuan yang mereka dapat harusnya sudah baik sehingga tentunya mempermudah mereka dalam bekerja.
b. Material (Bahan)
Bahan adalah salah satu produk atau fasilitas yang digunakan untuk menunjang tujuan dalam pelaksanaan satu sistem pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit.
Dalam formulir yang digunakan setiap butir-butirnya maksudnya mampu dipahami oleh perawat, sehingga perawat harusnya lebih mudah ketika melakukan pengisian lembar tersebut karena mereka sudah memahaminya.
c. Machiness (Peralatan)
Alat yang digunakan manusia untuk melakukan satu pekerjaan agar lebih cepat, efisien dan sebagai penunjang pelaksanaan sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Ketika terdapat dokumen yang belum lengkap maka petugas assembling segera mengembalikannya lagi kepada bangsal yang bersangkutan akan tetapi tidak tidak tersedia box untuk ketidaklengkapan, sehingga tidak terlihat mana petugas yang sering tidak melakukan pengisian.
d. Methods (Metode)
Metode yang tepat akan banyak membantu tugas-tugas seseorang akan lebih cepat dan ringan di dalam pelaksanaan sistem kesehatan di rumah sakit.
Dengan sistem pencatatan ketidaklengkapan yang juga menggunakan sistem komputerisasi ini seharusnya sangatlah membantu. Karena dari laporan tersebut dapat diketahui butir mana saja yang sering tidak terisi sehingga mempermudah kepala bagian bangsal melakukan evaluasi kepada perawat bangsal.
Dan dokter penanggung jawab juga terkadang menjadi salah satu faktornya. Sebab dengan dokter yang belum melengkapi DRM tersebut akan berdampak juga pada perawat yang tidak dapat mengisi salah satu butir yang terdapat didalamnya karena harus merujuk pada pengisian dokter tersebut. Sehingga DRM menjadi terlambat dan tidak lengkap.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. a. Menurut karakteristik responden, didapatkan prosentase tertinggi yaitu sejumlah 50% perawat berumur 30-39 tahun maka dikatakan jika perawat masih berumur muda sehingga kemungkinan bisa berdampak pada kurang terampilnya dalam memberikan pelayanan.
b. Menurut karakteristik responden, didapatkan sebanyak 58,3% perawat sudah berpendidikan S1 Keperawatan.
c. Sebanyak 58,3% perawat diketahui masa kerjanya selama 6-10 tahun.
Sehingga dikelompokkan sebagai petugas dengan masa kerja baru 2. Untuk pengetahuan responden pada tahapan memahami
(comprehension) responden masih kurang, hal tersebut dapat dilihat dari jawaban responden ketika wawancara yang belum mampu menjelaskan secara benar alasan mengapa formulir tersebut harus terisi secara lengkap.
B. Saran
1. Sebaiknya untuk perawat rawat inap diberi penjelasan lagi seperti sosialisasi yang tercantum didalam protap mengenai pentingnya dari kelengkapan pengisian RM.15 ini.
40
2. Memberikan sanksi yang lebih tegas seperti memberikan surat peringatan kepada perawat yang masih belum mau melengkapi supaya menimbulkan efek jera dan tidak diulangi lagi.
3. Membuatkan box untuk dokumen yang masih belum lengkap menurut bangsal dan juga dokter yang bertanggung jawab sehingga akan terlihat bangsal mana yang tingkat ketidak lengkapannya tinggi.
4. Menempelkan hasil dari rekapan KLPCM mengenai perawat ataupun dokter yang sering tidak melengkapi ditiap-tiap ruang perawat bangsal sehingga dari laporan tersebut dapat menimbulkan efek malu kepada petugas yang bersangkutan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269 / MENKES / PER / III / 2008 mengenai Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Buku Pedoman Pencatatan Kegiatan Pelayanan Rumah Sakit di Indonesia, Jakarta, 1984.
3. Skep Direktorat Jendral Pelayanan Medik N0.87 Tahun 1991 tentang penyelenggaraan rekam medik
4. Konsil Kedokteran Indonesia. Manual Rekam Medis Edisi I. Jakarta. 2006 5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Pelayanan Medis.
Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi II.
Jakarta. 1997.
6. Huffman, Edna K. Health Information Manajemen. Phisicians record Compani Berwyn IIInous. 1994
7. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pelayanan Medis, Buku Pedoman Pencatatan Kegiatan Pelayanan Rumah Sakit di Indonesia, Jakarta, 1994.
8. Notoatmodjo, Soekidjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta:
Rineka Cipta, 2007.
9. Clifford, T Morgan. Introdution to Psycology, New York, MC. Graw Hill Book, Company, Inc, 1961.
10. Sarwono. S, Sosiologi Kesehatan, UGM, Yogyakarta, 1993.
11. Notoatmodjo, Soekidjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-Prinsip Dasar), Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
12. Profil Rumah Sakit RSUD Tugurejo Semarang
42
13. Instalasi Rekam Medis. Pedoman Pengorganisasian Instalasi Rekam Medis RSUD Tugurejo. Semarang. 2013. (Tidak Dipublikasikan)
14. RSUD Tugurejo Semarang. Prosedur Tetap RS.
15. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Pelayanan Medis.
Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit (Sistem Pelaporan RS Revisi V) di Indonesia. Jakarta. 2003.
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG 2014
Dengan hormat,
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari telah diundang untuk berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan oleh Fitria Hidayanti, mahasiswa DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas dian Nuswantoro Semarang. Sebelumnya perlu peneliti sampaikan maksud dan kedatangan peneliti adalah untuk melakukan wawancara secara terbuka dengan perawat rawat inap tentang “Tinjauan Pengetahuan Perawat Rawat Inap Dalam Pengisian Formulir RM15 (Resume Keperawatan Pasien Keluar) di RSUD Tugurejo Semarang Pada Tahun 2014”.
Dalam penelitian ini Bapak/Ibu/Saudara/Saudari akan berperan sebagai responden yang akan memberikan informasi mengenai hal – hal yang berhubungan dengan objek penelitian ini. Selain itu Bapak/Ibu/Saudara/Saudari diketahui untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang sudah disiapkan oleh peneliti.
Saya telah membaca persetujuan wawancara di atas, keadaan, resiko dan keuntungan penelitian ini telah saya pahami dan saya bersedia mengikuti hal – hal yang telah ditentukan.
Semarang, Juli 2014 Tanda Tangan Subjek Wawancara
( )
Sebagai peneliti penulis telah menguraikan kepada subjek mengenai yang peneliti lakukan menurut peneliti, semua informasi tentang peneliti telah disampaikan dan dipahami oleh subjek yang menandatangani persetujuan ini.
Tidak ada halangan bahasa maupunpendidikan serta masalah lain yang menghambat peran serta subjek dalam penelitian.
PERSETUJUAN WAWANCARA
LAMPIRAN 3
PEDOMAN WAWANCARA
a. Tahu (Know)
1. Apakah saudara mengetahui arti penting dari RM15 ( Resume Keperawatan Pasien Keluar ) ?
2. Apa saja isi atau butir-butir yang terdapat di RM15 ( Resume Keperawatan Pasien Keluar ) ?
3. Apakah butir-butir yang ada di RM15 harus semuanya dilengkapi ? 4. Siapa saja yang bertanggung jawab dalam pengisian formulir RM15 ? b. Memahami (Comprehension)
1. Jelaskan alasannya mengapa formulir RM15 ( Resume Keperawatan Pasien Keluar ) harus diisi dengan lengkap ?
2. Bagaimana cara melengkapi formulir RM15 ( Resume Keperawatan Pasien Keluar ) ?
3. Bagaimana jika petugas lain yang melengkapi formulir tersebut ? Apakah boleh ?
4. Apa dampak yang terjadi jika terdapat butir-butir yang tidak diisi ? 5. Apakah ada sanksi yang diberikan untuk petugas jika pengisian
4. Apa dampak yang terjadi jika terdapat butir-butir yang tidak diisi ? 5. Apakah ada sanksi yang diberikan untuk petugas jika pengisian